cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Gambaran Antara Usia Ibu dan Gravida dengan Kejadian Preeklamsia Berat di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 Alda Olivia Magdalena; Hidayat Widjajanegara; Indri Budiarti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10560

Abstract

Abstract. Severe preeclampsia is defined as preeclampsia associated with severe complications in the mother and fetus that can cause an emergency situation. The criterion for severe preeclampsia is a blood pressure of 160/110mmHg. Severe preeclampsia is the cause of 30%-40% of maternal deaths in Indonesia. The study aimed to analyze the description of maternal age and gravida status with the occurrence of severe preeclampsia at Al-Ihsan Bandung Regional General Hospital. The study used observational analytic with cross-sectional method. The subjects in this study were pregnant women with severe preeclampsia who were hospitalized at Al-Ihsan Hospital throughout 2022. The sample size amounted to a sample of 270 pregnant women with severe preeclampsia. The sampling technique used purposive sampling that met the inclusion and exclusion criteria by taking medical records in the Obstetrics and Genocology section at Al-Ihsan Regional General Hospital. Data were analyzed by Chi Square Test with a degree of significance of 0.05%. The results of the study from a total of 270 samples analyzed, 150 people (56%) were severe preeclampsia. Maternal age > 35 years with PEB as many as 101 people (77%). Multigravida with PEB amounted to 122 people (81%). Abstrak. Preeklamsia berat didefinisikan sebagai preeklamsia yang berhubungan dengan komplikasi berat pada ibu dan janin yang dapat menimbulkan keadaan yang gawat darurat. Kriteria pada preeklamsia berat adalah tekanan darah 160/110mmHg. Preeklamsia berat adalah penyebab dari 30%-40% kematian maternal di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk menganalisis gambaran usia ibu dan status gravida dengan kejadiaan preeklamsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan Bandung. Penelitian menggunakan analitik observasional dengan metode cross-sectional. Subjek pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan preeklamsia berat yang berada di rawat inap RSUD Al-Ihsan sepanjang tahun 2022. Besar sampel berjumlah sampel 270 ibu hamil dengan kejadiaan preeklamsia berat. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi serta ekslusi dengan mengambil catatan rekam medik pada bagian Obstetri dan Genokologi di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan. Data dianalisis oleh Uji Chi Square dengan derajat kemaknaan sebesar 0,05%. Hasil penelitian dari total 270 sampel yang dianalisis, 150 orang (56%) preeklamsia berat. Usia Ibu > 35 tahun dengan PEB sebanyak 101 orang (77%). Multigravida dengan PEB berjumlah 122 orang (81%) .​
Gambaran Pengetahuan tentang Antioksidan dan Penggunaannya untuk Akne Vulgaris pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Islam Bandung Nabila Zulfa Alfina; Bhekti Rahimah, Santun; Suherlan, Endang
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10562

Abstract

Abstrak. Akne vulgaris adalah salah satu jenis kelainan kulit yang tatalaksananya dapat menggunakan antioksidan. Pengetahuan tentang antioksidan dapat mempengaruhi penggunaan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang antioksidan dan penggunaannya untuk akne vulgaris. Penelitian menggunakan metode observasional analitik cross-sectional pada mahasiswa tingkat 3 angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dengan total sampel 116 responden. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner melalui google form tentang pengetahuan dan penggunaan antioksidan untuk akne vulgaris yang kemudian hasilnya dianalisis dengan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Tingkat 3 Angkatan 2020 berpengetahuan baik (70,9%) dan tidak pernah menggunakan antioksidan (45,3%). Abstract: Acne vulgaris is a type of skin disorder that can be treated with antioxidants. Knowledge about antioxidants may affect the use of antioxidants. This study aims to determine the knowledge of antioxidants and their use for acne vulgaris. The study used a cross-sectional analytic observational method on 3rd year students of the 2020 batch of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung with a total sample of 116 respondents. Data collection was carried out by filling out a questionnaire via google form about knowledge and use of antioxidants for acne vulgaris, then the results were analyzed with the univariat test. The results showed that most of the 3rd year students of the Faculty of Medicine of the Islamic University of Bandung had good knowledge (70,9%) and never used antioxidants (45,3%).
Uji Daya Hambat Ekstrak Air Biji Kopi Arabika pada Kultur Bakteri MRSA Daisy Grace Agustina; Hendro Sudjono Yuwono; Eka Hendryanny
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10577

