cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 368 Documents
Pembinaan karakter nasionalisme melalui pembiasaan menyanyikan lagu kebangsaan pra pembelajaran di SMPN 2 Megaluh Kabupaten Jombang Meylina Tria Ambarwati; Yuniastuti Yuniastuti; Desinta Dwi Rapita
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.47 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p160-172

Abstract

This study is based on the eroding sense of nationalism that is increasingly fading among the younger generation that makes the planting of nationalism values in the world of education is now beginning to be improved. This study aims to know the development of nationalism character, supporting factors, obstacles experienced, and how to overcome the obstacles experienced in the application of nationalism character building through habituation singing the pre-learning national anthem. This study uses qualitative approach with descriptive research type. The data sources used in this study are primary and secondary data sources. The data collection techniques in this study used non-participant observations, interviews, and documentation. Data analysis in this study was conducted by data collection. reduction of data, presentation of data, and withdrawal of conclusions. The implementation of singing the national anthem of Indonesia Raya to foster the character of nationalism in students at SMP Negeri 2 Megaluh is in accordance with Permendikbud No.21 Year 2015 on the Rules of The First Day of School Admission. The supporting factor in the development of nationalism character through habituation to sing the pre-learning national anthem at SMP Negeri 2 Megaluh is the existence of adequate facilities. The obstacles owned by SMP Negeri 2 Megaluh in carrying out the policy of singing the national anthem of Indonesia Raya to foster the character of nationalism in students are the lack of seriousness of students, speakers that do not function properly, and the lack of strict sanctions. The efforts that will be made in overcoming the obstacles of fostering the character of nationalism through habituation to sing the pre-learning national anthem at SMP Negeri 2 Megaluh are to reward, buy some new speakers, and give a reprimand to teachers who are less assertive. Kajian ini didasarkan atas terkikisnya rasa nasionalisme yang semakin lama semakin memudar dikalangan generasi muda yang membuat penanaman nilai-nilai nasionalisme dalam dunia pendidikan sekarang ini mulai ditingkatkan. Pendidikan karakter nasionalisme menjadi langkah efektif untuk membangun rasa semangat nasionalisme para generasi muda. Kajian ini bertujuan mengetahui pembinaan karakter nasionalisme, faktor pendukung, kendala yang dialami, dan cara mengatasi kendala yang dialami dalam penerapan pembinaan karakter nasionalisme melalui pembiasaan menyanyikan lagu kebangsaan pra pembelajaran. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data pada kajian ini menggunakan observasi non partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam kajian ini dilakukan dengan pengumpulan data. reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk menumbuhkan karakter nasionalisme dalam diri peserta didik di SMP Negeri 2 Megaluh sudah sesuai dengan Permendikbud No.21 Tahun 2015 tentang Aturan Hari Pertama Masuk Sekolah. Faktor pendukung dalam pembinaan karakter nasionalisme melalui pembiasaan menyanyikan lagu kebangsaan pra pembelajaran di SMP Negeri 2 Megaluh adalah dengan adanya fasilitas yang sudah memadai. Kendala yang dimiliki oleh SMP Negeri 2 Megaluh dalam melaksanakan kebijakan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk menumbuhkan karakter nasionalisme dalam diri peserta didik adalah kurangnya kesungguhan siswa, speaker yang tidak berfungsi dengan baik, dan kurangnya sanksi tegas. Upaya yang akan dilakukan dalam mengatasi kendala pembinaan karakter nasionalisme melalui pembiasaan menyanyikan lagu kebangsaan pra pembelajaran di SMP Negeri 2 Megaluh adalah memberikan reward, membeli beberapa speaker baru, dan memberikan teguran kepada guru yang kurang tegas.
Konstruksi sosial: Aktivitas belajar siswa SMP Negeri 10 Malang korban school bullying pada kelas VII Nelly Isroy Camelya; I Nyoman Ruja; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.77 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p173-181

