cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau.
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education
ISSN : -     EISSN : 27742512     DOI : -
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education is a forum for publication of research results related to the study of Christian Religious Education, both by lecturers and students within the scope of the Batam Real Theological College as well as the Theological College and other universities throughout Indonesia, even those outside the country. REAL DIDACHE has an ISSN. 2774-2512 (online). Managed and published by Batam Real Theological College, Riau Islands. Publish manuscripts twice a year, in March and September.
Articles 31 Documents
Peranan Pendidikan Kristen Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Di Era Digital Damanik, Roy; Yuli, Purwisasi
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 2: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.583

Abstract

This study aims to analyze the role of Christian education in shaping the character of youth in the digital era. The background of this research stems from the observation that young people tend to dislike being regulated, prefer to follow their own desires, distance themselves from community, and spend significant time interacting in the virtual world, which they consider a trendy culture. The primary focus of this study is to understand how Christian education can adapt to contemporary challenges and fulfill the church's calling to be the light and salt of the world. This research will address questions regarding the understanding of Christian education in the digital age and its role in this context. Additionally, this study discusses the challenges of Christian religious education in the digital era, highlighting five roles of the church in shaping the character of youth: character formation, instilling discipline, fostering a sense of responsibility, instilling values of honesty, and nurturing a fear of God. The implementation of these strategies varies, and there is room for enhancing understanding and application, which is essential for shaping the character of the church's future generation. Keywords: christianity; digital era; education; role; young generationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Kristen dalam membentuk karakter generasi muda di era digital. Latar belakang penelitian ini berakar pada fakta bahwa generasi muda cenderung tidak suka diatur, lebih memilih mengikuti keinginan sendiri, menjauh dari komunitas, dan menghabiskan waktu berinteraksi di dunia maya, yang dianggap sebagai budaya yang sedang tren. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pendidikan Kristen dapat beradaptasi dengan tantangan zaman dan memenuhi panggilan gereja sebagai terang dan garam dunia. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan mengenai pemahaman pendidikan Kristen di era digital serta perannya dalam konteks tersebut. Selain itu, penelitian ini membahas tantangan pendidikan agama Kristen di era digital, dengan menyoroti lima peran gereja dalam membentuk karakter generasi muda: pembentukan karakter, penanaman kedisiplinan, rasa tanggung jawab, nilai kejujuran, dan sikap takut akan Tuhan. Implementasi strategi ini bervariasi, dan terdapat ruang untuk meningkatkan pemahaman serta aplikasinya, yang sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda gereja di masa depan.Kata Kunci: era digital; generasi muda; kristen; pendidikan; peranan
Kontroversi Istri Tunduk Kepada Suami dalam 1 Petrus 3:1-7 dan Evaluasinya dalam Pernikahan Suku Batak Toba Manurung, Sihar Daniel
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.505