Abstract

Abstract. The emergence of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) strains has led to the need for alternative treatments to natural products such as coffee. Arabica coffee contains chlorogenic acid and caffeic acid which play an antibacterial role against MRSA. Arabica coffee water extract also has antibacterial properties against S.aureus. This experimental research tested the inhibitory power of Arabica coffee bean water extract against MRSA bacteria. The method used was Kirby-Bauer disk diffusion with Arabica coffee bean water extract treatment groups of 100% and 50% concentration, vancomycin positive control and distilled water negative control. The research was carried out in the Microbiology Lab of FK Unpad from March to October 2023. The results of the antibacterial test showed that there was an inhibition zone in the Arabica coffee bean water extract with a concentration of 100% and 50% in the MRSA bacterial culture. The results of the inhibition zone diameter test for each concentration will be analyzed and explained descriptively. This can be concluded that there is an inhibitory effect of Arabica coffee bean water extract at concentrations of 100% and 50% on MRSA bacterial cultures. Abstrak. Munculnya strain resisten Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) menyebabkan dibutuhkannya pengobatan alternatif produk alam seperti kopi. Kopi Arabika mengandung asam klorogenat dan asam kafeat yang berperan antibakteri terhadap MRSA. Ekstrak air kopi Arabika juga memiliki antibakteri terhadap S.aureus. Penelitian eksperimental ini menguji daya hambat ekstrak air biji kopi Arabika terhadap bakteri MRSA Metode yang digunakan adalah disk diffusion Kirby-Bauer dengan kelompok perlakuan ekstrak air biji kopi Arabika konsentrasi 100% dan 50%, kontrol positif vankomisin dan kontrol negatif aquades. Penelitian dilakukan di Lab Mikrobiologi FK Unpad bulan Maret hingga Oktober 2023. Hasil uji antibakteri menunjukkan adanya zona inhibisi pada ekstrak air biji kopi Arabika konsentrasi 100% dan 50% pada kultur bakteri MRSA. Hasil uji daya hambat diameter zona hambat dari masing-masing konsentrasi akan dianalisis dan dijelaskan secara deskriptif. Hal ini dapat disimpulkan terdapat daya hambat ekstrak air biji kopi Arabika pada konsentrasi 100% dan 50% pada kultur bakteri MRSA.
Karakteristik Status Gizi Pasien Anak Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Sebelum dan Sesudah Kemoterapi di RSUD Al-Ihsan Bandung Putri Aulya Mustafa Yasin; Agung Firmansyah Sumantri; Abdul Hadi Hassan
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10584

Abstract

Abstract. Leukemia is a malignant disease of abnormal white blood cells in the bone marrow. One of the treatments for leukemia patients is chemotherapy which can affect nutritional status. Nutritional status is a person's health status which is related to energy intake in the form of food in a person's country. This study aims to determine the characteristics of nutritional status in pediatric acute lymphoblastic leukemia (ALL) patients before and after chemotherapy. The sample selection technique used a total sampling technique from the entire population of ALL pediatric patients at Al-Ihsan Hospital, Bandung Regency. This research uses an analytical observational method with a cross-sectional approach. The data used is secondary data taken from pediatric patients with LLA in the form of medical record data at Al-Ihsan Regional Hospital, Bandung. The research results showed that the majority of patients before chemotherapy had normal nutritional status, 34 subjects (52.3%), and the majority of patients after chemotherapy had normal nutritional status, 40 subjects (61.5%). Child patients with ALL before chemotherapy had normal nutritional status as many as 34 people (52.3%), overweight nutritional status as many as 3 people (4.6%), and with underweight nutritional status as many as 28 people (43.1%). with ALL after chemotherapy had normal nutritional status as many as 40 people (61.5%), overweight nutritional status as many as 3 people (4.6%), and with underweight nutritional status as many as 22 people (33.8%) These results were caused by errors one factor is chemotherapy drugs which are corticosteroids. The use of corticosteroid drugs can increase appetite which can be a factor in improving the patient's nutritional status during chemotherapy treatment. Abstrak. Leukemia merupakan penyakit keganasan pada sel darah putih abnormal di sumsum tulang, salah satu pengobatan pada pasien leukemia salah satunya adalah kemoterapi yang dapat berpengaruh terhadap status gizi. Status gizi merupakan status kesehatan seseorang yang berkaitan dengan asupan energi berupa makanan di negara seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik status gizi pada pasien anak leukemia limfoblastik akut (LLA) sebelum dan sesudah melakukan kemoterapi. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling dari seluruh populasi pada pasien anak LLA di Rumah Sakit Al-Ihsan Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil pada pasien anak LLA berupa data rekam medik di RSUD Al-Ihsan Bandung. Hasil penelitian menunjukkan data mayoritas pasien sebelum kemoterapi memiliki status gizi normal 34 subjek (52.3%), dan mayoritas pasien setelah dilakukan kemoterapi memiliki status gizi normal 40 subjek (61.5%). Pasien anak dengan LLA sebelum kemoterapi memiliki status gizi normal sebanyak 34 orang (52,3%), status gizi overweightsebanyak 3 orang (4,6%), serta dengan status gizi underweight sebanyak 28 orang (43,1%).Pasien anak dengan LLA sesudah kemoterapi memiliki status gizi normal sebanyak 40 orang (61,5%), status gizi overweight sebanyak 3 orang (4,6%), serta dengan status gizi underweight sebanyak 22 orang (33,8%) Hasil ini disebabkan karena salah satu faktor berupa obat kemoterapi yang merupakan golongan kortikosteroid. Penggunaan obat kortikosteroid dapat meningkatkan nafsu makan yang dapat menjadi faktor meningkatnya status gizi pasien saat pengobatan kemoterapi.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Junk Food dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat 2 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung M. Rizki Budiman; Sastramihardja, Herri S.; Andriane, Yuke
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10616

