cover
Contact Name
Flesia Welly Ferianti
Contact Email
flesiawellyferianti@gmail.com
Phone
+6282251430097
Journal Mail Official
jurnalalkhawarizmi2@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi JL. RSUD KM4 Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 27762270     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics education
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2" : 11 Documents clear
Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Literasi Matematis Berdasarkan Teori Kastolan Kamila, Nazwa Guseynova; Khaerunnisa, Etika; Fathurrohman, Maman
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2334

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis kesalahan serta faktor penyebab kesalahan yang siswa lakukan dalam menyelesaikan soal literasi matematis berdasarkan teori Kastolan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 5 SMAN 1 Ciruas. Intrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes literasi matematis yang berjumlah 6 butir soal dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian melakukan 3 jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal literasi matematis, yaitu kesalahan konseptual sebesar 42,53%, kesalahan prosedural sebesar 31,61%, dan kesalahan teknik sebesar 25,86%. Kesalahan konseptual terjadi karena subjek penelitian terbiasa mengerjakan soal secara langsung ke prosedur penyelesaiannya tanpa menuliskan rumusnya terlebih dahulu. Penyebab terjadinya kesalahan prosedural antara lain tidak mengetahui langkah penyelesaian yang harus dilakukan selanjutnya, kurangnya kemampuan dalam memanipulasi langkah penyelesaian, kurangnya kemampuan dalam menerapkan operasi perpangkatan pada suatu bilangan, dan kurang terbiasanya mengerjakan jenis soal seperti yang diberikan. Penyebab terjadinya kesalahan teknik antara lain kurangnya kemampuan dalam melakukan operasi aljabar bentuk akar, belum selesainya prosedur penyelesaian yang dilakukan sehingga berdampak pada tidak adanya hasil, serta tidak menerapkan prosedur penyelesaian soal dengan tepat sehingga berdampak pada salahnya perhitungan. Kata Kunci: analisis kesalahan, soal literasi matematis, teori kastolan   Abstract : This study aims to identify and describe the types of errors and factors that cause errors made by students in solving mathematical literacy problems based on Kastolan theory. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The subjects in this research were students of class XII IPA 5 at SMAN 1 Ciruas. The instrument in this research consisted of a mathematical literacy test instrument consisting of 6 questions and an interview guide. The research results showed that research subjects made 3 types of errors in solving mathematical literacy questions, namely conceptual errors of 42.53%, procedural errors of 31.61%, and technical errors of 25.86%. Conceptual errors occur because research subjects are used to working on problems directly to the solution procedure without writing down the formula first. Causes of procedural errors include not knowing what solution steps to take next, not being able to manipulate the solution steps, not being able to apply exponentiation operations of a number, and not understanding how to work on the type of problem given. Causes of technical errors include lack of ability to perform algebraic operations in the form of roots, not completing the solution procedure so that it does not produce results, and not applying the problem solving procedure correctly resulting in incorrect calculations. Keywords: error analysis, mathematical literacy problems, castolan theory  
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SMP PADA TEOREMA PYTHAGORAS MENGGUNAKAN FOUR TIER CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (FTCRI) Mardianti, Denisa; Khaerunisa, Etika
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2330

