cover
Contact Name
Anton Subarno
Contact Email
antonsubarno@fkip.uns.ac.id
Phone
+6281329027365
Journal Mail Official
jikap@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS Gedung B Lantai 1 FKIP UNS, Jl. Ir, Sutami, No.36A Kentingan Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi (JIKAP)
ISSN : -     EISSN : 26140349     DOI : https://dx.doi.org/10.20961/jikap
Core Subject : Education, Social,
JIKAP (Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) berisi artikel tentang hasil pemikiran dan hasil penelitian di bidang bidang komunikasi, administrasi perkantoran dan pendidikan.
Articles 330 Documents
The influence of self-efficacy and family environment on students' entrepreneurial interest Ahmad Ridho Fadhlurrohman; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.114422

Abstract

Abstrak: Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap kewirausahaan masih relatif rendah, dengan sebagian besar lulusan lebih memilih pekerjaan formal dibandingkan wirausaha mandiri. Kecenderungan serupa ditemukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAP) FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS). Penelitian ini mengkaji pengaruh (1) efikasi diri terhadap minat berwirausaha, (2) lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha, dan (3) pengaruh simultan efikasi diri dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha mahasiswa PAP FKIP UNS. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan metode survei diterapkan dalam penelitian ini. Teknik total sampling digunakan sehingga diperoleh 99 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri dan lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan, sebagaimana dikonfirmasi oleh nilai thitung yang melebihi ttabel dan nilai Fhitung yang melebihi Ftabel. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kesiapan psikologis melalui pengembangan efikasi diri dan peningkatan sistem dukungan berbasis keluarga merupakan strategi institusional yang esensial dalam menumbuhkan minat berwirausaha di perguruan tinggi, khususnya pada program studi non-bisnis. Kata kunci : solusi pengangguran; dukungan keluarga; keberanian diriAbstract: Emerging evidence suggests that student interest in entrepreneurship remains relatively low, with most graduates preferring formal employment over self-employment. A similar tendency has been observed among students in the Office Administration Education (PAP) Study Program at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS). This study examined the effects of (1) self-efficacy on entrepreneurial interest, (2) family environment on entrepreneurial interest, and (3) the simultaneous influence of self-efficacy and family environment on the entrepreneurial interest of PAP FKIP UNS students. A quantitative approach with a correlational design was employed, utilizing a survey method. Total sampling was applied, yielding 99 student respondents. Data were collected through a questionnaire validated for reliability and validity, and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS. The results demonstrate that both self-efficacy and family environment exert positive and statistically significant effects on students' entrepreneurial interest, both partially and simultaneously, as confirmed by tvalues exceeding the ttable threshold and an Fvalue exceeding the Ftable threshold. These findings indicate that strengthening psychological readiness through self-efficacy development and enhancing family-based support systems constitute essential institutional strategies for cultivating entrepreneurial interest in higher education, particularly within non-business-oriented academic programs. Keywords : unemployment solution; family support; self courage
Learning environment and interactive media: effects on vocational students' learning interest Lilik Alfian; Patni Ninghardjanti
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.111363

