cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281361694230
Journal Mail Official
pubhealt@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 28307224     DOI : https://doi.org/10.56211/pubhealth
Core Subject : Health,
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang membahas ilmu di bidang Kesehatan Masyarakat, jurnal ini juga sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat terbit 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli, Oktober, Januari dan April. Terbitan pertama adalah bulan Juli 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker X. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menerima naskah dengan topik Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik dan Kependudukan, Epidemiologi, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Lingkungan, Gizi Masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Mutidisiplin terkait dengan ilmu Kesehatan dan Kedokteran.
Articles 145 Documents
Hubungan Premi Jaminan Kesehatan dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan: Systematic Literature Review Rizky Berliana Maharani; Diansanto Prayoga
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1671

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki peran dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan, terutama dalam kerangka Universal Health Coverage (UHC). Pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan faktor krusial dalam menentukan tingkat kepuasan pasien serta keberhasilan penyelenggaraan sistem jaminan kesehatan. Kepuasan dapat terjadi apabila yang menjadi kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan dapat terpenuhi. Selain kualitas pelayanan, aspek pembiayaan kesehatan melalui premi juga menjadi faktor penting dalam sistem jaminan kesehatan. Premi atau iuran merupakan sumber utama pembiayaan dalam sistem asuransi kesehatan sosial yang digunakan untuk membiayai berbagai layanan kesehatan bagi peserta. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara premi jaminan kesehatan dengan kualitas pelayanan kesehatan. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah ("premi asuransi" OR "besaran premi") AND ("pelayanan kesehatan"). Tahun penerbitan dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 yang kemudian diteliti sesuai dengan kriteria inklusi peneliti. Hasil: Berdasarkan tujuh (7) artikel menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap kepuasan peserta BPJS dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa premi atau kemampuan membayar premi berhubungan dengan pemanfaatan persepsi pelayanan kesehatan, namun hubungan tersebut tidak bersifat linear atau sederhana karena dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, terutama kondisi ekonomi peserta dan persepsi terhadap manfaat layanan. Kesimpulan: Premi jaminan kesehatan, kualitas pelayanan kesehatan, dan kepuasan peserta merupakan komponen yang saling berkaitan dalam sistem jaminan kesehatan.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Aktivitas Fisik Siswa Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2026 Serly Ananda Saputri; Puspita Sari; Kasyani Kasyani; M. Ridwan
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1680

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar memiliki peran penting dalam pertumbuhan, kebugaran, dan pembentukan kebiasaan hidup sehat. Namun, tingkat aktivitas fisik pada anak masih rendah dan cenderung menunjukkan perilaku sedentary behavior, yang dapat berdampak pada kesehatan di masa depan. Pengetahuan dan sikap merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan aktivitas fisik siswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan aktivitas fisik siswa Sekolah Dasar Negeri di wilayah kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 862 siswa dengan sampel 266 responden yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-report. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar siswa memiliki aktivitas fisik tidak baik (54,5%), pengetahuan baik (48,9%), dan sikap baik (57,1%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan aktivitas fisik (p=0,016) dan sikap dengan aktivitas fisik (p=0,043). Namun, kekuatan hubungan kedua variabel tergolong lemah. Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap memiliki hubungan dengan aktivitas fisik siswa, namun bukan merupakan faktor dominan. Diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan faktor lingkungan, motivasi, dan dukungan sosial untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Sortir Sampah di TPA Talang Gulo Kota Jambi Cindi Cinta Marito; Willia Novita Eka Rini; Marta Butar Butar; Budi Aswin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1685

