cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 368 Documents
Pengaruh model discovery learning berbantuan lembar kegiatan siswa (LKS) terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gondanglegi Filia Rani Artanti; Dwiyono Hari Utomo; Alfi Sahrina
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.538 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p350-360

Abstract

Model Discovery Learning dipilih dalam penelitian ini karena beberapa alasan. Alasan tersebut diantaranya: (1) Discovery Learning sesuai dengan kurikulum 2013, (2) Discovery Learning memiliki kegiatan pengalaman langsung dan memotivasi siswa untuk memecahkan masalah, serta (3) Discovery Learning melatih kemampuan berpikir analitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning Berbantuan LKS terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gondanglegi. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain posttest only control grup design. Penelitian ini menggunakan dua kelas sebagai subjek penelitian yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model Discovery Learning berbantuan LKS dan kelas kontrol diberikan perlakukan dengan pembelajaran konvensional. Pemilihan subjek penelitian tersebut menggunakan purposive sampling yang memiliki nilai rata-rata ulangan harian yang hampir sama. Instrumen yang digunakan yaitu soal essay kemampuan berpikir analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa pada kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan model Discovery Learning memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi (82,00) dibandingkan dengan kelas kontrol yang diberikan permbelajaran konvensional (75,59). Hasil analisis uji-T mendapatkan nilai signifikansi 0,003 atau <0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa (H0) ditolak dan (H1) diterima, sehingga model pembelajaran Discovery Learning berbantuan lembar kegiatan siswa (LKS) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gondanglegi.
Pengaruh compulsive gaming terhadap learning outcome siswa SMPN 1 Porong Mokhammad Ilham Fuady; Siti Malikhah Towaf; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.866 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p361-367

Abstract

This study aims to describe (1) the background of SMPN 1 Porong students playing clash of clans games, (2) the characteristics of clash of clans game players at SMPN 1 Porong, (3) the impact of clash of clans game on students' learning outcomes at SMPN 1 Porong. The research was conducted at SMPN 1 Porong Subdistrict Porong Sidoarjo which was designed using qualitative approach with descriptive research type. The results of this study are: (1) students playing clash of clans games due to the influence of friends, loneliness and supportive facilities; (2) The characteristics of clash of clans players at SMPN 1 Porong are male, have free time, players are economically well-off students; (3) The influence of clash of clans game addiction on the learning outcomes of SMPN 1 Porong students is that students become easily lost concentration so that their learning outcomes are less satisfactory, with average learning outcomes (80) and slightly above average (82). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) latar belakang siswa SMPN 1 Porong bermain game clash of clans, (2) karakteristik pemain game clash of clans di SMPN 1 Porong, (3) dampak game clash of clans terhadap hasil belajar siswa di SMPN 1 Porong. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Porong Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo yang dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) siswa bermain game clash of clans dikarenakan pengaruh teman, kesepian dan fasilitas yang mendukung; (2) Karakteristik pemain game clash of clans di SMPN 1 Porong adalah laki-laki, memiliki waktu luang, pemain merupakan siswa yang berkecukupan dalam segi ekonomi; (3) pengaruh kecanduan game clash of clans terhadap hasil belajar siswa SMPN 1 Porong adalah siswa menjadi mudah hilang konsentrasi sehingga hasil belajar mereka kurang memuaskan, dengan hasil belajar rata-rata (80) dan sedikit di atas rata-rata (82).
Strategi Diponegoro dalam menggerakkan semangat jihad masyarakat Islam di Jawa Nukman Nukman; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.969 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p368-378

