cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Evaluasi Strategi Pengendalian Persediaan Buah Menggunakan Min-Max dan SWOT Analysis Alam, Harum Cendana; Baldah, Nasrun
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah persediaan buah segar yang optimal menggunakan metode Min-Max dan mengevaluasi strategi operasional melalui analisis SWOT. Studi dilakukan pada Toko Buah Pak Subur di Bekasi yang menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan stok buah karena fluktuasi permintaan dan keterbatasan sistem pengelolaan. Data dikumpulkan dari penjualan Januari–November 2024 dan wawancara tidak terstruktur dengan pemilik usaha. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa buah semangka memiliki jumlah persediaan maksimum tertinggi, yaitu 1229,80 kg. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang digunakan untuk merumuskan strategi, seperti menjalin kerja sama dengan pemasok, menerapkan sistem persediaan terstandar, dan menyesuaikan jenis buah dengan tren pasar. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pengendalian persediaan berbasis data sederhana namun aplikatif untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor pangan.
Perbandingan Kinerja Algoritma Haar Cascade dan Convolutional Neural Network pada ESP32 Cam dengan Raspberry Pi Sebagai Sistem Presensi Rekognisi Wajah Melia Sari; M. Renaldi Nugraha; Abdul Haris Dalimunthe; Puspa Kurniasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.687

Abstract

Sistem presensi perkuliahan yang digunakan di Universitas Sriwijaya saat ini menggunakan dua cara, yaitu manual (tanda tangan di buku presensi) dan online melalui sistem e-learning.Kedua metode ini masih memiliki kelemahan, karena masih ada celah bagi mahasiswa untuk melakukan kecurangan pengisian presensi.Mahasiswa dapat mengisi presensi dengan cara diwakilkan oleh mahasiswa lain atau mahasiswa bersangkutan dapat mengisi absensi e-learning tanpa mengikuti kegiatan perkuliahan. Implementasi teknologi deep learning dapat digunakan untuk mencegah kecurangan pada pengisian presensi. Pada penelitian ini, menggunakan mikrokontroller ESP32 Cam karena modul tersebut lebih efisien serta memiliki beberapa koneksi bawaan seperti wifi dan Bluetooth, sehingga dapat dikembangkan menjadi IoT (Internet of Things) dan terintegrasi dengan database. Selain itu dilakukan pula perbandingan kinerja algoritma pada Raspberry PI 4 yang terhubung dengan Web Camera. Untuk pembacaan data diolah dengan algoritma deep learning Haar Cascade dan CNN (Convolutional Neural Network)..Sistem bekerja dengan cara merekam terlebih dahulu identitas wajah seluruh pengguna yang disimpan dalam database. Lalu pada saat pengambilan absen, sistem akan memanggil data yang tersimpan pada database dan mencocokkan data tersebut. Jika pengguna sudah terdaftar maka absen valid dan otomatis tersimpan pada database. Jika belum terdaftar, maka absensi tidak valid. Variable yang tersimpan pada database MySQL seperti id user,nama user, jam saat mengakses sistem presensi, dan rekam wajah. Berdasarkan data pengujian dengan lima metrik yaitu Confusion Matrix, Accuracy, Precision, Recall, dan F1 Score bahwa model CNN bekerja lebih baik dengan menggunakan Raspberry Pi (Web Camera) dibandingakn menggunakan ESP32 Cam. Sistem pengenalan wajah berbasis Convolutional Neural Network (CNN) memiliki kinerja yang bergantung pada perangkat keras yang digunakan.
Transformational Leadership and Organizational Citizenship Behavior: Moderating the Organizational Climate Wirtadipura, Dian; Wahyudi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.689

