cover
Contact Name
Rizki Amalia Tri Cahyani
Contact Email
rizkiatcahyani@gmail.com
Phone
+6285233000052
Journal Mail Official
media.teknik.sipil@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Media Teknik Sipil
ISSN : 16933095     EISSN : 25977660     DOI : 10.2229.
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
Formulasi Intensitas Hujan dan Kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF) yang Sesuai pada Wilayah Hulu Kota Batu, Provinsi Jawa Timur Donny Harisuseno; Widandi Soetopo; Febrina Lifatul Arsy
Media Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v18i2.12625

Abstract

Intensitas hujan merupakan masukan yang sangat penting dalam pekerjaan sumber daya air terutama terkait dengan banjir, erosi, dan tanah longsor. Kejadian banjir bandang yang pernah terjadi di wilayah studi (hulu Kota Batu) merupakan dampak dari masifnya perubahan tutupan lahan dan tingginya intensitas hujan yang terjadi. Kegiatan yang bersifat antisipasi and mitigasi banjir membutuhkan dukungan data hujan yang berkualitas. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan rumus empiris yang sesuai untuk memperkirakan intensitas hujan serta kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF). Metode empiris yang digunakan meliputi Sherman, Ishiguro dan Haspers, sedangkan intensitas hujan rancangan diperoleh dari perhitungan analisa frekuensi dengan berbagai kala ulang. Penentuan metode terpilih dilakukan dengan membandingkan intensitas hujan pengamatan dengan hasil metode empiris berdasarkan nilai koefisien Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), kesalahan relatif, dan nilai deviasi yang terjadi. Hasil studi menunjukkan bahwa metode Sherman memiliki kesesuaian yang paling tinggi yang diindikasikan dengan nilai NSE sebesar 0,97, nilai kesalahan relatif kecil 6,59% dan nilai deviasi sebesar 2,56. Untuk mengetahui keandalan metode terpilih, maka dilakukan validasi antara intensitas hujan berdasarkan peluang kala ulang dengan intensitas metode terpilih (Sherman). Hasil validasi menunjukkan metode Sherman memiliki keandalan yang baik dalam memperkirakan intensitas hujan sehingga dapat digunakan untuk mengestimasi intensitas hujan pada wilayah studi.
STRATEGI MANAJEMEN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR GEDUNG RSUD MEURAXA MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT Khairul Amna
Media Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v18i2.12650

Abstract

Sejak ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka biaya operasional Rumah Sakit Umum Daereh (RSUD) Meuraxa seluruhnya bersumber dari pendapatan rumah sakit. Bangunan rumah sakit ini memiliki umur yang bervariasi dan yang terlama sudah beroperasi selama 12 tahun lebih. Karenanya ditengarai keandalan bangunan mulai berkurang, bahkan beberapa komponen bangunan sudah dalam keadaan rusak. Hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh keandalan bangunan saat ini berada pada kondisi 97,07%. Kondisi berada dibawah indikator mutu kinerja rumah sakit tahun 2019 yang mensyaratkan sarana dan prasarana harus selalu dalam kondisi 100%. Tujuan penelitian ini sebagai upaya untuk meminimalisir masalah pada manajemen pemeliharaan gedung di masa yang akan datang dengan analisis SWOT. Lingkup penelitian dibatasi pada manajemen pemeliharaan gedung rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner model skala likert empat skala penilaian dengan beberapa variabel berupa program kerja, pengawasan/evaluasi, organisasi, dan pembiayaan. Kuisioner tersebut kemudian ditujukan kepada 29 pengelola gedung dan juga dilakukan wawancara dengan beberapa pengguna gedung sebagai data pendukung lainnya. Hasil analisis SWOT menunjukkan manajemen pemeliharaan infrastruktur gedung berada pada kuadran III (tiga), dimana manajemen pemeliharaan gedung dalam kondisi lemah (-7,5), tetapi memiliki peluang sebesar (3). Strategi yang diterapkan untuk memperbaiki manajemen pemeliharaan gedung adalah menanggulangi kelemahan dan memanfaatkan peluang yang tersedia.
Studi Parametrik Kuat Tekan Mortar Geopolimer Abu Terbang Niko Rizaldi; Ali Imron Rusadi; Gunawan Wibisono; Edy Saputra; Monita Olivia
Media Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v18i2.12921