Abstract

One of the wars that was enough to make the Netherlands Indies Government change its war strategy and tactics to deal with resistance in Java, the Diponegoro War or often known as the Java War. This war involved almost all of the Land of Java, especially Central Java and East Java. The Participation of many Javanese people can’t be separated from the role of Prince Diponegoro in winning the hegemony over the Javanese people, especially people who embrance Islam resulting in a war within five years. The method used in this research is library research. The result of this research is that prince Diponegoro conveyed his ideas, ideas and knowledge to the public through the Islamic community, especially from the students, to call for the spirit of Jihad fi Sabilillah. The war banner he carried was also based on Islamic laws and wanted to establish an Islamic state (Balad al Islam). Salah satu perang yang cukup membuat pemerintah Hindia Belanda merubah strategi dan taktik untuk menghadapi perlawanan di Jawa, Perang Diponegoro atau sering dikenal dengan Perang Jawa. Perang ini melibatkan hampir seluruh Tanah Jawa terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ikut andilnya masyarakat Jawa yang banyak tidak lepas dari peran Pangeran Diponegoro dalam memenangkan Hegemoni atas masyarakat Jawa, terutama masyarakat yang memeluk agama Islam sehingga mengakibatkan perang dalam kurun waktu lima tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research. Hasil dari penelitian ini adalah pangeran Diponegoro menyampaikan sebuah gagasan, ide dan pengetahuannya kepada masyarakat melalui komunitas Islam, terutama dari kalangan santri untuk menyerukan semangat Jihad fi Sabilillah. Panji perang yang diusungnya pun juga berlandaskan pada hukum-hukum Islam dan ingin mendirikann suatu negara Islam (Balad al Islam).
Solidaritas umat beragama dalam melestarikan kegiatan Belimbur pada Upacara Erau adat Kutai Kartanegara Putri Ayu Ananda; Ahmad Arif Widianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.081 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p379-387

Abstract

The Erau ceremony is one of the traditional Kutai Kartanegara ceremonies that are sacred and highly respected by the Tenggarong people. In the Erau Ceremony, there are various processes and activities in it, from establishing ayu to Belimbur. Belimbur is an activity that implies purifying oneself by watering fellow communities using mahakam river water. This study focuses on the attitudes of the Tenggarong community in dealing with a group of people who do not follow the rules during Belimbur as well as the ways of the community in preserving Belimbur activities. Because it makes people restless and afraid to take part in Belimbur events. With the aim of informing the public about the involvement of a religion and tradition which will then form a religious harmony in maintaining the Belimbur tradition in the Erau ceremony. The method used in this research is qualitative to explain the process of Belimbur activities, the form of commotion and the solidarity of the religious community in preserving Belimbur activities studied with Emile Durkheim's solidarity theory. This social solidarity which is formed in the community of religious communities in preserving the activities of Belimbur is fulfilled by the element of belief and understanding of the meaning contained in Belimbur activities and the purpose of carrying out Belimbur. Here the Sultan or Prince Mahkota as a charismatic traditional leader certainly has rules that need to be followed by his community. Upacara Erau adalah salah satu upacara adat Kutai Kartanegara yang sakral dan sangat dihormati oleh masyarakat Tenggarong. Dalam Upacara Erau terdapat rangakain proses dan kegiatan didalamnya mulai dari mendirikan ayu hingga Belimbur. Belimbur adalah salah satu kegiatan yang mengandung makna mensucikan diri dengan menyiram sesama masyarakat dengan menggunakan air sungai mahakam. Penelitian ini berfokus pada sikap masyarakat Tenggarong dalam mengghadapi sekelompok oknum yang tidak mengikuti aturan saat Belimbur serta cara masyarakat dalam melestarikan kegiatan Belimbur. Karena membuat masyarakat resah dan takut untuk mengikuti acara Belimbur. Dengan tujuan menginformasikan kepada masyaraat tentang keterlibatan sebuah agama dan tradisi yang kemudian akan membentuk sebuah kerukunan umat beragama dalam menjaga tradisi Belimbur dalam upacara Erau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif untuk menjelaskan tentang proses kegiatan Belimbur, betuk keributan serta solidaritas masyarakat umat beragama dalam melestarikan kegiatan Belimbur yang dikaji dengan teori solidaritas Emile Durkheim. Solidaritas sosial ini yang terebtuk pada masyarakat umat beragama dalam melestarikan kegaiatan Belimbur dipenagurhi oleh adanya unsur kepecayaan dan paham mengenai makna yang terkandung dalam kegitan Belimbur dan tujuan dari di laksanakannya Belimbur. Disini Sultan atau Putera Mahkota sebagai pemimpin adat yang berkharisma tentu memiliki aturan-aturan yang perlu dikuti oleh mayarakatnya.
Model problem based learning dengan geospatial information: Implementasi dalam pembelajaran Geografi dengan untuk kemampuan spatial thinking Yuni Kartika Sita Dewi; Budi Handoyo; Purwanto Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.855 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p388-398