Abstract

This study aims to describe the characteristics of students victims of school bullying grade VII, (2) forms of school bullying, (3) social construction causes school bullying, (4) learning activities of students victims of school bullying, (5) social construction of teachers in providing social intervention and construction to school bullying. The research was conducted at SMP Negeri 10 Malang using qualitative approach with case study type research. The results showed that: first, victims of bullying in grade VII are different from students in general both physically and academically, victims of bullying have hurt their feelings and do not have many friends. Second, this form of bullying consists of physical, verbal, mental/psychological and electronic. Third, acts of bullying cannot be released from social construction because perpetrators, spectators and teachers justify bullying occurring because of the victim's fault. Fourth, bullying can make victims have learning difficulties. Fifth, the intervention taken by the teacher is to provide material about bullying, make the classroom atmosphere comfortable and make a picture about the prohibition of bully. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai: (1) karakteristik siswa korban school bullying kelas VII, (2) bentuk-bentuk school bullying, (3) konstruksi sosial penyebab school bullying, (4) aktivitas belajar siswa korban school bullying, (5) konstruksi sosial guru dalam memberikan intervensi dan konstruksi sosial terhadap school bullying. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 10 Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, korban bullying di kelas VII berbeda dengan siswa pada umumnya baik secara fisik maupun akademik, korban bullying pernah menyakiti perasaan temannya dan tidak memiliki teman yang banyak. Kedua, bentuk bullying terdiri dari fisik, verbal, mental/psikologis dan elektronik. Ketiga, tindakan bullying tidak dapat dilepaskan dari konstruksi sosial karena pelaku, penonton dan guru membenarkan bullying terjadi karena kesalahan korban. Keempat, bullying dapat membuat korban mengalami kesulitan belajar. Kelima, tindakan intervensi yang dilakukan guru adalah memberikan materi mengenai bullying, membuat suasana kelas nyaman dan membuat gambar tentang larangan mem-bully.
Menumbuhkan nasionalisme di kalangan remaja kelompok seni musik Patrol Perkusi Bendho Agung di Desa Gadungsari Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang Dini Dwi Dista Ramadina; Rosyid Al Atok; Didik Sukriono
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.768 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p182-193

Abstract

This study aims to describe how to grow an attitude of nationalism, the appearance of nationalism, obstacles in developing nationalism, and those efforts are made to overcome obstacles to developing nationalism among youths Bendho Agung Percussion Patrol Music Art Group. This study uses a qualitative approach with descriptive research type. Data collection was carried out by means of observation, interviews, and documentation study. Data analysis using interactive analysis. Checking the validity of the data using triangulation techniques. how to grow an attitude of nationalism among adolescents with doing various activities includes of dancing traditional dances and playing traditional percussion patrol instruments such as kenong, saron, tambourine, drums, plastic drum, iron drum, gong and all members should to memorize the national song and folk songs. The appearance of nationalism is that the members t-shirts have nuances or patterns of batik and it doesn’t have feeling inferior or inferiority when playing traditional musical instruments and dancing traditional dances. The develeoping nationalism among youths is also inseparable from the obstacles when realizing nationalism among youths Bendho Agung Percussion Patrol Music Art Group, these obstacles are the include the time clashes between school time and the time of the event and the lack of dance costumes of Bendho Agung Percussion Patrol Music Art Group. In overcoming these obstacles the Bendho Agung Percussion Patrol Music Art Group makes efforts to overcome them by giving permission to schools and borrow or rent dance costumes in an art studio Turen. Kajian ini bertujuan mendiskripsikan cara menumbuhkan nasionalisme, bentuk perwujudan nasionalisme, kendala yang dihadapi dalam menerapkan nasionalisme, dan solusi dalam menghadapi kendala penerapan nasionalisme di kalangan remaja Kelompok Seni Musik Patrol Perkusi Bendho Agung. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Cara menumbuhkan sikap nasionalisme di kalangan remaja diantaranya melalui kegiatan menari tari tradisional, bermain alat musik tradisional patrol perkusi seperti kenong, dig dug, saron, rebana, kendang, drum plastik, drum besi, gong dan mewajibkan seluruh anggota untuk hafal lagu nasional dan lagu-lagu daerah. Bentuk perwujudan nasionalisme diantaranya kaos anggota ada nuansa atau corak batik dan tidak ada rasa minder atau rendah diri ketika bermain alat musik tradisional dan menari tarian tradisional. Dalam menumbuhkan nasionalisme di kalangan remaja tidak lepas dari kendala-kendala yang muncul saat mewujudkan nasionalme di kalangan renaja Kelompok Seni Musik Patrol Perkusi Bendho Agung, kendala tersebut yaitu waktu yang bentrok antara waktu sekolah dengan waktu event dan kurangnya kostum tari yang dimiliki Kelompok Seni Musik Patrol Perkusi Bendho Agung. Dalam mengatasi kendala-kendala tersebut, Kelompok Seni Musik Patrol Perkusi Bendho Agung melakukan upaya-upaya dalam mengatasinya dengan cara memberian surat izin ke sekolah dan meminjam atau menyewa kostum tari di sanggar seni Turen.
Analisis teori kritis Jurgen Habermas: Agama dan kehidupan modern mahasiswa ibu kota Jakarta Adinda Novalia R Putri; Luhung Achmad Perguna
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.717 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p194-203

