cover
Contact Name
Kadek Adi Indra Brata
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ikawahyuni@gmail.com
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Warmadewa, Program Studi Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Jalan Terompong no 24, Denpasar, Bali-Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Daya
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 27760863     EISSN : 27762548     DOI : https://doi.org/10.22225/jad
Core Subject : Engineering,
ABDI DAYA (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan) merupakan jurnal IPTEK Infrastruktur dan Perencanaan Wilayah yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Magister Infrastruktur dan Teknik Lingkungan, Universitas Warmadewa. MRIL merupakan program studi terbaru program pascasarjana di Universitas Warmadewa dengan konsentrasi pada sanitasi dan air bersih, infrastruktur dan material mutakhir, serta mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir. Sehingga konsentrasi inilah yang menjadi ruang lingkup jurnal ini.
Articles 60 Documents
Search results for , issue "1" : 60 Documents clear
Perancangan Kebutuhan Infrastruktur Ekowisata bersama Desa Nggorang di Persemaian Modern Labuan Bajo I Nengah Sinarta; Wahyuni, Putu Ika; Situmeang, Yohanes Parlindungan
Jurnal Abdi Daya 12-20
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.12-20

Abstract

Infrastruktur berperan penting mengoneksikan antar daerah termasuk pusat ekonomi dengan kawasan sekitarnya. Pemerintah telah menggelontorkan 2T untuk KEK Labuan Bajo meliputi 3A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas) Seperti penataan TNK, penataan DTW Budaya di desa Liang Ndara, penataan kawasan Batu Cermin. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mempunyai program nasional untuk memenuhi kebutuhan kayu dalam negeri dengan 1.000 kebun bibit dan 51 persemaian modern di seluruh Indonesia. Desa Nggorang ditetapkan pemerintah sebagai tempat Persemaian Modern dengan luas lahan 30 Hektar. Desa Nggorang memiliki potensi dan Infrastruktur yang ada tergolong cukup baik namum infrastruktur di Persemaian Modern belum memadai dan memerlukan penataan. Langkah awal dalam pengembangan Kawasan persemaian modern sebagai salah satu destinasi yang berbasis ekowisata, diusulkan adanya beberapa infrastruktur dan sarana pendukung seperti bangunan Loby, pusat souvenir, gazebo dan jogging track yang berada di jalur utama Kawasan persemaian modern. Bangunan loby terletak dekat dengan main entrance dari Kawasan persemaian modern dengan adopsi model bangunan Suku Manggarai yaitu Mbaru Niang. Bangunan pusat souvenir diletakan bersebelahan dengan bangunan loby, konsep bangunannya diadopsi dari tipologi rumah suku Bajo. Untuk Jalur jogging track akan melintasi jalur utama di Kawasan persemaian modern. Panjang jalur jogging track adalah 1500 meter. Di beberapa titik sepanjang jalur jogging track disediakan gazebo yang digunakan sebagai tempat istirahat sementara. Konsep tempat peristirahatan (rest area) adalah Gazebo dengan atap alang-alang dengan struktur kayu untuk menimbulkan kesan natural dan menyatu dengan alam yang ada di Kawasan persemaian modern.
REKAYASA SOSIAL PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGURANGI KEMACETAN DI JALAN PERWIRA KECAMATAN DELITUA nur, rafiqah
Jurnal Abdi Daya 1-5
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.3.1.2023.1-5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di Jalan Perwira Kecamatan Delitua perihal kemacetan yang terus menerus terjadi tetapi masih belum menemukan solusi untuk masa yang akan datang. Jika terus dibiarkan maka akan berdampak negatif dan terus berkepanjangan tentu hal tersebut tidak diinginkan. Maka dari itu, dilakukannya penelitian ini agar menemukan solusi dan titik terang. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut mengingat masyarakat juga salah satu indikator yang merasakan dampaknya.
PEMBERDAYAAN TIM PENGEMBANGAN DESA WISATA DALAM PENATAAN PASAR DESA BESANG KANGIN, KELURAHAN SEMARAPURA KAJA Candrayana, Kadek Windy; Kurniawan, Agus; Armaeni, Ni Komang; Ketut Darma
Jurnal Abdi Daya 21-29
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.21-29