Abstract

The letter of 1 Peter 3:1-7 is a controversial text with the assumption that the author has demeaned the position of women, moreover the patriarchal culture at that time did not treat women with respect. Patriarchal culture has also been deeply rooted in the Toba Batak tribe, where the majority adheres to Christianity. This study aims to explore advice regarding a harmonious household according to 1 Peter 3:1-7 and evaluate it in the Toba Batak culture. This study uses qualitative research with a descriptive approach. Although some experts argue that the advice in this text demeans women, this article finds that the harmony family according to Apostle Peter's advice emphasizes the joint submission of husband and wife to the Word of God, and the equality of husband and wife’s rights and obligations. This study evaluates the culture of the Toba Batak tribe through in-depth interviews and observations and finds that there are several Batak Toba cultures that are not in line with the advice in Petrus 3:1-7 regarding a harmonious household. Keywords: Submission; Marriage; Toba BatakAbstrak Surat 1 Petrus 3:1-7 merupakan teks yang kontroversial dengan anggapan bahwa penulis surat ini telah merendahkan posisi wanita, terlebih budaya patriarkat pada masa itu tidak memperlakukan wanita dengan hormat. Budaya patriarkat juga telah mengakar kuat di suku Batak Toba yang mayoritas menganut agama Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nasihat mengenai rumah tangga harmonis menurut 1 Petrus 3:1-7 dan mengevaluasinya dalam budaya suku Batak Toba. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Walaupun beberapa ahli berpendapat nasihat dalam teks ini merendahkan kaum wanita, artikel ini menemukan bahwa nasihat Rasul Petrus menekankan penundukan suami dan istri secara bersama-sama terhadap Firman Tuhan, yang disertai dengan kesetaraan hak dan kewajiban suami dan istri merupakan kunci keharmonisan keluarga sesuai nasihat Rasul Petrus. Penelitian ini melakukan evaluasi terhadap budaya suku Batak Toba melalui wawancara mendalam dan observasi dan menemukan terdapat beberapa budaya-budaya suku Batak Toba yang tidak senada dengan nasihat di dalam Petrus 3:1-7 mengenai rumah tangga harmonis.Kata Kunci: Penundukan; Pernikahan; Batak Toba 
Analisis Teks Yosua 1:8 Terhadap Memori Dan Aplikasinya Untuk Meningkatkan Prestasi Remaja Di Sekolah Menengah Pertama Glugur, Medan Tulus, Jekson; Duha, Sang Putra Immanuel
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 2: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.540

Abstract

In this highly competitive era, characterized by rapid advancements in digital technology, adolescents familiar with technology are expected to be responsible and achieve excellence. Intellectual development plays a crucial role, which is achieved through the learning process. The awareness of the need to learn must be fostered through self-motivation, especially for adolescents with strong spirituality. Religious attitudes, particularly the frequency of prayer, Bible reading, and attending church services, are key factors shaping the spirituality of Christian youth. This study focuses on the influence of Bible reading on enhancing the intelligence of adolescents at SMP Sei Glugur Medan. Using an exegetical approach to Joshua 1:8 and memory psychology, the researcher aims to explore the role of memory in retaining God’s word. The findings show that meditating on the scriptures, rather than merely reading them, significantly enhances the spirituality and memory capacity of adolescents, leading to intellectual development. These findings are expected to enrich teaching methods. Keywords: exegesis; adolescent education; memory psychology; spirituality; religiosityAbstrakDi era yang sangat kompetitif dengan perkembangan teknologi digital yang pesat, remaja yang akrab dengan teknologi dituntut untuk bertanggung jawab dan meraih prestasi. Intelektual berperan penting dalam hal ini, yang didapatkan melalui proses belajar. Kesadaran untuk belajar perlu dibangun dengan motivasi diri, terutama bagi remaja yang memiliki spiritualitas tinggi. Sikap religius, khususnya frekuensi berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah di gereja, menjadi faktor utama pembentuk spiritualitas remaja Kristen. Penelitian ini fokus pada pengaruh membaca Alkitab dalam meningkatkan kecerdasan remaja di SMP Sei Glugur Medan. Dengan pendekatan eksegesis teks Yosua 1:8 dan psikologi memori, peneliti ingin melihat peran memori dalam mengingat firman Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merenungkan firman, selain membacanya, meningkatkan spiritualitas remaja dan kemampuan memorinya, yang berdampak pada perkembangan intelektual. Diharapkan hasil ini membantu guru memperkaya metode pengajaran.Kata Kunci: eksegesis; pendidikan remaja; psikologi memori; spiritualitas; religiositas
Penerapan Konsep Pendidikan Israel Kuno terhadap PAK Bagi Gen Z Gultom, Mangarimbun; Vieri, Gabriel Cristian; Zai, Etaprida; Ditakristi, Agiana Her Visnhu; Tafonao, Talizaro
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.512

