cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Academic Physiotherapy Conference Proceeding
ISSN : -     EISSN : 28097475     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Academic Physiotherapy Conferences are a series of activities that include international seminars and call papers. This activity aims to improve literacy and scientific publications of physiotherapy which specifically discuss cases related to problems of function and movement of the human body
Articles 34 Documents
Search results for , issue "2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding" : 34 Documents clear
Assosiasi Profil Lipid terhadap Peningkatan Nyeri pada Kronik Low Back Pain: Tinjauan Sistematis Putri, Sulista; Komalasari, Dwi Rosella
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Nyeri punggung bawah kronis (Chronic Low Back Pain/CLBP) merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Selain faktor mekanis, faktor metabolik seperti dislipidemia mulai dianggap berkontribusi dalam memperburuk gejala nyeri. Profil lipid abnormal, seperti peningkatan kadar LDL dan penurunan HDL, diduga berperan dalam mekanisme inflamasi sistemik yang dapat memperparah persepsi nyeri. Namun, hubungan antara profil lipid dan peningkatan intensitas nyeri pada CLBP belum sepenuhnya dipahami.Method: Tujuan dari tinjauan sistematis ini adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis asosiasi antara profil lipid (total kolesterol, LDL, HDL, dan trigliserida) terhadap peningkatan nyeri pada penderita CLBP. Penelusuran literatur dilakukan pada lima basis data elektronik utama: PubMed, Scopus, ScienceDirect, Web of Science, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi: "chronic low back pain", "lipid profile", "cholesterol", "HDL", "LDL", "triglyceride", dan "pain intensity". Proses seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA dengan penyaringan berdasarkan tahun publikasi (2020-2025), bahasa (Inggris/Indonesia), dan relevansi topik. Setelah proses identifikasi dan skrining, dari total 218 artikel yang ditemukan, 38 artikel lolos tahap penyaringan awal. Selanjutnya, setelah dilakukan evaluasi kualitas dan pengecekan duplikasi, sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi direview secara menyeluruh.Result: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian besar studi yang direview melaporkan adanya korelasi positif antara dislipidemia terutama tingginya kadar LDL dan rendahnya HDL- dengan peningkatan intensitas nyeri pada penderita CLBP. Mekanisme yang mendasari korelasi ini mencakup peningkatan respons inflamasi, disfungsi endotel vaskular, dan gangguan perfusi jaringan spinal. Namun, terdapat variabilitas metodologi dalam pengukuran nyeri dan parameter lipid antar studi yang memengaruhi kekuatan.Conclusion: Tinjauan sistematis ini menyimpulkan bahwa terdapat bukti yang mendukung adanya hubungan asosiasi antara profil lipid yang abnormal dan peningkatan nyeri pada pasien dengan CLBP. Pemantauan dan manajemen profil lipid dapat menjadi strategi tambahan dalam penanganan nyeri kronis punggung bawah. Studi prospektif dengan desain yang lebih terstandar diperlukan untuk memastikan hubungan sebab akibat dan mengevaluasi efektivitas intervensi metabolik dalam mengurangi nyeri CLBP.
Efektivitas Sit-To-Stand Exercise dalam Menurunkan Risiko Jatuh pada Lansia: Literature Review Zulfah, Khairina; Komalasari, Dwi Rosella
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup mereka. Penurunan kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas menjadi faktor utama peningkatan risiko jatuh. sit-to-stand (STS) exercise dikenal sebagai exercise sederhana yang berfokus pada peningkatan kekuatan otot tungkai dan fungsi fungsional.Metode: penulisan artikel ini menggunakan metode literature review melalui dua database, yaitu PubMed dan Science Direct pada 07 Juni 2025 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat 2.494 artikel yang ditemukan, kemudian dilakukan seleksi dan diperoleh 3 artikel untuk dilakukan review akhir.Tujuan: untuk mengetahui efektivitas sit-to-stand exercise untuk menurunkan risiko jatuh pada lansia melalui literature review.Hasil: Tiga studi menunjukkan bahwa STS exercise, baik dilakukan secara mandiri maupun dikombinasikan dengan strategi lain (seperti visual feedback dan suplemen protein), mampu meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, kemampuan berjalan, dan fungsi mobilitas. Hasil ini menunjukkan perbaikan parameter fungsional yang berkaitan erat dengan penurunan risiko jatuh pada lansia.Kesimpulan: Sit-to-stand exercise efektif meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan lansia, sehingga berpotensi menurunkan risiko jatuh. Intervensi ini sederhana dan dapat diterapkan di berbagai komunitas lansia.