Abstract

Abstract. Anxiety is defined as the body's response to fear, which manifests as disturbances in feelings, thoughts, attitudes, and physiological changes. One of the factors that causes anxiety is consuming foods high in fat and sugar that are contained in junk food or fast food which is food that is easy to consume. This study aims to analyze relationship between frequency of junk food consumption and anxiety level in level 2 students at the Unisba Faculty of Medicine. This research is cross sectional study with sample size of 33 second year students of FK Unisba who met the inclusion criteria. Data was collected using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) and Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A). Data were analyzed using the Spearman statistical test. The research results showed that mostly respondents consumed junk food with a frequency of 1-3 times a month. It was also found that the entire research sample had anxiety with more than half of the respondents having mild levels of anxiety and 3 had severe anxiety. The Spearman test shows p value of 0,048 (< 0,05) and R value of 0,347. There is significant relationship between frequency of junk food consumption and level of anxiety with weak correlation strength. Abstrak. Kecemasan didefinisikan sebagai respon tubuh terhadap rasa takut, yang bermanifestasi sebagai gangguan perasaan, pemikiran, sikap, dan perubahan fisiologis. Salah satu faktor penyebab munculnya kecemasan adalah konsumsi makanan tinggi lemak dan gula yang terkandung dalam junk food atau makanan cepat saji yang merupakan makanan yang mudah dikonsumsi dan dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi konsumsi junk food dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat 2 Fakultas kedokteran Unisba. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jumlah sample sebanyak 33 orang mahasiswa tingkat 2 FK Unisba yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A). Data dianalisis dengan uji statistik spearman. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang mengonsumsi junk food dengan frekuensi 1-3 kali perbulan sebanyak 12, 1 kali perminggu sebanyak 3, 2-4 kali perminggu sebanyak 11, 1 kali perhari sebanyak 2, 2-3 kali perhari sebanyak 2, 4 kali perhari sebanyak 3. Seluruh sample penelitian memiliki kecemasan dengan lebih dari setengah jumlah responden memiliki tingkat kecemasan ringan dan kecemasan berat 3 responden. Uji spearman menunjukkan nilai p sebesar 0,048 (<0,05) dan nilai R 0,347. Terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi konsumsi junk food dengan tingkat kecemasan dengan kekuatan korelasi lemah.
Gambaran Frekuensi Minum Kopi dan Tingkat Kebugaran pada Mahasiswa Laki-Laki Tingkat 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Tahun Ajaran 2022/2023 Talia Nurlita Sari; Ike Rahmawaty Alie; Umar Islami
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10631