Abstract

Abu terbang adalah limbah berbentuk butiran halus atau bubuk berasal dari aktivitas pembakaran batu bara. Abu terbang biasanya digunakan sebagai material timbunan dan pupuk tanaman, namun dalam penelitian lebih lanjut abu terbang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian maupun semen pada mortar. Material abu terbang diaktifkan dengan kombinasi natrium hidroksida dan natrium silikat yang dikenal sebagai geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi optimum kuat tekan mortar geopolimer abu terbang dari parameter konsentrasi natrium hidroksida, modulus silikat, dan tamabahan OPC. Abu terbang yang digunakan adalah kelas F, dan dimanfaatkan sebagai bahan dasar mortar untuk plester. Mortar dibuat dengan mencampurkan abu terbang, pasir, natrium hidroksida dan natrium silikat serta superplasticizer, lalu mortar dicetak dan didiamkan selama tiga hari (rest period).  Sampel dirawat pada suhu ruang dan dilakukan uji kuat tekan mortar umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian studi parametrik menunjukkan komposisi optimum mortar geopolimer abu terbang dapat dibuat dengan kombinasi variabel natrium hidroksida 12M, modulus silikat 2 dan tambahan OPC sebesar 30% pada suhu ruang.
Identifikasi Hubungan Faktor dan Strategi Pengembangan Daya Saing Konsultan Konstruksi di Provinsi Aceh Ikhwan Achmad Iwan
Media Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v18i2.12928

Abstract

The competitiveness becomes one of the most important factors in determining whether a company can survive or not. The good competitiveness affecting a company can develop and improve to the better condition and become more professional. This research aims to identify the significant factors affecting the competitiveness of construction consultant in Aceh and to analyze the correlation between competitiveness factors and strategy development of construction consultant in Aceh Province. The research objects are construction consultants in medium qualification (M) in Aceh. This is the quantitative research by using questionnaires. The data is analyzed by using SPSS (Statistical Product and Service Solution) Program. The data analysis includes validity test, reliability test, descriptive analysis and bivariate correlation analysis. The significant factors of competitiveness are human resource capacity factor (X4), information and technology accessibility factor (X2), government factor (X8), company strategy and management factor (X9), condition factor (X6), demand condition factor (X7), and contracting capacity factor (X5). The mean values of each are 4.449, 4.402, 4.259, 4.236, 4.176, 3.970, and 3.895. The demand condition factor (X7) has moderate correlation to the competitiveness development strategy that the Pearson correlation is 0,533. While contracting capacity factor (X5), condition factor (X6), government factor (X8), and company strategy and management factor (X9) have high correlation to the competitiveness development strategy that the Pearson correlations are 0.611, 0.722, 0.654, and 0.686.  Then information and technology accessibility factor (X2) and human resource capacity factor (X4) have very high correlation to the competitiveness development strategy that the Pearson correlation are 0.823 and 0.823. All of the factors have the significant correlation to the competitiveness development strategy in Aceh due to the sig < 0,05 (5%) or rcount > rtable that are all Pearson Coefficient > 0.381. 
Analisis Hubungan Penerapan Green Construction terhadap Biaya oleh Konsultan Pengawas di Kota Banda Aceh Nurul Hidayati Binti Saidan; Anita Rauzana; Yunita Idris
Media Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v19i1.13032