Abstract

Facing the current industrial era 4.0, requires Christian Religious Education to enrich its teaching forms in an applied manner for students. The applied education needed by PAK today will be very rich if we learn from how the Israelites educate their descendants based on the laws taught by God. So the purpose of this research is to explore the educational aspects of the Israelites and how they maintain the heritage of ancient Israeli education that continues to be relevant to be applied to generation Z without reducing values and truths. By using descriptive qualitative research methods, namely observing various primary literature in the hope of obtaining sufficiently in-depth explanations from previous research, historical experts and education experts, the data obtained will be recorded and analyzed. The results of the study are divided into two: one is the existence of a strong relationship between educators and parents in achieving the vision of education, secondly, parents are able to dispel the negative influences caused by technological developments by taking responsibility for introducing children to who their God is and all His statutes consistently and repeatedly, so that generation Z is able to distinguish the values they should adopt or leave behind. This proves that they still maintain the pattern of ancient Israel's upbringing which prioritizes relationships with God and maintains holiness before God as a chosen nation. Keywords: Gen; Ancient Israel; EducationAbstrak Menghadapai era industri 4.0 saat ini, menuntut Pendidikan Agama Kristen untuk memperkaya bentuk pengajarannya secara terapan bagi peserta didik. Pendidikan terapan yang di butuhkan oleh PAK zaman ini akan sangat kaya jika belajar dari bagaimana cara bangsa israel mendidik keturunannya berdasarkan hukum-hukum yang di ajarkan Tuhan. Maka tujuan penelitian ini adalah menyelami aspek-aspek pendidikan bangsa Israel serta bagaimana mereka mempertahankan peninggalan pendidikan Israel kuno yang terus relevan untuk diaplikasikan terhadap generasi Z tanpa mengurangi nilai-nilai dan kebenaran. Dengan menggunakan metode penelitiann kualitatif deskriptif yaitu melakukan observasi tehadap berbagai literatur primer dengan harapan dapat memperoleh penjelasan yang cukup mendalam dari penelitian sebelumnya, para ahli sejarah dan ahli pendidikan, data yang diperoleh akan akan di catat dan dianalisis. Hasil penelitian terbagi menjadi dua: satu adanya relasi yang kuat antara pendidik dan orang tua dalam mencapai visi pendidikan, kedua orang tua mampu menghalau pengaruh negatif yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi dengan bertangung jawab memperkenalkan kepada anak siapa Allah-nya dan seluruh ketetapan-ketetapan-Nya secara konsisten dan berulang-ulang, sehingga generasi Z mampu membedakan nilai-nilai yang patut mereka adopsi atau tinggalkan. Hal ini membuktikan bahwa mereka masih memelihara pola didikan Israel kuno yang mengutamakan hubungan dengan Tuhan serta menjaga kekudusan dihadapan Tuhan-Nya sebagai bangsa pilihan.Kata Kunci: Gen Z; Israel Kuno; Pendidikan 
Kewaspadaan Terhadap Musuh Tersamarkan Dalam Komunitas Kristen: Analisis Alkitabiah Terhadap Ancaman Penyesat Dan Nabi Palsu Gunarto, Rita Oktavia; Herman, Samuel; Abraham, Jessica Elizabeth
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 2: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.520

