cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 220 Documents
PENURUNAN HASIL SHORT PHYSICAL PERFORMANCE BATTERY (SPPB) TEST PADA WANITA LANSIA SEHAT DI KOTA MALANG Alif Lailatul Mufidah; Yeni Amalia; Rahma Triliana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.495 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Short Physical Performance Battery merupakan metode untuk menilai performa fisik dan terbukti dapat memprediksi resiko jatuh. Penelitian ini menggunakan gap 40 tahun dari rentang usia dewasa muda 19-23 tahun dan lansia usia 59-66 tahun untuk menilai perbedaan fungsi tubuh serta mendeteksi lebih dini resiko jatuh dan kecacatan dengan SPPB test pada wanita sehat di Kota Malang.Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dengan dua kelompok penelitian, yaitu wanita sehat dewasa muda 19-23 tahun (n=40) dan wanita sehat lansia 59-66 tahun (n=40). Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran Short Physical Performance Battery/ SPPB test (balance test, 4-m walking test, dan chair stand test). Data di analisis dengan uji Independen T-Test atau Mann-Whitney dan dilanjutkan dengan uji Spearman correlation.Hasil dan Pembahasan: Hasil 4-m walking test dewasa muda 4.591±0.569 dan lansia 5.344±0.999 (p=0.001). Chair stand test dewasa muda 11.772±1.926 dan lansia 14.549±2.372 (p=0.000). Balance test tanpa ada perbedaan hasil pada kedua kelompok. Skor total SPPB test dewasa muda 10.950±0.959 dan lansia 9.225±1.310 (p=0.000). Uji korelasi antara usia dengan 4-m walking test berkorelasi lemah r=0.367 (p=0.001), dengan chair stand test berkorelasi lemah r=0.494 (p=0.000), dan dengan skor total SPPB test berkorelasi kuat r=-0.557 (p=0.000). Hal ini menunjukkan penuaan menyebabkan penurunan massa dan kekuatan otot yang dilihat dari penurunan performa fisik melalui SPPB test.Kesimpulan: Penuaan menurunkan skor total SPPB test dengan meningkatkan waktu 4-m walking test dan chair stand test. Namun tidak menurunkan hasil balance test pada kelompok wanita sehat lansia.Kata Kunci: Usia, Penuaan, Short Physical Performance Battery/SPPB test (balance test, 4-m walking test, dan chair stand test). 
EFEK PEMBERIAN KOMBINASI JAMU TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L.) DENGAN AMOKSISILIN TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Shabrina Yasyfi Hanifati; Noer Aini; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.817 KB)

Abstract

Pendahuluan: Tanaman tapak liman (Elephantopus scaber L.) diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Kombinasi fraksi semi-polar dan polar ekstrak metanolik tapak liman dengan amoksisilin didapatkan peningkatan aktivitas amoksisilin terhadap penghambatan pertumbuhan S. aureus. Namun, penelitian serupa dengan menggunakan jamu belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi kombinasi jamu tapak liman dengan amoksisilin terhadap bakteri S. aureus.Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorium secara in vitro. Jamu tapak liman yang telah terdaftar pada Badan Pengawas Obat dan Makanan dilarutkan berdasarkan dosis anjuran minum (166,67 ppm) dan setengah dosis anjuran (83,33 ppm). Larutan diresapkan dalam cakram kosong dan disusun dengan cakram amoksisilin 30 μg sesuai ketentuan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Uji zona hambat dilakukan dengan metode Kirby-Bauer. Interaksi kombinasi diinterpretasikan berdasarkan metode AZDAST.Hasil: ZOI kombinasi dan interaksi kombinasi larutan sampel jamu tapak liman 166,67 ppm dan amoksisilin tidak dapat diidentifikasi. ZOI kombinasi pada konsentrasi 83,33 ppm lebih besar dibandingkan amoksisilin akan tetapi tidak berbeda signifikan (p>0,05). Interaksi kombinasi jamu tapak liman 83,33 ppm dan amoksisilin adalah not distinguishable. Saponin, fenol, flavonoid, tannin dan alkaloid tidak terdeteksi pada larutan jamu tapak liman.Kesimpulan: Penambahan larutan sampel jamu tapak liman konsentrsi 83,33 ppm tidak mempengaruhi zona hambat amoksisilin terhadap S. aureus. Interaksi kombinasi larutan sampel jamu tapak liman 83,33 ppm dengan amoksisilin adalah not distinguishable terhadap S. aureus.Kata Kunci: Elephantopus scaber L., Amoksisilin, Uji Kombinasi Antibiotik dan Herbal
Efek Antibakteri Kombinasi Dekokta atau Ekstrak Metanol Daun Syzygium polyanthum dengan Kloramfenikol pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara In Vitro Nuryanti Fardila
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.262 KB)

