cover
Contact Name
Mukhibat
Contact Email
edukasiajurnal@gmail.com
Phone
+6289222090123
Journal Mail Official
edukasiajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Durian, Janggan, Poncol, Magetan,Indonesia
Location
Kab. magetan,
Jawa timur
INDONESIA
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27211150     EISSN : 27211169     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo
Core Subject : Education,
Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran has two versions, namely print and online, all of which are registered with the ISSN established by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) e-ISSN 2721-1169 (online) and ISSN 2721-1150 (print). Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is a medium for publishing research results related to the thoughts and research of experts, scientists, practitioners and reviewers in the field of education and learning
Articles 1,797 Documents
MODEL KEBIJAKAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SD MUHAMMADIYAH 1 PONOROGO Rachmandhani, Muh Shulthon; Mukhibat, Mukhibat
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.4

Abstract

Abstract: Policy is important in developing the quality of education in schools. The right policy has been able to deliver SD Muhammadiyah 1 Ponorogo to achieve achievements at the international level. The applied policy is very interesting to study so that it can be found a policy model that will become best practice for other schools in developing the quality of education. This study, by using a qualitative research method, has found that the educational policy model implemented by SD Muhammadiyah 1 Ponorogo is a linear model of Islamic-based policy implementation. This linear model, the decision making phase is the most important aspect, while the policy implementation phase does not receive much attention. While the success of policy implementation depends on the ability of the policy implementing unit. If the policy implementation fails then the school management is responsible, the school management must make a better effort to increase the implementing institutional capacity. Kebijakan merupakan hal yang penting dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Kebijakan yang tepat telah mampu mengantarkan SD Muhammadiyah 1 Ponorogo meraih prestasi ditingkat Internasional. Kebijakan yang diterapkan sangatlah menarik untuk diteliti sehingga dapat ditemukan sebuah model kebijakan yang akan menjadi best practice bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan mutu pendidikannya. Penelitian ini, dengan menggunakan metode penelitian kualitataif telah menemukan bahwa model kebijakan pendidikan yang diterapkan SD Muhammadiyah 1 Ponorogo adalah model linier implementasi kebijakan berbasis ke-Islaman. Model linier ini, fase pengambilan keputusan merupakan aspek yang terpenting, Sedangkan fase pelaksanaan kebijakan kurang mendapat perhatian. Sedangkan keberhasilan pelaksanaan kebijakan tergantung pada kemampuan unit pelaksana kebijakan. Jika implementasi kebijakan gagal maka yang bertanggung jawab adalah pihak manajemen sekolah, maka manajemen sekolah harus melakukan upaya yang lebih baik untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan pelaksana.
MODERASI BERAGAMA MELALUI KETELADANAN DAKWAH WALISONGO DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 5 MAGETAN Mustakim, Mustakim
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.5

Abstract

Abstract: Madrasa is one place for students to gain knowledge. One of the lessons taught at the madrasa is SKI in which there is exemplary walisongo propaganda in the archipelago. As advancements and developments in technology students interact in cyberspace or commonly called social media. This certainly will affect the mindset of students, including in religion. As we know in cyberspace, there is a lot of information and news that shows violence carried out by persons in the name of religion or that we are familiar with the term terrorism. still very low. The problem to be raised in this study is: How is the role of madrasa especially the role of a teacher of Islamic cultural history in building a generation of Islam that is able to carry out religious moderation through the material struggle of Wali Songo propaganda in the archipelago. Madrasah adalah salah satu tempat bagi siswa untuk menimba ilmu. Salah satu pelajaran yang diajarkan di madrasah adalah SKI yang didalamnya terdapat keteladanan dakwah walisongo di bumi nusantara. Seiring kemajuan dan perkembangan teknologi siswa berinteraksi didunia maya atau biasa disebut media sosial. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pola fikir siswa termasuk dalam beragama. Seperti kita ketahui di dunia maya banyak informasi serta berita yang menayangkan kekerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan agama atau yang biasa kita kenal dengan istilah terorisme.. Berdasarkan hasil observasi awal pra penelitian, pemahaman siswa MIN 5 Magetan Kecamatan Maospati tahun 2019 tentang konsep moderasi beragama masih sangat rendah. Permasalahan yang ingin diangkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana peran madrasah terutama peran seorang guru sejarah kebudayaan Islam dalam membangun generasi Islam yang mampu melaksanakan moderasi beragama melalui materi perjuangan dakwah wali songo di bumi Nusantara.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Upaya Mewujudkan Budaya Religius di Sekolah) Ma'rufah, Afni
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.6