Abstract

True Christians build their faith on personal decisions born from spiritual experiences, particularly their belief in Jesus Christ. However, some individuals may join with impure motives, like yeast hidden in dough, which can negatively influence the community. This group includes deceivers, false prophets, and hypocrites who disguise themselves as fellow believers but are, in fact, hidden enemies. In Matthew 16:5-12, Jesus warns His disciples to be vigilant against the "yeast" representing the teachings of the Pharisees and Sadducees. This study employs a qualitative approach and literature review to explore strategies for being vigilant against such symbolic "yeast." It offers concrete guidelines on how to protect Christian communities from harmful elements. The analysis outlines vigilance strategies based on biblical principles, helping Christians uphold the quality of their faith and bear the fruits of righteousness. By His grace, true Christians are expected to be effective witnesses for Christ and overcome deceptive efforts in the end times. Keywords: christian vigilance; gospel of matthew 16; threats of false teachingAbstrakOrang Kristen sejati membangun iman mereka berdasarkan keputusan pribadi yang lahir dari pengalaman spiritual, khususnya keyakinan kepada Tuhan Yesus. Namun, ada individu yang bergabung dengan motif tidak murni, seperti ragi yang tersembunyi dalam tepung, yang dapat merusak komunitas. Kelompok ini termasuk penyesat, nabi palsu, dan munafik yang menyamar sebagai saudara seiman tetapi sebenarnya adalah musuh terselubung. Dalam Matius 16:5-12, Tuhan Yesus mengingatkan murid-murid-Nya untuk waspada terhadap "ragi" yang melambangkan ajaran orang Farisi dan Saduki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi pustaka untuk mengeksplorasi strategi kewaspadaan terhadap ancaman "ragi" simbolis tersebut. Tulisan ini memberikan panduan konkret tentang bagaimana menjaga komunitas Kristen dari elemen perusak. Analisis ini menawarkan strategi kewaspadaan berdasarkan prinsip Alkitab, membantu orang Kristen menjaga kualitas iman dan menghasilkan buah kebenaran. Dengan anugerah-Nya, diharapkan mereka dapat menjadi saksi Kristus yang kuat dan mengatasi upaya penyesatan di akhir zaman.Kata Kunci: ancaman ajaran sesat; injil matius 16; kewaspadaan kristenTrue Christians build their faith on personal decisions born from spiritual experiences, particularly their belief in Jesus Christ. However, some individuals may join with impure motives, like yeast hidden in dough, which can negatively influence the community. This group includes deceivers, false prophets, and hypocrites who disguise themselves as fellow believers but are, in fact, hidden enemies. In Matthew 16:5-12, Jesus warns His disciples to be vigilant against the "yeast" representing the teachings of the Pharisees and Sadducees. This study employs a qualitative approach and literature review to explore strategies for being vigilant against such symbolic "yeast." It offers concrete guidelines on how to protect Christian communities from harmful elements. The analysis outlines vigilance strategies based on biblical principles, helping Christians uphold the quality of their faith and bear the fruits of righteousness. By His grace, true Christians are expected to be effective witnesses for Christ and overcome deceptive efforts in the end times. Keywords: christian vigilance; gospel of matthew 16; threats of false teaching
Peran Dosen dalam Mengembangkan Metode Mengajar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Ochotan, Yolanda Nandasari; Kumowal, M.Th., Royke Lantupa
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.454

Abstract

Many teaching methods are applied in the world of education with the hope that these methods can provide maximum results that affect students' learning motivation. However, in reality, some teaching methods are less favored by students. Many students tend to get bored with monotonous teaching and learning styles. This is also one of the challenges in the world of education in Indonesia, which is the ineffectiveness of the learning process. Lecturers often use monotonous and unvaried methods, resulting in a lack of motivation for students to develop their thinking skills. Seeing the imbalance between lecturers' teaching methods and students' motivation in learning, it is necessary to make changes in terms of teaching methods or student motivation. What is the role of lecturers in developing their teaching methods to improve students' learning motivation? The result of this study is that lecturers play an important role in developing teaching methods to improve students' learning motivation, such as the role of a coach, counselor, leader, facilitator, manager, motivator, administrator, modernizer, scientist, and builder.Keywords: Teaching Methods, Learning Motivation, Education, Theological CollegeAbstrakBanyak metode-metode mengajar yang diterapkan dalam dunia pendidikan dengan harapan metode tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal di mana berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa. Tetapi pada kenyataannya, sekarang ini sebagian dari metode mengajar dosen kurang diminati kalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa cenderung bosan dengan gaya mengajar dan belajar yang monoton. Hal ini juga menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan di Indonesia yaitu kurang efektifnya proses pembelajaran. Dosen sering kali menggunakan metode yang monoton dan tidak bervariasi, sehingga menyebabkan kurangnya motivasi pada peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir Melihat ada ketidakseimbangan antara metode pengajaran dosen dan motivasi dalam mengajar dari mahasiswa itu sendiri maka diperlukan suatu perubahan ditinjau dari metode ataupun motivasi mahasiswa tersebut tentang bagaimanakah peran dosen dalam mengembangankan metode mengajarnya? Dan bagaimanakah peran dosen dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswanya? Hasil dari penelitian ini adalah dosen berperan penting dalam mengembangkan metode mengajar untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, yaitu Peran sebagai pelatih,, konselor, pemimpin, fasilitator, manajer, motivator, administrator, modernisator, ilmuwan, dan sebagai pembangun.Kata Kunci: Metode Mengajar, Motivasi Belajar, Pendidikan, Sekolah Tinggi Teologi
Konsep Kristologi Konsili Kalsedon Dalam Menanggapi Ajaran Eutyches Pada Tahun 451 Dan Integrasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen Gultom, Mangarimbun; Simanjuntak, Candra Gunawan Marisi
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 2: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.560

