cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 220 Documents
Potensi Antiadhesi Senyawa Aktif Hibiscus sabdariffa L Pada Penghambatan Protein Target IcsA Shigella flexneri Melalui Studi in Silico Molecular Docking Rizky Fajar Imam Asshiddiq; Arif Yahya; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.429 KB)

Abstract

Introduction: Diarrhea in Indonesia is a disease with a high prevalence, one of which is caused by S. flexneri infection through exposure, adhesion, invasion and colonization process. H. sabdariffa L is one of the herbs that has anti-adhesion potential, however, the anti-adhesion potential of this herb against S. flexneri is still unknown. The adhesion of S. flexneri to host cells is mediated by IcsA, so this study was conducted to determine whether H. sabdariffa L could bind to the target protein IcsA S. flexneri.Methods: This study used the In silico molecular docking method by tethering the 3D structure of 25 active compounds from H. sabdariffa L obtained from Pubchem, and target protein IcsA S. flexneri (5KE1) obtained from RCSB using a docking server with Ciprofloxacine as control.Results: H. sabdariffa L compound has better affinity than Ciprofloxacine. The five compounds with the best free bond energy values are Quercetin-3-rutinoside (-9.21 kcal/mol), Leucoside (kaempferol-3-O-sambioside) (-8.83 kcal/mol), Quercetine-3-glucoside (-8.23 kcal/mol), Tiliroside (-7.86 kcal/mol), Caffeoylquinic acid isomer (Isochlorogenic acid (-7.43 kcal/mol), the value of the inhibition constanta is 178.61 nM, 337.61 nM, 924.29 nM, 1.15 uM, dan 1.69 uM, the value of the surface interactions is 525.416 Å, 751.689 Å, 564.99 Å, 803.103 Å, 572.111 Å, and the number of amino acid residues is 3,9,5,9,8.Conclusion: Quercetine-3-rutinoside, Leucoside (kaempferol-3-O-sambioside), Quercetine-3-glucoside, Tiliroside, Caffeoylquinic acid isomer (Isochlorogenic) can bind to S. flexneri and has the potential to be used as an anti-adhesion.Keywords: Antiadhesion, Hibiscus sabdariffa, Shigella flexneri, Fluoroquinolone ciprofloxacine, in silico.
PENGARUH EKSTRAK Annona muricata L. TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ SERUM TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK DAN TINGGI FRUKTOSA Nuril Amalia Novianti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.056 KB)