Abstract

Abstrak: Rendahnya minat belajar siswa sering kali menjadi penghambat dalam mencapai potensi akademik, yang dipicu oleh kurangnya stimulus lingkungan dan penggunaan metode pembelajaran yang monoton. Penelitian difokuskan menganalisis tiga aspek utama, yaitu: (1) pengaruh lingkungan belajar terhadap minat belajar; (2) pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap minat belajar; serta (3) pengaruh secara bersamaan antara lingkungan belajar dan media interaktif terhadap minat belajar siswa jurusan MPLB di SMK Negeri 1 Boyolali. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan terdiri dari 104 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dihimpun menggunakan instrumen kuesioner tertutup berbasis skala likert 5 yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Kemudian diolah menggunakan uji regresi linear berganda melalui perangkat lunak IBM SPSS25. Temuan riset mengindikasikan bahwa: (1) lingkungan belajar berkontribusi positif dan signifikan terhadap minat belajar (sig. 0,00 < 0,05; thitung 4,299 > 1,984); (2) media pembelajaran interaktif memiliki dampak positif dan signifikan pada minat belajar (sig. 0,00 < 0,05; thitung 6,362 > 1,984); dan (3) secara bersamaan, kedua variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa (sig. 0,00 < 0,05; Fhitung 88,848 > 3,094). Implikasi praktis penelitian ini menegaskan sekolah perlu memprioritaskan integrasi teknologi interaktif dan perbaikan fasilitas fisik guna mengoptimalkan atensi akademik siswa. Kata kunci: atensi akademik; ekosistem pendidikan; kuantitatif; regresi linear berganda; visualisasi instruksional Abstract: Low student interest in learning frequently constitutes a barrier to the realization of academic potential, attributable to insufficient environmental stimulation and the adoption of monotonous instructional methods. This study examined three primary objectives: (1) the influence of the learning environment on learning interest; (2) the influence of interactive learning media on learning interest; and (3) the simultaneous influence of both the learning environment and interactive media on the learning interest of students in the Office Management and Business Services (MPLB) program at SMK Negeri 1 Boyolali. A quantitative approach with a correlational design was employed. Participants comprised 104 students selected through simple random sampling. Data were collected using a closed-ended questionnaire instrument based on a five-point Likert scale, the validity and reliability of which had been previously verified. Data were subsequently analyzed using multiple linear regression via IBM SPSS Statistics 25. The findings indicate that: (1) the learning environment exerted a positive and significant influence on learning interest (p = .000 < .05; t(102) = 4.299 > 1.984); (2) interactive learning media exerted a positive and significant influence on learning interest (p = .000 < .05; t(102) = 6.362 > 1.984); and (3) both independent variables simultaneously exerted a significant influence on student learning interest (p = .000 < .05; F(2, 101) = 88.848 > 3.09). The practical implications of this study highlight the need for schools to prioritize the integration of interactive technology alongside improvements to physical facilities in order to optimize student academic engagement. Keywords: academic attention; educational ecosystem; instructional visualization; multiple linear regression; quantitative
The role of MPLB teachers in developing 21st-century skills: a literature study Nisa Putri Nurmalasari; Kunthi Ratna Dewi; Destia Rizky Zahra; Halimah Azzahra; Aurell Bilqiza Azzukrufi
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.112077

Abstract

Abstrak: Pesatnya transformasi digital dan tuntutan dunia kerja saat ini mewajibkan peserta didik, khususnya pada Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), untuk memiliki keterampilan abad 21. Peserta didik dituntut menguasai keterampilan 4C, yaitu Collaboration, Communication, Critical Thinking, dan Creativity. Dalam konteks tersebut, guru MPLB memiliki peran yang strategis sebagai jembatan antara teori, praktik, dan tuntutan profesional di era modern. Guru MPLB perlu bertransformasi dari sekadar penyampai materi menjadi katalisator yang membantu melatih keterampilan peserta didik agar siap menghadapi tantangan kompleks dunia kerja di masa depan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru MPLB dalam menumbuhkan keterampilan abad 21 pada peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu mengkaji berbagai literatur seperti artikel, jurnal, atau sumber lain yang relevan. Hasil analisis konseptual ini menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran MPLB tidak lagi diukur hanya dari transfer pengetahuan, tetapi dari keberhasilan guru dalam membentuk individu yang siap menghadapi tantangan global. Implementasi peran-peran ini memerlukan dukungan dari kurikulum yang fleksibel, pelatihan guru yang berkelanjutan, dan ketersediaan sumber daya teknologi yang memadai. Kata kunci: keterampilan 4C; kompetensi profesional guru; pendidikan vokasi; transformasi digitalAbstract: The rapid pace of digital transformation and contemporary labor market demands require students, particularly those enrolled in the Office Management and Business Services (MPLB) program, to acquire 21st-century skills. Students are expected to master the 4C competencies: Collaboration, Communication, Critical Thinking, and Creativity. In this context, MPLB teachers occupy a strategically pivotal position as a bridge between academic theory, professional practice, and modern workplace demands. MPLB teachers must transform from mere conveyors of content into catalysts who actively cultivate student competencies in preparation for the complex challenges of the future digital workplace. This study aims to describe the role of MPLB teachers in fostering 21st-century skills among students. A qualitative approach employing a systematic literature review was adopted, drawing on scholarly articles, peer-reviewed journals, and other academically credible sources. The conceptual analysis reveals that the effectiveness of MPLB learning is no longer measured solely by knowledge transfer, but by the teacher's capacity to develop individuals equipped for global challenges. The successful implementation of these roles requires systemic support in the form of flexible curricula, sustained teacher professional development, and adequate access to technological resources. Keywords: digital transformation; professional teacher competencies; vocational education; 4C skills
Discount and promotion strategies as drivers of consumer buying behavior on TikTok Shop Elnis Krisdayantiana Halawa; Khamo Waruwu; Mella Yunita
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.115885

