cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281361694230
Journal Mail Official
pubhealt@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 28307224     DOI : https://doi.org/10.56211/pubhealth
Core Subject : Health,
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang membahas ilmu di bidang Kesehatan Masyarakat, jurnal ini juga sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat terbit 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli, Oktober, Januari dan April. Terbitan pertama adalah bulan Juli 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker X. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menerima naskah dengan topik Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik dan Kependudukan, Epidemiologi, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Lingkungan, Gizi Masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Mutidisiplin terkait dengan ilmu Kesehatan dan Kedokteran.
Articles 128 Documents
The Association Between Body Mass Index (BMI) and Age of Menarche in Adolescents Ulfa Diya Atiqa; Andi Hardianti; Nurul Muchlisa
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1632

Abstract

Adolescence is a critical transitional period characterized by rapid physical and reproductive maturation. One of the primary indicators of female pubertal development is menarche, the first menstrual period, which reflects the functional maturation of the reproductive system. In recent decades, the age at menarche has shown a declining trend globally, potentially influenced by changes in lifestyle and nutritional status. Body Mass Index (BMI) is commonly used to assess nutritional status and has been identified as an important determinant of pubertal timing. This study aimed to systematically analyze the relationship between BMI and age at menarche through a systematic review approach. A literature search was conducted in two databases, Google Scholar and PubMed, identifying a total of 2,198 articles published between 2020 and 2024, selected using PRISMA guidelines. After screening and eligibility assessment, 11 articles met the inclusion criteria and were included in the final analysis. The findings consistently demonstrate a statistically significant association between higher BMI and earlier menarche (p<0.05). Early menarche is associated with long-term health risk, including cardiovascular disease, metabolic disorders, and certain cancers. BMI plays a significant role in determining the timing of menarche. Maintaining optimal nutritional status during adolescence is essential to support balanced reproductive development and long-term health outcomes.
Efektivitas Penyuluhan dengan Video Boneka Tangan terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Menyikat Gigi pada Anak di TK Khalifah Jambi Surayah Surayah; Sri Febrianti; Yesi Nurmawi
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1639

Abstract

Masalah perilaku kebiasaan menyikat gigi setiap hari menunjukkan ada peningkatan dari 94,7% (Riskesdas 2018) menjadi 95,6% (SKI 2023). Sedangkan, perilaku kebiasaan sikat gigi dengan waktu yang benar yaitu menyikat gigi 2x sehari dengan waktu menyikat gigi pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur terlihat peningkatan yang cukup menggembirakan 2,8% menjadi 6,2% Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektivitas penyuluhan menggunakan video boneka tangan terhadap pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak di TK Khalifah Jambi. Desain Penelitian ini yaitu Pre eksperimen dengan pendekatan One Group Pre-Post Test Design dengan jumlah sampel yaitu 30 orang yang diambil secara purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner dengan uji statistik Uji Wilcoxon Test. Hasil diperoleh nilai rata-rata (mean) yang berbeda antara pengetahuan pre-test (3,24) dan post-test (7,64) dan keterampilan menyikat gigi pre-test (4,18) dan post-test (9,37).  Penyuluhan menggunakan video boneka tangan efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak TK Khalifah ditunjukkan dengan nilai signifikansi pada 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa penyuluhan menggunakan video boneka tangan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak TK dan disarankan untuk tindaklanjuti penelitian lebih lanjut dengan responden lebih besar.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Higiene pada Penjamah Makanan di Sekolah Dasar Negeri Wilayah Kerja Puskesmas Talang Banjar Diani Salsadila; Adelina Fitri; Fajrina Hidayati; Oka Lesmana S.; Hendra Dhermawan Sitanggang; Nurmaya Sari; Yenni Herlina Marbun
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1337

Abstract

Latar belakang: Makanan yang terkontaminasi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penyakit bawaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar, mengingat masih banyak kantin Sekolah Dasar Negeri di Kota Jambi yang belum memenuhi standar kebersihan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Sampel terdiri dari 37 penjamah makanan dengan menggunakan teknik Total Sampling dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar penjamah makanan memiliki perilaku higiene kurang baik (65%), dengan pengetahuan kurang baik (60%), sikap positif (51%), mendapatkan pengawasan internal dan eksternal (62%), dan sebagian besar belum pernah mengikuti pelatihan (89%). Uji bivariat menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0.023) dan sikap (p=0.008) dengan perilaku higiene, sedangkan pengawasan (p=0.171) dan pelatihan (0.602) tidak ada hubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene pada penjamah makanan, sedangkan pengawasan dan pelatihan tidak ada hubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar. Disarankan Puskesmas menginisiasi program pelatihan mengingat tingginya persentase penjamah yang belum terlatih.
Layanan MTM Apoteker di Koperasi Petani Sawit Sambas: Pengaruh terhadap HbA1c, Absensi Kerja, dan Arus Kas Rumah Tangga Rusmina Iswanti Kumala Dewi; Nugra Irianta Denashurya; Maghfiroti Fitri; Nurhasani Nurhasani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1385