Abstract

Ibu Kota Indonesia, Jakarta, menjadi tempat strategis bagi arus globalisasi untuk membuka keran selebar-lebarnya. Globalisasi yang menjadikan budaya barat sebagai acuan gaya hidup ini kemudian melahirkan modernisasi. Modernisasi merupakan sebuah wujud transformasi kondisi yang sebelumnya kurang maju, menjadi berkembang ke sebuah kemajuan yang lebih baik. Segala pusat kehidupan cenderung didominasi pada kota Jakarta. Modernisasi yang terus memaparkan pengaruhnya ini kemudian memberi dampak kepada masyarakatnya juga, seperti berkembangnya paham hedonisme dan individualisme yang bertentanngan dengan ajaran agama. Agama sendiri merupakan sarana media penghubung antara manusia dan Tuhan. Kehidupan modern yang dijalani oleh mahasiswa di Jakarta ini mau tidak mau akan berdampak kepada cara atau pemahaman seseorang pada suatu hal termasuk agama. Setiap orang memiliki perspektif tersendiri akan suatu hal. Cara pandang mahasiswa dalam memandang partik agamanya pun sangat bervariasi dan memiliki latar belakangnya sendiri. Dalam penelitian ini banyak ditemukan jawaban dan temuan unik mengenai agama di dalam kehidupan mahasiswa Jakarta ini, serta pendapatnya mengenai agama di tengah-tengah kehidupan modern.
Tokoh agama dalam penyebaran hoax di whatsapp group (ditinjau dengan teori dominasi Max Weber) Atma Mubarok; Ahmad Arif Widianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.142 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p204-213

Abstract

Saat ini, media sosial semakin masif penggunaanya di dunia atau bahkan di Indonesia. Sayangnya, peningkatan penggunaan internet dan media sosial juga diiringi dengan kenaikan penyebaran hoax di media sosial. Salah satu media sosial yang paling sering dijadikan penyebaran informasi hoax adalah WhatsApp group. Sehingga setiap pengguna dapat langsung mengirimkan pesan yang diterima tanpa melakukan crosschek terlebih dahulu. Lebih parah, tokoh agama ikut menjadi penyumbang kenaikan angka penyebaran informasi hoax. Seorang tokoh agama layaknya pemimpin bagi umatnya, sehingga apapun yang dilakukan oleh pemimpinnya, sedikit banyak akan mempengaruhi masyarakat yang ada. Dalam masyarakat desa, seorang tokoh agama dianggap suci dan sangat dihormati termasuk semua anggota keluarganya. Max Weber menjelaskan beberapa konsep mengenai kepemimpinan yang diuraikan dalam teori dominasi. Diantaranya adalah kepemimpinan tradisional dan karismatik yang kerap dijumpai di masyarakat pedesaan. Tanggung jawab untuk menjadi contoh dan panutan bagi sekitar mereka, menuntut mereka untuk selalu berusaha berperilaku sesusai norma. Sayangnya, hal itu belum bisa diimbangi dengan kemampuan mencerna informasi dari media sosial.
Persepsi kepercayaan dan orientasi mahasiswa dalam pemanfaatan belanja daring Anugrah Mahirah Al Kharisma; Ananda Nur Azahra; Davin Wahyu Widodo; Mifta Huljannah; Kiki Amelia Sari; Rita Arsyantie; Ananda Dwitha Yuniar
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.322 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p214-218

