cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Sindrom Pramenstruasi pada Mahasiswi Unisba Reisya Nur Adisty; Arief Budi Yulianti; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10329

Abstract

Abstract. Asian countries have a higher prevalence of premenstrual syndrome compared to western countries. The prevalence rate of premenstrual syndrome in Indonesia according to research conducted in 2020 reached 85% of the female population of reproductive age. One factor in the increase in premenstrual syndrome symptoms is decreased physical activity. This study aims to analyze the relationship between physical activity and the incidence of premenstrual syndrome in female students at Bandung Islamic University. The design used was cross-sectional with 199 respondents. The type of research used was analytical observational. The data collected was primary data using the American Family Physician questionnaire for PMS and using the International Physical Activity Questionnaire for physical activity. The results of the study were carried out after the chi-square test was carried out to find the relationship between physical activity and the incidence of premenstrual syndrome. Based on statistical test results, a probability value of 0.000 < 0.05 was obtained, this means that there is a relationship between physical activity and the incidence of premenstrual syndrome in active undergraduate students at Bandung Islamic University who have experienced menstruation. Lack of physical activity will cause endorphin deficiency in the body which can result in premenstrual syndrome. However, physical activity in the form of exercise can stimulate the release of endorphins and create a feeling of calm when premenstrual syndrome occurs. Abstrak. Negara asia mempunyai prevalensi terjadinya sindrom pramenstruasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara barat. Tingkat prevalensi sindrom pramenstruasi di Indonesia menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 mencapai 85% dari populasi wanita usia reproduksi. Salah satu faktor terjadinya peningkatan gejala sindrom pramenstruasi adalah aktivitas fisik yang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada mahasiswi Universitas Islam Bandung. Desain yang digunakan adalah potong-lintang dengan responden 199. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Data yang dikumpulkan merupakan data primer menggunakan kuesioner American family Physician untuk pms dan menggunakan international physical activity questionnaire untuk aktivitas fisik. Hasil penelitian setelah dilakukan uji chi-square untuk mencari hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi. Berdasarkan hasil uji secara statistik diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05, hal ini berarti terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada mahasiswi aktif program sarjana di Universitas Islam Bandung yang telah mengalami menstruasi. Kurangnya aktivitas fisik akan menyebabkan defisiensi endorfin dalam tubuh yang dapat mengakibatkan sindrom premenstruasi. Namun dengan aktivitas fisik berupa olahraga dapat merangsang hormon endorfin keluar dan menimbulkan perasaan tenang saat sindrom premenstruasi terjadi.
Perbandingan Efek Antibakteri Ekstrak Air Kopi Arabika dengan Ekstrak Air Teh Hijau pada Kultur Bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) ATTC 33951 Muhammad Gibran Al Madani; Hendro Sudjono Yuwono; Ismet Muchtar Nur
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10332

