cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Actinomycetes dari Rhizosfer Bakau di Hutan Bakau Torosiaje Gorontalo Retnowati, Yuliana; Sembiring, Langkah; Moeljopawiro, Sukarti; Djohan, Tjut S.; Soetarto, Endang S.
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.963 KB)

Abstract

Actinomycetes penghasil antibiotik telah dieksplorasi dari berbagai sumber di lingkungan, terutama lingkungan ekstrim.Hutan bakau Torosiaje di Provinsi Gorontalo memiliki kondisi geomorfologi yang unik berupa ekosistem hutan bakau karsdengan dua tipe area yaitu tipe fringe dan overwash mangrove yang tersusun oleh jenis bakau yang bervariasi. Penelitian inidi desain untuk mendapatkan isolat Actinomycetes dari rhizosfer berbagai jenis bakau di hutan bakau Torosiaje Gorontalodan menganalisis aktifitas antibakteri melawan bakteri patogen. Sampel tanah dikoleksi dari rizosfer tujuh jenis pohon bakauyaitu Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorhiza pada tipe hutan overwash, Rhizophora apiculata, Bruguieragymnorhiza pada zona middle tipe hutan Fringe, Avicenia marina, Xylocarpus sp, Ceriops tagal dan Soneratia alba padazona upper tipe hutan fringe. Pre-treatmen sampel tanah berdasarkan metode panas basah pada suhu 60oC selama 15 menit.Isolasi selektif Actinomycetes menggunakan medium Starch Casein Agar yang disuplementasi dengan cyclohexamide dannystatin. Seleksi isolat penghasil antibiotik berdasarkan metode agar blok menggunakan bakteri uji Eschericia coli,Staphylococcus aureus dan Bacillus subtillis. Aktifitas antibakteri ditandai dengan pembentukan zona hambat disekitarpertumbuhan actinomyctes. Diameter zona hambat dan diameter koloni Actinomycetes diukur untuk menentukan indekszona hambat. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 167 isolat Actinomycetes yang terdistribusi pada rizosfer 7 jenis bakau. 77isolat Actinomycetes menunjukkan aktifitas antibakteri melawan bakteri patogen, terdiri dari 52 isolat melawan bakteriGram-positif (narraw spectrum) dan 25 isolat melawan bakteri Gram-positif dan Gram-negatif (broad spectrum). IsolatActinomycetes penghasil antibiotik memiliki karakter morfologi yang bervariasi yang didominasi oleh koloni berwana putihdan pigmen terdifusi berwarna kekuningan sampai coklat dan dikelompokkan kedalam 15 grup.
Ketahanan Kayu Meranti Merah dan Kayu Kamper terhadap Serangan Rayap Tanah Fitriani, Nurullia; Kasmara, Hikmat; Maulana, Jimmy
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.056 KB)

Abstract

Rayap merupakan salah satu organisme perusak kayu, bangunan dan bahan berlignoselulosa yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar dalam kehidupan manusia. Jenis kayu yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan di Indonesia adalah Kayu Meranti Merah dan Kayu Kamper. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketahanan Kayu Meranti Merah dan Kayu Kamper terhadap serangan rayap tanah dan mengidentifikasi jenis rayap yang menyerang kayu di sekitar Gedung Program Studi Biologi Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpanan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus Sornnuwat et al. (1995) dan uji ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kayu Meranti Merah dan Kayu Kamper diserang dan dirusak oleh rayap tanah yang dikenal sebagai Macrotermes gilvus Hagen dari familia Termitidae. Kayu yang dirusak rayap mengalami penyusutan massa kayu. Rata – rata penyusutan Kayu Meranti Merah yang diakibatkan oleh M. gilvus Hagen sebesar 15,91% pada bulan I, pada bulan ke II sebesar 17,99% dan bulan ke III sebesar 20,53%. Sedangkan pada Kayu Kamper rata –rata penyusutan sebesar 5,66% pada bulan I, bulan ke II sebesar 3,72% dan bulan ke III sebesar 19,23%.. Rata – rata penyusutan Kayu Meranti Merah selama 3 bulan sebesar 23,86%, sedangkan penyusutan rata – rata Kayu Kamper sebesar 16,2%, hal ini menunjukan bahwa Kayu Kamper lebih tahan terhadap serangan rayap tanah Macrotermes gilvus Hagen dibandingkan Kayu Meranti Merah.
Trend Pertumbuhan dan Keragaman Genetik pada Plot Uji Keturunan Araucaria Cunninghamii di Bondowoso, Jawa Timur Setiadi, Dedi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.337 KB)