Abstract

Abstract. The level of physical activity in Indonesia is still low at 33.5%. The low level of physical activity in Indonesia can result in low fitness figures in Indonesia. Factors that can influence fitness levels are lung function, physical activity, and consumption of caffeinated drinks such as coffee. Indonesian people's coffee consumption figures increased from 2016 to 2019 with an average growth of 5.31%. Coffee is widely consumed because of its caffeine content which can fight drowsiness, prevent fatigue and improve fitness. The aim of this research was to determine the frequency of drinking coffee and the fitness level of 1st year male students at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University 2022/2023. The sample selection technique for this research used purposive sampling, with 60 research subjects. Fitness measurements in this study were carried out by measuring the VO2 Max value indirectly through the Harvard Step Test. This research uses a descriptive observational method with a cross sectional research design. The results of the analysis show that 1st year male students at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University 2022/2023 consume the most coffee with a light frequency of 35% and a very low fitness level of 38%. Abstrak. Tingkat aktivitas fisik di Indonesia masih rendah dengan persentase 33, 5%. Rendahnya tingkat aktivitas fisik di Indonesia dapat mengakibatkan angka kebugaran di Indonesia juga rendah. Faktor yang dapat memengaruhi tingkat kebugaran adalah fungsi paru, aktivitas fisik, serta konsumsi minuman berkafein seperti kopi. Angka konsumsi kopi masyarakat Indonesia meningkat dari tahun 2016 ke 2019 dengan pertumbuhan rata-rata 5,31%. Kopi banyak dikonsumsi karena kandungan kafein yang dapat melawan kantuk, mencegah lelah, serta meningkatkan kebugaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran frekuensi minum kopi dan tingkat kebugaran mahasiswa laki-laki tingkat 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun ajaran 2022/2023. Teknik pemilihan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan 60 orang subjek penelitian. Pengukuran kebugaran pada penelitian ini dilakukan dengan mengukur nilai VO2 Max secara tidak langsung melalui Harvard Step Test. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki tingkat 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun ajaran 2022/2023 paling banyak mengonsumsi kopi dengan frekuensi ringan 35% dan tingkat kebugaran kurang sekali 38%.
Gambaran Hemodialisis dan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis di RSUD Majalaya Kabupaten Bandung Periode Januari–Juli Tahun 2023 Syifa Nufikaputri Chuswanto; Yuli Susanti; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10638

Abstract

Abstract. Patients who undergo hemodialysis will experience a decrease in quality of life and cause patients to be forced to change their living habits. Patients who have only been undergoing hemodialysis for a long time will feel unable to accept and adapt to the changes that occur in their lives. This study aims to determine the relationship between the length and frequency of hemodialysis therapy and the quality of life in chronic kidney failure patients at the Majalaya Hospital, Bandung Regency for the period January–July 2023. This study used a cross sectional method with a sampling technique in the form of simple consecutive sampling with a sample size of 57 person. The research results showed that the duration of hemodialysis therapy was predominantly ≥ 1 year, namely 37 people (64.9%). Frequency of hemodialysis therapy 2 times/week, namely 50 people (87.7%) in Chronic kidney failure patients. Quality of life is dominant in the poor category, namely 33 people (57.9%). This is because the more frequently a patient undergoes hemodialysis, the more complications the patient will have which can reduce the patient's quality of life. Abstrak. Pasien yang menjalankan hemodialisis akan mengalami penurunan kualitas hidup dan menyebabkan pasien terpaksa mengubah kebiasaan hidupnya. Pasien yang baru lama menjalani hemodialisis akan merasa belum bisa untuk menerima dan beradaptasi atas perubahan yang terjadi pada hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran antara lama dan frekuensi terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD Majalaya Kabupaten Bandung periode Januari–Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik pengambilan sampel berupa simple consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang. Hasil penelitian pada lama terapi hemodialisis dominan ≥ 1 tahun, yaitu 37 orang (64,9%). Frekuensi terapi hemodialisis 2 kali/minggu, yaitu 50 orang (87,7%) pada Kualitas hidup pasien Gagal ginjal Kronis dominan pada kategori buruk, yaitu 33 orang (57,9%) . Hal tersebut karena semakin sering pasien melakukan hemodialisis maka pada pasien akan muncul beberapa komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien.
Gambaran Karakteristik Kanker Payudara Eneng Mira; Maya Tejasari; Listya Hanum Siswanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10639