Abstract

Abstract. Arabica coffee and green tea are known as plants that contain active antibacterial compounds such as alkaloids, tannins, phenolic compounds, flavonoids, triterpenoids, and glycosides. Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) is a common bacteria that emerges due to methicillin resistance, posing a significant infection problem in both hospitals and the general population. This study aims to analyze the comparative antibacterial strength of Arabica coffee water extract and green tea water extract against MRSA bacteria. This research is a pure in vitro experiment using the Disk Diffusion method on MRSA ATCC 33951 bacterial cultures conducted at the Microbiology Laboratory of the Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, Bandung. The arabica coffee water extract and green tea water extract used were at concentrations of 50% and 100%, while vancomycin was used as the positive control in this study. The inhibition zones were measured in millimeters. Statistical analysis was performed using the Kruskal-Wallis test at a 95% confidence level. The research results showed that the Arabica coffee water extract at concentrations of 50% and 100% had average inhibition zones of 9,75 mm and 14,25 mm, while the green tea water extract at concentrations of 50% and 100% had average inhibition zones of 22,25 mm and 26 mm. Vancomycin as the positive control had an average inhibition zone of 21,75 mm. The green tea water extract had a larger inhibition zone compared to the Arabica coffee water extract with p = 0,000 (p < 0,05). In conclusion, the green tea water extract has a stronger antibacterial effect compared to the arabica coffee water extract. Abstrak. Kopi arabika dan teh hijau dikenal sebagai tanaman yang memiliki kandungan zat aktif yang bersifat antibakteri seperti alkaloid, tanin, senyawa fenolik, flavonoid, triterpenoid, dan glikosida,. Bakteri yang sering muncul akibat resistensi methicillin adalah Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) yang menjadi masalah infeksi di rumah sakit dan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kekuatan antibakteri ekstrak air kopi arabika dan ekstrak air teh hijau terhadap bakteri MRSA. Penelitian ini merupakan eksperimen murni in vitro dengan metode Disk Diffusion pada biakan bakteri MRSA ATCC 33951 yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung. Ekstrak air kopi arabika dan teh hijau yang digunakan adalah konsentrasi 50% dan 100%, sedangkan kontrol positif pada penelitian ini menggunan vankomisin. Zona hambat diukur dalam satuan millimeter. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air kopi arabika konsentrasi 50% dan 100% memiliki daya zona hambat rata-rata sebesar 9,75 mm dan 14,25 mm, sedangkan ekstrak air teh hijau pada konsentrasi 50% dan 100% memiliki zona hambat rata-rata sebesar 22,25 mm dan 26 mm. Vankomisin sebagai kontrol positif memiliki zona hambat rata-rata sebesar 21,75 mm. Ekstrak air teh hijau memiliki zona hambat yang lebih besar dari ekstrak air kopi arabika dengan p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak air teh hijau lebih memiliki efek antibakteri yang lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak air kopi arabika.
Hubungan Usia terhadap Derajat Keparahan Hipertensi di Puskesmas Imbanagara Ciamis Tahun 2023 Angga Angrayama; Yulianti, Arief Budi; Herdiningrat, RB. Soeherman
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10333

Abstract

Abstract. Hypertension is a non-communicable disease that continues to increase both in Indonesia and the world. Hypertension is defined as an increase in systolic pressure of more than 140 mmHg and/or diastolic pressure of more than 90 mmHg. The causes of hypertension can be caused by factors that non-modifiable such as genetics, age, gender, and factors modifiable such as lack of physical activity, obesity, smoking, excessive salt consumption, and stress. Age is a non-modifiable risk factor for hypertension because it is related to the senescence process which causes the elasticity of blood vessels to decrease. This study aims to analyze the relationship between age and the severity of hypertension in hypertensive patients at the Imbinagara Ciamis Health Center, West Java in 2023. This research is researchcross sectional which was carried out at the Imbanegara Ciamis Health Center on 90 patients. Data was collected using a questionnaire in the form of characteristics of age, gender, educational history, employment, sources of information, compliance with antihypertensive medication consumption and blood pressure. Data were analyzed using univariate and bivariate tests and statistical tests were carried out ChiSquare. Results: this study found that the characteristics of hypertensive patients were female, a history of primary school education with the highest occupation being a housewife and the most information was obtained from health workers. Most respondents experienced grade II hypertension, 50 patients (55.5%). with the majority of patients aged 40-55 years, UjiChiSquare shows a p value of 0.00 (<0.05). There is a significant relationship between age and the severity of hypertension in hypertensive patients at the Imbinagara Ciamis Health Center, West Java in 2023. Abstrak. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan baik di Indonesia maupun di Dunia. Hipertensi didefinisikan kenaikan tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Penyebab hipertensi dapat disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dirubah seperti genetik, usia, jenis kelamin, dan faktor yang dapat dirubah seperti kurangnya aktivitas fisik, obesitas, merokok, konsumsi garam berlebih, dan stress. Usia menjadi salah satu faktor risiko hipertensi yang tidak dapat dirubah karena berhubungan dengan proses penuaan yang menyababkan elastisitas pembuluh darah mengalami penurunan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dengan derajat keparahan hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Imbanagara Ciamis Jawa Barat tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Imbanegara Ciamis pada 90 pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berupa karakteristik usia, jenis kelamin, Riwayat pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, kepatuhan konsumsi obat antihipertensi dan tekanan darah. Data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dan dilakukan uji statistik ChiSquare. Penelitian ini didapatkan karakteristik pasien hipertensi berjenis kelamin perempuan, Riwayat pendidikan terakhir SD dengan pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga dan informasi terbanyak didapat dari tenaga kesehatan. Responden paling banyak mengalami hipertensi grade II sebanyak 50 pasien (55,5%). dengan mayoritas pasien berada di usia 40-55 tahun, Uji ChiSquare menunjukan nilai p sebesar 0.00 (<0.05). Terdapat hubungan yang sginifikan antara usia dengan derajat keparahan hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Imbanagara Ciamis Jawa Barat tahun 2023.
Pengaruh Posisi Duduk dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Penjahit di Tasikmalaya Zira Afrizeina Kurnia; Tursina, Alya; Perdana, Rizki
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10334

