cover
Contact Name
Rengki Afria
Contact Email
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Phone
+6282268070067
Journal Mail Official
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Jambi Pinang Masak, Jln, Jambi - Ma. Bulian, KM.15 Mendalo Indah, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29638380     EISSN : 29637988     DOI : -
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa dan sastra yang meliputi linguistik teoretis, linguistik terapan, linguistik interdisipliner, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra interdisipliner, serta sastra dan politik identitas. Setiap artikel yang dimuat di Kalistra akan melalui proses penilaian oleh peer reviewer.
Articles 166 Documents
Karakterisasi Tokoh dalam Naskah Drama Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi: Teori Albertine Minderop Wardhani, Aldha Kusuma; Suryani, Irma; Amri, Ulil
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.27612

Abstract

This research aims to describe how the characters are described by the author in a drama script Nyanyian Kardus by Puntung CM. Pudjadi uses the characterization theory of fiction analysis by Albertine Minderop. This research uses qualitative research methods, and the data studied are in the form of narratives and conversational dialogues of the characters contained in the drama script Nyanyian Kardus by Puntung CM. Pudjadi. Data collection techniques in research were carried out using literature study techniques, and data analysis techniques were carried out through narrative analysis techniques. This research will find out how the author describes the characters in the drama script Nyanyian Kardus by Puntunh CM. Pudjadi and will be examined using the theory of fictional characterization, namely through the direct method (telling) and the indirect method (showing). Besides that, this research will also reveal the hidden messages of the characters and what the author wants to convey to the readers through each portrayal of the characters in the storyline. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana karakter para tokoh yang dilukiskan oleh pengarang dalam sebuah naskah drama berjudul Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi menggunakan teori karakterisasi telaah fiksi oleh Albertine Minderop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan data yang diteliti berupa narasi serta dialog-dialog percakapan para tokoh yang terdapat di dalam naskah drama Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan menggunakan teknik studi pustaka, dan teknik analisis data dilakukan melalui teknik analisis naratif. Penelitian ini akan menguraikan bagaimana cara pengarang dalam melukiskan karakter para tokoh dalam naskah drama Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi dan akan diteliti menggunakan teori karakterisasi telaah fiksi yaitu melalui metode langsung (telling) dan metode tidak langsung (showing). Selain itu, penelitian ini juga akan mengungkapkan karakter para tokoh serta pesan tersembunyi apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pengarang kepada para pembaca melalui setiap penggambaran karakter di dalam alur ceritanya.
Personal Unconsciousness in a Sun Movie Anastasya, Elma; Chitra, Bima Prana; Zuindra, Zuindra
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.28516

Abstract

This study aims to analyze the aspects and the impacts of personal unconscious are contributed to A-Ho's personality in A Sun movie by Chung Mong-Hong. This research is included in literary criticism, which uses psychoanalysis as a theoretical approach. The research objectives to find out aspects of personal unconscious affects A-Ho's personality in A Sun movie and analyze the impacts of personal unconscious contributed to A-Ho’s personality development. The researcher uses the archetypal theory by Carl Gustav Jung. The data of this study were taken from dialogues and narration in A Sun movie. The results of the analysis show about aspects of A Ho's personal unconscious which are the main reasons for the impact of changes in A Ho's personality. The second result of this study is the impact that occurred on A Ho's personality and personal change and development in A Ho who became better because of the life problems he lived. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek dan dampak ketidaksadaran pribadi yang berkontribusi terhadap kepribadian A-Ho dalam film A Sun karya Chung Mong-Hong. Penelitian ini termasuk dalam kritik sastra yang menggunakan psikoanalisis sebagai pendekatan teorinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui aspek-aspek ketidaksadaran pribadi yang mempengaruhi kepribadian A-Ho dalam film A Sun dan menganalisis dampak ketidaksadaran pribadi yang berkontribusi terhadap perkembangan kepribadian A-Ho. Peneliti menggunakan teori arketipe Carl Gustav Jung. Data penelitian ini diambil dari dialog dan narasi dalam film A Sun. Hasil analisis menunjukkan tentang aspek ketidaksadaran pribadi A Ho yang menjadi penyebab utama dampak perubahan kepribadian A Ho. Hasil kedua dari penelitian ini adalah dampak yang terjadi pada kepribadian A Ho dan perubahan serta perkembangan diri A Ho yang menjadi lebih baik karena permasalahan hidup yang dijalaninya.
Representasi Tokoh Perempuan dalam Film 3 Srikandi Karya Iman Brotoseno: Kajian Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Hair, Muhammad; Ernanda, Ernanda; Izar, Julisah
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.28779