Abstract

Introduction: hyperlipidemia is a risk factors of atherosclerosis which occur in the renal aeteries can caused kidney impairment. Soursop leaves (Annona muricata L.) has a potential as antihyperlipidemia. The purpose of this study was to determine the effects of Annona muricata L. extract  towards the ureum and creatinine serum levels in wistar rats induced by high fat and fructose diet (HFFD).Method: The study used a post test control group only design with an experimental laboratory method in vivo. 25 Wistar rats aged 8-10 weeks and the initial weight of 175-200g were divided into 5 groups; Negative Control (KN), Positive Control (KP), Treatment group 1 (100mg / kgB.W), Treatment Group 2 (200 mg / kgB.W), and Treatment Group 3 (400 mg / kgB.W). DLTF induction was given at the KP and Treatment Group simultaneously with herbs for 10 weeks. Examination of serum urea and creatinine using the colorimetric method with a wavelength of 600 nm and 510 nm in the spectrophotometer. Data analysis using SPSS version 20 with a significance level at p<0.05.Results: Plasmatic ureum level was 13,22±0,90 mg/dL, 16,12±12,24 mg/dL, 11,28±3,65 mg/dL, 7,64±0,93 mg/dL, dan 7,2±2,03 respectively in KN, KP, KP1, KP2, and KP3. Plasmatic creatinine level was 0,58±0,04 mg/dL, 0,68±0,13 mg/dL, 0,58±0,08 mg/dL, 0,48±0,04 mg/dL, dan 0,5±0,07 mg/dL respectively in KN, KP, KP1, KP2, and KP3. Plasmatic creatinine level of KP2 and KP3 had significantly lower than KP (p<0.05).Conclusion: The addition of Annona muricata L. decreased plasmatic creatinine level in hyperlipidemic rats.Keywords: hyperlipidemia, Annona muricata L. extract, urea and creatinine
Piper betle L. SEBAGAI PEWARNA BAKTERI : UJI AKURASI DAN PRESISI WARNA PADA Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Annur Affin Niswah; Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1640.901 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Tanaman Piper betle L.(PB) memiliki kandungan pigmen antosianin dan tannin warna hijau kecoklatanyang dapat digunakan sebagai zat warna pada pewarnaan bakteri sederhana untuk mengurangi dampak negatifpenggunaan pewarna sintesis. Namun, tingkat efektivitas PB sebagai pewarnaan sederhana bakteri belum diketahuisehingga perlu dilakukan uji akurasi dan presisi PB sebagai pewarnaan sederhana bakteri.Metode: Penelitian eksperimental in vitro menggunakan bakteri S. aureus dan E. coli yang dilakukan pewarnaansederhana dengan ekstrak metanol PB (2,5%, 5%, 10%)v/v, methylene blue (kontrol positif) dan metanol (kontrolnegatif). Hasil pewarnaan diamati secara deskriptif kualitatif oleh tiga pengamat pada lima lapang pandang dari gambarmikroskop cahaya. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan imageJ yang dihitung nilai akurasi dan presisinya secaramatematis. Hasil dianalisa dengan Mann-Whitney dan signifikasi ditetapkan pada p<0.05.Hasil: Pewarna methylene blue (MB) memberikan hasil pewarnaan kualitatif 100% sedangkan metanol 0%. Pewarnaanekstrak metanol PB konsentrasi 2,5%, 5%, 10% menunjukkan hasil pengamatan deskriptif kualitatif yaitu 2,40, 5,38,3,22 pada S. aureus dan 2,77, 4,94, 2,68 pada E. coli. Hasil kuantitatif didapatkan nilai akurasi S. aureus yakni 240,51%,158,49%, 160,91% dan 81,22%, 107,02%, 63,01% pada E. coli dengan nilai presisinya yaitu 35,21%, 26,28%, 31,51%pada S. aureus dan 42,14%, 23,78%, 26,23% pada E. coli. Hasil analisa kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwaekstrak metanol PB 5% memiliki kualitas lebih baik daripada 2,5% dan 10%. Adanya bias berupa genangan minyak(micelles) diperkirakan mengganggu perhitungan bakteri dengan imageJ dan kelemahan dalam pemilihan metodepenelitian.Kesimpulan: Ekstrak metanol PB mengandung pigmen zat warna. Namun, uji akurasi dan presisi menunjukkan lebihrendah daripada kontrol positif.Kata Kunci: Daun sirih, pewarnaan sederhana, S. aureus, E. coli, akurasi, presisi
PENGARUH DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA MASSA TULANG DAN KADAR KALSIUM URIN DENGAN USIA DAN GENDER YANG SAMA DI MALANG RAYA Fachrudin Arrozaq; Dhanti Erma Widiasi; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.575 KB)

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) dapat memicu stress oksidatif dan hiperglikemi yang memicu kerusakan kolagen tulang sehingga terjadi osteoporosis. Namun penelitian perbedaan massa tulang dan kadar kalsium urin pasien DM tipe 2 dan non DM tipe 2 belum pernah dilakukan sehingga perlu untuk diteliti.Metode: Penelitian studi Cross-sectional dengan responden penelitian yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu DMT2 dan non-DMT2 berdasarkan HbA1c. Masing-masing kelompok akan dilakukan pemeriksaan massa tulang menggunakan BIA dan kadar kalsium urin menggunakan AAS. Selanjutnya data dianalisa menggunakan SPSS.Hasil dan Pembahasan: Pada kelompok Non-DM dan DM didapatkan perbedaan yang signifikan HbA1c kedua kelompok (5,78±0,37 dan 10,22±2,49) (p=0,000). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara masa tulang kedua kelompok (2,03±0,35 dan 2,05±0,35) (p=0,875) namun ada perbedaan yang signifikan pada kadar kalsium urin (10,81±6,66 dan 3,25±4,21) (p=0,000). Pada penelitian ini massa tulang kedua kelompok sama dan kadar kalsium urin Non-DM lebih tinggi dibanding kelompok DM. Hal tersebut diduga kuat akibat faktor bias usia, hormonal dan gangguan ginjal yang tidak terdeteksi sebelumnya.Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan massa tulang antara individu Non-DM tipe 2 dan DM tipe 2. Terdapat perbedaan signifikan kadar kalsium urin antara individu Non-DM tipe 2 dan DM tipe 2.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kalsium Urin, Massa Tulang, Bio-electrical Impedance Analysis (BIA)
Analisis Pengaruh Aspek Perawatan Kesehatan terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Stadium 3 dan 4 Dwi Zulfiata Iriandana; Dewi Martha Indria; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.565 KB)