Abstract

Abstract. The most common malignant disease in women is breast cancer. In the world the number of breast cancer sufferers has reached 2.3 million. The occurrence of breast cancer can be caused by several risks, including age, parity status, history of breastfeeding and use of hormonal contraception. This study aims to determine the characteristics of breast cancer patients. This research used a retrospective descriptive method which took place at Al-Ihsan Regional Hospital with 182 research subjects. Data was obtained from secondary data from medical records in the form of age characteristics, breastfeeding history, parity status and use of hormonal contraceptives. The results of the research show that the majority of breast cancer patients at Al-Ihsan Regional Hospital in 2022 are in the 46-55 year age group, namely 70 people (38.4%), 161 people have a history of breastfeeding (88.4%), parity status is mostly 2 –3 children totaling 132 people (72.5%) and using hormonal contraception as many as 155 people (85.2%). This is related to the high levels of the hormones estrogen and progesterone which influence the risk of breast cancer, thus inhibiting the tumor suppressor genes BRCA1 and BRCA2 which causes breast gland cell proliferation to increase. ​Abstrak. Penyakit keganasan terbanyak pada wanita adalah kanker payudara. Di dunia jumlah penderita kanker payudara mencapai angka 2,3 juta. Terjadinya kanker payudara dapat disebakan oleh beberapa risiko, diantaranya adalah usia, status paritas, riwayat menyusui dan penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif yang bertempat di RSUD Al-Ihsan dengan Subjek penelitian sebanyak 182 orang. Data diperoleh dari data sekunder rekam medis berupa karakteristik usia, riwayat menyusui, status paritas dan penggunaan kontrsepsi hormonal. Hasil penelitian menunjukan mayoritas pasien kanker payudara di RSUD Al-Ihsan tahun 2022 pada kelompok usia 46-55 tahun yaitu sebanyak 70 orang (38,4%), riwayat menyusui sebanyak 161 orang (88,4%), status paritas sebagian besar mempunyai 2–3 anak sebanyak 132 orang (72,5%) dan memakai kontrasepsi hormonal sebanyak 155 orang (85,2%). Hal tersebut berkaitan dengan tingginya hormon estrogen dan progesteron yang berpengaruh terhadap risiko terjadinya kanker payudara, sehingga meng-inhibisi tumor supresor gen BRCA1 dan BRCA2 yang menyebakan proliferasi sel kelenjar payudara meningkat.
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok Nadhira Siti Fauziah; Yuktiana Kharisma; Abdul Hadi Hassan
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10641

