cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 28288424     EISSN : 2828819X     DOI : https://doi.org/10.55784/jompaabdi
JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat menerbitkan artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bidang untuk membantu dosen, guru, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan keilmuan, inovasi, maupun kesejahteraan. Terbit tiap bulan Maret, Juni, September dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 330 Documents
Pemanfaatan Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Lilin Aromatherapi Untuk Melatih Biointerprenuership Siswa SMAN 1 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Herditiya Herditiya; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Mustika Sari; Novi Nurmayanti; Tesa Manisa
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.866

Abstract

SMA Negeri 1 Sungai Kakap terletak di Kabupaten Kubu Raya. SMA Negeri 1 Sungai Sungai Kakap telah menjalankan proses pendidikan dan pengajaran dengan baik. Namun, dalam pembelajaran terutama di mata pelajaran IPA, belum optimal memanfaatkan potensi limbah rumah tangga sekitar sebagai sumber belajar. Guru belum mampu merancang sebuah pembelajaran yang dapat meningkatkan kewirausahaan siswa sehingga siswa belum mengetahui pentingnya untuk belajar tentang kewirausahaan. Salah satu bahan tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan kembali adalah minyak jelantah, yaitu minyak bekas menggoreng yang bisa didapat dari limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga berupa minyak jelantah tersebut dapat diolah mejadi lilin aromatherapi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar khususnya menumbuhkan minat belajar kewirausahaan bagi siswa. Pembuatan lilin aromatherapi untuk melatih biointerprenuership siswa merupakan salah satu cara untuk memberikan pengalaman tentang kewirausahaan secara langsung kepada siswa di sekolah. Pengalaman-pengalaman tentang kewirausahaan perlu dilatih sedini mungkin terutama di lingkungan sekolah sehingga kedepannya siswa dapat membuka peluang usaha yang kreatif dan inovatif dalam pengolahan minyak jelantah untuk meningkatkan ekonomi dan kesadaran kebersihan, kesehatan lingkungan dan bahaya pengunaan minyak goreng secara berulang. Kegiatan yang dilakukan dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan di hari pertama yakni pemberian materi mengenai dasar pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Hari kedua yakni praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah beserta evaluasi kegiatan dengan pemberian angket kepada peserta. Hasil yang diperoleh berupa lilin aromaterapi dengan berbagai bentuk, aroma, serta warna yang menarik. Hasil analisis angket menunjukkan jika kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dengan perolehan skor sebesar 3,6.
Diseminasi Pakan Ikan Lele Dan Pengolahannya Serta Optimalisasi Produk Pertanian Mohammad Dullah; Muhammad Sholeh; Nurfa Anisa; Juli Rahaju
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.880

Abstract

Kelompok Timur Lesti Maju merupakan mitra pertama yang masih menjual hasil panen ikan bentuk segar belum ada diversifikasi produk serta pakan ikannya masih membeli sehingga biaya budi daya tidak ekonomis.  Sedangkan Gapoktan Gemah Ripah yang anggotanya dari kelompok tani  mempunyai penurunan produktivitas dikarenakan masih menggunakan pupuk kimiawi yang harganya mahal sehingga tidak sesuai dengan dosis pemupukan dan belum menggunakan pupuk organik yang relatif murah.  Sedangkan UMKM IMA Tahu masih menggunakan peralatan perebusan tahu konvensional dan belum memiliki saran pengolahan limbah cair industri tahu dan pemasarannya masih konvensional. Mitra berlokasi di Desa Pagedangan Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Permasalahan 1) Kelompok Timur Lesti Maju hasil panen ikan masih dijual secara langsung dalam kondisi segar, belum ada diversifikasi produk karena belum diterapkannya teknologi yang mendukung, , 2) Gapoktan Gemah Ripah Belum adanya teknologi tepat guna pembuatan pupuk organik serta mesin perajang sampah hasil panen seperti padi dll, 3) Ima Tahu belum adanya sarana pengolahan limbah cair industri tahu untuk menuju energi terbarukan, peralatan untuk penyerapan panas dan asap dari cerobong asap, belum adanya alat pengemasan otomatis dan penimbangan digital. Solusinya adalah penerapan teknologi Tepat Guna (TTG) pada masing-masing Mitra yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Metode yang diterapkan adalah yang pertama adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan TTG, pendampingan dan Monitoring serta evaluasi. Target luarannya adalah tercapatnya seluruh TTG pada mitra dan dapat digunakan secara maksimal sehingga mendapatkan manfaat dari Teknologi tersebut.
Peningkatan Keterampilan Meliponikultur Bagi Generasi Milenial Melalui Praktik Pengelolaan Lebah Kelulut Di Desa Padang Panjang Kabupaten Banjar Anang Kadarsah; Aminuddin Prahatama Putra; Heri Budi Santoso
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.881