Abstract

Abstract. The Global Burden of Disease (GBD) shows that around 1,71 billion people experienced musculoskeletal disorders in 2019. Diseases caused by work in West Java province continue to increase. Many musculoskeletal disorders arise due to physical factors and poor ergonomics, such as lower back pain. This study aims to analyze the effect of sitting position on complaints of lower back pain among tailors in Tasikmalaya. This research is a cross sectional study conducted at CV Buana Ar-Rahni Tasikmalaya. The research sample came from data taken from interview data in the form of the Oswestry Low Back Pain Disability Questionnaire and body posture assessments of workers were seen using the ovako working sheet assessment on 55 female seamstresses at CV Buana Ar-Rahni. Interview and observation data include age characteristics, educational history, length of work, duration of sewing, complaints of back pain, and ergonomic sitting position. Data were analyzed using bivariate tests and ChiSquare and Lemeshow statistical tests were carried out. Characteristics of all respondents experiencing lower back pain. There were 25 respondents (45,4%) who suffered from mild disabilities. The results of the analysis of the relationship between sitting position and complaints of lower back pain obtained a p value of 0,02 (< 0,05) which shows that there is a significant relationship between sitting position while working and complaints of pain in the lower back among tailors at CV Buana Ar-Rahni. Lower back pain and musculoskeletal pain that occur can be prevented by good sitting positions and ergonomics that are usually used by workers. Abstrak. Global Burden of Disease (GBD) menunjukan ada sekitar 1,71 miliar orang yang mengalami gangguan muskuloskeletal pada tahun 2019. Penyakit yang disebabkan pekerjaan di provinsi Jawa Barat terus mengalami kenaikan. Mayoritas gangguan muskuloskeletal muncul disebabkan faktor fisik dan posisi ergonomi yang kurang baik seperti nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada penjahit di Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di CV Buana Ar-Rahni Tasikmalaya. Sampel penelitian berasal dari data yang diambil dari data wawancara berupa kuisioner Oswestry Low Back Pain Disability Quistionare dan penilaian postur tubuh pada pekerja dilihat menggunakan ovako working sheet assessment pada 55 penjahit perempuan di CV Buana Ar-Rahni. Data wawancara dan observasi berupa karakteristik usia, riwayat pendidikan, lama kerja, durasi menjahit, keluhan nyeri punggung, dan posisi duduk ergonomis. Data dianalisis dengan uji bivariat serta dilakukan uji statistik chi-square dan lemeshow. Karakteristik seluruh responden mengalami nyeri punggung bawah. Pekerja yang mengalami disabilitas ringan berjumlah 25 responden (45,4%). Hasil analisis hubungan antara posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah didapatkan nilai p sebesar 0,02 (< 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara posisi duduk saat bekerja dan keluhan nyeri pada bagian punggung bawah pada penjahit di CV Buana Ar-Rahni. Nyeri punggung bawah dan nyeri muskuloskeletal yang terjadi dapat dicegah oleh posisi duduk yang baik dan ergonomi yang dibiasakan oleh pekerja.
Hubungan Intensitas Membaca Al-Qur'an dengan Stres Akademik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba yang Sedang Mengerjakan Skripsi Tahun 2023 Iva Nurfadilah; Caecielia Makaginsar; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10352

