cover
Contact Name
Daud Pamungkas
Contact Email
daudp@unsur.ac.id
Phone
+6285721613541
Journal Mail Official
alinea@unsur.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr. Muwardi, Cianjur, 43216 Telp/fak 0263 262284
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
ISSN : 23016345     EISSN : 26147599     DOI : 10.35194/alinea.v1i1
Alinea is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of learning bahasa-sastra Indonesia.
Articles 118 Documents
Semiotika Puisi “Selamat Pagi, Bumi” Karya M. Faizi Ach Jazuli; Hasan Busri
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 11, No 2 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v11i2.2453

Abstract

Literary works are the pouring of ideas into texts that contain ethical and aesthetic values. The poem "Good Morning, Earth" by M. Faizi is a literary work written in 2017 and published in the poetry anthology book "Destroying the Earth from the Dining Table" in 2020. This study is intended to find out the implied meaning of poetry through semiotic studies. The research was conducted by describing the results of hermeneutic reading using the semiotic study of Charles Sanders Peirce in the form of icons, indexes, and symbols in poetry. This study uses a qualitative method using a descriptive approach. The source of the data used in this research is a poem by M. Faizi. The results showed that the poem "Good Morning, Earth" by M. Faizi found 10 icons, 12 indices, and 9 symbols.Keywords: icon; index; symbol; poetry; semioticsAbstrakKarya sastra merupakan penuangan ide-ide yang menjadi teks yang mengandung nilai etika dan estetika. Puisi “Selamat Pagi, Bumi” karya M. Faizi merupakan karya sastra yang ditulis tahun 2017 dan diterbitkan dalam buku antologi puisi “Merusak Bumi dari Meja Makan” pada tahun 2020. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui makna tersirat pada puisi melalui kajian semiotik. Penelitian dilakukan  dengan mendeskripsikan hasil pembacaan hermeneutik dengan menggunakan kajian semiotik Charles Sanders Peirce berupa ikon, indeks, dan simbol pada puisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah puisi karya M. Faizi. Hasil penelitian menujukkan bahwa di dalam puisi “Selamat Pagi, Bumi” karya M. Faizi ditemukan  10 ikon, 12 indeks, dan 9 simbol. Katakunci: ikon; indeks; symbol; puisi; semiotik,  
Sistem Organisasi Masyarakat Desa Kon dalam Novel "Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga" Karya Erni Aladjai Suci Ayu Latifah; Muhajir Muhajir; Sutejo Sutejo
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 11, No 2 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v11i2.2595

Abstract

A strong social system can create harmony, harmony, and peace. This kind of life is closely related to rural communities in fact suffering the same fate. This study will describe how the Kon village community organization system appears in the storytelling of the novel. The analysis uses the theory of literary anthropology. The research method uses descriptive qualitative, namely the findings of the data in the form of words and sentences in accordance with the formulation of the problem. The data collection technique used content analysis techniques sourced from the novel Haniyah and Ala di Rumah Teteruga by Erni Aladjai. The results of the research on the community organization system in the novel include (i) the kinship system; (ii) associations and associations; (iii) the state system; and (iv) the living unitary system. Portraits of community activities with their cultural environment are often found along the plot of storytelling and depictions of novel characters.Keywords: social system; anthropology; literatureAbstrak: Sistem kemasyarakatan yang kuat dapat menciptakan keharmonisan, kerukunan, dan kedamaian. Kehidupan semacam ini lekat dengan masyarakat pedesaan yang notabene bernasib sama. Penelitian ini akan mendeskripsikan bagaimana sistem organisasi masyarakat desa Kon yang tampak dalam penceritaan novel. Penganalisisan menggunakan teori antropologi sastra. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu temuan data berupa kata-kata maupun kalimat sesuai dengan rumusan masalah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis isi yang bersumber data novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga karya Erni Aladjai. Adapun hasil penelitian sistem organisasi masyarakat dalam novel meliputi: (i) sistem kekerabatan; (ii) asosiasi dan perkumpulan; (iii) sistem kenegaraan; dan (iv) sistem kesatuan hidup. Potretisasi aktivitas masyarakat dengan lingkungan budayanya banyak ditemukan di sepanjang alur penceritaan dan penggambaran karakter tokoh-tokoh novel.Katakunci: sistem kemasyarakatan; antropologi;  sastra 
Sinestesia dalam Novel "Tanjung Kemarau" Karya Royyan Julian Milliana Milliana; Moh Badrih
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 11, No 2 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v11i2.2487

