cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281361694230
Journal Mail Official
pubhealt@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 28307224     DOI : https://doi.org/10.56211/pubhealth
Core Subject : Health,
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang membahas ilmu di bidang Kesehatan Masyarakat, jurnal ini juga sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat terbit 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli, Oktober, Januari dan April. Terbitan pertama adalah bulan Juli 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker X. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menerima naskah dengan topik Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik dan Kependudukan, Epidemiologi, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Lingkungan, Gizi Masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Mutidisiplin terkait dengan ilmu Kesehatan dan Kedokteran.
Articles 145 Documents
Evaluasi Penggunaan Aplikasi ELSIMIL dalam Mendukung Kesiapan Pranikah Calon Pengantin di Kecamatan Batang Anggi Setianingsih; Athaya Azka Miladya; Salwa Hasna Fadila Sary; Sukma Berlian Asri; Khairunnisa Zhahiirah; Teguh Irawan; Yulis Indriyani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1795

Abstract

Kesehatan pranikah sangat penting untuk mengurangi stunting. Namun di tingkat kecamatan pemanfaatan aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) sebagai instrumen digital pendukung program ini belum berjalan dengan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai penggunaan aplikasi ELSIMIL untuk membantu kesiapan kesehatan pranikah di Kecamatan Batang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam Semi-Terstruktur dengan 12 informan meliputi calon pengantin, petugas DP3AP2KB, PLKB, KUA, TPK dan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pogram berjalan secara kolaboratif lintas sektor dan didukung oleh kebijakan, sarana dan dana yang cukup. Namun, calon pengantin belum memahami fungsi ELSIMIL dengan baik karena mereka hanya menganggapnya sebagai alat administrasi pernikahan dan tidak menganggapnya sebagai media skrining atau pelatihan Kesehatan. Keterbatasan waktu calon pengantin, kurangnya sosialisasi, pemahaman pelaksana yang buruk tentang pembaruan aplikasi, dan masalah sistem teknis adalah beberapa kendala yang ditemukan. Sebaliknya, ELSIMIL telah terbukti berguna untuk mengidentifikasi factor risiko seperti anemia dan Kekurangan Energi Kronik (KEK), meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan pranikah, dan mengeluarkan sertifikat skrining. Agar ELSIMIL dapat berfungsi dengan baik sebagai media edukasi pencegahan stunting sejak masa prakonsepsi, diperlukan penguatan sosialisasi melalui media digital, pelatihan berkala, dan koordinasi lintas sektor.
Analisis Implementasi Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) dengan Metode HOT-FIT di Puskesmas Paal Merah I Kota Jambi Susilowati Susilowati; Adila Solida; Rumita Ena Sari; Usi Lanita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1797

Abstract

Puskesmas Paal Merah I Kota Jambi telah menerapkan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) sejak tahun 2024 dalam rangka digitalisasi pelayanan kesehatan. Namun, dalam implementasinya masih menghadapi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi sistem RME di Puskesmas Paal Merah I Kota Jambi menggunakan pendekatan model HOT-FIT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik snowball sampling, dengan estimasi 8 informan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME di Puskesmas Paal Merah I masih belum optimal. Pada aspek manusia, terdapat ketidaksesuaian latar belakang pendidikan, pelatihan yang belum merata, serta kompetensi pengguna yang belum seragam. Pada aspek organisasi, dukungan organisasi belum optimal yang ditandai keterbatasan sarana prasarana, SOP RME belum tersosialisasikan, serta penggunaan satu akun bersama. Pada aspek teknologi, terdapat fitur yang belum terintegrasi dengan P-Care dan masih terdapat gangguan sistem. Namun, pada aspek manfaat, RME telah meningkatkan efisiensi pelayanan dan mengurangi kesalahan pencatatan. Secara keseluruhan, implementasi RME masih belum optimal meskipun telah memberikan manfaat. Diperlukan peningkatan pelatihan, sosialisasi SOP, penataan hak akses, pemenuhan sarana prasarana, penambahan tenaga PMIK, serta peningkatan integrasi sistem dan dukungan teknis.
Perbandingan Tekanan Darah antara Perokok Ringan-Sedang pada Mahasiswa Teknik Universitas Jambi Deviola Neza; Mirna Marhami Iskandar; Hanina Hanina; Patrick Wiliam Gading; Esa Indah Ayudia
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1803