Abstract

This research aims to find out and understand how female characters are represented in the film 3 Srikandi using Norman Fairclough's critical discourse analysis approach. The primary data source in this research is the feature film 3 Srikandi by Iman Brotoseno. The second source of data in this research is writing which contains information about the true story of the character Srikandi which is relevant to the research topic and interviews with sources who made the film 3 Srikandi. Data collection techniques were carried out by watching films periodically, changing films in the form of transcriptions, and conducting interviews with the screenwriter of the film 3 Srikandi to find out the film production process. Data analysis was carried out in three stages, namely text analysis, discourse practice analysis and sociocultural analysis. At the text analysis stage, 34 linguistic feature data were found that were used to represent women, including 15 rhetorical question data, 11 repetition data, 6 cynicism data and 2 symbolic data. In discourse practice, the text production section shows that this film wants to appreciate female athletes who have contributed to Indonesia and introduce to the public that there are three Indonesian women who won their first medals in the sport of archery. Meanwhile, text consumption shows that this film wants to show how the female characters struggle to achieve victory, shows the problems of women who want freedom to determine their own dreams and life choices, and conveys the message that to become a successful athlete you have to go through hard training, discipline, sacrifice and struggle. Then, in the sociocultural analysis of the film 3 Srikandi, we want to convey that women are individuals who also have rights and freedoms in society. Women also have the right to make their own choices and make their dreams come true. Through this film, it is hoped that society will no longer look at gender in terms of providing opportunities and support for each individual. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana representasi tokoh perempuan dalam film 3 Srikandi menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah film layar lebar 3 Srikandi karya Iman Brotoseno. Sumber data kedua dalam penelitian ini yaitu tulisan yang memuat informasi mengenai kisah nyata dari tokoh Srikandi yang relevan dengan topik penelitian dan wawancara dengan narasumber pembuat film 3 Srikandi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menonton film secara berkala, mengubah film dalam bentuk transkripsi, dan melakukan wawancara dengan penulis skenario film 3 Srikandi untuk mengetahui proses produksi film. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu analisis teks, analisis praktik wacana dan analisis sosiokultural. Pada tahapan analisis teks ditemukan 34 data fitur linguistik yang digunakan untuk merepresentasikan perempuan, diantaranya 15 data pertanyaan retoris, 11 data repetisi, 6 data sinisme dan 2 data simbolik. Pada praktik wacana, bagian produksi teks menunjukkan bahwa film ini ingin mengapresiasi sosok atlet perempuan yang telah berjasa untuk Indonesia dan memperkenalkan pada masyarakat bahwa terdapat tiga perempuan Indonesia yang meraih medali pertama melalui cabang olahraga panahan. Sementara konsumsi teks menunjukkan film ini ingin menampilkan bagaimana perjuangan para tokoh perempuan meraih kemenangan, memperlihatkan permasalahan perempuan yang ingin kebebasan dalam menentukan impian dan pilihan hidup sendiri, serta menyampaikan pesan untuk menjadi atlet yang sukses harus melalui latihan keras, disiplin, pengorbanan dan perjuangan. Kemudian pada analisis sosiokuktural film 3 Srikandi ingin menyampaikan bahwa perempuan merupakan individu yang juga memiliki hak dan kebebasan dalam kehidupan masyarakat. Perempuan juga berhak untuk menentukan sendiri pilihannya dan mewujudkan impiannya. Melalui film ini masyarakat diharapkan tidak lagi memandang gender dalam hal memberikan kesempatan dan dukungan pada setiap individu.
Perbandingan Bentuk Perlawanan Mahasiswa Pasca Kemerdekaan dalam Novel Lelaki di Tengah Hujan Karya Wenri Wanhar dengan Novel Lelaki yang Membunuh Kenangan Karya Faisal Tehrani Wardani, Diah Octavia Kusuma; Fitrah, Yundi; Wilyanti, Liza Septa
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.30539

