cover
Contact Name
LPPM STIFAR
Contact Email
mfi_stifar@yahoo.com
Phone
+6224-6706147
Journal Mail Official
mfi_stifar@yahoo.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang Jl. Sarwo Edhi Wibowo KM 1 Plamongansari, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Farmasi Indonesia
ISSN : 19788495     EISSN : 26551462     DOI : https://doi.org/10.53359/mfi.v17i1
Media Farmasi Indonesia publishes original article in the all scopes of Pharmaceutical Science such as Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Chemical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Management Pharmacy, Alternative Medicines.
Articles 197 Documents
Potensi Ekstrak Etanol Daun Kelor sebagai Antiinflamasi, Penetapan Kadar Flavanoid Total : Potensi Ekstrak Etanol Daun Kelor sebagai Antiinflamasi, Penetapan Kadar Flavanoid Total Wulan, Hesti; Pirnama Widagdo, Dian; Aulia, Citra
Media Farmasi Indonesia Vol. 16 No. 2 (2021): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.992 KB) | DOI: 10.53359/mfi.v16i2.186

Abstract

Inflamasi merupakan salah satu respon fisiologis tubuh, yang dapat berasal dari infeksi mikroba, tekanan fisik maupun kimia. Obat antiinflamasi banyak yang memiliki efek samping, sehingga perlu dicari alternative antiinflamasi. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang mudah dijumpai dan sudah dimanfaatkan untuk terapi herbal. Daun kelor mengandung flavonoid yaitu kuercetin, tannin dan saponin. Kuercetin dapat menghambat enzim COX-2 sehingga dapat menurunkan edema. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kadar flavonoid total dan daya antiinflamasi ekstrak etanol daun kelor. Metode yang dipakai untuk penentuan kadar flavonoid total menggunakan reaksi komplek dengan AlCl3 dibaca pada panjang gelombang 434 dan OT 15 menit, memakai baku pembanding kuercetin, sedangkan uji daya antiinflamasi menggunakan hewan uji mencit putih jantan, senyawa penginduksi karagenin 1% melalui subplantar, kontrol positif Na diklofenak dosis 5,6 mg/KgBB mencit dan kelompok perlakuan menggunakan dosis 35mg/KgBB,70 mg/KgBB dan 140 mg/KgBB mencit. Hasil penetapan kadar flavonoid didapat hasil rata-rata 8,33mg/100gr dan dosis efektif ekstrak etanol daun kelor yang setara dengan Na Diklofenak adalah dosis 35mg/KgBB mencit
Gambaran Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan Obat di Apotek Area Boyolali Choirin Nisa, Triya; Nazar, Ahlul; Siska Wardani, Tatiana; Tribudi, Alif; Elmaya, Yuni; Agus Santoso, Aris Prio
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.449 KB) | DOI: 10.53359/mfi.v17i1.187

Abstract

Apotek adalah tempat tertentu, tempat pekerjaan kefarmasian pendistribusian obat, dan perbekalan kesehatan lainnya kepada warga. Tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian merupakan salah satu pendukung perkembangan apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pelanggan terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek daerah Boyolali. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif non eksperimental. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung terhadap pelanggan apotek dengan memberikan kuesioner kepada responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan Responden yang memenuhi kriteria inklusi penelitian didominasi oleh perempuan (72%), rentang usia 20-22 tahun (44%). Petugas Apotek memberikan informasi tentang efek samping obat dengan gap (- 0.12) dan tingkat kesesuaian (96.3%) dimensi reability merupakan dimensi yang paling memerlukan perbaikan karena tingkat kesesuaiannya terendah diantara yang lain yaitu (98.1%) dengan nilai kesenjagan (-0.06). Obat yang dijual di Apotek lengkap dan mutunya terjamin, Apotek memiliki ruang tunggu yang bersih dan nyaman, petugas Apotek memberikan pelayanan yang ramah dan petugas Apotek bersedia melayani konsultasi konsumen. Penelitian ini, menunjukkan sebagian besar pengunjung di Apotek area Boyolali memiliki persepsi yang baik terhadap pelayanan informasi obat Apotek.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Obatdi Apotek Kinan Farma Mojosongo Periode November-Desember Tahun 2021 Destiyani; Nisa, Nisa Amallia; Zaila M.A, Tiara; Agus Santoso, Aris Prio
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.854 KB) | DOI: 10.53359/mfi.v17i1.189