Abstract

Plot uji keturunan Araukaria (Araucaria cuninghamii Aiton ex D.Don) dibangun di Bondowoso, JawaTimur, dengan menggunakan 6 provenansi yaitu; Serui, Wamena, Manokwari, Jayapura, Queensland danFak-fak. Plot uji keturunan tersebut didesain menggunakan rancangan acak lengkap berblok (RandomizedComplete Block Design) yang terdiri dari 80 famili, 4 blok, 4 pohon per plot dengan jarak tanam 4 m x 2 m. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui trend pertumbuhan dan keragaman genetik ujiketurunan A.cunninghamii pada umur 6, 12, 18, 24 bulan setelah penanaman. Analisis varians digunakanuntuk mengetahui pengaruh famili terhadap sifat tinggi dan diameter. Selanjutnya komponen varians padamasing-masing sifat digunakan untuk menaksir nilai heritabilitas dan korelasi genetik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat keragaman genetik antar famili secara nyata seiring dengan bertambahnyaumur tanaman, pada umur 6, 12, 18, 24 bulan rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman sebesar (49,88 cm ;83,85 cm ; 165,07 cm ; 237,47 cm), diameter tanaman (7,56 mm ; 13,73 mm ; 21,47 mm ; 35,82 mm)sedangkan taksiran nilai heritabilitas individu (h2i) untuk sifat tinggi (0,43 ; 0,28 ; 0,19 ; 0,25), sifatdiameter (0,38 ; 0,30 ; 0,30 ; 0,36), taksiran nilai heritabilitas famili (h2f) untuk sifat tinggi (0,68 ; 0,58; 0,42 ; 0,52), sifat diameter (0,57 ; 0,55 ; 0,57 ; 0,64). Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh genetik padakedua sifat tersebut pada level individu dan level famili adalah sedang pada awal pertumbuhan tanaman.Nilai korelasi genetik antar sifat tinggi dan diameter cukup kuat dan positip (rg= 0,45 ; 0,78 ; 0,80 dan0,75).
Isolasi DNA Kromosom Salmonellasp. dan Visualisasinya pada Elektroforesis Gel Agarosa Widyastuti, Dyah Ayu
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.834 KB)

Abstract

Isolasi DNA merupakan salah satu metode dasar dalam biologi molekuler yang dapat digunakan untuk deteksikarakteristik organisme pada ranah molekuler. Setiap organisme memiliki urutan basa nukleotida pada DNAdalam kromosom yang unik. Keunikan tersebut menjadikan DNA sebagai salah satu media untuk deteksimolekuler tertentu. Salmonella sp. merupakan mikroorganisme yang memiliki struktur sel sederhana sehinggamateri genetiknya mudah diisolasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami teknik isolasi DNA padaSalmonella sp. dan visualisasinya dalam elektroforesis gel agarosa. Metode dimulai dengan isolasi DNA,amplifikasi DNA hasil isolasi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), dan visualisasi pita DNA denganelektroforesis gel agarosa. Hasil isolasi DNA menunjukkan isolat yang memiliki optical density (OD) cukupbaik berkisar di nilai 1,9 μg/ml. DNA hasil isolasi dari kromosom Salmonella sp. membutuhkan amplifikasidengan PCR sebelum divisualisasi dengan elektroforesis gel agarosa agar jumlah DNA dapat terdeteksi.Optical density (OD) pada kisaran 1,9 μg/ml menunjukkan DNA hasil isolasi yang belum cukup murni dandimungkinkan masih adanya kontaminasi RNA akibat tidak dilakukan purifikasi.
Prediksi Aspek Evolusi Xantofil pada Exiguobacterium Sp. yang Berasosiasi dengan Halimeda Macroloba, Hasil Isolasi dari Perairan Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa Astuti, Wiwik; Radjasa, Ocky Karna; Karwur, Ferry Fredy; Rondonuwu, Ferdy Semuel
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.617 KB)