Abstract

 Latar Belakang: Kecelakaan kerja merupakan kejadian tidak terduga saat bekerja yang dapat menyebabkan cedera maupun kerugian. Pekerja sortir sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan kerja akibat paparan benda tajam, bahan berbahaya, serta kondisi lingkungan kerja yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja sortir sampah di TPA Talang Gulo Kota Jambi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi pekerja berjumlah 34 orang, dan seluruh populasi tersebut dijadikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling, sehingga diperoleh 34 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar checklist, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dalam satu tahun terakhir sebanyak 24 responden (70,6%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,045) dan penggunaan alat pelindung diri (p=0,045) dengan kejadian kecelakaan kerja. Sementara itu, variabel umur (p = 0,437), jenis kelamin (p=1,000), masa kerja (p=1,000), pengetahuan K3 (p=1,000), dan perilaku K3 (p=0,437) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja sortir sampah di TPA Talang Gulo Kota Jambi adalah tingkat pendidikan dan penggunaan APD, sedangkan variabel lainnya tidak berhubungan secara signifikan.
Tantangan dan Peluang Terapi Penurun Lipid dalam Pengendalian Penyakit Kardiovaskular: Tinjauan Sistematis dari Perspektif Kesehatan Masyarakat Moch. Tabriz Azenta; Intan Astrida; Lintang Andini; Heigy Averosa Fitriani Bakri; Gilang Raihan Adi Nugraha; Aurora Revi Samantha; Nadyne Candra Diana Anugraheni; Rengganis Sungsang Kosala; Rona Nasywa Mahira; Ayunissa Mirella Lestari
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1688

Abstract

Aterosklerosis merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular global yang menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun. Peningkatan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) berperan penting dalam pembentukan plak aterosklerotik melalui retensi lipoprotein, disfungsi endotel, dan pembentukan sel busa. Artikel ini bertujuan mengevaluasi perkembangan terapi penurun lipid dan dampaknya terhadap progresi aterosklerosis berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) melalui PubMed dan Google Scholar dengan mengikuti alur PRISMA. Proses identifikasi menghasilkan 581 rekaman; setelah penghapusan duplikasi tersisa 531 artikel untuk tahap skrining. Sebanyak 372 artikel dieliminasi pada tahap judul dan abstrak, diikuti evaluasi full-text terhadap 51 artikel yang dapat diakses. Seleksi akhir menghasilkan 8 studi yang dianalisis, dengan tambahan 10 referensi pendukung untuk memperkuat latar belakang dan diskusi. Hasil menunjukkan statin tetap menjadi terapi utama dengan penurunan LDL-C sebesar 30-60% dan penurunan kejadian kardiovaskular hingga 30%. Ezetimibe memberikan tambahan reduksi 15-25%, sementara inhibitor PCSK9 menurunkan LDL-C lebih dari 60% disertai regresi plak. Terapi baru seperti bempedoic acid dan inclisiran efektif pada pasien intoleran statin. Disimpulkan bahwa terapi penurun lipid berperan krusial dalam pengendalian aterosklerosis; namun demikian, kesenjangan akses terhadap terapi modern, rendahnya kepatuhan pengobatan di masyarakat, serta beban ekonomi yang ditanggung sistem pembiayaan kesehatan nasional menuntut perhatian serius dari pembuat kebijakan kesehatan masyarakat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) pada Pekerja Teknisi PT X di Kota Jambi Tahun 2026 Hani Al Filla; Wilia Novita Eka Rini; Budi Aswin; Hendra Dhermawan Sitanggang
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1726

Abstract

Latar Belakang: Tindakan tidak aman (unsafe action) merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Teknisi PT X termasuk pekerja yang memiliki risiko tinggi karena melakukan pekerjaan lapangan, seperti bekerja di ketinggian, menggunakan peralatan listrik, serta menghadapi kondisi lingkungan kerja yang beragam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada teknisi PT X di Kota Jambi tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan pada 43 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan atau Fisher’s Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil: Sebanyak 37,2% responden melakukan tindakan tidak aman (unsafe action). Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) (p=0,033) dan kelelahan kerja (p=0,017) berhubungan dengan unsafe action. Sementara itu, masa kerja, pengetahuan K3, dan pengawasan tidak berhubungan dengan unsafe action (p>0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dan pengelolaan kelelahan kerja perlu diperhatikan untuk menurunkan tindakan tidak aman (unsafe action)  pada teknisi PT X di Kota Jambi.
Identifikasi dan Analisis Unsafe Condition pada Tenant Island di Pusat Perbelanjaan Krisna Aditya; Dewi Purnamawati
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1729

