cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Senyawa POPs Aldrin dan Endosulfan pada Air Sungai DAS Citarum Hulu, Jawa Barat Mulyadi, M; Indratin, I; Harsanti, Elisabeth
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.672 KB)

Abstract

Kegiatan pertanian berdampak negatif terhadap peningkatan pencemaran bahan agrokimia di lingkunganpertanian, antara lain cemaran residu organoklorin. Sifat organoklorin bioakumulasi di alam, bersifattoksik terhadap manusia dan makhluk hidup lainnya, tidak reaktif, stabil, memiliki kelarutan sangat tinggidi dalam lemak, dan kemampuan degradasinya rendah. Informasi tentang kadar senyawa POPs aldrin danendosulfan di air sungai di DAS Citarum Hulu masih terbatas sehingga dilakukan penelitian dengantujuan untuk mendapatkan data sebaran aldrin dan endosulfan pada air sungai di DAS Citarum Hulu.Penelitian dilaksanakan dengan survei pada tahun 2011. Contoh air diambil sekitar 30 cm dari permukaanair di 11 sungai dan anak sungai Citarum dan waduk Saguling dengan. Hasil penelitian menunjukkan sifatfisik dan kimia air sungai dan anak sungai Citarum Hulu DAS Citarum Hulu masih sesuai peruntukannyauntuk mengairi pertanaman.Senyawa POPs endosulfan terdeteksi di semua lokasi sedangkan aldrinterdeteksi 3 lokasi dari 11 lokasi pengambilan air. Kadar endosulfan dalam air berkisar antara 0,001-0,005mg/L sedangkan aldrin 0,005-0,022 mg/L.
Akumulasi Merkuri pada Tanaman Padi Yang Ditanam pada Tanah Sawah Terkontaminasi Merkuri Dewi, Triyani; Hidayah, Anik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.053 KB)

Abstract

Lahan pertanian yang terkontaminasi logam berat menjadi masalah yang sangatpenting karena efek toksiknya dan akumulasinya melalui rantai makanan, menurunnyakualitas lahan dan mengganggu kesehatan manusia. Merkuri (Hg) termasuk salah satulogam yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian dilakukan untuk mengetahuiakumulasi merkuri pada tanaman padi yang ditanam pada tanah yang terkontaminasiHg. Percobaan pot ini dilakukan di rumah kasa Balai Penelitian Lingkungan Pertanian(Balingtan) Tahun 2015 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial.Faktor pertama adalah jenis tanah sawah (T) yaitu tanah Karanganyar (T1), tanahLombok (T2), dan tanah Pati (T3) dan faktor kedua adalah kontaminasi merkuri (H)yaitu kontaminasi 2 mg/kg Hg (H1) dan tanpa kontaminasi merkuri (H2). Tanahditanami tanaman padi varietas Ciherang selama dua musim tanam dan dipeliharasampai dengan panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Hg banyakterakumulasi pada akar > jerami > beras. Rerata konsentrasi Hg dalam beras yangditanam pada tanah yang terkontaminasi berkisar antara 0,06 - 0,09 mg/kg pada MT Idan 0,026 - 0,033 mg/kg pada MT II. Hal ini berarti sampai dengan MT II konsentrasiHg pada beras masih di atas batas maksimum yang diperbolehkan untuk dikonsumsimenurut BPOM (2009) yaitu sebesar 0,03 mg/kg sehingga perlu dilakukan upaya untukmenurunkan konsentrasi Hg dalam tanah terlebih dahulu sebelum ditanami padi.
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Cocor Bebek (Kalanchoe Pinnata L.) sebagai Penyembuh Luka Bakar pada Kelinci Waehama, Asma
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.749 KB)

Abstract

Tanaman cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) mengandung flvonoid yang berkhasiat untuk menyembuh luka terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan krim ekstrak etanol daun cocor bebekterhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak etanol daun cocor bebek pada sediaan krim terhadap efektifitas tingkat penyembuhan luka bakar pada kelinci. Ekstrak daun cocor bebek diformulasi menjadi sediaan krim tipe M/A dengan berbagai konsentrasi yaitu 2,5% (F2), 5% (F3), 10% (F4). Sediaan krim diuji sifat fisik (uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas, dan uji pH.), sediaan krim digunakan pada luka bakar kelinci sebanyak 5 ekor kelinci, Setiap punggung kelinci dibagi menjadi 6 luka bakar, pertama adalah tanpa obat, kedua adalah kontrol basis krim, ketiga adalah kontrol positif, III-VI berturut-turut adalah sediaan dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Data pengukuran diameter penyembuhan luka bakar dianalisis secara statistik dengan uji Kolmogorov- Smirnov dilanjutkan dengan analisis non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak daun cocor bebek dengan konsentrasi 5% lebih cepat dalam penyembuhan luka bakar dengan waktu 22,0 ± 6,7 hari, sedangkan krim ekstrak daun cocor bebek dengan konsentrasi 2,5%, dan 10% berturut-turut adalah 23,8 ± 6,7 hari, dan 25,6 ± 6,5 hari, uji Kruskal-Wallis terdapat hasil 0,745 (p> 0,05) menunjukan nilai tidak signifikan dari waktu penyembuhan, secara statistik berarti tidak ada perbedaan efek antara semua perlakuan.
Analisis Pemanfaatan Kulit Buah Naga untuk Pembuatan Yoghurt dari Kulit Buah Naga sebagai Usaha Penganekaragaman Pangan bagi Masyarakat Hanzen, W.F Edi; Hastuti, Utami Sri; Lukiati, Betty
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.317 KB)

Abstract

Buah naga merupakan buah yang sangat diminati oleh masyarakat karena kandungan gizinya yang cukup tinggi dan berkhasiat obat. Bagian buah naga yang dikonsumsi adalah daging buah, sedangkan kulit buah terbuang sebagai limbah. Kulit buah naga memiliki kandungan gizi berupa protein, lemak, karbohidrat (glukosa, maltosa dan fruktosa). Walaupun memiliki Kandungan gizi yang cukup tinggi namun pemanfaatannya masih terbatas. Kulit buah naga sering kali hanya dibuang menjadi limbah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Kulit buah naga berpotensi untuk diolah menjadi bahan produk olahan pangan, salah satu diantaranya adalahdiolah menjadi dari yoghurt dari kulit buah naga. Pembuatan yoghurt dari kulit buah naga merupakan salah satu bentuk upaya diversifikasi pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman masyarakatat desa wandanpuro terhadap pemanfaatan kulit buah naga untuk pembuatan yoghurt dari kulit buah naga, khususnya pada petani buah-buahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi yang diambil ialah seluruh masyarakat desa Wandanpuro kota Malang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat yang berprofesi sebagai petani buahbuahandidesa Wandanpuro Kabupaten Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket. Hasil angket dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis angket, didapatkan 93% petani buah-buahan menginginkan produk olahan kulit buah naga dalam bentuk yoghurt dan bersedia mengikuti pelatihan membuat yoghurt dari kulit buah naga, oleh karena itu maka perlu informasi bagi para petani buah-buahan dalam bentuk booklet.
Pengaruh Aplikasi Urea Berlapis Biochar Dengan Mikroba Terhadap Total Bakteri Pada Tanaman Kubis Di Malang Zulaehah, Ina; Sukarjo, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.902 KB)

Abstract

Kubis merupakan salah satu jenis sayuran yang tumbuh baik di daerah pegunungan. Penambahan bahanorganik dipercaya mampu meningkatkan aktivitas mikroorganisme, sehingga tanah menjadi subur. Bahanorganik dapat berasal dari sisa hewan dan tumbuhan yang telah mengalami proses dekomposisi. Dengantersedianya bahan organik, maka dapat menjadi sumber karbon dan energi bagi mikroorganisme untukmerombak tanah. Penambahan bakteri melalui urea berlapis biochar diharapkan mampu meningkatkanpopulasi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui populasi bakteri sebelum adanya perlakuandibandingkan dengan sesudah perlakuan. Penelitian dilakukan dari bulan Mei-November 2016 di lahanpertanaman kubis di Malang, selanjutnya penghitungan total bakteri di Laboratorium Mikrobiologi,Balingtan, Pati. Terdapat 6 kombinasi perlakuan pada tanaman kubis, yaitu: pupuk kandang dan biokomposyang masing-masing ditambahkan urea, urea biochar, dan urea biochar yang diperkaya mikroba. Bakteriyang digunakan merupakan bakteri konsorsium. Sampel tanah diambil pada awal dan akhir perlakuan,kemudian dihitung populasi bakterinya, dengan pengujian total bakteri (Total Plate Count). Hasilmenunjukkan bahwa populasi total bakteri meningkat dengan ditambahkannya urea berlapis biochar yangdiperkaya mikroba, baik pada perlakuan pupuk kandang maupun biokompos. Jumlah populasi akhir bakteriperlakuan pupuk kandang+UBM 1,78 x 108 cfu/ml dan biokompos+UBM 1,62 x 108 cfu/ml.
Dukungan Konservasi Sumberdaya Genetik Cendana (Santalum album Linn) Pada Program Pemuliaan Genetik Haryjanto, Liliek
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.782 KB)