Abstract

Abstrak: Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi yang sering terjadi pada siswa SMP dalam memahami konsep teorema pythagoras menggunakan Four Tier Certainty of Response Index (FTCRI). Jenis penelitian pada penelitian ini adalah studi kasus dan bersifat deskriptif. subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-I SMPN 7 Kota Serang dan dipilih sebanyak 6 siswa yang mengalami miskonsepsi berdasarkan hasil tes FTCRI. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik four-tier dengan CRI yang disusun berdasarkan kurikulum merdeka. Data penelitian diolah berdasarkan kombinasi jawaban siswa pada tes diagnostik four-tier dan CRI. Hasil penelitian menunjukan terdapat 6% siswa mengalami miskonsepsi tingkat tinggi, 58% mengalami miskonsepsi tingkat sedang, dan 36% siswa yang mengalami miskonsepsi tingkat rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengalami miskonsepsi tingkat sedang dalam pemahaman konsep teorema Pythagoras. Temuan miskonsepsi siswa dalam memahami konsep teorema Pythagoras tersebar dalam beberapa jenis diantaranya, kesalahpahaman siswa dalam menentukan sisi-sisi sebuah segitiga siku-siku, pemahaman yang salah tentang kebalikan teorema Pythagoras, kesalahpahaman konsep bilangan berpangkat dan bentuk akar, kesalahan dalam konsep perbandingan dan kesalahan dalam memodelkan permasalahan matematika. Penyebab dari miskonsepsi yang terjadi bersumber dari siswa, gura dan konteks pembelajaran. Karena itu, langkah efektif diperlukan guna meminimalisir miskonsepsi yang terjadi. Kata Kunci: Miskonsepsi, Tes Diagnostik Four-tier, Certainty of Response Index, Pythagoras  Abstract : This study aims to analyze misconceptions that often occur in junior high school students in understanding the concept of the Pythagorean theorem using the Four Tier Certainty of Response Index (FTCRI). The type of research in this research is a case study and is descriptive. The subjects of the study were students of grade VIII-I SMPN 7 Serang City and 6 students were selected who experienced misconceptions based on the results of the FTCRI test. The research instrument is a four-tier diagnostic test with CRI prepared based on an independent curriculum. The research data was processed based on a combination of students' answers on four-tier diagnostic tests and CRI. The results showed that 6% of students experienced high-level misconceptions, 58% experienced moderate-level misconceptions, and 36% of students experienced low-level misconceptions. These results show that the majority of students experience a moderate level of misconception in the understanding of the concept of the Pythagorean theorem. The findings of student misconceptions in understanding the concept of the Pythagorean theorem are scattered in several types, including, students' misunderstanding in determining the sides asked in a right triangle, wrong understanding of the reverse of the Pythagorean theorem, misunderstanding of the concept of rank numbers and root shapes, errors in the concept of comparison and errors in modeling mathematical problems. The cause of misconceptions that occur comes from students, gura and learning context. Therefore, effective steps are needed to minimize misconceptions that occur. Keywords: Misconceptions, Four-tier Diagnostic Test, Certainty of Response Index, Pythagoras
STRATEGI SCAFFOLDING UNTUK MENGATASI TANTANGAN PENGERJAAN SOAL EKSPONEN PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Hapsari, Tiara; Sudiansyah, Sudiansyah
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2335

Abstract

Abstrak : Kesulitan peserta didik dalam mengerjakan soal matematika dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman peserta didik tentang materi prasyarat, sehingga pijakannya tidak kuat untuk menjawab soal-soal pada materi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja upaya scaffolding yang diberikan guru untuk mengatasi kesulitan peserta didik SMK dalam mengerjakan soal eksponen. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif, dan sampel yang dipilih secara acak dari melihat hasil Tes Diagnostik. Sampel tersebut sudah meliputi jawaban peserta didik dalam kriteria nilai tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian sampel dianalisis dan diberikan scaffolding kepada responden, scaffolding dilakukan secara mandiri dengan teknik wawancara dan dilaksanakan untuk memberikan bantuan seminimal mungkin agar terbangun konjektur berpikir peserta didik untuk mengatasi kesulitan yang dialaminya dalam mengerjakan soal eksponen. Scaffolding yang diberikan berupa pemberian tugas terstruktur yang termasuk dalam scaffolding level 1, mengingatkan kembali konsep yang pernah dipelajarinya yang termasuk dalam scaffolding level 2, dan membantu peserta didik menghubungkan dan mengembangkan konsep yang telah dimiliki peserta didik yang termasuk dalam scaffolding level 3. Di akhir, peneliti memberikan Tes akhir untuk melihat seberapa efektif scaffolding yang diberikan. Kata Kunci: Eksponen, Kesulitan Peserta Didik, Scaffolding  Abstract: The difficulty of students in solving mathematics problems can be caused by their lack of understanding of prerequisite materials, resulting in weak foundations to answer questions on new topics. This study aims to describe the efforts of scaffolding provided by teachers to overcome the difficulties of vocational high school students in solving exponent problems. The method employed in this research is qualitative descriptive, and the sample was randomly selected based on the results of the Diagnostic Test. The sample includes responses from students categorized into high, medium, and low achievement criteria. Then, the samples were analyzed, and scaffolding was provided to the respondents. The scaffolding was conducted independently through interview techniques and implemented to provide assistance minimally to build students' conjectural thinking to overcome difficulties they encountered in solving exponent problems. The scaffolding provided includes structured task assignments, which are categorized as scaffolding level 1, recalling previously learned concepts categorized as scaffolding level 2, and assisting students in connecting and developing concepts they already possess categorized as scaffolding level 3. In the end, the researcher administered a final test to assess the effectiveness of the provided scaffolding. Keywords: Exponents, Student Difficulty, Scaffolding.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI MATHEMATICAL RESILIENCY PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING Saidah, Inarotus; Supandi, Supandi; Prasetyowati, Dina; Purwaningsih, Christina
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2331

