cover
Contact Name
Anton Subarno
Contact Email
antonsubarno@fkip.uns.ac.id
Phone
+6281329027365
Journal Mail Official
jikap@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS Gedung B Lantai 1 FKIP UNS, Jl. Ir, Sutami, No.36A Kentingan Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi (JIKAP)
ISSN : -     EISSN : 26140349     DOI : https://dx.doi.org/10.20961/jikap
Core Subject : Education, Social,
JIKAP (Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) berisi artikel tentang hasil pemikiran dan hasil penelitian di bidang bidang komunikasi, administrasi perkantoran dan pendidikan.
Articles 330 Documents
Service quality analysis on customer satisfaction at Mojolaban Community Health Center Talita Anora Sulinati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 3 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i3.100950

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) menganalisis dimensi yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan pelanggan berdasarkan IGA, (2) menganalisis Tingkat kepuasan pasien terhadap dimensi kualitas playanan di Puskesmas Mojolaban berdasarkan CSI, (3) menganalisis Upaya Puskesmas Mojolaban dalam meningkatkan kualitas pelayanan untuk mencapai kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan metode survei melalui kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik incidental sampling. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 80 responden di Puskesmas Mojolaban. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Improvement Gap Analysis (IGA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil Penelitian ini, melalui metode IGA, terdapat tiga atribut yang perlu diperbaiki oleh Puskesmas Mojolaban yaitu dua atribut Reliability (H1 dan H3) dan satu atribut Tangible (F1). Dengan metode CSI, secara keseluruhan didapatkan hasil kepuasan pasien Puseksmas Mojolaban termasuk dalam kategori “Kurang Puas”. Upaya atau rencana tindak lanjut yang dilakukan Puskesmas Mojolaban adalah melakukan perbaikan pada 3 prioritas perbaikan layanan, yaitu terkait 1) Waktu Pelayanan; 2) Produk Pelayanan; dan 3) Persyaratan Pelayanan. Kata kunci : indeks kepuasan konsumen; improvement gap analysis; kepuasan pelanggan; kualitas pelayanan; puskesmas  Abstract: This research aims to determine: (1) analyze the dimensions that need to be improved to increase customer satisfaction based on IGA, (2) analyze the level of patient satisfaction towards the quality of service dimensions at Mojolaban Health Center based on CSI, (3) analyze the efforts of Mojolaban Health Center in improving the quality of services to achieve customer satisfaction. This study uses a quantitative descriptive approach. This research is a quantitative descriptive study with data collection using survey methods through questionnaires. The sampling technique used is non-probability sampling with incidental sampling technique. The sample used in this study consisted of 30 customer respondents at Mojolaban Health Center. Data collection was done by questionnaire and interview. The data analysis technique used is Improvement Gap Analysis (IGA) and Customer Satisfaction Index (CSI). The results of this study, through the IGA method, there are three attributes that need to be improved by the Mojolaban Health Center, namely two Reliability attributes (H1 and H3) and one Tangible attribute (F1). With the CSI method, overall the results of patient satisfaction at the Mojolaban Health Center are included in the "Less Satisfied" category. The improvement or follow-up plans made by the Mojolaban Health Center are to make improvements to 3 service improvement priorities, namely related to 1) Service Time; 2) Service Products; and 3) Service Requirements. Keywords: customer satisfaction index; improvement gap analysis; customer satisfaction; service quality; community health center
Merdeka curriculum implementation barriers: a case study at SMK Wikarya Karanganyar Kiki Rizki Ilmiati; Subroto Rapih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i6.106439