Abstract

During rapid organizational change and increasingly complex work demands, leaders are no longer just able to direct; they must be able to inspire. Transformational leadership is a leadership style that drives performance and ignites employees’ enthusiasm to go beyond the limits of their formal roles through OCB. This study aims to analyse the influence of TL on OCB behaviour and test the role of OC as a moderator variable in the relationship. This study uses a quantitative approach with the PLS-SEM method and involves 130 respondents from PT. Krakatau Tirta Industri. The data collection instrument was a Likert scale questionnaire, analyzed using SmartPLS 4 software. The results showed that TL had a positive and significant effect on OCB (β = 0.213; t = 2.131; p = 0.033), as well as OC on OCB had a positive and significant effect (β = 0.678; t = 6.920; p = 0.000). In addition, it was found that OC moderated the relationship between TL and OCB significantly (β = 0.058; t = 2.127; p = 0.030), suggesting that in supportive OC, the influence of TL on OCB became stronger. Likewise, the R² value of 80.3% provides evidence that TL and OC, along with their interactions, are strong and relevant predictors of OCB levels. The theoretical implications of these findings underscore the importance of integrating contextual organisational factors in the study of leadership effectiveness and encouraging organisations to create an empowering work environment to optimise employee voluntary contributions. These findings also enrich the literature on organisational behaviour by demonstrating how leadership dimensions and work climate interact to shape positive behaviour in the workplace.
Analisis Pelayanan Jasa Laporan Kedatangan dan Keberangkatan Kapal (LK3) Terhadap Peningkatan Jumlah Kedatangan Kapal RO-RO (Roll-On/ Roll Off) di Pelabuhan Tanjung Perak Ni Komang Yuli Kartika Sari; Romanda Annas Amrullah; Akhmad Kasan Gupron; Bugi Nugraha
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan jasa Laporan Kedatangan dan Keberangkatan Kapal (LK3) terhadap peningkatan jumlah kedatangan kapal Ro-Ro (Roll-On/Roll-Off) di Pelabuhan Tanjung Perak. Pelayanan LK3 merupakan komponen krusial dalam proses clearance in dan clearance out kapal yang memengaruhi kelancaran arus logistik dan efisiensi operasional pelabuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 65 responden yang terlibat langsung dalam pelayanan LK3, seperti petugas pelabuhan dan operator kapal. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelayanan LK3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kedatangan kapal Ro-Ro, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,587 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan LK3, termasuk efisiensi waktu, keakuratan jadwal, dan kepuasan pengguna jasa, secara langsung mendorong peningkatan trafik kapal. Selain itu, implementasi sistem digital Inaportnet turut memperkuat efektivitas layanan melalui integrasi antarinstansi. Studi ini menegaskan pentingnya optimalisasi pelayanan administratif dalam mendukung kinerja pelabuhan serta memperkuat daya saing sektor maritim nasional.
Perbaikan Tata Letak Fasilitas Unit Suku Cadang Bolt Machine Dengan Menggunakan Metode ABC Dan Class Based Storage: (Studi Kasus: PT Petro Kimia Gresik) Mohammad Rafli Firmansyah; Hidayat; Yanuar Pandu Negoro
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.695

Abstract

Pergudangan merupakan fasilitas penting dalam sistem produksi, berfungsi untuk menyimpan bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi secara terorganisir agar mudah diakses saat dibutuhkan. PT Petrokimia Gresik menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan gudang, khususnya dalam penataan bolt machine, yaitu mesin yang digunakan untuk memasang, mengencangkan, atau memproduksi baut secara otomatis maupun semi-otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak penyimpanan bolt machine agar lebih efisien dan optimal dalam pemanfaatan ruang gudang. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi penataan barang yang tidak sistematis, kelebihan stok yang melebihi kapasitas rak, serta kesulitan dalam pengambilan dan pemindahan barang akibat posisi penyimpanan yang kurang tepat. Metode yang digunakan adalah klasifikasi ABC dan Class-Based Storage, dengan analisis data pengeluaran barang selama periode Maret 2023 hingga Maret 2024 yang mencakup 120 jenis item dengan total 148.790 transaksi. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa 18 item masuk kategori A, 7 item kategori B, dan 95 item kategori C. Perancangan tata letak baru mengacu pada prinsip penempatan strategis: kategori A (fast moving) ditempatkan di Golden Zone, kategori B di Silver Zone, dan kategori C di Bronze Zone. Implementasi usulan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja dan efektivitas sistem logistik internal PT Petrokimia Gresik secara keseluruhan.
Effectiveness Of Danantara Policy In Creating Golden Indonesia 2045 Hardiansyah; Ahmad Hidayat; Bambang Amir Alhakim; Jacomina Vonny Litamahuputty; Junus Paulus Patty
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.715