Abstract

The year 451 became an important event in the history of the church when it formulated a creed through a council aimed at responding to the teachings of Eutyches, which eventually became a firm hold as the formulation of the correct teaching on Christology in the church. This age also has the same challenge with the birth of Christology teachings that are different from the Bible such as the Judahite witness and other unsubstantiated teachings in social media. That is why this paper is important because it aims to provide a contribution of knowledge for the PAK of this age, which provides a concept of Christology as a foundation for the correct teaching of Christology. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, where the author uses various sources of existing literature to obtain comprehensive study results. The main statement of the Council of Chalcedon was to affirm the doctrine known as “Chalcedonian Christology”, which states that Jesus is truly God and truly man, and both natures are present in Him simultaneously. Eventually, a concept of Christology emerged in which Christ is “recognized in two unmixed, unchanging, undivided, inseparable natures. Keywords: council of chalcedon; eutychianism; christology; christian education The year 451 became an important event in the history of the church when it formulated a creed through a council aimed at responding to the teachings of Eutyches, which eventually became a firm hold as the formulation of the correct teaching on Christology in the church. This age also has the same challenge with the birth of Christology teachings that are different from the Bible such as the Judahite witness and other unsubstantiated teachings in social media. That is why this paper is important because it aims to provide a contribution of knowledge for the PAK of this age, which provides a concept of Christology as a foundation for the correct teaching of Christology. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, where the author uses various sources of existing literature to obtain comprehensive study results. The main statement of the Council of Chalcedon was to affirm the doctrine known as “Chalcedonian Christology”, which states that Jesus is truly God and truly man, and both natures are present in Him simultaneously. Eventually, a concept of Christology emerged in which Christ is “recognized in two unmixed, unchanging, undivided, inseparable natures.  Keywords: council of chalcedon; eutychianism; christology; christian education AbstrakTahun 451 menjadi suatu peristiwa penting dalam sejarah gereja ketika merumuskan suatu kredo melalui suatu konsili yang bertujuan untuk menanggapi ajaran Eutyches, yang akhirnya menjadi pegangan teguh sebagai rumusan ajaran yang benar tentang Kristologi di dalam gereja. Zaman ini pun juga memiliki tantangan yang sama dengan lahirnya ajaran Kristologi yang berbeda dengan Alkitab seperti saksi Yehuda dan pengajaran lainnya yang tidak berdasar di dalam sosial media. Itu sebabnya tulisan ini menjadi penting karena bertujuan untuk memberikan suatu sumbangan ilmu bagi PAK zaman ini, yang memberikan suatu konsep kristologi sebagai pondasi pengajaran yang benar tentang Kristologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana penulis menggunakan berbagai sumber litertur yang ada untuk mendapatkan hasil kajian yang komprehensif. Pernyataan utama dari Konsili Kalsedon adalah menegaskan doktrin yang dikenal sebagai “Kristologi Kalsedon”, yang menyatakan bahwa Yesus adalah benar-benar Allah dan benar-benar manusia, dan kedua natur tersebut hadir dalam diri-Nya secara bersamaan. Akhirnya muncul suatu konsep Kristologi yang berisikan Kristus diakui di dalam dua Hakikat yang tidak bercampur, tidak berubah, tidak terbagi, tidak terpisah.Kata Kunci: konsili kalsedon; eutykhianisme; kristologi; pak
Melindungi Anak di Era Digital: Peran Orang Tua Kristen dalam Mengelola Penggunaan Gadget dengan Bijak Hia, Elvi Putri Jelita; Sono, Marhendra Betzy Erlian; Gaol, Mery Cristina Lumban; Hombing, Evraim Anggreini Br; Hutabarat, Rahel Triastuti; Zega, Yunardi Kristian
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.521