Abstract

Aterosklerosis merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular global yang menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun. Peningkatan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) berperan penting dalam pembentukan plak aterosklerotik melalui retensi lipoprotein, disfungsi endotel, dan pembentukan sel busa. Artikel ini bertujuan mengevaluasi perkembangan terapi penurun lipid dan dampaknya terhadap progresi aterosklerosis berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui PubMed dan Google Scholar dengan mengikuti alur PRISMA. Proses identifikasi menghasilkan 581 rekaman; setelah penghapusan duplikasi tersisa 531 artikel untuk tahap skrining. Sebanyak 372 artikel dieliminasi pada tahap judul dan abstrak, diikuti evaluasi full-text terhadap 51 artikel yang dapat diakses. Seleksi akhir menghasilkan 8 studi yang dianalisis, dengan tambahan 10 referensi pendukung untuk memperkuat latar belakang dan diskusi. Hasil menunjukkan statin tetap menjadi terapi utama dengan penurunan LDL-C sebesar 30-60% dan penurunan kejadian kardiovaskular hingga 30%. Ezetimibe memberikan tambahan reduksi 15-25%, sementara inhibitor PCSK9 menurunkan LDL-C lebih dari 60% disertai regresi plak. Terapi baru seperti bempedoic acid dan inclisiran efektif pada pasien intoleran statin. Disimpulkan bahwa terapi penurun lipid berperan krusial dalam pengendalian aterosklerosis; namun demikian, kesenjangan akses terhadap terapi modern, rendahnya kepatuhan pengobatan di masyarakat, serta beban ekonomi yang ditanggung sistem pembiayaan kesehatan nasional menuntut perhatian serius dari pembuat kebijakan kesehatan masyarakat.
Hubungan Antara Beban Kerja dan Kelelahan Kerja dengan Kejadian Stres Akibat Kerja pada Pengrajin Kayu di Dusun Rejosari, Desa Jatimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Imaniar Intan Harmawati; M. Sulthon Nurharmansyah Putra
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1648

Abstract

Stres kerja merupakan kondisi yang muncul dari interaksi antara manusia dan pekerjaannya serta dikarakteristikkan oleh perubahan manusia yang memaksa mereka untuk menyimpang dari fungsi normal mereka. Stres merupakan respon tubuh yang sifatnya non spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya, penyebab dari stres kerja salah satunya yaitu karena kelelahan kerja dan beban kerja. Kelelahan kerja banyak dirasakan di akhir kerja terutama bagi pengrajin kayu yang sedang banyak pesanan di mana pekerja harus kerja lembur sampai pekerjaan tersebut selesai. Beban kerja yang terkadang tinggi dan terkadang rendah juga dapat menyebabkan kelelahan kerja dan berujung pada stres kerja.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan kejadian stres akibat kerja pada pengrajin kayu di Dusun Rejosari, Desa Jatimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, dengan cross sectional sebagai rancangan sampelnya. Sampel dalam penelitian ini adalah pengrajin kayu di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta yaitu sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui beban kerja menggunakan stopwatch dengan metode palpasi, yaitu mengukur denyut nadi responden per menit, sedangkan pengukuran terkait perasaan kelelahan kerja menggunakan metode subjective self rating test, dan untuk mengetahui permasalahan terkait stres kerja menggunakan kuesioner industrial fatigue research Committee (IFRC). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres akibat kerja karena P value: 0,338>0,05 dengan OR = 1,52, dan tidak ada hubungan antara kelelahan kerja dengan kejadian stres akibat kerja karena P value: 0,872>0,05 dengan OR = 0,92. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan kejadian stres akibat kerja di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta.
Factors Associated with Work Fatigue among Firefighters and Rescue Personnel in Jambi City, 2025 Anggita Basauli; Wilia Novita Eka Rini; Ashar Nuzulul Putra; Budi Aswin Sanrus
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1651

Abstract

Background: Work fatigue is a commonly reported feeling of tiredness, characterized by decreased activity and motivation, which can affect physical condition and reduce workers’ ability to perform optimally. According to data from the International Labour Organization (ILO), approximately 32% of workers worldwide experience work fatigue Work fatigue is influenced by both internal and external factors. This study aims to examine the relationship between age, nutritional status, years of service, physical workload, and stress and work fatigue among personnel at the Fire and Rescue Department of Jambi City. Method: This study used a quantitative method with an analytical observational approach and a cross-sectional design. The population in this study consisted of 180 personnel. The minimum sample size required to represent the study population was 78 respondents. Sampling was carried out using probability sampling with the Proportionate Stratified Random Sampling technique. This study uses chi-square test. Results: The results of the chi square statistical test showed that there was a relationship between age (p-value = 0,005), length of service (p-value = 0,000), and physical workload (p-value = 0,000) with work fatigue. There was no relationship between nutritional status (p-value = 0,978) and stress (p-value = 0,154) with work fatigue. Conclusion: There is a relationship between age, length of service, and physical workload with work fatigue among personnel at the Fire Fighter and Rescue Department of Jambi City. Then there is no relationship between nutritional status and stress with work fatigue among personnel at the Fire Fighter and Rescue Department of Jambi City.