Abstract

Background: A combination between herbs and antibiotic ingredients could become a breakthrough application within endurance therapy upon chloramphenicol usage. Antibacterial features derived from bay leaves are executable both in cellular wall and intracellular system. The combination effect between methanol extract of bay leaf and chloramphenicol intracellular antibiotics decoction will be assessed in this research using zone of inhibition test of S. aureus and E. coli.Method: Inhibition zone will be tested by utilizing modified Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST) method. The variables were divided into 5 groups consisting high and low dosages of chloramphenicol (HDA and LDA), high and low dosage of Bay leaves methanol extract (HDHm and LDHm), high and low dosages of Bay leaves decoction (HDHd and LDHd), the methanol extract of bay leaves and chloramphenicol combination (CSMC), and bay leaves decoction-chloramphenicol (CSDC) compound in S. aureus and E. coli. The inhibition zone will be analyzed by Mann-Whitney test with significance level value of p<0.05.Results: In S. aureus and E. coli, CSDC show not distinguishable effect compared to the single use of antibiotic. Similar results were generated in CSMC in S. aureus and E. coli.Conclusion: The combination of bay leaves decoction and methanol extract did not increase the inhibition of S. aureus and E. coli Keywords: Antibiotic resistance, Bay leaves, chloramphenicol, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
PENGARUH BURNOUT DAN KONSENTRASI TERHADAP PERFORMA AKADEMIK SAAT PEMBELAJARAN DARING MAHASISWA PRE-KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNISMA Marlena Ayu Windasari; Fenti Kusumawardhani Hidayah; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.197 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pembelajaran daring mengharuskan mahasiswa belajar dan beraktivitas dirumah yang berakibat perkuliahan menjadi monoton, merasa mudah bosan saat mengikuti pembelajaran dan dirasa kurang interaktif sehingga menyababkan penurunan konsentrasi pada mahasiswa. Burnout dan tingkat konsentrasi pada mahasiswa merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran daring selama pandemi COVID 19 terhadap performa akademik. Penelitian mengenai pembelajaran daring di FK UNISMA sudah ada, namun perlu dilakukan penelitian lagi untuk menilai tingkat burnout dan konsentrasi pada pembelajaran daring serta pengaruh terhadap performa akademik mahasiswa pre-klinik di FK UNISMA.Metode: Studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan responden mahasiswa FK UNISMA sejumlah 284 mahasiswa. Penilaian burnout diukur dengan kuisioner Maslach Burnout Inventory dan konsentrasi diukur menggunakan kuisioner The Mindfull Attention Awareness Scale. Data sekunder berupa performa akademik mahasiswa didapatkan dari bagian akademik. Data statistik dianalisa menggunakan regresi logistik dengan SPSS versi 2.5. dan p < 0.05 dianggap signifikan.Hasil: Hasil uji regresi logistik ordinal pada mahasiswa didapat adanya pengaruh signifikan konsentrasi terhadap performa akademik (nilai p-value < 0.05). Namun, pada burnout tidak didapatkan adanya pengaruh signifikan terhadap performa akademik (nilai p-value >0.05).Kesimpulan: Burnout tidak berpengaruh terhadap performa akademik dan konsentrasi adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap performa akademik mahasiswa FK UNISMA.Kata kunci: Performa akademik, burnout mahasiswa, konsentrasi mahasiswa, pembelajaran daring.
PENGARUH EKSTRAK KLOROFORM DAN ETIL ASETAT Salvadora persica TERHADAP ZONA HAMBAT Staphylococcus aureus DAN Streptococcus mutans Zulfa Laili Afdhila; Helmin Elyani; Arif Yahya
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.954 KB)

