cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,001 Documents
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PENCAPAIAN KINERJA PENDIDIK MELALUI NILAI KAYUH BAIMBAI DI SMK NEGERI 2 TANJUNG KABUPATEN TABALONG Mahmudah, Lamia; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4600

Abstract

Riset ini difokuskan guna mengidentifikasi serta menganalisis pengelolaan sumber daya manusia. Dalam upaya mewujudkan kinerja pendidik yang optimal melalui penginternalisasian nilai kearifan lokal Kayuh Baimbai di SMK Negeri 2 Tanjung, Kabupaten Tabalong. Dengan pendekatan kualitatif yang diklasifikasikan ke dalam jenis penelitian deskriptif. Proses penghimpunan data dilaksanakan melalui teknik wawancara secara mendalam, kegiatan observasi langsung, serta telaah dokumentasi, dengan melibatkan informan kunci yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta para tenaga pendidik. Kerangka teoritis penelitian ini bertumpu pada teori human capital sebagai grand theory, berikutnya sebagai middle theory yakni teori manajemen sumber daya manusia dan teori manajemen kinerja, serta teori kompetensi kinerja pendidik berbasis kearifan lokal sebagai applied theory. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perencanaan manajemen sumber daya manusia di SMK Negeri 2 Tanjung telah diimplementasikan melalui pendekatan yang bersifat partisipatif serta strategis, dengan memposisikan tenaga pendidik sebagai aset utama (human capital) dalam organisasi sekolah. Pengorganisasian sumber daya manusia dilakukan secara kolaboratif berbasis kompetensi dan nilai kebersamaan, sehingga pembagian tugas dan peran pendidik berjalan secara proporsional. Pelaksanaan manajemen sumber daya manusia diarahkan pada pengembangan kompetensi pendidik secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional. Evaluasi kinerja pendidik dilaksanakan secara humanis dan berorientasi pada pembinaan melalui supervisi akademik, refleksi bersama, serta pemanfaatan sistem penilaian kinerja berbasis aplikasi. Nilai Kayuh Baimbai terinternalisasi dalam seluruh tahapan manajemen sumber daya manusia, tercermin dalam praktik kerja sama, gotong royong, musyawarah, dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Kayuh Baimbai dalam manajemen sumber daya manusia mampu mendukung pencapaian kinerja pendidik secara berkelanjutan serta memperkuat budaya kerja kolaboratif di lingkungan sekolah.
MANAJEMEN PENGELOLAAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI DALAM PEMBINAAN KOMPETENSI SISWA DI SMK NEGERI 1 MUARA UYA BERBASIS BAIMAN, BAUNTUNG, BATUAH, BAADAB Rusadi, Nani Rakhmaniah; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta berkarakter kuat, sementara pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja. SMK Negeri 1 Muara Uya merespons kondisi tersebut melalui pengelolaan kemitraan DUDI yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri, tetapi juga berbasis nilai kearifan lokal Banjar, yaitu Baiman, Bauntung, Batuah, dan Baadab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan kemitraan DUDI dalam pembinaan kompetensi siswa berbasis nilai lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang hubungan industri, guru produktif, siswa, dan mitra DUDI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi yang bersifat pembinaan. Kemitraan tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa, tetapi juga membentuk habitus kerja yang disiplin, adaptif, bertanggung jawab, dan beretika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI berbasis kearifan lokal Banjar mampu meningkatkan kualitas kompetensi dan karakter siswa secara holistik serta memperkuat daya saing lulusan pendidikan vokasi.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI MANUNTUNG DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS SUPERVISI AKADEMIK DI SMAN 3 TANJUNG Setyaningsih, Nining; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4602

