cover
Contact Name
Nurman Hidaya
Contact Email
bchs@borneo.ac.id
Phone
+6282378768648
Journal Mail Official
bchs@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No. 1, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, , Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Community Health Sevice Journal
ISSN : -     EISSN : 28076621     DOI : https://doi.org/10.35334/neotyce.v1i1
Borneo Community Health Sevice Journal, yang merupakan jurnal multidisiplin bidang kesehatan yang berfokus pada hasil karya pengabdian masyarakat dibidang kesehatan yang meliputi : Keperawatan, kebidanan, kedokteran, kesehatan masyarakat, psikologi, gizi dan bidang kesehatan yang lain.
Articles 133 Documents
EDUKASI BIRTH PLAN UNTUK MENGOPTIMALKAN KESEJAHTERAAN IBU DAN BAYI DI SELUMIT PANTAI, KOTA TARAKAN Yulianti, Ika; Jalilah, Nurul Hidayatun; Padlilah, Rahmi; Safitri, Cut Wilda; Nuranita, Nuranita
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5508

Abstract

Hasil survei tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai perencanaan dalam persalinan 15 orang ibu berpengetahuan rendah (45%), dan tidak mengetahuai persiapan persalinan seperti pendamping, biaya, mental, support keluarga sebanyak 12 orang (20%). Melalui persiapan emosional dan intelektual serta dukungan keluarga, ibu hamil dapat lebih mempersiapkan kehamilan dan kelahirannya. Upaya peningkatan pengetahuan terjadi melalui pemberian pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan atau dengan memberikan informasi melalui berbagai media dan teknologi. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada ibu hamil, suami serta keluarga terkait pentingnya birth plan atau perencanaan dalam persalinan. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Kebidanan Universitas Borneo Tarakan dan kadar dalam mengumpulkan para ibu hamil yang tinggal di Selumit Pantai Kota Tarakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 2 April 2024. Tahapan dimulai dengan penjelasan mengenai birth plan, kemudian dilakukan sharing session Bersama ibu hamil oleh mahasiswa Kebidanan Universitas Borneo Tarakan.
EDUKASI PERSONAL HYGIENE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR KELAS 6 DI MI NEGERI 1 BANYUMAS Rohmah, Afifa Tur; Wirakhmi, Ikit Netra; Safitri, Maya
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5804

Abstract

AbstractVarious diseases are caused by poor personal hygiene with possible infections of the skin, respiratory tract, and digestive tract organs including diarrhea (56.73%), fever with or without cough (54.81%), worms (45.19%), lice (40.38%), scabies (39.42%), toothache (9.62%). These diseases can be found for example environmental hygiene and personal hygiene. Personal hygiene problems in children take second place in health problem statistics. Health education is an experience in providing material and learning that can affect every habit, attitude and also knowledge related to the health of oneself and the community. The media used are banners, videos, and powerpoints using lecture, discussion, and demonstration methods. The output of this PkM is a community service journal. The results of Community Service Activities that have been carried out by the author know the level of knowledge of personal hygiene education in 6th grade students at MI Negeri 1 Banyumas before and after personal hygiene education. Before the majority of knowledge education was in the sufficient category 74.1%, and the number before the majority of skill education was in the sufficient category 59.3%. After personal hygiene education, the majority of the knowledge level was in the moderate category 51.9%, and the good category 76.5%, from skill education. Providing education in this PkM activity can increase the level of knowledge and skills. Keywords: Personal Hygiene, School Children, Boarding School, Education
AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEBUGARAN LANSIA PROLANIS FLAMBOYAN Wahyudi, Donny Tri; Octamelia, Mega; Gusriani, Gusriani
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6599

Abstract

TRANSFORMASI MENUJU DESA KELAPIS UNGGUL (UPAYA CEGAH STUNTING DAN WUJUDKAN KELAPIS RAMAH LINGKUNGAN) Gusriani, Gusriani; Umami, Nurrahmi; Wahida, Wahida; Dominggus, Dominggus; Nafsiah, Nur
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6688