Abstract

Synesthesia is change. the meaning of the word form due to the use of responses from the two senses. This research discusses; what are the types and meanings of synesthesia contained in the novel Tanjung Kemarau by Royyan Julian. The method used in this research is descriptive qualitative with semantic studies. Data was collected by reading and note-taking techniques. Meanwhile, the data analysis used in the study, namely; transcribing, identifying, copying, analyzing, rechecking, and concluding. The novel found five types of synesthesia, namely; changes in the response of the sense of taste to the sense of sight, changes in the response of the sense of touch to the sense of hearing, changes in the response of the sense of touch to the sense of sight, changes in the response of the sense of sight to the sense of hearing, and changes in the response of the sense of hearing to the sense of sight. In addition, there are five meanings of synesthesia in it, namely the meaning based on the context of feeling (feeling), the setting context, the context of the goal, the context of tone, and the meaning of synesthesia based on the context of the relationship.Keyword: language;  novel; synesthesia; semantics Abstrak:Sinestesia  adalah  perubahan. makna bentuk kata akibat penggunaan tanggapan dari kedua indra. Penelitian ini membahas; apa saja jeniss dan makna sinestesia yang terdapat dalam novel Tanjung Kemarau  karya Royyan Julian, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan kajian semantik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat Sedangkan  analisis data yang digunakan dalam penelitian, yaitu; mentranskrip, mengidentifikasi, menyalin, menganalisis, pengecekan ulang, dan menyimpulkan. Dalam novel ditemukan lima  jenis-jenis sinestesia yakni; perubahan tanggapan indra perasa ke indra penglihatan, perubahan tanggapan indra peraba ke indra pendengaran, perubahan tanggapan indra peraba ke indra penglihatan, perubahan tanggapan indra penglihatan ke indra pendengaran, dan perubahan tanggapan indra pendengaran ke indra penglihatan. Selain itu, ada lima makna sinestesia di dalamnya yakni makna berlandaskan konteks perasaan (felling), konteks setting, konteks tujuan, konteks nada, dan makna sinestesia berlandaskan konteks relasiKata kunci: bahasa; novel; sineastesia; semantik
Transformasi Komik "Sangkuriang" Karya R.A Kosasih Menjadi Pantun Nasihat Ramdan, Muhamad Nuari; Diningsih, Cinde Adia
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 12, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v12i1.2984

Abstract

This article describes the Sangkuriang comic by R.A. Kosasih became several rhymes of advice. The research method used is qualitative and descriptive with data collection techniques in the form of a literature study. There are several rhymes of advice as a result of the transformation of the Sangkuriang comic by R.A. Kosasih. The rhyme of advice is in accordance with the events contained in the comic and does not change the actual theme.Keywords: Sangkuriang comic; advice rhyme; transformationAbstrakArtikel ini mendeskripsikan komik Sangkuriang karya R.A. Kosasih menjadi beberapa pantun nasihat. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Ada beberapa pantun nasihat sebagai hasil transformasi dari komik Sangkuriang karya R.A. Kosasih. Pantun nasihat tersebut sesuai dengan peristiwa yang terdapat dalam komik serta tidak mengubah tema yang sebenarnya.Kata kunci: komik Sangkuriang; pantun nasihat; transformasi
Bahasa dan Gender dalam Sinetron Malaysia "Melur Untuk Firdaus" Pujasari, Norma Sarah; Widayati, Wahyu
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 12, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v12i1.2722