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh diskon dan promosi terhadap keputusan pembelian produk skincare Glad2Glow di TikTok Shop. Variabel independen dalam penelitian ini adalah diskon dan promosi, sedangkan keputusan pembelian merupakan variabel dependen. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan populasi konsumen yang membeli produk Glad2Glow melalui TikTok Shop, melibatkan 103 responden sebagai sampel. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi 5% dan diolah melalui SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 16,013 lebih besar dari Ftabel 3,09 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa diskon dan promosi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Glad2Glow. Dengan demikian, strategi diskon dan promosi terbukti efektif dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada platform TikTok Shop. Kata kunci: insentif harga; komunikasi pemasaran digital; pembelian e-commerceAbstract: This study aimed to analyze the effects of discount and promotion strategies on the purchase decisions of consumers purchasing Glad2Glow skincare products through the TikTok Shop platform. The independent variables comprised discounts and promotions, while the dependent variable was purchase decision. A quantitative research design was employed, and data were collected from 103 respondents who had purchased Glad2Glow products via TikTok Shop. Multiple linear regression analysis was conducted at a significance level of 5% using SPSS version 25. The results revealed that the calculated F-value of 16.013 exceeded the Ftable value of 3.09, with a significance level of .000 < .05. These findings indicate that discount and promotion strategies simultaneously exert a positive and significant effect on purchase decisions for Glad2Glow products. Accordingly, discount and promotion strategies are demonstrated to be effective mechanisms for increasing consumer purchase decisions on the TikTok Shop platform. Keywords: digital marketing communication; e-commerce purchasing; price incentives
Entrepreneurial practice and family environment as predictors of student entrepreneurial motivation Audiva Salma Azzahra; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.113599

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh praktik kewirausahaan dan lingkungan keluarga terhadap motivasi berwirausaha siswa kelas XI MPLB SMK Negeri 1 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas. Populasi berjumlah 105 siswa; sampel sebanyak 83 siswa ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan margin eror 5% dan teknik proportionate random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) praktik kewirausahaan berpengaruh positif signifikan secara parsial terhadap motivasi berwirausaha, t(81) = 10,222, p = 0,000; (2) lingkungan keluarga berpengaruh positif signifikan secara parsial terhadap motivasi berwirausaha, t(81) = 9,995, p = 0,000; dan (3) keduanya secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi berwirausaha, F(2, 80) = 151,108, p = 0,000. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Ŷ = 5,274 + 0,749X₁ + 0,492X₂ dengan R² = 0,791. Sumbangan efektif praktik kewirausahaan dan lingkungan keluarga masing-masing sebesar 40,3% dan 38,8%, dengan sumbangan relatif sebesar 51% dan 49%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua variabel merupakan determinan penting motivasi berwirausaha siswa kejuruan. Kata kunci: aktivitas kewirausahaan; dukungan keluarga; motivasi; semangat kewirausahaanAbstract: This study examined the influence of entrepreneurial practice and family environment on the entrepreneurial motivation of Grade XI Business Management and Services (MPLB) students at SMK Negeri 1 Surakarta. A quantitative causal design was employed with a population of 105 students; 83 were selected using Slovin's formula (5% margin of error) and proportionate random sampling. Data were collected via a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics 26. Results demonstrated that: (1) entrepreneurial practice had a significant partial positive influence on entrepreneurial motivation, t(81) = 10.222, p = .000; (2) family environment had a significant partial positive influence on entrepreneurial motivation, t(81) = 9.995, p = .000; and (3) both variables jointly exerted a significant simultaneous positive influence, F(2, 80) = 151.108, p = .000. The regression equation was Ŷ = 5.274 + 0.749X₁ + 0.492X₂, with R² = .791. The effective contributions of entrepreneurial practice and family environment were 40.3% and 38.8%, with relative contributions of 51% and 49%, respectively. These findings indicate that both variables are significant determinants of vocational students' entrepreneurial motivation. Keywords: entrepreneurial activity; entrepreneurial spirit; family support; motivation
University students' perceptions of entrepreneurship as a profession: a phenomenological study Diaz Wijaya; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.114337

