cover
Contact Name
Ni Luh Putu Tejawati
Contact Email
tejawati@mahadewa.ac.id
Phone
+6281338170686
Journal Mail Official
nirwasita@mahadewa.ac.id
Editorial Address
Jl. Seroja No.57, Tonja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27746542     DOI : 10.5281/zenodo.6393309
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nirwasita dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah
Articles 107 Documents
Rekonstruksi Historis Piagam Madinah Sebagai Rancangan Model Intervensi Psikologi Sosial Untuk Mengatasi Bullying dan Low Self Esteem: Historical Reconstruction of the Medina Charter as a Social Psychology Intervention Model for Addressing Bullying and Low Self-Esteem Tisya Khairunnisa; Danil Mahmud Chaniago
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i2.7044

Abstract

Bullying dan low self-esteem pada peserta didik sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang memengaruhi perkembangan sosial dan psikologis, sementara kajian mengenai Piagam Madinah umumnya masih terbatas pada aspek sejarah dan politik sehingga belum banyak dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan intervensi psikologi sosial di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai-nilai ukhuwah dalam Piagam Madinah secara historis serta menyusun Model Piagam Kelas Madani sebagai intervensi psikologi sosial untuk mengatasi bullying dan low self-esteem. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian sejarah yang dipadukan dengan studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan melalui analisis historis terhadap Piagam Madinah dan sintesis konseptual dengan teori psikologi sosial. Hasil penelitian menunjukkan enam nilai utama, yaitu ukhuwah, keadilan, tanggung jawab kolektif, musyawarah, perlindungan terhadap kelompok lemah, dan penghormatan terhadap keberagaman. Berdasarkan sintesis tersebut dihasilkan Madani Classroom Framework sebagai model konseptual serta Matriks Implementasi Berbasis Bukti yang memuat alternatif metode dan praktik implementatif bagi guru sekolah dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Piagam Madinah memiliki relevansi sebagai landasan pengembangan intervensi psikologi sosial berbasis nilai-nilai Islam untuk membangun budaya sekolah yang inklusif, aman, dan kolaboratif.
Upaya Pelestarian Tari Reog Kendang melalui Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Menumbuhkan Nilai Sosial di SMPN 2 Sumbergempol: Efforts to Preserve Reog Kendang Dance Through Extracurricular Activities at SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Dewi Ayu Kusumawati; Dita Hendriani
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i2.7046

Abstract

Menurunnya minat siswa terhadap seni tradisional akibat globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan, upaya pemangku kepentingan, serta dampak kegiatan ekstrakurikuler Tari Reog Kendang dalam melestarikan budaya di SMPN 2 Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Tari Reog Kendang dilaksanakan secara terstruktur melampaui pembelajaran reguler. Sekolah, guru, pembina, dan siswa berperan aktif melalui pembinaan berkelanjutan, partisipasi perlombaan, dan pementasan seni. Dampaknya, kegiatan ini terbukti efektif menjaga eksistensi budaya lokal sekaligus membentuk karakter positif siswa, khususnya nilai disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab.
Dekonstruksi Bias Pribumi-Sentris: Studi Representasi Etnis Tionghoa Dalam Buku Teks Sejarah Indonesia Kurikulum Merdeka: Deconstructing Indigenist Bias: A Study of the Representation of Ethnic Chinese in Indonesian History Textbooks under the Kurikulum Merdeka Maria Elaviana Arni; Ni Komang Sri Yoga Donia; Ni Putu Yuniarika Parwati; I Gusti Ayu Amelia Purnama Sari
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i2.7147