Abstract

Background: Cancer is the main problem causing high morbidity and mortality in Indonesia. Cancer patients’ have been suffering low quality of life which there have been many factors influencing such as physical, psychological, and economic conditions. This study aimed to determine the effects of treatment duration, patient hospital visit frequency, chemotherapy and/or radiotherapy frequency. We then compared them with quality of patients’ life.Methods: This cross-sectional analytic study was a total sampling who the 3rd and 4th cancer patients stadium who have been registered at the Saiful Anwar Hospital medical record during year 2015 to 2019. These secondary data were then confirmed with European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire 30 (EORTC QLQ30) to identify the quality of patients’ life. The data was analyzed by fisher exact where the significance value was considered at p <0,05.Results: We found that most of the patients’ quality of life were in the medium classification. There was no significant value between duration of treatment and quality of patients’ life (p 0,493). Similar results were also found in the comparison between frequency of patients’ hospital visit and quality of patients’ life (p 1,000). Frequency of chemotherapy and/or radiotherapy and quality of patients’ life were insignificant as well (p 1,000).Conclusion: The duration of treatment, frequency of patients’ hospital visit, frequency of chemotherapy and/or radiotherapy caused no changes in the quality of patients’ life in Malang. Further study would be beneficience to establish using more accurate instruments to assess the quality of cancer patients’ life based on their therapy.Keywords: Cancer patients, therapy, quality of patient’s life
PENURUNAN KADAR HEMOGLOBIN TANPA PERUBAHAN KADAR ZAT BESI SERUM PADA WANITA LANSIA SEHAT DI KOTA MALANG Nurbella Sannyngtyas; Yeni Amalia; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.59 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Anemia Defisiensi Besi (ADB) adalah penurunan kadar Hb karena kurangnya zat besi serum yang sering terjadi di Indonesia. Lansia memiliki resiko anemia lebih besar dibanding usia muda terutama wanita. Penelitian ini mengambil responden usia tua dan muda dengan gap kurang lebih 40 tahun untuk mengetahui perbedaan kadar zat besi serum dan Hb pada dua kondisi usia.Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif jenis Cross-sectional dengan responden wanita sehat yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok dewasa muda (n=40) dan lansia(n=40). Kadar zat besi serum diukur dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dan kadar Hb dengan menggunakan metode flow cytometry. Data zat besi serum dianalisis dengan uji Independent T-Test, sedangkan data Hb dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antar variabel yang ada dengan p<0.05 dianggap signifikan.Hasil dan Pembahasan: Kadar zat besi serum dewasa muda dan lansia didapatkan 72.400±26.467 vs 82.700±21.670 (p=0.061). Kadar hemoglobin dewasa muda dan lansia didapatkan 13.905±1.671 vs 13.105±0.991 (p=0.008). Uji korelasi usia dengan kadar zat besi serum didapatkan r=0.246 (p=0.028), sedangkan hasil uji korelasi usia dengan kadar Hb didapatkan r=-0.137 (p=0.226). Hal ini menunjukkan penurunan kadar Hb lansia yang terjadi karena lansia mengalami penurunan fungsi ginjal, sehingga berdampak pada penurunan produksi hormon eritropoietin hingga membuat jumlah eritrosit dan kadar Hb ikut menurun.Kesimpulan: Penuaan berperan dalam penurunan kadar hemoglobin (Hb), namun tidak mempengaruhi kadar serum zat besi.Kata Kunci : Usia, Penuaan, Serum Zat Besi, Hemoglobin (Hb).
ANALISIS FAKTOR REGULASI BELAJAR MANDIRI TERKAIT DENGAN PENGARUH KELUARGA, TEMAN SEBAYA, DAN STAF PENGAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK Nirmala Bayuningtyas; Yoyon Arif Martino; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prestasi akademik dianggap sebagai indikator dan tolak ukur penting dalam keberhasilan pendidikan. Prestasi akademik mahasiswa kedokteran yang belum optimal, dibuktikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang rendah. Teori menyatakan bahwa konsep diri biasanya direalisasikan dengan regulasi belajar mandiri yang berpengaruh terhadap prestasi akademik. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya regulasi belajar mandiri diantaranya adalah keluarga, teman sebaya, staf pengajar, dan faktor lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor regulasi belajar mandiri terkait dengan pengaruh keluarga, teman sebaya, dan staf pengajar terhadap prestasi akademik.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasi deskriptif analitik kuantitatif. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner paten MSLQ (motivated strategies of learnings questionnaire) kepada 175 responden. Data sekunder berupa nilai ujian mingguan dan ujian akhir blok, yang kemudian dianalisis menggunakan aplikasi Smart PLS 3.0 (Partial Least Square). Penelitian ini dilakukan selama masa pandemi COVID-19.Hasil: Pengaruh keluarga, teman sebaya, dan staf pengajar terhadap regulasi belajar mandiri mempunyai nilai R-square=48,5%. Keluarga, teman sebaya, dan staf pengajar berpengaruh signifikan terhadap regulasi belajar mandiri (T=7.246, p=0.000; T=2.004, p=0.023; T=5,394, p=0.000), sedangkan regulasi belajar mandiri berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap prestasi akademik (R square=2,7%, T=0.335, p= 0.369). Nilai goodness of fit = 0,391 dan model fit = 81,4% yang berarti kesesuaian model kuat dan model yang dibuat fit.Kesimpulan: Keluarga, teman sebaya, dan staf pengajar berpengaruh positif dan signifikan membentuk regulasi belajar mandiri. Keluarga memiliki pengaruh paling tinggi dan teman sebaya memiliki pengaruh paling rendah terhadap terbentuknya regulasi belajar mandiri. Regulasi belajar mandiri tidak berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi akademik. Terdapat faktor regulasi belajar mandiri lainnya yang tidak diteliti.Kata kunci: Regulasi belajar mandiri, prestasi akademik, mahasiswa kedokteran
PENGARUH PAPARAN PESTISIDA TERHADAP KADAR KADMIUM PADA SAMPEL DARAH PETANI DI DUSUN CANGAR DESA BULUKERTO KECAMATAN BUMI AJI KOTA BATU Syarifatul Qomariyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The use of pesticides can control the growth of plant pests and increase agricultural production. Nonetheless, pesticides also can cause heavy metal contamination in the environment. Cadmium is a heavy metal contained in pesticides or agricultural inorganic. Cadmium can bind to intracellular metallothionein and can accumulate in the kidneys and liver. This study aims to determine the effect of exposure to pesticides on cadmium levels in farmers' blood samples.Method: This study was an observational analytic study with a cross sectional approach. The study population was farmers who actively used pesticides in Cangar. The sample selection uses purposive sampling technique. The research sample was farmers who met the criteria and actively sprayed pesticides at RT. 03 and RT 04, RW. 01 Cangar, Bumi Aji, Batu. Data collection using questionnaires and examination of cadmium metal levels in blood samples using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer).Results: The statistical test of this study used the Mann-Whitney Test. The influence of the frequency of pesticide administration on cadmium levels in farmers blood samples showed no significant difference between groups (p = 0, 665). The frequency of administration of the results of cadmium levels has values KPR and KPT (25,4 μg / L; 406,4 μg / L). The effect of exposure duration on cadmium levels in farmers blood samples showed no significant differences between groups (p = 0, 361). The duration of exposure to the results of cadmium levels has KPR dan KPT (9,3 μg / L; 140,1 μg / L) values. The effect of working period on cadmium levels in the blood sample of farmers showed no significant difference between groups (p = 0, 899). The working period for cadmium levels has KPR and KPT (13,4 μg / L; 110,8 μg / L).Conclusion: There were no significant differences between groups related to the effect of the frequency of pesticide administration, the influence of the length of pesticide spraying and the working period of farmers on the blood cadmium level of farmers
PENENTUAN KADAR TOTAL FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI AIR DAUN PULUTAN (Urena lobata L.) Bagus Kansagis Cahya; Sri Fauziyah; Yudi Purnomo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.546 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Senyawa radikal bebas berperan terhadap kerusakan oksidatif sel pada penyakit degeneratif. Pemberian antioksidan diperlukan untuk mencegah kerusakan oksidatif. Fraksinasi terhadap ekstrak daun Pulutan menggunakan pelarut air digunakan untuk mengambil senyawa aktif yang bersifat polar seperti flavonoid, fenolik dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan pada fraksi air daun Pulutan (Urena lobata L.).Metode : Daun Pulutan di ekstraksi dengan metanol kemudian dilanjutkan fraksinasi menggunakan pelarut air. Hasil fraksinasi dilakukan skrining fitokimia dan uji kuantitatif terhadap kadar total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Selanjutnya dilakukan uji bioaktivitas antioksidan terhadap fraksi air daun pulutan dengan menggunakan metode DPPH dan dinilai aktivitas antioksidannya melalui pengukuran IC50.  Hasil : Fraksi air daun Pulutan mengandung senyawa fenolik, flavonoid, saponin dan alkaloid. Kadar total fenol fraksi air daun Pulutan didapatkan hasil 202.88 mg GAE/g. Fraksi air daun Pulutan berpotensi sebagai antioksidan (IC50 = 60.79 μg/mL) tetapi lebih lemah 25 kali dibanding vitamin C (IC50 = 2.48 μg/mL).Simpulan : Fraksi air daun pulutan (Urena lobata) memiliki aktivitas antioksidan kuat, dengan kadar fenol total sebesar 202.88 mg GAE/g. Kata Kunci : pulutan; fraksi air; fenol total; DPPH.
Studi In Silico Senyawa Aktif Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica) terhadap Penghambatan Acetylcholinesterase, Microtubulin (Beta Tubulin), dan Aktivasi Calcium Channel sebagai Terapi Antelmintik Avicenna Shafhan Arfi; Rosaria Dian Lestari; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.263 KB)