Abstract

Berpikir spasial lekat dengan geografi karena salah satu pendekatan geografi merupakan pendekatan keruangan (spasial). Kemampuan berpikir spasial menjadi penting karena setiap fenomena geografi yang dikaji mencakup suatu ruang yang mempengaruhi ruang lainnya. Kegiatan pembelajaran yang dapat membangun kemampuan berpikir spasial yaitu menggunakan model Problem Based Learning menggunakan informasi geospasial sebagai media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based learning menggunakan informasi geospasial terhadap kemampuan berpikir spasial siswa kelas X IIS di SMAN Bandarkedungmulyo Jombang. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu pretest postest. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa soal essaisebanyak 8 butir untuk mengukur kemampuan berpikir spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning menggunakan media informasi geospasial berpengaruh terhadap kemampuan berpikir spasial.
Dampak adanya pandemi bagi Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) L. R. Madhani; K. A. Sari; D. K. Rahmawati; Desy Santi Rozakiyah
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.26 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p399-407

Abstract

Covid-19 spreads so fast and has various impacts in society, one of which is in the world of formal education. The existence of a pandemic has resulted in learning to be carried out over a long distance network. This also has an impact on non-formal education such as the Tutoring Institution. LBB is an example of a non-formal education institution that guides students in academic lessons by adjusting their needs. The author tries to find the impact of a pandemic on LBB, what is felt by LBB and parents and students. This study aims to see the impact of the Pandemic Tutoring Institution, both formal and informal. This type of research is qualitative research using cognitive learning theory. Technique informants using purposive sampling technique. Sources of data used are interviews, observations, and literature studies. The results of the study explained that it would be healthy if LBB was kept open by implementing the Covid-19 health protocol, dividing students into several groups, and still maximizing courageous learning. The result of the research is that LBB must remain open because face-to-face learning is still needed by students who still need direct guidance such as kindergarten, elementary, and junior high school students/equivalent. Covid-19 menyebar begitu cepat dan menimbulkan berbagai dampak di masyarakat, salah satunya pada dunia pendidikan formal. Adanya pandemi mengakibatkan pembelajaran harus dilakukan melalui jaringan jarak jauh. Hal ini juga berdampak pada pendidikan non formal seperti Lembaga Bimbingan Belajar. LBB merupakan salah satu contoh lembaga pendidikan non formal yang membimbing peserta didik terkait pelajaran akademis dengan menyesuaikan kebutuhan. Penulis berusaha mencari dampak adanya pandemi bagi LBB, apa saja yang dirasakan oleh pihak LBB maupun orang tua dan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak adanya pandemi bagi Lembaga Bimbingan Belajar baik formal maupun informal. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan teori belajar kognitif. Teknik pengumpulan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa alangkah baiknya jika LBB tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, membagi peserta didik dalam beberapa kelompok, dan tetap memaksimalkan pembelajaran daring. Dengan begitu kesimpulan dari hasil penelitian adalah LBB harus tetap dibuka karena pembelajaran tatap muka masih dibutuhkan oleh peserta didik yang masih membutuhkan bimbingan secara langsung seperti siswa TK, SD maupun SMP/sederajat.
Makna simbolik Tradisi Dawuhan Dusun Ngiliran Desa Ngiliran Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Aprillia Setianingsih; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.418 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p408-418

Abstract

Suatu tindakan manusia yang dilakukan secara turun temurun yang berasal dari setiap aspek kehidupan manusia serta merupakan suatu usaha untuk meringankan kehidupan manusia bisa dikatakan sebagai "tradisi ". Hal ini berarti bahwa tradisi juga merupakan bagian dari kebudayaan. Tradisi Dawuhan adalah salah satu tradisi bersih desa yang wajib dilaksanakan setahun sekali di bulan Desember sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Teori dalam penelitian ini yaitu Teori Interaksionisme Simbolik. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun hasil dari penelitian adalah Mind (pemikiran) pemikiran yang bertujuan sebagai sarana komunikasi yang dilakukan kepada Sang Maha Kuasa. Self (diri) masyarakat dapat mengaplikasikan makna simbolik yang terdapat dalam Tradisi Dawuhan dan masyarakat dapat mempercayai terkait makna simbolik yang terdapat dalam tradisi tersebut. Society (masyarakat) masyarakat bersama-sama membentuk suatu konstruksi untuk membangun suatu makna simbolik dalam ritual.
Dampak adanya Kampung Warna–Warni Malang bagi perubahan sosial dan dinamika masyarakat setempat B. F. Sanah; I. W. Nafisah; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.301 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p419-424