Abstract

In the increasingly rapid development of science and technology, it is inseparable from several problems, especially the misuse of technology in everyday life, such as cyber crime or crimes committed in cyberspace. This article aims to determine the trust of 2019 FIS UM students in the practice of buying and selling online. This article uses the concept of dramaturgy which explains how humans live their lives by acting and considers that the universe is actually a stage as a place to play for the people. In this concept, it focuses on how the behavior patterns that occur in an individual are tied to how existing actions are in society. This article uses a descriptive qualitative method with the research subjects being students of the State University of Malang class 2019. The results of this article indicate that students of the State University of Malang have done online shopping and some of them have positive and negative perceptions about online shopping activities. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, tidak terlepas dari beberapa permasalahan terutama penyalahgunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, seperti cyber crime atau kejahatan yang dilakukan di dunia maya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan mahasiswa FIS UM angkatan 2019 pada praktek jual beli secara online. Artikel ini menggunakan Konsep dramaturgi yang menjelaskan tentang bagaimana manusia menjalankan kehidupan mereka dengan bersandiwara dan menganggap bahwa sebenarnya jagat raya ini adalah sebuah panggung sebagai tempat untuk bersandiwara bagi para masyarakat. pada konsep ini, menitikberatkan tentang bagaimana pola perilaku yang terjadi pada suatu individu terikat dari bagaimana tindakan yang ada pada masyarakat. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitiannyaadalah mahasiswa Universitas Negeri Malang angkatan 2019. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Negeri Malang pernah melakukan belanja secara online dan beberapa diantaranya memiliki persepsi positif dan negatif mengenai kegiatan belanja secara online.
Barikan sebagai warisan kearifan lokal dan pemersatu keberagaman agama di Dusun Bororejo, Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar Amelia Susanto Putri; Eggi Alvado Da Meisa; Fira Fajria; Isnaini Diah Masitoh; Latifa Nur Rohmah; Okvani Umikasari; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.125 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p219-226

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai macam suku, agama, budaya, bahasa, dan ras. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pulau yang terdapat di Indonesia, dengan adanya keberanekaragaman tersebut membuat masyarakat dituntut untuk mengembangkan sikap toleransi antar-sesama. Toleransi dalam kehidupan keberagaman sangat diperlukan, terutama dalam pergaulan hidup antara umat beragama yang didasarkan pada setiap agama menjadi sebuah tanggung jawab bagi setiap pemeluknya dan memiliki bentuk ibadah (ritual), memiliki sebuah tata cara yang ditaklifkan (dibebankan). Objek dari penelitian ini adalah penanaman sikap toleransi antar umat beragama yang terdapat di Dusun Bororejo Desa Dadaplangu beserta makna yang terkandung dalam setiap elemen acara. Sedangkan subjek yang menjadi subjek adalah seluruh warga Dusun Bororejo. Untuk memperoleh data penelitian ini, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan latarbelakang agama yang berbeda, serta penanaman sikap toleransi yang dilakukan antar setiap individunya menjadikan setiap warganya memahami mengenai makna dari sebuah perbedaan, yang menyadarkan bahwa negara Indonesia memiliki beberapa agama yang sudah diakui oleh pemerintah dan kita harus menghormati antar sesama agama.
Kesultanan Banjar: Peranan dalam persebaran Islam di Kalimantan (abad XVI M - XIX M) Alfrida Dyah Miranti; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.196 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p227-237

Abstract

Several theories and hypotheses suggest that Islam entered the archipelago around the VII century AD or XIII AD. Thus, the entry of Islam led to the emergence of Islamic kingdoms or often known as the Sultanate. In Kalimantan, there is an Islamic kingdom, namely the Banjar Sultanate. The Demak Sultanate influenced the process of developing Islam in the Banjar Sultanate. After getting the influence of Islam, the Banjar Sultanate government made efforts to Islamize several areas where the people were not yet Muslim with the help of local scholars. Since the arrival of the scholars in Kalimantan, the process of spreading Islam began to develop rapidly. On this basis, the purpose of the preparation of this article is to determine the process of Islamization in the Banjar Sultanate from the XVI M to XIX M centuries. The methods used are historical and qualitative methods, namely in the form of Library Research. This article contains about the condition of Banjar before the entry of Islam, the process of spreading Islam, and the ulama who played a role in the process of spreading Islam in the Banjar Sultanate. Beberapa teori dan hipotesa yang menganggap bahwa Islam memasuki wilayah Nusantara sekitar abad ke VII M atau XIII M. Sehingga, masuknya Islam menyebabkan munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Islam atau yang sering dikenal dengan Kesultanan. Di Kalimantan terdapat kerajaan Islam yaitu Kesultanan Banjar. Proses perkembangan agama Islam di Kesultanan Banjar dipengaruhi oleh Kesultanan Demak. Setelah mendapatkan pengaruh Islam maka pemerintah Kesultanan Banjar melakukan upaya Islamisasi dibeberapa wilayah yang masyarakatnya belum beragama Islam dengan dibantu oleh ulama setempat. Sejak kedatangan para ulama di Kalimantan, proses penyebaran agama Islam mulai berkembang pesat. Atas dasar tersebut maka tujuan dari penyusunan artikel ini adalah untuk mengetahui proses Islamisasi pada Kesultanan Banjar dari abad XVI M hingga XIX M. Metode yang digunakan adalah metode history dan kualitatif yaitu berupa Library Research. Artikel ini berisikan tentang kondisi Banjar sebelum masuknya Islam, proses penyebaran agama Islam, dan ulama yang berperan dalam proses penyebaran agama Islam di Kesultanan Banjar.
Efektivitas latihan kepemimpinan Pancasila online bagi mahasiswa baru jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang Wulandari Wulandari; Margono Margono; Sudirman Sudirman
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.365 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p238-248