Abstract

Soap operas are serial plays with conflicts between characters in them. In the past, soap operas could only be enjoyed on television. However, now soap operas can be accessed via mobile phones according to the wishes of the owner. The Malaysian soap opera entitled "Melur untuk Firdaus" which is the object of research tells the story of the matchmaking of a pair of lovers with different language features between the languages used by women and men. Therefore, the characteristics of the language in this soap opera are studied and related to gender. This research is qualitative descriptive research. Data collection was carried out using the see method. The technique used is tapping and free listening techniques. The data analysis used is textual analysis. The results of the study show that the female characters in the soap opera "Melur for Firdaus" have the linguistic characteristics proposed by Lakoff, namely hedge, tag question, intensifier, empty adjectives, avoidance of strong swear words and high-pitched intonation. Not only do women use these features, the men in the soap opera also use language features or characteristics that should only be used by women. For example, tag questions, avoidance of strong swear words and high-pitched intonation. Along with the development of the times, men and women have equality, so that the features or characteristics of language also follow its development and are no longer the same as before. Even so, not all of the characteristic features of women's language are also used by men.Keywords: language; gender; soap operaAbstrakSinetron adalah tayangan sandiwara bersambung dengan konflik antartokoh di dalamnya. Dulu sinetron hanya dapat dinikmati melalui televisi. Akan tetapi, sekarang sinetron dapat diakses melalui telepon genggam sesuai kemauan pemiliknya. Sinetron Malaysia berjudul "Melur untuk Firdaus" yang menjadi objek penelitian berkisah tentang perjodohan sepasang kekasih dengan fitur bahasa yang berbeda antara bahasa digunakan oleh perempuan dan laki-laki.  Oleh karena itu, karakteristik bahasa dalam sinetron ini dikaji dan dikaitkan dengan gender.  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Teknik yang digunakan yaitu teknik sadap dan simak bebas cakap. Analisis data yang digunakan adalah analisis tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam sinetron "Melur untuk Firdaus" memiliki karakteristik kebahasaan yang dikemukakan oleh Lakoff yakni hedge, tag question, intensifier, empty adjectives, avoidance of strong swear words, dan intonasi berbicara dengan nada tinggi. Tidak hanya perempuan yang menggunakan fitur tersebut, laki-laki dalam sinetron tersebut  juga menggunakan fitur atau karakteristik bahasa yang seharusnya hanya dipakai perempuan. Misalnya tag question, avoidance of strong swear words, dan intonasi berbicara dengan nada tinggi. Seiring berkembangnya zaman, laki-laki dan perempuan memiliki kesetaraan, sehingga fitur atau karakteristik bahasa pun mengikuti perkembangannya dan tidak lagi sama dengan masa sebelumnya. Meskipun demikian, tidak seluruh fitur karakteristik kebahasaan perempuan juga digunakan laki-laki.Kata kunci: bahasa; gender; sinetron
Alih Kode dan Campur Kode dalam Film "Merindu Cahaya de Amstel" Karya Hadrah Daeng Ratu Hardianti, Siti; Thahar, Harris Effendi; Afnita, Afnita
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 12, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v12i1.2727

Abstract

This article describes the forms of code-switching and code-mixing in the film “Merindu Cahaya de Amstel” by Hadrah Daeng Ratu. The method used is the descriptive qualitative method. Data collection techniques used are listening and taking notes. The research data is in the form of conversations of the characters in the film. The results of the research are five modes of code-switching, including four modes of code-switching from English to Indonesian and one mode of code-switching from Indonesian to English, and forms of code mixing found as many as twelve forms, including six forms of code mixing from Indonesian to English. English, one from Indonesian to Dutch, four from Indonesian to Arabic, and one from Indonesian to Javanese.Keywords: code-switching; code-mixing; filmAbstractArtikel ini mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode dalam film “Merindu Cahaya de Amstel” karya Hadrah Daeng Ratu. Metode yang dipergunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan  yaitu  menyimak dan mencatat.  Data penelitian berupa  percakapan para tokoh dalam film.  Hasil penelitian adanya  lima mode alih kode, meliputi empat mode alih kode dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan satu mode alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan  bentuk campur kode yang ditemukan sebanyak dua belas bentuk, meliputi enam bentuk campur kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, satu dari bahasa Indonesia ke bahasa Belanda, empat dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab dan satu dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa. Kata kunci: alih-kode; campur-kode; film
Ekologi Literasi Kampus sebagai Pilar Menyongsong Merdeka Belajar–Kampus Merdeka Mustofa, Feri Indra
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 12, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v12i1.2031