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dalam pembelajaran PBL terintegrasi CRT terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik dan mendiskripsikan kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari resiliensi matematik pada pembelajaran PBL terintegrasi CRT. Penelitian ini menggunakan mixed methode dengan desain sequential explanatory. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 10 Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI-2 dan dan XI-4. Subjek penelitian ini dipilih 6 peserta didik berdasarkan kategori resiliensi matematis tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji rata-rata, uji proporsi, uji beda rata-rata, dan uji regresi linier sederhana. Teknik analisis data kualitatif yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran PBLterintegrasi CRT efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik , hal ini ditunjukkan dengan hasil (1) KPM peserta didik pada pembelajaran PBL terintegrasi CRT mencapai ketuntasan individual dengan rata-rata hasil tes KPM peserta didik dengan PBL terintegrasi CRT lebih dari 70; (2) KPM peserta didik pada PBL terintegrasi CRT mencapai ketuntasan klasikal dengan proporsi peserta didik yang tuntas individual pada pembelajaran PBL terintegrasi CRT lebih dari 75%; (3) rata-rata KPM kelas eksperimen lebih baik daripada kelas control; dan (4) terdapat pengaruh resiliensi matematik sebesar 13,7%. terhadap KPM peserta didik pada pembelajaran PBL terintegrasi CRT.  Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Resiliensi Matematik, Problem Based Learning.  Abstract : This study aim of research is to determine the effectiveness of CRT-integrated PBL on students' problem-solving abilities and to describe problem-solving abilities in terms of mathematical resilience in CRT-integrated PBL. This research uses mixed methods with an explanatory sequential design. This research was carried out at SMA Negeri 10 Semarang. The sample in this study was class XI-2 and and XI-4. The subjects of this research were 6 students selected based on the categories of high, medium and low levels of mathematical resilience. Quantitative data analysis techniques use normality tests, homogeneity tests, average tests, proportion tests, average difference tests, and simple linear regression tests. Qualitative data analysis techniques are the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research indicate that CRT integrated PBL is effective on students' problem solving abilities, this is shown by the results (1) KPM students in CRT integrated PBL learning achieve individual mastery with the average KPM test results of students with integrated PBL CRT more than 70; (2) KPM students in CRT-integrated PBL achieve classical completion with the proportion of students who individually complete CRT-integrated PBL learning of more than 75%; (3) the average KPM for the experimental class is better than the control class; and (4) there is an influence of mathematical resilience of  on students' KPM in CRT integrated PBL learning. Keywords: Problem solving ability, Mathematical resiliency, Problem Based Learning.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN KETERAMPILAN PROSEDURAL MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN DIFERENSIASI BERBANTUAN LKPD TERSTRUKTUR Susanti, Widya; Sudiansyah, Sudiansyah
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2336

