cover
Contact Name
Yogi Ginanjar
Contact Email
yogi.ginanjar@ptk.ubpkarawang.ac.id
Phone
+6281340144014
Journal Mail Official
empowerment@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Secara garis besar jurnal empowerment bertujuan untuk membangkitkan semangat dan motivasi mahasiswa-dosen dalam melakukan publikasi artikel ilmiah secara bersama di Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang. Metode yang digunakan untuk meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa adalah dengan mengikutsertakan para peneliti lain di luar Universitas Buana Perjuangan Karawang. Selain meningkatkan motivasi, penelitian ini juga berfungsi sebagai media untuk membangun kerjasama antar Universitas dalam mencapai Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pada edisi pertama, jurnal ini melibatkan empat Universitas yang memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas jurnal. Diharapkan pada edisi selanjutnya jurnal ini dapat mengajak mahasiswa lain yang ada di Indonesia maupun di luar Indonesia untuk mengasah kemampuan melakukan publikasi artikel jurnal. Fokus topik dari jurnal ini adalah fenomena-fenomena yang berkaitan dengan Psikologi. Kelebihan yang dimiliki oleh jurnal ini adalah mahasiswa dan dosen dapat berkontribusi secara bersama-sama dalam melakukan penelitian hingga publikasi penelitian
Articles 146 Documents
PENGARUH KEBERFUNGSIAN KELUARGA TERHADAP STATUS IDENTITAS EGO PADA EMERGING ADULTHOOD Adriana Wowor; Widya Risnawaty
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1170