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis bagaimana etnis Tionghoa direpresentasikan dalam buku teks sejarah Indonesia yang dirancang dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dan kerangka teori poskolonial, penelitian ini berusaha membongkar struktur narasi yang cenderung menempatkan komunitas Tionghoa di posisi marginal, sementara kelompok pribumi dijadikan subjek tunggal dari sejarah nasional. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka mengusung semangat kebhinekaan dan inklusivitas, representasi etnis Tionghoa dalam materi ajar sejarah masih menyisakan ketimpangan yang signifikan: kontribusi mereka kerap direduksi menjadi narasi ekonomi semata, partisipasi mereka dalam perjuangan kemerdekaan nyaris tidak tampak, dan identitas mereka lebih sering dikonstruksi melalui lensa kecurigaan historis ketimbang pengakuan kewarganegaraan yang setara. Penelitian ini berpendapat bahwa bias pribumi-sentris bukan sekadar kelalaian editorial, melainkan cerminan dari ideologi kenegaraan yang belum sepenuhnya berdamai dengan pluralitas sejarahnya sendiri. Implikasi dari temuan ini mencakup perlunya reformasi konten buku teks yang lebih radikal, pelibatan komunitas Tionghoa dalam proses penyusunan kurikulum, serta pengadopsian paradigma sejarah multikultural yang melampaui batas-batas etnosentrisme. Artikel ini diharapkan berkontribusi pada perdebatan yang lebih luas tentang keadilan epistemik dalam pendidikan sejarah di Indonesia.
Krisis Sampah Pasca-Penutupan TPA Suwung: Analisis Isu Sosial Kontemporer dalam Pembelajaran IPS di Bali: The Waste Crisis Post-Closure of Suwung Landfill: Contemporary Social Issues Analysis in Social Studies Learning in Bali Putu Esha Indhu Bhaskara; Ni Luh Putu Oktarianingsih; Dewa Gede Permana Saputra
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i2.7148

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena krisis sampah di Bali pasca-penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang memicu penumpukan limbah liar di area publik, serta strategi integrasinya ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Urgensi kajian ini didasarkan pada besarnya dampak sosiologis dari disrupsi ekologis lokal dan perlunya transformasi kurikulum IPS agar lebih kontekstual. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis dampak sosial-ekonomi krisis penumpukan sampah serta merumuskan rekonstruksi desain materi pembelajaran IPS berbasis Isu Sosio-Sains (Socio-Scientific Issues). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen kebijakan, analisis literatur ilmiah lima tahun terakhir, dan observasi lapangan kontemporer. Teori ekologi sosial dan paradigma konstruktivisme digunakan sebagai pisau analisis dalam membedah fenomena ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penutupan TPA Suwung mengakibatkan degradasi kualitas lingkungan, merusak estetika pariwisata, serta memicu friksi atau konflik horizontal di masyarakat akibat pencemaran. Dalam domain pedagogis, rekonstruksi materi pembelajaran IPS yang mengintegrasikan krisis sampah lokal terbukti efektif dalam memantik ecological intelligence, kemampuan penalaran kritis, serta mengasah kepedulian sosial (social awareness) peserta didik di jenjang sekolah dasar dan menengah.
Tantangan Pembelajaran IPS dalam Menghadapi Disinformasi Visual di Era Deepfake: Challenges of Social Studies Education in Addressing Visual Disinformation in the Deepfake Era I Gusti Ayu Amelia Purnama Sari; Ni Komang Sri Yoga Donia Widiantari; Putu Esha Indhu Bhaskara
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i2.7150

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan tantangan baru berupa disinformasi visual melalui teknologi deepfake yang semakin sulit dikenali. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama bagi siswa sebagai generasi yang sangat dekat dengan media digital dan rentan terhadap penyebaran informasi yang tidak akurat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pembelajaran IPS dalam menghadapi disinformasi visual di era deepfake serta mengidentifikasi peran dan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk membantu siswa mengembangkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (literature review) melalui pengkajian berbagai jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen institusional yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa deepfake menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan karena dapat memengaruhi cara siswa memahami informasi, membentuk persepsi yang keliru, serta melemahkan kemampuan berpikir kritis jika tidak disikapi secara tepat. Dalam konteks tersebut, pembelajaran IPS memiliki peran strategis dalam membantu siswa memahami fenomena sosial di era digital melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada penguatan literasi digital.
Penerapan Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah Dan Tantangan Pendidikan Di Era Globalisasi: Application Of Digital Technology In Historical Learning Planning For Opportunities And Challenges In The Era Of Globalization Gusti Ayu Putu Raka Puspa Sari; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i2.7182