Abstract

The development of technology has both positive and negative impacts on humanity. One prominent technological advancement is the existence of gadgets, serving as efficient communication media. The use of gadgets, especially by teenagers, often leads to negative impacts due to misuse. The role of parents is crucial in preventing the negative effects of gadgets on teenagers as they are the primary source of education for children. This research aims to elucidate the role of parents in preventing the negative effects of gadgets on teenagers, focusing on the teaching of Christian Religious Education (PAK) within the family. The research method employed is descriptive qualitative research with literature review. The findings of this research suggest that parents should accompany teenagers in gadget usage through several steps: firstly, paying attention to teenagers' activities while using gadgets; secondly, establishing agreements or designated schedules for gadget usage; thirdly, making agreements regarding the features or programs allowed during gadget play; fourthly, allocating time for children to share about their daily activities; and fifthly, avoiding excessive gadget usage when around children. Through the implementation of these steps, parents can effectively guide teenagers in using gadgets positively and create a healthy technological family environment.Keywords: Digital Era; Gadget Generation; Christian Education; The Role Of ParentsAbtrakPerkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif pada manusia. Salah satu kemajuan teknologi yang mencolok adalah keberadaan gadget, sebagai media komunikasi yang efisien. Penggunaan gadget, terutama oleh remaja, sering menimbulkan dampak negatif akibat penyalahgunaan. Peran orang tua menjadi krusial dalam mencegah dampak negatif gadget terhadap remaja sebagai sumber pendidikan pertama bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran orang tua dalam pencegahan efek negatif gadget pada remaja, dengan fokus pada pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah orang tua harus dapat mendampingi remaja dalam penggunaan gadget dengan beberapa langkah, yaitu: pertama, memperhatikan aktivitas remaja saat menggunakan gadget; kedua, menetapkan kesepakatan atau jadwal waktu yang ditentukan untuk penggunaan gadget; ketiga, membuat kesepakatan mengenai fitur atau program yang diperbolehkan digunakan saat bermain gadget; keempat, memberikan waktu bagi anak untuk bercerita tentang aktivitas harian mereka; dan kelima, menghindari penggunaan gadget secara berlebihan ketika berada di dekat anak. Melalui implementasi langkah-langkah tersebut, orang tua dapat memainkan peran yang efektif dalam membimbing remaja menggunakan gadget secara positif dan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara teknologi.Kata Kunci: era digital; generasi gadget; pendidikan agama kristen; peran orang tua
Kompetensi Pedagogi Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di SMPN 6 Nekamese Widyanti, Lidyasih; Tari, Ezra
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 2: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.581