Abstract

Abstrak : Pendekatan diferensiasi dalam pengajaran matematika dalam era kurikulum merdeka menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan dalam mencapai pemahaman konseptual dan keterampilan prosedural yang mendalam dengan menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan individual siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan pedagogis (PTP) untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pembelajaran yang menggunakan pendekatan diferensiasi berbantuan LKPD terstruktur dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan kelancaran prosedural siswa pada materi Eksponen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kedua aspek pemahaman matematis, dengan skor rata-rata pemahaman konseptual meningkat dari 33,46 menjadi 70,77, dan skor rata-rata kelancaran prosedural meningkat dari 50 menjadi 80. Meskipun terdapat variasi antara subjek, temuan ini menyoroti bahwa intervensi pembelajaran menggunakan pendekatan diferensiasi berbantuan LKPD terstruktur dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika. Implikasi praktis dari penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan diferensiasi dan penggunaan LKPD terstruktur dalam pengajaran matematika untuk memaksimalkan potensi belajar siswa. Kata Kunci: Keterampilan Prosedural, Pendekatan Diferensiasi, Pemahaman Konseptual, dan, LKPD terstruktur   Abstract: Differentiation approach in mathematics teaching in the era of curriculum freedom becomes one of the solutions to address the challenges in achieving deep conceptual understanding and procedural skills by adjusting teaching methods according to individual student needs. This study employs the pedagogical action research method (PTP) to evaluate the effectiveness of learning interventions using a differentiation approach aided by directed Student Worksheets (LKPD) in improving students' conceptual understanding and procedural fluency in Exponents material. The results show a significant improvement in both aspects of mathematical understanding, with the average conceptual understanding score increasing from 33.46 to 70.77, and the average procedural fluency score increasing from 50 to 80. Despite variations among subjects, these findings highlight that learning interventions using a differentiation approach aided by directed LKPD can be an effective strategy in enhancing student understanding in mathematics learning. The practical implications of this study emphasize the importance of implementing differentiation approaches and using directed LKPD in mathematics teaching to maximize student learning potential.  Keywords: Procedural Skills, Differentiation Approach, Conceptual Understanding, Directed LKPD
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI BENTUK ALJABAR Putri, Jihan Hidayah; Syarah, Fatma; Matondang, Khoiruddin
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2003

Abstract

Abstrak : Pemahaman aljabar memegang peran sentral dalam pembelajaran matematika, terutama di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesalahpahaman siswa dalam memecahkan masalah yang terkait dengan operasi bentuk aljabar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian berupa siswa kelas VII-1 di MTs Al-Ikhlasiyah Sei Buluh. Soal tes digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap operasi bentuk aljabar. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa siswa sering melakukan kesalahan dalam berbagai aspek, seperti penyederhanaan dalam eskpresi aljabar, penanganan variabel pada aljabar, penyelesaian persamaan aljabar yang meliputi operasi aljabar, penggantian variabel pada aljabar dan penyelesaian pecahan pada aljabar. Temuan ini menyoroti pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap konsep aljabar dan menekankan kebutuhan akan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa mengatasi kesulitan dalam bidang ini. Kata Kunci: Analisis Miskonsepsi, Operasi Bentuk Aljabar, Deskriptif Kualitatif
Pengaruh Metode Diskusi Kelompok Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Karangbener Cahyanisam, Clarista; Su’adah, Muthorida; Riswari, Lovika Ardana
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2337