Abstract

Xantofil merupakan oksikarotenoid yang memiliki kemampuan sebagai fotoprotektor, sehingga merupakan senyawa antioksidan yang potensial. Sebarannya yang luas dari tumbuhan tingkat tinggi hingga organisme tingkat rendah, termasuk pada bakteri, menyebabkan xantofil mudah didapat, terlebih lagi dengan sifat kepolarannya, membuat pigmen oksikarotenoid ini relatif mudahuntuk diisolasi dari senyawa karoten lain. 3 jenis xantofil, yaitu dinosantin, P457, dan diadinokrom yang teridentifikasi dari Exiguobacterium sp. MK_HM, bakteri yang berasosiasi dengan karang Halimeda macroloba, hasil isolasi dari perairan Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa, memiliki kesamaan dengan xantofil yang dihasilkan oleh beberapa Dinoflagellata. Hal ini dimungkinkan karena efek asosiasi sekunder yang dilakukan inangnya, Halimeda macroloba dengan Dinoflagellata tertentu.
Keragaman Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) yang digunakan di 6 Etnis di Indonesia berdasarkan Penanda Molekular ISSR Subositi, Dyah; Kurnianingrum, Nina; Wahyono, Slamet
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.407 KB)

Abstract

Data pengetahuan etnofarmakologi, tumbuhan obat dan ramuan obat tradisional pada 209 etnis di Indonesia telah diperoleh dari penelitian Ristoja (Riset Tumbuhan Obat dan Jamu) pada tahun 2012. Penelitian lanjutan Ristoja dilakukan pada tumbuhan yang paling banyak digunakan diseluruh etnis sekaligus sebagai penyusun ramuan anti kanker dan anti malaria, termasuk diantaranya adalah sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.). Salah satu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman genetik sambung nyawa yang digunakan dalam ramuan obat tradisional pada 6 etnis di Indonesia berdasarkan penanda molekular Inter-simple Sequence Repeats (ISSR). Empat primer ISSR terpilih digunakan untuk amplifikasi masing- masing aksesi dan menghasilkan sebanyak 25 fragmen DNA dengan tingkat polimorfisme sebesar 92%. Indeks Similaritas Dice digunakan untuk perhitungan nilai similaritas antar aksesi sambung nyawa. Penyusunan dendrogram berdasarkan UPGMA. Enam aksesi sambung nyawa terbagi menjadi dua klaster dengan nilai indeks similaritas 39,68%. Aksesi sambung nyawa asal etnis Kaidipang (Sulawesi Utara) dan Togutil (Maluku Utara) mempunyai kemiripan tertinggi sebesar 96%.
Kandungan Protein dan Kualitas Organoleptik Tahu Kacang Tunggak danTahu Biji Munggur dengan Pemanfaatan Sari Jeruk Nipis dan Belimbing Wuluh sebagai Koagulan dan Pengawet Alami Asngad, Aminah; Novitasari, Irma Ayuningtyas; Rahmawati, Fiska Yeni
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.58 KB)

