cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Bioplastik dari Umbi Ganyong dan Kulit Kacang Tanah dengan Penambahan Gliserol Utami, Fatiya Dwi; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.844 KB)

Abstract

Biodegradable plastik adalah plastik yang akan terurai di alam dengan bantuan mikroorganisme. Penggunaan patisebagai bahan utama pembuatan plastik memiliki potensi yang besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanamanpenghasil pati.Untuk memperoleh bioplastik, pati ditambahkan dengan plastisizer gliserol, sehingga diperolehplastik yang lebih fleksible dan elastis. Penelitian ini mengkaji tentang pemanfaatan pati umbi ganyong dan kulitkacang tanah dengan gliserol sebagai bahan dasar pembuatan biodegradable plastik Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh perbandingan berat pati dan selulosa dengan gliserol terhadap karakteristik bioplastik umbiganyong dan kulit kacang tanah. Pembuatan bioplastik menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan menggunakan dua faktor yaitu perbandingan pati dan selulosa dengan variasi berat pati umbi ganyong danselulosa kulit kacang tanah yaitu 9,5g : 0,5 g ; 9 g : 1 g ; dan 8,5 g : 1,5 g serta variasi konsentrasi gliserol yaitu8%, 7%, dan 6 %. Parameter dari penelitian ini yaitu uji biodegradasi bioplastik.Hasil yang diperoleh berupabioplastik lembaran tipis berwarna kecoklatanyang terdegradasi dalam 1 minggu.
Pengaruh Jenis Pelarut dalam Ekstraksi Daun Rhoeo discolor sebagai Kertas Indikator Asam Basa Latih, Garin Puspa; Rahayu, Triastuti
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.673 KB)

Abstract

Indikator pH sangat penting keberadaannya untuk menunjukkan sifat asam dan basa suatu larutan. Beberapajenis tumbuhan dapat digunakan sebagai indikator asam-basa alternatif. Berdasarkan penelitian terdahulu,ditemukan senyawa antosianin yang dapat mengidentifikasi asam maupun basa. Senyawa antosianin alamicenderung berasal dari pigmen warna merah dan biru-ungu pada suatu tanaman. Rhoeo discolor atausosongkokan merupakan tanaman yang mudah dijumpai di Indonesia. Pigmen ungu dan pigmen hijau yangmenjadi ciri khas dari tanaman tersebut dihasilkan dari senyawa flavonoid yaitu antosianin dan pigmenklorofil. Karena adanya kandungan pigmen antosianin, Rhoeo discolor dapat dijadikan sebagai indikator asam-basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dalam ekstraksi pigmen warnaantosianin pada Rhoeo discolor. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan satufaktor yaitu variasi pelarut berupa etanol 95% dan etanol 95%+ HCl 1% dalam ekstraksi daun Rhoeodiscolor dengan cara maserasi. Parameter penelitian ini adalah perubahan warna kertas indikator asam basadaun Rhoeo discolor setelah diujikan pada larutan asam-basa kuat dan asam-basa lemah. Berdasarkan hasilpenelitian, ekstrak daun Rhoeo discolor menggunakan pelarut etanol 95% + HCl 1% menunjukkan warnayang lebih kontras membedakan larutan asam dan basa dibandingakan dengan menggunakan pelarut etanol95%, yaitu berwarna pink pada larutan asam kuat, pink muda pada larutan asam lemah, hijau belerang padalarutan basa kuat, dan hijau kumala pada larutan basa lemah.
Pemanfaatan sifat Wettability Minyak Nabati untuk meningkatkan Cleanability pada kasus Fouling Rizza, Muhammad Akhlis; Wardana, I Nyoman Gede; Hamidi, Nurkholis; Wijayanti, Widya
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.781 KB)

Abstract

Fouling menjadi permsalahan pada proses produksi di suatu industri, terutama industri yang memiliki prosesperpindahan panas. Fouling dapat mengurangi perpindahan panas yang terjadi. Oleh karena itu terjadinyafouling harus diatasi dengan cleaning yang cepat. Untuk mempercepat proses cleaning, terutama pada foulingdengan material droplet minyak nabati dapat dilakukan dengan memanfaatkan sifat wettability. Sifatwettability dapat diatur dengan mengatur temperatur pada droplet. Tujuan analisis ini adalah mengetahuifaktor-faktor yang berpengaruh pada wettability, sehingga dapat dipakai untuk memudahkan proses cleaning. Berdasarkan analisis, diperoleh kesimpulan bahwa wettability dipengaruhi oleh temperatur minyak nabatiserta kerataan permukaan substrate-nya.
Research On Partial Solar Eclipse 9 March 2016 Observed At Lapan Watukosek, Pasuruan Setiahadi, Bambang; Risdianto, Dian Yudha
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.592 KB)