Hubungan Derajat Keparahan Stroke dengan Status Kognitif dalam Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke: Systematic Review Safitri, Lela Lutfiana; Rahayu, Umi Budi
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Stroke adalah gangguan pembuluh darah otak yang mengakibatkan gejala hilangnya fungsi system saraf pusat. Gangguan yang terjadi pada pasien stroke dikelompokkan berdasarkan area otak yang mengalami lesi. Hal tersebut dapat berupa kelumpuhan satu sisi tubuh yang mengurangi control tonus otot, gangguan sensorik, gerakan tubuh, postur, dan keseimbangan tubuh, sehingga dapat mengurangi kemampuan melakukan gerakan fungsional.Methode: artikel ini menggunakan metode telaah sistematis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari, mendokumentasikan, dan mengkaji ulang semua artikel yang terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara tingkat keparahan stroke dengan fungsi kognitif. Pencarian dan pemilihan artikel dalam penelitian ini berdasarkan metode Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan.Result: Berdasarkan hasil pengumpulan artikel jurnal dan pemilihan kelayakannya sesuai variabel yang akan diteliti dengan kriteria inklusi data untuk membatasi artikel dengan desain tertentu, maka tahap selanjutnya adalah analisis artikel. Berikut ini adalah penjelasan dari 9 artikel yang telah dianalisis oleh penulis. Artikel jurnal penelitian yang dianalisis memiliki rentang tahun terbit 2014 - 2022, yaitu berdasarkan nama penulis, tahun terbit, jenis penelitian, responden, intervensi, dan hasil utama. Dari tabel di atas, secara keseluruhan merupakan jenis penelitian eksperimen.Penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan stroke atau serangan iskemik transien (TIA) mengalami penurunan fungsi kognitif global dan sebagian besar domain lainnya secara keseluruhan (p<0,001), kecuali domain memori verbal (p=0,647).31 Riwayat stroke yang diketahui meningkatkan risiko demensia Alzheimer (AD) hingga 59%.32 Sebuah studi kohort prospektif di Swedia yang meneliti fungsi kognitif selama tahun pertama setelah stroke menemukan bahwa penurunan kognitif setelah stroke, secara umum, meningkat dalam tiga bulan pertama.33 Rosebud, dkk., menemukan bahwa hanya 38% (n=201) pasien MCI, terlepas dari etiologinya, mampu kembali ke fungsi kognitif normal dan 65% pasien akan mengalami peningkatan risiko 6,6 kali lipat untuk mengalami demensia [Rasio bahaya (HR): 6,6, p<0,001.
The Effectiveness of Neuromuscular Taping (NMT) and Combination of Physiotherapy Exercise in Improving Microsirculation, Balance and Mobiliy: Systematic Review Dewi, Asri Seftika; Rahayu, Umi Budi
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intoduction: Diabetes Millitus yang tidak terkontrol akan mengakibatkan komplikasi seperti penyakit jantung, nefropati, retinopati, cedera kaki diabetik, neuropati serta arteri perifer, yang disebabkan oleh aterosklerosis pada penyakit pembuluh darah perifer yang berdampak pada menurunnya aliran darah ke ekstremitas bawah yang ditandai dengan penurunan Ankle Brachial Index (ABI). Penurunan Microsirculation akan mempenaruhi balance dan mobility pada pasien dengan diabetes millitus.Method: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review) menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait intervensi untuk Neuromuscular Tapping (NMT) dan Exercise Therapy dalam meningkatkan microsirculation, Balance and Mobility melalui analisis data sekunder.Result: Hasil review menunjukkan bahwa NMT dapat meningkatkan mikrosirkulasi dengan memperbaiki aliran darah melalui efek mekanis pada jaringan lunak. Senam kaki diabetik dan latihan fisioterapi lainnya terbukti efektif meningkatkan keseimbangan dan mobilitas melalui peningkatan kekuatan otot dan propriosepsi. Kombinasi NMT dengan fisioterapi memberikan efek sinergis, memperkuat mekanisme perbaikan mikrosirkulasi dan fungsi neuromuskular yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggalConclusion: Exercise Therapy and Neuromuscular Tapping (NMT) menjadi salah satu pengobatan non-farmakologi dan efektif meningkatkan mikrosirkulasi, keseimbangan, dan mobilitas pada pasien Diabetes Mellitus. Kombinasi terapi memberikan manfaat lebih besar dibandingkan intervensi tunggal.