Abstract

Pendahuluan: Infeksi S.aureus dan S.mutans pada rongga mulut memiliki potensi terhadap kesehatan secara sistemik seperti endokarditis dan aterosklerosis. Ekstrak klorofom dan etil asetat siwak (Salvadora persica) mengandung tanin, triterpenoid dan fenol yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap S.aureus dan S.mutans. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan pengaruh ekstrak klorofom dan etil asetat siwak (Salvadora persica) terhadap zona hambat S.aureus dan S.mutans.Metode: Eksperimental laboratorik in vitro post test only pada dua kelompok. Kontrol positif menggunakan Klindamisin 1 g/l. Kelompok perlakuan menggunakan ekstrak kloroform dan etil asetat Salvadora persica (100g/l; 50g/l; 25g/l; 12,5g/l; 6,25g/l; 3,125g/l; 1,562g/l; dan 0,781g/l) yang di paparkan pada bakteri S.aureus dan S.mutans pada media agar yang masing-masing dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali pada 3 plate. Uji Zona Inhibisi (ZOI) secara Kirby-Bauer. Hasil dianalisa menggunakan uji Mann-Whitney (p<0,05) selanjutnya dilakukan penilaian kekuatan daya hambat kuat, sedang, dan lemahHasil: Konsentrasi 100 g/l, 50 g/l, 25g/l, dan 12,5g/l Ekstrak kloroform Salvadora persica (EKSP) memiliki ZOI terhadap S.aureus 40%, 45%, 60%, dan 90% lebih rendah dibandingkan Klindamisin (p<0,05). Konsentrasi 100 g/l dan 50g/l Ekstrak etil asetat Salvadora persica (EEASP) memiliki ZOI terhadap S.aureus 50% dan 90% lebih rendah dibandingkan Klindamisin (p<0,05). Konsentrasi 100g/l dan 50g/l EKSP memiliki ZOI terhadap S.mutans 47% dan 43% lebih rendah dibandingkan Klindamisin (p<0,05). Konsentrasi 100g/l dan 50g/l EEASP memiliki ZOI terhdap S.mutans lebih rendah 60% dan 65% dibandingkan Klindamisin (p<0,05).Kesimpulan: Ekstrak kloroform dan etil asetat Salvadora persica mampu menghambat pertumbuhan S.aureus dan S.mutansKata Kunci: Salvadora persica, S.aureus, S.mutans, zona hambat
MASA STUDI SARJANA DAN PROFESI DOKTER BERPENGARUH TERHADAP KELULUSAN UJI KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM PROFESI DOKTER DI UNIVERSITAS ISLAM MALANG Elisyah Irma Arifiana; Marindra Firmansyah; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.35 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Fakultas Kedokteran UNISMA selama 2 tahun terakhir telah mencapai persentase kelulusan CBT UKMPPD melebihi target angka kelulusan. Untuk mempertahakan persentase kelulusan CBT UKMPPD lebih dari 80% setiap tahunnya merupakan hal yang cukup sulit. Upaya yang dapat dilakukan guna meminimalisisr jumlah peserta yang tidak lulus UKMPPD dengan memperbaiki beragam faktor yang memberi pengaruh pada kelulusan UKMPPD salahsatunya yaitu masa studi. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui pengaruh masa studi kedokteran dengan kelulusan uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter Universitas Islam Malang.Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode observational analytic dengan pendekatan cross sectional. Responden merupakan mahasiswa FK UNISMA prodi Profesi Dokter yang mengikuti CBT dan memenuhi kriteria inklusi sebanyak 358 orang. Data masa studi sarjana, masa studi profesi, dan CBT UKMPPD merupakan data sekunder yang didapatkan dari bagian akademik FK UNISMA. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher untuk melihat hubungan masa studi kedokteran dengan kelulusan CBT UKMPPD dan uji Regresi Logistik Ganda untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh.Hasil : pada uji Fisher korelasi masa studi sarjana terhadap kelulusan CBT UKMPPD didapatkan nilai 0,000 (sig p<0,05) dan korelasi masa studi profesi terhadap kelulusan CBT UKMPPD didapatkan nilai 0,023 (sig p<0,05). Pada uji regresi ligistik ganda didapatkan nilai odds ratio diketahui variabel masa studi sarjana lebih besar daripada masa studi profesi dengan nilai 6.428.Kesimpulan : Masa studi sarjana dan profesi berkorelasi terhadap kelulusan CBT UKMPPD namun untuk mencapai kompetensi mahasiswa FK UNISMA membutuhkan waktu lebih lama. Faktor yang paling memberi pengaruh kepada kelulusan CBT UKMPPD yakni masa studi sarjana dibandingkan masa studi profesi.Kata kunci : Masa studi sarjana, masa studi profesi, kelulusan, UKMPPD
PENGARUH PAPARAN KADMIUM DALAM PESTISIDA TERHADAP FUNGSI KOGNITIF YANG DIUKUR DENGAN MINIMENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) DAN MONTRAL COGNITIVE ASSESSMENT VERSI INDONESIA (MOCA-INA) PADA PETANI DUSUN CANGAR Syukron Fadillah; Fathia Annis Pramesti; Aris Widodo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.546 KB)