Abstract

Abstrak: Rendahnya minat mahasiswa terhadap profesi wirausaha menunjukkan perlunya pemahaman mendalam mengenai bagaimana mahasiswa memersepsikan profesi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengalaman mahasiswa Prodi PAP FKIP UNS dalam menjalankan kegiatan wirausaha, (2) mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap profesi wirausaha, serta (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk persepsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 10 mahasiswa PAP angkatan 2022 yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengalaman mahasiswa Prodi PAP dalam mengikuti program wirausaha karena tuntutan akademik dan motivasi pribadi, jenis usaha yang dipilih bersifat risiko rendah dan mudah dijalankan; (2) Mahasiswa Prodi PAP mempersepsikan wirausaha sebagai profesi dengan peluang menjanjikan seperti fleksibilitas, kemandirian kerja serta pendapatan yang besar dan risiko berupa kerugian dan kebangkrutan; (3) persepsi mahasiswa terhadap wirausaha dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa minat, motivasi, dan kepercayaan diri, sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, lingkungan sosial, dan pembelajaran di Perguruan Tinggi. Temuan ini berkontribusi dalam penguatan strategi pendidikan kewirausahaan untuk membentuk orientasi karier mahasiswa.  Kata kunci: efikasi diri; lingkungan sosial; niat berwirausaha; orientasi karierAbstract: The low interest of university students in entrepreneurship as a career profession underscores the need to understand how students perceive this domain. This study aims to: (1) examine the entrepreneurial experiences of Office Administration Education (PAP) students at Sebelas Maret University (UNS); (2) describe students' perceptions of entrepreneurship as a profession; and (3) identify the factors shaping those perceptions. A qualitative phenomenological design was employed. Ten students from the 2022 cohort were selected via purposive sampling, and data were gathered through semi-structured in-depth interviews. Findings indicate that: (1) students engaged in entrepreneurial programs primarily due to academic requirements and personal motivations, gravitating toward low-risk ventures in the food and beverage sector; (2) students perceived entrepreneurship as offering promising opportunities flexibility, work autonomy, and high income while acknowledging risks such as financial loss and business failure; and (3) perceptions were shaped by internal factors (interest, motivation, and self-confidence) and external factors (family environment, social environment, and university entrepreneurship education). These findings contribute to the design of more effective entrepreneurship education strategies that foster students' entrepreneurial career orientation. Keyword: career orientation; entrepreneurial intention; self-efficacy; social environment
Perceived usefulness and perceived ease of use toward students' behavioral intention in vocational schools Adi Prabowo; Patni Ninghardjanti
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.114457

Abstract

Abstrak: Penerimaan teknologi asesmen digital di sekolah menengah kejuruan masih minim kajian empiris dengan temuan yang tidak konsisten lintas konteks. Penelitian ini mengkaji hubungan antara perceived usefulness (PU) dan perceived ease of use (PEOU) dengan behavioral intention (BI) siswa dalam menerima teknologi asesmen digital berdasarkan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional nonparametrik. Sebanyak 83 siswa program Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMK Wikarya Karanganyar dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman's rho setelah uji asumsi menunjukkan pelanggaran linieritas pada salah satu variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PU memiliki korelasi positif yang kuat dan signifikan dengan BI (rs = 0,769; p < 0,001), demikian pula PEOU (rs = 0,656; p < 0,001). Koefisien PU yang lebih tinggi mengindikasikan bahwa persepsi kebermanfaatan fungsional merupakan prediktor niat penerimaan yang lebih kuat dibandingkan kemudahan penggunaan. Temuan ini menegaskan keberlakuan TAM dalam konteks pendidikan kejuruan dan mengimplikasikan bahwa implementasi asesmen digital yang efektif perlu mengutamakan pengembangan sistem yang fungsional sekaligus mudah digunakan oleh siswa. Kata kunci: asesmen digital; korelasi nonparametrik; pendidikan kejuruan; technology acceptance model Abstract: Digital assessment adoption in vocational secondary education remains empirically underexplored, with inconsistent findings across contexts. This study examines the relationships between perceived usefulness (PU) and perceived ease of use (PEOU) with students' behavioral intention (BI) to accept digital assessment technology, using the Technology Acceptance Model (TAM) as a theoretical framework. A quantitative nonparametric correlational design was employed with 83 students of the Office Management and Business Services program at SMK Wikarya Karanganyar, selected through total population sampling. Data were collected via an online questionnaire and analyzed using Spearman's rho correlation following assumption testing, which revealed a linearity violation for one variable. Results indicate that PU has a strong positive and statistically significant correlation with BI (rs = .769, p < .001), as does PEOU (rs = .656, p < .001). The higher coefficient for PU suggests that perceived functional utility is a stronger predictor of acceptance intention than ease of use in this context. These findings affirm the applicability of TAM in vocational education and imply that effective digital assessment implementation should prioritize systems that are both functionally beneficial and user-friendly for students. Keywords: digital assessment; nonparametric correlation; technology acceptance model; vocational education
Pengaruh tata ruang kantor dan fasilitas kantor terhadap kinerja pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surakarta Putri Purbandini; Patni Ninghardjanti
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i1.90958

