cover
Contact Name
Daud Pamungkas
Contact Email
daudp@unsur.ac.id
Phone
+6285721613541
Journal Mail Official
alinea@unsur.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr. Muwardi, Cianjur, 43216 Telp/fak 0263 262284
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
ISSN : 23016345     EISSN : 26147599     DOI : 10.35194/alinea.v1i1
Alinea is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of learning bahasa-sastra Indonesia.
Articles 118 Documents
Kohesi dan Koherensi Wacana "Kasidi Menjadi Kepala Negara" dalam Youtube Tri Budhi Sastrio Latifah, Suci Ayu
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 12, No 2 (2023): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v12i2.3055

Abstract

This article will discuss linguistic elements from the perspective of cohesion and coherence. This is done because the two are connected, giving rise to meaning. The method used is what is commonly called descriptive with the descriptive text object on the YouTube show "Kasidi Becomes Head of State". The text is on the Tri Budhi Sastrio account. The findings show that cohesion and coherence in a discourse vary. Almost all types of cohesion and coherence are spread throughout the text, there are grammatical and lexical cohesion as well as marked and unmarked coherence.Keywodrs: cohesion; coherence; discourse; YouTubeAbstrakArtikel ini akan mendiskusikan unsur-unsur kebahasaan dari sudut kohesi dan koherensi. Hal ini dilakukan karena keduanya memiliki pertautan sehingga menimbulkan makna. Metode yang digunakan yairu yang lazim disebut deskriptif dengan objek teks deskripsi pada tayangan youtube “Kasidi Menjadi Kepala Negara”. Teks terdapat di akun Tri Budhi Sastrio. Hasil temuan menunjukkan bahwa kohesi dan koherensi pada sebuah wacana beragam. Hampir semua jenis kohesi dan koherens tersebar di keseluruhan teks, ada kohesi gramatikal dan leksikal sert koherensi berpenanda dan tidak berpenanda.Kata kunci: kohesi; koherensi; wacana; Youtube
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel "Mariposa" Karya Luluk Hf. Hardianti*, Siti; Ramadhan, Syahrul; Amir, Amril
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i1.3457

Abstract

This article describes the value of character education in the novel "Mariposa" by Luluk Hf. The research is included in the descriptive qualitative category. The data in the research are words, sentences and paragraphs in the form of stories or dialogue. The data source for this research is a novel. The data collection techniques used in research are listening and note-taking techniques. The research results found that there are 9 character education values, including liking to read, appreciating achievement, discipline, honesty, curiosity, hard work, friendly and communicative, religious, and responsibility.Keywords: education; character; novel; MariposaAbstrak:Artikel ini mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam novel “Mariposa” karya Luluk Hf. Penelitian termasuk dalam kategori kualitatif deskriptif. Data pada penelitian yaitu kata, kalimat, maupun paragraf  yang berbentuk cerita ataupun dialog. Sumber data penelitian ini adalah novel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik menyimak dan mencatat. Hasil penelitian menemukan terdapat 9 nilai pendidikan karakter di antaranya  gemar membaca, menghargai prestasi, disiplin, jujur, rasa ingin tahu, kerja keras, bersahabat dan komunikatif, religius, dan tanggung  jawab.Katakunci: pendidikan; karakter;  novel; Mariposa
Bentuk dan Fungsi Mantra "Mangariau Banih" Ma'ruf*, Salim; Taqwiem, Ahsani; Alfianti, Dewi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i1.3495

Abstract

This study aims to describe the forms and functions of the mantra “Mangariau Banih” of traditional farming communities in Pingaran Ulu Village, Astambul District, Banjar Regency. This study uses field research methods. This type of research is descriptive-qualitative. The data in this study is oral data. Sources of data in this study were informants (informants), namely Pingaran Ulu villagers who work as traditional farmers. Data collection techniques used in this study were interviews, recording and notes. Data analysis techniques in this study used qualitative data analysis techniques. The results of this study, in the form of seventeen mantras on the mangariau banih process, are divided into several forms and functions. Based on the results of this study, the forms in the Mangarau Banih mantra are 22 parts of the mantra in the form of repetition of sounds, 2 in the form of poetry, and 1 in the form of pantun. Meanwhile, the functions contained in the Mangarau Banih mantra include 21 parts of the mantra containing a religious function, 10 moral functions, 1 recreational function, and 1 aesthetic function.Keywords: form; function; Mangariau banih mantraAbstrak:Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk dan fungsi mantra mangariau banih masyarakat petani tradisional di Desa Pingaran Ulu Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan. Jenis penelitian yaitu deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Pingaran Ulu yang berprofesi sebagai petani tradisional. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, rekam dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menemukan tujuh belas buah mantra pada proses mangariau banih, yang terbagi menjadi beberapa bentuk dan fungsi. Berdasarkan hasil penelitian ini, bentuk yang ada pada mantra mangariau banih adalah 22 bagian mantra berbentuk pengulangan bunyi, 2 mantra bentuk puisi, dan 1 mantra bentuk pantun. Sedangkan, fungsi yang terkandung dalam mantra mangariau banih meliputi 21 bagian mantra yang mengandung fungsi religius, 10 fungsi moralitas, 1 fungsi rekreatif, dan 1 fungsi estetis.Katakunci: bentuk; fungsi; mantra mangariau banih
Jendela Jiwa Janitra: Eksplorasi Psikologis dalam Cerpen Pilihan Kompas "Apa yang Paul McCartney Bisikkan di Telinga Janitra" karya Sasti Gotama Sofyaningrum*, Rosita; Chamidah, Nurul
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i1.3969