Abstract

Background: Helminthiasis are a pandemic and has a high prevalence in Indonesia. Turmeric rhizome contains curcuminoids and essential oils as its active compounds. However, their mechanism as an anthelmintic is unknown. Therefore, further research is needed to find out the exact mechanism of turmeric rhizome as an anthelmintic.Method: The effectivity of turmeric rhizome’s active compounds against Acetylcholinesterase, Microtubulin (Beta Tubulin), and Calcium Channel was evaluated by Docking Server with Pirantel Pamoat, Mebendazole, and Praziquantel as sequential control.Results: Curcumin Sulfate was identified as having a low affinity for Acetylcholinesterase with -5,62 kcal/mol free bond energy. Cyclocurcmin has a high affinity for Beta Tubulin and Calcium Channel with -7,39 and -8,36 kcal/mol free bond energy sequentially. Meanwhile Dihydrocurcumin and Curcumin Sulfate have a high affinity for Calcium Channel with -7,19 and -7,41 kcal/mol free bond energy sequentially.Conclusion: The active compound of turmeric rhizome has a low affinity for the inhibition of Acetylcholinesterase in Ascaris lumbricoides. Cyclocurcumin has a high affinity for the inhibition of Microtubulin (Beta Tubulin) and Calcium Channel in Ascaris lumbricoides. Meanwhile Dihydrocurcumin and Curcumin Sulfate have a high affinity for the activation of Calcium Channel in Schistosoma sp.Keywords: Anthelmintic, Turmeric Rhizome, In silico

Page 6 of 22 | Total Record : 220