cover
Contact Name
Rengki Afria
Contact Email
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Phone
+6282268070067
Journal Mail Official
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Jambi Pinang Masak, Jln, Jambi - Ma. Bulian, KM.15 Mendalo Indah, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29638380     EISSN : 29637988     DOI : -
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa dan sastra yang meliputi linguistik teoretis, linguistik terapan, linguistik interdisipliner, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra interdisipliner, serta sastra dan politik identitas. Setiap artikel yang dimuat di Kalistra akan melalui proses penilaian oleh peer reviewer.
Articles 185 Documents
Relasi Kuasa Patriarki dalam Novel “Lebih Senyap Dari Bisikan” Karya Andina Dwifatma Sari, Tika; Suryani, Irma; Rahariyoso, Dwi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i1.25488

Abstract

This study aims to find out how the patriarchal power relations are in Andina Dwifatma's novel Silent Than Whispering. This type of research is qualitative research. This research has data in the form of words, dialogues, sentences, and events that give an overview of patriarchal power relations in Andina Dwifatma's novel More Silence Than Whispers. The data collection techniques used in this study are documentation, reading, and note-taking techniques. Furthermore, the data were analyzed using the theory of power according to Foucault. By looking at family relations how the relationship between family members is, after that inequality or injustice will arise, which will give rise to hierarchies or roles, making the position of the husband as ordinate and the wife as subordinate. Furthermore, the researcher presents the data by describing the data. The last stage the researcher draws conclusions. This study found that there were 27 data found which were patriarchal power relations and their impacts that occurred in the household. The novel Silent Than Whisper shows that patriarchal power relations in the household occur when a husband is no longer working because of problems at his workplace. The emergence of power in the family because of the division of roles, the desire for power from a husband, and the expectation of protection from one of the family members. The occurrence of power in the family has an impact that is felt by a wife. Such as physical violence and psychologically disturbed. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana relasi kuasa patriarki dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Penelitian ini memiliki data berupa kata, dialog, kalimat, dan peristiwa yang memberi gambaran mengenai relasi kuasa patriarki pada novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Adapun teknikpengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik dokumentasi, baca, dan catat. Selanjutnya data dianalisis menggunakan teori kekuasaan menurut Foucault. Dengan melihat dalam relasi keluarga bagaimana hubungan antara anggota keluarga, setelah itu akan timbul ketidaksetaraan atau ketidakadilan, yang akan memunculkan hierarki atau peran, menjadikan posisi suami sebagai ordinat dan istri menjadi subordinat. Selanjutnya peneliti menyajikan data dengan mendeskripsikan data tersebut. Tahap yang terakhir peneliti menarik kesimpulan. Penelitian ini mendapatkan hasil ada 27 data yang ditemukan merupakan relasi kuasa patriarki dan dampaknya yang terjadi dalam rumah tangga. Dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan memperlihatkan bahwa relasi kuasa patriarki dalam rumah tangga terjadi ketika seorang suami tidak lagi bekerja karena ada permasalahan di tempat bekerjanya. Timbulnya kekuasaan dalam keluarga karena adanya pembagian peran, keinginan berkuasa dari seorang suami, dan mengharapkan perlindungan dari salah satu anggota keluarga. Terjadinya kekuasaan dalam keluarga menimbulkan dampak yang dirasakan seorang istri. Seperti kekerasan fisik dan secara psikologis terganggu.
Makna Simbolik dalam Antologi Puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu Karya M. Aan Mansyur Rosanti, Nurmala; Suryani, Irma; Wulandari, Sovia
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i1.25834

