cover
Contact Name
Nurman Hidaya
Contact Email
bchs@borneo.ac.id
Phone
+6282378768648
Journal Mail Official
bchs@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No. 1, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, , Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Community Health Sevice Journal
ISSN : -     EISSN : 28076621     DOI : https://doi.org/10.35334/neotyce.v1i1
Borneo Community Health Sevice Journal, yang merupakan jurnal multidisiplin bidang kesehatan yang berfokus pada hasil karya pengabdian masyarakat dibidang kesehatan yang meliputi : Keperawatan, kebidanan, kedokteran, kesehatan masyarakat, psikologi, gizi dan bidang kesehatan yang lain.
Articles 116 Documents
PENYULUHAN TENTANG GIZI KEHAMILAN DALAM UPAYA MENCEGAH KEK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN TAHUN 2023 Gusriani, Gusriani; Citra, Nur; Firdawanti, Wahyu Asih Winda; Sudarsono, Nesha Helsia; Hartanto, Salsabilla Firda; Setiawan, Asyifa Salsabila; Nurhayati, Nurhayati; Jesnita, Jesnita
Borneo Community Health Service Journal SPECIAL EDITION
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i3.4879

Abstract

WHO mengatakan dari 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan erat dengan Kurang Energi Kronik (KEK). KEK (Kekurangan Energi Kronis) ini masih merupakan masalah yang cukup banyak terjadi di negara Indonesia. KEK pada masa prakehamilan dan selama kehamilan dapat meningkatkan faktor resiko bayi lahir anak Intra Uterine Growth Retardation (IUGR), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), sampai resiko stunting. Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Ibu hamil tentang pentingnya gizi selama kehamilan, sehingga diharapkan gizi Ibu hamil dapat meningkat dan menurunkan resiko masalah Kesehatan pada Ibu dan janin. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan edukatif kepada Masyarakat dengan metode penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab. Ibu hamil yang hadir 6 orang dan semua mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri setelah materi gizi selama kehamilan di berikan.
Permen Jelly Andaliman: Pembuatan dan Inovasi Lezat untuk Menangkal Hipertensi Panduwati, Digna Renny
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i2.5561

Abstract

Hypertension is a condition where there is a chronic increase in blood pressure (over a long period) which can cause pain to a person and can even cause death. Andaliman as a source of biodiversity contains flavonoids, especially the compound quercetin which has ACE-I activity 30% so it has the potential to be a natural antihypertensive. This method of implementing community service begins with giving a pre-test regarding hypertension to see the respondent's initial knowledge and continues with socialization regarding hypertension. The activity was continued with training how to make andaliman jelly candy. The activity was closed by providing a post-test and health examination in the form of measuring blood pressure, blood sugar levels, cholesterole and uric acid. The results is PKK mothers became more aware of the food they consumed and which could cause hypertension. PKK women have additional knowledge regarding the processing of andaliman apart from being a spice. The creativity of PKK mothers also increases by knowing how to package attractive andaliman jelly candy. Based on the results of health examinations, it is known that there are still many PKK mothers who have high blood pressure accompanied by high cholesterol
Pembinaan Kader Generasi BRILLIANT (Bersama Remaja Kalimantan Utara Peduli Kesehatan) Di SMAN 1 Kabupaten Nunukan Rahman, Nur Indah Noviyanti
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i1.5362

Abstract

Remaja merupakan tunas bangsa yang nanntinya menjadi pondasi dari suatu bangsa. Sehingga masa depan bangsa Indonesia dapat tercermin dari kualitas remaja saat ini. Untuk meraih cita-cita bangsa, yang menginginkan bahwa Bangsa Indonesia menjadi negara maju, adil, dan Sejahtera, dibutuhkan generasi yang sehat, cerdas dan unggul. Pada masa transisi menuju dewasa, remaja  memberikan banyak gejolak perubahan yang mengkhawatirkan, jika tidak diberikan dukungan untuk tumbuh kembang secara optimal maka akan berdampak pada kegagalan bonus demografi yang berdampak meningkatnya kasus perkawinan anak dan kekerasan pada kelompok rentan, putus sekolah. Oleh karena itu, remaja membutuhkan sebuah wadah untuk dapat berkembang secara optimal dengan kemampuan literasi kesehatan yang basisnya ada pada penguatan peran sekolah.
Pendampingan Community Challenge Di Desa Wisata Long Loreh Nursalehuddin, Nursalehuddin; Manihuruk, Mellyani Boru; Mangga, Mikael; Jumriana, Jumriana; Indiriawati, Resty; Oktovianus, Enilin; Umami, Nurrahmi; Gusriani, Gusriani; Ose, Maria Imaculata; Sugiyatmi, Tri Astuti
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i1.4922