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode diskusi kelompok terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis oleh siswa dalam pembelajaran Matematika. Jenis penelitian adalah kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melakukan uji sampel dengan melakukan pretes dan post test. Obyek penelitian berjumlah 17 orang siswa kelas IV di SDN 04 Karangbener  Kecamatan Bae Kabupaten Kudus pada Mata Pelajaran Matematika. Pengambilan data ini menggunakan analisis data berupa observasi,dan uji sampel dengan melakukan pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien determinasi tentang variabel adalah 0,274. Hlal terlsebut mengartikan bahwa variabel peneraplan Metode Diskusi Kelompok Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melmberikan pelngaruh terhladap ketrampilan berpikir kritis Kata Kunci: Diskusi Kelompok, Pemecahan Masalah, Matematis  Abstract : The aim of this research is to find out how the group discussion method influences students' mathematical problem solving abilities in learning Mathematics. This type of research is quantitative, using a quantitative approach to test samples by conducting pretests and posttests. The research objects were 17 class IV students at SDN 04 Karangbener, Bae District, Kudus Regency in Mathematics Subjects. This data collection uses data analysis in the form of observation, and sample testing by conducting a pretest and posttest. The research results show that the coefficient of determination value regarding the variable is 0.274. This condition means that the variable of applying the Group Discussion Method to Students' Mathematical Problem Solving Abilities has an influence on critical thinking skills of 27.4%. Keywords: Group Discussion, Problem Solving, Mathematics
Problem Based Learning Dengan Pendekatan Culturullay Responsive Teaching Berbantuan E-LKPD Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Munna, Nailul; Utami, Rizky Esti; Prasetyawati, Dina; Purwaningsih, Christina
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2332

Abstract

Abstrak: Studi ini diarahkan untuk mengetahui efektivitas model PBL yang disesuaikan dengan konteks budaya melalui penggunaan e-LKPD dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas XI-2. Kegiatan ini terlaksana di SMA Negeri 10 Semarang, dengan fokus pada peserta didik kelas XI-2 sebagai subjek penelitian. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam studi ini, menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Metode pengambilan data melalui ujian yang mengukur kemampuan dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi matriks. Temuan dari studi ini memperlihatkan bahwa pembelajaran PBL dengan pendekatan culturully responsive teaching yang didukung oleh E-LKPD berhasil meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Bukti yang mendukung kesimpulan ini meliputi: (1) adanya peningkatan dalam kemampuan pemecahan masalah setelah posttest, (2) terjadi peningkatan dalam skor rata-rata pretest ke posttest, dari 79,08 menjadi 93,5,  dan (3) Hasil uji N-Gain sebesar 0,7494, menandakan adanya peningkatan kemampuan dalam memecahkan masalah matematis berada pada kategori tinggi. Kata Kunci: Problem based learning, kemampuan pemecahan masalah   Abstract : This study aims to determine the effectiveness of a culturally responsive PBL model using e-LKPD in improving the problem-solving skills of students in grades XI-2. This activity was carried out at SMA Negeri 10 Semarang, focusing on Grade XI-2 students as research subjects. A quantitative approach was used in this study using a single-group post-test experimental design. The data collection method involves taking a test that measures the ability to solve mathematical problems in a matrix material. The results of this study show that PBL learning with a culturally responsive teaching method supported by E-LKPD was successful in improving students' problem-solving skills. Evidence supporting this conclusion includes: (1) an increase in problem-solving ability after the post-test, (2) an increase in mean score from pretest to posttest, from 79.08 to 93.5 , and (3) the N-gain value reached 0.0.7494, indicating a greater ability to solve high-level mathematical problems. Keywords: Problem based learning, problem solving abilities
ANALISIS GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP MELAWI FERIANTI, FLESIA WELLY; SAPUTRI, LINDA DWI
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2338

