cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281360936699
Journal Mail Official
blendsains@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Blend Sains Jurnal Teknik
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 29647347     DOI : https://doi.org/10.56211/blendsains
Blend Sains Jurnal Teknik merupakan jurnal yang membahas rumpun ilmu teknik, jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan ilmu teknik. Blend Sains Jurnal Teknik terbit 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli, Oktober, Januari dan April. Terbitan pertama adalah bulan Juli 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Blend Sains Jurnal Teknik menerima naskah dengan topik Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Arsitektur, dan Teknik Industri.
Articles 234 Documents
Implementasi Algoritma DCT (Discrete Cosine Transform) dan K-Means Clustering untuk Kuantisasi Warna pada Konversi Citra JPG ke Format GIF Sumita Wardani; Andi Zulherry; Karina Andriani; Ichsan Firmansyah
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1865

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan penyimpanan dan transmisi citra digital yang efisien mendorong penelitian di bidang kompresi citra dan teknik kuantisasi warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma Discrete Cosine Transform (DCT) yang dikombinasikan dengan K-Means Clustering untuk kuantisasi warna dalam proses konversi citra JPG ke format GIF. Algoritma DCT digunakan untuk mereduksi komponen frekuensi tinggi pada citra guna meningkatkan efisiensi data, sementara algoritma K-Means Clustering diterapkan untuk menghasilkan palet warna yang optimal sesuai dengan batasan format GIF, yaitu maksimal 256 warna. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dan mengimplementasikan sistem menggunakan bahasa pemrograman Python pada platform Google Colab. Parameter evaluasi yang digunakan meliputi Mean Squared Error (MSE), Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR), dan ukuran file. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses DCT berhasil mengurangi ukuran file dari 1347,83 KB menjadi 1198,46 KB, dengan nilai MSE sebesar 42,3175 dan nilai PSNR sebesar 31,8692 dB. Proses kuantisasi K-Means dengan 256 klaster menghasilkan nilai MSE sebesar 47,6381 dan nilai PSNR sebesar 31,3504 dB, dengan ukuran file sebesar 5124,70 KB. Eksperimen lanjutan dengan jumlah klaster yang berbeda menunjukkan bahwa pengurangan jumlah klaster menurunkan ukuran file namun juga menurunkan kualitas citra; GIF dengan 8 klaster menghasilkan ukuran file terkecil, yaitu 684,35 KB, dengan nilai PSNR sebesar 25,9143 dB. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi algoritma DCT dan K-Means dapat secara efektif mengkonversi citra JPG ke format GIF, meskipun terdapat pertukaran (trade-off) antara efisiensi ukuran file dan kualitas visual citra.
Pengaruh Heat Input Pengelasan GTAW terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Pipa SS 304 Ahmad Furqon Ramadhani; Viktor Naubnome; Farradina Choria Suci
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1689

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh tiga kondisi parameter Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) terhadap sifat mekanik dan struktur mikro pipa Stainless Steel 304. Pengelasan posisi 1G menggunakan arus 55 A, 60 A, dan 65 A, kecepatan 6 cm/menit, filler ER308, serta gas pelindung argon. Berdasarkan setting tegangan mesin 90 V, ketiga kondisi diberi kode heat input nominal 49,5 kJ/cm, 54,0 kJ/cm, dan 58,5 kJ/cm; nilai tersebut belum merepresentasikan heat input bersih karena tegangan busur aktual dan efisiensi termal tidak direkam. Pengujian meliputi kekerasan Vickers pada weld metal (WM), heat-affected zone (HAZ), dan base metal (BM), uji tarik tiga replikasi per kondisi, serta metalografi 200×. Kekerasan HAZ menurun dari 165,3 HV menjadi 162,6 HV dan 158,3 HV seiring peningkatan kondisi arus. Rerata kekuatan tarik berturut-turut sebesar 634 MPa, 592 MPa, dan 596 MPa, sedangkan regangan menurun dari 40,0% menjadi 36,3% dan 34,6%. Citra mikro memperlihatkan perbedaan morfologi solidifikasi pada WM dan kecenderungan pengasaran fitur mikro pada HAZ, sementara BM relatif stabil. Kondisi 55 A memberikan kombinasi kekuatan tarik, regangan, dan kekerasan HAZ terbaik di antara kondisi yang diuji, tetapi penetapan heat input optimum memerlukan pengukuran tegangan busur aktual.
Pemodelan dan Simulasi Perpindahan Panas Konveksi pada Panel Surya Menggunakan Metode CFD dengan Pendingin Kipas DC Muhammad Edgar Gazanata; Jojo Sumarjo; Deri Teguh Santoso
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1690

