cover
Contact Name
Wahyu Nugroho
Contact Email
wahyu@fkip.upr.ac.id
Phone
+6285727639649
Journal Mail Official
sangkalemo.pgsd@upr.ac.id
Editorial Address
PGSD UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Jln. Yos Sudarso Palangka Raya 73111, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Sangkalemo
ISSN : -     EISSN : 28280520     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sangkalemo aims to serve the needs of information of children education practitioners, including classroom teachers, teacher educators, and policymakers. Publishing evidence-based research around Indonesia, education system issues, this journal dedicated to improving the quality, standard and access of education for children. Sangkalemo accepts research from empirical projects to small-case studies, articles from practical to theoretical on the scope of: Curriculum and evaluation Effective pedagogy Children learning Family and community engagement Teacher training program Cultural issues in teaching and learning Child development Policy on diversity and social inclusion Technology in the classroom School design
Articles 66 Documents
Dampak Media Sosial Tiktok terhadap Karakter Sopan Santun Siswa Kelas V di SD Negeri 3 Pahandut Herlia Erawati; Joni Bungai; Melinda Prawati
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.21001

Abstract

This study aims to determine the impact of using TikTok social media on the politeness character of fifth-grade students at SD Negeri 3 Pahandut. The background of this research is the widespread use of TikTok among elementary school students, which is feared to influence their attitudes and behaviors in daily life, especially in terms of politeness. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation involving students, teachers, and parents as informants. The results of the study indicate that TikTok usage has a positive impact in increasing students’ creativity and self-expression. However, negative impacts are more dominant, such as the use of harsh language, lack of motivation to study and complete school tasks, disrespectful behavior toward teachers or parents, and a tendency to become addicted to gadgets. Therefore, supervision from parents and teachers is essential to reinforce the values of politeness so that students can use social media wisely.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PELAJARAN BAHASA INDONESIA KRISTINA AYU RAHMADANI; Abd Rahman Azahari; Widya Permata Dilla
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.21050

Abstract

Speaking is one of the essential language skills that elementary school students are expected to master in learning Indonesian. However, many students face difficulties in orally expressing ideas, especially when dealing with new vocabulary. This study aimed to investigate the effect of the Talking Stick learning model on the speaking skills of fifth-grade students at SDN 11 Langkai. This research employed a pre-experimental method using One-Group Pretest-Posttest Design. The study was conducted over three sessions on March 11, 13, and 18, 2025, involving 26 students of Class V-A. The research instrument was an oral test used to assess speaking skills. The collected data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test, as the posttest data were not normally distributed. The instrument was validated through expert judgment by lecturers specialized in Indonesian Language Education. The findings revealed an improvement in the students’ average scores from 52.9 in the pretest to 80.4 in the posttest. The Wilcoxon test result showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of the Talking Stick model on students’ speaking skills. This model fostered active participation, boosted students’ confidence, and facilitated structured and contextual expression of ideas. Therefore, the Talking Stick learning model can be considered an effective approach to developing students’ speaking skills in elementary education.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia BAB 6 Tersesat Menggunakan Model Role Playing Berbantuan Media Konkret Pada Peserta Didik Kelas III-D SDN Percobaan Palangka Raya Tahun Pelajaran 2024/2025 NandaPutri; Diplan; Sugiyanto, Roso; Femmy
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.21074