Abstract

Meningkatnya aktifitas masyarakat daerah-daerah Aceh, khususnya Kota Banda Aceh, diharuskan banyaknya pembangunan sarana. Sehingga, peningkatan limbah konstruksi dan berkurangnya sumber daya alam dapat menggangu keseimbangan lingkungan. Isu pemanasan global telah menarik perhatian dan sosialisasi telah banyak untuk meminimalisir pemanasan global. Green construction sebuah konsep baru yang terpercaya dalam pembangunan yang mampu mereduksi kerusakan lingkungan. Sehingga, perusahaan konstruksi yang tidak mempunyai persiapan konsep ramah lingkungan akan sulit bersaing. Namun, pemakaian dalam tenaga ahli di bidang green construction dapat menghabiskan biaya dengan konsep green building. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan green construction (X) terhadap biaya (Y) oleh konsultan pengawas di Kota Banda Aceh. Lokasi penelitian di Kota Banda Aceh. Data sekunder dari LPJK pada konsultan pengawas kualifikasi besar, menengah, dan kecil. Data primer sebanyak 33 kuesioner. Pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis frekuensi, dan analisis korelasi pearson product moment. Hasil penelitian hubungan antara penerapan green construction (X) terhadap biaya (Y) yaitu nilai tertinggi signifikan pada pemilihan pemasok (X9) sebesar 0,719 arah positif dengan interpretasi korelasi tertinggi 51,696% sangat kuat dan hubungan dengan nilai 5,760 > 1,694 berarti signifikan. Hubungan ini dapat diartikan bahwa apabila faktor-faktor penerapan green construction diterapkan, maka adanya hubungan dalam penerapan green construction terhadap peningkatan penghematan biaya proyek secara signifikan. 
Analisis Persepsi Perusahaan Architecture, Engineering, Construction (AEC) terhadap Adopsi Building Information Modeling (BIM) Heni Fitriani; Andi Budiarto; Aditya Rachmadi; Ahmad Muhtarom
Media Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v19i1.14281

Abstract

Salah satu solusi dalam mengatasi efisiensi biaya dan waktu adalah penggunaan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan produktivitas di perusahaan konstruksi. Penggunaan BIM di proyek konstruksi telah memberikan manfaat besar dalam meningkatkan produktivitas proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi penggunaan BIM serta menganalisis hambatan penggunaan BIM pada perusahaan Architecture, Engineering and Construction (AEC) di Kota Palembang. 100 kuesioner telah didistribusikan ke perusahaan AEC menengah dan besar yang terdaftar di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) di Kota Palembang. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan, manfaat dan hambatan dalam penerapan BIM. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tentang Revit dan Archicad sebagai salah satu contoh software BIM dengan nilai rata-rata 4,08. Perusahaan AEC juga mengetahui tentang teknologi BIM dengan nilai rata-rata 3,76 dan responden mengetahui bahwa penggunaan BIM memiliki dampak yang positif bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan. Sedangkan hambatan terbesar dalam penggunaan BIM antara lain adalah: 1) tingginya biaya software yang diperlukan oleh perusahaan, 2) kurangnya pengetahuan dalam menerapkan BIM, dan 3) kurangnya kesadaran atau motivasi dari pimpinan perusahaan.
Karakteristik Marshall Campuran Aspal Porus dengan Penambahan Polyurethane Pria Rizky Candra; Henri Siswanto; Boedi Rahardjo
Media Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v19i1.14681

Abstract

Porous asphalt mempunyai kelemahan yaitu stabilitas yang rendah, maka perlu usaha untuk meningkatkannya. Modifikasi aspal polyurethane menjadi alternatif untuk meningkatkan performa porous asphalt. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik aspal porous dengan penambahan polyurethane. Kadar polyurethane, yang dipakai adalah 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% terhadap berat aspal. Metode analisis yang digunakan adalah parameter Marshal. Hasil penelitian yang didapat adalah polyurethane meningkatkan performa aspal porous, yaitu penambahan polyurethane dalam aspal porous meningkatkan stabilitas, flow, dan MQ, dan menurunkan VIM. Berdasarkan nilai stabilitas maka kadar aspal polyurethane terbaik adalah  2%.
Analisis Nilai Indeks Suhu dan Kelembaban Ruang Terbuka Taman Rekreasi Sengkaling Lintang Satiti Mahabella; Ode Rapija Gunarimba Waibo
Media Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang dikenal sebagai kota wisata dengan hawa yang sejuk, dengan adanya pembangunan taman rekreasi sejak masa kependudukan Belanda, yaitu Taman Rekreasi Sengkaling. Berdasarkan pengalaman pengunjung, taman rekreasi Sengkaling dirasakan sebagai area wisata terbuka yang cukup rindang, namun dengan beberapa catatan mengenai perawatan beberapa area yang kurang, sehingga pengunjung merasa kurang nyaman, baik dalam aspek keindahan yang terkait dengan kenyamanan termalnya. Pengukuran tingkat kenyamanan ruang terbuka dapat dilakukan dengan memperhitungkan nilai temperatur dan kelembaban. Nilai temperatur dan kelembaban digunakan untuk menghitung nilai temperature humidity index (THI). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, berdasarkan hasil pengukuran di lapangan. Analisis menggunakan THI menunjukkan rata-rata, kenaikan dan penurunan nilai, dan menunjukkan kriteria tingkat kenyamanan termal (nyaman, cukup nyaman, dan tidak nyaman). Hasil analisis menunjukkan nilai kenyamanan termal ruang luar pada Taman Rekreasi Sengkaling berada pada indeks cukup nyaman, dengan nilai 25,41. Kategori ‘cukup nyaman’ berarti 50% pengguna ruang terbuka yang merasa nyaman. Dibandingkan dengan nilai THI rata - rata Kabupaten Malang, dengan nilai 24,1, nilai THI ruang terbuka Taman Rekreasi Sengkaling berada di atas nilai THI Kabupaten Malang. Area dengan kategori tidak nyaman pada ruang terbuka Taman Rekreasi Sengkaling berada pada Kolam Zona Primitif.
Pemanfaatan Limbah Keramik Sebagai Agregat Halus Pada Beton Ramah Lingkungan Rofikatul Karimah; Yunan Rusdianto
Media Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v19i1.15386

