cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 411 Documents
Gambaran Pemeriksaan HbSAG (Hepatitis B), Periode Januari-Februari 2024 dengan Metode Immunochromatografi (ICT) di Virtudigilab, Nusa Dua Endrawati, Komang Juwita; Ginitri, Anak Agung Bulan; Melani, Ni Ketut Lyra Sakhya
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.251

Abstract

Virus Hepatitis B (HBV) merupakan virus yang mampu membuat terjadinya radang atau infeksi pada sel hati, yang dapat berkembang menjadi hepatitis akut maupun kronis. Infeksi kronis berisiko menyebabkan sirosis atau kanker hati. Deteksi dini infeksi HBV dapat dilakukan melalui pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg), yaitu antigen permukaan yang ada dalam virus Hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan HBsAg serta menganalisis persentase pemeriksaan yang dilakukan selama periode Januari–Februari 2024 di Laboratorium VirtuDigilab Nusa Dua. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif. Populasinya adalah pasien yang menjalani pemeriksaan HBsAg pada periode Januari-Februari 2024 dengan menggunakan metode deskriptif yang melibatkan 50 orang. Sampel berupa serum diuji menggunakan metode Immunochromatographic Test (ICT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96% sampel memiliki hasil HBsAg non-reaktif (-), sementara 4% menunjukkan hasil HBsAg positif. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan dengan populasi sampel yang lebih besar serta dilanjutkan dengan pemeriksaan deteksi anti-HBsAg guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai status infeksi Hepatitis B.
Luaran Klinis Metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) dalam Praktek Klinis Sehari-hari: A Systematic Review dan Meta Analysis Hanafi, Tata; Susiyadi, Susiyadi; Riyanto, Refni; Almanfaluthi, M. Luthfi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.264

Abstract

Metode ERAS telah dikembangkan diberbagai ilmu bedah salah satunya pada bidang obstetri yang disebut ERACS, saat ini metode ERACS sudah menjadi kebutuhan pasien sectio caesarea. Oleh karena itu, tujuan tinjauan sistematis ini untuk mengetahui luaran klinis protokol ERACS dibandingkan protokol non ERACS. Pencarian literatur menggunakan database PubMed, science direct, Scopus, dan google scholar. Desain studi yang dimasukan dalam tinjauan sistematis berupa RCTs dan observasional. Dengan membandingkan protokol ERACS dan protokol Non ERACS. Semua analisis dimasukan menggunakan perangkat lunak Review Manager 5.4.1. Hasil tinjauan sistematis ini melibatkan 25.636 pasien dari total 32 artikel. Protokol ERACS menurunkan skor nyeri pasca operasi pada hari pertama dan hari kedua, readmision rate lebih rendah, lamanya tinggal di rumah sakit lebih pendek, pelepasan kateter urin dini dan mobilisasi dini. Dalam hal asupan oral, pasien ERACS jauh lebih baik dibandingkan pasien Non ERACS. Penggunaan opioid yang lebih sedikit pada pasien ERACS. Tetapi untuk hasil opioid yang diresepkan pada saat pulang (MME) tidak mendapatkan hasil yang signifikan. Dan dalam komplikasi tidak tedapat perbedaan yang signifikan. Namun, komplikasi ibu secara keseluruhan didapatkan hasil yang signifikan. Pasien yang mengadopsi portokol ERACS memiliki berbagai manfaat seperti, menurunkan skor nyeri pasca operasi pada hari pertama dan hari kedua serta readmision rate lebih rendah. Tetapi dalam hal komplikasi tidak berbeda secara signifikan kecuali komplikasi ibu secara keseluruhan mendapatkan hasil yang signifikan.
The Influence of Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, and Price Value on Behavioral Intention of Telemedicine Application Users Suwandi, Sabrina Clarissa; Chandra, Natania; Margareta, Revi; Sulaiman, Audelia Kathleen
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.266

Abstract

The increasing demand for healthcare services and the challenges posed by geographical barriers have made telemedicine an essential tool in providing accessible and efficient healthcare. In regions with limited access to healthcare facilities, telemedicine has proven to be a critical solution for delivering timely care and reducing the burden on traditional healthcare systems. This research aims to explore the factors influencing the behavioral intention of telemedicine application users, specifically focusing on perceived ease of use, perceived usefulness, and price value. This research employed a quantitative approach, research method with a cross-sectional approach, with data collected from 119 telemedicine users in Indonesia. Data were analyzed using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM)). The results indicate that the scores for each research variable perceived ease of use, perceived usefulness, and price value significantly and positively influence the intention to use telemedicine. The questionnaire was found to be valid and reliable, meaning that the questions in the survey are suitable for use as research instruments. These findings underscore the growing importance of telemedicine in improving healthcare accessibility and efficiency, especially in the context of post-pandemic healthcare systems.
Gambaran Komplikasi Hipertensi di RSUD Cengkareng Tahun 2021-2022 Kusuma, Najwa Destiara; Ariwibowo, David Dwi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.267