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia yang merupakan gangguan pertumbuhan linier disebabkan kurang gizi yang berlangsung kronis. Pengetahuan ibu mengenai gizi akan berpengaruh terhadap hidangan dan mutu makanan yang disajikan. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Salah satu upaya pemenuhan gizi seimbang adalah menggunakan porsimakan “Isi Piringku”. Program Community challenge merupakan salah satu program kesehatan yang memiliki peran dan fungsi yang komprehensif. Stunting adalah ganguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi yang di tandai dengan panjang atau tinggi badan berada dibawah standar. Penerapan program community challenge dalam menolak stunting mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein. Penerapan program community challenge yang baik diperlukan kesiapan dalam menangani kondisi Pengetahuan masyarakat Berkaitan dengan meningkatkan mengonsumsi protein, meningkatkan status kesehatan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menangani stunting
PEMANFAATAN MEDIA TANAM AKUAPONIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM KKN TEMATIK MBKM UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DI WILAYAH JUATA LAUT KOTA TARAKAN Munira, Munira; Yasin, Nur Azizah; Andriani, Rika; Lilit, Sona Wanda; Hardyantoro, Vicko Tri; Khairani, Zulfa Rahmalia; Gusriani, Gusriani; Octamelia, Mega; Wahyuni, Etty; Khaerunnisa, Khaerunnisa; Rahman, Fathur
Borneo Community Health Service Journal SPECIAL EDITION
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i3.4717

Abstract

Stunting menjadi salah satu permasalahan utama di tengah masyarakat karena angka kejadian stunting yang tinggi hingga saat ini. Stunting diketahui sebagai keadaan gagal tumbuh pada anak karena kurangnya asupan gizi kronis atau dalam jangka waktu yang lama. Hal ini umumnya disebabkan asupan gizi makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak, dari 5 (lima) Kabupaten dan Kota di Kalimantan Utara yang terdiri dari Nunukan menjadi daerah dengan angka stunting tertinggi sebesar 30%, sedangkan Tarakan 25,9%. Kegiatan Pengabdian Sukses Akuaponik sebagai program wajib KKN Tematik MBKM Universitas Kalimantan Tarakan Tahun 2023, dilaksanakan di daerah Juata Laut Tarakan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai metode tanam akuaponik, edukasi budidaya yang dapat dilakukan, pencetakan media pembuatan akuaponik, serta mendemonstraikan proses budidaya. Budidaya pada media Akuaponik yang dilakukan adalah dengan mengkombinasikan kangkung dan lele. Tanaman kangkung merupakan jenis sayuran daun yang banyak digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi.Tanaman kangkung dan Ikan Lele, keduanya memiliki kandungan gizi yang cukup banyak sehingga dapat menjadi penyedia gizi yang baik bagi masyarakat. Aquaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang sudah lama berkembang di Indonesia dan merupakan jenis urban farming yang sedang tren, yang menggabungkan antara hidroponik dengan akuakultur. Program Success Aquaponik ini diharapkan dapat terus berlanjut dan dapat membantu penurunan kasus Stunting di Daerah Juata Laut, dan dapat membuat orang ingin membangun atau membuat Aquaponik sendiri untuk bantuan pangan mandiri dan juga membantu berbagai pihak dalam Penurunan Stunting. Kata Kunci: Akuaponik, gizi, stunting
Penyuluhan Pentingnya Mengkonsumsi Makanan Bergizi Seimbang dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Ibu Hamil Rahmadhani, Sendy Pratiwi; Anggraini, Arie; Rahmawati, Eka
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i2.5629