Abstract

This study is a qualitative study with a descriptive approach, namely an approach to describing in detail one by one, which is the main object of this study. The main objects that the researcher means are around Investment, Danatara, Indonesia EMAS 2045, and Effectiveness. One by one, the objects the researcher mentioned above will be described and then connected to the main topic in this study. The data used in this study is secondary data that the researcher obtained from credible sources indirectly, namely Books, Scientific Articles, Magazines, and various other sources commonly used in each study. The researcher's sources were analysed using data collection, reduction, selection, and conclusion stages. The result in this article shows that the understanding of the effectiveness of utilising all available infrastructure to achieve a desired goal, the presence of Danatara, can help achieve that goal, namely Indonesia EMAS 2045. The demographic bonus and industrialisation targeted in 2045 must be slowly supported by policies that support them. Suppose Danatara can utilise Dividends from the 7 BUMN assets mentioned above to support government policies related to industrialisation and creating the EMAS 2045 generation. In that case, the presence of Danatara can certainly help create Indonesia EMAS 2045. If, on the contrary, Danatara cannot utilise Dividends from the 7 BUMN assets, then the presence of Danatara can hinder the creation of Indonesia EMAS 2045. To solve this problem, the researcher proposes that Danatara have its own more specific master plan to help create Indonesia EMAS 2045. In addition, Danatara must also have a strict supervisor to avoid the creation of collusion, corruption, and nepotism practices in Danatara.
The Urgency Of Blockchain In Developing The Tourism Industry In Indonesia Didik Supriyanto; Eva Desembrianita; Donny Juliandri Prihadi; Dyah Ayu Suryaningrum; Bambang Amir Alhakim
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.736

Abstract

This study is a qualitative study with a descriptive approach. It relies on descriptive text to express this article's primary intent and purpose by first describing the main topics, including Blockchain, the Tourism Industry, and its development through Blockchain. The data used in this study are primary data that researchers obtain from various credible sources such as books, scientific magazines, scientific articles, and other sources, which are usually used in each study. The data obtained are analyzed using the stages of data collection, reduction, selection, and conclusion. The result in this article shows that Blockchain can develop the tourism industry in Indonesia through the ease of booking tickets and finding tourist locations, security of tourist data, both foreign and local, tourism marketing, ease of tourism payments, and so on, which aim to develop the tourism industry in Indonesia.
Pengaruh Retur Barang Overstock Terhadap Service Level Warehouse Pada Gudang Distribusi Perusahaan Ritel Basaria Maressa; Lina Auliana; Rani Sukmadewi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.758