Abstract

Pharmaceutical service is a form of professionalism in the health sector which is the responsibility of a health professional, especially pharmacists. A pharmacy is a pharmaceutical service facility where the pharmacy is one of the places for a pharmacist to practice pharmacy. Rapid developments have occurred in pharmacies where there is a new pharmacy paradigm, namely from drug oriented (drug service) to patient oriented (patient service) which refers to pharmaceutical care (pharmaceutical care). The benefits of this study are expected to determine the level of patient satisfaction with service quality and can provide health information to patients in order to improve the quality of drug services at the Kinan Farma Pharmacy. This research is an observational study, where the data is taken using a questionnaire based on the inclusion criteria that have been set. The results showed that the picture of Kinan Farma's pharmacy satisfaction was highest in the dimension of reliability (reliability) with a percentage of 92.3%. Based on the average dimension of satisfaction that was processed, the results obtained a percentage of 87% which indicates a very satisfied category.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Beberapa Apotek di Samarinda Yunita, Bestari; Imtinan Ma’aly, Desy; Saputra Pakiding, Djaya; Aprilia Utama, Yoanda; Siska Wardani, Tatiana; Prio Agus Santoso, Aris
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.627 KB) | DOI: 10.53359/mfi.v17i1.193

Abstract

Kepuasan pasien merupakan suatu hal yang abstrak dan hasilnya sangat bervariasi karena pada dasarnya sangat tergantung kepada masing-masing persepsi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan pada beberapa apotek di Samarinda. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif yaitu berdasarkan skala likert. Dengan mengukur indikator pertanyaan responsiveness, reliability, assurance, empathy, dan tangible. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung terhadap pasien dengan memberikan kuisioner kepada responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukan presentase sebesar 94,04% pada dimensi dengan klasifikasi sangat puas, dimensi ketanggapan sebesar 92,5% dengan klasifikasi sangat puas, dimensi keyakinan sebesar 95,9% dengan klasifikasi sangat puas, dimensi empati sebesar 95% dengan klasifikasi sangat puas, dimensi penampilan sebesar 93,12% dengan klasifikasi sangat puas. Penelitian ini menunjukan bahwa pengunjung di beberapa apotek samarinda merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan.
Formulasi dan Evaluasi Serum Anti-Aging Hesperetin dalam Sistem NLC (Nanostructured Lipid Carriers) dengan Metode Emulsifikasi-Sonikasi Nurrohim, Suci; Harjanti, Reslely; Dewi Purnamasari, Nur Aini
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.802 KB) | DOI: 10.53359/mfi.v17i1.195

Abstract

Hesperetin adalah antioksidan alami dengan kelarutan yang rendah dalam air (273 mg/L) yang menyebabkan bioavailabilitasnya rendah. Hesperetin dibuat dalam bentuk NLC untuk meningkatkan kelarutannya dan diformulasi menjadi sediaan serum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasi NLC hesperetin ke dalam bentuk sediaan serum dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik dan mengetahui formula terbaik serum NLC hesperetin. NLC hesperetin dibuat dengan metode emulsifikasi-sonikasi menggunakan gliseril monostearat, isopropyl miristat dan tween 80 perbandingan (6:2:4) kemudian dikarakterisasi meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial dan efisiensi penjerapan. Serum NLC hesperetin dibuat dengan variasi xanthan gum 0,3%; 0,6% dan 1,2%. Kemudian dievaluasi mutu fisik, stabilitas penyimpanan, penetapan nilai SPF secara in vitro, dan uji aktivitas antioksidan metode DPPH. Data dianalisis menggunakan one way ANOVA, paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan NLC hesperetin memiliki karakterisasi yang baik. Serum NLC hesperetin mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Formula terbaik serum NLC hesperetin adalah formula dengan konsentrasi xanthan gum 0,3% yang menghasilkan nilai SPF 50,97 dan IC50125,35 ppm.
Optimasi Formula Krim Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Dengan Emulgator Span 80 Dan Tween 80 Diyah Ayu Wulandari; Putra Mahardika, Muladi; Siska Wardani, Tatina
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.127 KB) | DOI: 10.53359/mfi.v17i1.197

Abstract

Moringa plant (Moringa Oleifera Lamk) contains various free radical inhibitory molecules, such as phenolic compounds (phenolic acids, flavonoids, quinones, coumarins, lignans, stilbenes, tannins), nitrogen compounds (alkaloids, amines, betalains), vitamins, terpenoids (including carotenoids). ), and several other endogenous metabolites rich in antioxidant activity. When span 80 and tween 80 are mixed in a suitable composition and in their manufacture the aqueous phase is dispersed into the oil, span 80 and tween 80 will be arranged alternately at the interface of the oil phase and water phase forming a monolayer that surrounds the droplets so as to produce good emulsifying properties. and form a stable O/A type emulsion. In this study, concentration variations were carried out to see the optimum formula for the ethanol extract of Moringa leaf cream with a mixture of span 80 and tween 80 to see the best physical properties. The cream was made in 5 formulas with variations of span 80 and tween 80 using the Simplex Lattice Design method with the parameters of adhesion, dispersion, pH, viscosity, and protective power. Data that were normally distributed were followed by One Sample T-test, one sample with 95% confidence level. The optimum formula is found in a concentration ratio of span 80: tween 80 (0:1) with a desirability value obtained that is 0.986.
Pengaruh Konsentrasi Gelling Agent dan Ratio Fase Minyak Dan Surfaktan Terhadap Formulasi Gel Mikroemulsi Ketoprofen : Ramadhani, Untia Kartika Sari; Nanda Saifullah Sulaiman, Teuku; Hernawan Nugroho, Bambang
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v17i2.200