Abstract

Abstract. Final year medical students face more academic demands than students in other majors because at the same time as working on their thesis, medical students are also faced with a large academic workload and exams. Considering that there are so many impacts caused by academic stress, a method is needed to overcome it. One way to reduce stress through a religious approach is to increase the intensity of reading Al-Qur’an. The aim of this research is to analyze the description and relationship between the intensity of reading the Al-Qur'an and academic stress among Unisba Medical Faculty students who are working on their thesis in 2023. The sample in this research consisted of 163 respondents using a total sampling technique. The research was conducted with an analytic descriptive type design using a cross-sectional method. The data analysis techniques used in this research are univariate analysis and bivariate analysis using the chi square test. The research results showed that the majority of respondents 87,7% with the intensity of reading the Al-Qur'an were in the moderate category, while almost all respondents with academic stress levels were in the moderate category. The results of statistical tests using the chi square test at a confidence level of 95% show that the prob. (0,000) < α (0,05), indicating that there is a significant relationship between the intensity of reading the Al-Qur'an and academic stress in Unisba Medical Faculty students who are working on their final project in 2023. Abstrak. Mahasiswa tingkat akhir kedokteran mendapat tuntutan akademik yang lebih dibanding mahasiswa jurusan lain karena bersamaan dengan pengerjaan skripsi, mahasiswa kedokteran juga dihadapkan pada beban tugas akademik yang banyak serta ujian-ujian. Mengingat begitu banyak dampak yang diakibatkan oleh stres akademik, maka diperlukan suatu metode untuk mengatasinya. Salah satu cara menurunkan stres melalui pendekatan agama adalah dengan meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran dan hubungan intensitas membaca Al-Qur’an dengan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba yang sedang mengerjakan skripsi pada tahun 2023. Sampel pada penelitian ini berjumlah 163 responden menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan dengan desain jenis descriptive analytic melalui metode cross-sectional. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden 87,7% dengan intensitas membaca Al-Qur’an berkategori sedang, sedangkan tingkat stres akademik hampir keseluruhan responden dengan stres akademik terkategori sedang. Hasil uji statistik menggunakan chi square test pada derajat kepercayaan 95% diketahui bahwa nilai prob. (0,000) < α (0,05), menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas membaca Al-Qur’an dengan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba yang sedang mengerjakan skripsi tahun 2023.
Karakteristik dan Faktor Risiko Pasien Kanker Paru di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 Novianty Kusumawardani; Widhy Yudistira; Ike Rahmawaty Alie
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10372