Abstract

This article will discuss literary psychology in the short story "Apa yang Paul McCartney Bisikkan di Telinga Janitra", which was published in "Kompas" in 2021. The theory used in this research is Carl Gustav Jung's analytical psychology theory. The research method applied is literary analysis with a psychological approach, which discusses layers of symbolic meaning, character analysis, and psychological interpretation of interactions between characters. The research results show that Janitra's character changed significantly due to the conflict with her husband, Gupta. Janitra's struggle to keep "the Beetle" within herself as a symbol of internal conflict and emotional change. In addition, the influence of Paul McCartney's whisper is interpreted as a catalyst that triggers psychological changes and directs the evolution of Janitra's character, reflected in changes in the story's plot.Keywords: character; inner conflict; psychologyAbstrakArtikel ini akan membicarakan psikologi sastra dalam cerpen "Apa yang Paul McCartney Bisikkan di Telinga Janitra", yang terbit dalam “Kompas” tahun 2021. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori psikologi analitik Carl Gustav Jung. Metode penelitian yang diterapkan adalah analisis sastra dengan pendekatan psikologis, yang membahas lapis makna simbolik, analisis karakter, dan interpretasi psikologis atas interaksi antarkarakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Janitra berubah secara signifikan dipicu oleh konflik dengan suaminya, Gupta. Perjuangan Janitra menjaga "si Kumbang" dalam dirinya sebagai simbol konflik internal dan perubahan emosional. Selain itu, pengaruh bisikan Paul McCartney diinterpretasikan sebagai katalisator yang memicu perubahan psikologis dan mengarahkan evolusi karakter Janitra, tercermin dalam perubahan plot cerita.Katakunci: karakter; konflik batin; psikologi
Pemerolehan Bahasa Kedua Kenji Konten Kreator TikTok Jepang Agustin*, Anggelia Dwi; Fitri, Sekar Kurnia; Putra, Dona Aji Karunia
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i1.3859

Abstract

This article will explore the process of acquiring a second language by Kenji, a Japanese content creator who learned Indonesian through TikTok. Content analysis methods are used to identify significant changes in language use, language acquisition strategies, and the factors that influence them. The research subject is Kenji, and research data was obtained from videos uploaded by Kenji on the TikTok platform. Data collection techniques involve direct observation and field recording. The research results show that the process of acquiring a second language involves active efforts in adapting Indonesian intonation, rhythm and pronunciation, as well as showing adaptation to the cultural context. Keywords: second language; culture; acquisition; influenceAbstrak:Artikel ini akan mengeksplorasi proses pemerolehan bahasa kedua  Kenji, seorang konten kreator asal Jepang yang mempelajari bahasa Indonesia melalui TikTok. Metode analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi perubahan signifikan dalam penggunaan bahasa, strategi pemerolehan bahasa, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Subjek penelitian adalah Kenji, dan data penelitian diperoleh dari video-video yang diunggah oleh Kenji di platform TikTok. Teknik pengumpulan data melibatkan pengamatan langsung dan pencatatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan proses pemerolehan bahasa kedua ini melibatkan upaya aktif dalam menyesuaikan intonasi, ritme, dan pengucapan bahasa Indonesia, serta menunjukkan adaptasi terhadap konteks budaya.Katakunci: bahasa kedua; budaya; pemerolehan; pengaruh
Pembelajaran Kesantunan Berbahasa di Era Menuju Indonesia Emas Andianto, Mujiman Rus; Muti'ah, Arju; Rijadi, Arief; Wuryaningrum, Rusdhianti; Purnomo, Bambang Edi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 9, No 1 (2020): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v9i1.795