Abstract

The partial solar eclipse was observed during the eclipse event on 9 March 2016. Research was focused on mainly the intensity decreasing and increasing during contact of Moon-disk with Solar-disk. During first contact decreasing in intensity is in focused. After minimum intensity phase we further continue to inspect the intensity increasing. We posed that the intensity profile has some degree of asymmetry during complete solar eclipse process.
Research And Observations On Solar Storm: Solar Warning On 11 March 2015 Setiahadi, Bambang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.22 KB)

Abstract

On early morning on 11 March 2015 a solar exceptionally energy release was calculated by MHDoobservational parameters and showed there would be energy liberated by the Sun. Later we observed on 17 March 2015, we did notice geomagnetic large deviation. As preliminary conclusion we supposed that on 11 March 2015 the Sun did release huge energy into interplanetary space.
Fisika Penambangan Bahan Galian C Wardoyo, Arik Aguk; Hendrajaya, Lilik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.738 KB)

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam termasuk mineral. Mineral di dalam maupun di permukaan bumi sebagian besar telah dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan hidup manusia. Bahan mineral dapat juga disebut bahan galian. Istilah bahan galian C disebut berdasarkan peraturan pemerintah no. 27 tahun 1980 mengenai pembagian bahan galian berdasarkan pentingnya kedudukan bahan galian tersebut. Bahan galian yang dimaksud mengenai bahan bangunan adalah batu (dari tubuh gunung atau dari sungai), pasir, batu kapur, dan tanah liat (lempung). Bahan tersebut akan dikaji tentang proses penambangan dan pengolahannya. Proses penambangan dan pengolahan tersebut dapat dibuat suatu bahan ajar fisika yang terdiri dari kaitan materi fisika dengan tambang bahan galian C, kajian bahan galian C secara fisika, modul praktikum fisika tentang tambang bahan galian C, dan modul pelatihan dan keselamatan kerja di tambang bahan galian C.
Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) sebagai Dye Sensitiser Alami pada Dye Sensitized Solar Cell Bashir, Faqih Abdul; Febri, Ade; Hidayah, Aulia Tri; Nuraini, Niken Rizky Amalia; Wulandari, Novi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.234 KB)

Abstract

DSSC adalah sel surya fotoelektrokimia yang menggunakan elektrolit sebagai medium transport muatan untuk mengkonversi cahaya matahari menjadi energi listrik. Prinsip kerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) adalah saat terjadi proses transfer elektron pada rangkaian luar DSSC menuju elektroda lawan, aliran listrik akan dihasilkan. Pada sisi elektroda lawan akan mempunyai potensial positif. Sedangkan pada sisi substrat yang terlapisi TiO2 atau elektroda kerja akan mempunyai potensial negatif. Beda potensial antara kedua elektroda tersebut menimbulkan terjadinya aliran listrik ketika kedua elektroda tersebut diberi beban. Semikonduktor TiO2 tidak menyerap cahaya tampak, namun mengabsorbsi cahaya UV. Penggunaan bahan pewarna (sensitizer) merupakan salah satu cara untuk memperbaiki sifat semikonduktor dengan meningkatkan absorbansi pada panjang gelombang cahaya tampak dari semikonduktor TiO2. Spektrum absorbsi cahaya yang paling lebar dimiliki oleh dye kulit buah manggis sebesar 312,1-556,05 nm, dye rosella sebesar 308,12 -543,09 nm dan dye terung belanda sebesar 305,09-530,02 nm. Efisiensi berturut turut pada konsentrasi dye kulit manggis 10%, 20% dan30% adalah 3,79 x 10-4%, 7,31 x 10-4%, dan 8,72 x 10-4%. Efisiensi sel surya menggunakan dye kulit manggis meningkat seiring bertambahnya konsentrasi dye. Besarnya konsentrasi dye mempengaruhi ketebalan lapisan dye di atas TiO2 yang sangat berpengaruh terhadap proses penyerapan cahaya oleh lapisan dye dan dapat meningkatkan konduktivitas listrik dalam lapisan tersebut. Efisiensi berturut-turut dari dye kulit manggis, dye wortel, dye kulit melinjo dan dye daun binahong adalah 0,09%; 0,03%; 0,03%; 0,01%. Beberapa parameter meliputi pelarut pengekstrak, sifat dye, pori dan ketebalan lapisan TiO2, sifat garamelektrolit dan elektroda lawan.
Pembuatan Film Bioplastik Dari Biji Nangka Dan Kulit Kacang Tanah Dengan Penambahan Gliserol Aeni, Nurul; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.273 KB)