Abstract

Penelitian ini didorong oleh peran kepemimpinan yang bukan hanya untuk administrasi tetapi lebih untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi kepemimpinan kepala sekolah, sesuai dengan pengetahuan lokal Gawi Manuntung, dapat meningkatkan efektivitas supervisi akademik di SMAN 3 Tanjung. Pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian kualitatif ini. Wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi partisipan digunakan untuk mengumpulkan data. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala SMAN 3 Tanjung mengintegrasikan nilai Gawi Manuntung yang bermakna bekerja keras dengan semangat kebersamaan hingga tuntas ke dalam setiap tahapan supervisi akademik. (2) Kepemimpinan berbasis kearifan lokal ini berkontribusi positif  meningkatkan efektivitas supervisi, Hal ini dibuktikan oleh kualitas proses pengajaran dan pembelajaran di kelas serta meningkatnya kedisiplinan para pengajar dalam menciptakan sumber belajar. (3) Faktor kunci keberhasilan terletak pada pendekatan humanis dan kolaboratif yang menciptakan etos kerja profesional tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai kearifan lokal dalam manajemen sekolah mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan meningkatkan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini merekomendasikan agar para pemangku kebijakan pendidikan dapat mengadopsi model kepemimpinan berbasis budaya ini sebagai salah satu strategi dalam memperkuat fungsi supervisi akademik di sekolah.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL BADAMAI DI SMAN 3 TANJUNG Fitriah, Rabiatul; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal Badamai di SMA Negeri 3 Tanjung. Nilai Badamai merupakan kearifan lokal masyarakat Banjar yang menekankan prinsip musyawarah, toleransi, gotong royong, dan harmoni sosial, yang relevan dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian mengenai pendidikan karakter telah banyak dilakukan, sebagian besar masih berorientasi pada pendekatan normatif dan nilai universal tanpa mengintegrasikan kearifan lokal sebagai basis pengelolaan pendidikan secara sistematis. Kajian tentang kearifan lokal Badamai umumnya terbatas pada aspek sosial-budaya masyarakat Banjar dan belum banyak dieksplorasi dalam lingkup manajemen pendidikan karakter di sekolah menengah atas, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi. Selain itu, belum ditemukan model empiris yang secara komprehensif menggambarkan bagaimana nilai Badamai dapat diintegrasikan ke dalam fungsi manajemen pendidikan untuk membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mengkaji manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai sebagai strategi kontekstual dalam merespons dampak globalisasi di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai di SMA Negeri 3 Tanjung telah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Nilai-nilai Badamai terintegrasi ke dalam visi dan misi sekolah, kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, budaya sekolah, serta kegiatan pembiasaan dan ekstrakurikuler. Faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, pengaruh lingkungan luar sekolah, keterbatasan waktu pembinaan, dan variasi karakter siswa.  Implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui internalisasi moral knowing, moral feeling, dan moral action dengan dukungan seluruh warga sekolah dan masyarakat. Evaluasi dan tindak lanjut dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pengamatan perilaku siswa dan refleksi bersama guru, komunikasi orang tua, dan penguatan kegiatan pembinaan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai efektif dalam membentuk karakter peserta didik dan berpotensi dikembangkan sebagai inovasi pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH MELALUI PROGRAM BELAJAR SAMBIL BERMAIN (OUTING CLASS) DALAM PENYELENGGARAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 4 BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Hasannor, Rizal; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4604

Abstract

Program outing class penting dikaji dalam perspektif manajemen sekolah karena keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh desain pembelajaran, tetapi oleh kapasitas kepala sekolah dalam mengelolanya secara sistematis sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik manajemen kepala sekolah dalam pelaksanaan program belajar sambil bermain (outing class) di SMPN 4 Banua Lawas Kabupaten Tabalong, dengan fokus pada perencanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta evaluasi program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan outing class dilaksanakan secara terstruktur melalui perencanaan partisipatif, dukungan kebijakan pada tahap implementasi, serta evaluasi berkelanjutan sebagai dasar perbaikan program. Faktor pendukung meliputi komitmen kepemimpinan, kolaborasi guru, dukungan orang tua, dan pemanfaatan lingkungan sekitar, sedangkan kendala utama mencakup keterbatasan anggaran dan variasi kesiapan guru. Temuan ini menegaskan bahwa outing class merupakan instrumen manajerial strategis dalam memperkuat mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
EDUKASI BAHAYA BULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL MELALUI BUKU ELEKTRONIK KEBAL (KENALI EMOSI BERANI ATASI LAPOR) DENGAN PENERAPAN MODEL PBL KELAS IV SDN 03 CIKIDANG Anzal, Nahla Deizha; Fauziah, Azkia Nurul; Farhan, Fatih Nur; Nurjannah, Putri Ajeng Siti; Jamilah, Luthfiyah Al; Hermawan, Faqih Rasyid; Laila, Ida; Murron, Faisal Sadam
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan edukasi bahaya bullying terhadap kesehatan mental siswa melalui buku elektronik KEBAL (Kenali Emosi, Berani Atasi, Lapor) dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas IV SDN 03 Cikidang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Pembelajaran dilaksanakan secara klasikal dengan memanfaatkan buku elektronik KEBAL yang ditampilkan melalui Smart TV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan buku elektronik KEBAL mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep bullying, bentuk-bentuk bullying (verbal, fisik, dan sosial), serta dampaknya terhadap kesehatan mental. Siswa menunjukkan kemampuan dalam mengenali emosi korban serta mampu merumuskan solusi yang tepat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi buku elektronik KEBAL dengan model PBL efektif sebagai strategi edukasi preventif bullying yang tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap, kesadaran emosional, dan keterampilan sosial siswa terhadap pentingnya kesehatan mental sejak dini.
IMPLEMENTASI MODEL EKSPERIENTIAL LEARNING DALAM MEMBENTUK SIKAP SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI KELAS I SDIT VINCA ROSEA LHOKSEUMAWE Syakira Julina; Yusnaini Yusnaini; Nia Wardhani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Eksperiential Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta dampaknya terhadap pembentukan sikap siswa kelas I di SDIT Vinca Rosea Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru PAI dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan empat tahapan eksperiential Learning,  yaitu konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Kegiatan seperti praktik wudhu, diskusi nilai, dan tugas rumah mendukung siswa mencapai domain afektif tingkat receiving, responding, dan valuing. Namun, beberapa kendala waktu terbatas, pemahaman guru yang belum optimal, serta minimnya keterlibatan orang tua yang menghambat perkembangan sisiwa pada tahap organization dan characterization. Oelh karena itu diperlukan peningkatan kompetensi guru, perencanaan matang, serta keterlibatan orang tua dan sekolah agar internalisasi nilai dapat berjalan lebih mendalam dan berkelanjutan.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 148 PEKANBARU Shakila Nizaliana; Febrina Dafit
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3714