Abstract

Keluarga memainkan peran penting dalam perkembangan emerging adulthood. Fungsi keluarga, yang mengacu pada kualitas dan efektivitas interaksi keluarga, merupakan faktor krusial yang mempengaruhi proses perkembangan dan pembentukan identitas hingga dewasa (Arnett, 2015; Olson & Craddock, 2019). Penelitian Wallace (2017) menunjukkan adanya hubungan antara keberfungsian keluarga dengan pembentukan identitas diri pada masa emerging adulthood. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberfungsian keluarga terhadap status identitas ego pada emerging adulthood. Subjek penelitian adalah individu usia 18-25 yang berdomisili di Pulau Jawa (N = 221). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Family Assessment Device-General Functioning Scale (FAD-GF) dan Extended Objective Measure of Ego Identity Status (EOM-EIS). Analisis regresi menunjukkan p = 0.00 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari keberfungsian keluarga terhadap status identitas ego pada emerging adulthood. Keberfungsian keluarga memiliki pengaruh terbesar pada kategori status identitas ego achievement sebesar 73.9%. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat keberfungsian keluarga dari setiap kategori status identitas ego (p = 0.00 < 0.05) Families play an important role in the development of emerging adulthood. Family functioning, which refers to the quality and effectiveness of family interactions, is a crucial factor that influences the process of development and identity formation into adulthood (Arnett, 2015; Olson & Craddock, 2019). Wallace's (2017) research shows a relationship between family functioning and self-identity formation in emerging adulthood. This study aims to determine the effect of family functioning on the status of ego identity in emerging adulthood. The research subjects were individuals aged 18-25 who live on the island of Java (N = 221). The instruments used in this study are Family Assessment Device-General Functioning Scale (FAD-GF) and Extended Objective Measure of Ego Identity Status (EOM-EIS). Regression analysis showed p = 0.00 < 0.05, so it can be concluded that there is a significant influence of family functioning on ego identity status in emerging adulthood. Family functioning has the greatest influence on the achievement ego identity status category at 73.9%. In addition, there is a significant difference in the level of family functioning of each ego identity status category (p = 0.00 < 0.05)
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PADA SANTRI BARU DI KARAWANG Arfin Apriana; Nuram Mubina; Dinda Aisha
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara dukungan sosial dan efikasi diri terhadap penyesuaian diri pada santri baru di Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan skala yaitu Psychological Adjusment Scale (PAS) yang dikembangkan oleh Haber & Runyon (dalam Indrawati dan Fauziah, 2012) yang digunakan untuk mengukur variabel penyesuaian diri. The Multidimensional Scale of Perceived Sosial Suport (MSPPS) yang memiliki 12 item. Alat ukur ini dikembangkan oleh Zimet (dalam Winahyu et al, 2015) yang digunakan untuk mengukur variabel dukungan sosial. General Self-Efficacy Scale 12 (GSES-12) yang dikembangkan oleh Bosscher & Smit (1997) yang diguanakan untuk mengukur variabel efikasi diri. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang, dan menggunakan teknik non probabilty sampling dengan desain penelitian convinience sampling. Hasil penelitian menunjukan nilai signifikan dukungan sosial dan efikasi diri terhadap penyesuaian diri sebesar p = 0,000 < 0,050 dan nilai koefisien determinasi R Square 0,240 maka Ha1 terima H01 tolak artinya ada pengaruh dukungan sosial dan efikasi diri terhadap penyesuaian diri santri baru di Karawang sebesar 24 %. Dukungan sosial terhadap penyesuaian diri menunjukan nilai signifikan sebesar p = 0,000 < 0,050 dan koefisien determinasi 0,170 maka Ha2 terima H02 tolak artinya ada pengaruh dukungan sosial terhadap penyesuaian diri santri baru di Karawang sebesar 17%. Efikasi diri terhadap penyesuaian diri mendapatkan nilai signifikan sebesar p=0,000 < 0,050 dan koefisien determinasi 0,101 maka Ha3 terima H03 tolak artinya ada pengaruh efikasi diri terhadap penyesuaian diri santri baru di Karawang sebesar 10,1%. This study aims to determine the influence between social support and self-efficacy on self-adjustment in new students in Karawang Regency. This study uses quantitative methods and data collection techniques using the Psychological Adjusment Scale (PAS) developed by Haber & Runyon (in Indrawati and Fauziah, 2012) which is used to measure self-adjustment variables. The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPPS) which has 12 items. This measuring instrument was developed by Zimet (in Winahyu et al, 2015) which is used to measure social support variables. General Self-Efficacy Scale 12 (GSES-12) developed by Bosscher & Smit (1997) which is used to measure self-efficacy variables. The sample in this study amounted to 100 people, and used non-probabilty sampling techniques with desain convinience sampling. The results showed a significant value of social support and self-efficacy on self-adjustment of p = 0,000 <0,050 and the coefficient of determination R Square 0,240, Ha1 accept H01 reject, meaning that there is an influence of social support and self-efficacy on the self-adjustment of new students in Karawang by 24%. Social support on self-adjustment shows a significant value of p = 0,000 <0,050 and a coefficient of determination of 0,170, so Ha2 accepts H02 rejects, meaning that there is an effect of social support on the self-adjustment of new students in Karawang by 17%. Self-efficacy on self-adjustment gets a significant value of p = 0,000 <0,050 and a coefficient of determination of 0,101, so Ha3 accepts H03 rejects, meaning that there is an effect of self-efficacy on the self-adjustment of new students in Karawang by 10,1%.
HARGA DIRI DAN KONTROL DIRI SEBAGAI PREDIKTOR PEMBELIAN KOMPULSIF PADA KONSUMEN BELANJA ONLINE DI KARAWANG Lania Muharsih; Nita Rohayati; Mela Ameylia
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1174