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DM2) menimbulkan beban klinis dan ekonomi pada rumah tangga pedesaan. Pada komunitas petani sawit, kendala kepatuhan obat, akses layanan, dan edukasi gizi sering berujung pada kontrol glikemik yang kurang optimal, peningkatan hari tidak bekerja, dan tekanan arus kas rumah tangga. Medication Therapy Management (MTM) oleh apoteker berpotensi memperbaiki kendali penyakit melalui peninjauan obat, identifikasi masalah terkait terapi, konseling, dan tindak lanjut terstruktur. Tujuan: Menilai pengaruh layanan MTM apoteker berbasis koperasi terhadap HbA1c, absensi kerja, dan arus kas rumah tangga pada petani sawit di Kabupaten Sambas. Metode: Desain kuasi-eksperimental berbasis kelompok pada koperasi petani; intervensi MTM bulanan selama sembilan bulan dibanding perawatan rutin. Luaran utama adalah perubahan HbA1c, hari tidak bekerja per bulan, dan arus kas rumah tangga sederhana (pemasukan dikurangi pengeluaran termasuk biaya kesehatan personal). Analisis menggunakan pengendalian kovariat dan penyesuaian pengelompokan; dilaporkan selisih yang telah disesuaikan, interval kepercayaan, dan nilai p. Hasil: Dibanding kontrol, kelompok MTM menunjukkan penurunan HbA1c yang lebih besar sebesar 0,7 poin persentase pada bulan kesembilan (nilai p < 0,05), pengurangan absensi kerja sebesar 1,1 hari per bulan (nilai p < 0,05), dan peningkatan arus kas bersih rumah tangga rata-rata Rp450.000 per bulan (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Layanan MTM apoteker di koperasi petani berasosiasi dengan perbaikan luaran klinis dan ekonomi rumah tangga. Temuan mendukung integrasi MTM dalam program kesehatan masyarakat pedesaan dan kemitraan koperasi–puskesmas.
Kegagalan Modal Sosial sebagai Determinan Kematian Balita Akibat Kecacingan: Studi Kasus di Sukabumi dalam Perspektif Pendidikan Sosial Arsihlika Arsihlika; Niky Kencana Putri; Agustina Tri Wijayanti; Rusyda Nasyita Rahman
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1386

Abstract

Infeksi cacing pada anak-anak terus menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dan sangat berkaitan dengan faktor sosioekonomi seperti kemiskinan, sanitasi, dan akses terhadap layanan kesehatan. Kematian seorang balita bernama Raya di Sukabumi akibat infestasi cacing yang parah menyoroti bagaimana kurangnya dukungan sosial dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dapat meningkatkan risiko kesehatan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kegagalan modal sosial sebagai determinan sosial dalam kasus kematian anak akibat infeksi cacing, serta kontribusi pendidikan sosial terhadap upaya pencegahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan desain studi kasus eksploratif yang mencakup analisis dokumen dan tinjauan literatur dari berbagai publikasi ilmiah, laporan kebijakan, dan data statistik dari tahun 2020 hingga 2025. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi analisis konten dan sintesis tematik berdasarkan tiga dimensi modal sosial: ikatan, jembatan, dan koneksi. Temuan menunjukkan bahwa hubungan keluarga yang buruk, jaringan social masyarakat yang terbatas, dan kurangnya keterhubungan dengan lembaga formal mengakibatkan keterlambatan deteksi penyakit dan terbatasnya akses keluarga terhadap layanan kesehatan dasar. Gangguan ini membuat anak-anak lebih rentan terhadap infeksi cacing. Akibatnya, pengembangan modal sosial melalui pendidikan sosial, peningkatan literasi kesehatan masyarakat, dan integrasi layanan kesehatan serta administrasi kependudukan merupakan inisiatif penting untuk mencegah situasi serupa di masa mendatang.
Literatur Review: Peran BPJS Kesehatan dalam Penguatan Layanan Primer Nur Arofah; Lilis Banowati; Laili Nurjannah Yulistiyana; Aniq Alimmuddin; Yosi Yusrotul Khasanah
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1366

Abstract

Mutu layanan primer di Indonesia masih menjadi tantangan meskipun Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BPJS Kesehatan dalam penguatan layanan primer melalui mekanisme pembiayaan dan tata kelola sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap artikel dan jurnal ilmiah yang diterbitkan pada periode 2018-2024. Penelusuran sumber dilakukan melalui Google Scholar dan perangkat Publish or Persih. menggunakan kata kunci BPJS Kesehatan, layanan kesehatan primer, Jaminan Kesehatan Nasional, dan strategic purchasing. Hasil kajian menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan berperan strategis sebagai pembeli layanan kesehatan (strategic purchaser) dengan menerapkan mekanisme kapitasi dan insentif berbasis kinerja di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Mekanisme ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi pembiayaan hingga 10–15% pada FKTP yang mencapai indikator mutu dan keberhasilan program Prolanis. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan kapasitas manajerial, sumber daya manusia, serta infrastruktur teknologi informasi, terutama di wilayah terpencil. Dalam perspektif Health System Strengthening Framework WHO, aspek pembiayaan yang dikelola BPJS merupakan salah satu pilar penting, namun keberhasilan penguatan layanan primer menuntut dukungan pada pilar lain seperti tenaga kesehatan, sistem informasi, dan tata kelola. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kebijakan melalui program Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi solusi strategis untuk memperkuat koordinasi antarlembaga, meningkatkan mutu layanan, dan mempercepat pencapaian Universal Health Coverage di Indonesia.
Gambaran Pemanfatan Pelayanan Kesehatan untuk Imunisasi Polio dalam Pencegahan Poliomielitis di Taman Posyandu Mutiara, Kabupaten Ponorogo Sri Andayani; Hayun Manudyaning Susilo; Fetty Rosyadia Wachdin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1556