Abstract

Pusat perbelanjaan merupakan area publik dengan kepadatan hunian tinggi yang memiliki risiko kebakaran signifikan, terutama pada area komersial terbuka seperti tenant island. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi tidak aman (unsafe condition) pada instalasi listrik dan sistem proteksi kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan modern di Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder laporan inspeksi keselamatan periode tahun 2025. Objek penelitian difokuskan pada temuan ketidaksesuaian standar K3 pada unit tenant island. Analisis data dilakukan dengan pengelompokkan frekuensi temuan yang kemudian dibandingkan dengan regulasi PUIL 2011 dan Permennakertrans No. 4 Tahun 1980. Hasil penelitian menunjukkan adanya 151 temuan kondisi tidak aman yang didominasi oleh masalah instalasi listrik (53,6%) dan Alat proteksi kebakaran (46,4%). Temuan kritikal meliputi penempatan power supply pada material mudah terbakar, ketiadaan ELCB, serta tidak tersedianya firestop dan APAR yang laik pakai. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya celah keamanan yang dapat memicu eskalasi kebakaran di area publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pengawasan teknis dan audit kepatuhan regulasi K3 secara berkala sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan kebakaran di lingkungan mall.
Analisis Potensi Bahaya Menggunakan Metode Job Safety Analysis pada Bagian Produksi Tahu di Pabrik Tahu Agung Kuningan Kecamatan Muara Bulian Vioni Kinaya; Willia Novita Eka Rini; Ashar Nuzulul Putra; Budi Aswin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1732

Abstract

  Industri tahu merupakan usaha pangan skala kecil yang memiiki berbagai potensi bahaya setiap tahapan produksinya. Aktivitas yang melibatkan panas, alat kerja, lantai licin, dan pekerjaan manual berulang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja  apabila tidak disertai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang baik. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi serta mencegah berbagai potensi bahaya yang mungkin timbul dengan menerapkan metode JSA pada bagian produksi tahu di Pabrik Tahu Agung Kuningan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi pada pekerja di Pabrik Tahu Agung Kuningan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tahapan pekerjaan, potensi bahaya, risiko yang dapat terjadi, serta upaya pengendalian yang dapat diterapkan. Potensi bahaya ditemukan pada setiap tahapan produksi tahu, dimulai dari persiapan bahan baku kedelai, perendaman, pencucian, penggilingan, perebusan, penyaringan dan pembiangan, pencetakan hingga pemotongan. Potensi bahaya yang ditemukan meliputi risiko terpleset, luka bakar, cedera akibat alat kerja, dan postur kerja yang tidak ergonomis. Upaya pengendalian melalui rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan APD diidentifikasi sebagai langkah utama untuk menurunkan risiko tersebut, namun penerapannya masih belum optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan peningkatan penerapan keselamatan kerja yang lebih sistematis dan terstruktur untuk mengurangi kecelakaan. Dengan demikian, penerapan analisis bahaya secara menyeluruh dapat menjadi dasar perbaikan sistem kerja yang lebih aman pada industri skala mikro.
Hubungan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Meomeo Kota Baubau Fitriani Fitriani; Hasrullah Hasrullah; Muhamad Subhan; Rininta Andriani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1737