Abstract

Cendana (Santalum album Linn) merupakan jenis asli Indonesia yang sebagian besar tersebar di KepulauanNusa Tenggara Timur. Produk cendana berupa minyak maupun kayu. Minyak cendana digunakan untukbahan parfum, kosmetik, aromaterapi, dan obat-obatan. Kayunya digunakan untuk kerajinan maupun ritualkeagamaan. Namun saat ini keberadaan tanaman cendana di populasi alaminya telah mengalami degradasiyang amat serius sehingga jenis ini termasuk kategori Critical Endangered menurut IUCN. Usaha konservasisumberdaya genetik cendana telah dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologidan Pemuliaan Tanaman Hutan sejak tahun 2000. Koleksi materi genetik baik dari berbagai provenanssebaran alamnya maupun ras lahan Gunungkidul berupa tanaman yang berada di Hutan Penelitian Watusipat,Gunungkidul, Yogyakarta. Untuk meningkatkan produktivitas hutan tanaman cendana di masa mendatang, maka telah dilakukan program pemuliaan genetik melalui aktifitas seleksi klon-klon unggul. Klon unggulcendana yaitu klon yang memiliki kandungan santalol mengingat kualitas minyak cendana ditentukan olehkandungan santalol ini.
Keragaman dan Estimasi Parameter Genetik Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) Dari Beberapa Provenan di Kalimantan Mashudi, M
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.709 KB)

Abstract

Meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.) adalah salah satu jenis dari anggota famili Dipterocarpaceae. Jenisini mempunyai potensi bagus untuk pengembangan hutan tanaman di luar Jawa karena pertumbuhannyarelatif cepat dan kegunaan kayunya cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik,heritabilitas dan korelasi genetik meranti tembaga umur 18 bulan dari beberapa provenan di Kalimantan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap berblok, yang terdiri dari 2 faktor,yaitu provenan (Muara Wahau, Berau, Kenangan, Bukit Baka dan Gunung Bunga) dan famili (22 famili dariMuara Wahau, 15 famili dari Berau, 19 famili dari Kenangan, 4 famili dari Bukit Baka dan 19 famili dariGunung Bunga), dengan famili tersarang dalam provenan. Masing-masing famili digunakan 2 bibit dandiulang sebanyak 5 kali. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi dan diameter batangsangat dipengaruhi oleh provenan dan famili. Nilai heritabilitas individu karakter tinggi dan diameter batangmasing-masing sebesar 0,805 dan 0,800 serta heritabilitas famili karakter tinggi dan diameter batang masing- masing sebesar 0,814 dan 0,824. Korelasi genetik antara karakter tinggi dan diameter batang nilainya positiftinggi yaitu sebesar 0,92.
Kekerabatan Fenetik Semangka [Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai] dari Pesisir Nusawungu Cilacap Sukarsa, S; Bhagawati, Dian; Priyono, Rawuh Edy
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.645 KB)

Abstract

Terdapat empat desa di kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap yang berbatasan langsung dengan SamuderaHindia, yaitu desa Karang Tawang, Karang Pakis, Banjarsari dan desa Jetis. Keempat desa tersebut juga menjaditujuan wisata pantai yang cukup banyak pengunjungnya dan salah satu daya tariknya adalah banyaknya jenisbuah semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai) yang dijajakan. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui keragaman dan kekerabatan kultivar semangka yang diperdagangkan di kawasan pesisir kecamatanNusawungu berdasarkan karakter morfologi. Pengambilan sampel pada penelitian survei ini dengan teknikpurposive sampling, variabel dan paremater yang diamati adalah karakter morfologi batang, daun, bunga, danbuah. Data morfologis dianalisis secara deskriptif dan hubungan kekerabatan dianalisis cluster menggunakanmetode UPGMA dengan software NTsys versi 2.02i. Hasil survei ditemukan tiga kultivar semangka yangdiperdagangkan di kawasan wisata pantai Kecamatan Nusawungu, yaitu C. lanatus ‘Black Orange’, C. lanatus‘Nina’, dan C. lanatus ‘Bintang’; antara kultivar ‘Nina’ dan ‘Bintang’ memiliki kekerabatan lebih dekat.
Eksplorasi Materi Genetik Kayu Merah (Pterocarpus indicus Willd) di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Yuskianti, Vivi; Ismail, Burhan; Yuliah, Y
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.076 KB)