Abstract

Abstrak: Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan pembelajaran fleksibel dan berpusat pada siswa, namun dalam penerapannya masih ditemui berbagai hambatan di sekolah sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai tantangan serta strategi implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesulitan yang dialami guru di SMK Wikarya Karanganyar dan strategi yang digunakan guru untuk mengatasi kesulitan dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMK Wikarya Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini meliputi informan, observasi dan analisis dokumen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk kesulitan yang dialami guru di SMK Wikarya Karanganyar dalam menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar yaitu kurangnya pemahaman terhadap kurikulum, kesiapan siswa yang belum optimal, keterbatasan sarana dan prasarana, perbedaan karakter dan kemampuan siswa, serta kesulitan dalam penyusunan administrasi pembelajaran. Strateginya antara lain penyesuaian metode mengajar dengan kondisi kelas, kolaborasi dengan sesama guru, pemanfaatan teknologi dan sumber belajar alternatif, asesmen berkelanjutan dan refleksi diri, serta dukungan pelatihan dari pihak sekolah. Kata kunci: asesmen; strategi pembelajaran; tantangan guruAbstract: The Merdeka Curriculum was designed to provide flexible, student-centered learning; however, its implementation in schools continues to encounter various challenges, necessitating comprehensive examination of both obstacles and implementation strategies. This study investigated the difficulties experienced by teachers at SMK Wikarya Karanganyar and the strategies they employed to overcome barriers in implementing the Merdeka Curriculum. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews with 22 participants (1 principal, 1 vice principal for curriculum affairs, 5 department heads, and 15 teachers), classroom observations, and document analysis. Participants were selected through purposive sampling. Data validity was ensured through source and technique triangulation, while analysis employed an interactive model. Findings revealed five primary challenges: limited curriculum understanding, insufficient student readiness, inadequate facilities and infrastructure, diverse student characteristics and abilities, and difficulties in preparing instructional administration. Teachers employed several strategies to address these challenges: adapting teaching methods to classroom conditions, collaborating with colleagues, utilizing technology and alternative learning resources, conducting continuous assessments and self-reflection, and participating in school-supported training programs. These findings contribute to theoretical understanding of curriculum implementation challenges and provide practical implications for professional development, infrastructure support, and policy development in vocational education settings. Keywords: assessment; learning strategy; teacher challenges
Pelaksanaan pengenalan lapangan persekolahan (PLP) FKIP UNS tahun 2022 Oktavia Dwi Rahayu Pratiwi; Cicilia Dyah Sulistyaningrum Indrawati; Patni Ninghardjanti
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 6 (2024): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i6.89183

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi PLP FKIP UNS Tahun 2022, (2) mendeskripsikan strategi pelaksanaan PLP FKIP UNS 2022, (3) mengidentifikasi pengaruh faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan PLP FKIP UNS Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik uji validitas data pada penelitian ini adalah triangulasi sumber. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif model Miles dan Huberman dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan /verifikasi. Hasil penelitian diperoleh: (1) Implementasi pelaksanaan PLP meliputi serangkaian kegiatan, yaitu: Workshop panduan PLP, Semiloka Persiapan, Pembekalan Mahasiswa, Pelaksanaan PLP, dan Evaluasi, (2) Strategi dalam pelaksanaan PLP adalah berupaya bersama-sama bersinergi, berkolaborasi, dan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh komponen yang terlibat, (3) Faktor internal yang menghambat yaitu: kemampuan adaptasi mahasiswa dengan lingkungan sekolah, kesiapan mahasiswa mempersiapkan materi dan menghadapi dinamika kelas, keseriusan dalam membawa terobosan baru, manajemen waktu, dan kurangnya koordinasi antar komponen. Faktor eksternal yang menghambat yaitu: lingkungan sekolah dan fasilitas belajar kurang memadai, variasi karakteristik peserta didik, pihak sekolah mitra menolak mahasiswa PLP, jadwal kegiatan berbenturan.  Kata kunci: implementasi; magang kependidikan; strategiAbstract: This study aims to: (1) describe the implementation of PLP FKIP UNS in 2022 (2) describe the implementation strategy of PLP FKIP UNS in 2022, (3) identify factors that interfere in PLP 2022. This research used a descriptive qualitative approach. Data sources used were informants, places and events, and documents. The sampling technique used purposive and snowball sampling . Data collection techniques used were observation, interviews, and document analysis. Data validity test technique in this research is source triangulation . Data were analyzed using interactive data analysis techniques of Miles and Huberman models with data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of the study obtained: (1) The implementation of the execution of PLP includes a series of activities, namely: Workshop on PLP guidelines, Preparation Workshop, Student Debriefing, PLP Implementation, and Evaluation, (2) The strategy in implementing PLP is to try to work together in synergy, collaborate, and establish good communication with all components involved, (3) Internal factors that interfere are: student adaptability to the school environment, student readiness to prepare material and face class dynamics, seriousness in bringing new breakthroughs, time management, and lack of coordination between components. External factors that interfere are: inadequate school environment and learning facilities, variations in student characteristics, partner schools rejecting PLP students, clash activity schedules.Keywords: implementation; educational internship; stategy
Implementation of construction procurement through tender method at BPBJ Surakarta Gryselda Gyda Gurnita; Hanum Kartikasari
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i4.103736

Abstract

Abstrak: Pengadaan pekerjaan konstruksi melalui metode tender di lingkungan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjamin keterbukaan, akuntabilitas, dan efisiensi pelaksanaan proyek publik. Penelitian ini mengkaji implementasi pengadaan pekerjaan konstruksi melalui metode tender yang dilaksanakan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kota Surakarta. Fokus kajian terletak pada tahapan yang ditangani oleh BPBJ, mulai dari penerimaan dan verifikasi dokumen permohonan dari pengguna anggaran hingga penyusunan dan penandatanganan hasil akhir proses tender. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tender di BPBJ dilakukan secara elektronik melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), dengan alur kerja yang mencakup verifikasi kelengkapan berkas, penetapan pokja, penyusunan dan pengunggahan dokumen tender, hingga pemberitahuan hasil seleksi. Beberapa kendala yang ditemukan antara lain dokumen permohonan yang belum lengkap, kesalahan teknis dalam penyusunan dokumen pemilihan, serta adanya sanggahan dari peserta yang memperlambat proses. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan ketelitian dalam verifikasi awal, perbaikan kualitas dokumen, serta penguatan koordinasi antar pihak terkait. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk penguatan tata kelola pengadaan pekerjaan konstruksi melalui metode tender di BPBJ Kota Surakarta. Kata kunci : penyedia; pokja; seleksi; tahapan pemilihan; tata kelolaAbstract: Construction work procurement through tender methods in local government environments plays a critical role in ensuring transparency, accountability, and efficiency in public project implementation. This study examined the implementation of construction procurement through tender methods conducted by the Procurement of Goods and Services Division (BPBJ) of Surakarta City. The research focused on stages managed by BPBJ, from receipt and verification of application documents through preparation and issuance of final tender results. We employed a qualitative descriptive approach, collecting data through observation, interviews, and documentation analysis. Findings revealed that BPBJ conducts tender processes electronically via the Electronic Procurement System (SPSE), following workflows that include document verification, working group assignment, tender document preparation and upload, and selection outcome notification. Identified challenges included incomplete application files, technical errors in document preparation, and participant objections that delayed processes. We recommend improved document verification accuracy, enhanced quality control, and strengthened inter-party coordination. These findings contribute to strengthening governance in construction procurement through tender methods at BPBJ Surakarta. Keywords :  governance, procurement stages, provider selection, working group
Pengaruh pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan dan status sosial ekonomi orang tua terhadap intensi berwirausaha Margareta Prisca Novitasari; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 6 (2024): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i6.94748

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) terhadap intensi berwirausaha, (2) pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap intensi berwirausaha, (3) pengaruh pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dan status sosial ekonomi orang tua terhadap intensi berwirausaha siswa kelas XI SMK Kristen 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMK Kristen 1 Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan pembelajaran PKK terhadap intensi berwirausaha (thitung 2,853 > ttabel 1,988) dengan signifikansi 0,005 < 0,05; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan status sosial ekonomi orang tua terhadap intensi berwirausaha (thitung 4,317 > ttabel 1,988) dengan signifikansi 0,000 < 0,05; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan pembelajaran PKK dan status sosial ekonomi orang tua secara bersama-sama terhadap intensi berwirausaha siswa kelas XI SMK Kristen 1 Surakarta (Fhitung 32,125 > Ftabel 3.10) dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R Square sebesar 0,436 yang berarti 43,6% intensi berwirausaha dipengaruhi oleh pembelajaran PKK dan status sosial ekonomi orang tua. Kata kunci : kelas sosial; niat berwirausaha; pendidikan kewirausahaan Abstract: The research aims to determine : (1) the influence of Creative Products and Entrepreneurship learning on entrepreneurial intentions, (2) the influence of parents' socio-economic status on entrepreneurial intentions, (3) the influence of learning Creative Products and Entrepreneurship and parents' socio-economic status on intentions entrepreneurship class XI students of SMK Kristen 1 Surakarta. This research uses a descriptive research type with a quantitative approach. The research population was class XI students at SMK Kristen 1 Surakarta. The sampling technique uses proportional random sampling and the data collection technique uses a questionnaire. The data analysis technique uses multiple linear regression analysis techniques with the help of IBM SPSS version 21.0. The research results show that (1) there is a positive and significant influence of PKK learning on entrepreneurial intentions (tcount 2,853 > ttable 1.988) with a significance of 0.005 < 0.05; (2) there is a positive and significant influence of parents' socio-economic status on entrepreneurial intentions (tcount 4,317 > ttable 1.988) with a significance of 0.000 < 0.05; (3) there is a positive and significant influence of PKK learning and parents' socio-economic status together on the entrepreneurial intentions of class XI students at SMK Kristen 1 Surakarta (Fcount 32,125 > Ftable 3.10) with a significance of 0.000 <0.05. The R Square value is 0.436, which means that 43.6% of entrepreneurial intentions are influenced by PKK learning and parents' socio-economic status. Keywords : social class; entrepreneurial intention; entrepreneurship education
Effects of Internship Experience and Digital Literacy on SMK Student Work Readiness Daffa Amzarina; Tri Murwaningsih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i5.104981

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pengalaman PKL terhadap kesiapan kerja; (2) pengaruh kemampuan digital literacy terhadap kesiapan kerja; dan (3) pengaruh pengalaman PKL dan kemampuan digital literacy secara simultan terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK Batik 2 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Batik 2 Surakarta berjumlah 132 siswa dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling serta sisa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengalaman PKL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja Sig. 0,000 < 0,05 (thitung 5,858 > ttabel 1,984); (2) kemampuan digital literacy juga berpengaruh positif dan signifikan Sig. 0,000 < 0,05 (thitung 3,592 > ttabel 1,984); (3) secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja Sig. 0,000 < 0,05 (Fhitung 98,357 > Ftabel 3,94). Nilai R Square sebesar 0,670 menunjukkan bahwa 67% variasi kesiapan kerja dipengaruhi oleh pengalaman PKL dan kemampuan digital literacy. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan metode yang lebih beragam dan menggali variabel lain yang turut memengaruhi kesiapan kerja.  Kata kunci: dunia industri; kesiapan siswa; kompetensi kerja; literasi teknologi; pengalaman belajar Abstract: This study aimed to investigate: (1) the influence of industrial work practice (IWP) experience on work readiness; (2) the influence of digital literacy capabilities on work readiness; and (3) the simultaneous influence of IWP experience and digital literacy capabilities on work readiness among 12th-grade students at SMK Batik 2 Surakarta. Employing a quantitative approach with correlational methodology, this research involved a population of 132 12th-grade students at SMK Batik 2 Surakarta, with 100 respondents selected through proportional random sampling. Data collection utilized questionnaires, and data analysis employed multiple regression analysis. The findings revealed that: (1) IWP experience demonstrated a positive and significant influence on work readiness (Sig. 0.000 < 0.05; tcount 5.858 > ttable 1.984); (2) digital literacy capabilities also showed a positive and significant influence (Sig. 0.000 < 0.05; tcount 3.592 > t­table 1.984); (3) simultaneously, both variables significantly influenced work readiness (Sig. 0.000 < 0.05; Fcount 98.357 > Ftable 3.94). The R Square value of 0.670 indicated that 67% of work readiness variation was influenced by IWP experience and digital literacy capabilities. Future research should employ more diverse methodologies and explore additional variables that influence work readiness. Keywords: industrial world; learning experience; student readiness; technology literacy; work competence
Teachers' perceptions of deep learning at SMK Wikarya Karanganyar: a phenomenological study Adelia Niken Anggraini; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.114276

Abstract

Abstrak: Pembelajaran mendalam menjadi salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan, khususnya pada pendidikan vokasi yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman konseptual yang bermakna. Implementasinya di sekolah masih dipengaruhi berbagai faktor, termasuk persepsi guru sebagai pelaksana utama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi guru SMK Wikarya Karanganyar tentang pembelajaran mendalam, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut, dan (3) menggali pengalaman guru dalam menerapkannya di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian berjumlah lima orang guru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru memaknai pembelajaran mendalam sebagai pembelajaran bermakna yang mengaitkan materi dengan konteks nyata; (2) persepsi guru dipengaruhi faktor internal, karakteristik siswa, dan lingkungan sekolah; serta (3) pengalaman guru diwujudkan melalui pembelajaran aktif, tugas berbasis proyek, refleksi, dan penyesuaian strategi pembelajaran. Kata kunci: pemahaman konseptual; pendidikan vokasi; pengembangan profesional pendidik; refleksi pedagogisAbstract: Deep learning is an instructional approach receiving increasing scholarly and policy attention, particularly in vocational education, which emphasizes critical thinking, problem-solving, and meaningful conceptual understanding. Its implementation remains shaped by contextual factors, most notably teachers' perceptions as primary classroom agents. This study aimed to (1) examine teachers' perceptions of deep learning at SMK Wikarya Karanganyar, (2) identify the factors shaping those perceptions, and (3) explore teachers' lived experiences of implementing it in the classroom. A qualitative phenomenological approach was employed. Five teachers were selected as primary informants through purposive sampling. Data were gathered via semi-structured in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, then analyzed using Braun and Clarke's thematic analysis framework. The findings reveal that (1) teachers interpret deep learning as instruction that connects subject matter to real-life and occupational contexts; (2) perceptions are influenced by internal professional factors, student characteristics, and the school environment; and (3) teachers' experiences are manifested through active learning, project-based tasks, reflective practices, and adaptive instructional strategies. These findings carry theoretical and practical implications for vocational teacher professional development programs and school-level instructional policy. Keywords: conceptual understanding; reflective practice; teacher professional development; vocational education
Women's leadership style in public office (A case study at the Surakarta city health office) Rani Kasih Setianingsih; Cicilia Dyah Sulistyaningrum Indrawati; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 2 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i2.89790

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya kepemimpinan perempuan di Dinas Kesehatan Kota Surakarta, menganalisis peran pemimpin perempuan berdasarkan gaya kepemimpinan dalam jabatan publik, dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pemimpin perempuan dalam jabatan publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber penelitian meliputi tindakan dan praktik Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta yang diperoleh melalui observasi lingkungan kerja Dinas Kesehatan Surakarta, wawancara mendalam dengan berbagai narasumber yang relevan, serta dokumentasi berupa biografi dan media sosial. Keabsahan penelitian ini diuji dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, Kepala Dinas Kesehatan Surakarta menunjukkan berbagai unsur gaya kepemimpinan, meliputi pendekatan feminin, maskulin, transformasional, dan transaksional. Hal tersebut terlihat dalam tindakan dan kebijakannya dalam memimpin instansi. Hasil temuan tersebut menunjukkan tidak terdapat korelasi antara jenis kelamin dengan preferensi gaya kepemimpinan. Kedua, Kepala Dinas Kesehatan Surakarta berperan penting dalam memotivasi dan menjadi panutan bagi instansi tersebut, sehingga menjadikan Dinas Kesehatan Surakarta sebagai instansi unggulan dalam pemerintahan Kota Surakarta. Ketiga, sebagai seorang perempuan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta tidak menemui kendala atau hambatan yang bersumber dari perbedaan gender. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang kentara dalam tantangan yang dihadapi oleh pemimpin laki-laki maupun perempuan. Kata kunci: keberagaman gender; tata kelola administrasi; efektivitas organisasi; kompetensi manajemen; kinerja birokrasiAbstract: This research aims to examine the leadership style of women in the Surakarta City Health Office, analyze the role of women leaders based on leadership style in public office, and identify the challenges faced by women leaders in public office. This study employed qualitative research methods with a case study approach. The research sources included the actions and practices of the Head of the Surakarta City Health Service, which were obtained through observations of the work environment of the Surakarta Health Service, in-depth interviews with various relevant sources, and documentation from biographies and social media. The validity of this research was tested using triangulation of methods and data sources. The results revealed that, first, the Head of the Surakarta Health Service demonstrates various elements of leadership styles, including feminine, masculine, transformational, and transactional approaches. This is evident in her actions and policies in leading the agency. These findings indicate that there is no correlation between gender and leadership style preference. Second, the Head of the Surakarta Health Service plays a significant role in motivating and serving as an exemplary role model for the agency, which has contributed to the Surakarta Health Service becoming the premier agency in the Surakarta City government. Third, as a woman, the Head of the Surakarta City Health Service does not encounter problems or obstacles stemming from gender differences. These results demonstrate that there are no discernible differences in the challenges faced by male or female leaders. Keywords: gender diversity; administrative governance; organizational effectiveness; management competencies; bureaucratic performance
Block system entrepreneurship education and self-efficacy: effects on student entrepreneurial motivation Bintan Amalia Sintri; Cicilia Dyah Sulistyaningrum Indrawati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i6.105340

Abstract

Abstrak: Motivasi berwirausaha siswa SMK masih perlu ditingkatkan, sehingga dibutuhkan pembelajaran kewirausahaan yang efektif serta dukungan efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pembelajaran kewirausahaan sistem blok terhadap motivasi berwirausaha, (2) pengaruh efikasi diri terhadap motivasi berwirausaha, dan (3) pengaruh pembelajaran kewirausahaan sistem blok dan efikasi diri secara bersama-sama terhadap motivasi berwirausaha. Peneliatian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survey, sedangkan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel yang digunakan yaitu 83 siswa kelas XI SMK Negeri 1 Surakarta Tahun Ajaran 2024/2025 dengan metode simple random sampling dan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh positif signifikan antara pembelajaran kewirausahaan sistem blok terhadap motivasi diri (thitung 3,598 > 1,990 ttabel); (2) terdapat pengaruh positif signifikan efikasi diri terhadap motivasi berwirausaha (thitung  2,215 > 1,990 ttabel); (3) terdapat pengaruh positif signifikan antara pembelajaran kewirausahaan sistem blok dan efikasi diri secara bersama-sama terhadap motivasi berwirausaha (fhitung 32,02 > 3,11 ftabel). Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan sistem blok dan efikasi diri membantu meningkatkan motivasi berwirausaha siswa. Kata kunci: efikasi; kewirusahaan; kuantitatif; motivasi; sistem blokAbstract: Entrepreneurial motivation among vocational high school students requires enhancement through effective entrepreneurship education and self-efficacy development. This study examined (a) the effect of block system entrepreneurship education on entrepreneurial motivation, (b) the effect of self-efficacy on entrepreneurial motivation, and (c) the combined effects of block system entrepreneurship education and self-efficacy on entrepreneurial motivation. Using a quantitative approach with survey methodology, data were collected through questionnaires from 83 Grade XI students at SMK Negeri 1 Surakarta in the 2024/2025 academic year, selected via simple random sampling. Multiple linear regression analysis revealed three key findings: First, block system entrepreneurship education significantly and positively predicted entrepreneurial motivation (t = 3.60, p = .001). Second, self-efficacy significantly and positively predicted entrepreneurial motivation (t = 2.22, p = .030). Third, the combined model demonstrated significant predictive power (F = 32.80, p < .001), with both variables jointly explaining 45.1% of variance in entrepreneurial motivation (R² = .451). These findings suggest that block system entrepreneurship education and self-efficacy effectively enhance students' entrepreneurial motivation. Keywords:  block system; efficacy; entrepreneurship; motivation; quantitative
Pengaruh kemandirian belajar dan lingkungan teman sebaya terhadap prestasi belajar XI MPLB SMK Batik 2 Surakarta M. Taufik Hasan; Hery Sawiji
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 6 (2024): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i6.90554

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kemandirian belajar dan lingkungan teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa kelas X1 MPLB 1 dan 2 SMK Batik 2 Surakarta tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X1 MPLB 1 dan 2. Adapun sampel menggunakan teknik sampling jenuh artinya semua populasi dijadikan sampel penelitian sebanyak 46 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner serta teknik analisis data menggunakan metode regresi linear berganda dengan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar dibuktikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel (thitung 3,81 > ttabel 2,01), (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa kelas X1 MPLB dibuktikan dengan nilai ttabel (thitung 3,98 > ttabel 2,01), (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara kemandirian belajar dan lingkungan teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa hal ini dibuktikan dengan nilai melihat Fhitung lebih besar dari Ftabel (Fhitung 97,42 > Ftabel 3,21) dan nilai signifikasi kurang dari 0,05 (0,00 <0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai sumbangan efektif secara bersama-sama sebesar 0.81 atau 81% berpengaruh. Kata kunci : capaian akademik; kemandirian belajar; lingkungan teman sebayaAbstract: This study aims to determine whether there is an influence of learning independence and peer environment on the learning achievement of students in grades X1 MPLB 1 and 2 of SMK Batik 2 Surakarta in the 2023/2024 school year. This research is a quantitative study with the population used in this study, namely students in grades X1 MPLB 1 and 2. The sample used saturated sampling technique, meaning that all populations were used as research samples as many as 46 students. Data collection using questionnaires and data analysis techniques using multiple linear regression methods with SPSS 26. The results showed that: (1) there is a positive and significant influence between learning independence on learning achievement as evidenced by the tcount value greater than the ttable (tcount 3.81> ttable 2.01), (2) there is a positive and significant influence between the peer environment on the learning achievement of X1 MPLB class students as evidenced by the ttable value (tcount 3, 98 > t table 2.01), (3) there is a positive and significant influence together between learning independence and peer environment on student learning achievement as evidenced by the value of seeing Fcount greater than Ftable (Fcount 97.42 > Ftable 3.21) and a significance value of less than 0.05 (0.00 <0.05). The results of this study indicate that the value of effective contribution together is 0.81 or 81% of the effect. Keywords : academic achievements; learning independence; peer environment