Abstract

The purpose of this research is to analyze the symbolic meaning contained in the anthology of the Right Time to Forget Time by M. Aan Mansyur. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The data and data sources in this study are a collection of words, phrases, sentences or expressions that contain symbolic meanings. The data source for this research is a collection of poems The Right Time To Forget Time written by M. Aan Mansyur published by Shira Media in 2021, a total of 99 pages. Data analysis techniques are carried out by analyzing and interpreting data that has been classified according to the research problem; draw final conclusions from research; presentation of research results. The conclusion of this study is the symbolic meaning contained in the anthology collection of poems The Right Time to Forget Time by M. Aan Mansyur, namely: (1) a symbol of struggle; (2) a symbol of sadness; (3) a symbol of happiness; (4) a symbol of simplicity; (5) a symbol of hope; (6) symbol of peace; (7) a symbol of violence; (8) a symbol of greed; (9) a symbol of cruelty; (10) a symbol of Sincerity; (11) a symbol of hopelessness; (12) a symbol of injustice; (13) a symbol of memories; (14) a symbol of helplessness. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna simbolik yang terdapat pada antologi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu karya M. Aan Mansyur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dan sumber data dalam penelitian ini kumpulan kata, frasa, kalimat, atau ungkapan yang mengandung makna simbolik. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi Waktu Yang Tepat Untuk Melupakan Waktu yang ditulis oleh M. Aan Mansyur terbitan Shira Media tahun 2021, total 99 halaman. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menganalisis dan menginterpretasikan data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan masalah penelitian; menarik kesimpulan akhir dari penelitian; presentasi hasil penelitian. Simpulan dari penelitian ini adalah makna simbolik yang terkandung dalam kumpulan antologi puisi Waktu yang Tepat untuk Melupakan Waktu karya M. Aan Mansyur yaitu: (1) simbol perjuangan; (2) simbol kesedihan; (3) simbol kebahagian; (4) simbol kesederhanaan; (5) simbol harapan; (6) simbol kedamaian; (7) simbol kekerasan; (8) simbol keserakahan; (9) simbol kekejaman; (10) simbol Ikhlas; (11) simbol keputusasaan; (12) simbol ketidakadilan; (13) simbol kenangan; (14) simbol ketidakberdayaan.
Perbandingan Unsur Intrinsik dalam Cerita Rakyat Putri Pinang Masak dan Roro Jonggrang: Kajian Sastra Bandingan Agustin, Rincinailatul
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.26134

Abstract

This research was conducted with the aim of comparing the intrinsic elements contained in the folklore of Putri Pinang Masak from Jambi and the folklore of Roro Jonggrang from Yogyakarta. This research was conducted by comparing the intrinsic elements in the folklore of Putri Pinang Masak and Roro Jonggrang using comparative literary studies. The research method uses qualitative methods with descriptive research types. The data source for this research comes from the folklore of Putri Pinang Masak and Roro Jonggrang. Data collection uses note-taking techniques. Furthermore, the data were analyzed using intrinsic elements obtained from the folklore of Putri Pinang Masak and Roro Jonggrang by identifying the data, then classifying the data into groups, and interpreting the data. The data that has been obtained will be compared between the two folklores using a comparative literary approach. The results obtained from the research and discussion are that the folklore of Putri Pinang Masak and Roro Jonggrang have many similarities in terms of plot, characters and characterizations, and setting, which have nearly the same storytelling components. The difference can be seen in the theme and mandate, in which the folklore of Putri Pinang Masak emphasizes the greed of Putri Pinang Masak, while the folklore of Roro Jonggrang places more emphasis on cheating by Roro Jonggrang. Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan unsur-unsur intrinsik yang terdapat di dalam cerita rakyat Putri Pinang Masak yang berasal dari Jambi dan cerita rakyat Roro Jonggrang yang berasal dari Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan unsur intrinsik di dalam cerita rakyat Putri Pinang Masak dan Roro Jonggrang menggunakan kajian sastra bandingan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari cerita rakyat Putri Pinang Masak dan Roro Jonggrang. Pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Selanjutnya data dianalisis menggunakan unsur intrinsik yang didapat dari cerita rakyat Putri Pinang Masak dan Roro Jonggrang dengan mengidentifikasikan data, lalu mengklasifikasikan data ke dalam kelompok, dan menafsirkan data tersebut. Data yang sudah didapat akan dibandingkan diantara kedua cerita rakyat dengan menggunakan pendekatan sastra bandingan. Hasil yang didapatkan dari penelitian dan pembahasan yaitu bahwa cerita rakyat Putri Pinang Masak dan Roro Jonggrang memiliki banyak kesamaan dari segi alur, tokoh dan penokohan, dan latar, yang mana memiliki komponen-komponen penyusun cerita yang hampir sama. Perbedaan terlihat di bagian tema dan amanat, yang mana di bagian tema cerita rakyat Putri Pinang Masak lebih menekankan pada keserakahan yang dilakukan oleh Putri Pinang Masak sedangkan pada tema cerita rakyat Roro Jonggrang lebih menekankan pada kecurangan yang dilakukan oleh Roro Jonggrang
Realisme Sosial dalam Naskah Drama Belum Tengah Malam Karya Syaiful Affair: Kajian Sosiologi Sastra Georg Lukacs Hidayat, Ruldi; Karim, Maizar; Rahariyoso, Dwi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i1.26538