Abstract

Kombinasi pengetahuan, praktik lapangan, dan dukungan peternak diperlukan untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan koloni dan penyediaan pakan Lebah kelulut berkelanjutan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan pengelolaan koloni Lebah kelulut Heterotrigona itama melalui pemilihan lokasi budidaya bagi peternak Lebah Madu Rafasya dan generasi milenial di Desa Padang Panjang Kabupaten Banjar. Kegiatan ini meliputi pemilhan lokasi meliponikultur dan pengelolaan koloni lebah kelulut. Peserta sebanyak 14 orang generasi milenial dan 2 orang anggota peternak. Hasil kegiatan menunjukkan hutan di Bukit Bandangan dan Kebun Karet dipilih sebagai lokasi meliponikultur oleh peternak lebah madu Rafasya.  Praktik pengelolaan koloni Lebah kelulut dilakukan melalui donor koloni dan menjaga kebersihan koloni pada meliponikultur di Kebun Karet. Partisipan terbanyak berasal dari Banjarbaru (47%), kemudian Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tabalong sebanyak 13%.  Implikasi menunjukkan 71% peserta meningkat pengetahuannya terkait meliponikulutur di Desa Padang Panjang.
Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Dengan Pelatihan Pelatih SDIDTK dan PMBA Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Provinsi Lampung Yulia Novika Juherman
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.887

Abstract

Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan yang terampil dalam melakukan pelayanan SDIDTK dan konseling tumbuh kembang dan pemberian makan balita dan anak prasekolah di masyarakat dan fasilitas Kesehatan. Kegiatan pelatihan pelatih (ToT) SDIDTK dan Pemberian Makan Balita dan Anak Prasekolah (PMBA) ini diikuti oleh 60 orang perwakilan tenaga kesahatan (bidan dan nutrisionis) di layanan primer dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.  Metode pembelajaran bervariasi meliputi ceramah, small group discussion, demonstrasi, simulasi, dan roleplay serta project-based learning. Pelatihan dilakukan secara intensif dimana 1 orang fasilitator membimbing 5 tenaga Kesehatan dalam small group discussion. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan yang dilihat dari rata-rata nilai pretest sebesar 47,0 meningkat menjadi 81,2 pada hasil posttest dengan nilai minimal 80 dan maksimal 92 poin. Selain itu, seluruh peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam melakukan layanan SDIDTK dan konseling tumbuh kembang balita dan anak prasekolah dengan rata-rata nilai 90 poin. Seluruh peserta menyatakan bahwa materi ini penting dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Selanjutnya, seluruh tenaga Kesehatan terlatih akan melakukan pelatihan kader di seluruh wilayah kerja puskesmas masing-masing agar dapat melakukan layanan SDIDTK dan konseling tumbuh kembang di masyarakat sebagai bentuk pencegahan masalah gizi dan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah.
Penguatan Kompetensi Guru Di Kabupaten Bima Dalam Menyusun Program Sekolah Nurfahurrahmah Nurfahurrahmah; Ferawati Ferawati; Erni Suryani
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.910