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini memengaruhi aktivitas kehidupan, khususnya perilaku konsumen. Konsumen dapat melakukan aktivitas belanja tidak hanya melalui offline, tetapi juga melalui situs belanja online. Konsumen dapat mengakses dengan mudah informasi tentang produk atau jasa yang dibutuhkan melalui laman matketplace. Hal ini membuat aktivitas pembelian menjadi tidak terkendali dan mengarah pada perilaku pembelian kompulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga diri dan kontrol diri sebagai prediktor pembelian kompulsif pada konsumen belanja online di Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif. Instrumen dalam penelitian yaitu skala pembelian kompulsif yang berjumlah 13 aitem, skala harga diri yang berjumlah 10 aitem, dan skala kontrol diri yang berjumlah 13 aitem. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen belanja online yang berusia 18-30 tahun di Karawang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling kuota dengan jumlah sampel sebanyak 103 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear berganda melalui program JASP 0.16. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi < 0,001 atau p < 0,05, hal ini berarti bahwa harga diri dan kontrol diri dapat berpengaruh sebagai prediktor pembelian kompulsif pada konsumen belanja online di Karawang. Adapun pengaruh yang disumbangkan harga diri dan kontrol diri terhadap pembelian kompulsif konsumen belanja online di Karawang adalah sebesar 33,2% dan 66,8% lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini. The rapid development of information technology today affects life activities, especially consumer behavior. Consumers can carry out shopping activities not only through offline, but also through online shopping sites. Consumers can easily access information about the products or services needed through the marketplace page. This makes buying activities uncontrollable and leads to compulsive buying behavior. This research aims to determine the effect of self-esteem and self-control as predictors of compulsive buying on online shopping consumers in Karawang. The research method used is associative quantitative method. The instruments in the research were a 13-item compulsive buying scale, a 10-item self-esteem scale, and a 13-item self-control scale. The population in this research were online shopping consumers aged 18-30 years in Karawang. The sampling technique used was quota sampling with a sample size of 103 respondents. The data analysis technique in this research used multiple linear regression tests through the JASP 0.16 program. Based on the results of data analysis, the significance value is obtained <0.001 or p <0.05, this means that self-esteem and self-control can influence as predictors of compulsive buying in online shopping consumers in Karawang. The influence contributed by self-esteem and self-control on compulsive buying of online shopping consumers in Karawang is 33.2% and the other 66.8% is influenced by other variables outside this research.
PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMP X KOTA BEKASI Muhammad Arief Satrio; Ecep Supriatna
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1175

Abstract

Pendidikan memiliki manfaat yang baik untuk perkembangan individu namun pendidikan yang kurang tertata dengan baik akan memunculkan efek negatif berupa perilaku penundaan tugas atau prokrastinasi akademik. Salah satu fenomena yang terjadi pada ranah pendidikan yaitu prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari regulasi emosi seseorang terhadap tingkat prokrastinasi akademik pada remaja, penelitian ini juga memfokuskan pada kebaruan dari subjek yaitu menggunakan remaja pada masa awal yaitu pada tingkatan SMP karena menurut peneliti usia remaja awal menjadi akar penting pada perkembangan seorang individu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII, VIII, IX di sekolah Widya Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang negatif pada regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP Widya Nusantara, pengaruh variabel regulasi emosi terhadap variabel prokrastinasi akademik sebesar 10,1%,. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu siswa SMP Widya Nusantara mampu mengontrol emosinya dalam prokrastinasi akademik. Meskipun demikian, prokrastinasi tetap ada dalam pola perilaku mereka, meskipun tidak terlalu sering terjadi. of academic procrastination in adolescents. This research also focuses on the novelty of the subject, namely using adolescents in the early years, namely at the junior high school level because according to researchers, early adolescence is an important root in an individual's development. This research uses quantitative methods. The population and sample used in this research were students in grades VII, VIII, IX at the Widya Nusantara school. The results of the research show that there is a negative influence on emotional regulation on academic procrastination in Widya Nusantara Middle School students, the influence of the emotional regulation variable on the academic procrastination variable is 10.1%. The conclusion of this research is that Widya Nusantara Middle School students are able to control their emotions in academic procrastination. Nevertheless, procrastination still exists in their behavioral patterns, although it does not occur very often.
EKSPLORASI PSIKOLOGIS RELASI PASANGAN MENIKAH YANG TINGGAL BERSAMA ORANG TUA/MERTUA DI INDONESIA Muhammad Zein Permana; Izma Aliyyatussa’adah
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1176