Abstract

Pada proses pembelajaran terutama pembelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan berbicara yang baik sangat diperlukan. Penelitian ini didasari oleh keterampilan berbicara peserta didik pada kelas III-D SDN Percobaan Palangka Raya yang mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saat presentasi dan tanya jawab di kelas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik kelas III-D dan untuk mengetahui bagaimana aktivitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah peserta didik kelas III-D sebanyak 25 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan pengamatan dan permainan peran (role playing) serta dianalisa menggunakan uji kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan telah berhasil dengan diperoleh peningkatan hasil keterampilan berbicara. Peserta didik pada data pra siklus memiliki nilai rata-rata sebesar 65,4 dan ketuntasan klasikal sebesar 36% (9 orang) yang tuntas. Pada tahap siklus 1, nilai rata-rata peserta didik meningkat sebesar 74,48 dan ketuntasan klasikal sebesar 52% (12 orang) yang tuntas, dengan aktivitas guru dan peserta didik  dalam kategori tuntas. Pada siklus 2 nilai rata-rata meningkat sebesar 86,8 dan nilai ketuntasan klasikal sebesar 92% (23 orang) yang mendapat nilai di atas ketuntasan, dengan aktivitas guru dan peserta didik dalam kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan menerapkan model pembelajaran role playing berbantuan media konkret pada pembelajaran Bahasa Indonesia BAB 6 Tersesat, dapat meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dan memperbaiki aktivitas pembelajaran guru dan peserta didik dikelas III-D SDN Percobaan Palangka Raya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS MATERI TEKNOLOGI UNTUK KEHIDUPAN DI KELAS V SDN 2 PALANGKA Amianto, Runi; Natalina, Kristina; Fransiska, Carolina
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.21245

Abstract

This research is a quantitative research using an experimental research type, by testing the differences between groups using the Problem Based Learning learning model, with groups using conventional models. This research design is a non-equivalent control group design, by conducting an initial test before being treated and after being treated to measure students' cognitive abilities. The teaching actors in this study were teachers in the control group and students in the experimental group. The average value of the pre-test experiment was 59.9 and the average control was 58.42 and the average value of the post-test experiment was 82.5 and the average control was 76.84 with the difference in the average pre-test and post-test experiment being 22.6 and the control was 18.42. There was a significant increase in the average pre-test results with the average post-test results. Based on the paired Sample T-Test test, the Sig.2-tailed result was 0.001, this value is smaller than 0.05, so Ha is accepted and Ho is rejected. Meanwhile, when comparing the t-count value with the t-table, there is a t-count value of 7,032> 1,682 from the t-table value, so Ha is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that there is an influence of the use of the problem based learning model on the learning outcomes of science science material on technology for life in class V SDN 2 Palangka.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK MELALUI PERMAINAN MISTERY BOX PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 4 PALANGKA Julianti, Adila Dwi; Roso Sugiyanto; Carolina Fransiska
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.21386

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya keterampilan menulis cerita pendek pada siswa kelas V SDN 4 Palangka, yang disebabkan oleh kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, minimnya kesempatan siswa untuk berlatih menulis, serta rendahnya kepercayaan diri dalam menuangkan ide secara tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek melalui permainan mistery box pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Dirincikan dengan adanya siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 29 peserta didik kelas V SDN 4 Palangka dan 1 guru kelas V SDN 4 Palangka. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan tes dan observasi. Instrumen yang digunakan meliputi tes menulis cerita pendek dan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik. Data dianalisis secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan menulis cerita pendek peserta didik pada setiap siklus. Pada pra tindakan, nilai rata-rata peserta didik sebesar 47,34 dan ketuntasan klasikal sebesar 13,8% dengan kategori tidak tuntas. Pada siklus I nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 62,38 dan ketuntasan klasikal sebesar 58,6% dengan kategori tidak tuntas. Pada siklus II nilai rata-rata peserta didik semakin meningkat menjadi 74,1 dan ketuntasan klasikal sebesar 82,8% dengan kategori tuntas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media permainan mistery box pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek dan aktivitas pembelajaran menjadi lebih baik.
Analisis Pelaksanaan Dan Penanaman Nilai Karakter Dalam Ekstrakurikuler Hadrah Di SDIT Alam IKM Al-Muhajirin Kota Palangka Raya Annas, Janu Annas Wijanarko
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.21428

Abstract

Ekstrakurikuler memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi, kemampuan, serta minat dan bakat di berbagai bidang, seperti seni, olahraga, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Salah satu program pembinaan minat dan bakat di bidang seni keagamaan di SDIT Alam IKM Al-Muhajirin Kota Palangka Raya adalah kegiatan ekstrakurikuler hadrah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan dan penanaman nilai karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler hadrah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan hadrah dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 08.30–10.00 WIB di aula sekolah, dengan peserta sebanyak 20 siswa dari kelas III hingga kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menyalurkan bakat siswa dalam seni musik Islami sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter, seperti religius, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, kemandirian, dan menghargai prestasi.