Abstract

Beton ramah lingkungan adalah beton yang tersusun dari material yang tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Salah satunya dapat dicapai dengan mengganti agregat penyusun beton dengan material limbah. Pada studi ini, penggunaan agregat halus berupa pasir digantikan dengan limbah keramik yang berasal dari sisa pekerjaan pemasangan keramik lantai dan dinding. Potensi limbah keramik sebagai alternatif pengganti agregat halus akan diperhitungkan dari segi absorpsi beton, densitas (unit weight) beton dan kuat tekan beton. Spesimen yang digunakan berupa 36 buah silinder beton berukuran 15 x 30 cm. Penggantian limbah keramik sebagai agregat halus divariasikan dengan persentase 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% dari total kebutuhan agregat halus. Material pozzolan berupa fly ash turut ditambahkan dalam campuran beton untuk memperbaiki properti beton segar dan beton keras. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi persentase penggantian agregat halus dengan limbah keramik, nilai absorpsi beton semakin mengalami kenaikan. Sementara itu, unit weight beton menurun seiring penambahan persentase limbah keramik sebagai pengganti pasir. Spesimen dengan persentase campuran limbah keramik 9% dari total agregat halus memiliki kuat tekan tertinggi, namun kuat tekan menurun di persentase penggantian yang lebih tinggi. Dari hasil eksperimen, limbah keramik dapat digunakan sebagai alternatif agregat halus namun hanya hingga batas penggantian tertentu.
Optimasi Diameter Jaringan Pipa Terbuka Menggunakan Linear Programming: (Studi Kasus pada Sub Sistem Sumber Air Banyuning PDAM Kota Batu) Chairil Saleh; Ernawan Setyono; Andi Syaiful Amal; Suwignyo Suwignyo; Muhammad Rizhal Fauzi
Media Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v18i2.15388

Abstract

Perhitungan manual mencari diameter optimal jaringan pipa akan sangat menyulitkan. Untuk mencari diameter optimal jaringan pipa dapat digunakan berbagai metode. Metode yang bisa digunakan adalah metode linear programming. Optimasi menggunakan metode linear programming adalah penyelesaian persoalan optimasi yang diselesesaikan dengan cara mengubah masalah kedalam bentuk persamaan matematika. Linear Programming diharapkan mampu meminimasi biaya investasi namun tetap dalam batas ijin tekanan. Penyelesaian masalah optimasi pada sub sistem sumber air Banyuning menghasilkan jaringan dengan beberapa diameter baru yang telah optimal dengan nilai maksimal sebesar 10 inchi dan nilai minimal sebesar 2 inchi. Optimasi diameter pipa telah mampu meminimasi biaya investasi jaringan pipa dari Rp 9.443.692.371,- menjadi Rp 7.537.060.061,-.