Abstract

This research is qualitative research. The data of this research is text in the form of quotations related to social realism in the play Not Midnight by Syaiful Affair. The data source for this research is the manuscript Not Midnight by Syaiful Affair. The data collection technique is library and note-taking techniques. The results of the study found social realism in the drama script Not Midnight which is related to three aspects, namely objective reality, artistic reflection on reality, and emancipatory critical expression. reality of life and lack of trust in others (skeptic). Analysis of the findings for artistic reflection is related to the condition of society that is still shackled by social class. Furthermore, the emancipatory critical expression is illustrated by the character Hanum who is trying to escape from the thoughts that have been shackled all this time. Thoughts that so far only think about material things make them always pessimistic and now free these thoughts by diverting them from romanticism with a partner. Based on the results of the analysis of research findings and discussion, it can be concluded that social realism in the drama script Not Midnight by Syaiful Affair using analysis from Georg Lukacs' study, it can be concluded that social realism in the drama script Not Yet Midnight Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realisme sosial dalam naskah drama Belum Tengah Malam karya Syaiful Affair dengan menggunakan analisis kajian Georg Lukacs. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah teks berupa kutipan yang berkaitan dengan Realisme sosial dalam naskah drama Belum Tengah Malamkarya Syaiful Affair. Sumber data penelitian ini adalah naskah Belum Tengah Malamkarya Syaiful Affair. Teknik pengumpulan datanya adalah teknik pustaka dan catat. Hasil dari penelitian ditemukan realisme sosial dalam naskah drama Belum Tengah Malam yang berkaitan dengan tiga aspek yaitu realitas objektif, refleksi artistik atas realitas, dan ungkapan kritis emansipatoris.Realitas objektif dalam naskah drama Belum Tengah Malam yaitu penindasan yang dialami karena faktor kemiskinan, pesimis dalam menghadapi kenyataan hidup dan tidak adanya kepercayaan terhadap orang lain (skeptis). Analisis temuan untuk refleksi artistik diantaranya terkait dengan keadaan masyarakat yang masih terbelenggu kelas sosial. Selanjutnya ungkapan kritis emansipatoris tergambar dari tokoh Hanum yang berusaha lepas dari pikiran yang membelenggu selama ini. Pemikiran yang selama ini hanya memikirkan materi membuat mereka selalu pesimis dan kini membebaskan pemikiran tersebut dengan cara mengalihkan dengan romantisme dengan pasangan. Berdasarkan hasil analisis temuan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa realisme sosial dalam naskah drama Belum Tengah Malam karya Syaiful Affair dengan menggunakan analisis kajian Georg Lukacs maka dapat ditarik kesimpulan bahwa realisme sosial dalam naskah drama Belum Tengah Malam yang berkaitan dengan tiga aspek yaitu realitas objektif, refleksi artistik atas realitas, dan ungkapan kritis emansipatoris.
Analisis Tindak Tutur Ekspresif dalam Kumpulan Cerpen "Bidadari Kecilku" Karya Dyah Pratiwi Ashari, Siska Laela Ayu; Setyawan , Bagus Wahyu
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.26673

Abstract

Expressive speech acts are speech acts as expressions of the speaker's expression to the interlocutor. For example, praising, thanking, criticizing, complaining, getting angry, blaming, insulting, humoring, and so on. This study aims to describe the forms of expressive speech acts in the collection of short stories "Bidadari Kecilku" by Dyah Pratiwi. This study used descriptive qualitative method. The technique used is the reading and note technique. Then, the data obtained were analyzed to draw conclusions. The research data is in the form of the speeches of the characters contained in the collection of short stories. From the 6 data, there are 2 expressive speech acts of apologizing, 2 expressive speech acts of saying thank you, 1 expressive speech act of praising, and 1 expressive speech act of complaining.   Abstrak Tindak tutur ekspresif merupakan tindak tutur sebagai ungkapan ekspresi penutur kepada lawan tutur. Misalnya, memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, mengeluh, marah, menyalahkan, menghina, humor, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif pada Kumpulan cerpen “Bidadari Kecilku” karya Dyah Pratiwi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu teknik baca dan catat. Kemudian, data yang diperoleh dianalisis untuk menarik kesimpulan. Data penelitian berupa tuturan para tokoh yang terdapat dalam kumpulan cerpen tersebut. Dari 6 data, terdapat 2 tindak tutur ekspresif meminta maaf, 2 tindak tutur ekspresif mengucapkan terima kasih, 1 tindak tutur ekspresif memuji, dan 1 tindak tutur ekspresif mengeluh.
Psikologi Tokoh Utama dalam Novel Ikan Kecil Karya Ossy Firstan Rahmayori, Annisa; Karim, Maizar; Fitriah, Siti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.26903