Abstract

Mengingat jumlah guru di kabupaten Bima yang sangat banyak dalam setiap jenjang pendidikan mulai dari TK,SD, SMP dan SMK/SMA,serta potensi, bakat dan minat guru untuk dikembangkan tentunya penguatan kompetensi guru menjadi solusi terbaik dalam memajukan pendidikan di kabupaten Bima, salah satunya melalui program-program yang dapat dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah baik ekstrakulikuler, kokurikuler maupun intrakulikuler. Kegiatan ini tentunya turut mendukung implementasi kurikulum merdeka belajar dalam mewujudkan profil pelajar pancasila (P5). Dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi : (a) kompetensi pedagogik; (b) kompetensi kepribadian); (c) kompetensi sosial; dan (d) kompetensi professional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan penguatan kompetensi guru di Kabupaten Bima dalam menyusun program sekolah sehingga terarah.  Kegiatan ini juga menghasilkan informasi penting bagi para praktisi dan mengambil kebijakan untuk dipertimbagkan dalam upaya mereka meningkatkan mutu pendidikan. Metode pelaksanaan dalam bentuk lokakarya yang didalam terdapat kegiatan pembimbingan dan pelatihan pada guru penggerak Kabupaten Bima, Teknik pengumpulan data melalui guru diberikan kesempatan untuk menyusun program sekolah baik dalam bentuk kegiatan ekstrakulikuler, kokurikuler maupun intrakulikuler kemudian dipresentasikan di depan peserta lainnya untuk mendapatkan penguatan maupun perbaikan. Teknik analisis data dilihat dari kemampuan guru dalam menyusun program dan relevansinya program dengan kondisi sekolah.
Edukasi Seks Anak Usia Dini Di SDN Inpres Simpasai Lambu Ida Waluyati; Arifuddin Arifuddin; Nurnazmi Nurnazmi
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.911

Abstract

Edukasi tentang seks penting diberikan untuk anak sejak dini. Pendidikan seks diberikan sebagai pemahaman dasar pada anak mengenai seks sejak awal mereka mengenal orang lain, hingga mengenal karakteristik laki-laki dan perempuan secara baik untuk melindungi dirinya secara prefentif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal pada 3 (tiga) Sekolah Dasar di Desa Simpasai Kecamatan Lambu bahwa kemampuan anak mengenal pendidikan seks masih dalam kategori rendah, pemahaman orang tua tentang cara pemberian edukasi seks pada anak masih kurang, minimnya metode dan media pembelajaran mengakibatkan kurangnya inovasi baru dalam mengenalkan pendidikan seks dengan memperhatikan tahapan perkembangan anak. Metode edukasi seks usia dini ini dilakukan melalui teknik bercerita, diskusi, tanya jawab, permainan, pemberian doorprize, serta bernyanyi. Kegiatan ini dilakukan dengan komunikasi yang sederhana dan penuh kenyamanan sehingga anak tidak terkesan menggurui dan menegangkan. Nilai-nilai edukasi seks dibalut dalam untaian nyanyian dan sajian gambar yang memudahkan anak  dalam memahami hal tersebut. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah para siswa mampu memahami cara melindungi dirinya dari kejahatan seksual, memahami terkait ciri pertumbuhan yang terjadi pada masa pubersitas, mengenal bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dilihat oleh orang lain, serta bijak menggunakan gadget. Oleh karena itu, pihak sekolah harus tetap melakukan edukasi seks yang kontinyu pada seluruh siswa dengan metode-metode dan media yang menyenangkan.
Sosialisasi Pencegahan Dan Percepatan Penurunan Angka Stunting Di Desa Tanjung Anom Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus Roza Mulyani; Mindo Lupiana
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.917

Abstract

Stunting merupakan masalah pada pertumbuhan anak, anak yang mengalami stunting dikarenakan tidak terpenuhinya nutrisi selama masa kehamilan Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019, prevelensi stunting di Indonesia mencapai 27,7%. Artinya, sekitar 1 dari 4 anak balita (lebih dari 8 juta anak) di Indonesia mengalami stunting. sampai 24 bulan setelah lahir. Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dengan cara ceramah dan tanya jawab mengenai stunting kepada Ibu hamil dan ibu balita yang berjumlah 30 orang. Hasil yang didapatkan semua peserta sosialisasi stunting meningkat pengetahuan dan kesadaran mengenai stunting, terbentuk komitmen dan dukungan pihak pemerintah desa dalam upaya pencegahan stunting. Diharapkan kegiatan serupa yaitu penyuluhan gizi rutin dilaksanakan oleh kader posyandu. Perlunya dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas kader terutama dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan MP-ASI Berbahan Pangan Lokal.
Sosialisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Terhadap Generasi Z di Era Digital Nuorma Wahyuni; Dila Seltika Canta; Adi Hermawansyah; Erlin Setyaningsih; Hasrullah Hasrullah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.926