Physiotherapy Management in Case of Osteoarthritis Genu Dextra Grade 1: A Case Report Widyastuti, Anggitya; Naufal, Adnan Faris; Yanuar, Reza Arshad
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Osteoarthritis (OA) genu merupakan salah satu penyebab utama disabilitas pada populasi lanjut usia. Meskipun gejalanya sering muncul sejak stadium awal, OA grade 1 sering kali tidak ditangani secara aktif, padahal penanganan dini berpotensi mencegah progresi penyakit. Fisioterapi multimodal dapat menjadi pendekatan efektif dalam mengatasi nyeri dan meningkatkan fungsi aktivitas pada pasien OA.Case Presentation: Seorang perempuan usia 52 tahun dengan diagnosis OA genu dextra grade 1 menjalani fisioterapi sebanyak empat sesi selama dua minggu. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah terapi menggunak NPRS, MMT, dan WOMAC.Management and Outcome: Melaporkan respons klinis pasien OA genu dextra grade 1 terhadap kombinasi intervensi yaitu Ultrasound (US), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), serta latihan Open Kinetic Chain (OKC) dan Close Kinetic Chain (CKC).Result: Adanya penurunan skor NPRS pada nyeri saat gerak (6 menjadi 3), nyeri tekan (4 menjadi 2), dan nyeri istirahat (1 menjadi 0). Kekuatan otot meningkat dari MMT skor 4 menjadi 5. Skor WOMAC menunjukkan penurunan dari 42 menjadi 23, menandakan perbaikan fungsi aktivitas harian.Conclusion: Kombinasi fisioterapi US, TENS, OKC, dan CKC berpotensi memberikan manfaat klinis jangka pendek bagi pasien OA genu grade 1. Namun, temuan ini bersifat deskriptif dan perlu dikaji lebih lanjut melalui studi eksperimental dengan sampel yang lebih besar.
Management Fisioterapi pada Kasus post Orif 1/3 Distal Radius di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo Panrus, Ali Imroni Muhammad; Rahayu, Umi Budi; Putra, Guntur Rusmana
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Fraktur merupakan gangguan pada kesinambungan struktur tulang. Umumnya, ketika mengalami kecelakaan, tangan secara otomatis menjadi korban untuk menopang atau menahan beban saat jatuh, dan dengan posisi tangan yang sedikit terputar, fraktur 1/3 distal radius dapat terjadi. Inframerah mampu menghasilkan panas lokal yang bersifat superfisial dan disarankan untuk kondisi subakut guna mengurangi rasa sakit dan peradangan. Pemijatan merupakan teknik terapi yang memanfaatkan gerakan tangan atau alat pada jaringan tubuh yang lembut, dengan keahlian gerakan tangan yang bertujuan untuk meraih kenyamanan dan menjaga kesehatan.Case Presentation: Desain penelitian ini dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memahami manajemen fisioterapi dalam kasus pasca ORIF 1/3 radius distal. Penelitian ini dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo pada seorang pria berinisial Tn. A.S yang berusia 44 tahun, bekerja di sektor swasta, tinggal di Songgorunggi Desa Kepuh Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. Pasien mengunjungi poli fisioterapi dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan kanan dan kaku saat digerakkan.Management and Outcome: Pasien menerima pijatan dan latihan terapi selama 1 minggu dengan 3 pertemuan, serta dosis 3 kali dalam 4 minggu dengan durasi setiap sesi 10-15 menit. Evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan Rentang Gerak (ROM), Pengujian Otot Manual, Skala Penilaian Numerik dan WHDI.Conclussion: Setelah menjalani intervensi dengan masase dan terapi latihan sebanyak 3 kali pertemuan, diperoleh hasil perubahan yang cukup signifikan.