Abstract

Abstrak: Kehidupan manusia tidak terlepas dari permasalahan sampah terutama sampah jenis plastik yang bersifatnonbiodegradable atau plastik yang tidak terdegradasi oleh aktivitas mikroorganisme sehingga menyebabkanterjadinya penumpukan sampah dan kerusakan lingkungan hidup. Oleh karena itu, untuk mempercepat tingkatdegradasi dalam pembuatan plastik mengganti dengan bahan alami yaitu pati biji nangka karena sifatnya yang mudah terdegradasi, melimpah, dan kurang dimanfaatkan. Untuk meningkatkan sifat mekanik pada patiditambahkan kulit kacang tanah dan gliserol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas bioplastik daribiji nangka dengan penambahan kulit kacang tanah dan gliserol dengan parameter sifat biodegrdabilitas. Penelitianini menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Adapun faktor 1 yaituperbandingan massa tepung biji nangka dan kulit kacang tanah (N), N1= 8,5:1,5g, N2= 9:1g, dan N3= 9,5:0,5g danfaktor 2 yaitu volume gliserol yang digunakan (G), G1= 6ml, G2= 7ml, G3=8ml. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sifat biodegradabilitas tertinggi pada perlakuan N2G2 yang mengalami degradasi terbesar sebanyak78,826%.
Estimasi Bobot Karkas Sapi Pedaging Menggunakan Metode Fraktal dan Klasifikasi K-Nearest Neighbor (KNN) Nilamsari, Putri Ragil; Hidayat, Bambang; Darana, Sjafril
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.873 KB)

Abstract

Sapi pedaging merupakan hewan ternak yang dipelihara untuk menghasilkan protein hewani berupa daging. Salahsatu bagian penting dari tubuh sapi pedaging yaitu karkas. Bobot karkas sapi perlu diketahui untuk menentukanwaktu pemotongan yang tepat agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Mengetahui bobot karkas sapidapat dilakukan dengan mengalikan bobot hidup sapi terhadap persentase karkas yang telah ditetapkan yaitu 47- 57%. Bobot hidup sapi dapat diketahui dengan cara penimbangan secara konvensional, perkiraan secara visualoleh manusia, dan perhitungan menggunakan rumus yang telah ditetapkan. Tetapi cara-cara tersebut dinilai sulituntuk dilakukan.Pengolahan citra digital merupakan salah satu konsep dalam Teknologi Informasi dan Komputasiyang dapat diimplementasikan untuk merancang suatu sistem dalam program aplikasi dengan tujuan mengatasipermasalahan dalam mengestimasikan bobot karkas sapi. Sistem yang telah dirancang dalam program aplikasiestimasi bobot karkas sapi pedaging memerlukan input berupa citra atau gambar sapi dan menghasilkan outputberupa bobot karkas beserta klasifikasi sapi berdasarkan bobot karkas yang diperoleh. Dalam penelitian kali ini, perancangan sistem pada program aplikasi estimasi bobot karkas sapi dilakukan dengan menggunakan metodefraktal dan klasifikasi K-Nearest Neighbor (KNN). Kalkulasi bobot karkas sapi menggunakan rumus Schoorldengan persentase karkas 52%.Program aplikasi yang diimplementasikan untuk mengestimasi bobot karkas sapipedaging, dirancang berbasis Matlab. Kolaborasi dari metode fraktal dan klasifikasi K-Nearest Neighbor dapatmenghasilkan suatu sistem dalam program aplikasi yang memiliki akurasi estimasi bobot sapi sebesar 90.74% danakurasi klasifikasi sebesar 64% dengan waktu komputasi 17.57 s.
Selisih Rerata Radiasi Matahari Bulanan Musim Panas dan Hujan Hasil Observasi Tahun 2015 di Balailapan Pasuruan Subiakto, Toni
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.834 KB)

Abstract

Intensitas Radiasi matahari (MTH) akan tinggi ketika cahaya matahari dapat masuk secara langsung Ke bumisecara optimal. Pengukuran radiasi MTH diambil dari lokasi observasi di BPD Watukosek menggunakanalatAutomatic Weather Station (AWS) DAVIS 6.0.3, lokasi penempatan alat tersebut pada posisi : 112º 40’ BT, 7º 34’ LS, ketinggian : ± 50 meter diatas permukaan laut (dpl) selainjarak matahari, besar/kecil sudut, sun duration dan pengaruh atmosfer, terjadinya hujan juga sangat berpengaruh terhadap intensitas radiasi MTH. Sampling data radiasi setiap bulan diambil saat panas dan hujan. Data curah hujan diambil secara akumulasi harian, bulanan dan tahunan, sedangkan sampling radiasi MTH diambil nilai rerata setiap hari mulai pukul : 01.00 s/d 24.00 dengan 2 kategoriyaitu saat panas dan hujan. Radiasi MTH saat panas lebih dominan bila dibandingkan saat hujan, selisih tertinggi radiasi pada bulan Maret sebesar : 195,11 W/m2 dengan curah hujan (CH) : 417,3 mm dan selisih terendah pada bulan Nopember sebesar : 14,71 W/m2 dengan curah hujan (CH) : 22,53 mm. sedangkan jumlah curah hujan (CH) satu tahun : 1.427,28 mm untuk radiasi MTH pada bulan :Juli, Agustus, September dan Oktober tidak menghasilkan selisih data radiasi MTH karena tidak terjadi hujan.