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan masalah kesehatan utama global. Hipertensi, dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, adalah pemicu kematian signifikan. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 34,1% pada 2018, naik dari 25,8% pada 2013. Tanpa gejala jelas, hipertensi sering disebut "pembunuh diam-diam" dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihata. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien hipertensi serta komplikasi yang terjadi di RSUD Cengkareng pada tahun 2021–2022. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional pada 252 sampel pasien hipertensi di RSUD Cengkareng. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 56-65 tahun, jenis kelamin laki-laki, tidak obesitas, dan tanpa riwayat keluarga hipertensi. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah gagal ginjal (33,1%) dan gagal jantung (22,9%). Sebagian pasien mengalami lebih dari satu komplikasi. Mayoritas pasien hipertensi di RSUD Cengkareng mengalami komplikasi gagal ginjal dan gagal jantung. Untuk meminimalkan komplikasi, diperlukan pemantauan tekanan darah yang rutin serta edukasi masyarakat tentang pengelolaan hipertensi. Penelitian prospektif dengan pendekatan yang lebih mendetail disarankan untuk memperkaya data tentang faktor risiko dan komplikasi hipertensi.
Hubungan Health Literacy dengan Self Care Management pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dewi, Salma Setya; Sriyati, Sriyati; Harun, Sigit
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.268

Abstract

  Diabetes Mellitus sering kali menyebabkan berbagai komplikasi penyakit lain, sehingga pengelolaannya memerlukan pengobatan yang teratur serta penerapan self-care management yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan dengan self-care management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur literasi kesehatan dan self-care management. Hasil demografi menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, dengan kelompok usia terbanyak berada pada rentang 56-60 tahun (33,3%). Selain itu, sebanyak 6 responden (60,0%) telah menderita diabetes melitus tipe 2 selama lima tahun. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,557 menunjukkan korelatif kuat yang berarti semakin mampu literasi kesehatan maka semakin baik manajemen perawatan diri. Maka dari itu dianjurkan kepada pasien diabetes melitus untuk meningkatkan literasi kesehatan dapat memberikan kontribusi pada perbaikan dalam manajemen diri.
Analisis Komunikasi dan Peran Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Prolanis di Pekanbaru Ayuningtiyas, Ratih; Susanti, Lasiah; Siagian, Dewi Sartika
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.269

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 termasuk penyakit yang umumnya berlangsung lama yaitu satu tahun atau lebih yang memerlukan perawatan medis berkelanjutan. Menurut data Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014, penyakit ini termasuk penyebab kematian tertinggi yaitu di urutan ke-3 pada diabetes melitus tipe 2 dan urutan ke-5 pada hipertensi. Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupaya untuk menurunkan risiko komplikasi dan angka kematian yaitu dengan membuat sebuah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Pelayanan Rujuk Balik (PRB). Berdasarkan data BPJS Kesehatan Provinsi Riau Februari 2020, jumlah pasien Prolanis di Wilayah Kota Pekanbaru memiliki jumlah terbanyak di Provinsi Riau sebanyak 10.114 pasien. Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pasien, faktor keluarga juga turut berperan. Menurut teori model McMaster, bahwa fungsi keluarga mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis anggota keluarga. Keluarga dengan komunikasi yang efektif dapat membantu meningkatkan keterlibatan anggota keluarga dalam pengobatan pasien. Keluarga juga memiliki peran pengasuhan, mengidentifikasi masalah kesehatan, membuat janji perawatan kesehatan, dan menjaga kepatuhan terhadap pengobatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi dan peran keluarga dengan kepatuhan konsumsi minum obat pada pasien Prolanis di Wilayah Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kota Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sebanyak 108 sampel. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ditemukan adanya hubungan komunikasi dan peran keluarga dengan kepatuhan konsumsi minum obat pada pasien Prolanis di Wilayah Kota Pekanbaru dengan nilai p-value 0,006 dan  0,025. Sehingga dapat disimpulkan komunikasi dan peran keluarga berhubungan dengan kepatuhan minum obat.
Gambaran Dukungan Keluarga Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Mandai Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan Halim, Aqisha Nuramini; Arfah, Arni Isnaini; Sodiqah, Yani; Yanti, Andi Kartini Eka; Bakhtiar, Ilma Khaerani Amaliyah
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i1.270

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan memerlukan penanganan jangka panjang. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien hipertensi mengelola tekanan darah melalui kepatuhan terhadap pengobatan dan perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk dukungan keluarga yang dirasakan oleh pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 32 responden yang merupakan pasien hipertensi dipilih sebagai sampel dan diberikan kuesioner tervalidasi untuk mengukur persepsi mereka terhadap dukungan emosional, penghargaan, informasional, dan instrumental dari keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menderita hipertensi grade I (56,2%) dan grade II (43,8%), dengan dominasi usia 45–59 tahun, berjenis kelamin perempuan, berstatus ibu rumah tangga, dan berpenghasilan di bawah UMR. Jenis dukungan yang paling banyak dirasakan adalah dukungan informasional baik (78,1%), diikuti dukungan penghargaan dan instrumental masing-masing baik (71,8%), serta dukungan emosional baik (68,7%). Tidak terdapat pasien yang melaporkan dukungan keluarga dalam kategori kurang. Kesimpulan menunjukkan bahwa dukungan keluarga yang dirasakan pasien hipertensi di wilayah ini tergolong baik secara umum, terutama dalam aspek informasional.
Home-School-Based Nutrition Intervention Program to Increase Fruit and Vegetable Consumption in Children and Adolescent: A Systematic Review Nuraeni, Irma; Setiawati, Dina; Karimah, Ima; Miranti, Yuni
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.273