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui ada tidaknya pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai BKPSDM Kota Surakarta, (2) mengetahui ada tidaknya pengaruh fasilitas kantor terhadap kinerja pegawai BKPSDM Kota Surakarta, (3) mengetahui ada tidaknya pengaruh tata ruang kantor dan fasilitas kantor terhadap kinerja pegawai BKPSDM Kota Surakarta. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif sampel dari penelitian ini sebanyak jumlah populasi penelitian yaitu sebanyak 50 pegawai yang diperoleh dengan menggunakan teknik non probability sampling dan menggunakan pendekatan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu Angket atau kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa :  1) Terdapat pengaruh secara positif dan signifikan antara tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai BKPSDM Kota Surakarta dilihat dari nilai thitung 5,076 > ttabel 2,011 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05; 2) Terdapat pengaruh secara positif dan signifikan antara fasilitas kantor terhadap kinerja pegawai BKPSDM Kota Surakarta dilihat dari nilai thitung 2,519 > ttabel 2,011 dengan nilai signifikasi sebesar 0,015 < 0,05; 3) Terdapat pengaruh secara positif dan signifikan secara bersama-sama antara tata ruang kantor dan fasilitas kantor terhadap kinerja peagawai BKPSDM Kota Surakarta dilihat dari Fhitung 22,811 > Ftabel 3,20 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05. Kata Kunci: kondisi fasilitas; produktivitas pegawai; tata ruang kantor Abstract: This study aims to (1) determine whether there is an influence of office layout on the performance of BKPSDM employees of Surakarta City, (2) determine whether there is an influence of office facilities on the performance of BKPSDM employees of Surakarta City, (3) determine whether there is an influence of office layout and office facilities on the performance of BKPSDM employees of Surakarta City. The method in this study uses a quantitative research approach, the sample of this study is as many as the total population of the study, namely 50 employees obtained using non-probability sampling techniques and using a saturated sampling approach. The data collection technique used by researchers is a questionnaire. The results of this study indicate that:  1) There is a positive and significant influence between office layout on the performance of BKPSDM employees of Surakarta City seen from the tcount value of 5.076> ttable 2.011 with a significance value of 0.000 <0.05; 2) There is a positive and significant influence between office facilities on the performance of BKPSDM employees of Surakarta City seen from the tcount value of 2.519> t table 2.011 with a significance value of 0.015 < 0.05; 3) There is a positive and significant influence together between office layout and office facilities on the performance of BKPSDM employees of Surakarta City seen from Fcount 22.811> Ftable 3.20 with a significance value of 0.000 <0.05. Keywords: facility conditions; employee productivity; office layout
Student learning readiness and teacher creativity effects on learning outcomes Pungki Sri Desnani
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i5.104871