Abstract

This research aims to compare the forms of resistance in the novel "Lelaki di Tengah Hujan" by Wenri Wanhar with the novel "Lelaki yang Membunuh Kenangan" by Faisal Tehrani. Both novels focus on the post-independence setting, specifically the second resistance carried out by students in Indonesia and Malaysia. Comparative literary research with a qualitative descriptive approach is used to present the necessary data. Data collected after reading and recording, along with the tested validity of the descriptions, will be analyzed by comparing the forms found in both novels. The dominance of the comparison between the two novels tends towards similarity, where the majority of 14 forms of similarity are found, namely student equality, acceptance attitude, and the application of left-wing theories, group study and activist transitions, student conferences and associations, movement efficiency, issue adoption, campus occupation, pro-people actions, institutional and governmental demonstrations, student attitudes towards press limitations, press function emphasis, counter-student press avoidance tactics, and the use of art and literature. Meanwhile, three forms of differences are identified based on student leadership movements, the direction of resistance goals, and the functional role of student press. Abstrak Penelitian ini bertujuan membandingkan bentuk perlawanan dalam novel Lelaki di Tengah Hujan karya Wenri Wanhar dengan novel Lelaki yang Membunuh Kenangan karya Faisal Tehrani. Kedua novel ini menitik fokuskan latar pasca kemerdekaan, yaitu perlawanan kedua yang dilakukan mahasiswa di negara Indonesia dan Malaysia. Penelitian sastra banding dengan pendekatan berbentuk deskriptif kualitatif digunakan untuk memaparkan data yang diperlukan. Data yang dikumpulkan setelah melalui hasil pembacaan dan pendataan, deskripsi yang telah diuji validitasnya tersebut akan dianalisis dengan membandingkan bentuk-bentuk yang ditemukan dalam kedua novel tersebut. Dominasi perbandingan terhadap kedua novel tersebut cendrung ke arah kemiripan, yang mana ditemukan sebanyakan 14 (empat belas) bentuk kesamaan, yaitu ekualitas mahasiswa, sikap penerimaan dan aplikasi teori kiri, transisi kelompok studi dan aktivis, konferensi dan asosisasi mahasiswa, efisiensi pergerakan, pengangkatan isu, pendudukan kampus, aksi pro rakyat, demonstrasi instansi dan pemerintahan, sikap mahasiswa terhadap keterbatasan pers, penekanan fungsi pers, siasat penghindari pers kontra mahasiswa, penggunaan seni dan sastra. Sedangkan perbedaan ditemukan sebanyak 3 (tiga) bentuk yaitu berdasarkan pergerakan kepemimpinan mahasiswa, arah tujuan perlawanan, serta fungsional pers mahasiswa.
Inklusi dan Eksklusi Aktor Sosial dalam Film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody Karya Angga Dwimas Sangsoko: Pendekatan Theo Van Leeuwen Wati, Hesti Juliana; Ernanda, Ernanda; Putra, Yoga Mestika
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.30729

Abstract

This research aims to describe the forms of inclusion and exclusion of social actors in the film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody by Angga Dwimas Sangsoko usingTheo van Leeuwen’s critical disourse analysis approach. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The author obtained the data sources in this research from several internet platforms such as Netflix which can be accessed online. The results of this research show that there are 36 inclusions in the form of differentiation, objectivation, abstraction, nomination, categorization, assimilation, individualization, association, dissociation and 1 form of exclusion in the form of using passive constructions and no form of using nominalization constructions. Through this analysis, it was found that in the story of the film “Filosofi Kopi 3: Ben & Jody”, it shows more about the identity of social actors and shows how marginalized groups such as farmers experience oppression that they should not have, while the actors who is the main actor is the company not shown. The producer favors actors helping farmers to fight for their customary land by showing unpleasant acts such as oppression and forced labor. This can be seen from the large amount of inclusion data obtained by showing actors playing the role of victim. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk-bentuk Inklusi dan Eksklusi aktor sosial dalam film Filosofi Kopi 3: Ben & Jody karya Angga Dwimas Sangsoko menggunakan Pendekatan analisis wacana kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh dari beberapa platform internet seperti Netflix yang dapat di akses secara online. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 36 inklusi dalam bentuk diferensiasi, objektivasi, abstraksi, nominasi, kategorisasi, asimilasi, individualisasi, asosiasi, disosiasi dan 1 bentuk eksklusi dalam bentuk penggunaan kontruksi pasif serta tidak ada bentuk penggunaan kontruksi nominalisasi. Melalui analisis tersebut, ditemukanlah pandangan bahwa dalam tuturan film “Filosofi Kopi3: Ben & Jody” ini, lebih banyak menampilkan bagaimana identitas aktor sosial dan memperlihatkan bagaimana kaum marginal seperti petani mendapatkan penindasan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, sedangkan aktor yang menjadi pelaku utama yaitu perusahaan tidak diperlihatkan. Sang produser lebih memihak para aktor membantu para petani untuk memperjuangkan tanah ulayatnya dengan menampilkan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan seperti penindasan, dan kerja paksa, ini dapat dilihat dari banyaknya data inklusi yang diperoleh dengan menampilkan para aktor yang berperan sebagai korban.
Struktur Naratif Seymour Chatman pada Legenda Danau Sipin Putri, Faradiba; Warni, Warni; Fitriah, Siti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.33052