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapat gambaran tentang klasifikasi gaya belajar yang dimiliki mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Melawi Angkatan 2022. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan Observasi. Adapun langkah penelitian ialah: 1) penyusunan instrumen; 2) pengambilan data; 3) analisis data; 4) uji validitas data; dan 5) pelaporan. Kriteria yang digunakan dalam pengujian keabsahan data menggunakan Kepercayaan (kreadibility) melalui triangulasi sumber dan memperpanjang kehadiran di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kecenderungan bergaya belajar Visual, yaitu sebesar 47,83%, diikuti gaya belajar Audio dan Kinestetik dengan prosentase secara berturut- turut yaitu 33,70% dan 18,48%. Dengan sebaran gaya belajar ditinjau dari tingkat kognitif: (a) 47,83% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 9,09% level kognitif tinggi; 52,27% level kognitif sedang dan 38,64% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; (b) 33,70% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 12,90% level kognitif tinggi; 64,52% level kognitif sedang dan 22,58% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; dan (c) 18,48% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 0% level kognitif tinggi; 64,71% level kognitif sedang dan 35,29% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah. Artinya, tidak ada gaya belajar yang lebih baik dari yang lainnya. Kata Kunci: klasifikasi, gaya belajar, VAK,  visual, auditori, kinestetik   Abstract : The aim of this research is to get an idea of the classification of learning styles of Mathematics Education students at STKIP Melawi Class of 2022. The data collection method uses questionnaires and observation. The research steps are: 1) preparation of instruments; 2) data collection; 3) data analysis; 4) test data validity; and 5) reporting. The criteria used in testing the validity of the data use credibility through source triangulation and extended presence in the field. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the majority of students have a tendency towards a Visual learning style, namely 47.83%, followed by Audio and Kinesthetic learning styles with percentages respectively of 33.70% and 18.48%. With the distribution of learning styles in terms of cognitive level: (a) 47.83% of students have a visual learning style consisting of 9.09% of high cognitive level; 52.27% of students had moderate cognitive level and 38.64% of students had low cognitive level; (b) 33.70% of students have a visual learning style consisting of 12.90% of high cognitive levels; 64.52% of students had moderate cognitive level and 22.58% of students had low cognitive level; and (c) 18.48% of students with a visual learning style consisting of 0% high cognitive level; 64.71% had medium cognitive level and 35.29% of students had low cognitive level. This means that no learning style is better than another. Keywords: classification, learning styles, VAK, visual, auditory, kinesthetic
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI GENDER PADA SISWA KELAS VIII SMPN 11 PONTIANAK ANNISA, ANNISA
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2329

Abstract

Abstrak: Kemampuan komunikasi dalam matematika dikenal dengan kemampuan komunikasi matematis yang harus dimiliki siswa selama belajar dalam pembelajaran matematika. Komunikasi matematis tidak terlepas dari perbedaan gender. Berdasarkan hasil pra-obeservasi bersama Guru Matematika kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak diperoleh informasi bahwa siswa perempuan lebih cendrung memiliki kemampuan komunikasi matematis yang baik dibandingkan siswa laki-laki, namun mereka rata-rata cenderung lebih unggul dari pada siswa perempuan dalam tes visual ruang. Hasil dari penelitian ini diperoleh ketercapaian komunikasi matematis siswa perempuan lebih unggul terhadap siswa laki-laki dalam kemampuan menyusun pertanyaan terhadap situasi yang diberikan disertai alasan. Adapun beberapa hasil tersebut juga didukung dari perhitungan uji-t dapat dilihat bahwa hasil uji-t hitung adalah 2,1212 dari nilai tersebut bahwa thitung ttable , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dari komunikasi matematis siswa perempuan dan laki-laki. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi, Matematis, Siswa Abstract : Communication skills in mathematics are known as mathematical communication skills that students must have while studying mathematics. Mathematical communication cannot be separated from gender differences. Based on the results of pre-observations with the Class VIII Mathematics Teacher at SMP Negeri 11 Pontianak, information was obtained that female students were more likely to have good mathematical communication skills than male students, but on average they tended to be superior to female students in the spatial visual test. The results of this research showed that female students' mathematical communication achievements were superior to male students in their ability to formulate questions about given situations with reasons. Some of these results are also supported by t-test calculations. It can be seen that the calculated t-test result is 2.1212. From this value, tcount ttable, it can be concluded that there is a significant difference in the mathematical communication of female and male students. Keywords: Communication Skills, Mathematical, Student.

Page 1 of 2 | Total Record : 11