Abstract

This study aims to describe how the main character's psychological disturbances in the novel Ikan Kecil by Ossy Firstan use Aaron Beck's cognitive theory. The disorder is a depressive disorder which is divided into three sets of cognitive patterns, namely looking at oneself, interpreting experiences, and looking at the future negatively. Then the disorder also has depressive symptoms which are divided into four depressive symptoms, namely emotional symptoms, cognitive symptoms, motivational symptoms, and physical symptoms. The method used in this research is descriptive qualitative with the study of literary psychology. The results of the study found that the main character experienced all psychological disorders in the form of depressive disorders based on a triad of cognitive patterns and all depressive symptoms. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana gangguan psikologis yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Ikan Kecil karya Ossy Firstan menggunakan teori kognitif Aaron Beck. Gangguan tersebut berupa gangguan depresi yang terbagi menjadi tiga serangkai pola kognitif yaitu memandang diri, menginterpretasikan pengalaman, serta memandang masa depan secara negatif. Kemudian gangguan tersebut juga memiliki simtom depresi yang terbagi menjadi empat simtom depresi yaitu simtom emosional, simtom kognitif, simtom motivasional, dan simtom fisik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan kajian psikologi sastra. Hasil dari penelitian adalah ditemukan bahwa tokoh utama mengalami seluruh gangguan psikologis berupa gangguan depresi berdasarkan tiga serangkai pola kognitif dan seluruh simtom depresi.
Jenis, Fungsi, dan Makna Metafora dalam Antologi Cerpen Tukar Takdir Karya Valiant Budi Darsya, Khairunnisa Rahmiyati; Fitrah, Yundi; Wilyanti, Liza Septa
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.27216

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, fungsi, dan makna metafora dalam Antologi cerpen Tukar Takdir karya Valiant Budi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat dari penggalan dialog dan narasi di setiap bagian cerpen yang memiliki makna metaforis. Hasil penelitian antologi cerpen Tukar Takdir karya Valiant Budi menunjukkan terdapat keseluruhan 69 data yang terdiri dari 35 data metafora antropomorfis, 7 data metafora binatang, 17 data metafora konkret ke abstrak, dan 10 data metafora sinaestetik. Metafora tersebut memiliki fungsi bervariasi yaitu 28 data fungsi mengatasi kekurangan atau keterbatasan leksikon, 27 data fungsi ekspresif, dan 14 data fungsi menghindari atau mengurangi ketunggal-nadaan (monotonitas). Metafora pada data di dalam kumpulan cerpen Tukar Takdir juga terbagi menjadi makna-makna yang beragam mulai dari 25 data makna stilistik, 10 data makna konotatif, 25 data makna afektif, dan 9 data makna reflektif. Abstract This study aims to determine the types, functions, and meanings of metaphors in the Anthology of Valiant Budi's short story Swap Destiny. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection was carried out by reading and noting techniques from dialogue and narration fragments in each part of the short story that has a metaphorical meaning. The results of the anthology of the short story Tukar Takdir by Valiant Budi show that there are a total of 69 data consisting of 35 anthropomorphic metaphor data, 7 animal metaphor data, 17 concrete to abstract metaphor data, and 10 synaesthetic metaphor data. These metaphors have varied functions, namely 28 data functions to overcome deficiencies or limitations of the lexicon, 27 data functions are expressive, and 14 data functions avoid or reduce monotony. The metaphors in the data in the Tukar Takdir short story collection are also divided into various meanings starting from 25 stylistic meaning data, 10 connotative meaning data, 25 affective meaning data, and 9 reflective meaning data.
Representasi Sastra Perjalanan dalam Novel Brianna dan Bottomwise Karya Andrea Hirata Wahyu, Adelia; Suryani, Irma; Putri, Aprilia Kartika
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i1.27403