Abstract

Abstrak: Langkah awal menciptakan pendidikan berkualitas adalah dengan memperhatikan kualitas komponen sistem pendidikan, terutama SDM. Pendidikan dinilai berkualitas jika siswa mampu menguasai tugas belajar sesuai tujuan dan target yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesiapan belajar siswa dan kreativitas mengajar guru terhadap hasil belajar mata pelajaran Job Profile siswa kelas X Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK Negeri 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2024/2025 baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal-komparatif. Populasi berjumlah 107 siswa, sedangkan sampel berjumlah 84 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Data dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan bantuan IBM SPSS Statistic 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan kesiapan belajar siswa terhadap hasil belajar, dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel (5,245 > 1,989) dan nilai signifikansi 0,00 < 0,05; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan kreativitas mengajar guru terhadap hasil belajar, dibuktikan dengan nilai thitung > ttabel (6,506 > 1,989) dan nilai signifikansi 0,00 < 0,05; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan kesiapan belajar siswa dan kreativitas mengajar guru secara bersama-sama terhadap hasil belajar, dibuktikan dengan nilai Fhitung > Ftabel (113.292 > 3,12) dan nilai signifikansi 0,00 < 0,05.  Kata kunci: inovasi pengajaran; kuantitatif; persiapan; prestasi akademikAbstract: Creating quality education requires attention to educational system components, particularly human resources. Education is considered quality when students master learning tasks according to established goals and targets. This study examined the influence of student learning readiness and teacher teaching creativity on learning outcomes in Job Profile subject among Grade X Office Management and Business Services students at SMK Negeri 1 Sukoharjo during the 2024/2025 academic year, both partially and simultaneously. Using quantitative causal-comparative methodology, this research involved 107 students as population and 84 as sample selected through simple random sampling. Data collection utilized questionnaires, with multiple linear regression analysis conducted using IBM SPSS Statistics 26. Results revealed: (1) student learning readiness positively and significantly influenced learning outcomes (t-calculated > t-table: 5.245 > 1.989; significance 0.00 < 0.05); (2) teacher teaching creativity positively and significantly influenced learning outcomes (t-calculated > t-table: 6.506 > 1.989; significance 0.00 < 0.05); (3) both variables simultaneously demonstrated positive and significant influence on learning outcomes (F-calculated > F-table: 113.292 > 3.12; significance 0.00 < 0.05). The determination coefficient showed 73.7% variance explanation, with remaining 26.3% attributed to other factors not examined in this study. Keywords: academic achievement; preparation; quantitative; teaching innovation
The influence of public speaking skills and project-based learning on the leadership of Office Administration Education Students at FKIP UNS Irma Sukma Wigi Putri; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 3 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i3.116896

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk menelaah (1) pengaruh kemampuan public speaking terhadap kepemimpinan mahasiswa PAP FKIP UNS, (2) pengaruh model project based learning terhadap kepemimpinan mahasiswa PAP FKIP UNS, dan (3) pengaruh kemampuan public speaking dan model project based learning secara simultan terhadap kepemimpinan mahasiswa PAP FKIP UNS. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan total populasi berjumlah 199 mahasiswa PAP FKIP UNS angkatan 2022 dan 2023. Sampel penelitian berjumlah 133 mahasiswa yang dipilih menggunakan probability sampling. Perolehan data dilakukan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis dengan metode regresi linear berganda berbantuan software IBM SPSS statistics versi 27. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa (1) Kemampuan public speaking memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap kepemimpinan, dibuktikan dengan nilai signikansi < 0,05 serta nilai thitung > ttabel yaitu 6,059 > 1,657, (2) Model project based learning juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan dengan nilai signikansi < 0,001 < 0,05 dan nilai thitung > ttabel yaitu 6,382 > 1,657, (3) Kemampuan public speaking dan model project based learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan, yang dilihat dari nilai signikansi < 0,001 < 0,05 dan nilai Fhitung > Ftabel yaitu 96,36 > 3,06. Temuan lainnya yaitu sumbangan efektif variabel X1 dan X2 terhadap Y secara simultan sebesar 59,7%, sementara sisanya berasal dari pengaruh variabel di luar model penelitian yang digunakan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan public speaking serta penerapan model project based learning secara optimal dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengembangkan jiwa kepemimpinan mahasiswa PAP FKIP. Kata kunci : kepemimpinan; komunikasi; project based learning; pendidikan tinggiAbstractThis study examined: (1) the effect of public speaking skills on the leadership of Office Administration Education (PAP) students at FKIP UNS, (2) the effect of the project-based learning (PjBL) model on student leadership, and (3) the simultaneous effect of public speaking skills and the PjBL model on student leadership. A quantitative causal-associative approach was employed with a total population of 199 PAP FKIP UNS students from the 2022 and 2023 cohorts. A sample of 133 students was selected using stratified random sampling. Data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics version 27. The results indicate that: (1) public speaking skills have a positive and significant effect on leadership (t = 6.059 > t-table = 1.657; p < 0.001); (2) the PjBL model has a positive and significant effect on leadership (t = 6.382 > t-table = 1.657; p < 0.001); and (3) public speaking skills and the PjBL model simultaneously have a positive and significant effect on leadership (F = 96.366 > F-table = 3.06; p < 0.001), collectively explaining 59.7% of the variance in student leadership (R² = 0.597). The effective contributions of public speaking skills and PjBL to leadership were 29.0% and 30.7%, respectively. These findings suggest that enhancing public speaking competencies alongside the systematic implementation of project-based learning constitutes an effective strategy for developing student leadership capabilities in higher education.Keywords: leadership; communication; project-based learning; higher education; public speaking