Abstract

Abstract. The disease with the third highest incidence in Indonesia that is not contagious is lung cancer, according to the Global Burden of Cancer (GLOBOCAN 2020), the number of new cases of lung cancer in Indonesia ranks 3rd. The province in Indonesia, namely West Java, has a high prevalence of lung cancer sufferers, while the Al-Ihsan Regional Hospital which is located in West Java Province is a cancer center which is a referral center for all residents of West Java. This study aims to determine the characteristics and risk factors of lung cancer patients ranging from demographic characteristics to histopathological characteristics. This research uses a cross-sectional-descriptive method, with research time from July-September 2023. The sample for this research is medical record data from lung cancer patients at Al-Ihsan Hospital, West Java Province who meet the inclusion criteria using total sampling. The results of this study showed that there were 156 people, but only 64 people met the inclusion criteria. This study discusses histopathological characteristics related to demographic data in patients seeking treatment at Al- Ihsan Hospital, West Java Province. From this research, it was concluded that the highest age group, namely 56–65 years, was dominated by men. Apart from that, the characteristics of lung cancer patients based on where they live are mostly located in Bandung Regency with the largest number of jobs, namely laborers. Abstrak. Penyakit dengan insiden tertinggi ketiga di Indonesia yang tidak menular adalah kanker paru, menurut Global Burden of Cancer (GLOBOCAN 2020), jumlah kasus baru kanker paru di Indonesia menempati urutan ke-3. Provinsi di Indonesia yaitu Jawa Barat mempunyai prevalensi tinggi pada penderita kanker paru, adapun RSUD Al-Ihsan yang terletak di Provinsi Jawa Barat sebagai Cancer centre yang menjadi pusat rujukan bagi seluruh warga Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor risiko pada pasien kanker paru mulai dari karakteristik demografi sampai karakteristik histopatologi. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional-descriptive, dengan waktu penelitian dari bulan Juli-September tahun 2023. Salmpel penelitialn ini aldallalh daltal rekalm medis palsien kalnker palru di RSUD All-Ihsaln Provinsi Jalwal Balralt yalng memenuhi kriterial inklusi dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini, didapatkan 156 orang penderita kanker paru, namun hanya 64 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini mendiskusikan tentang karakteristik histopatologi berkaitan dengan data demografi pada pasien yang berobat di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat. Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa kelompok usia tertinggi, yaitu 56–65 tahun didominasi laki-laki. Selain itu, karakteristik pasien kanker paru berdasarkan tempat tinggal yang paling banyak terletak di Kabupaten Bandung dengan pekerjaan terbanyak yaitu buruh.
Hubungan Pengetahuan Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene terhadap Perilaku Pedagang Makanan Kaki Lima di Sekitar Kampus Unisba Tamansari Kota Bandung Aisha Berliana Nugraha; Titik Respati; Purnomo
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10393

Abstract

Abstract. Unclean and unhealthy habits lead to the emergence of various diseases in society, one of which is food hygiene and health. Food health includes aspects of hygiene and sanitation. Poor hygiene and sanitation practices and the impact of unhealthy habits can lead to foodborne disease. The study aimed to determine the relationship between the knowledge of environmental sanitation and personal hygiene and the behavior of street food vendors around the Unisba Tamansari campus in Bandung City. The sample size is 30 respondents. This technique uses total sampling. This study used an analytic observational method with a cross-sectional approach and data analysis using Chi-square. To conduct direct interviews, a questionnaire sheet was used to assess food handlers' behavior when handling food, food handlers' personal hygiene knowledge, and food handlers' environmental sanitation knowledge. This research was conducted around the Unisba Tamansari campus. This research was conducted in June–November 2023. The results showed that most of those with good environmental sanitation knowledge consisted of 24 traders (80%); 17 traders had personal hygiene knowledge which was 56,7%, and 26 respondents had good behavior, which was 86,7%. In conclusion, there is a relationship between the knowledge of environmental sanitation and personal hygiene and the behavior of street food vendors around the Unisba Tamansari Campus in Bandung City. Abstrak. Kebiasaan yang tidak bersih dan tidak sehat menyebabkan munculnya bermacam-macam penyakit di masyarakat, salah satunya kebersihan dan kesehatan dari makanan. Kesehatan makanan meliputi aspek hygiene dan sanitasi. Penerapan hygiene dan sanitasi yang kurang baik dan dampak kebiasaan tidak sehat bisa menyebabkan terjadinya penyakit bawaan pangan (food borne disease). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengetahuan sanitasi lingkungan dan personal hygiene terhadap perilaku pedagang makanan kaki lima di sekitar Kampus Unisba Tamansari Kota Bandung. Jumlah sampel 30 responden. Teknik ini menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan analisis data menggunakan chi-square. Untuk melakukan wawancara langsung menggunakan lembar kuisioner untuk menilai perilaku pedagang makanan ketika menangani makanan, pengetahuan personal hygiene pedagang makanan dan pengetahuan sanitasi lingkungan penjamah makanan. Tempat penelitian ini dilakukan di sekitar Kampus Unisba Tamansari. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-November 2023. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar yang memiliki pengetahuan sanitasi lingkungan yang baik terdiri 24 pedagang (80%), 17 pedagang memiliki pengetahuan personal hygiene, yaitu sebesar 56,7%, dan 26 responden memiliki perilaku yang baik, yaitu sebesar 86,7%. Simpulan, terdapat hubungan antara pengetahuan sanitasi lingkungan dan personal hygiene terhadap perilaku pedagang makanan kaki lima di sekitar Kampus Unisba Tamansari Kota Bandung.
Hubungan Gula Darah Puasa dengan Kepatuhan Prolanis Mahendra Wisnu Wijaya; Arief Budi Yulianti; Rio Dananjaya
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10450