Abstract

Introduction: Farmers are a group of workers that uses pesticide evenly. The exposure of pesticide that contains cadmium (Cd) inside it in a long period of time will affect cognitive function. This research is aimed for knowing the effect of cadmium exposure on pesticide for cognitive function to the farmers at Cangar Village, Bulukerto, Bumiaji, Batu City.Method: This research uses observational analytical descriptive method with cross sectional design. it uses 47 human respondents with purposive sampling technique for sample choosing. The respondent is a male farmer that actively uses pesticide for spraying the plant. The data collection uses The Prospective Investigation of Pesticide Applicator’ Healt (PIPAH), Minimental State Examination (MMSE), and Montreal Cognitive Assessment Indonesian Version (MoCa INA) questionnaire.Result : The exposure variable gives negative effect and significant for MMSE variable with liniar regressive test significance is less than α (0.000<0.050). The determinant coefisien number is 0.0551 which shows that the exposure variable gives the negative effect and significant for MoCa-Ina variable with liniar regressive test significance is α (0.001<0.050). The determinant coefisien number is 0.212 which shows that the exposure variable gives effect for 21.2 % to MoCa-Ina variable Conclusion: The cadmium exposure in pesticide gives impact for kognitive function.Keywords: Cadmium, Pesticides, Cognitive fungtion, MMSE, MoCa-Ina, Farmers
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI MELALUI EDUKASI BUKU ILUSTRASI “KREASI” Yusuf Satrio Nugroho; Sasi Purwanti; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.718 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Prevalensi Skabies di kota Malang cukup tinggi dengan angka kejadian sebesar 89,9% terutama di lingkungan pondok pesantren. Hal ini dapat dikurangi dengan pemberian edukasi yang baik melalui buku ilustrasi Kreasi kepada santri. Namun, efek penggunaan buku ilustrasi Kreasi pada pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan Skabies santri belum diketahui sehingga perlu diteliti.Metode: Uji quasi eksperimental jenis pre-test and post-test control group design dengan responden santri laki-laki yang dibagi dalam kelompok kontrol (n=42) dan kelompok intervensi (n=46). Kelompok intervensi mendapatkan pendidikan kesehatan melalui media buku ilustrasi “Kreasi”. Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penyakit Skabies dilakukan pada kedua kelompok tersebut. Hasil pre-test dan post-test dianalisa dengan uji Wilcoxon dan uji Post Hoc LSD (dengan p < 0.05 dianggap signifikan).Hasil: Persentase responden yang mendapat nilai pre-test kategori kurang pada kelompok kontrol (pengetahuan 38,1%, sikap 0%, dan perilaku 16,7%) dan pada kelompok intervensi (pengetahuan 47,8%, sikap 0%, dan perilaku 16,7%). Persentase responden kelompok intervensi yang mendapat nilai post-test kategori kurang masing-masing pengetahuan 10,9%, sikap 0%, dan perilaku 17,4%. Uji Wilcoxon didapatkan perbedaan signifikan pada pengetahuan kelompok intervensi (Sig = 0,00). Uji post hoc pada nilai post-test pengetahuan antar kelompok (Sig = 0,001). Intervensi buku hanya bisa merubah pengetahuan, tapi sikap dan perilaku tidak bisa berubah dalam waktu 2 minggu (sikap Sig =0,183, perilaku Sig=0,765).  Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui buku ilustrasi dapat meningkatkan pengetahuan namun tidak merubah sikap dan perilaku santri tentang pencegahan Skabies.Kata kunci: Skabies, santri, pengetahuan, sikap, perilaku, buku ilustrasi
EFEK KOMBINASI FRAKSI ALANG-ALANG (Imperata cylindrica, L.) DENGAN Amoxicilin ATAU Chloramphenicol TERHADAP DAYA HAMBAT Staphylococcus aureus Faris Akbar Maulana; Rio Risandiansyah; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.902 KB)