Abstract

Social change becomes a necessity in people's life. Social change also has an impact on the dynamics of society. The existence of Colorful Village in Malang City also has an impact on social change and community dynamics. This study used a descriptive qualitative method. The data techniques used were interviews and observation. The research location was conducted in Jodipan Colorful Village, Malang City, East Java, Indonesia. The research informants selected were 7 informants from the traders who were the original inhabitants of the village. The results showed that the existence of Jodipan Colorful Village had a significant impact on the lives of the local community. The existing social change process is social change and desired social change. Where the community can feel the positive impact of the Jodipan Colorful Village. Over time, the existence of the village also has an influence on community dynamics, such as the use of technology and the development of community knowledge. Perubahan sosial menjadi sebuah keniscayaan dalam kehidupan masyarakat. Perubahan sosial turut memberikan dampak bagi dinamika masyarakat. Keberadaan Kampung Warna-Warni di Kota Malang turut memberikan dampak bagi perubahan sosial serta dinamika masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Lokasi penelitian dilakukan di Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Informan penelitian yang dipilih sebanyak 7 informan dari para pedagang yang merupakan penduduk asli kampung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Kampung Warna-Warni Jodipan memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan masyarakat setempat. Proses perubahan sosial yang ada yaitu perubahan sosial dan perubahan sosial yang dikehendaki. Dimana masyarakat dapat merasakan dampak positif dari adanya Kampung Warna-Warni Jodipan. Seiring berjalannya waktu, keberadaan kampung tersebut juga memberikan pengaruh pada dinamika masyarakat, seperti pada penggunaan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan masyarakat.
Dekolonialisasi: Menuju pembebasan materi pembelajaran Sejarah di Indonesia abad 21 Gita Lorensia Dannari; Maria Ulfa; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.502 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p425-436

Abstract

To foster a sense of Indonesian youthful nationalism, the materials presented in history learning in schools are always decolonized, as a form of retaliation against colonial historiography which is only seen from a colonial point of view. However, the material taught in learning in schools is also the same, only different from the point of view used. According to the author, this is not the right step to be used in fostering a sense of nationalism in the younger generation, because history must be viewed as neutral, presented as it is, so that there is no mutual revenge in writing history. Therefore, it is necessary to have decolonization in history learning. The purpose of writing this article is to describe the forms of decolonization and their impact on learning history in Indonesia. Based on the impact of writing history that is too Indonesian centric, but does not have a significant impact in cultivating a sense of nationalism for the younger generation, it is necessary to have a decolonialization effort in learning history. The research method used in writing this article is the library method. Untuk menumbuhkan rasa nasionalisme generasi muda Indonesia, maka materi-materi yang disajikan dalam pembelajaran sejarah di sekolah selalu bersifat dekolonisasi, sebagai bentuk pembalasan terhadap historiografi kolonial yang hanya dilihat dari sudut pandang kolonial. Akan tetapi, materi-materi yang diajarkan dalam pembelajaran di sekolah juga bersifat sama, hanya berbeda pada sudut pandang yang digunakan. Hal tersebut menurut penulis bukanlah langkah yang tepat untuk digunakan dalam menumbuhkan rasa nasionalisme generasi muda, karena sejarah harus dipandang netral, disajikan apa adanya, sehingga tidak timbul sikap saling balasdendam dalam menulis sejarah. Oleh karena itu, diperlukan adanya dekolonialisasi dalam pembelajaran sejarah. Adapun tujuan penulisan artikel ini, yaitu untuk menguraikan bentuk-bentuk dekolonisasi dan dampaknya dalam pembelajaran sejarah di Indonesia. Berdasarkan pada dampak dari penulisan sejarah yang terlalu Indonesiasentris, tetapi tidak memberikan dampak signifikan dalam penanaman rasa nasionalisme generasi muda maka diperlukan adanya upaya dekolonialisasi dalam pembelajaran sejarah. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode kepustakaan.
Implementasi penguatan pendidikan karakter religius Hamidah Ulfa Fauziah; Edi Suhartono; Petir Pudjantoro
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.752 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p437-445

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi penguatan pendidikan karakter religius. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi dilakukan melalui pembiasaan, penerapan, pembelajaran dan peraturan, serta kebijakan. Dampak yang diperoleh yaitu implikasi positif dari peserta didik, komitmen dan konsistensi dari pihak sekolah dan wali murid.

Page 5 of 37 | Total Record : 368