Abstract

Tahu merupakan produk makanan tradisional kaya sumber protein nabati yang sangat potensial. Sebagai alternatifdalam pembuatan tahu dengan nilai gizi yang tinggi menggunakan bahan baku biji munggur dan biji kacangtunggak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan protein dan kualitas organoleptik padatahu dari bahan dasar biji- bijian dengan Pemanfaatan Sari Jeruk Nipis dan Belimbing Wuluh sebagai Koagulandan Pengawet Alami. Penelitian dilakukan di Lab. Biokimia-Biologi UMS. Penelitian menggunakan metodeeksperimen dengan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial yaitu, faktor 1 Bahan baku (B), dan faktor 2 Jeniskoagulan (J). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rerata kadar protein tertinggi pada perlakuan B2 J2 yaitutahu biji munggur dengan penambahan sari sari belimbing wuluh sebesar 21,5%. Adapun kadar protein terendahterdapat pada perlakuan B1 J1, yaitu tahu biji kacang tunggak dengan penambahan sari jeruk nipis sebesar 15,03%.Hasil kualitas organoleptik menunjukkan perbedaan hanya pada rasa, B1 J2 dan B2 J2 rasa agak asam, B1 J1 danB2 J1 rasa asam sehingga tidak disukai oleh panelis..Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan Adaperbedaan kandungan protein dan kualitas organoleptik pada tahu dari bahan dasar biji- bijian denganPemanfaatan Sari Jeruk Nipis dan Belimbing Wuluh sebagai Koagulan dan Pengawet Alami.
Potensi Jamur Entomopatogen Metarhizium Anisopliae dan Beauvaria Bassiana dalam Pengendalian Populasi Aedes Aegypti (Linnaeus, 1762) Fase Imago Melanie, M; Kasmara, Hikmat; Aliana, Zelan Dzulhimmatul; Putri, Maharani Herawan Ossa
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.744 KB)

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti dikenal sebagai vektor utama Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Di Indonesia DBD merupakan penyakit dengan tingkat kematian yang tinggi dan menjadi wabah setiap tahun. Cara yang umum dilakukan dengan memutus siklus hidup nyamuk melalui membatasi perkembangbiakan nyamuk serta menggunakan insektisida sintetik sistem aerosol Ultra Low Volume, Fogging, maupun Mist Blower, sebagai contoh bahan dasar insektisida sintetik yang umum digunakan adalah malathion. Pengendalian nyamuk menggunakan insektisida sintetik mempertinggi tingkat resistensi nyamuk sehingga tahan terhadap insektisida juga menimbulkan pencemaran lingkungan. Residu bahan aktif kimia berbahaya terpapar pada pangan dan beresiko toksik terhadap makhluk hidup bukan target. Pengendalian hayati yang menekan efek negatif insektisida sintetik sejauh ini masih belum banyak dikembangkan untuk memutus siklus hidup nyamuk khususnya diaplikasikan terhadap nyamuk dewasa (imago). Musuh alami dari jenis jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae dan Beauvaria bassiana sejauh ini diketahui dapat menginfeksi larva nyamuk Ae. Aegypti. Keunggulannya tidak menimbulkan resistensi terhadap nyamuk dan aman bagi manusia. Melalui penelitian ini, potensi infeksi jamur dikembangkan untuk menginfeksi nyamuk Ae. Aegypti fase imago (dewasa) dan melihat potensi penularannyadiantara imago, sehingga dapat secara alami mengendalikan populasi imago di alam. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan uji hayati (bioassay test), dengan menggunakan imago Ae. aegypti diinfeksi suspensi spora jamur M. anisopliae dan B. bassiana yang terdiri dari 7 taraf pengenceran, yaitu kontrol (0 spora/ml); 10-1; 10-2; 10-3; 10-4; 10-5; 10-6.Parameter yang diamati jumlah kematian imago selama 48 jam. Selanjutnya, imago Ae.aegypti jantan dan betina yang diinfeksi spora masing-masing jamur pada konsentrasi LC50 48 jam. Parameter yang diamati jumlah persentasi mortalitas penularan imago Ae.aegypti jantan dan betina yang terinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan infeksi jamur M. anisopliae lebih efektif menyebabkan mortalitas imago Ae. aegypti dibandingkan jamur B. bassiana dengan kerapatan spora lebih rendah. Hal ini dilihat dari nilai LC50 48 jam jamur M. anisopliae sebesar 9,28 × 102 spora/ml adapun LC50 48 jam jamur B. bassiana sebesar 1,49 ×105 spora/ml. Kemampuanpenularan terbaik terjadi pada infeksi spora M. anisopliae terhadap Ae. aegypti be-tina dengan persentasi mortalitas sebesar 63% pada 24 jam dan 86% pada 48 jam. Adapun penularan infeksi spora B. bassiana terhadap imago Ae. aegypti betina dengan persentasi mortalitas sebesar 67% pada 24 jam dan 77% pada 48 jam.
Efektivitas Inhibisi Ekstrak Etil Asetat Abrus Precatorius Pada Metichilin Resistance Staphylococcus aureus (MRSA) 22372 Air Kemih Penampang Kateter Urin Mutmainnah, Bq.; Ni'matuzaroh
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.623 KB)