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Di wilayah kerja Puskesmas Meomeo Kota Baubau yang melayani 19.303 jiwa dengan jumlah balita sebanyak 1.706, tercatat 124 kasus diare pada balita selama periode 2024–2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sanitasi dasar rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Meomeo Kota Baubau. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada November–Desember 2025. Sampel berjumlah 95 balita usia 12–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel penelitian meliputi kualitas dan ketersediaan air bersih, kepemilikan dan kelayakan jamban sehat, sistem pembuangan limbah cair rumah tangga, serta pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Prevalence Ratio (PR) dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas dan ketersediaan air bersih (PR=6,60; 95%CI=4,09–10,66; p<0,001), kepemilikan dan kelayakan jamban sehat (PR=10,14; 95%CI=3,88–26,53; p<0,001), sistem pembuangan limbah cair rumah tangga (PR=10,66; 95%CI=4,52–25,13; p<0,001), serta pengelolaan sampah rumah tangga (PR=6,60; 95%CI=4,09–10,66; p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Disimpulkan bahwa seluruh komponen sanitasi dasar rumah tangga berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita. Peningkatan akses air bersih, perbaikan jamban sehat, pengelolaan limbah cair, dan pengelolaan sampah rumah tangga perlu diperkuat untuk menurunkan kejadian diare pada balita.
Faktor Keluhan Gangguan Kesehatan pada Petani Padi Pengguna Pestisida Desa Pudak Kecamatan Muara Kumpeh Kabupaten Muara Jambi Tahun 2026 Aqhel Ilham Sapatullah; Fajrina Hidayati; Muhammad Rifqi Azhary; Budi Aswin
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1739

Abstract

Penggunaan pestisida dalam sektor pertanian bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan mengendalikan organisme pengganggu tanaman, namun penggunaan pestisida yang tidak aman dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada petani akibat paparan bahan kimia berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan kesehatan pada petani padi pengguna pestisida di Desa Pudak, Kecamatan Muara Kumpeh, Kabupaten Muara Jambi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 196 petani padi dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 83 responden (77,6%) mengalami keluhan gangguan kesehatan akibat paparan pestisida. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan keluhan gangguan kesehatan (p-value = 0,000) dan masa kerja dengan keluhan gangguan kesehatan (p-value = 0,000). Sementara itu, variabel pengetahuan (p-value = 0,781), kelengkapan penggunaan alat pelindung diri (APD) (p-value = 0,208), lama penyemprotan (p-value = 0,348), dan frekuensi penyemprotan (p-value = 1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keluhan gangguan kesehatan pada petani padi pengguna pestisida. Penelitian ini menyimpulkan bahwa umur dan masa kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan kesehatan pada petani padi pengguna pestisida di Desa Pudak. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif berupa penyuluhan kesehatan, penggunaan pestisida secara aman, penggunaan APD yang benar, serta pemeriksaan kesehatan berkala guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan pestisida pada petani.
Childhood Stunting in East Java: A Health System Structural Analysis Using Generalized Structural Equation Modeling Ayudina Larasanti; Ardiana Fatma Dewi; Alifani Faiz Faradhila
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1762

Abstract

Despite decades of investment in health service infrastructure and social protection programs, the pathways through which service utilization, insurance coverage, and poverty jointly shape stunting risk among children under five in East Java remain poorly understood at the structural level. This study analyzed data from the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) 2024 among 20,304 children under five in East Java, employing Generalized Structural Equation Modeling (GSEM) to simultaneously estimate the direct, indirect, and total effects of health service utilization, insurance coverage, household poverty, and sociodemographic characteristics on stunting risk. GSEM findings demonstrated that lacking health insurance (B = 0.273; 95% CI: 0.194–0.352; p < 0.001) and household poverty (B = 0.137; 95% CI: 0.107–0.167; p < 0.001) exerted significant direct effects on stunting, while health service utilization frequency (B = 0.037; 95% CI: −0.067 to 0.141; p = 0.489) and service type diversity (B = −0.001; 95% CI: −0.102 to 0.099; p = 0.987) showed no significant direct effects, suggesting that service contact alone is insufficient without accompanying improvements in care quality. Child age emerged as a strong cumulative predictor of stunting, and household poverty operated through both direct and indirect pathways mediated by insurance status and service utilization. These results indicate that stunting reduction in East Java demands simultaneous action on service quality, insurance coverage equity, and upstream poverty alleviation.