Abstract

Imunisasi merupakan suatu cara yang efektif untuk pencegahan penyakit menular, khususnya Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Data riskesdas 2018 lebih dari 40 persen anak di Indonesia tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Tujuan Penelitian untuk menganalisis pemanfaatan pelayanan kesehatan unmuh imunisasi polio dalam pencegahan Poliomielitis. Metode yang digunakan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross sectional dengan populasi seluruh orang tua yang memiliki anak balita di Taman Posyandu Mutiara Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo sejumlah 40 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling. Instrument yang digunakan lembar observasi dan KMS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 40 responden, sebanyak 87,5% yang lembawa balitanya untuk mendapatkan imunisasi polio di fasilitas kesehatan dan 12,5% responden tidak membawa balitanya mendapatkan imunisasi di fasilitas kesehatan dengan berbagai alasan. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan upaya pemenuhan cakupan imunisasi dasar lengkap baik melalui kegiatan sosialisasi maupun penyuluhan terkait imunisasi.
Pengaruh Edusafety terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Teknik Pengelasan tentang Hazard Communication di SMKN 3 Kota Jambi Alya Islami; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1599

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya jurusan Teknik Pengelasan, memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Kemungkinan terjadinya kecelakaan dalam praktik dapat meningkat karena kurangnya pemahaman tentang hazard communication. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Edusafety terhadap pengetahuan dan sikap siswa mengenai hazard communication di SMKN 3 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 33 siswa. Intervensi Edusafety diberikan melalui media poster dan video edukasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 5,03 menjadi 9,27, sedangkan skor sikap meningkat dari 32,42 menjadi 47,24. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada pengetahuan dan sikap (p = 0,000; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa Edusafety efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap hazard communication sebagai bentuk kesiapan dalam memasuki dunia kerja.
Hubungan Penerapan Standar Keselamatan Kerja dan Kesadaran Pekerja dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pegawai SPBU Skala Besar Kota Jambi 2025 Ines Lidiana; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin; Asparian Asparian
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1604

Abstract

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan lingkungan kerja dengan tingkat risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja akibat paparan bahan bakar yang mudah terbakar, uap kimia berbahaya, serta aktivitas operasional yang berulang. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah kecelakaan kerja, namun kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD masih belum optimal. Odds Ratio (OR) merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui besar peluang terjadinya suatu kejadian pada kelompok yang memiliki faktor risiko dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki faktor risiko.Rendahnya penggunaan APD diduga dipengaruhi oleh kesadaran pekerja serta penerapan standar keselamatan kerja oleh manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan standar keselamatan kerja dan kesadaran pekerja dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pegawai SPBU skala besar di Kota Jambi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 156 pegawai SPBU skala besar di Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat penerapan standar keselamatan kerja dan kesadaran keselamatan kerja pada kategori sedang. Penggunaan APD oleh pekerja masih belum optimal. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan standar keselamatan kerja dengan penggunaan APD (p < 0,05) serta terdapat hubungan signifikan antara kesadaran keselamatan kerja dengan penggunaan APD (p < 0,05).Kesimpulan penerapan standar keselamatan kerja dan kesadaran pekerja berhubungan secara signifikan dengan penggunaan APD pada pegawai SPBU skala besar di Kota Jambi. Peningkatan pengawasan, pelatihan K3, serta pembentukan budaya keselamatan kerja diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pekerja Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Sarolangun, Jambi Nita. N. Simanjuntak; Budi Aswin; Andree Aulia Rahmat; Usi Lanita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1605

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat berdampak pada kondisi fisik, psikologis, serta produktivitas pekerja. Lingkungan kerja industri seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan operasional tinggi, sistem kerja shift, beban kerja besar, dan risiko kelelahan kerja yang berpotensi meningkatkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja operasional PLTU di Desa Semaran, Kecamatan Pauh, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja operasional PLTU sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur stres kerja, NIOSH Workload Questionnaire untuk beban kerja, KAUPK2 untuk kelelahan kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami stres kerja pada kategori sedang hingga tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan stres kerja (p < 0,001) dan kelelahan kerja dengan stres kerja (p < 0,001). Sementara itu, beban kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan stres kerja (p = 0,513). Shift kerja dan kelelahan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres kerja pada pekerja operasional PLTU, sedangkan beban kerja tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Pengelolaan sistem shift yang seimbang serta pengendalian kelelahan kerja menjadi aspek penting dalam upaya menurunkan risiko stres kerja pada pekerja

Page 12 of 13 | Total Record : 128