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari Penerapan Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah Dan Tantangan Di Era Globalisasi, penerapan teknologi digital dalam pembelajaran ini untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan proses pembelajaran di era digital. Artikel ini membahas tantangan utama dalam pengajaran sejarah di era globalisasi, yaitu bagaimana menjaga relevansi pelajaran dan menarik minat siswa untuk belajar sejarah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Di samping itu, artikel ini juga membahas kesenjangan antara metode pengajaran tradisional dan kebutuhan siswa yang kini semakin dipengaruhi oleh era digital. Globalisasi telah membawa transformasi signifikan di berbagai bidang, termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, diharapkan pembelajaran sejarah dapat menjembatani perbedaan antara metode konvensional dan tuntutan zaman modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai peluang yang dapat ditawarkan oleh teknologi digital serta mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul dalam penerapannya. Hasil Penelitian ini Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, video edukatif, dan platform diskusi daring, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam mata pelajaran sejarah. Teknologi ini juga memberikan kesempatan untuk mengintegrasikan berbagai sumber belajar yang beragam dan berskala global. Meski demikian, penelitian ini juga mencatat beberapa tantangan, seperti kurangnya pelatihan bagi para guru, keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah, serta risiko terjadinya penurunan kedalaman analisis sejarah akibat penekanan yang lebih pada aspek visual. Sehingga tujuan dari penelitian ini antara lain: (1). Menjelaskan Peran Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah Dan Tantangan Pendidikan Di Era Globalisasi. (2). Cara menerapkan Teknologi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran Sejarah.
Demokrasi Terpimpin Ala Sukarno: Analisis Historis Dan Reformulasi Kegagalan Demokrasi Terpimpin Di Indonesia: Sukarno’s Guided Democracy: A Historical Analysis and Reformulation of the Failure of Guided Democracy in Indonesia Oktaviani Suriyanti; Dewa Made Alit; Ni Luh Putu Tejawati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v7i2.7198

Abstract

Keruntuhan demokrasi tidak selalu diawali oleh kudeta, revolusi, ataupun penghapusan institusi politik secara tiba-tiba. Dalam sejumlah pengalaman historis, proses tersebut justru berlangsung perlahan melalui pemusatan kekuasaan, pelemahan institusi pengawasan, meningkatnya polarisasi elite, serta semakin terbatasnya ruang partisipasi publik. Analisis dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, kemudian diperdalam melalui analisis kausal-kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keruntuhan Demokrasi Terpimpin tidak cukup dijelaskan oleh personalisasi kekuasaan di bawah Presiden Soekarno. Proses tersebut terbentuk melalui keterkaitan lima mekanisme, yakni pembesaran kekuasaan eksekutif, erosi institusional, polarisasi elite, meluasnya peran politik militer, serta pengendalian media dan ruang publik. Dari pola tersebut, hubungan antara tiga mekanisme utama dominasi eksekutif, polarisasi elite, dan kelemahan institusional dirumuskan sebagai Triadic Breakdown Mechanism. Mekanisme ini menunjukkan adanya hubungan umpan balik: konsentrasi kekuasaan memperdalam polarisasi politik, polarisasi mengurangi kapasitas institusi dalam membatasi kekuasaan, dan pelemahan institusional pada gilirannya menyediakan ruang yang lebih luas bagi ekspansi eksekutif. Dengan demikian, Demokrasi Terpimpin dapat dipahami sebagai suatu trajektori kemunduran demokrasi yang secara bertahap berkembang menuju keruntuhan demokrasi. Perspektif ini sekaligus memperluas pembacaan historiografi politik Indonesia dengan menempatkan pengalaman Demokrasi Terpimpin dalam percakapan yang lebih luas mengenai otokratisasi dan erosi institusi demokratis.

Page 11 of 11 | Total Record : 107