Abstract

Berdasarkan realitas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, terutama terkait dengan berbagai kasus hoaks dalam komunikasi sosial, pada dasarnya, bangsa Indonesia sangat membutuhkan kesantunan, khususnya kesantunan berbahasa. Kebutuhan itu tidak hanya terkait dengan persoalan pelestarian nilai-nilai budaya leluhur, tetapi jauh lebih pragmatis dari itu adalah masalah penciptaan kedamaian warga negara, pembangunan karakter bangsa, yang se-kaligus menjadi upaya pengembangan aset wisata budaya di era ini untuk menuju Indonesia emas yang maju. Dilihat dari sisi ini, secara sosial maupun ekonomik, kesantunan berbahasa menduduki posisi strategis bagi pemba-ngunan nasional secara keseluruhan. Dengan demikian, pembelajaran kesantunan berbahasa secara formal di sekolah-sekolah menjadi sangat penting dan strategis untuk diadakan. Bagaimana esensi dan di mana posisi pembelajaran kesantunan berbahasa ini dilaksanakan? Artikel ini menawarkan diskusi berkenaan dengan dua pertanyaan tersebut.    Katakunci: pembelajaran, kesantunan berbahasa, Indonesia emasBased on the reality of our nation and state life today, especially related to various cases of hoax in social communication, basically, Indonesian people need politeness, especially language politeness. The need is not only related to the issue of preservation of cultural values of ancestors, but also related to the problem of creating peace among citizen, building the nation's character, which is at the same time an effort to develop cultural tourism assets in this era to move towards an advanced golden Indonesia. Viewed from this side, socially and economically, politeness in language occupies a strategic position for national development as a whole. Thus, the learning of politeness in formal language in schools becomes very important and strategic to implement. How is the essence and where is this politeness learning position carried out? This article offers a discussion regarding these two questions.Keywords: Learning, politeness, Indonesia gold 
Skema Citra dan Fungsi Metafora Ontologis pada Lirik Lagu “Huwa Al-Quran” Nisa*, Siti Nuraini Wahidatun; Nur, Tajudin
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i1.3965

Abstract

Ontological metaphor is a type of metaphor that interprets things that have abstract processes by describing them as something physical. This article will describe the form and function of the ontological metaphor contained in the lyrics of the song "Huwa Al-Qur'an". The song was chosen as a data source in the research because it has gained popularity through various Arabic language social media platforms. The research method uses a translational equivalent method by applying note-taking techniques, and the results are presented informally through a qualitative descriptive approach. The research results show that there are 11 data related to ontological metaphors, especially in the form of personification. Apart from that, it is also known that the metaphor has an informational function of 4 data and an expressive function of 7 data. As a recommendation for future research, it is suggested that researchers explore ontological metaphor and its role in Arabic literary works, including in various genres such as drama, film and other works of art. Keywords: form and function; ontological metaphor; image schemaAbstrakMetafora ontologis adalah jenis metafora yang mengartikan hal-hal yang memiliki proses abstrak dengan menggambarkannya sebagai sesuatu yang bersifat fisik. Artikel ini akan mendeskripsika  bentuk serta fungsi dari metafora ontologis yang terdapat dalam lirik lagu “Huwa Al-Qur’an”. Lagu itu dipilih sebagai sumber data dalam penelitian karena telah meraih popularitas melalui berbagai platform media sosial berbahasa Arab. Metode penelitian menggunakan metode padan-translasional dengan menerapkan teknik simak-catat, dan hasilnya disajikan secara informal melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya 11 data terkait metafora ontologis, khususnya dalam bentuk personifikasi. Selain itu, diketahui pula bahwa metafora tersebut memiliki fungsi informasi sebanyak 4 data dan fungsi ekspresif sebanyak 7 data. Sebagai rekomendasi untuk penelitian berikutnya, disarankan agar peneliti mendalami metafora ontologis dan peranannya dalam karya sastra Arab, termasuk dalam berbagai genre seperti drama, film, dan karya seni lainnyaKatakunci: bentuk dan fungsi; metafora ontologis; skema citra
Pembelajaran Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas Izaty, Firlana; Mujianto, Gigit
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 11, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v11i1.1622