Abstract

Pregnant women are included in the nutrient-vulnerable group, so it is recommended to increase nutrient intake to meet the nutritional needs of mothers and fetuses, achieving the nutritional status of pregnant women in a normal state. Mother's knowledge about nutrition will affect the dishes and the quality of the food consumed. The form of implementation of this community service activity is in the form of counseling on the importance of consuming balanced nutrition to improve the nutritional status of pregnant women. The delivery of material was carried out by the lecture method using powerpoint, leaflet and table of the "Fill My Plate" meal. This activity was attended by 30 pregnant women and was carried out in TPMB Faulien, S.ST. Palembang city. The evaluation of the activity was carried out by providing a pre-post test nutritional knowledge questionnaire. Based on the results of the analysis, participants who belonged to the category of poor knowledge decreased to 20% and participants who belonged to the category of good knowledge increased to 80%. Counseling has been proven to be effective in increasing pregnant women's understanding of balanced nutritious food. 
Increasing Knowledge About Sexually Transmitted Infections Using The Small Group Discussion (SGD) Approach Among Students At SMP N 1 Bulango Selatan Zainuddin, Zainuddin; Yusuf, Nur Ayun R.; Luadu, Nurmarila; Pilo, Wisnawati; Suardi, Suardi; Basri.K, Sarinah
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i2.5467

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs) are infections caused by microorganisms that are transmitted through sexual contact. The World Health Organization (WHO) announced that more than one million people are infected with STIs every day. Adolescence is a transitional developmental period between childhood and adulthood which experiences many changes and requires guidance and information, especially regarding health. One appropriate strategy to increase youth knowledge is through counseling using the SGD or small group discussion approach. This outreach aims to increase the knowledge of teenagers at SMP N 1 Bulango Selatan about sexually transmitted infections. This outreach activity used a small group discussion outreach strategy which was attended by 20 students of SMPN 1 South Bulango. To measure participants' knowledge, a pre-test and post-test were used with the method used, namely PDCA (Plan-Do-Check-Act). The results of the counseling carried out showed an increase in students' knowledge at SMPN 1 Bulango Selatan about STIs with the average score after the counseling increasing by 33 points. This shows that SGD is effective in increasing knowledge in extension. From this counseling, it can be concluded that students' knowledge at SMPN 1 Bulango Selatan has increased. So it is hoped that students can prevent STIs and disseminate information to the public.
Upaya Berbasis Masyarakat Untuk Pencegahan Stunting Dengan Pemberdayaan Kader Untuk Stimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Annisa, Rahma; Wijaya, Andra Saferi; Elly, Nur; Idramsyah, Idramsyah
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i1.4981

Abstract

Prevention of stunting is a priority development program in Indonesia until 2024. Nutrition in the first 1000 days of life (HPK), which is from the fetus is in the womb until 2 years old, is very important to consider as an effort to prevent the risk of stunting. Health cadres play an important role in self-care management of maternal nutrition during pregnancy as an effort to prevent stunting. The problem faced by health cadres in Talang Benuang Village and Lokasi Baru Village of Air Priukan Subdistrict as a village of 20 special locations (locus) for stunting in Seluma Regency in 2020 is a lack of knowledge about stunting and 1000 HPK so that they do not have sufficient provisions to carry out their role as perpetrators driving the community in realizing health, including the prevention and management of stunting. The goal of PKM is to empower cadres as the front guard in improving nutrition self-care management for pregnant women to minimize the risk of stunting in children under five. The method was to conduct socialization, training, and mentoring cadres in self-care management of nutrition for pregnant women. The result of the activity was an increase in knowledge, skills, and independence of cadres in providing education and assistance to pregnant women in nutrition management self-care. Cadres were expected to apply the knowledge and abilities they have acquired to provide education and assistance to pregnant women in their area. Counseling has proven effective in increasing understanding of parents and cadres regarding stunting. Parents and cadres responded enthusiastically to the material because they gained new knowledge. Therefore, it is necessary to increase socialization and training activities for parents and cadres. Based on the monitoring and evaluation that has been carried out by the implementation team, the recommendation for the follow-up plan proposed by the team is that similar activities must be carried out continuously in the context of health promotion for the elderly.
Penyuluhan Kesehatan, Pembagian Masker dan Hand Sanitizer dalam Upaya Antisipasi Penyebaran COVID-19 Pada Masyarakat Tukan, Ramdya Akbar; Darni, Darni; Rahmatuzulfia, Rahmatuzulfia; Wijayanti, Dewi
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i1.4912