Management of Physiotherapy in Pre and post Mitral Valve Replacement e.c. Mitral Regurgitation: A Case Study Mutiara, Dwi; Pristianto, Arif; Setiawan, Purnomo Gani
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Manajemen fisioterapi pada pasien dengan kondisi pre dan post operasi penggantian katup mitral akibat regurgitasi mitral memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan fungsi respirasi, aktivitas fungsional, dan kemampuan fisik. Penelitian ini merupakan studi kasus yang melibatkan evaluasi klinis pada tiga titik waktu: sebelum terapi (T0), setelah terapi awal (T1), dan pasca terapi lanjutan (T2). Program fisioterapi meliputi latihan pernapasan, spirometri, mobilisasi dini, latihan ROM, dan edukasi home programPurpose: Penelitian ini bertujuan untuk mengisi gap of knowledge dengan mengevaluasi efek fisioterapi pada pasien dengan kondisi pre dan post operasi penggantian katup mitral akibat regurgitasi mitral.Case Presentation: Seorang ibu rumah tangga 42 tahun menjalani operasi penggantian katup mitral di RS Kariadi akibat regurgitasi mitral yang menyebabkan nyeri dada, sesak napas, dan batuk berdahak kronis.Management and Outcome: Pasca operasi, pasien mendapat fisioterapi berupa latihan pernapasan, mobilisasi, dan ROM untuk mempercepat pemulihan. Evaluasi dilakukan menggunakan NRS, 6MWT, spirometri, dan tanda vital. Hasil awal menunjukkan nyeri ringan, jarak tempuh 252 m (6MWT), volume paru 1,5 liter, dan SpO2 93%. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas fisioterapi terstruktur terhadap pemulihan pasien. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kapasitas paru, dengan volume inspirasi meningkat dari 1000 ml (T0) menjadi 2000 ml (T2). Skor Indeks Barthel meningkat dari 11 (T0) menjadi 19 (T2), menandakan perbaikan signifikan dalam aktivitas fungsional. Kemampuan fisik juga membaik, tercermin dari hasil 6 Minute Walk Test (6MWT) sejauh 252 meter pada T2. Parameter laboratorium mendukung proses pemulihan, seperti peningkatan hemoglobin dari 10,8 g/dL (T0) menjadi 11,6 g/dL (T2).Conclusion: intervensi fisioterapi yang terstruktur dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam pemulihan pasien pre dan post operasi penggantian katup mitral. Studi ini menggarisbawahi pentingnya manajemen fisioterapi sebagai bagian integral dari perawatan multidisiplin pada pasien kardiovaskular.
Effektivitas Pelvic Floor Exercise pada Kasus post Sectio Caesarea: A Case Report Rizwana, Fifi Nursyifa; Wijianto, W; Muflihah, Nurul
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Peran fisioterapi dalam mengatasi kelemahan otot panggul pada ibu post sectio caesarea yaitu secara manual, menggunakan pelatihan fungsi gerak tubuh. Dengan menggunakan metode menggunakan intervensi fisioterapi yang dapat menunjukkan program latihan pada ibu post partum, hal itu mampu dilakukan dengan mandiri sebagai tujuan mengurangi rasa nyeri, meningkatkan pemulihan dan meningkatkan kekuatan otot panggul pasca melahirkan.Case Presentation: Seorang ibu berusia 30 tahun telah melakukan operasi section caesarea datang ke fisioterapi dengan keluhan pasien merasakan nyeri, mengalami kelemahan kekuatan otot panggul dan penurunan kemampuan fungsional.Management and Outcome: Intervensi fisioterapi yang diberikan yaitu Pelvic floor exercise, latihan mengontraksikan perineum atau seperti menahan buang air kecil (BAK) dengan menahan selama 15 detik atau semampunya pasien menahan, lalu dirileksasikan selama 5 detik, dengan dosis 8 repetisi dalam 2 set per sesi terapi. Pengukuran dilakukan dengan beberapa parameter, yaitu tingkat nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS), kekuatan otot dengan Manual Muscle Testing (MMT), serta kemampaun fungsional menggunakan Kenny Selfcare Index. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan, peningkatan kekuatan otot dari MMT 2 hingga MMT 3, dan peningkatan kemampuan fungsional aktivitas sehari-hari.Discussion: Peningkatan aktivitas fungsional pada pasien terjadi karena adanya penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, dan peningkatan kemampuan fungsional sehingga dapat dikatakan bahwa Exercise Fisioterapi berupa pelvic floor dapat meningkatkan aktivitas fungsional pasien akibat problematika yang ada.Conclussion: latihan pelvic floor memberikan dampak positif pada pemulihan pasien pasca operasi sectio caesarea dengan kondisi kelemahan pada otot panggul.