Abstract

Saat ini, masyarakat kurang memperhatikan legenda, padahal legenda merupakan kekayaan budaya yang penting untuk diperhatikan. Penelitian ini membedah peristiwa yang tersaji sehinggga menampilkan karakter yang dapat dijadikan pembelajaran, mengetahui identitas masyarakat suatu daerah dan dapat mengambil hal penting dalam legenda untuk diabadikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur naratif Legenda Danau Sipin dengan 3 versi kemudian menyajikan edisinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Secara keseluruhan ditemukan urutan tekstual dan kronologis yang berjalan linear, hanya versi Sungai Putri yang mengandung unsur kilas balik. Pada urutan logis keseluruhan menyajikan penceritaan yang berkesinambungan. Untuk karakter tiap versi menyajikan Cik Upik sebagai tokoh utama dengan karakter baik. Secara keseluruhan, latar tempat berada di Danau Sipin kota Jambi dengan latar waktu pada zaman dahulu. Latar sosial menunjukan perbedaan, versi Sungai Putri menyajikan latar sosial masyarakat biasa, versi Legok jl. Amin Aini menyajikan kehidupan masyarakat biasa yang menikah dengan raja, dan versi Legok jl. Danau Sipin menyajikan kehidupan di istana yang masih mempercayai mitos. Abstract Nowdays, people pay a little attention to legends. Whereas legends are cultural assets that are important to pay attention to. This study dissects the events presented so that they display characters that can be used as learning, knowing the identity of the people of a region and can take important things in legends to be immortalized. This study aims to describe the narrative structure of the Sipin Lake with 3 versions and then present the editions. This study used descriptive qualitative method. Overall, a textual and chronological sequence is found that runs linearly, only the Sungai Putri version contains flashback elements. The overall logical sequence presents a continuous story. For the character of each version, Cik Upik is presented as the main character with good character. Overall, the setting of the place is on Sipin Lake, Jambi City, with a setting in ancient times. The social background shows the difference, the Sungai Putri version presents the social background of ordinary people, the Legok, Street Amin Aini Version presents the lives of ordinary people who marry the king, and the Legok street Sipin Lake presents life in a palace that still believes in myths.
Citraan Penglihatan Pada Antologi Puisi Nono Warnono “Kidung Langit” Widiarti, Melia; Nurhadi, Didik; Pratita, Ina Ika
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.34035

