cover
Contact Name
Wahyu Nugroho
Contact Email
wahyu@fkip.upr.ac.id
Phone
+6285727639649
Journal Mail Official
sangkalemo.pgsd@upr.ac.id
Editorial Address
PGSD UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Jln. Yos Sudarso Palangka Raya 73111, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Sangkalemo
ISSN : -     EISSN : 28280520     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sangkalemo aims to serve the needs of information of children education practitioners, including classroom teachers, teacher educators, and policymakers. Publishing evidence-based research around Indonesia, education system issues, this journal dedicated to improving the quality, standard and access of education for children. Sangkalemo accepts research from empirical projects to small-case studies, articles from practical to theoretical on the scope of: Curriculum and evaluation Effective pedagogy Children learning Family and community engagement Teacher training program Cultural issues in teaching and learning Child development Policy on diversity and social inclusion Technology in the classroom School design
Articles 75 Documents
Pengaruh Index Card Match Terhadap Hasil Belajar IPAS di Kelas V SDN 1 Pahandut Aisah Rahma Padila
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v5i1.21511

Abstract

Mata pelajaran IPAS merupakan mata pelajaran yang juga kurang disukai oleh peserta didik terutama di jenjang sekolah dasar. Anak-anak sering merasa materi IPAS membosankan dan sulit untuk dipahami. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapai. Dalam masalah ini yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar adalah dengan menggunakan model pembelajaran Index Card Match. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match Terhadap Hasil Belajar Ipas Peserta Didik Materi Warisan Budaya Di Kelas V Sdn 1 Pahandut Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Eksperimental menggunakan Design One Group Pretest-Posttest. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Index Card Match terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V. Pengaruh ini terlihat dari perbedaan signifikan antara rata-rata nilai posttest sebesar 73,18 yang lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest sebesar 60,00. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan program SPSS 26.0 diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yang berarti bahwa “Terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Index Card Match terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SDN 1 Pahandut Kota Palangka Raya”.  
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN ASSEMBLR EDU TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA PADA SISWA KELAS V SDN-6 MENTENG PALANGKA RAYA meylia_yuniarti
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v5i1.22200

Abstract

The human respiratory system material in IPAS requires conceptual understanding and visualization of biological processes that cannot be directly observed. At SDN-6 Menteng Palangka Raya, learning is still dominated by conventional media, resulting in student outcomes categorized as only “sufficient.” Therefore, innovative media such as Assemblr Edu is needed. This study aims to examine the effect of Assemblr Edu on students’ learning outcomes in the respiratory system topic. This quantitative study used a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The sample consisted of class V-A (experimental, 30 students) using Assemblr Edu and class V-B (control, 28 students) using conventional media. Data were collected using multiple-choice pre- and post-tests. The pre-test average scores were 69 (experimental) and 70 (control), with a significance of 0.534 (> 0.05), indicating equal initial ability. Post-test scores increased to 90 (experimental) and 80 (control). Mann-Whitney U test showed a significance value < 0.001, indicating a significant difference between the two classes.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Kotak Bicara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 SDN 12 Palangka Tahun Ajaran 2025/2026 Sonia; Carolina Fransiska; Femmy
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v5i1.23295

Abstract

Membaca permulaan, yaitu tahapan di mana peserta didik mulai belajar mengenal huruf, membentuk suku kata, membaca kata sederhana, hingga mampu memahami kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I SDN 12 Palangka dengan menggunakan model Problem Base d Learning (PBL) berbantuan media kotak bicara dan untuk mendeskripsikan aktivitas mengajar guru dan belajar peserta didik kelas I SDN 12 Palangka dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media kotak bicara.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I, perolehan nilai rata-rata kemampuan membaca permulaan mengalami peningkatan dengan perolehan 72,5 dan ketuntasan klasikal mencapai 62,5%. Pada tahap pelaksanaan siklus II, perolehan nilai rata-rata kemampuan membaca permulaan peserta didik mengalami peningkatan di banding siklus I dengan perolehan 86,25 dan ketuntasan klasikal mencapai 87,5%. Sedangkan, aktivitas mengajar guru siklus I, perolehan skor aktivitas guru memperoleh skor 3,06 dengan kategori baik dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 3,75 dengan kategori sangat baik. Aktivitas belajar peserta didik Pada siklus I, perolehan skor aktivitas peserta didik memperoleh skor 2,63 dengan kategori cukup baik dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 3,45 dengan kategori baik.Kondisi tersebut menunjukan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media kotak bicara dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan.
Pengembangan Media Pembelajaran Articulate Storyline Materi Operasi Hitung Pembagian Bilangan Cacah Untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Bagi Siswa Kelas III SD Intan Alif Cahayani; Asep Saefurohman; Eko Wahyu Wibowo
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v5i1.24662

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pengembangan media, menentukan kelayakan media, dan minat belajar matematika siswa kelas tiga SD setelah menggunakan media pembelajaran alur cerita artikulasi. Metode penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D), menggunakan model ADDIE melalui lima tahapan, yaitu Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner validasi dari 2 ahli media, 2 ahli materi, dan kuesioner minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan: melalui lima tahapan, penilaian uji kelayakan oleh ahli media 1 mencapai persentase hasil 92%, kemudian oleh ahli media 2 mencapai persentase hasil 95%, yang berarti media ini berada dalam kategori sangat layak. Sedangkan penilaian uji kelayakan oleh ahli materi 1 mencapai persentase hasil 92%, dan penilaian oleh ahli materi 2 mencapai persentase hasil 92%, yang berarti media ini berada dalam kategori sangat layak. Nilai rata-rata kuesioner minat belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran adalah 71,94%, dengan persentase nilai 89,93% pada kategori sangat sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran dengan alur cerita yang jelas dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas tiga SD dalam operasi aritmatika pembagian bilangan bulat. Kata kunci: Media Pembelajaran, Alur Cerita Jelas, Materi Pembagian, Bilangan Bulat.
Relevansi Metode Ceramah Interaktif dalam Pembelajaran SD di Era Digital : Literature Review Nur Khairun Nisa
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the development of the digital era that demands changes in learning methods to be more interactive, although the conventional lecture method is still often used by teachers because it is considered effective in delivering structured material. This research aims to analyze the relevance of the interactive lecture method, identify its advantages and disadvantages, and examine the form of development to suit the needs of elementary school students in the digital era. The method used is literature review (literature review) by collecting data sources in the form of scientific journals, books, and relevant academic articles through online browsing, then analyzed qualitatively descriptively by reviewing, comparing, and synthesizing various opinions from different sources. The research procedure is carried out by selecting literature based on the suitability of the topic and the latest year of publication to obtain a comprehensive picture of the effectiveness of the method. The results of the study show that the interactive lecture method is able to increase student activity, help understand concepts systematically, and create a more communicative and non-monotonous learning atmosphere. However, this method has limitations, such as dependence on teacher skills in managing classes, teacher-centered tendencies, and constraints in time management. In general, interactive lecture methods remain relevant and effective in the digital era if applied creatively, combined with learning technology media, and adapted to the characteristics of elementary school students.