Abstract

This research aims to describe the purpose, implementation and effectiveness of the online Pancasila leadership training for new students majoring in HKn in the midst of the Covid-19 pandemic. This research uses a qualitative approach with a descriptive qualitative type. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results showed that there were four main objectives, namely (a) introducing new students to the HKn department to be more interested and proud, (b) making new students enthusiastic about getting to know the world of lectures through habituating academic culture even in the midst of a pandemic, (c) forming character values. The value of Pancasila and applying it in college life, (d) fostering a sense of solidarity among new students majoring in Hkn, the implementation of online LKP was held for two days on 24 and 25 October 2020 in the Doctoral Workroom A9.109 FIS and in the department's laboratory through the application Zoom. The committee and lecturers provide material in the room that has been provided and the LKP participants take part in a series of activities from their respective homes using laptops. Online LKP has been quite effective in being implemented in the midst of a pandemic. Penelitian ini bertujuan untuk Mendiskripsikan tujuan, pelaksanaan dan efektivitas Latihan kepemimpinan Pancasila online bagi mahasiswa baru jurusan HKn di tengah pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat tujuan utama yaitu (a) mengenalkan mahasiswa baru terhadap jurusan HKn agar lebih tertarik dan bangga, (b) menjadikan mahasiswa baru semangat dalam mengenal dunia perkuliahan melalui pembiasaan kultur akademik meski di tengah pandemi, (c) membentuk karakter nilai-nilai Pancasila dan menerapkan dalam kehidupan perguruan tinggi, (d) menumbuhkan rasa solidaritas antar mahasiswa baru jurusan Hkn, pelaksanaan LKP online dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2020 di ruang Kerja Doktor A9.109 FIS dan di laboratorium jurusan melalui aplikasi Zoom. Panitia dan dosen memberikan materi di ruangan yang telah disediakan tersebut dan peserta LKP mengikuti rangkaian kegiatan dari rumah masing-masing menggunakan laptop. LKP online sudah cukup efektif dilaksanakan di tengah pandemi.
Pendidikan remaja putri di mata orang tua studi kasus Desa Wonosunyo Kabupaten Pasuruan Ardhana Karina Reswari; Siti Malikhah Towaf; Agus Purnomo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.43 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p249-255

Abstract

The purpose of this study was to analyze the vision of parents of young women in Wonosunyo Village, Gempol Subdistrict, Pasuruan Regency. This study uses a qualitative approach with a type of descriptive research. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. There are three data collection techniques in the study, namely interviews, observation, and documentation. The conclusion of this study is that education is an insignificant thing when parents and children agree that the most important thing is to work and move on. Parents who cannot finance their children's education due to low income. Low income is felt not to be able to afford school fees, pocket money, to provide transport money. The desire to escape poverty is to marry off his child. Marrying their children at an early age is a family's desire that must be realized to fulfill a better and better life expectancy. The desire to benefit from marrying her child at an early age is the hope of every parent. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis visi orang tua remaja putri Desa Wonosunyo Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Pendekatan kualittatif dengan jenis penelitian deskriptif digunakan untuk mencapai tujuan penelitianini. Sumber data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini berkesimpilan bahwa pendidikan menjadi suatu hal yang tidak penting ketika orang tua dan anak menyepakati yang terpenting adalah bekerja dan melanjutkan hidup. Orang tua yang tidak dapat membiayai pendidikan anaknya karena pendapatan yang rendah. Pendapatan yang rendah dirasa tidak akan mampu untuk membiayai sekolah, uang jajan, hingga memberikan uang transport. Keinginan untuk lepas dari jeratan kemiskinan adalah dengan menikahkan anaknya. Menikahkan anaknya di usia dini adalah keinginan keluarga yang harus diwujudkan untuk memenuhi harapan hidup yang lebih baik dan layak. Keinginan mendapat keuntungan dari menikahkan anaknya di usia dini adalah harapan setiap orang tua.

Page 3 of 37 | Total Record : 368