Abstract

Tourism has a very significant impact on economic development in a region. Tourism plays a role in accelerating the process of economic transformation in rural areas. Villagers who initially worked as farmers gradually learned to develop services to support tourism in a village. The momentum of tradition, culture and environmental exoticism can be packaged as village tourism products that attract visitors from outside the region. Efforts to increase the number of tourist villages to drive the village economy were also carried out in several villages in the Province of Bali. One of the village plans that will be developed as an ecotourism-based village is Besang Kangin Village, which is included in the administrative area of Semarapura Kaja Village. The previous year's PKM activities resulted in a jogging track master plan to attract visitors to Besang Kawan Village. As a supporting facility for tourism villages, the Besang Tourism Village Development Team plans to propose structuring traditional markets as one of the objects and places to market village community handicraft products. The problem faced in realizing this arrangement is the occurrence of floods which cause landslides in the market area, so a market arrangement design is needed that is safe from flooding and has a better appearance as a tourism object plan.
PENDATAAN INFRASTRUKTUR JARINGAN JALAN DI DESA ADAT LOKASERANA, DESA SIANGAN Pratiwi, Ni Made Widya; Sumanjaya, AA Gede; Muliawan, Made Sani Damayanthi
Jurnal Abdi Daya 31-44
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.2.2.2022.31-44

Abstract

Lokaserana Traditional Village is one of the traditional villages parts of Siangan Village. Lokaserana Traditional Village is located in Siangan Village, Gianyar District, Gianyar Regency. The traditional chief, I Ketut Putra Yasa, leads the Lokaserana Traditional Village. Lokaserana Traditional Village Community, Most of them work in the tourism sector. However, because of the pandemic, people have turned to become farmers. The Lokaserana Traditional Village is connected to the village temples, and there is a place of worship, which has the potential to be a religious tourism area. Based on the potential of this area, it has not been accompanied by good road network infrastructure arrangements, especially the maximum utilization of the shoulders, the drainage that has not worked optimally, and the road asphalt in poor condition, especially near village boundaries. Based on this problem, the solutions offered by the PKM Team included: socialization of road shoulder arrangement and repair of drains or culverts. The methods used in this PKM were observation and survey data collection.
PERANCANGAN PARTISIPATIF MASTERPLAN GLAMPING AREA DALAM RENCANA PENATAAN KAWASAN GAMAT BAY NUSA PENIDA, BALI Prabawa, Made Suryanatha
Jurnal Abdi Daya 41-49
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.3.1.2023.41-49

Abstract

Perancangan Glamping area ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam pendampingan penyusunan masterplan Kawasan Gamat Bay, Nusa Penida. Mitra pengabdian adalah Desa Sakti demham lokasi lahan pada kawasan hutan lindung Kawasan Desa Sakti. Kawasan hutan lindung tersebut terletak di Tanjung Gamat (Gamat Bay), yang saat ini sedang dalam proses konversi tata guna menjadi hutan desa. Beralih fungsi menjadi Hutan Desa akan lebih memudahkan untuk dikembangkan menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW). Pengabdian ini dilakukan bekerjasama dengan seluruh tokoh masyarakat dan perangkat desa Sakti di bawah arahan Kepala Desa Sakti I Ketut Partita. Pengabdian akan dilaksanakan berbasis pada perancangan arsitektur partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yakni kepala Desa Sakti, POKDARWIS, dan Tokoh Masyarakat. Masterplan Glamping Area berisikan pemaparan mengenai Analisis Site, Kebutuhan Ruang, Konsep dan Tema Perancangan Arsitektur, Layout Plan, 3D Visualisasi, dan Skema Strategi Pemasaran Glamping Area. Glamping Area ini didominasi dengan Bangunan bersifat Temporer bersistem Knock Down dan menerapkan prinsip arsitektur vernacular. Dokumen Masterplan yang tersusun memberikan dampak ekonomis dan social yang cukup membuat warga merasa bangga dan antusias dan siap dalam mengawal perencanaan ini sampai pada tahap eksekusi konstruksi.
PENDAMPINGAN DESA WISATA SEMBILAN DESA MITRA KINTAMANI BARAT Astara, Wayan Wesna; Selamet, I Ketut; Luxiana, I Wayan Suky
Jurnal Abdi Daya 6-14
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.3.1.2023.6-14