Abstract

Ketoprofen adalah obat golongan anti inflamasi non steroid yang dibuat dalam gel mikroemulsi untuk meminimalkan efek samping gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelling agent Natrium karboksimetilselulosa (Na CMC) dan rasio fase minyak Isopropil Miristat (IPM) dengan surfaktan (tween 80 dan span 80) terhadap sifat dan stabilitas fisik gel mikroemulsi ketoprofen. Gel mikroemulsi ketoprofen dibuat menjadi mikroemulsi ketoprofen yang kemudian ditambahkan gelling agent NaCMC dengan perbandingan rasio fase IPM : Surfaktan (Tween 80 dan Span 80) / NaCMC yaitu FI (1:5/3%), FII (2:5/3%), FIII (1:5/3,5%), FIV (2:5/3,5%). Gel mikroemulsi ketoprofen disimpan pada suhu 4°C, 25°C, 40°C selama 4 minggu dengan parameter sifat dan stabilitas fisik yang diuji setiap minggunya yaitu uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Uji ukuran globul dilakukan sebelum dan sesudah penambahan NaCMC pada mikroemulsi ketoprofen. Penetapan kadar gel mikroemulsi ketoprofen ditetapkan dengan spektrofotometri UV-Vis. Variasi rasio fase minyak isopropil miristat : surfaktan (tween 80 dan span 80) dan konsentrasi Na CMC mempengaruhi sifat fisik dan stabilitas fisik gel mikroemulsi ketoprofen yang terlihat dari organoleptis, homogenitas dan viskositas gel mikroemulsi ketoprofen selama 4 minggu penyimpanan di suhu 4°C,25°C,40°C. Gel mikroemulsi ketoprofen stabil secara fisik ketika disimpan pada suhu 25°C.
Uji Aktivitas Antijamur Sediaan Obat Kumur Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa L.) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Ramonah, Dewi; Dwi Pratiwi, Ayu
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v17i2.201

Abstract

Kandidiasis merupakan infeksi jamur yang paling sering terjadi pada manusia yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Jamur ini merupakan flora normal yang paling sering ditemukan di rongga mulut, kulit, saluran pencernaan, saluran reproduksi. Pencegahan kandidiasis didalam mulut dapat dicegah menggunakan obat kumur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa sediaan obat kumur ekstrak daun srikaya (Annona squamosa L.) konsentrasi 1%, 5% dan 10% mempunyai daya antijamur terhadap Candida albicans. Ekstrak daun srikaya diekstraksi dengan metode remaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dilakukan uji bebas etanol dan dilanjutkan dengan skrining fitokimia serta uji Kromatografi Lapis Tipis. Pengujian aktivitas antijamur ditandai dengan adanya zona bening disekitar sumuran yang akan diukur diameternya menggunakan jangka sorong. Hasil uji karakteristik fisik sediaan obat kumur ekstrak daun srikaya telah memenuhi persyaratan uji fisik pada uji pH dan uji viskositas. Hasil diameter zona bening pada pengujian antijamur sediaan obat kumur konsentrasi 1%, 5%, 10% dan kontrol positif didapatkan rerata berturut – turut sebesar 3,610±0,1547 mm; 7,550±0,1322 mm; 9,460±0,1596 mm; dan 12,335±0,1353 mm. Uji satistika menunjukkan bahwa hasil berdistribusi normal dan homogen. Uji anava satu jalan menunjukkan hasil diameter zona bening semua konsentrasi dan kontrol positif terdapat perbedaan yang signifikan.
Pengaruh Formulasi Spray Gel Minyak Nilam (Patchouli Oil) Dengan Basis Hidrokarbon Dan Absorbsi Terhadap Sifat Fisik Sediaan Junvidya Heroweti; Nurlaili Fitriani; Danang Novianto Wibowo
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v17i2.202

