cover
Contact Name
Yogi Ginanjar
Contact Email
yogi.ginanjar@ptk.ubpkarawang.ac.id
Phone
+6281340144014
Journal Mail Official
empowerment@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Secara garis besar jurnal empowerment bertujuan untuk membangkitkan semangat dan motivasi mahasiswa-dosen dalam melakukan publikasi artikel ilmiah secara bersama di Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang. Metode yang digunakan untuk meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa adalah dengan mengikutsertakan para peneliti lain di luar Universitas Buana Perjuangan Karawang. Selain meningkatkan motivasi, penelitian ini juga berfungsi sebagai media untuk membangun kerjasama antar Universitas dalam mencapai Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pada edisi pertama, jurnal ini melibatkan empat Universitas yang memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas jurnal. Diharapkan pada edisi selanjutnya jurnal ini dapat mengajak mahasiswa lain yang ada di Indonesia maupun di luar Indonesia untuk mengasah kemampuan melakukan publikasi artikel jurnal. Fokus topik dari jurnal ini adalah fenomena-fenomena yang berkaitan dengan Psikologi. Kelebihan yang dimiliki oleh jurnal ini adalah mahasiswa dan dosen dapat berkontribusi secara bersama-sama dalam melakukan penelitian hingga publikasi penelitian
Articles 130 Documents
PERILAKU PHUBBING PADA GENERASI Z : MENGUJI PERAN KONTROL DIRI Eka Septian Wijaya; Puspa Rahayu Utami Rahman; Dinda Aisha
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kontrol diri terhadap perilaku phubbing di kalangan generasi Z di Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausalitas, melibatkan 100 responden berusia 12-27 tahun, yang berada pada fase remaja hingga dewasa awal, yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah BSCS (Brief Self-Control Scale) dan GSP (Generic Scale of Phubbing). Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi, serta uji kategorisasi menggunakan software SPSS 25.0 for Windows. Hasil analisis menunjukan nilai p = 0,000 (p<0,05), artinya kontrol diri memiliki pengaruh terhadap perilaku phubbing. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,058 menunjukkan bahwa 5,8% dari variasi perilaku phubbing dapat dijelaskan oleh kontrol diri, sementara 94,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. Hal ini mengidentifikasi bahwa kontrol diri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku phubbing pada generasi Z di Karawang. This study aims to explore the impact of self-control on phubbing behavior among generation Z in Karawang. The method used is quantitative with a causality design, involving 100 respondents aged 12-27 years, who are in the adolescent to early adulthood phase, selected through convenience sampling techniques. The measuring instruments used are BSCS (Brief Self-Control Scale) and GSP (Generic Scale of Phubbing). Data analysis techniques include normality tests, linearity tests, simple linear regression tests, determination coefficient tests, and categorization tests using SPSS 25.0 for Windows software. The results of the analysis show a p value = 0.000 (p <0.05), meaning that self-control has an influence on phubbing behavior, the determination coefficient (R Square) of 0.058 indicates that 5.8% of the variation in phubbing behavior can be explained by self-control, while 94.2% is influenced by other factors not mentioned in this study. This identifies that self-control is one of the factors that influences phubbing behavior in generation Z in Karawang.
EFEKTIVITAS TERAPI ABA (APPLIED BEHAVIOUR ANALYSIS) TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTIS Annisa Aqilah Haya; Tristiadi Ardi Ardani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1236

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas terapi Applied Behavior Analysis (ABA) dalam membantu perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus, terutama yang mengalami gangguan spektrum autisme. Terapi ABA berfokus pada penguatan perilaku positif dan mengurangi perilaku yang tidak adaptif melalui pendekatan terstruktur dan sistematis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka atau kajian literatur dengan menganalisis berbagai literatur terkait penerapan ABA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABA efektif dalam meningkatkan kemampuan sosial, komunikasi, dan perilaku adaptif pada anak-anak dengan autisme, terutama ketika diterapkan secara konsisten dan dini. Dukungan dari lingkungan keluarga serta intervensi tepat waktu menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi ini. Kesimpulannya, ABA merupakan pendekatan yang signifikan dalam membantu anak-anak autisme mencapai potensi mereka, meskipun membutuhkan komitmen jangka panjang. This study examines the effectiveness of Applied Behavior Analysis (ABA) therapy in helping the development of children with special needs, especially those with autism spectrum disorders. ABA therapy focuses on reinforcing positive behaviors and reducing non-adaptive behaviors through a structured and systematic approach. This study uses a qualitative method through literature study, by analyzing various literature related to the application of ABA. The results showed that ABA was effective in improving social, communication, and adaptive behavior skills in children with autism, especially when applied consistently and early. Support from the family environment as well as timely intervention are important factors in the success of this therapy. In conclusion, ABA is a significant approach in helping children with autism reach their potential, even if it requires a long-term commitment.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN RELIGIUSITAS TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PEGAWAI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANYUMAS Diah Ayu Prawesti K; Retno Dwiyanti; Ugung Dwi Ario Wibowo; Dyah Astorini Wulandari
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1237