Abstract

Fruit and vegetable campaigns have been widely conducted in countries with school-based intervention programs as a promising strategy to improve eating habits, but no reviews have assessed the effectiveness of multicomponent home-school-based programs on daily fruit and vegetable intake. Through a systematic review of the literature, this study aims to determine the effectiveness of a home-school-based nutrition intervention program on children's and teenagers' consumption of fruits and vegetables. This research identified randomized controlled trials based in primary, middle, and high schools designed to increase daily fruit and vegetable intake. PubMed, Google Scholar, and Crossref were searched from 2013 to 2024. The six studies met all inclusion criteria. Three of the six studies’ findings indicate that home-school-based nutrition intervention programs significantly increase fruit and vegetable intake among children and adolescents. The amount of FV consumed by teenagers at follow-up was significantly correlated with the level of parental participation in the Boost intervention. Adolescents' consumption of fruits and vegetables increased significantly during the BALANCE program intervention. The three-year school-based multicomponent intervention group's children's daily intake of fruits and vegetables increased significantly. However 3 other literature studies did not increase fruit and vegetable consumption. This study references the best approaches and strategies to prevent non-communicable diseases. Multicomponent interventions with specific duration and sustainability in the future may have the potential to be effectively implemented.
Implementasi dan Evaluasi Strategi dalam Manajemen Rumah Sakit Caroline, Maria; Tarukallo, Noverio Michael samban; Marlinda, Rifi; Mentari, Putri
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.274

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan fundamental bagi setiap individu dan masyarakat. Rumah sakit memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Namun, dalam menghadapi tantangan seperti persaingan yang ketat dan perubahan regulasi, diperlukan strategi yang efektif untuk memastikan keberhasilan manajemen rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan pengelolaan rumah sakit melalui penerapan strategi yang efektif dan evaluasi yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif terhadap data manajemen rumah sakit, dengan fokus pada penetapan tujuan, pelibatan staf dalam implementasi, serta pengelolaan sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan strategi sangat bergantung pada evaluasi rutin untuk mengukur kinerja dan efektivitas, sehingga perbaikan dapat dilakukan secara tepat waktu. Pembahasan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah, pasien, dan masyarakat, dalam mencapai tujuan manajemen yang optimal. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa manajemen rumah sakit yang efektif memerlukan pendekatan holistik yang mencakup strategi yang matang, evaluasi berkelanjutan, dan kolaborasi multi-stakeholder.
Koreksi Posisi Menyusui dan Pelekatan di Payudara pada Bayi dengan Kenaikan Berat Badan Kurang dengan Ankyloglossia Laksemi, Kadek Dwi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.275

Abstract

ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, dan menyusui adalah intervensi penting untuk menurunkan angka kematian pada bayi dan anak di bawah usia lima tahun. Masalah dalam menyusui, terutama posisi yang kurang tepat pada hari-hari awal setelah melahirkan, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada bayi, masalah pada payudara ibu, serta penyapihan dini. Seorang Ibu berusia 28 tahun datang ke poliklinik laktasi bersama bayi usia 16 hari, dengan keluhan payudara lecet, produksi ASI sedikit, berat badan bayi kurang, sering terlepas saat menyusu di payudara dan rewel setiap habis menyusu dari payudara. Bayi laki-laki, anak pertama, lahir melalui sectio caesarea, tanggal 28 Agustus 2024, cukup bulan, berat badan lahir 3700 gram, minum dengan hanya menyusu dari payudara, tidak ada komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh konsultan laktasi, ditemukan BB usia 16 hari 3310 gram, turun 10.5% dari BB lahir. Pemeriksaan oral bayi, terdapat lingual frenulum. Pemeriksaan payudara Ibu, ditemukan lecet pada puting mammae kanan dan kiri arah jam 11. Setelah dilakukan manajemen laktasi dengan koreksi posisi menyusui dan pelekatan mulut bayi pada payudara, BB bayi naik sesuai dengan target yang diharapkan dan Ibu merasa nyaman selama sesi menyusui. Dukungan, bantuan, dan dorongan sangat diperlukan bagi setiap ibu, terutama primipara, untuk mendukung keberhasilan proses menyusui dan mencegah masalah di masa mendatang. Selain itu, penting untuk melakukan observasi selama proses menyusui guna mengevaluasi teknik yang digunakan, mengidentifikasi masalah yang berhubungan dengan menyusui, serta menjadi panduan bagi tenaga kesehatan dalam menentukan intervensi yang tepat.