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by increased glucose levels in the blood. The Indonesian government created a Chronic Disease Management Program or Prolanis. This research uses secondary data in the form of Prolanis attendance lists and lab results. This research uses an analytical observational method with a cross sectional research design. The samples taken were type 2 DM patients who were registered as Prolanis members at the Sekejati Health Center in Bandung City and 58 samples were obtained. The results of this study showed that the majority of patients were compliant in following Prolanis at the Sekejati Health Center in Bandung City (87,20%) but the majority of patients who took Prolanis had uncontrolled fasting blood sugar (74,10%). The results of the analysis test using Fisher exact obtained a p value = 0,323, which means there is no relationship between compliance with Prolanis and blood sugar control in type 2 DM patients who took Prolanis at the Sekejati Community Health Center, Bandung City. Abstrak. Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang kronik dengan tanda peningatan kadar glukosa di dalam darah. Pemerintah Indonesia membuat suatu Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa daftar hadir Prolanis dan hasil lab. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang diambil adalah pasien DM tipe 2 yang terdaftar sebagai anggota Prolanis di Puskesmas Sekejati Kota Bandung dan didapatkan sebanyak 58 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar pasien patuh dalam mengikuti Prolanis di Puskesmas Sekejati Kota Bandung (87,20%) namun sebagian besar pasien yang mengikuti Prolanis memiliki gula darah puasa yang tidak terkendali (74,10%). Hasil uji analisis dengan menggunakan Fisher exact didapatkan nilai p=0,323 yang artinya tidak terdapat hubungan antara kepatuhan mengikuti Prolanis dengan keterkendalian gula darah pada pasien DM tipe 2 yang mengikuti Prolanis di Puskesmas Sekejati Kota Bandung.
Scoping Review: Analisis Vasektomi sebagai Faktor Risiko Disfungsi Seksual pada Pria Andini Salsabila Puteri; Eka Nurhayati; Bambang Setiohadji
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10454