Abstract

Some teachers face difficulties in managing classrooms, especially when dealing with students who exhibit challenging behavior or have diverse abilities. The curriculum often changes in line with government policies, and some teachers struggle to adapt quickly, causing the material taught to not always align with the demands of the latest curriculum. This study aims to examine the pedagogical competence of teachers in improving the quality of education within the framework of Merdeka Belajar at SMPN 6 Nekamese. The method used is qualitative research at SMP Negeri 6 Nekamese, Kupang Regency, with the main informants being teachers who actively implement the Merdeka Belajar concept. The "Merdeka Belajar" concept, introduced by the Indonesian government in 2020, aims to transform the educational paradigm by providing students with greater freedom in choosing their learning and emphasizing the development of skills relevant to the real world. This study shows that good pedagogical competence significantly contributes to improving education quality by creating an inclusive and responsive learning environment. Recommendations for further research include examining the development of pedagogical competence in the aspect of technological mastery. Keywords: pedagogical competence; Merdeka Belajar; education quality; technological masteryAbstrakBeberapa guru mengalami kesulitan dalam mengelola kelas, terutama ketika berhadapan dengan siswa yang menunjukkan perilaku menantang atau memiliki kemampuan yang beragam. Kurikulum sering berubah seiring kebijakan pemerintah, dan beberapa guru kesulitan menyesuaikan diri dengan cepat, sehingga materi yang diajarkan tidak selalu selaras dengan tuntutan kurikulum terbaru. Penelitian ini bertujuan mengkaji kompetensi pedagogik guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam kerangka Merdeka Belajar di SMPN 6 Nekamese. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif di SMP Negeri 6 Nekamese, Kabupaten Kupang, dengan informan utama para guru yang aktif menerapkan konsep Merdeka Belajar. Konsep "Merdeka Belajar," yang diperkenalkan pemerintah Indonesia pada tahun 2020, bertujuan untuk mengubah paradigma pendidikan dengan memberikan kebebasan lebih kepada siswa dalam memilih pembelajaran, serta menekankan pengembangan keterampilan yang relevan dengan dunia nyata. Kajian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik yang baik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan adalah mengkaji pengembangan kompetensi pedagogik dalam aspek penguasaan teknologi.Kata kunci: kompetensi pedagogik; merdeka belajar; mutu pendidikan; penguasaan teknologi
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Karakter Misi dalam Konteks Globalisasi Messakh, Jefrit Johanis; Messakh, Jacob
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 3, No 2: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i2.435

Abstract

The increasingly complex and dynamic context of globalization requires Christian Education to adapt to existing challenges. Plurality and multiculturalism, global ethical challenges, technology and social change, conflict and tolerance and the influence of popular culture and consumerism, all these issues underscore the importance of integrating Christian religious values into the development of mission character relevant to the context of globalization. This research aims to explore the role of Christian Education in building mission character in the context of globalization. The research method used is a literature study. The results showed that Christian Education has a significant role in shaping the character of the mission that is responsive to the context of globalization, namely: instilling a deep theological understanding; strengthen the foundation of beliefs and values underlying the mission; help individuals to understand and appreciate cultural diversity in a global context; Plays a role in shaping the character of the mission that is able to adapt to the changing global environment. The mission characters that need to be possessed are love and mercy, example, service and social care, cooperation and harmony, humility, justice and truth. Christian religious education can also facilitate a deep understanding of cultural and religious diversity, thus enabling each individual to engage in mission in an inclusive and respectful manner.Keywords: Christian religious education; mission character; The context of globalizationAbstrakKonteks globalisasi yang semakin kompleks dan dinamis menuntut Pendidikan Agama Kristen untuk beradaptasi dengan tantangan yang ada. Pluralitas dan multikulturalisme, tantangan etika global, teknologi dan perubahan sosial, konflik dan toleransi dan pengaruh budaya populer dan konsumerism, semua masalah ini menggaris bawahi pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai agama Kristen ke dalam pengembangan karakter misi yang relevan dengan konteks globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pendidikan Agama Kristen dalam membangun karakter misi dalam konteks globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter misi yang tanggap terhadap konteks globalisasi, yaitu: menanamkan pemahaman teologis yang mendalam; memperkuat dasar keyakinan dan nilai-nilai yang mendasari misi; membantu individu untuk memahami dan menghargai keragaman budaya dalam konteks global; berperan untuk membentuk karakter misi yang mampu beradaptasi dengan lingkungan global yang terus berubah. Adapun karakter misi yang perlu dimiliki adalah kasih dan belas kasihan, keteladanan, pelayanan dan kepedulian sosial, kerjasama dan kerukunan, kerendahan hati, keadilan dan kebenaran. Pendidikan Agama Kristen juga dapat memfasilitasi pemahaman yang mendalam tentang keragaman budaya dan agama, sehingga memungkinkan setiap individu untuk terlibat dalam misi secara inklusif dan saling menghormati.Kata Kunci: pendidikan agama Kristen; karakter misi; konteks globalisasi

Page 3 of 4 | Total Record : 31