Abstract

Desa Kelapis, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, menghadapi dua tantangan utama yang berdampak pada kesehatan masyarakat, yaitu tingginya angka stunting dan rendahnya kesadaran serta keterampilan pengelolaan sampah rumah tangga. Kondisi lingkungan yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan risiko infeksi dan memperburuk status gizi anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pola asuh dan gizi, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat, serta membekali warga dengan keterampilan pengolahan sampah organik skala rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, mahasiswa KKN, serta masyarakat Desa Kelapis. Program ini terdiri dari tiga strategi utama: edukasi pola asuh dan gizi seimbang, kampanye PHBS, dan pelatihan pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu balita sebesar 35% serta 85% peserta pelatihan berhasil mempraktikkan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah. Peningkatan ini menunjukkan ketercapaian yang melampaui target awal yang ditetapkan. Kesimpulannya, pendekatan intervensi yang terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis komunitas terbukti efektif dalam pencegahan stunting dan perbaikan kualitas lingkungan. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan desa yang layak direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa
PENGUATAN KETAHANAN MENTAL MASYARAKAT DI DAERAH WISATA PESISIR MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY-BASED STRESS MANAGEMENT Nugraha, M Akbar; Handayani, Fitriya; Hasriana, Hasriana; Hidaya, Nurman
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6454

Abstract

Memperkuat kesehatan mental dalam masyarakat pesisir merupakan bagian penting untuk meningkatkan ketahanan masyarakat. Daerah pesisir sering kali menghadapi berbagai macam pemicu stres, termasuk dampak perubahan iklim, kerentanan ekonomi, dan keterbatasan akses ke sumber daya kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola stress. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari melakukan sesi mengutarakan perasaan dan masalah yang dihadapi saat berada di daerah wisata dan pesisir. Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan menggali pengetahuan masyarakat terkait manajemen stress yang dilakukan. Kegiatan selanjutnya yaitu pemaparan materi tentang pengelolaan stres dan dilanjutkan dengan simulasi atau praktik pengelolaan stres yaitu relaksasi napas dalam, dan relaksasi otot progresif. Terdapat peningkatan kemampuan masyarakat setelah dilakukan edukasi dan simulasi. Penguatan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata pesisir melalui pendekatan community-based stress management meningkatkan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata dan pesisir pulau Derawan.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aplikasi INZTING Melalui Pendekatan ABCD untuk Mendukung Pencapaian SDGs 3 Ernawati, Ernawati; Arafah, Salmah; Dewiyanti, Dewiyanti; Sadli, Adi; Oktaviana, Dina; Sumarmi, Sumarmi; Risnah, Risnah; Harmawati, Harmawati; Patmawati, Patmawati
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6721

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, yang mengakibatkan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Permasalahan ini menjadi isu penting karena berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi INZTING (Ikhtiar MenZerokan Stunting) berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini menyasar dua kelompok utama, yaitu 23 ibu yang memiliki anak stunting dan 28 anggota kelompok dasawisma. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif dengan bantuan aplikasi digital. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan, di mana pemahaman ibu mengenai stunting naik dari 52% menjadi 90%, sedangkan pemahaman kelompok dasawisma terkait penggunaan aplikasi INZTING meningkat dari 40% menjadi 95%. Materi yang berhasil dipahami antara lain pedoman gizi seimbang, tanda dan faktor penyebab stunting, serta dampak jangka panjangnya. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Pallantikang..
PEMBENTUKAN GROUP ANTENATAL CARE (G-ANC) MENUJU KEHAMILAN YANG SEHAT DAN AMAN DENGAN BEBAS ANEMIA Yusrah Taqiyah; Fatma Jama; Andi Masnilawati
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6151

Abstract

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Puskesmas Parangloe tahun 2022 masih berada diangka 25 per 1000 kelahiran hidup. Cakupan Kunjungan Kehamilan di Puskesmas Parangloe, selama tiga tahun mengalami fluktuasi dan belum dapat mencapai target nasional 95%. Group Antenatalcare (G-ANC) merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka berkelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader ibu hamil tentang pemeriksaan fisik ibu hamil, lab sederhana (hb dan glukosa), perawatan bayi dan manajemen laktasi. Metode yang di gunakan dalam pelatihan ini dengan cara diskusi tanya jawab dan demonstrasi mengenai cara pijat bayi dan perawatan payudara. Diharapkan dengan berlangsungnya pengabdian ini Masyarakat yang ada di Desa Parangloe dapat meningkatkan derajat kesehatannya terutama pada ibu hamil. Hasil pengabdian ini berupa pembentukan Group Antenatal Care (G-ANC), penyuluhan tentang anemia, pemeriksaan fisik ibu hamil, pemantauan ibu hamil melalui group ANC, dan pelatihan pijat bayi serta perawatan payudara. Luaran dari kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan khususnya pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya anemia.
PENGUATAN KETAHANAN MENTAL MASYARAKAT DI DAERAH WISATA PESISIR MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY-BASED STRESS MANAGEMENT M Akbar Nugraha; Fitriya Handayani; Hasriana Hasriana; Nurman Hidaya
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6454