Abstract

Informasi habitat dan materi genetik yang dikoleksi dari suatu sebaran alami merupakan informasi penting untukmembantu upaya penyelamatan/konservasi suatu species. Kayu merah (Pterocarpus indicusWilld) dikenal sebagaijenis yang bernilai ekonomi tinggi telah dikategorikan oleh The IUCN Red List of Threatened Species sebagai jenisyang kondisinya mulai rawan (Vulnerable (VU A1d)). Upaya penyelamatan dapat dilakukan salah satunya denganpembangunan plot konservasi eks situ yang berisi koleksi materi genetik dari berbagai sebaran alami di Indonesia.Salah satu wilayah yang menjadi sebaran alami kayu merah adalah Pulau Sumbawa propinsi Nusa Tenggara Barat.Penelitian ini oleh karena itu bertujuan untuk mendapatkan informasi habitat dan materi genetik hasil eksplorasikayu merah dari sebaran alaminya di Pulau Sumbawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu merah atau lebihdikenal oleh masyarakat lokal sebagai kayu nara dapat ditemukan di dua kabupaten di Pulau Sumbawa yaituKabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Sebaran kayu merah di Kabupaten Bima berada pada ketinggian tempatyang lebih tinggi (99-113 m dpl) dibandingkan dengan Kabupaten Dompu, sekitar pantai sampai dengan areaperbukitan (6,1-91 m dpl). Lokasi ditemukannya kayu merah juga umumnya berada pada kemiringan lahan di atas50o, yang cukup menyulitkan saat eksplorasi di lapangan. Dimensi pohon pohon induk yang dikoleksi materigenetiknya juga bervariasi dengan diameter terbesar sebanyak 95 cm dan tinggi bebas cabang antara 2-12 m. Hasileksplorasi di lapangan juga menunjukkan kondisi yang memprihatinkan karena keberadaan pohon kayu merahyang mulai terbatas akibat maraknya penebangan liar (illegal logging).
Prediksi Kandidat Protein Target Senyawa Alami Anti-Aging Scopoletin dari Morinda Citrifolia secara In Silico Istiningrum, Reni; Amin, Mohamad; Lestari, Umie
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.018 KB)

Abstract

Aging terjadi akibat penurunan progresif kapasitas metabolisme seluler dan aktivitas proliferasi yang disertai dengan hilangnya potensi ekspresi gen, akumulasi mutasi somatik, serta struktur dan fungsi elastisitas kulit berkurang Salah satu upaya yang sering dilakukan untuk menekan terjadinya aging adalah penggunaan kosmetik berbahan kimia yang tanpa disadari justru berdampak buruk bagi kesehatan misalnya dapat menimbulkan kanker. Untuk mengatasi masalah tersebut maka solusi yang dapat dilakukan adalah melalui penggunaan bahan alami yang lebih aman bagi tubuh. Berdasarkan laporan dari penelitian sebelumnya dapat diketahui bahwa tumbuhan Morinda citrifolia memiliki potensi sebagai anti-aging sebab memiliki senyawa alami yaitu berupa senyawa scopoletin. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi apakah senyawa scopoletin dapat menghambat aging pada manusia dengan menggunakan metode reverse docking. Penelitian ini diawali dengan pemodelan struktur 3D senyawa alami scopoletin menggunakandatabase PubChem. Struktur 3D tersebut digunakan untuk menentukan protein target pada manusia dengan WebServer Swiss Target Prediction, PharmMapper, dan SuperPred. Dari tahapan ini diperoleh Carbonic Anhydrase 1 (CA1) dan Carbonic Anhydrase 2 (CA2) sebagai protein protein target pada manusia. Setelah dilakukan Protein Targets Profiling dan Prediksi Protein-protein Network menggunakan String-db menunjukkan bahwa protein target pada manusia untuk Scopoletin adalah CA1 yang berperan pada proses skin aging.