Abstract

Pendahuluan: Penelitian sebelumnya menyebutkan ekstrak alang-alang berpotensi meningkatkan kerja antibiotik. Belum diketahui senyawa aktif spesifik yang berperan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan senyawa aktif dengan metode fraksinasi untuk melihat daya hambat tunggal dan kombinasinya dengan amoxicillin atau chloramphenicol terhadap S. aureus.Metode: Ekstraksi dilakukan dengan maserasi selama 24 jam menggunakan metanol, dipisahkan cair-cair menggunakan heksana, diuapkan pada 55oC. Fraksinasi dilakukan menggunakan aquadest (fraksi 1), etil asetat (fraksi 2) dan methanol (fraksi 3). Uji fitokimia secara kualitatif dengan melihat isi senyawa aktif. Uji Zone of Inhibition (ZOI) dilakukan untuk mengetahui efek kombinasi fraksi fenolik alang-alang dengan antibiotik terhadap S. aureus dengan metode Kirby-Bauer. ZOI diukur menggunakan jangka sorong satuan mm. Interpretasi hasil berdasarkan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test.Hasil: : Pada semua fraksi ditemukan senyawa aktif alkaloid. Kombinasi fraksi 1 (9,26 ± 0,89 mm) dan 3 (7,65 ± 1,88 mm) dengan amoxicillin (9,56 ± 2,37 mm) menunjukkan penurunan zona bening dengan p valeu 0,986 dan 0,175. Fraksi 2 (9,56 ± 1,38 mm) menunjukkan rata-rata yang sama dengan p valeu 1,000. Kombinasi fraksi 1 (13,46 ± 0,23 mm) dengan chloramphenicol (13,26 ± 1,82 mm) menunjukkan peningkatan zona bening dengan p valeu 0,709. Fraksi 2 (10,91 ± 0,31 mm) dan 3 (13,15 ± 0,6 mm) dengan chloramphenicol menunjukkan penurunan zona bening dengan p valeu 0,806 dan 0,851.Kesimpulan: Kombinasi fraksi 1-3 Imperata cylindrica, L. dengan antibiotik amoxicillin atau chloramphenicol terhadap bakteri Staphylococcus memiliki jenis interaksi yang not distinguishable (ND).
Efek Kombinasi Ekstrak Metanol Daun Sirih (Piper Betle Linn.) dengan Antibiotik Amoxicillin, Chloramphenicol dan Cotrimixazole Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri S.aureus dan E.coli Reza Muchlas Fauziansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.439 KB)

Abstract

Introduction: Staphylococcus aureus and Escherichia coli are the most causes of infectious diseases. Handling of infections has been using antibiotics that can cause resistance and disbiosis of intestinal microbiota. The use of adjuvants from herbs is needed to increase the effectiveness of antibacterials and prevent dibiosis, one of which uses betel leaves. Research on the combination of betel leaves with amoxicillin (AMX), cotrimoxazole (CTX), and chloramphenicol (CHL) needs to be done.Method: Combined Zone of Inhibition (ZOI) Test using Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST) in Nutrient Agar. A single or a combination of the Minimum Inhibitivity Concentration (MIC) is carried out by macrodilution. The Minimum Bactericidal Concentration (MBC) is determined by the presence of a clear area formed on the petri dish. The nature of the interaction between MIC and MBC betel leaves and antibiotics was calculated using the Checkerboard assay.Result: Betel leaf extract has a zone of inhibition on S. aureus greater than E. coli (32.66 ± 6.42 mm / 23.33 ± 4.16 mm). The MIC of betel leaf, AMX, CTX, and CHL against S.aureus were 0,0039mg/ml, 0,0078mg/ml, 0,0078mg/ml, and 0,0078mg/ml as well as against E.coli were 0,03125mg/ml, 0,0078mg/ml, 0,0078mg/ml and 0,0009mg/ml. The MBC of betel leaf, AMX, CTX, and CHL against S.aureus were 0,0039mg/ml, 0,0078mg/ml, 0,0078mg/ml, 0,0078mg/ml and also against E.coli were 0,03125mg/ml, 0,0078mg/ml, 0,0078mg/ml, and 0,00097mg/ml. The combination of betel leaves with antibiotics increase the MIC and MBC against S.aureus and E.coliConclusion: The combination of betel leaves is antagonistic with AMX, CTX, and CHL against S. aureus. The combination of betel leaves is additive with CHL and is antagonistic with AMX and CTX against E. coli

Page 7 of 22 | Total Record : 220