Abstract

Minyak Nilam (Patchouli oil) menunjukkan beberapa aktivitas farmakologi salah satunya yaitu sifat antibakteri. Kandungan minyak atsiri pada daun nilam mengandung patchouli alcohol sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi minyak nilam (Patchouli oil) dengan basis hidrokarbon dan basis absorpsi terhadap karakteristik fisik sediaan spray gel. Salep dibuat menggunakan metode peleburan dengan variasi konsentrasi minyak nilam F1 5%, FII 7,5%, dan FIII 10% sebagai zat aktif dengan basis yang berbeda. Salep dilakukan uji sifat fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar. Hasil uji organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif, sedangkan hasil pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat dianalisis secara statistik dengan regresi linier, untuk melihat pengaruh variasi konsentrasi minyak nilam (Patchouli oil) dengan basis hidrokarbon dan basis absorpsi terhadap karakteristik fisik sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep minyak nilam dengan basis hidrokarbon memiliki warna putih tulang sedangkan pada basis absorpsi memiliki warna kuning muda. Salep dengan basis hidrokarbon dan absorpsi memiliki bau khas minyak nilam, bentuk semi padat dan tercampur secara homogen. Salep minyak nilam dengan basis hidrokarbon dan absorpsi berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan salep. Kenaikan konsentrasi minyak nilam dapat menurunkan viskositas dan daya lekat, tetapi menaikkan daya sebar dan pH sediaan.
Uji Aktivitas Penurunan Kadar Kolesterol Fraksi Etil Asetat Dan Senyawa Kuersetin Hasil Kltp Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) In Vitro Barry Anggoro, Aloysius; Rizki, Nabila Ilmia; Sulistyowati, Etty
Media Farmasi Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v17i2.204

Abstract

Kolesterol merupakan unsur penting yang diperlukan tubuh, namun jika kadarnya tinggi dapat memicu penyakit hiperkolesterolemia. Kolesterol yang berlebih dapat diobati secara tradisional dengan kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil identifikasi gugus fungsi senyawa kuersetin dari hasil KLTP kulit jeruk nipis menggunakan spektrofotometer FTIR, mengetahui konsentrasi optimal dan mengetahui adanya perbedaan aktivitas penurunan kadar kolesterol antara fraksi etil asetat dan senyawa kuersetin hasil KLTP kulit jeruk nipis secara in vitro. Metode ekstraksi yang digunakan adalah remaserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak kental difraksinasi dengan etil asetat. Uji kualitatif meliputi skrining fitokimia dan uji KLT. Pemisahan senyawa kuersetin dengan metode Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP). Analisis kualitatif gugus fungsi senyawa kuersetin hasil KLTP menggunakan spektrofotometer FTIR. Analisis kuantitatif aktivitas penurunan kadar kolesterol menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Zak. Dibuat deret konsentrasi 100, 150, 200, 250, 300, 350, dan 400 ppm dengan panjang gelombang 481,2 nm. Hasil analisis spektrum FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O-H, C=O, C=C aromatik, C-O, C-O-C dan C-H aromatik yang sesuai dengan struktur kuersetin. Konsentrasi optimal pada fraksi etil asetat dan senyawa kuersetin hasil KLTP yaitu 300 ppm dengan menghasilkan rata-rata penurunan sebesar 53,70% dan 68,14%. Pada uji statistika memiliki nilai signifikasi 0,000<0,05 menunjukkan adanya perbedaan aktivitas penurunan kadar kolesterol antara fraksi etil asetat dan senyawa kuersetin hasil KLTP kulit jeruk nipis secara in vitro. ABSTRACT Cholesterol is an important element that the body needs, but in high levels, cholesterol can trigger hypercholesterolemia. Excess cholesterol can be treated traditionally with lime peel (Citrus aurantifolia Swingle). The purpose of this study is to determine the result of identification of functional groups of quercetin compounds from lime peel PTLC results using FTIR spectrophotometer, determine the optimal concentration and determine differences in cholesterol lowering activity between the ethyl acetate fraction and quercetin compounds from lime peel PTLC results in vitro. Remaceration with 70% ethanol as a solvent was used as the extraction method. The viscous extract was fractionated with ethyl acetate. Qualitative test were using phytochemical screening and TLC test. Quercetin compound was separated by the Preparative Thin Layer Chromatography (PTLC) method. Qualitative analysis of functional groups of quercetin compounds from PTLC was using FTIR spectrophotometer. Quantitative analysis of cholesterol lowering activity using UV-Vis spectrophotometer with Zak method. Concentration series of 100, 150, 200, 250, 300, 350, and 400 ppm were made with a wavelength of 481,2 nm. The result of the FTIR spectrum analysis showed the presence of functional groups O-H, C=O, C=C aromatics, C-O, C-O-C and C-H aromatics that matched the structure of quercetin. The optimal concentration of the ethyl acetate fraction and quercetin compound from PTLC results was 300 ppm with an average decrease of 53,70% and 68,14% respectively. The statistical test has a significance values of 0,000 < 0,05 indicating that there is a difference in cholesterol level reduction activity between the ethyl acetate fraction and the quercetin compound from lime peel PTLC results in vitro.