Abstract

This study examines visual imagery in Nono Warnono's poetry anthology "Kidung Langit." Through a qualitative approach, this study analyzes how visual imagery is used in selected poems to convey profound spiritual and social meanings. "Kidung Langit" analysis focuses on poems such as "Berlayar di Samudra Makrifat," "Berjaraknya Harapan dan Nyata," "Akhir Zaman," "Maha Bendara," and "Kidung Langit." The research findings show that this anthology consists of several poems that express the author's feelings and views on life through strong imagery. Several poems in "Kidung Langit" cover the themes of divinity, the search for the meaning of life, and reflection on nature. For example, in the poem "Lelayaran Ing Samodra Makrifat," Warnono describes a spiritual journey using the imagery of the sea and waves as symbols of the search for identity and forgiveness. Visual imagery is very dominant in the poems in "Kidung Langit." The use of repetition and contrast is also clearly visible, where Warnono often repeats certain phrases to emphasize the feelings or ideas he wants to convey. Abstrak Penelitian ini mengkaji citraan penglihatan dalam antologi puisi Nono Warnono "Kidung Langit." Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana citraan penglihatan digunakan dalam puisi-puisi terpilih untuk menyampaikan makna spiritual dan sosial yang mendalam. “Kidung Langit” analisis berfokus pada puisi-puisi seperti "Berlayar di Samudra Makrifat," "Berjaraknya Harapan dan Kenyataan," "Akhir Zaman," "Maha Bendara," dan "Kidung Langit." Temuan penelitian menunjukkan bahwa Antologi ini terdiri dari beberapa puisi yang mengekspresikan perasaan dan pandangan penulis terhadap kehidupan melalui citraan yang kuat. Beberapa puisi dalam "Kidung Langit" mencakup tema ketuhanan, pencarian makna hidup, dan refleksi terhadap alam. Misalnya, dalam puisi "Lelayaran Ing Samodra Makrifat," Warnono menggambarkan perjalanan spiritual menggunakan citraan laut dan ombak sebagai simbol pencarian jati diri dan pengampunan. Citraan penglihatan sangat dominan dalam puisi-puisi di "Kidung Langit." Penggunaan repetisi dan pengontrasan juga terlihat jelas, di mana Warnono sering kali mengulangi frasa tertentu untuk menekankan perasaan atau ide yang ingin disampaikan.
Perempuan dalam Teks Berita Women Beyond Borders: Analisis Wacana Kritis Sara Mills dan Theo van Leeuwen Purwanto, Anim; Dewanti, Ratna
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.34263

Abstract

This research aims to investigate how women's positions are represented and whether they are portrayed fairly or marginalized in news texts. The method used is qualitative with a critical approach by adopting the critical discourse analysis model from Sara Mills and Theo van Leeuwen. This research data consists of four Women Beyond Borders news texts published in 2022. Data collection was carried out by categorizing, classifying relevant written sources, and analyzed using descriptive techniques. The analysis process includes reading and understanding texts, sorting news based on gender perspectives, marking selected texts, classifying actor positions and exclusion-inclusion strategies, as well as analysis using the selected model. The research results reveal that women in news texts are often depicted as active subjects who have great influence and women are rarely depicted as passive objects. Exclusion strategies (passives and nominalization) are used to disguise the actor, while clause substitution facilitates conveying the actor's information briefly. The inclusion strategies that often appear are Nomination-Categorization and Nomination-Identification, while Association-Dissociation is rarely used in the news text. Thus, there is a need for critical awareness in society to overcome gender injustice and biased representation in the media. The mass media is expected to commit to presenting stories with diverse perspectives to ensure a more balanced and fair representation between women and men. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana posisi perempuan direpresentasikan dan apakah mereka digambarkan secara adil atau justru dipinggirkan dalam teks berita. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan kritis dengan mengadopsi model analisis wacana kritis dari Sara Mills dan Theo van Leeuwen. Data penelitian ini terdiri dari empat teks berita Women Beyond Borders yang diterbitkan pada tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan mengategorikan, mengklasifikasikan sumber tertulis yang relevan, dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Proses analisis mencakup pembacaan dan pemahaman teks, pemilahan berita berdasarkan perspektif gender, penandaan teks terpilih, klasifikasi posisi aktor dan strategi eksklusi-inklusi, serta analisis dengan menggunakan model yang telah dipilih. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perempuan dalam teks berita sering kali digambarkan sebagai subjek aktif yang memiliki pengaruh besar dan perempuan jarang digambarkan sebagai objek pasif. Strategi eksklusi (pasif dan nominalisasi) digunakan untuk menyamarkan aktor, sedangkan substitusi klausa memfasilitasi penyampaian informasi aktor secara singkat. Pada strategi inklusi yang sering muncul adalah Nominasi-Kategorisasi dan Nominasi-Identifikasi, sedangkan Asosiasi-Disosiasi jarang digunakan dalam teks berita tersebut. Dengan demikian, perlunya kesadaran kritis di masyarakat untuk mengatasi ketidakadilan gender dan representasi yang bias dalam media. Media massa diharapkan berkomitmen untuk menyajikan cerita dengan perspektif yang beragam guna memastikan representasi yang lebih seimbang dan adil antara perempuan dan laki-laki
Turunan Verba “Juang” Berbasis Korpus serta Bandingannya dengan KBBI Edisi VI Siregar, Erik D; Sinar, Tengku Silvana; Prihantoro, Prihantoro
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.34452