Abstract

Memperkuat kesehatan mental dalam masyarakat pesisir merupakan bagian penting untuk meningkatkan ketahanan masyarakat. Daerah pesisir sering kali menghadapi berbagai macam pemicu stres, termasuk dampak perubahan iklim, kerentanan ekonomi, dan keterbatasan akses ke sumber daya kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola stress. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari melakukan sesi mengutarakan perasaan dan masalah yang dihadapi saat berada di daerah wisata dan pesisir. Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan menggali pengetahuan masyarakat terkait manajemen stress yang dilakukan. Kegiatan selanjutnya yaitu pemaparan materi tentang pengelolaan stres dan dilanjutkan dengan simulasi atau praktik pengelolaan stres yaitu relaksasi napas dalam, dan relaksasi otot progresif. Terdapat peningkatan kemampuan masyarakat setelah dilakukan edukasi dan simulasi. Penguatan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata pesisir melalui pendekatan community-based stress management meningkatkan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata dan pesisir pulau Derawan.
Sosialisasi Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Gerakan Bersih Pantai Daerah Pesisir Gusni Fitri; Andi Yuniarsy Hartika; Sulidah Sulidah; Ana Damayanti
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6693

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur–jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi, termasuk juga dalam hal ini masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir adalah masyarakat yang hidup dan bertempat tinggal di wilayah perairan yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan memiliki karakteristik tertentu. Salah satu yang jadi permasalahan di daerah pesisir khususnya pantai wisatawan adalah terjadinya penumpukan sampah disekitar pantai yang mengakibatkan tercemarnya lingkungan. masih banyaknya sampah disekitar pinggir pantah daerah pesisir khsusunya derawan menjadi perhatian sehingga focus pada pengabdian ini adalah bagaimana penanganan agar tidak terjadinya penumpukan sampah yang berakibat buruk pada lingkungan, maka dengan memberdayakan masyarakat untuk membentu perilaku hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi PHBS dan gerakan bersih Pantai. Respon warga pantai derawan dari kegiatan sosialisasi Menurut warga, pemerintah setampat juga perlu berperan dalam pengelolan sampah, sudah ada agenda rutin setiap minggu untuk membersihkan sampah, warga sadar bahwa kebersihan pantai akan ikut berdampak pada Kesehatan mereka.
Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon) Dewiyanti Dewiyanti; Ernawati Ernawati; Adam Badwi; Alwi Alwi; Patmawati Patmawati; Sumarmi Sumarmi; Salmah Arafah; Kamriana Kamriana
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6722

Abstract

Salah satu konsep penting dalam rantai kelangsungan hidup pasien stroke adalah deteksi dini stroke sebagai metode early warning sign. Deteksi dini prehospital yang tepat memengaruhi tingkat perawatan stroke yang diperlukan. Sangat penting untuk mewaspadai stroke dengan cepat karena sebagian besar (95%) gejala awal stroke terjadi di luar rumah atau di rumah sakit. Penatalaksanaan ideal terjadi selama periode emas 3-6 jam setelah pasien stroke pertama kali ditemukan. Risiko cacat permanen meningkat jika mendapatkan perawatan medis lebih dari 12 jam setelah stroke.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengetahuan tentang deteksi dini stroke serta keterampilan manajemen kegawatdaruratan prahospital pasien stroke untuk mengurangi angka kematian dan kecacatan sebelum pasien dibawa ke rumah sakit. Metode mengukur pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah dilakukan Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon). Hasil kegiatan dari 40 responden yaitu pengetahuan kurang pre-test 27 (67,5%) dan post-test menurun menjadi 9 (22,5%). Sedangkan   pengetahuan baik mengalami peningkatan pre-test 13 (32,5%) dan post-test 31 (77,5%). Keterampilan pre-test dan post-test dengan total responden 40. Pre-test keterampilan  kurang 25 (62,5%) dan post-test menurun menjadi 7 (17,5%). Sedangkan   keterampilan baik mengalami peningkatan pre-test 15 (37,5%) dan post-test 40 (82,5%). Kesimpulan terdapat perubahan tingkat pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah dilakukan Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon).