cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 289 Documents
PERTUMBUHAN POPULASI DAN PERKEMBANGAN Cadra cautella Walker (Lepidoptera: Pyralidae) PADA BERBAGAI JENIS BERAS: POPULATION GROWTH AND DEVELOPMENT OF Cadra cautella Walker (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) ON VARIOUS TYPES OF RICE Abadi, Dany Prasetyo; Astuti, Ludji Pantja
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.4.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan populasi dan perkembangan Cadra cautella Walker (Lepidoptera: Pyralidae) pada berbagai jenis beras. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2023 di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini terdiri dari enam perlakuan (beras giling, beras merah, beras hitam, beras pecah kulit, beras ketan putih, dan beras ketan hitam) diulang sebanyak tujuh kali. Penelitian ini diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pelaksanaan penelitian pertumbuhan dilakukan dengan menginfestasikan 200 butir telur C. cautella ke dalam vial yang berisi pakan 10 g. Variabel pengamatan terdiri dari jumlah larva dan pupa, imago baru (F1), perhitungan nisbah kelamin (sex ratio), dan penurunan berat pakan. Pelaksanaan penelitian perkembangan dilakukan dengan mengambil satu butir telur C. cautella dari hasil pengamatan pertumbuhan kemudian dipindahkan ke dalam vial yang sudah berisi pakan ±2 g sesuai perlakuan dan diulang sebanyak sepuluh kali. Variabel pengamatan terdiri dari fase telur, larva, dan pupa; praoviposisi; oviposisi; pascaoviposisi; siklus hidup; fekunditas; dan lama hidup imago (longevity). Data dianalisis dengan ANOVA 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Perangkat lunak yang digunakan yaitu R. Statistic versi 4.2.1. Pertumbuhan C. cautella paling cepat terdapat pada beras ketan hitam dengan jumlah larva 75,71; pupa 32,00; dan imago 31,71. Siklus hidup C. cautella paling cepat terdapat pada beras ketan hitam yaitu 41,42 hari. Sedangkan kehilangan hasil pada beras ketan hitam mencapai 16%.
UJI EFEKTIVITAS CAMPURAN EKSTRAK DAUN PEPAYA DAN DAUN MENGKUDU DALAM PENGENDALIAN Plutella xylostella Linnaeus (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE): EFFECTIVENESS TEST MIXED EXTRACT OF PAPAYA AND NONI LEAF IN THE CONTROL OF Plutella xylostella Linnaeus (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE) Putra, Heri Julistiyan Bima; Himawan, Toto; Choliq, Fery Abdul
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.4.3

Abstract

Plutella xylostella merupakan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyebabkan kerusakan berat pada tanaman kubis. Penggunaan pestisida sintetis secara terus menerus dapat menyebabkan resistensi hama, musnahnya musuh alami, dan residu kimia yang berbahaya. Salah satu pengendalian yang dapat diterapkan dengan menggunakan pestisida nabati dari daun pepaya (Carica papaya) dan daun mengkudu (Morinda citrifolia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun papaya, ekstrak daun mengkudu secara tunggal dan campuran serta mengetahui sinergisme daya racun ekstrak daun pepaya dan daun mengkudu terhadap larva P. xylostella. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Toksikologi Pestisida Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang pada bulan Maret sampai Oktober 2021. Metode aplikasi yang digunakan adalah metode celup daun (pakan). Data yang diperoleh dikonversikan kedalam persentase mortalitas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa EDP dan EDM secara tunggal dan campuran dengan rentang konsentrasi 10.000 – 40.000 ppm pada tiap perlakuan memiliki pengaruh terhadap mortalitas larva P. xylostella. Sinergisme campuran insektisida EDP dan EDM menunjukkan hasil yang sinergis dengan meningkatkan efikasi sebesar 7,77 kali lipat pada perlakuan EDP dan 3,93 kali lipat pada perlakuan EDM dibandingkan aplikasi insektisida EDP dan EDM secara tunggal.
INDUKSI JAMUR Metarhizium anisopliae SEBAGAI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) SEBAGAI PLANT GROWTH PROMOTING FUNGI (PGPF): INDUCTION Metarhizium anisopliae AS AN ENDOPHYTIC FUNGUS IN CHILI PLANTS (Capsicum annuum L.) AS PLANT GROWTH PROMOTING FUNGI (PGPF) Firdaus, Fauzan; Rachmawati, Rina
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.4.2

Abstract

Produktivitas cabai merah (Capsicum annuum L.) terus meningkat dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021, namun pertumbuhan tersebut tidak berkelanjutan sehingga menimbulkan permasalahan sosial-ekologis. Meskipun jamur Metarhizum anisopliae banyak digunakan, namun efektivitasnya terhambat oleh cekaman abiotik. Oleh karena itu, induksi jamur endofit menjadi alternatif yang dapat memberikan ketahanan terhadap cekaman abiotik dan menjamin keberlanjutan. Induksi M. anisopliae melibatkan tiga metode, yaitu perendaman benih, irigasi tanah, dan penyemprotan daun. Penelitian dilakukan di rumah kaca Brenjonk Mojokerto dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasuruan, UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur. Persiapan penelitian meliputi media tanam optimal, perbanyakan isolat, pengujian mutu, penanaman, pemeliharaan tanaman, inokulasi jamur endofit, dan pengamatan. Variabel yang diamati adalah waktu pertama kali koloni jamur endofit muncul, diameter koloni, persentase pertumbuhan koloni, tinggi tanaman, dan panjang akar. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F tingkat kepercayaan 95% dan uji tindak lanjut DMRT menggunakan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua metode induksi dapat menjadi endofit pada umur 4 minggu setelah tanam. Kombinasi perendaman benih + irigasi tanah + penyemprotan daun terbukti menjadi perlakuan yang paling efektif untuk semua variabel penelitian, termasuk persentase pertumbuhan koloni jamur endofit, diameter koloni, dan panjang akar. Namun, hal tersebut tidak menghasilkan perbedaan tinggi tanaman yang signifikan, terutama pada kondisi media tanam yang optimal.
UJI EFEKTIVITAS BERBAGAI JENIS PERANGKAP DAN UMPAN TERHADAP JENIS TIKUS DI KAWASAN DERMAGA DI SURABAYA: EFFECTIVENESS TEST OF VARIOUS TRAPS AND BAITS AGAINST RAT SPECIES IN DOCK AREAS OF SURABAYA Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Adistanaya, Radika; Syamsulhadi, Mochammad; Rahardjo, Bambang Tri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.4.4

Abstract

Dermaga merupakan lokasi strategis untuk aktivitas bongkar muat barang, yang juga berpotensi menjadi habitat tikus, terutama spesies Rattus norvegicus. Tikus ini dapat berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang kaya sumber makanan, seperti sisa bahan pangan yang tercecer di dermaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tikus yang terdapat di kawasan dermaga dan mengevaluasi efektivitas berbagai jenis perangkap serta umpan dalam mengendalikan populasi mereka. Penelitian menggunakan dua jenis perangkap, yaitu bubu besi dan bubu bambu, dengan lima variasi umpan: (A) umpan racun antikoagulan komersial; (B) campuran beras, monosodium glutamat (MSG), minyak sawit, asam benzoat, ikan asin, dan parafin padat; (C) campuran beras, MSG, minyak sawit, asam benzoat, tepung kulit udang, dan parafin padat; (D) campuran beras, MSG, minyak sawit, asam benzoat, kelapa bakar, dan parafin padat; serta (E) campuran beras, MSG, minyak sawit, asam benzoat, dan parafin padat (sebagai kontrol). Hasil penelitian mengidentifikasi dua spesies tikus, yaitu R. norvegicus dan Bandicota indica, dengan populasi R. norvegicus hampir dua kali lipat dibandingkan B. indica. Dari lima jenis umpan yang diuji, campuran dengan tepung kulit udang terbukti paling efektif dalam menarik tikus, sedangkan umpan kelapa bakar dan kontrol tidak menghasilkan tangkapan. Perangkap bubu besi juga ditemukan lebih efektif dalam menangkap tikus dibandingkan bubu bambu. Keberhasilan umpan tepung kulit udang dipengaruhi oleh kombinasi aroma yang kuat, rasa yang menarik, dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai metode pengendalian populasi tikus yang efektif di kawasan dermaga, melalui pemanfaatan preferensi alami tikus terhadap jenis umpan tertentu dan penggunaan perangkap yang sesuai.
UJI EFEKTIVITAS BAHAN AKTIF FLUXAPYROXAD 50% + PYRACLOSTROBIN 50% DENGAN PENAMBAHAN AGENS HAYATI Bacillus subtilis TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum gloeosporioides) PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.): EFFECTIVENESS TEST OF THE ACTIVE INGREDIENTS FLUXAPYROXAD 50% + PYRACLOSTROBIN 50% WITH THE ADDITION OF THE BIOLOGICAL AGENT Bacillus subtilis AGAINST ANTHRACNOSE DISEASE (Colletotrichum gloeosporioides) IN CAYENNE PEPPER (Capsicum frutescens L.) Asyifa, Ana Nabilah; Abadi, Abdul Latief
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.3

Abstract

Penyakit antraknosa merupakan salah satu penyakit penting tanaman cabai rawit. Upaya pengendalian yang dilakukan yaitu menggunakan fungisida sintetik berbahan aktif fluxapyroxad 50% + pyraclostrobin 50%. Namun kedua bahan aktif tersebut memiliki spektrum luas sehingga berpotensi membunuh organisme non-target. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi dosis aplikasi fungisida sintetik dengan penambahan agens hayati Bacillus subtilis sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekologi. Pengujian daya hambat dan kompatibilitas dilakukan secara in vitro, sementara aplikasi fungisida di lapang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahan aktif fluxapyroxad + pyraclostrobin dapat menghambat jamur patogen C. gloeosporioides baik secara in vitro dan in vivo. Penambahan agens hayati B. subtilis dapat mengurangi penggunaan fungisida sintetik di lapang. Pengaplikasian kombinasi fungisida sintetik 75% dengan B. subtilis bersifat kompatibel dan efektif dalam menekan intensitas serangan penyakit antraknosa dengan tingkat efektivitas fungisida serta hasil panen yang tidak berbeda nyata dengan dosis rekomendasi.
IDENTIFIKASI PENYAKIT DOMINAN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN PENDEKATAN VISUAL PADA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN, TANAMAN MENGHASILKAN, SERTA PENGENDALIANNYA YANG BISA DILAKUKAN DI PERKEBUNAN PT. XY: IDENTIFICATION OF DOMINANT OIL PALM DISEASES USING A VISUAL APPROACH IN IMMATURE PALM, MATURE PALM, AND THEIR CONTROL MEASURES AT PT. XY PLANTATION Abdillah, Muhammad Helmy; Rahmawati, Linda; Lukmana, Mila; Zakiah, Naina
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.1

Abstract

Luas perkebunan kelapa sawit di suatu wilayah tidak selalu berkorelasi langsung dengan tingkat produksi dalam suatu periode tertentu. Kejadian penyakit tanaman merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan hasil panen. Namun, upaya prevensi dan mitigasi sulit diterapkan akibat keterbatasan pengetahuan petani mengenai gejala penyakit dan strategi pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit dominan yang menyerang tanaman kelapa sawit pada fase tanaman menghasilkan serta mengetahui agen penyebabnya sebagai referensi dalam identifikasi dan pengendalian penyakit di lahan kering marginal. Studi eksploratif dilakukan pada Januari hingga April 2022 di perkebunan kelapa sawit PT. XY, Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi visual terhadap gejala penyakit yang muncul pada tanaman, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan hasil temuan di lapangan dengan studi literatur. Hasil penelitian mengidentifikasi empat penyakit dominan, yaitu busuk pangkal batang, busuk pucuk, busuk akar, dan bercak daun. Penyakit ini diduga kuat disebabkan oleh infeksi cendawan patogen, termasuk Ganoderma sp., Phytophthora palmivora, Pythium sp., Rhizoctonia sp., Curvularia sp., serta Coconut Cadang-Cadang Viroid.
KEANEKARAGAMAN LALAT BUAH (DIPTERA: TEPHRITIDAE) PADA TANAMAN JAMBU AIR (Syzygium aqueum L.) DI KECAMATAN WONOSALAM, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH: STUDI PERBANDINGAN JENIS ATRAKTAN: DIVERSITY OF FRUIT FLIES (DIPTERA: TEPHRITIDAE) ON WATER GUAVA PLANTS (Syzygium aqueum L.) IN WONOSALAM DISTRICT, DEMAK REGENCY, CENTRAL JAVA: COMPARATIVE STUDY OF ATTRACTANT TYPES Simanjuntak, Richard Reza; Syamsulhadi, Mochammad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lalat buah (Diptera: Tephritidae) pada tanaman jambu air (Syzygium aqueum L.) serta membandingkan efektivitas atraktan gula ragi dan cuka apel di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2024 di lima lokasi lahan monokultur jambu air. Metode penelitian menggunakan perangkap Steiner dengan dua perangkap gula ragi dan dua perangkap cuka apel di setiap lokasi. Lalat buah yang terperangkap diidentifikasi secara morfologi, sedangkan data dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat signifikansi 5%, diikuti uji lanjut DMRT, serta perhitungan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener, kemerataan Pielou, dan dominansi Simpson. Hasil penelitian menunjukkan total 1.535 individu lalat buah, terdiri atas 1.222 individu pada atraktan gula ragi dan 313 individu pada cuka apel. Empat spesies yang teridentifikasi adalah Bactrocera dorsalis, Bactrocera carambolae, Bactrocera albistrigata, dan Bactrocera caudata. Indeks keanekaragaman Shannon–Wiener tergolong rendah (0,6), indeks kemerataan Pielou rendah (0,4), dan indeks dominansi Simpson sedang (0,72) pada atraktan gula ragi. Hasil penelitian menunjukan atraktan gula ragi lebih efektif dalam menarik lalat buah dibandingkan cuka apel, Bactrocera dorsalis mendominasi spesies lalat buha pada kedua atraktan di lahan monokultur jambu air.
KEANEKARAGAMAN SEMUT TERRESTRIAL PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DI UB FOREST, JAWA TIMUR: TERRESTRIAL ANT DIVERSITY ACROSS DIFFERENT LAND USES IN UB FOREST, EAST JAVA Muhammad, Faiz Nashiruddin; Pramana, Bintang Arya; Hermawan, Muhammad Daffa Surya; Alifianto, Faldy; Fernando, Ito
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.5

Abstract

Peran semut dalam ekosistem sangat kompleks, sehingga memerlukan eksplorasi menyeluruh, terutama untuk semut terrestrial dan di Pulau Jawa. Deteksi spesies-spesies invasif perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian spesies lokal yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keanekaragaman semut terrestrial di UB Forest, Jawa Timur, Indonesia. Penelitian dilakukan di delapan jenis penggunaan lahan dalam enam blok UB Forest menggunakan metode direct sampling, Winkler extractor, dan subterranean trap. Analisis dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks ketidak miripan Bray-Curtis, dan divisualisasikan dengan cladogram. Ditemukan total 40 spesies dari 5 subfamili dan 19 genera. Odontoponera denticulata menjadi semut paling banyak ditemukan karena hadir di lima jenis penggunaan lahan, sedangkan semut invasif Anoplolepis gracilipes hanya ditemukan pada lahan monokultur tanaman semusim. Indeks keanekaragaman tertinggi tercatat pada lahan kombinasi pinus dan kopi (2,20) serta area terbuka (2,08). Analisis cladogram menunjukkan bahwa lahan berbasis pinus kopi dan open area membentuk klad yang terpisah dari lahan mahoni, monokultur tanaman semusim dan lahan berbasis pinus lainnya, mengindikasikan perbedaan komposisi spesies. Kesimpulannya, jenis penggunaan lahan menentukan komposisi spesies semut dan area UB Forest sudah terdeteksi terdapat spesies invasif namun hanya terbatas di lahan monokultur tanaman semusim.
KAJIAN KERUSAKAN BEBERAPA JENIS BERAS LOKAL KABUPATEN KAPUAS HULU TERHADAP SERANGAN Sitophilus oryzae (L.): THE STUDY OF DAMAGE TO SEVERAL LOCAL RICE TYPES OF KAPUAS HULU REGENCY AGAINST Sitophilus oryzae (L.) ATTACKS Gilang, Kornelius; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.1.4

Abstract

Kumbang beras (Sitophilus oryzae (L.)) merupakan hama gudang yang menyebabkan beras mengalami penurunan kualitas dan kuantitas selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan beberapa jenis beras lokal Kabupaten Kapuas Hulu akibat serangan hama S. oryzae. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama empat bulan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan. Imago hasil perbanyakan diinfestasikan ke dalam 20 g beras uji masing-masing sebanyak 5 pasang. Beras yang digunakan adalah jenis Nyanyikh, Pului Mansau, Gulung Kertas dan Buyan.  Beras jenis Nyanyikh, Pului Mansau dan Buyan tergolong beras yang sangat peka sedangkan beras Gulung Kertas tergolong beras yang peka. Kerusakan paling besar terjadi pada beras Nyanyikh dan Pului Mansau, sedangkan yang paling kecil terjadi pada beras Gulung Kertas.
KEANEKARAGAMAN HAMA PASCAPANEN PADA GUDANG PENYIMPANAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) IMPOR ASAL INDIA DAN BERAS (Oryza sativa L.) IMPOR ASAL THAILAND: DIVERSITY OF POSTHARVEST PESTS IN STORAGE WAREHOUSES OF PEANUTS (Arachis hypogaea L.) IMPORTED FROM INDIA AND RICE (Oryza sativa L.) IMPORTED FROM THAILAND Wardani, Herlina Sintya; Syamsulhadi, Mochammad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.2.2

Abstract

Sebagai negara agraris, Indonesia sangat bergantung pada sektor pertanian, dengan beras dan kacang tanah menjadi komoditas utama yang memainkan peran penting dalam perekonomian. Namun, penurunan luas lahan pertanian dan dampak perubahan iklim telah menyebabkan penurunan produksi domestik, sehingga impor menjadi alternatif utama untuk memenuhi kebutuhan. Kondisi ini berisiko meningkatkan masuknya hama pascapanen dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat mengancam ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies dan populasi serangga hama di gudang penyimpanan kacang tanah dan beras impor, serta menganalisis pengaruh faktor lingkungan terhadap keanekaragaman serangga. Penelitian dilakukan di gudang kacang tanah di Semarang dan gudang beras Bulog di Jawa Tengah selama periode September hingga Oktober 2024. Berbagai metode pengambilan sampel digunakan, termasuk yellow sticky trap, yellow sticky trap dan lada hitam, perangkap umpan, dan perangkap jatuhan. Identifikasi serangga dilakukan secara morfologis dengan mikroskop stereo, sementara analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan indeks dominasi Simpson. Hasil penelitian menemukan tujuh spesies serangga di gudang kacang tanah dan enam spesies di gudang beras, dengan spesies dominan seperti Cryptolestes ferrugineus, Tribolium castaneum, dan Liposcelis sp. Faktor lingkungan, seperti suhu dan kelembapan, terbukti memengaruhi keanekaragaman serangga hama. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan gudang yang optimal untuk mencegah infestasi hama dan memperkuat langkah karantina.