Manajemen Fisioterapi pada Kasus pasca Laparotomi Debulking Histerektomi Total Salpingooforektomi Bilateral Limfadenektomi Pelvic Kanan: Studi Kasus Maharani, Klarisa Salsa Bila; Maghfiroh, Rinna Ainul; Muflihah, Nurul
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Neoplasma ovarium kistik merupakan salah satu tumor ginekologis yang sering memerlukan tindakan pembedahan mayor seperti laparotomi debulking dan histerektomi total. Prosedur ini berdampak besar pada sistem muskuloskeletal dan fungsi dasar tubuh, termasuk nyeri, gangguan pernapasan, serta penurunan kemampuan fungsional.Case Presentation: Pasien perempuan usia 39 tahun didiagnosis dengan neoplasma ovarium kistik susp. maligna dan menjalani prosedur pembedahan berupa laparotomi debulking, histerektomi total, salpingooforektomi bilateral, omentektomi, dan limfadenektomi pelvic kanan. Pasien mengalami keluhan nyeri hebat pascaoperasi, keterbatasan mobilisasi, gangguan pernapasan, serta belum mampu buang angin.Management and Outcome: Intervensi fisioterapi dilakukan sejak pre-operasi hingga tiga hari pascaoperasi, terdiri dari deep breathing exercise, general active exercise, abdominal strengthening, pelvic floor exercise, mobilisasi bertahap, dan edukasi postur. Evaluasi menunjukkan penurunan nyeri (NRS diam dari 6 ke 0), peningkatan kekuatan otot abdomen (MMT dari 1 ke 3), perbaikan kontrol pernapasan (Borg Scale dari 3 ke 0.5), serta peningkatan skor Kenny Self Care Index pada kemampuan fungsional dasar pasienDiscussion: Intervensi fisioterapi yang diberikan terbukti efektif dalam menurunkan nyeri dan sesak napas, serta meningkatkan kekuatan otot dan kapasitas fungsional. Latihan seperti abdominal strengthening dan pelvic floor exercise mendukung stabilisasi core dan kontrol kandung kemih. Mobilisasi dini mempercepat pemulihan, dan edukasi postur membantu mencegah komplikasi gerak dan nyeri.Conclusion: Fisioterapi pascaoperasi mayor ginekologis yang diberikan secara bertahap dan komprehensif berperan penting dalam mempercepat pemulihan fisik, mengurangi keluhan, dan meningkatkan kemandirian aktivitas pasien.
Pengaruh Terapi Rehabilitasi terhadap Visuomotor Neuronal Plasticity pada Pasien Stroke dengan Diabetes Millitus: Systematic Review Pratiwi, Citra Dewi Loh Budi; Rahayu, Umi Budi
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Stroke merupakan penyebab utama keterbatasan neurologis dan sering disertai gangguan fungsi visuomotor. Komorbiditas diabetes melitus (DM) memperparah kondisi ini melalui gangguan vaskular dan metabolik kronis yang menghambat proses pemulihan dan mengurangi kapasitas plastisitas neuronal. Terapi rehabilitasi diketahui dapat merangsang reorganisasi saraf dan memperkuat konektivitas neuron, namun efektivitasnya pada pasien stroke dengan DM masih perlu ditelaah lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi rehabilitasi terhadap plastisitas neuronal visuomotor pada pasien stroke dengan DM. Methode: penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis yang menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi bukti ilmiah yang ada mengenai pengaruh terapi rehabilitasi terhadap plastisitas neuronal visuomotor pada pasien stroke dengan diabetes melitus (DM). Studi ini disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk menjamin informasi dan penulusuran proses seleksi artikel. Pencarian disesuaikan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta sumber data melalui pencarian Pubmed,PMC dan google scholar dengan total 250 artikel ditemukan. Rentang publikasi dari tahun 2020-2025 dan disaring berdasarkan skrening hingga didapatkan 5 artikel jurnal yang masuk analisis sistematis. Conclussion: terapi rehabilitasi berperan penting dalam mendukung plastisitas neuronal visuomotor pada pasien stroke dengan DM. Namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh jenis intervensi yang diterapkan serta kondisi metabolik pasien. Penyesuaian terapi berdasarkan status glikemik dan neurofisiologis individu diperlukan untuk mengoptimalkan pemulihan neurologis secara menyeluruh.

Page 3 of 4 | Total Record : 34