Abstract

The implementation of Islamic education curriculum has been less than optimal in public schools. This results in a moral decline in the younger generation. Answering this problem, religious culture sought to be realized through the implementation of the Islamic religious education curriculum. This study uses a qualitative approach. Data is collected through observation, interviews and documentation. The validity of the data is measured by extension of observation, perseverance of observation, triangulation, and checking. The results of the study show the religious culture in the Integrated Muhammadiyah Elementary School and the Maarif Ponorogo Elementary School, namely the Dhuha prayer, Smile, Salaam, Greetings, shaking hands, tolerance, Dhuhr prayer, tadarus Al-Qur'an, istighosah and do'a together. The implementation of the Islamic religious education curriculum in realizing religious culture at the Integrated Muhammadiyah Elementary School and the Maarif Ponorogo Elementary School is through the process of teaching and learning activities in the classroom and second through extracurricular activities.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KH. ABDURRAHMAN WAHID TENTANG MODERASI ISLAM Nasrowi, Bagas Mukti
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.7

Abstract

Abstract: This scientific study describes the strategic steps to moderate Islamic education by de-radicalizing and de-idealizing. One prominent figure who is concerned and concerned with expressing moderate Islam is KH. Abdurrahman Wahid. His ideas and ideas deserve to be interpreted in the perspective of Islamic education. The focus of the problem was emphasized on Gus Dur's thoughts on Islamic education, and then formulated in a model of deradicalization through education. The method used is a literature study with content analysis. The results of the study found that Gus Dur's thinking had implications for Islamic education which in its implementation was characterized by Neo-Modernist, liberation-based, multicultural-based Islamic Education, inclusive Islamic Education, and Humanist Islamic Education. The five approaches have supported the central structure of Islamic education rahmatan lil 'alamin which underlies the model of de-radicalization and de-ideology of Islamic education. Abstrak: Kajian ilmiah ini menjelaskan tentang langkah strategis moderasi pendidikan Islam dengan melakukan deradikalisasi dan deideologisasi. Salah satu tokoh yang inten dan concern dalam mengeksprsikan Islam yang moderat ialah KH. Abdurrahman Wahid. Ide dan gagasan beliau patut untuk diinterpretasikan dalam perspektif pendidikan Islam. Fokus permasalahan ditekankan pada pemikiran Gus Dur mengenai pendidikan Islam, untuk kemudian dirumuskan dalam suatu model deradikalisasi melalui pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menemukan bahwa pemikiran Gus Dur berimplikasi terhadap pendidikan Islam yang pada implementasinya bercorak Pendidikan Islam berbasis Neo-Modernis, berbasis pembebasan, berbasis multikultural, Pendidikan Islam yang inklusif, serta Pendidikan Islam humanis. Kelima pendekatan tersebut telah menopang struktur sentral pendidikan Islam rahmatan lil ’alamin yang mendasari model deradikalisasi dan deideologisasi pendidikan Islam.
PENGEMBANGAN HANDOUT MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) DI SMA 1 NEGERI ENAM LINGKUNG PADANG PARIAMAN Erlinda, Nelfi; Lelfita, Lelfita
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.8

Abstract

This study aims to develop teaching materials in the form of high school physics technology handouts in the Science Technology Society (STM) model on straight motion material. This type of research is research and development that uses six steps of research, namely potential problems, information gathering, product design, design validation, design improvement, and product trials. The research instrument used was a questionnaire. Based on the analysis of the validation of the handout by the lecturer, an average value of 79% and an analysis of 88.5% of teachers showed that the handout was valid, and the practicality value of two teachers by 89% showed that the handout was very practical to use. Based on the analysis of the data above, it can be concluded that the handout of the STM model is valid and very practical to be used as teaching material for class X high school semester
MEMPERTEGAS VISI PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Fathonah, Siti
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.10