Abstract

Abstract. Cigarettes contain harmful substances, mainly nicotine, tar and carbon monoxide (CO) which are also carc5inogenic. Chemical substances in cigarettes can cause cellular changes in the oral mucosa if exposure is repeated and occurs continuously, the high prevalence of smoking causes an increased risk of diseases such as heart problems, oral cancer, nasopharyngeal cancer, and lung cancer. The incidence of oral cancer in smokers can be prevented by identifying cellular changes in the oral mucosa, one of which is quantitative microscopic observation, namely cytomorphometrics. Cytomorphometrics is a technique to identify and measure cell specifications including nucleus diameter, cytoplasmic diameter, and nucleus-cytoplasmic ratio. The purpose of this study was to compare the cytomorphometrics of buccal mucosal smears between smokers and non-smokers. This study used an analytic observational method through a cross-sectional approach, involving 42 subjects who were smokers and non-smokers. Epithelial smears were made from buccal swabs and stained using papanicola staining with the intention of knowing the cytomorphometric comparison of buccal mucosal smears between smokers and non-smokers in the Bandung Islamic University (UNISBA) environment. The results showed that there was a significant cytomorphometric comparison of buccal mucosa smears in smokers and non-smokers, where the average diameter of epithelial cell nuclei was higher in active smokers compared to the average of non-smokers. On the other hand, the mean cytoplasmic diameter was lower in active smokers compared to non-smokers, and for the nucleus/cytoplasm ratio the probability value was 0.000 (p < 0.05), respectively, indicating a significant difference in nucleus size and N/S ratio between smokers and non-smokers, which was higher in smokers. Abstrak. Rokok mengandung zat-zat berbahaya utamanya adalah nikotin, tar dan karbon monoksida (CO) yang juga bersifat karsinogenik. Zat kimia pada rokok dapat menyebabkan perubahan seluler pada mukosa mulut jika paparan berulang dan terjadi terus menerus, tingginya prevalensi merokok menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya penyakit seperti gangguan jantung, kanker mulut, kanker nasofaring, dan kanker paru. Kejadian kanker mulut pada perokok dapat dicegah dengan mengidentifikasi perubahan seluler pada mukosa mulut salah satunya dengan pengamatan mikroskopis kuantitatif yaitu sitomorfometrik. Sitomorfometrik adalah teknik untuk mengidentifikasi dan mengukur spesifikasi sel meliputi diameter nukleus, diameter sitoplasma, dan rasio nukleus-sitoplasma. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan sitomorfometrik apusan mukosa bukal antara perokok dan non-perokok. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional, dengan melibatkan 42 subjek yang merupakan perokok dan non-perokok. Apusan epitel dibuat dari usap bukal dan diwarnai menggunakan pewarnaan papanicola dengan maksud untuk mengetahui perbandingan sitomorfometrik apusan mukosa bukal antara perokok dan non-perokok di lingkungan Universitas Islam Bandung (UNISBA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbandingan sitomorfometrik apusan mukosa bukal yang signifikan pada perokok dan non-perokok, dimana rata-rata diameter nukleus sel epitel lebih tinggi pada perokok aktif dibandingkan dengan rata-rata non-perokok. Di sisi lain, rata-rata diameter sitoplasma lebih rendah pada perokok aktif dibandingkan dengan non-perokok, dan untuk rasio perbandingan nukleus/sitoplasma nilai probabilitas masing-masing adalah 0,000 (p < 0,05), menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam ukuran inti dan rasio N/S antara perokok dan non-perokok, yaitu lebih tinggi pada perokok.
Indeks Massa Tubuh Berhubungan dengan Keseimbangan Dinamis Anak SD Mathla'ul Khoeriyah Tamansari Bandung Tahun 2023 Silvi Rosmawati; Cice Tresnasari; Siti Annisa Devi Trusda
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10656

Abstract

Abstract. A child needs balance to do things like run, kick, go up and down stairs, and more. Environment, stimulation, hormonal influences, and nutrition and nutrition are some of the factors that influence child development. During a child's development, healthy food intake is very important. Children's nutritional status is a very important component in children's motor development. If children receive an unbalanced food intake, they are at risk of experiencing unbalanced nutritional disorders, which will affect the child's balance. The aim of this research is to find out whether there is a relationship between BMI and dynamic balance in children at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School Tamansari Bandung in 2023. This research is a quantitative analytical observational study with a cross-sectional design. Sampling is carried out by technique simple random sampling. The population in this study were children at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School for the 2022-2023 academic year. The total sample was 188 people aged 6- 12 years old. Univariate analysis studied Body Mass Index was measured using Z-Score BMI/U and Balance are measured using Pediatric Balance Scale. In the results of bivariate analysis using Chi-square earned valuep-value 0.001. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there is a relationship between body mass index (BMI) and dynamic balance in children at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School, Bandung. Abstrak. Seorang anak membutuhkan keseimbangan untuk melakukan hal-hal seperti berlari, menendang, naik turun tangga, dan lainnya. Lingkungan, stimulasi, pengaruh hormon, dan nutrisi dan gizi adalah beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Selama perkembangan anak, asupan makanan yang sehat sangat penting. Status gizi anak merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam perkembangan motorik anak. Jika anak mendapatkan asupan makanan yang tidak seimbang, mereka berisiko mengalami gangguan gizi tidak seimbang, yang akan mempengaruhi keseimbangan anak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara IMT dan keseimbangan dinamis pada anak-anak di SD Mathla'ul Khoeriyah Tamansari Bandung pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah anak di SD Mathla’ul Khoeriyah tahun akademik 2022-2023. Jumlah sampel sebanyak 188 orang yang berusia 6 ­– 12 tahun. Analisis univariat yang diteliti Indeks Massa Tubuh diukur menggunakan Z-Score IMT/U dan Keseimbangan di ukur menggunakan Pediatric Balance Scale. Pada hasil analisis bivariat menggunakan Chi-square diperoleh nilai p-value 0,001. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan keseimbangan dinamis pada anak SD Mathla’ul Khoeriyah Bandung.