Abstract

Desa wisata menjadi salah satu alternatif pengembangan kepariwisataan yang berkembang di Bali dalam satu dekade belakangan. Wisata pedesaan mengacu pada kegiatan wisata yang berlangsung di daerah non-perkotaan, biasanya di pedesaan atau kampung-kampung kecil. Kegiatan ini sering melibatkan aktivitas tinggal di wisma lokal atau homestay, atau berpartisipasi dalam kegiatan yang merupakan ciri khas budaya lokal, seperti bertani, kerajinan tangan, atau acara budaya. Awalnya, desa-desa tidak dirancang secara khusus untuk dikunjungi, tetapi kini banyak desa yang menyiapkan dirinya untuk menerima kunjungan wisatawan. Permukiman semacam ini disebut sebagai desa wisata. Desa binaan yang terdiri dari Desa Catur, Mengani, Batukaang, Belanga, Binyan, Belantih, Selulung, Daup, Pengejaran memiliki potensi berupa pemukiman tradisional dengan pola yang khas, yang terbuat dari kayu atau batu yang berada pada kondisi tanah yang terjal. Potensi lainnya adalah pemandangan yang indah dengan suhu tergolong sejuk serta kawasan perkebunan yang memiliki daya tarik sebagai agrowisata. Potensi kegiatan wisata yang dapat dilakukan pada lokasi antara lain trekking, mendaki, berkemah, dan bersepeda. Strategi dalam upaya pengembangan desa wisata antara lain : Meningkatkan promosi potensi yang dimiliki desa melalui media sosial, iklan, kerjasama dengan perusahaan pariwisata, pembuatan brosur, pembuatan website dan menggunakan media cetak. Meningkatkan infrastruktur penunjang wisata seperti perbaikan jalan akses, pemenuhan air, dan internet. Menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan wisata di desa wisata, seperti penginapan, restoran, dan fasilitas rekreasi. Melakukan kerjasama dengan stakeholder seperti LSM, Perusahaan Wisata, Asosiasi wisata untuk dapat secara bersama-sama mengembangkan desa wisata.
Manajemen Risiko Bencana Kawasan Kissidan-EcoHill pada Perencanaan Pre-Disaster (Prevention, Mitigation, Preparedness) I Nengah Sinarta
Jurnal Abdi Daya 15-24
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.3.1.2023.15-24

Abstract

Desa Sidan Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, memiliki potensi daya tarik wisata di area Kissidan Echo Hill yang terletak di jalan raya sidan yaitu jalan menuju Kabupaten Bangli. banyak wisatawan melewati jalan ini untuk menuju Bangli/Kintamani, sehingga memiliki potensi jalur ini merupakan jalur wisata. Kissidan Echo Hill memiliki konsep eco wisata yang merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Lokasi obyek wisata Kissidan Ecohill terletak pada lereng lembah dengan kemiringan antara 30o – 40o, yang didepannya terdapat jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Gianyar dengan Kabupaten Bangli dengan kemiringan jalan curum diatas 20%, dengan tikungan tajam serta kondisi drainase yang tidak baik. Kondisi ini menyebabkan perlu usaha pengurangan risiko bencana dengan tetap menerapkan konsep konservasi lingkungan. Dokumentasi, pengamatan langsung dan diskusi dengan Kepala Desa Sidan, dapat dilihat permasalahan dari mitra yaitu: 1) Perlu pemahanan Risiko bencana dan pengelolaan kawasan Kissidan-Ecohil yang aman dan nyaman berbasis bencana, 2) Perencanaan pre-disaster (Prevention, Mitigation, Prepardness) di kawasan Kissidan-Ecohill, baik struktural dan non struktural
Sustainable Marketing Management and a Better Sustainable Enterpreunership: North Meruya Community Service Implementation: Sustainable Marketing Management and a Better Sustainable Enterpreunership: North Meruya Community Service Implementation Soelton, Mochamad
Jurnal Abdi Daya 1-11
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.1.2024.1-11