Abstract

Abstract: Indonesia is a compound country. The diversity of the Indonesian nation on the one hand is a treasure that should be maintained and provide dynamics for the nation, but on the other hand can also be a source of disputes and conflicts. This research uses the hermeneutic method with a philosophical approach. The concept of multicultural Islamic religious education is a division of the concept of multicultural, religious education needs to use the multicultural paradigm as the main foundation for teaching and learning. Multicultural Islamic education is very important because it offers a role model of education that specifically introduces multiculturalism that is beneficial for the inculcation of inclusivemulticulturalistic Islamic values in Indonesia. Abstrak: Indonesia adalah negara majemuk. Keragaman bangsa indonesia disatu sisi merupakan suatu khazanah yang patut dipelihara dan memberikan dinamika bagi bangsa, namun disisi lain dapat pula menjadi sumber perselisihan dan konflik. Penelitian ini dengan menggunakan metode hermeneutik dengan pendekatan filosofis. Konsep pendidikan agama Islam multikultural merupakan devisi dari konsepnya tentang pendidikan agama berwawasan multikultural perlu menggunakan paradigma multikultural sebagai landasan utama penyelenggaraan belajar mengajar. Pendidikan islam multikultural keberadaanya sangat penting lantaran menawarkan role model pendidikan yang secara spesifik mengintrodusisasi multikulturalisme yang bermanfaat bagi penanaman nilai-nilai islam yang inklusifmultikulturalistik di Indonesia.
MODERASI ISLAM: Untuk Peradaban dan Kemanusiaan Sudarji, Sudarji
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.11

Abstract

Abstract: Islam is inseparable from al-Qur'an and al-Hadith as a source of legal resources. But on the other hand, Islam is stigmatized as an extreme religion, in the name of religion originating from the Qur'an and as-Sunnah. This study aims to describe and track the moderation of Islam for civilization and humanity. This research includes qualitative research in the form of library research, which is descriptive through logical analysis. While the technique used in raising the data is by way of research or library research. study that Islam is a religion that wasathan. Moderate Islam that is reflected in the social organization of diversity in Indonesia has made a valuable contribution to the survival of the national level in particular and the world at large. Evidenced by the dialogue between organizations and religious social cooperation able to become a prototype in the public as a community of Muslims who provide fresh air for a harmonious and peaceful survival in reaching a civilized nation under the auspices of an earthly normative concept. Abstrak: Islam tidak terlepas dari al-Qur‟an dan al-Hadits sebagai pijakan sumber hukum. Namun di sisi lain, Islam distigmakan sebagai agama yang ekstrim, dengan mengatasnamakan agama yang bersumber dari al-Qur‟an dan as-Sunnah. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan melacak moderasi Islam untuk peradaban dan kemanusiaan.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatifdalam bentukpenelitian kepustakaan (Library Research), yang bersifat deskriptif melalui analisis logis.Sementara teknik yang digunakan dalam mengangkat datanya adalah dengan caraBookResearch atau studi kepustakaan.Berdasarkan pada hasil kajian bahwa Islam adalah agama yang wasathan.Islam moderat yang tercermin dalam organisasi sosial keagaman di Indonesia telah memberikan sumbangsih yang berharga bagi kelangsungan hidup bertolerasi di kancah nasional khususnya dan dunia pada umumnya. Terbukti dengan adanya dialog antar organisasi dan kerjasama sosial keagamaan mampu menjadi prototype di kalayak publik sebagai ummatan wasathan yang memberikan angin segar bagi kelangsungan hidup yang rukun dan damai dalam menggapai bangsa yang beradab di bawah naungan konsep normatif yang membumi.
IMPLEMENTASI BUDAYA MADRASAH DALAM MEMBANGUN SIKAP MODERASI BERAGAMA Yulianto, Ridwan
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.12

Abstract

Abstract: Diversity in religion is a necessity, it cannot be eliminated. Extremism, radicalism, hate speech, to the breaking of relations between religious communities, are a major problem for the nation that must obtain intelligent solutions.This research is included in library research, therefore the steps to be taken are exploration of a number of data from various literatures, both primary data and secondary data. The method of data collection is done by collecting books, articles, journals, scientific opinions in which reveal and examine the madrasas and wasatiyahThe purpose of strengthening religious moderation-based religious education in madrasa are some values which are the foundation of behavior, tradition, and doing daily habits that are practiced in madrasas. Values and beliefs will not be present in a short time, it needs a long and continuous process. Abstrak: Keragaman dalam beragama itu sebuah keniscayaan, tidak mungkin dihilangkan.Ekstremisme, radikalisme, ujaran kebencian (hate speech), hingga retaknya hubungan antar umat beragama, merupakan problem besar bangsa yang harus mendapatkan solusi cerdas. Penelitian ini termasuk library research, karena itu langkah-langkah yang akan dilakukan adalah eksplorasi terhadap sejumlah data dari berbagai literatur, baik data primer, maupun data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku, artikel, jurnal, opini ilmiah yang didalamnya mengungkap dan mengkaji wasatiyah dan budaya madrasah. Tujuan dari penguatan pendidikan moderasi beragama berbasis budaya madrasah adalah beberapa nilai yang menjadi pondasi berperilaku, bertradisi, dan melakukan kebiasaan keseharian yang di praktekkan di madrasah.Nilai-nilai dan keyakinan tidak akan hadir dalam waktu singkat, maka perlu proses panjang dan berkesinambungan.
PERAN MADRASAH DALAM MEMBANGUN MODERASI AGAMA DI INDONESIA DI ERA MILINEAL Prihatin, Basuki
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.13