Abstract

Kompetensi pedagogik guru merupakan faktor penting dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 148 Pekanbaru, yang dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar yang diduga disebabkan keterbatasan guru dalam aspek tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex post facto, tanpa intervensi langsung. Data dikumpulkan melalui angket penilaian kompetensi pedagogik guru oleh siswa dan dokumentasi nilai rapor sebagai indikator hasil belajar. Populasi terdiri dari 128 siswa kelas V, dengan sampel 30 siswa dari kelas V/A dan wali kelasnya, dipilih melalui purposive sampling untuk guru dan random sampling untuk siswa. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (Sig. 0,060 untuk kompetensi pedagogik dan 0,321 untuk hasil belajar, keduanya >0,05). Uji linearitas menunjukkan hubungan linear yang signifikan (Sig. linearitas 0,030 <0,05; deviation from linearity 0,547 >0,05). Analisis regresi menunjukkan pengaruh positif namun lemah, dengan R square sebesar 0,411, yang berarti kompetensi pedagogik guru memberikan kontribusi sebesar 41,1% terhadap hasil belajar siswa, sedangkan 58,9% dipengaruhi faktor lain. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi pedagogik guru dan merekomendasikan pengembangan pelatihan yang lebih efektif serta perluasan variabel dalam penelitian selanjutnya untuk pemahaman yang lebih komprehensif.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL TERHADAP PERKEMBANGAN NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMPN 2 SATAP SABBANG Nurmaeni Nurmaeni; Fauziah Zainuddin; Muh. Agil Amin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital terhadap perkembangan nilai karakter peserta didik di SMPN 2 Satap Sabbang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memainkan peran strategis sebagai pembimbing moral, fasilitator nilai, sekaligus teladan dalam menghadapi tantangan era digital. Guru memanfaatkan media digital seperti video Islami dan aplikasi pembelajaran interaktif untuk menanamkan nilai-nilai karakter seperti religiusitas, tanggung jawab, dan kejujuran. Faktor pendukung yang ditemukan meliputi lingkungan sekolah yang religius, dukungan kepala sekolah, serta keterlibatan siswa dalam program keagamaan. Sementara itu, hambatan utama meliputi keterbatasan literasi digital guru, kurangnya pengawasan orang tua, dan pengaruh negatif media sosial.Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam pembinaan karakter di era digital. Upaya pembelajaran berbasis nilai, integrasi teknologi secara bijak, serta pelatihan literasi digital Islami menjadi solusi yang dapat diterapkan guna memperkuat karakter siswa.
METODE KLASIK DI ERA KURIKULUM MERDEKA: STUDI KASUS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MIT AL-BARIYYAH Ivana Badriyah Hasanah; Muhammad Mahdi; Rasyida Rafa Sidiq; Maswani Maswani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3787

Abstract

Penelitian ini menganalisis dominasi metode klasik dalam pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Al-Bariyyah di tengah implementasi Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada seorang guru bahasa Arab disana, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab di MIT Al-Bariyyah masih sangat mengandalkan *Grammar Translation Method* (GTM), dengan fokus pada penerjemahan literal, hafalan kosakata, dan tata bahasa, serta minimnya perhatian pada komunikasi lisan. Meskipun guru menunjukkan inisiatif adaptasi seperti metode nyanyian dan sesekali penggunaan proyektor, upaya ini terhambat oleh keterbatasan fasilitas dan kurangnya literasi teknologi. Pemahaman guru terhadap konsep Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berdiferensiasi, masih belum optimal karena kurangnya pendampingan teknis dan pelatihan yang kontekstual. Pilihan guru untuk mempertahankan metode klasik dipandang sebagai respons rasional terhadap keterbatasan struktural, bukan penolakan terhadap inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum baru sangat bergantung pada dukungan sistemik yang berkelanjutan, pelatihan praktis, dan infrastruktur yang memadai, agar transformasi pedagogis dapat terwujud secara substansial di lapangan.

Page 100 of 101 | Total Record : 1001