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika psikologis dalam relasi pasangan menikah yang tinggal bersama orang tua atau mertua di Indonesia. Tinggal bersama orang tua atau mertua adalah praktik umum yang didorong oleh faktor ekonomi dan budaya. Namun, kondisi ini sering kali mempengaruhi kemandirian pasangan, peran gender, komunikasi, pengambilan keputusan, dan dukungan emosional. Penelitian ini melibatkan 124 partisipan berusia 19-25 tahun (M = 20,4; SD = 1,64) dan menggunakan pendekatan grounded theory untuk menggali pengalaman mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa intervensi orang tua/mertua dalam rumah tangga meningkatkan ketergantungan dan ketidakpuasan pasangan. Tekanan sosial dan ekspektasi juga memperburuk konflik dan menurunkan kesejahteraan psikologis. Temuan ini menyoroti perlunya edukasi, konseling keluarga, dan kebijakan yang mendukung kemandirian pasangan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam keluarga multigenerasi di Indonesia This study explores the psychological dynamics in the relationships of married couples living with their parents or in-laws in Indonesia. Co-residence with parents or in-laws is a common practice driven by economic and cultural factors. However, this situation often impacts the independence of couples, gender roles, communication, decision-making, and emotional support. The study involved 124 participants aged 19-25 years (M = 20.4; SD = 1.64) and employed a grounded theory approach to delve into their experiences. The findings indicate that parental/in-law intervention in household affairs increases dependency and dissatisfaction among couples. Social pressure and expectations also exacerbate conflicts and reduce psychological well-being. These findings highlight the need for education, family counseling, and policies that support couples' independence to enhance well-being in multigenerational households in Indonesia
SENSE OF HUMOR PADA KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA Mukhammad Ibnu Syifa; Rozaq Tri Nurjatmoko; Syaddad Haikal Ali; Hafizh Fauzan Aisy
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1178

Abstract

Komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih yang saling bertukar informasi, baik secara tatap muka maupun melalui media komunikasi lainnya. Sense of Humor merupakan kemampuan individu untuk mempengaruhi seseorang sehingga hal tersebut dapat membuat orang lain tertawa maupun terhadap dirinya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan Sense of Humor terhadap Komunikasi Interpersonal pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur berjenis tradisional literature review. Kriteria artikel yang digunakan merupakan artikel penelitian yang memiliki rentang terbit antara 2003 sampai 2023, dan subjek penelitian adalah remaja. Untuk mengakses artikel database yang digunakan ialah google scholar dan memakai kata kunci Sense of Humor, komunikasi interpersonal dan remaja yang sesuai topik bahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sense of humor berpengaruh positif pada komunikasi interpersonal remaja. Dengan kata lain penggunaan sense of humor oleh remaja dapat meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonalnya dan mempunyai banyak manfaat dalam menjalin hubungan interpersonal. Interpersonal communication is a communication process that occurs between two or more people who exchange information, either face to face or through other communication media. Sense of Humor is an individual's ability to influence someone so that it can make other people laugh or themselves. The purpose of this research is to determine the impact of using Sense of Humor on Interpersonal Communication in adolescents. The method used in this research is a qualitative method with a traditional literature review type literature study approach. The article criteria used were research articles published between 2003 and 2023, and the research subjects were teenagers. To access the article, the database used is Google Scholar and uses the keywords Sense of Humor, interpersonal communication and teenagers according to the topic of discussion. The research results show that a sense of humor has a positive effect on adolescent interpersonal communication. In other words, the use of a sense of humor by teenagers can improve their interpersonal communication skills and has many benefits in establishing interpersonal relationships.
STRATEGI KOPING DAN WORK LIFE BALANCE PADA MAHASISWA YANG BEKERJA Naila El Hamra; Puti Archianti Widiasih
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1179