Abstract

Abstract: This study aims to describe the pattern of the spread of radicalism in madrasa by using descriptive-qualitative research. The data used include two things, namely primary data and secondary data. Data collection techniques such as documentation, interviews, observations. The results of this study indicate that radicalism enters madrasas through (1) classroom learning activities by teachers, (2) through textbooks that are suspected to contain intolerance content and (3) weak principal / foundation policies in preventing the influence of radicalism. Whereas the strategy offered is to make (1) the Teacher as a Role Mode to inculcate religious tolerance and moderation for students and have a good national outlook. (2) Critical Learning. Learning practices that are interesting, creative, critical thinking and student-centered. Teachers must be able to design learning that inspires students' reasoning; critical learning (critical thinking & critical pedagogy) and problem based learning. (3) Teacher Development, the Ministry of Religion has compiled modules that will be intended for the guidance of teachers and education personnel in the madrasa environment. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola penyebaran paham radikalisme di madrasah dengan menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan meliputi dua hal, yakni data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, wawancara, observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa radikalisme masuk ke madrasah adalah melalui (1) aktivitas pembelajaran di kelas oleh guru, (2) melalui buku pelajaran yang diduga memuat konten intoleransi dan (3) lemahnya kebijakan kepala sekolah/yayasan dalam mencegah masuknya pengaruh radikalisme. Sedangkan strategi yang ditawarkan adalah menjadikan (1) Guru sebagai Role Mode penanaman sikap toleransi dan moderasi beragama bagi anak didik serta berwawasan kebangsaan dengan baik. (2) Pembelajaran Kritis. Praktik pembelajaran yang menarik, kreatif, berpikir kritis dan berpusat pada siswa. Guru harus mampu mendisain pembelajaran yang menggugah nalar siswa; pembelajaran kritis (critical thinking & critical pedagogy) dan problem based learning. (3) Pembinaan Guru, Kementrian Agama telah menyusun modul yang akan diperuntukkan bagi pembinaan guru dan tenaga pendidikan di lingkungan madrasah.
HUBUNGAN PEMBINAAN MENTAL DAN PRESTASI AKADEMIS DENGAN KOMPETENSI TARUNA DI BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ILMU PELAYARAN (BP2IP) TANGERANG, BANTEN Suriadi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i2.14

Abstract

Abstract: Central Education Science and Training Service (BP2IP) Tangerang is a government institution under the Board of Education and Training Ministry of Transportation and technically built by Center for Education and Training of the Sea (Pusdiklat), which has a goal to educate and assist candidates with the benefits of sea competitiveness of competence, according to standard national and Internasional. to achieve this are required to BP2IP Tangerang can result student in the field of service with the students competency with high standards, according to the observation that the author student Competency will influenced by the Development of Mental and Moral. Research is focused on analyzing the data and facts on the ground about the influence of Mental and Moralof student competence in BP2IP Tangerang. Unit of analysis in this research is the student of BP2IP Tangerang. Research method used is descriptive analytical that is using a method that is verifikatif with the goal to test a hypothetical, the research that takes a sample from one population and the use of questionnaires as a means of primary data collectors, data analysis in accordance with the most problems is the analysis and correlation regression, where variables of Mental and Moral as independent variables, and the Quality of Competency as dependent variables. Abstrak Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang merupakan salah satu lembaga pemerintah di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Perhubungan yang secara teknis dibina oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Perhubungan Laut, yang mempunyai tujuan untuk mendidik serta membina calon- calon pelaut dengan keunggulan daya saing kompetensi, sesuai standar national dan Internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut BP2IP Tangerang dituntut untuk dapat menghasilkan Taruna di bidang pelayanan dengan standar Kompetensi Taruna yang tinggi. Hal inilah yang menarik untuk diteliti secara stastik. Unit analisis dalam penelitian ini adalah adalah Taruna BP2IP Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan deskriptif analitis yaitu suatu metode yang bersifat verifikatif dengan tujuan untuk menguji suatu hipotesis, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok, Analisis data yang paling sesuai dengan permasalahan adalah analisis korelasi dan regresi, dimana variabel Pembinaan Mental dan Prestasi Akademis sebagai variabel independen, dan Kualitas Kompetensi Taruna sebagai variabel dependen.

Page 93 of 180 | Total Record : 1797