Abstract

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang merupakan ideologi negara, Pancasila merupakan ideologi terbuka, dimana nilai – nilai Pancasila selalu berinteraksi dengan perkembangan zaman. Bagi generasi Z saat ini yang merupakan generasi yang selalu terhubung dengan kecanggihan teknologi terlebih di era digital, nilai nilai Pancasila mulai memudar pada diri mereka, oleh karena itu perlu ditanamkan kembali penguatan karakter generasi Pancasila. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini  adalah sosialisasi deskripsi dan interpretasi, dimana setelah mendeskripsikan materi dilanjutkan dengan menginterpretasikan hasil materi yang ada. Tujuan pelaksanaan pengabdian sosialisasi ini adalah mendukung program Pendidikan yaitu Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan sasaran adalah para generasi Z. Dengan sosialisasi ini diharapkan para generasi Z dalam menggunakan internet di era digital ini tidak melenceng dari nilai – nilai profil Pancasila.
Pendampingan Masyarakat Dalam Memahami Rambu-Rambu Lalu Lintas Untuk Keselamatan Berkendara Di Dusun Bandan Kelurahan Sendangsari Kapanewon Minggir Kabupaten Sleman Veronica Diana Anis Anggorowati
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.935

Abstract

Belakangan ini banyak sekali pengguna jalan perempuan yang terlibat kedalam kejadian kecelakaan di jalan raya. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan pemahaman mereka mengenai arti setiap rambu-rambu lalu lintas yang ada. Diantaranya adalah ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Padukuhan Bandan, Kelurahan Sendangsari, Kapenawon Minggir, Kabupaten Sleman. 80% ibu-ibu PKK merupakan ibu rumah tangga yang produktif dan sering menggunakan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi sehari-hari. Oleh karena itu perlunya pemberian bekal ilmu pengetahuan tentang pemahaman rambu-rambu lalu lintas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemateri melakukan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pemahaman rambu-rambu lalu lintas kepada kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) padukuhan Bandan. Pemateri melakukan penyuluhan yang diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test guna mengetahui sejauh mana para ibu PKK Dusun Bandan memahami rambu-rambu lalu lintas dan seberapa besar potensi peningkatanya ketika belum diberi penyuluhan dan sesudah diberi penyuluhan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan penyuluhan ini sesuai harapan pemateri yaitu 77% dari ibu PKK Bandan sangat memahami tentang jenis-jenis dan fungsi rambu lalu lintas bagi keselamatan.
Pelatihan Public Speaking Kepada Generasi Baru Indonesia Balikpapan Untuk Siap Menyongsong IKN Surya Puspita Sari; Mega Silfiani; Diana Nurlaily; Akbar Taufik Amrullah; Ferdy Novri
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.954

Abstract

Pengembangan public speaking bagi generasi muda saat ini sudah menjadi kebutuhan. Apalagi dalam era digitalisasi saat ini, tentunya menjadi kewajiban generasi muda atau pemuda untuk berkontribusi melalui penguasaan public speaking. Pengembangan public speaking bagi generasi muda, akan menjadi modal besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara, tak terkecuali di Kota Balikpapan Provinsi Kaltim. Gempita pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur jelas membawa harapan. Perubahan kemajuan, perbaikan ekonomi seolah tampak di depan mata dan menjanjikan kemakmuran bagi masyarakat lokal. Namun, muncul kekhawatiran,  sumber daya manusia (SDM) lokal bisa tergeser karena tak mampu bersaing.Generasi Baru Indonesia (GenBI) ialah sebuah komunitas yang terdiri dari beberapa kumpulan mahasiswa dari berbagai universitas pada sebuah wilayah yang terpilih dan menang sebagai penerima beasiswa Bank Indonesia. GenBI menjadikan kaum muda Indonesia sebagai generasi yang kompeten dalam berbagai bidang keilmuan serta dapat membawa perubahan positif dan menjadi inspirasi bagi bangsa dan negara. Sehingga GenBI Indonesia merupakan SDM yang penting dalam pembangunan Kalimantan Timur khususnya Kota Balikpapan dalam menyongsong IKN. Karena GenBI Balikpapan sudah memiliki modal dasar yaitu kemampuan akademik yang baik sehingga pelatihan public speaking ini diharapkan mampu menyempurnakan masing-masing individu sehingga siap berkompetisi dengan SDM luar Kalimantan Timur agar nantinya bisa menempati posisi strategis baik di lembaga pemerintah maupun swasta di IKN dan wilayah penyangganya.