Abstract

Tekanan untuk mendapatkan work life balance pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja merupakan suatu hal yang tidak mudah bagi mahasiswa, sehingga dibutuhkan upaya untuk mengurangi tekanan tersebut melalui strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi koping dapat mempengaruhi work life balance pada mahasiswa yang bekerja. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik non probability sampling menggunakan purposive sampling. Penelitian ini mengambil sebanyak 229 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 artinya Ha diterima dan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Strategi Koping berpengaruh terhadap Work Life Balance pada mahasiswa yang bekerja. Besarnya pengaruh dari variabel Strategi Koping terhadap variabel Work Life Balance sebesar 0,085 atau 8,5% dan sebesar 91, 5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pada dimensi Strategi Koping, besarnya pengaruh dari dimensi problem focused coping terhadap variabel Work Life Balance sebesar 0,095 atau 9,5% dan dimensi emotional focused coping berpengaruh terhadap variabel Work Life Balance sebesar 0,065 atau 6,5%. Selanjutnya, besarnya pengaruh dari dimensi dysfunctional focused coping terhadap variabel Work Life Balance sebesar 0,043 atau 4,3%. The pressure to achieve work-life balance for students who study while working is something that is not easy for students, so efforts are needed to reduce this pressure through coping strategies. This research aims to find out whether coping strategies can influence work life balance in working students. The sampling method in this research was carried out using a non-probability sampling technique using purposive sampling. This research took 229 respondents. Data analysis in this study used a simple linear regression test technique. The results of this research obtained a significance value of 0.000 < 0.05, meaning that Ha was accepted and H0 was rejected, so it can be concluded that Coping Strategies have an effect on Work Life Balance in working students. The magnitude of the influence of the Coping Strategy variable on the Work Life Balance variable is 0.085 or 8.5% and 91.5% is influenced by other factors not examined in this research. In the Coping Strategy dimension, the magnitude of the influence of the problem focused coping dimension on the Work Life Balance variable is 0.095 or 9.5% and the emotional focused coping dimension has an influence on the Work Life Balance variable of 0.065 or 6.5%. Furthermore, the magnitude of the influence of the dysfunctional focused coping dimension on the Work Life Balance variable is 0.043 or 4.3%.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP SCHOOL WELL-BEING PADA SISWA SMA NEGERI 1 TELUKJAMBE BARAT Riska Lidiya; Nita Rohayati; Dery Kurniawan
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1180

Abstract

Pendidikan sekolah menengah atas memiliki tantangan tersendiri pada siswa SMA Negeri 1 Telukjambe Barat, seperti beban akademis yang lebih tinggi, waktu yang lebih panjang, dan berbagai peraturan yang harus dijalankan. Pengalaman siswa di sekolah akan membentuk penilaian siswa terhadap sekolahnya, atau yang disebut school well-being. Beberapa penelitian menunjukkan dukungan sosial memiliki peran dalam beberapa dimensi dalam school well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap school well- being pada siswa SMA Negeri 1 Telukjambe Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non- probability sampling dengan teknik sampel kuota sehingga 203 populasi siswa terdiri dari siswa kelas X dan XI menjadi subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan dua skala psikologi. Skala dukungan sosial teman sebaya dengan 15 aitem (α = 0.861) dan skala school well-being dengan 12 aitem (α = 0.818). Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikan sebesar 0.000 (sig. <0.05) yang artinya terdapat pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap school well-being dengan nilai koefisien determinasi sebesar 28,6%. Penelitian ini menunjukkan semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka akan semakin tinggi pula school well-being siswa. School well-being berperan penting dalam menjamin pengalaman belajar siswa, sehingga hal ini menunjukkan bahwa school well-being perlu diberi perhatian khusus. Senior high school education has its own challenges for students of SMA Negeri 1 Telukjambe Barat, such as a higher academic load, a longer time frame, and various regulations that must be followed. Students' experience at school will shape students' assessment of their school, or what is called school well-being. Several studies have shown that social support has a role in several dimensions of school well-being. This study aims to determine the effect of peer social support on school well-being in students of SMA Negeri 1 Telukjambe Barat. This study uses a quantitative approach. The sampling method used was non-probability sampling with a quota sampling technique so that the 203 student population consisting of students in class X and XI became the research subjects. This study uses two psychological scales. Peer social support scale with 15 items (α = 0.861) and school well-being scale with 12 items (α = 0.818). Data analysis using simple linear regression analysis showed a significant value of 0.000 (sig. <0.05), which means that there is an influence of peer social support on school well-being with a coefficient of determination of 28.6%. This research shows that the higher the peer social support, the higher the students' school well-being. School well-being plays an important role in ensuring student learning experiences, so this shows that school well-being needs to be given special attention.
KESETARAAN GENDER PADA GENERASI Z DI WILAYAH JABODETABEK Sabina Aulia Rahma; Karennisha Damita Widjanarko; Revika Putri Effendi; Ni Putu Oktavia Dina Astawan
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1181