Abstract

This research aims to describe the representation of Travel Literature by Carl Thompson in the novels Brianna dan Bottomwise by Andrea Hirata, with a focus on three aspects: reporting the world, revealing the self, and representing the other. The method used in this research is qualitative descriptive. Data collection was conducted through reading and note-taking techniques, specifically gathering quotations that illustrate the aspects of travel literature representation in the novels Brianna dan Bottomwise by Andrea Hirata. The data's validity was ensured through triangulation of sources. Based on the analysis conducted, it was found that in narrating the reporting of the world, the author used both objective and subjective perspectives when presenting the world. In revealing the self, the author utilized Romanticism in terms of self-discovery and the search for meaning related to the places visited. On the other hand, in representing the other, the author tended to depict foreign cultures with a doctrinal perspective, emphasizing Western culture and norms. The overall observation of reporting the world, revealing the self, and representing the other points to the author's ethical implications. These ethical implications showcase the superiority of Western culture over Eastern culture. The author also tends to explore and discover his own identity during the journey. Additionally, the author portrays a mindset aligned with Western norms and tends to normalize Western cultures in contrast to Eastern cultures. In conclusion, the research shows that the portrayal of the world by the author in the novels Brianna and Bottomwise is driven by an ethical agenda, focusing on the superiority of Western culture over Eastern culture. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi Sastra Perjalanan Carl Thompson pada novel Brianna dan Bottomwise karya Andrea Hirata dengan berfokus pada tiga aspek yaitu reporting the world (pelaporan dunia), revealing the self (pengungkapan diri), dan representing the other (representasi liyan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan penelitian dengan teknik baca dan catat. Data pada penelitian ini berupa kutipan yang terdapat aspek representasi sastra perjalanan dalam novel Brianna dan Bottomwise karya Andrea Hirata. Teknik validasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam menarasikan reporting the world (pelaporan dunia), pengarang menggunakan sisi obektif dan subjektif ketika melaporkan dunia. Pada revealing the self  (pengungkapan diri) pengarang menggunakan penulisan Romantism yaitu adanya penemuan diri dan pencarian makna yang berhubungan dengan tempat yang dikunjungi. Adapun dalam representing the other (representasi liyan) pengarang dalam menarasikan budaya asing cenderung terdoktrin atas budaya dan norma-norma Barat. Setelah melihat aspek reporting the world (pelaporan dunia), revealing the self (pengungkapan diri), dan representing the other (representasi liyan), maka terlihat bahwa agenda pengarang yang cenderung terlihat yaitu implikasi etis. Dimana dalam implikasi etis ini berisikan keunggulan suatu golongan, dimana pihak Barat yang digambarkan lebih unggul dan superior dibandingkan Timur. Pengarang juga cenderung mengeksplorasi dan menemukan jati dirinya ketika melakukan perjalanan. Selain itu, terlihat pengarang menampilkan satu pemikiran dengan norma-norma Barat dan cenderung menormalisasikan budaya-budayanya yang bersebrangan dengan budaya Timur. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu dengan melihat pola penggambaran dunia oleh pengarang terlihat bahwa agenda dalam perjalanan dalam novel Brianna dan Bottomwise cenderung pada implikasi etis.
Resistensi terhadap Stereotipe Gender dalam Novel Kita Pergi Hari Ini karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Fitriani, Dian; Warni, Warni; Fitriah, Siti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i1.27404