Abstract

Organisasi kini mencari sikap pegawai yang mencakup bukan hanya perilaku dalam pekerjaan, melainkan perilaku ekstra-peran (extra-role) yang dimana perilaku tersebut adalah perilaku sukarela dari seorang pegawai untuk melaksanakan tugas diluar tugasnya demi kemajuan organisasi. Tujuan penelitian ini yakni untuk megetahui pengaruh komitmen organisasi dan religiusitas terhadap organizational citizenship behavior pada satuan polisi pamong praja di Purwokerto. penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling pada 138 pegawai satuan polisi pamong praja di Purwokerto, Jawa Tengah. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 yakni skala organizational citizenship behavior, skala komitmen organisasi, dan skala religiusitas yang dimodifikasi dari aspek-aspek yang ada pada setiap variabel. Adapun hasil uji reliabilitas pada skala organizational citizenship behavior diperoleh alpha cronbach’s sebesar 0,887. Pada skala komitmen organisasi diperoleh alpha cronbach’s sebesar 0,820. Kemudian pada skala religiusitas diperoleh alpha cronbach’s sebesar 0,800. Pada hasil keseluruhan bahwa nilai perhitungan statistik sebesar (Fhitung = 124,083, thitung = 7,772, sig (p) = 0,000 (p<0,05), dengan hasil koefisien determinasi menunjukkan Rsquare sebesar 0,648. Menunjukkan bahwa komitmen organisasi dan religiusitas memberikan sumbangan efektif sebesar 64,8% terhadap organizational citizenship behavior sedangkan 35,2% merupakan sumbangan dari faktor lainnya, di luar faktor yang teliti. Modern organizations seek employees who not only exhibit job-related behaviors but also engage in extra-role behaviors, which are voluntary actions performed by employees beyond their formal duties to advance the organization. This study aims to examine the effects of organizational commitment and religiosity on organizational citizenship behavior (OCB) among employees of the Civil Service Police Unit (Satpol PP) in Purwokerto. This study employed simple random sampling to select a sample of 138 employees from the Satpol PP in Purwokerto, Central Java. Three measurement scales were used in the research: organizational citizenship behavior, organizational commitment, and religiosity scales, all modified from existing aspects of each variable. The reliability tests yielded Cronbach's alpha values of 0.887 for the OCB scale, 0.820 for the organizational commitment scale, and 0.800 for the religiosity scale. The statistical analysis results showed a significant effect, with F-value = 124.083, t-value = 7.772, and significance (p) = 0.000 (p 0.05). The coefficient of determination (R-square) was 0.648, indicating that organizational commitment and religiosity contribute effectively by 64.8% to organizational citizenship behavior. In comparison, the remaining 35.2% is affected by other factors not examined in this study.
PENGARUH TERAPI DESENSITISASI SISTEMATIS UNTUK GANGGUAN KECEMASAN: SISTEMATIKA REVIEW Puja Maudy Lawinsky; Tristiadi Ardi Ardani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi desensitisasi sistematis dalam mengurangi gangguan kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (Systematic Literature Review) dengan menggali data yang relevan mengenai seberapa banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti dalam pengaruh terapi desensitisasi sistematis terhadap gangguan kecemasan. Data dikumpulkan melalui pencarian artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir (2017–2024) dari beberapa database elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi desensitisasi sistematis efektif dalam mengurangi gangguan kecemasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan terapi desensitisasi sistematis yaitu tingkat motivasi terhadap individu untuk mengurangi kecemasan yang dialaminya, tingkat kesadaran diri akan cemas yang berlebihan, serta keterampilan terapis. Individu yang memiliki tingkat kecemasan yang masih rendah dan mendapatkan durasi atau sesi terapi yang lebih intensif maka hasilnya akan lebih baik. Peneliti ini memberikan pengetahuan mendalam mengenai pentingnya terapi Desentalisasi dalam mengatasi gangguan kecemasan serta implikasi terhadap intervensi psikologi. This study aims to determine the effectiveness of systematic desensitization therapy in reducing anxiety disorders. This study uses the systematic literature review method by exploring relevant data on how much research has been conducted by researchers on the effect of systematic desensitization therapy on anxiety disorders. Data were collected through searching articles published within the last seven years (2017-2024) from several electronic databases. The results showed that systematic desensitization therapy is effective in reducing anxiety disorders. Factors that influence success in conducting systematic desensitization therapy are the level of motivation for individuals to reduce the anxiety they experience, the level of self-awareness of excessive anxiety, and the skills of the therapist. Individuals who have low levels of anxiety and get more intensive duration or therapy sessions will have better results. This researcher provides in-depth knowledge about the importance of Decentalization therapy in overcoming anxiety disorders and implications for psychological interventions.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP LOYALITAS KERJA PADA KARYAWAN PT SOLUSI BANGUN INDONESIA – CILACAP PLANT Shevy Audrey Pradypta; Retno Dwiyanti
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1239