Abstract

Abstract. Vasectomy is a male sterilization procedure to prevent pregnancy by cutting the vas deferens therefore it will block sperm from reaching the semen that is ejaculated from the penis. People rarely choose vasectomy as a contraceptive method of choice because of concerns that vasectomy can cause sexual dysfunction. This research aims to analyze vasectomy as a factor of sexual dysfunction in men. This research used a scoping review study to identify and analyze articles through database sources such as ScienceDirect, PubMed, and Taylor and Francis, specific journals such as European Urology, Urology, The European Journal of Contraception & Reproductive Health Care, and The Journal of Sexual Medicine, and Grey Literature published in 1994-2023. This research used The PRISMA diagram method and resulted in seven articles that met the inclusion and eligibility criteria. Based on the results from the analysis of seven articles, two articles concluded that there was an increase in sexual function after vasectomy because there was no anxiety about the pregnancy after sexual intercourse, one article concluded that there was a decrease in sexual function in men who were forced to have vasectomy by their partner’s and resulted in an increase in work of sympathetic nerve that can interfere the sexual function, and four articles concluded that there was no effect of vasectomy on sexual function. Abstrak. Vasektomi merupakan prosedur sterilisasi pada pria dengan tujuan untuk mencegah kehamilan yang dilakukan dengan mengikat dan memotong saluran vas deferens agar sperma tidak dapat bercampur dan keluar bersama semen. Masyarakat masih jarang memilih vasektomi sebagai metode kontrasepsi pilihan disebabkan karena kekhawatiran bahwa vasektomi dapat menyebabkan disfungsi seksual. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis vasektomi sebagai faktor risiko disfungsi seksual pada pria. Penelitian menggunakan studi scoping review untuk mengidentifikasi dan menganalisis artikel melalui sumber database seperti ScienceDirect, PubMed, dan Taylor and Francis, jurnal spesifik seperti European Urology, Urology, The European Journal of Contraception & Reproductive Health Care, dan The Journal of Sexual Medicine, serta Grey Literature yang diterbitkan pada tahun 1994-2023. Metode diagram PRISMA digunakan dalam penelitian ini dan menghasilkan tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan kelayakan. Berdasarkan hasil analisis dari tujuh artikel, dua artikel menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan fungsi seksual pascavasektomi karena tidak adanya kecemasan akan hamilnya pasangan apabila melakukan hubungan seksual, satu artikel menyimpulkan bahwa terdapat penurunan fungsi seksual pada pria yang terpaksa melakukan vasektomi karena tuntutan pasangan dan berakibat pada peningkatan kerja saraf simpatis yang dapat mengganggu fungsi seksual, dan empat artikel menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh vasektomi terhadap fungsi seksual.
Hubungan Antara Status Gizi dan Stunting pada Usia 0-4 Tahun di Puskesmas Petir Kabupaten Serang Tahun 2023 Adhika Afriadi; Dicky Santosa; Lisa Adhia Garina
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10465

Abstract

Abstract. Stunting is a disruption in children's growth and development that often occurs in the world until 2025, including Indonesia. The incidence of stunting is influenced by many factors, especially the nutritional status of children. The aim of this study was to analyze the relationship between nutritional status and stunting at ages 0–4 years. This research is an analytical observational study with a cross sectional approach. Research samples that met the research criteria were taken using purposive sampling totaling 269. Statistical analysis used SPSS version 29.0 with the bivariate Chi square test. Most of the stunted children were male, 153 children (56,9%), 173 children aged 0-24 months (66,5%), normal nutritional status 181 children (67,3%), and stunting stratification was short (stunting) 185 children (68,8%). There is a relationship between nutritional status and the incidence of stunting (p= 0,024). Nutritional status and stunting have a significant relationship, with the largest distribution of both stunted and severely stunted occurring in the normal nutrition group and more frequently occurring in men compared to women. Monitoring body weight and length or height is important to do regularly to detect malnutrition and risk of stunting. Abstrak. Stunting menjadi gangguan tumbuh kembang anak yang banyak terjadi didunia hingga tahun 2025, termasuk Indonesia. Kejadian stunting dipengaruhi oleh banyak faktor terutama adalah status gizi pada anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan stunting pada usia 0–4 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria penelitian diambil menggunakan purposive sampling berjumlah 269. Analisis statistik menggunakan SPSS versi 29.0 dengan uji bivariat Chi square. Sebagian besar anak stunting berjenis kelamin laki-laki sebanyak 153 anak (56,9%), usia 0-24 bulan 173 anak (66,5%), status gizi normal 181 anak (67,3%), dan stratifikasi stunting adalah pendek ( stunting) 185 anak (68,8%). Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian stunting (p = 0,024). Status gizi dan stunting mempunyai hubungan yang signifikan, dengan distribusi terbesar baik stunting maupun stunting berat terjadi pada kelompok gizi normal dan banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Pemantauan berat badan dan panjang atau tinggi badan penting dilakukan secara rutin untuk mendeteksi malnutrisi dan risiko stunting.