Abstract

This article describes the application of campus literacy ecology as a pillar in welcoming Merdeka Learning–Independence Campus. The method used in this research is a descriptive qualitative method with passive participation observation techniques, interviews, and documentation. Research data analysis techniques using interactive methods. The research findings show that the application of campus literacy ecology includes the application of (a) literacy ecology by processing, analyzing, responding, writing, and searching (b) digital literacy using digital media (c) financial literacy by participating, applying understanding, skills, and motivation (d) cultural literacy and citizenship in the form of skills as a nation. Furthermore, it is also known that the ecological functions of campus literacy include: (a) literacy serves to overcome educational differences between domestic tertiary institutions and the state of international education. (b) digital literacy functions to introduce the latest technology used by industry according to their fields and (c) cultural and citizenship literacy functions to increase the role of citizens who are patriotic, respect their country, are nationalistic, and have a sense of duty to their community and country. (d) financial literacy serves to introduce the process of work interaction between students and industry employees from various levels to improve students' interpersonal skills. Keywords: literacy ecology; merdeka belajar – kampus merdekaAbstrakArtikel ini mendeskripsikan penerapan ekologi literasi kampus sebagai pilar menyongsong Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipasi pasif (passive participation), wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan metode interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan ekologi literasi kampus meliputi penerapam (a) ekologi literasi baca-tulis dengan mengolah, menganalisis, menanggapi, menulis, dan mencari (b) literasi digital dengan menggunakan media digital (c) literasi finansial dengan berpartisipasi, mengaplikasikan pemahaman, keterampilan, dan motivasi (d) literasi budaya dan kewargaan berupa kecakapan sebagai bangsa. Selanjutnya, diketahui juga fungsi ekologi literasi kampus meliputi: (a) literasi baca tulis berfungsi untuk mengatasi perbedaan pendidikan antara perguruan tinggi domestik dan keadaan pendidikan internasional. (b) literasi digital berfungsi mengenalkan teknologi terkini yang digunakan industri sesuai bidangnya (c) literasi kebudayaan dan kwargaan berfungsi meningkatkan peran warga negara yang patriotik, menghargai negara mereka, bersifat nasionalistis, dan memiliki rasa tugas bagi komunitas dan negara mereka. (d) literasi finansial berfungsi mengenalkan proses interaksi kerja antara mahasiswa dan karyawan industri dari berbagai level untuk meningkatkan kemampuan interpersonal mahasiswa.Kata Kunci: ekologi literasi; merdeka belajar – kampus merdeka. 
Implikatur dan Eksplikatur Percakapan Lokadrama “Lara Ati” Karya Bayu Skak (Kajian Pragmatik) Sholihah, Alvia Mustafidatus; Rumilah, Siti
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 12, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v12i1.2714

Abstract

This article will discuss the context of the implications and explications of the language spoken in an early episode of a film/lokadrama by a YouTuber who is also a Bayu Skak actor. The data were analyzed with Grice's theory regarding explicators and implicatures. The research method used is descriptive qualitative. The film "Lara Ati" is a typical East Javanese drama with the accent "Urip lan karep ora sedalan" which gives the meaning that life and desires do not always match what is expected. The results of the study show that the speech between characters uses the dialect of everyday language so that it seems as it is and creates implicit meaning from the interlocutor speakers. The forms of implicature found are declarative (confirming) implicature; imperative implicature (giving an order); and interrogative implicature (asking). Based on the implicature function, there are those that show directive (ordering and begging) and expressive (low self-esteem and mocking).Keyword: implicature, explicature, pragmatics, and Lara Ati's film.Abstrak:Artikel ini akan membahas konteks implikasi dan eksplikasi tuturan berbahasa pada sebuah film/lokadrama episode awal garapan seorang youtuber sekaligus pemain film Bayu Skak. Data dianalisis dengan teori Grice terkait eksplikatur dan implikatur. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Film “Lara Ati” merupakan lokadrama khas Jawa Timur dengan aksen “Urip lan karep ora sedalan” memberikan makna bahwa hidup dan keinginan tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan antartokoh menggunakan dialek bahasa sehari-hari sehingga terkesan apa adanya dan menimbulkan makna implisit dari penutur petutur. Bentuk implikatur yang ditemukan, yaitu implikatur deklaratif (mengkonfirmasi); implikatur imperatif (memberikan sebuah perintah); dan implikatur interogatif (bertanya). Berdasarkan fungsi implikaturnya, ada yang menunjukkan direktif (menyuruh dan memohon) dan ekspresif (rendah diri dan mengejek).Kata kunci: implikatur, eksplikatur, pragmatik, dan Film Lara Ati.
Desain Pembelajaran Model ASSURE dalam Pembelajaran Menulis Kreatif Berbasis Media Plotagon di Era Merdeka Belajar Pradana, Muhammad Fernanda Adi; Zahro, Azizatuz; Widyartono, Didin
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 12, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v12i1.2852