Abstract

Sebagian besar kesetaraan gender menekankan pentingnya keseimbangan atas gender laki-laki maupun Perempuan dalam lingkungan sosial yaitu seperti hak asasi yang sama, hak untuk hidup, hak untuk bebas dari perlakuan yang tidak adil. Seiring berkembangnya zaman dan meningkatnya teknologi merupakan hal yang utama untuk mendorong sebuah isu kesetaraan gender. Generasi Z khususnya di wilayah jabodetabek sudah sangat memperhatikan isu-isu kesetaraan gender agar mereka bisa hidup tanpa adanya diskriminasi dari lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dan menggunakan kuesioner, responden yang diterima adalah dari wilayah jabodetabek yang dikur berdasarkan usia Generasi Z. Berdasarkan hasil uji normalitas Shapiro-Wilk dan Uji T-Test didapatkan bahwa hasil yang diterima adalah hipotesa Ha yaitu Generasi Z memiliki kesadaran terhadap isu kesetaraan gender. Most of gender equality emphasizes the importance of the balance of male and female gender in the social environment, such as equal human rights, the right to life, the right to be free from unfair treatment. As the times develop and technology increases, it is the main thing to push an issue of gender equality. Generation Z, especially in the Jabodetabek area, has been very concerned about gender equality issues so that they can live without discrimination from their social environment. This research uses quantitative and uses a questionnaire, the respondents received are from the Jabodetabek area which is measured based on the age of Generation Z. Based on the results of the Shapiro-Wilk normality test and the T-Test test, it is found that the accepted result is the hypothesis Ha, namely Generation Z has awareness of gender equality issues.
GAMBARAN PROSES KONSELING KASUS KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI P2TP2A KARAWANG Silvi Dwianti; Puspa Rahayu Utami Rahman; Cempaka Putrie Dimala
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1182

Abstract

Kasus kekerasan seksual setiap tahunnya mengalami peningkatan khususnya kekerasan seksual terhadap anak, dan tragisnya pelaku merupakan orang terdekat. Pelaku bisa berasal dari lingkungan sosial, lingkungan pendidikan bahkan lingkungan keluarga. Dalam menangani kasus kekerasan seksual, P2TP2A tidak hanya mendampingi dari ranah hukum saja. Namun, P2TP2A Karawang mendampingi korban dengan memberikan konseling untuk penanganan konseling untuk penanganan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran proses konseling kasus kekerasan seksual pada anak di P2TP2A Karawang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan pedoman wawancara yang disusun berdasarkan teori proses konseling. Partisipan dalam penelitian ini adalah satu orang psikolog yang berperan sebagai konselor di P2TP2A Karawang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses konseling yang dilakukan oleh konselor terdapat tiga tahapan yaitu tahap awal (building rapport), tahap kerja (working) dan tahap akhir (terminasi). Hal ini menunjukkan bahwa proses konseling berjalan sesuai dengan kaidah proses konseling. Hal tersebut, diperkuat dengan adanya kualitas konselor di bidang psikologi serta klien yang kooperatif dalam pelaksanaan konseling. Cases of sexual violence increase every year, especially sexual violence against children, and tragically the perpetrators are the closest people. Perpetrators can come from the social environment, educational environment and even the family environment. In handling cases of sexual violence, P2TP2A does not only assist from the legal realm. However, P2TP2A Karawang assists victims by providing counseling for counseling for psychological treatment. The purpose of this study was to determine the description of the counseling process for cases of sexual violence in children at P2TP2A Karawang. This research method uses descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation and interview guidelines prepared based on the theory of the counseling process. Participants in this study were one psychologist who acted as a counselor at P2TP2A Karawang. The results of this study indicate that the counseling process carried out by the counselor has three stages, namely the initial stage (building rapport), the working stage (working) and the final stage (termination). This shows that the counseling process runs according to the rules of the counseling process. This is reinforced by the quality of counselors in the field of psychology and cooperative clients in the implementation of counseling.

Page 11 of 15 | Total Record : 146


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 3 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 1 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 1 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 3 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 2 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 1 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 3 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 2 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 1 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 3 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 1 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang More Issue