Abstract

COVID 19 masih menjadi masalah Kesehatan didunia bahkan di Indonesia, dimana jumlah pasien yang terkonfirmasi positif setiap hari masih ada, oleh karena itu penulis tertarik untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di puskesmas Juata Permai dimana masyarakat kota Tarakan khususnya kelurahan Juata Permai, dari hasil studi pendahuluan, sebagian masih belum menerapkan protocol Kesehatan dengan baik dan benar, terbukti beberapa masyarakat ada yang tidak menggunakan masker saat di tempat umum dan sebagian masyarakat masih belum benar dalam penggunaan masker. Tujuan : diharapkan penyuluhan kesehatan ini dapat memberikan pengetahuan tentang COVID 19, pemahaman tentang pencegahan peningkatan jumlah orang yang positif COVID 19, dan pemahaman sebagai bekal para masyarakat agar disiplin dan konsisten dalam penanggulangan penyebaran COVID-19 yang terjadi di masyarakat. khususnya masyarakat di Kelurahan Juata Permai. Metode : Kegiatan PKM diawali dari tahap persiapan, tahap penyuluhan Kesehatan tentang COVID 19, pembagian masker dan hand sanitizer. Hasil PKM yang dilakukan pada bulan April tahun 2022 di Puskesmas Juata Tarakan Kalimantan Utara, didapatkan hasil bahwa masyarakat di Juata Permai mengetahui tentang COVID 19, dan hasil pembagian masker dan hand sanitizer untuk pentingnya menerapkan protocol Kesehatan. 
PROGRAM COMMUNITY CHALLENGE ATASI STUNTING BAGI BADUTA, ANAK YANG BERESIKO STUNTING, IBU HAMIL & IBU MENYUSUI Yuthika, Nur Saupa; Ayu Lestari Putri, Andini; Soleha, Nurfatima; Regita Cahyani, Risky; Julia Palimbunga, Shelty; Gusriani, Gusriani; Imaculata Ose, Maria; Astuti Sugiyatmi, Tri; Yuniarsy Hartika, Andi
Borneo Community Health Service Journal SPECIAL EDITION
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i3.4873

Abstract

Program Community Challenge sebagai suatu program percepatan penurunan stunting dengan memberdayakan kader, bidan dan tokoh masyarakat. Community Challenge merupakan suatu program lomba yang dirancang sebagai salah satu upaya penurunan stunting dengan fokus kegiatan perancangan menu makanan seimbang sesuai dengan isi piringku untuk Baduta, Ibu Menyusui Dan Anak Yang Beresiko Stunting. Tujuan pelaksanaan program ini diharapkan bisa menurunkan angka prevalensi stunting dan mencegah terjadinya stunting dengan berbasis pemberdayaan masyarakat setempat dalam mengolah menu dan menyajikan makanan dengan kandungan gizi seimbang sesuai dengan isi piringku. Metode: Dilaksanakan di Kabupaten Tana Tidung oleh tim dari Universitas Borneo Tarakan. Diadakan selama sebulan yakni 9 Oktober-7 November 2023 dengan menggunakan metode sosialisasi. Melakukan focus group discussion (FGD) dengan sasaran Bidan, Kader Posyandu, Keluarga Yang Memiliki Baduta, Anak Yang Beresiko Stunting, Dan Ibu Menyusui. Sasaran diberikan sosialisasi dan edukasi terkait bagaimana mengolah bahan makanan yang bergizi dan seimbang sesuai dengan isi piringku yang dapat memanfaatkan bahan pangan lokal. Hasil: Dengan adanya sosialisasi serta edukasi dan lomba dari program Community Challenge bisa membantu para sasaran dalam mengolah bahan makanan yang bergizi dan seimbang. Kesimpulan: Kegiatan lomba program Community Challenge ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting di wilayah Kabupaten Tana Tidung yang turut melibatkan sasaran. 

Page 9 of 12 | Total Record : 116