Abstract

Di era merdeka belajar saat ini adanya pembelajaran yang berdiferensiasi sangat dibutuhkan. Pembelajaran berdiferensiasi membutuhkan adanya perancangan sebuah desain pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP masih ditemukan permasalahan pada kegiatan menulis kreatif teks cerita fantasi, di antaranya 1) kurangnya ide dan gagasan dalam menentukan cerita fantasi, 2) peserta didik merasa bahwa menulis merupakan kegiatan yang tidak menarik dan membosankan, dan 3) minimnya daya imajinasi peserta didik dalam menentukan keunikan tokoh. Oleh karena itu, di dalam penelitian ini akan membahas tentang perancangan sebuah inovasi desain pembelajaran. Inovasi tersebut dirancang dalam materi menulis kreatif cerita  fantasi berbasis digital agar dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Perancangan desain pembelajaran tersebut diintegrasikan dengan media Plotagon, untuk melatih peserta didik menulis kreatif cerita  fantasi secara digital. Perancangan desain pembelajaran ini menggunakan model ASSURE. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan desain pembelajaran menulis kreatif cerita fantasi digital yakni karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran pada kurikulum merdeka, metode, media, dan materi, keaktifan kelas, dan evaluasi desain pembelajaran. Peranan media khususnya Plotagon penting dalam menumbuhkan jiwa kreativitas peserta didik membuat cerita fantasi berbasis digital.
Simbol Cantik dalam Novel "Cantik Itu Luka" karya Eka Kurniawan Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur Anggraeny, Elva Febriana; Supratno, Haris; Darni, Darni; Tjahjono, Tengsoe
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 12, No 1 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v12i1.2830

Abstract

Hermeneutics is a theory that is used to interpret a text related to events that occur both based on story and historical settings. The research problem is exploring the meaning of beauty in the novel " Cantik itu Luka " by Eka Kurniawan. This research is a qualitative type with data collection through documentation or literature study. The results of the study show that in the novel the symbol of beauty can be interpreted as physically beautiful in the form of an image of a Caucasian woman's face, but beauty can also be interpreted as a blessing or a disaster. Beauty can bring benefits such as getting special treatment from men, however, it turns out that beauty can also bring disadvantages such as experiencing bitter things in life as a result of their beauty.Keywords: hermeneutics; pretty symbolAbstrakHermeneutika merupakan sebuah teori yang dipergunakan untuk menafsirkan sebuah teks yang dihubungkan dengan peristiwa yang terjadi baik bersandarkan latar cerita maupun latar sejarah. Permasalahan penelitian menggali makna cantik di dalam novel “Cantik itu Luka” karya Eka Kurniawan. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pengambilan data melalui pendokumentasian atau studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan di dalam novel simbol cantik itu bisa dimaknai cantik secara fisik berupa gambaran  paras wanita ras kaukasoid, tetapi cantik juga bisa dimaknai sebagai sebuah berkah atau bisa juga menjadi musibah.  Cantik itu bisa mendatangkan keuntungan seperti mendapatkan  perlakuan istimewa dari kaum lelaki, tetapi, ternyata cantik juga bisa mendatangkan kerugian seperti mengalami hal-hal pahit dalam kehidupan sebagai akibat kecantikan mereka.Kata kunci: hermeneutika; simbol cantik

Page 7 of 12 | Total Record : 118