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap loyalitas kerja pada karyawan PT Solusi Bangun Indonesia – Cilacap Plant. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan PT Solusi Bangun Indonesia sejumlah 256 karyawan dengan teknik pengambilan sambel menggunakan teknik random sampling. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan skala loyalitas kerja, multifactor leadership questionnaire, dan skala budaya organisasi. Validitas alat ukur dalam penelitian ini menggunakan validitas isi. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS versi 25.00. Hasil uji analisis dengan uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap loyalitas kerja secara signifikan (F = 71.457 dan sig.(p) = 0,000, (p < 0,01)). Sumbangan efektif yang diberikan oleh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap loyalitas kerja sebesar 49%. Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini terdapat pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap loyalitas kerja pada karyawan PT Solusi Bangun Indonesia – Cilacap Plant. The study aimed to examine the effect of transformational leadership and organizational culture on job loyalty among employees at PT Solusi Bangun Indonesia, Cilacap Plant. The population in this study consisted of 256 employees of PT Solusi Bangun Indonesia, with the sample selected using the random sampling technique. This research employed a quantitative method. Data were collected using a job loyalty scale, a multifactor leadership questionnaire, and an organizational culture scale. The validity of the measurement instruments in this study was assessed using content validity. Data analysis was conducted using multiple linear regression tests with SPSS software version 25.00. The results of analysis tests using linear multiple regression tests show that there is a significant influence of transformational leadership and organizational culture on job loyalty (F = 71.457 and sig. (p) = 0.000, (p < 0.01)). The effective contribution made by transformational leadership and organizational culture together to job loyalty is 49%. It can be concluded that this study demonstrates the effect of transformational leadership and organizational culture on job loyalty among employees at PT Solusi Bangun Indonesia, Cilacap Plant.
SELF EFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP QUARTER LIFE CRISIS PADA EMERGING ADULTHOOD Tri Nawal Fauziah Jamal; Dzikria Afifah Primala Wijaya; Dyah Astorini Wulandari; Gisella Arnis Grafiyana
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1240

Abstract

Quarter life crisis adalah kondisi pada dewasa awal yang mengalami krisis seperti perasaan tidak berdaya, merasa ragu atas kemampuan diri, takut, dan cemas tentang adanya kegagalan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh self efficacy dan dukungan sosial keluarga terhadap quarter life crisis pada emerging adulthood di Purwokerto. Pengambilan sampel dilakukan terhadap 348 emerging adulthood dengan menggunakan teknik non probability sampling. Adapun hasil realiabilitas pada skala self efficacy sebesar α = 0,854. Pada skala dukungan sosial keluarga sebesar α = 0,858. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa variabel self efficacy dan dukungan sosial keluarga berpengaruh signifikan terhadap quarter life crisis dengan nilai R sebesar 0,716. Hasil penelitian dengan nilai kontribusi sebesar 71,8% pada self fficacy dan dukungan sosial keluarga yang mempengaruhi quarter life crisis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meningkatkan self efficacy dan memperkuat dukungan sosial keluarga dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengurangi risiko quarter life crisis pada emerging adulthood di Purwokerto. A quarter-life crisis is a condition in early adulthood characterized by helplessness, self-doubt, fear, and anxiety about potential future failures. This study aims to examine the impact of self-efficacy and family social support on quarter-life crisis among emerging adults in Purwokerto. The sample consisted of 348 emerging adults, selected using a non-probability sampling technique. The reliability of the self-efficacy scale was = 0.854, and the family social support scale was = 0.858. Data analysis was performed using multiple regression analysis. With a significance level of 0.000 0.05, the results indicate that self-efficacy and family social support significantly affect quarter-life crisis, with an R-value of 0.716. The study found that self-efficacy and family social support contribute 71.8% to the variance in quarter-life crises. The conclusion is that enhancing self-efficacy and strengthening family social support can effectively reduce the risk of a quarter-life crisis among emerging adults in Purwokerto.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN KECERDASANEMOSIONAL PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SAMPANG KABUPATEN CILACAP Nurhanna Afrisca Putri Husada; Nur’aeni; Rr. Setyawati; Gisella Arnis Grafiyana
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1241