Abstract

Persediaan yang tidak dikelola secara optimal dapat menghambat kinerja gudang, menurunkan service level, serta memicu kerugian bagi perusahaan. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah overstock di tingkat toko, yang justru tidak terserap oleh permintaan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh retur barang overstock (variabel independen) terhadap service level warehouse (variabel dependen) di gudang distribusi PT. X cabang Bandung 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, berdasarkan data sekunder dari sistem manajemen distribusi periode Januari hingga Maret 2025. Penelitian difokuskan pada item-item dengan service level supplier maupun warehouse yang rendah, di antaranya item C3 sebagai objek utama pengamatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi retur overstock dari toko ke gudang mampu meningkatkan service level warehouse dari 62% menjadi 68%. Penerapan strategi ini terbukti efektif dalam menstabilkan pasokan di gudang saat terjadi kekosongan dari supplier. Dengan pengelolaan ratusan item yang memiliki pola permintaan dan perputaran stok yang serupa, perusahaan memiliki peluang untuk mengoptimalkan efisiensi distribusi, menekan biaya operasional, serta menurunkan risiko kerugian akibat kelebihan stok di tingkat toko.
Resonant Leadership Style As A Moderating Variable Of The Influence Of Human Resource Information System On Employee Performance Muhammad Risal Tawil; Teguh Setiawan Wibowo; Rasty Yulia; Dikky Mooy; Muhammad Syafri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.763

Abstract

This study is a quantitative study with an explanatory approach, namely an approach that relies on research to the nineteenth, twentieth, and twenty-first as the main material for building research foundations, building hypotheses, and proving hypotheses in this study. The data used in this study is quantitative data that researchers obtain directly or are also commonly referred to as primary data obtained from Zuri Group hotel employees spread throughout Indonesia as many as two hundred and fifty employees. The data obtained by the researcher were distributed through an online questionnaire containing ten questions with five choices including the choice of strongly agree, the choice of agree, the choice of so-so, the choice of disagree, and the choice of strongly disagree. The data obtained by the researcher were analyzed using the smart PLS 4.0 analysis tool. The result in this article show that the Human Resource Information System variable can have a positive relationship direction and significant influence on Employee Performance and the Resonant Leadership Style variable can strengthen the influence of the Human Resource Information System variable on Employee Performance. The results of the second row of the third table above show that the Human Resource Information System variable can have a positive relationship direction and significant influence on Employee Performance can be accepted because the P-Values ​​are positive and below the significance level of 0.05, namely 0.004. Based on these results, it can be concluded that the higher the Human Resource Information System, the higher the Employee Performance. In the next row, the Resonant Leadership Style variable can also moderate the influence of the Human Resource Information System variable on Employee Performance because the P-Values ​​are positive and below the significance level of 0.05, namely 0.000, more significant than direct testing of 0.004. Thus it can be concluded that the first and second hypotheses in this article can be accepted.
Security Perception as a Moderating Variable of the Influence of Customer Trust on Repurchase Intention Atik Andhayani; Efti Novita Sari; Nurul Qisthi; Nur El Ikhsan; Muhammad Fachmi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.771

Abstract

This research is a quantitative study with an explanatory approach, which uses previous research as the primary material for creating hypotheses, adding novelty elements that are different from previous studies, and testing the hypotheses that researchers make. The primary material that researchers mean in this study is research. The data used in this study is primary data that researchers obtained from Gacoan noodle customers spread across several corners of Indonesia, with the minimum criteria of having shopped more than three times, with a many of 400 customers. The data used in this study were analysed using the innovative PLS 4.0 analysis tool. The result in this article shows that each hypothesis in this study can be proven. The first hypothesis in this study is that the Customer Trust variable can have a positive relationship direction and a significant influence on Employee Performance. Based on the third table above, the Customer Trust variable can have a positive relationship direction and a considerable impact on Repurchase Intention because the P-values ​​are positive and below the significance level of 0.05, namely 0.011. These results show that the higher the Customer Trust, the more likely it is to lead to purchasing decisions, increase customer loyalty, and increase customer comfort. These indicators will ultimately have a good impact and significantly influence Repurchase Intention. The following hypothesis used in this study is that the Security Perception variable can moderate the influence of the Customer Trust variable on the Repurchase Intention variable. This is because the P-values ​​are positive and below the significance level of 0.05, which is 0.000, more significant than the direct testing of 0.011. Increasing Security Perception can further increase Customer Trust because Customers feel safe and comfortable. Ultimately, these rights can have a more significant effect on Repurchase Intention.