Abstract

This research aims to describe gender stereotypes and explain resistance to gender stereotypes in the novel "Kita Pergi Hari Ini" (We Leave Today) by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, using a literary sociology approach with a focus on gender studies. The research is qualitative in nature, and the data consists of sentences, paragraphs, dialogues, and narratives containing elements of gender stereotypes sourced from the novel "Kita Pergi Hari Ini" by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. The method used in the research is qualitative descriptive, and data collection is done through literature study using reading and note-taking techniques. The research findings reveal gender stereotype elements found in the characters as follows: 1) Women are obedient creatures, 2) women must be polite and well-mannered, 3) women can play with anyone, 4) women are emotional beings. Meanwhile, the male stereotypes include: 1) Men like to rebel and freely express their opinions, 2) men tend to be less polite, and 3) men don't play with women. However, resistance to gender stereotypes is depicted in the character Fifi, who shows resistance by being 1) polite and well-mannered, 2) obedient, and 3) playing with anyone. The character Fufu also exhibits resistance by 1) playing freely on the field, 2) being rebellious, and 3) daring to express opinions, as portrayed by the author through the children characters. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stereotipe gender dan menjelaskan resistensi terhadap stereotipe gender dalam novel Kita Pergi Hari Ini (KPHI) karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan fokus kajian gender. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan data berupa kalimat, paragraf, dalam dialog maupun narasi yang mengandung unsur stereotipe gender. Sumber data pada penelitian ini yaitu novel KPHI karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka menggunakan teknik baca dan catat. Dari hasil penelitian unsur stereotipe gender yang terjadi pada tokoh berupa: 1) Perempuan adalah makhluk penurut, 2) perempuan harus sopan santun, 3) perempuan bermain dengan siapa saja, 4) perempuan makhluk emosional. Sedangkan stereotipe laki-laki yaitu 1) laki-laki suka memberontak dan bebas mengemukakan pendapatnya, 2) laki-laki bersikap kurang sopan, dan 3) tidak bermain dengan perempuan.  Sementara itu, adanya resistensi terhadap stereotipe gender yaitu: dalam karakter Fifi sebagai bentuk resistensi mampu bersikap 1) sopan santun, 2) penurut, dan 3) bermain dengan siapa saja. Begitu juga karakter Fufu yang memiliki sikap 1) bermain bebas di lapangan, 2) suka memberontak, 2) berani mengungkapkan pendapat yang juga dideskripsikan oleh penulis melalui tokoh anak-anak.
Relasi Perempuan dan Alam dalam Novel Kokokan Mencari Arumbawangi Karya Cyntha Hariadi: Kajian Ekofeminisme Sosialis Manullang, Esther Lawdy; Warni, Warni; Putri, Aprilia Kartika
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i2.28652

Abstract

his research aims to describe the relationship between women and nature in the novel Kokokan Mencari Arumbawangi using socialist ecofeminism studies from the perspectives of Keren J Warren, Vandana Shiva, and Maria Mies. The data of this research is obtained from words, phrases, sentences, expressions, and paragraphs that contain the relationship between women and the nature of socialist ecofeminism. Meanwhile, the data source in this research is the novel Kokokan Mencari Arumbawangi by Cyntha Hariadi. The method of this research is a qualitative description with data collection techniques carried out by literature study. The results of this study show that there are forms of relations between women and nature using the study of socialist ecofeminism in the novel Kokokan Mencari Arumbawangi. The form of relations between women and nature consists of direct closeness in the form of physical and emotional closeness, women's insights about nature and women's thinking about nature. The relationship that exists between women and nature shows a connection, namely women's efforts to save nature from development which makes women experience oppression because of their efforts to protect nature. The oppression received by women is divided into two, namely direct oppression, namely physical, verbal and psychological oppression and cultural oppression in the form of symbolic oppression. Various oppressions carried out by the dominant party make women fight back but end up miserable. The resistance carried out by women is divided into verbal and physical resistance. Abstrak Penelitian ini untuk mendeskripsikan relasi perempuan dan alam dalam novel Kokokan Mencari Arumbawangi menggunakan kajian ekofeminisme sosialis perspektif Keren J Warren, Vandana Shiva, dan Maria Mies. Data penelitian ini diperoleh dari kata, frasa, kalimat, ungkapan maupun paragraf yang mengandung relasi perempuan dan alam ekofeminisme sosialis. Sementara itu sumber data pada penelitian ini yaitu novel Kokokan Mencari Arumbawangi karya Cyntha Hariadi. Metode pada penelitian ini ialah deskripsi kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat bentuk relasi perempuan dan alam dengan menggunakan kajian ekofeminisme sosialis dalam novel Kokokan Mencari Arumbawangi. Bentuk relasi di antara perempuan dan alam terdiri atas kedekatan secara langsung yaitu berupa kedekatan secara fisik dan emosional, wawasan perempuan tentang alam dan pemikirian perempuan tentang alam. Adanya relasi yang terjalin di antara perempuan dan alam menunjukkan keterkaitan yaitu usaha perempuan untuk menyelematkan alam dari pembagunan yang membuat pihak perempuan mengalami penindasan karena usahanya melindungi alam. Penindasan yang diterima perempuan dibagi menjadi dua yaitu penindasan secara langsung yaitu penindasan secara fisik, verbal, dan psikologis seta penindasan kultural berupa penindasan secara simbolik. Berbagai penindasan yang dilakukan pihak dominan membuat perempuan melakukan perlawanan namun berakhir sengsara. Perlawanan yang dilakukan perempuan dibagi menjadi perlawanan secara verbal dan fisik.

Page 7 of 19 | Total Record : 185