Abstract

Permasalahan yang dialami oleh siswa SMA Negeri 1 Sampang Cilacap berkaitan dengan kualitas tidur dan kecerdasan emosional saat melaksanakan tugas sekolah akademik maupun non-akademik dan karakter siswa yang masih rendah. Penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan perilaku yang dimaksud yaitu seperti mudah marah, tidak nyaman secara psikologi atau dapat dikatakan siswa memiliki stress emosional. Kualitas tidur yang buruk akan mempengaruhi proses pembelajaran dan emosional siswa ketika di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kualitas tidur dengan kecerdasan emosional pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sampang Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling pada 181 siswa kelas XI. Alat ukur yang digunakan yaitu skala kecerdasan emosional dan skala kualitas tidur. Pada skala kualitas tidur diperoleh reliabilitas 0,700 dan pada skala kecerdasan emosional diperoleh reliabilitas 0,784. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kecerdasan emosional pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sampang dengan nilai signifikasi 0,001 < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa ada korelasi antara kualitas tidur dengan kecerdasan emosional pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sampang. The students at SMA Negeri 1 Sampang, Cilacap, face issues related to sleep quality and emotional intelligence, which affect their performance in academic and non-academic tasks as well as their overall character development. These issues manifest in behaviors such as irritability, psychological discomfort, and emotional stress. Poor sleep quality negatively impacts the learning process and students' emotional well-being at school. This study aims to examine the relationship between sleep quality and emotional intelligence among 11th-grade students at SMA Negeri 1 Sampang, Cilacap Regency. The study employed a simple random sampling technique, involving 181 11th-grade students. The instruments used were the Emotional Intelligence Scale and the Sleep Quality Scale, with reliability coefficients of 0.700 and 0.784, respectively. The results showed a significant relationship between sleep quality and emotional intelligence among 11th-grade students at SMA Negeri 1 Sampang, with a significance value of 0.001 0.05. Thus, it can be concluded that there is a correlation between sleep quality and emotional intelligence among 11th-grade students at SMA Negeri 1 Sampang.
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION YANG DIMEDIASI WORK ENGAGEMENT PADA TENAGA KERJA GENERASI Z DI KARAWANG Bayu Apriliansyah; Linda Mora; M. Choirul Ibad
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi variabel work engagement terhadap variabel stres kerja dan turnover intention pada tenaga kerja generasi Z di Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan convenience sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 349 orang. Populasi pada penelitian ini adalah tenaga kerja Generasi Z di Karawang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan disebarkan secara langsung menggunakan google formulir. Alat ukur yang digunakan yaitu Job Stress Scale (JSS), skala Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9), dan Turnover Intention Scale (TIS-6). Data dianalisis menggunakan JASP versi 0.16. Metode analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa work engagement tidak berperan sebagai mediator pengaruh stres kerja terhadap turnover intention (p = 0,379 > 0,05). Stres kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,001 < 0,05) dan work engagement berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,001 < 0,05). Namun, stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap work engagement (p = 0,356 > 0,05). This study aims to determine the mediating role of the work engagement variable on job stress and turnover intention among Generation Z workers in Karawang. It utilizes a quantitative method employing convenience sampling with a sample size of 349 individuals. The population consists of Generation Z workers in Karawang. Data collection was conducted using questionnaires distributed directly via Google Forms. The measurement tools used include the Job Stress Scale (JSS), the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9), and the Turnover Intention Scale (TIS-6). Data were analyzed using JASP version 0.16, employing path analysis. Hypothesis testing results indicated that work engagement does not mediate the relationship between job stress and turnover intention (p = 0.379 > 0.05). Job stress significantly influences turnover intention (p = 0.001 < 0.05), and work engagement significantly influences turnover intention (p = 0.001 < 0.05). However, job stress does not significantly influence work engagement (p = 0.356 > 0.05).
PERAN EMPATI DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP MORAL DISENGAGEMENT PADA NARAPIDANA KEJAHATAN SEKSUAL DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLASS IIA KARAWANG Siti Nurfauziah; Nuram Mubina; Puspa Rahayu Utami Rahman
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1243