Abstract

Artikel ini akan membahas penggunaan bahasa peserta didik dan kaitannya dengan kemampuan menyimak mereka dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan psikolinguistik. Penelitian merupakan penelitian kualitatif,  dengan  jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan berbahasa yang dilakukan peserta didik  disebabkan karena kurangnya kesiapan mereka baik dalam aspek kognitif, afektif, dan juga psikomotor. Kesalahan secara kognitif tampak dalam penguasaan kaidah bahasa dan materi yang akan disampaikan, kemampuan afektif yakni tenang, yakin, percaya diri, dan mampu mengontrol rasa cemas, ragu-ragu, was-was dan sebagainya, serta aspek  psikomotor meliputi pelafalan yang fasih dan keterampilan memilih kata, frasa, klausa, dan kalimat. Katakunci: bahasa, menyimak, pembelajaran, psikolinguistik Abstract:This article will discuss students' use of language and its relation to their listening skills in learning Indonesian with a psycholinguistic approach. This is descriptive qualitative research. Data collection techniques were observation and interviews. The results show that there were several language errors made by students due to their lack of readiness in cognitive, affective, and psychomotor aspects. Cognitive errors can be seen in the mastery of language rules and the content; affective abilities such as calm, firm, confidence, and ability to control anxiety, doubt, hesitation; as well as psychomotor aspects including fluent pronunciation and skills in choosing words, phrases, clauses, and sentences.Keywords: language, listening, learning, psycholinguistics
Penerapan Supervisi Akademis dalam Meningkatkan Kemampuan Guru Menyusun Asesmen Gushardiyati, Teti
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i1.3613

Abstract

This article will explain the skills of class teachers in compiling assessment instruments. The method used is descriptive comparative with a qualitative approach in the form of classroom action research consisting of two cycles. The research was carried out after looking at the data from the supervision of the assessment tools prepared and owned by the class teachers at SD Negeri Ibu Dewi 1 Cianjur which turned out to be still at a deficient and basic level. The steps taken by all teachers include the activities (1) compiling question indicators, (2) developing questions according to the question indicators, (3) preparing questions according to cognitive level. (4) compose written questions in accordance with the rules for preparing questions, and (5) create a scoring rubric for essay questions. The results of the research showed that there was an increase in the ability of teachers in compiling assessment tools from pre-cycle to cycle I by 12.99% (from the poor category to the good category) and from cycle I to cycle II by 13.51% (from the good category to the very good category). Good).Keywords: assessment; teacher ability; supervisionAbstrak:Artikel ini akan memaparkan keterampilan guru-guru kelas dalam menyusun instrumen penilaian. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Penelitian  dilaksanakan setelah melihat data hasil supervisi terhadap perangkat penilaian yang disusun dan dimiliki oleh guru-guru kelas SD Negeri Ibu Dewi 1 Cianjur ternyata masih berada pada tingkat kurang dan apa adanya. Adapun langkah yang dilakukan oleh semua guru meliputi kegiatan-kegiatan (1) menyusun indikator soal, (2) mengembangkan soal sesuai indikator soal, (3) menyusun soal sesuai dengan level kognitif. (4) menyusun soal tertulis sesuai dengan kaidah penyusunan soal, dan (5) membuat rubrik penskoran pada soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan guru- guru dalam menyusun perangkat asesmen dari prasiklus ke siklus I sebesar 12,99% (dari kategori kurang ke kategori baik) dan sari siklus I ke siklus II sebesar 13,51% (dari kategori baik ke kategori sangat baik).Katakunci: asesmen; kemampuan guru; supervisi
Penulisan Kata pada Cerita Pendek Karya Siswa SMK Kelas XI Syifa*, Hanna Maulida; Layaly, Fikriyah; Maharani, Anisa Nur; Hasanah, Salma Fairuz; Fitriyah, Mahmudah
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i1.3475

Abstract

This article will describe errors in writing words in short stories written by class XI vocational school students. This study used descriptive qualitative method. The data collection technique used was reading the short story anthology carefully. The analysis techniques used in the research include (1) looking at short stories, (2) classifying word writing errors, and (3) analyzing errors according to the data in the discussion. The results of the research showed that there were 6 errors in writing words, namely affix words consisting of 3 data, acronyms consisting of 2 data, conjunctions consisting of 7 data, and pronouns consisting of 3 data. The most common word writing errors found in class XI short stories are conjunctions, while the fewest word writing errors found are acronyms.Keywords: short stories; mistake; writing skillsAbstrak:Artikel ini akan mendeskripsikan kesalahan penulisan kata pada cerita pendek karya siswa SMK kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca antologi cerita pendek dengan seksama. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian meliputi (1) mencermati cerita pendek, (2) mengelompokkan kesalahan penulisan kata, dan (3) menganalisis kesalahan sesuai data dalam pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 kesalahan penulisan kata, yaitu kata berimbuhan yang terdiri dari 3 data, kata akronim yang terdiri dari 2 data, kata hubung yang terdiri dari 7 data, dan kata ganti yang terdiri dari 3 data. Kesalahan penulisan kata yang paling banyak ditemukan pada cerita pendek kelas XI adalah kata hubung, sedangkan kesalahan penulisan kata yang paling sedikit ditemukan adalah kata akronim.Katakunci: cerita pendek; kesalahan; keterampilan menulis

Page 9 of 12 | Total Record : 118