Abstract

Derived words play an important role in language expansion and development. They are formed by adding affixes, combining words, or changing the form of existing words. In Indonesian, one such derivative word is “juang”, which comes from the verb “juang” meaning “to fight” or “to struggle”. The morphological process on the word “juang” will produce various forms of derivative words that have different functions and meanings. This research discusses the comparison between derivatives of the word “juang” which is focused on the verb class. The method used in this research is the comparison method. The data compared are the data found on CQP Web in the Indonesian LCC 2023 corpus and the Big Indonesian Dictionary VI Edition. The results show that there is a significant difference between the amount of corpus data for the derivative word “juang” of verb class and that found in KBBI VI Edition. In the corpus data taken from Corpus Query Processor: LCC Indonesia 2023, there are 11 examples of the use of the word derivative “juang” which belongs to the verb class. Meanwhile, in the VI Edition of KBBI, only 3 entries related to the derivative word “juang” of verb class were found. Abstrak Kata turunan memainkan peran penting dalam perluasan dan perkembangan bahasa. Dibentuk dengan menambahkan imbuhan, menggabungkan kata, atau mengubah bentuk kata yang sudah ada. Dalam bahasa Indonesia, salah satu kata turunan tersebut adalah “juang”, yang berasal dari kata kerja “juang” yang berarti “bertarung” atau “berjuang”. Proses morfologis pada kata “juang” menghasilkan berbagai bentuk turunan kata yang memiliki fungsi dan makna yang berbeda. Penelitian ini membahas tentang perbandingan antara turunan kata “juang” yang difokuskan pada kelas kata verba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perbandingan. Data yang dibandingkan adalah data yang ditemukan pada CQP Web pada korpus LCC Indonesia 2023 dan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi VI. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah data korpus untuk turunan kata "juang" kelas verba dengan yang terdapat dalam KBBI Edisi VI. Dalam data korpus yang diambil dari Corpus Query Processor: LCC Indonesia 2023, ditemukan sebanyak 11 contoh penggunaan turunan kata "juang" yang tergolong ke dalam kelas kata verba. Sementara itu, pada KBBI Edisi VI, hanya ditemukan sebanyak 3 entri yang berkaitan dengan turunan kata "juang" kelas verba.
Analisis Wacana Piranti Kohesi Gramatikal Substitusi dalam Debat Capres JILID V 2024 Salammah, Shelly Ika Nur; Ibrahim, Yusuf; Sumarlam, Sumarlam
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v3i3.35402

Abstract

The focus of this research is the discourse of the fifth presidential debate of the Republic of Indonesia 2024. This research aims to describe the Subsitution markers and Subsitution functions of nouns, verbs and clauses that are substituted in the oral discourse of the fifth presidential debate. Furthermore, what functions are obtained as a result of categorical grammatical substitution to support the connection and cohesion between lingual units in the speech of the vision and mission of the presidential candidates. The data source in this research is oral discourse transcribed in the fifth debate of the 2024 presidential candidates. This research is descriptive in nature with data in the form of utterances or conversations in which there is the use of nominal, verbal, and clausal substitution. The data collection in this research uses the listening method and note-taking technique. The results of this study show that there are several variations of substitution found, in the form of; noun - noun, noun phrase - noun, noun phrase - noun phrase, verbal phrase - noun phrase, clause - noun. Abstrak Fokus dalam penelitian ini adalah wacana debat calon presiden 2024 JILID V. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanda substitusi dan fungsi substitusi bentuk kata benda, bentuk kata kerja dan klausa seperti apa yang mengalami substitusi dalam wacana lisan tuturan visi dan misi debat calon presiden jilid ke V selanjutnya  fungsi apa sajakkah yang diperoleh sebagai akibat dari substitusi gramatikal berkategori guna mendukung keterkaitan dan kepaduan antar satuan lingual dalam tuturan visi dan misi capres. Sumber data berupa wacana tertulis dalam wacana debat calon presiden 2024 jilid v, Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data berupa tuturan atau percakapan yang didalamnya terdapat penggunaan substitusi nominal, verbal, dan klausal Data penelitian ini adalah aspek penanda gramatikal berupa substitusi, Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat setelah data ditemukan, kemudian di catat. Menggunakan teknik catat. Metode catat yakni mentranskripsikan bahasa lisan ke dalam bahasa tulis menggunakan transkripsi ortografis sesuai ejaan bahasa Indonesia yang berlaku.

Page 9 of 17 | Total Record : 166