Abstract

Kejahatan seksual menjadi bahasan serius pada satu dekade terakhir. Jenis kejahatan seksual semakin beragam dan angkanya terus meningkat tiap tahunnya. Begitu pula yang terjadi di Karawang dengan intensitas dilaporkan terjadinya kejahatan seksual sebanyak satu kali dalam satu minggu. Menurut data yang didapatkan dari lapas klass IIA Karawang sampai bulan Juli 2020 tercatat ada 80 orang narapidana dengan kasus kejahatan seksual. Salah satu faktor individu melakukan kejahatan seksual adalah karena hilangnya moral yang mereka miliki dan membebaskan diri dari sanksi dan rasa bersalah atas kejahatan yang telah dilakukan hal ini disebut moral disengagement. Moral terkait dengan kecerdasan emosional yang dimiliki individu terutama empati, dan berkaitan juga dengan bagaimana individu menggunakan pusat kontrol kehiduapannta atau disebut juga locus of control. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana peran empati dan locus of control terhadap moral disengagement. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, teknik yang digunakan adalah sample jenuh dengan menjadikan seluruh populasi sebagai sample yaitu 80 narapidana. Pengambilan data menggunakan tiga skala likert yaitu skala empati, skala locus of control, dan skala moral disengagement. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa empati berperan negatif terhadap moral disengagement artinya semakin tinggi empati semakin tidak aktif moral disengagement dengan nilai peran sebesar 26%, dan locus of control menunjukan peran positif terhadap moral disengagement dengan nilai peran sebesar 14% dan didominasi oleh locus of control eksternal. Pada kedua variabel X memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000 lebih kecil dari 0,05 atau p< 0,05. Sexual crimes have been a serious discussion in the last decade. The type of sexual crime is increasingly diverse and the number of crimes always increases annually. Similarly, it happened in Karawang with the intensity of the reported occurrence of sexual crimes once a week. According to the data obtained from the correctional institution of klass IIA Karawang until July 2020 recorded there were 80 people convicts with the case of sexual crimes. One factor of individuals committing sexual crimes was because of the moral loss they had and freed themselves from sanctions and guilt over the crimes that no passive voice had done that called moral disengagement. The Moral is related to the emotional intelligence the individual has especially empathy for and relates also to how humans saw their life that’s locus of control. The research was conducted to see how the role of empathy and locus of control against moral disengagement. The method used in this research is quantitative. The technique used is a saturated sample by making the whole population as a sample of 80 prisoners. Data retrieval using three Likert scales is the empathy scale, locus of control scale, and moral disengagement scale. Analysis of this research data uses multiple regression analyses. Based on the results of data analysis shows that empathy plays a negative role in moral disengagement. It means the higher empathy of the less active moral disengagement with the role value by 26%. Locus of control shows a positive role in moral disengagement with a role value of 14% and is dominated by an external locus of control. In both variables X has a significance value of 0.000 smaller than 0.05 or P < 0.05.
PENGARUH SCHOOL WELL-BEING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TELUKJAMBE KARAWANG Wishal Zaelani Apryansyah; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Telukjambe Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Telukjambe karawang sebanyak 352 siswa dan sampel sebanyak 187 siswa. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis accidental sampling. Populasi siswa terdiri dari siswa kelas XI menjadi subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan dua skala psikologi. Untuk mengukur school well-being menggunakan skala yang diadopsi dari Lathifah dkk. (2021) dengan 26 aitem valid sebesar (ɑ = 0.860). Untuk mengukur motivasi belajar menggunakan skala yangdiadopsi dari Nuraini (2021) dengan 25 aitem valid sebesar (ɑ = 0.867). Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana menunjukan nilai signifikan sebesar 0.000 (sig. <0.05) artinya terdapat pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji koefisien determinasi sebesar 0,274 atau pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar sebesar 27,4% This study aims to determine the effect of school well-being on learning motivation in class XI students of SMA Negeri 1 Telukjambe Karawang. This study uses a quantitative approach. The population in this study were grade XI students of SMA Negeri 1 Telukjambe Karawang as many as 352 students and a sample of 187 students. The sampling method used is non probability sampling with accidental sampling type. The student population consists of grade XI students being the subject of research. This study used two psychological scales. To measure school well-being using a scale adopted from Lathifah et al. (2021) with 26 valid items of (ɑ = 0.860). To measure learning motivation using a scale adopted from Nuraini (2021) with 25 valid items of (ɑ = 0.867). Data analysis using simple linear regression analysis shows a significant value of 0.000 (sig. <0.05), meaning that there is an effect of school well-being on learning motivation, which means Ha is accepted and Ho is rejected. The test result of the coefficient of determination is 0.274 or the effect of school well-being on learning motivation is 27.4%.

Page 12 of 13 | Total Record : 130