Abstract

MSME economic problems can be overcome by carrying out various MSME-based entrepreneurial activities. Report on the Development of Marketing Planning in Building Beginner Entrepreneurship Based on the Management of Meruya Utara Subdistrict, Kembangan, West Jakarta. This community service aims to assist Marketing Planning in Building Management-Based Entrepreneurship Beginners and benefit from their presence in the online environment. The context of this service involves all functionaries of Meruya Utara Subdistrict, Kembangan, West Jakarta. We will analyze the situation of SMEs, identify opportunities and challenges in marketing culinary products, and develop digital marketing strategies that suit the characteristics of SME products. MSME-based entrepreneurship can be developed to reduce dependence on jobs from companies both government and private. Therefore, even though MSMEs are simpler than general companies, determining a company that will be run by MSMEs must still be done through a clear and concrete process, namely by carrying out a Business Planning process. It is hoped that this community service can provide an understanding of MSME entrepreneurship, so that local people can immediately carry out experiments before trying to determine a business they want to develop in the future. By having an understanding of Business Planning in developing MSME entrepreneurship, it can prevent disagreements and conflicts in the company, so that in the end it can reduce poverty levels and improve community welfare.
Product Innovation Utilization for building better Sustainable Enterpreneur Performance: Kademangan Villages Community Service Implementation: Product Innovation Utilization for building better Sustainable Enterpreneur Performance: Kademangan Villages Community Service Implementation Soelton, Mochamad
Jurnal Abdi Daya 21-30
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.1.2024.21-30

Abstract

South Tangerang experienced rapid development of MSMEs after the pandemic, the South Tangerang City Cooperatives and SMEs Service (Tangsel) noted a growing trend in the number of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Data from the South Tangerang City Cooperatives and SMEs Service shows that there were around 40 thousand GENERAL actors, before the pandemic. After the pandemic around 89 thousand. Now it is approaching around 140 thousand. Keranggan Village has a lot of interest in food and beverage products, or it could be said that the sector most involved in by MSME players is culinary. Around 70 percent of MSME players in the culinary sector, starting from roasted nuts, ketapang seeds, banana chips, kembang goyang, and other types of chips. Initially it started with consumption by local people only, but continued to grow outside the Keranggan area, but it is still traditional. Some assistance from the local government and other government institutions to develop MSMEs in Keranggan. There are several superior Keranggan plants that are hampered in their development due to several things, especially supply chain factors, namely the production of roasted peanuts. Several years ago, before the Covid-19 pandemic, these roasted peanuts became a favorite because they entered China, even though they had no product identity. Keranggan roasted peanuts have been famous since the City of South Tangerang was not yet formed. This Keranggan roasted peanut snack tastes different from other roasted peanut snacks. The difference lies in the way it is processed by roasting it using sand, which is its own characteristic. Because the processing method is still traditional, the resulting taste is different from other roasted peanut products. The raw material for peanuts is sent from Central Java and East Java, because in Keranggan there are no residents who grow peanuts because there is no agricultural land anymore. The high cost of raw materials means production is reduced. The results of the production are distributed to stalls and markets around South Tangerang and also marketed to various areas in Jabodetabek.
UPDATING PETA DAN LANGKAH PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI DI DESA SIBETAN KABUPATEN KARANGASEM Haditama, I Gusti Ngurah Hesa Respati
Jurnal Abdi Daya 12-20
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.1.2024.12-20

Abstract

Desa Adat Sibetan di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem memiliki potensi pertanian yang signifikan, terutama dalam budidaya buah-buahan tropis seperti salak Bali. Ketersediaan air yang cukup melalui sistem irigasi tradisional subak menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan panen. Saat ini permasalahan mengenai kerusakan jaringan irigasi sering mengganggu produksi pertanian yang mengakibatkan efisiensi pemberian air irigasi berkurang. Pengelolaan aset irigasi yang baik sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan. Kajian ini mengusulkan metode manajemen aset irigasi yang terstruktur, mulai dari diskusi dengan para stakeholders, survei lapangan, analisis citra satelit, hingga penentuan pola optimalisasi pengelolaan jaringan irigasi. Hasil menunjukkan bahwa pembuatan peta ikhtisar membantu pemantauan kerusakan jaringan dan pembaruan inventaris jaringan irigasi. Selanjutnya untuk mengatasi permasalahan pada jaringan memerlukan penilaian performa jaringan menyeluruh, perbaikan, pembersihan, pelatihan kepada masyarakat, partisipasi aktif dari berbagai pihak, dukungan pendanaan, dan monitoring berkala.