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen pada manusia penyebab infeksi kronis oleh perangkat medisimplan. Peningkatan indwelling medical device berdampak cukup besar pada peranan Staphylococcus dalam bidangkesehatan khususnya di Indonesia yang sering resistensi terhadap antibiotik. S. aureus bersifat patogen yang membentukbiofilm, melekat pada permukaan polimer dan berkolonisasi pada bahan buatan. Perlekatan sel dan pembentukan biofilmS. aureus pada inang menyebabkan peningkatan kesulitan pengendalian penyakit, sehingga diperlukan pencarian bahan- bahan anti pembentukan biofilm, seperti daun saga (A. precatorius L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpenambahan berbagai konsentrasi ekstrak aetil asetat daun saga terhadap perubahan hidrofobisitas bakteri S. aureus spesiesMRSA 22372 dan mengetahui efek ekstrak etil asetat daun saga dalam menghambat bakteri dalam bentuk planktonik danbiofilm S. aureus secara in vitro. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksprimental laboratorium. Pada penelitian ini,digunakan sampel yang diambil dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Instalasi Mirobiologi klinik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ekstraksi tumbuhan A. precatorius L., uji perubahan hidrofobisitasbakteri dengan metode Bacterial Adherence To Hydrocarbons (BATH), uji penghambatan planktonik bakteri denganmetode cakram dish dan Total Plate Count (TPC) serta uji penghambatan sel biofilm S. aureus dengan metode MicrotiterPlate Biofilm Assay dan Total Plate Count. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa hidrokarbon n-oktana pada konsentrasi 100, 200, 400 dan 800 (ppm) ekstrak etil asetatdapat meningkatkan dan menurunkan hidrofobisitas MRSA 22372 berkisar antara 41,5 – 11,5 %. Ekstrak etil asetatmempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri MRSA 22372 dengan diameter zona hambat, yaitu 21 mm dan nilaiMinimum Inhibitory Concentration (MIC) sebesar 0 ppm. Hasil pengujian kemampuan ekstrak etil asetat daun saga(A.precatorius L.) terhadap biofilm MRSA 22372 diperoleh dengan Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC)sebesar 50 ppm.
Mengkaji Karakteristik dan Aplikasi Sensor RS II 79 KC Vaisala Hasil Pengujian di Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Pasuruan Salasa, Rian Pramudia; Subiakto, Toni
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.65 KB)

Abstract

Sensor RS II 79 KC Vaisala merupakan transduser, yang mengkonversi perubahan suhu menjadi perubahan resistansi (ΔT  ΔR). Untuk mencari karakteristik sensor dilakukan dengan cara mengukur nilai resistansi mulai dari suhu : 20°C sampai 35°C. Dari hasil pengukuran, maka sensor tersebut dikategorikan type negative temperature coefficient (NTC) dimana setiap ada kenaikan suhu maka nilai resistansinya semakin turun, sedangkan perubahan respon sensornya non-linear. Untuk aplikasi pada perancangan analog sensor digunakan blok pengkondisi sinyal yang berfungsi melakukan konversi dari perubahan resistansi menjadi perubahan tegangan (ΔR  ΔV). Meski perubahan dalam ordo kecil, tetapi dapat dilakukan penguatan dengan merancang operational amplifier (Op-Amp) system proportional integrator derevativ (PID) sehingga dapat menghasilkan keluaran penguatan sinyal analog linear.