Abstract

Temperatur operasi yang tinggi menurunkan daya dan efisiensi modul fotovoltaik, sehingga diperlukan sistem pendinginan yang mampu meningkatkan pelepasan panas secara konvektif. Penelitian ini memodelkan distribusi suhu dan aliran udara pada panel surya berukuran 1,44 m × 0,77 m yang didinginkan menggunakan kipas DC. Tiga geometri rongga pengarah aliran, yaitu kotak, setengah lingkaran, dan segitiga, dianalisis menggunakan ANSYS Fluent dengan intensitas radiasi rata-rata 614 W/m². Model divalidasi terhadap data eksperimen dan menghasilkan mean absolute error sebesar 3,55 K serta galat relatif 1,14%. Pada kecepatan inlet 7,92 m/s, rongga segitiga menghasilkan suhu rata-rata panel terendah sebesar 38,15°C dan laju perpindahan panas tertinggi 202 W. Rongga setengah lingkaran menghasilkan suhu rata-rata 39,25°C dan 185 W, sedangkan rongga kotak menghasilkan 40,35°C dan 172 W. Variasi kecepatan menunjukkan bahwa 7,92 m/s memberikan performa pendinginan terbaik, sedangkan 6 m/s masih mempertahankan aliran yang relatif merata. Hasil penelitian menegaskan bahwa optimasi geometri rongga dan kecepatan kipas dapat meningkatkan kinerja termal panel surya.
Pengembangan Strategi Pemasaran Business-to-Consumer (B2C) di PT Triguna Pratama Abadi Menggunakan Porter’s Five Forces dan Analisis SWOT Nadia Rofidah; Risma Fitriani
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1691

Abstract

Transformasi digital, peningkatan kesadaran lingkungan, dan penguatan regulasi pengelolaan sampah yang mengandung B3 membuka peluang bagi perusahaan jasa pengelolaan limbah untuk menjangkau konsumen akhir. PT Triguna Pratama Abadi yang selama ini berfokus pada pasar Business-to-Business (B2B) perlu menilai kelayakan pengembangan pasar Business-to-Consumer (B2C). Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur persaingan industri, mengevaluasi faktor internal dan eksternal perusahaan, serta merumuskan prioritas strategi pemasaran B2C. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui Porter’s Five Forces, SWOT, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan matriks Internal–External (IE). Hasil Porter’s Five Forces menunjukkan hambatan masuk formal relatif tinggi karena tuntutan legalitas dan kapabilitas teknis, sedangkan daya tawar konsumen dan ancaman layanan informal atau substitusi cenderung tinggi. Skor IFE sebesar 3,00 menunjukkan posisi internal kuat, sementara skor EFE sebesar 2,85 menunjukkan respons eksternal pada kategori sedang. Kombinasi kedua skor menempatkan perusahaan pada Sel IV matriks IE dengan arah strategi grow and build. Strategi prioritas mencakup pengembangan kanal pemesanan digital, paket layanan rumah tangga sesuai ruang lingkup perizinan, promosi edukatif, kemitraan dengan pemerintah dan komunitas, serta efisiensi operasional untuk membentuk harga yang kompetitif.
Analisis Preventive Maintenance Menggunakan Metode Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR) pada Mesin Wire Rope Hoist Crane di PT Wika Beton Tbk Plant Karawang Bayu Adzikri Ramadhan; Thomas Wu; Fahriza Nurul Azizah
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1711

Abstract

  Penelitian ini menganalisis kebijakan preventive maintenance pada mesin Wire Rope Hoist Crane di PT WIKA Beton Tbk Plant Karawang menggunakan indikator Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR). Data historis periode Januari 2024 sampai Januari 2025 menunjukkan total waktu operasi 3.320 jam, 10 kejadian kerusakan, dan total downtime 15 jam; downtime maksimum pada satu kejadian sebesar 2,5 jam. Perhitungan yang dikoreksi menghasilkan MTBF 332 jam dan MTTR 1,5 jam. Dengan pola operasi 10 jam per hari, MTBF tersebut ekuivalen dengan 33,2 hari operasi. Sebagai interval konservatif sebelum rata-rata kerusakan tercapai, preventive maintenance direkomendasikan setiap 320 jam operasi atau 32 hari operasi. Rekomendasi dilengkapi dengan pencatatan jam operasi, inspeksi komponen kritis, dan evaluasi MTBF-MTTR secara berkala. Hasil penelitian menjadi baseline deskriptif untuk memperbaiki pengendalian pemeliharaan dan perlu dievaluasi kembali setelah beberapa siklus penerapan.
Analisis Deskriptif Persepsi Karyawan terhadap Kepemimpinan, Aspek Usia dalam Pekerjaan, dan Kinerja Karyawan pada PT NFA Surya Sukmaharto Putra; Don Arges Panjaitan
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1712

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi karyawan terhadap kepemimpinan, aspek usia dalam pekerjaan, dan kinerja karyawan pada PT NFA setelah perampingan struktur organisasi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan total sampling terhadap 50 karyawan. Pemeriksaan laporan mentah menunjukkan bahwa satu baris jawaban tidak tercantum pada masing-masing blok variabel, sehingga analisis setiap konstruk menggunakan 49 respons yang dapat diolah. Uji validitas Pearson item-total menunjukkan 14 dari 15 item memenuhi r tabel 0,282, sedangkan item pengalaman (X2.2) memperoleh r = 0,270. Nilai Cronbach’s alpha untuk kepemimpinan, aspek usia dalam pekerjaan, dan kinerja masing-masing sebesar 0,236; -0,121; dan -0,310, sehingga konsistensi internal instrumen belum memadai. Analisis indeks persentase pada tingkat indikator menunjukkan rata-rata kepemimpinan 60,08%, aspek usia dalam pekerjaan 57,63%, dan kinerja karyawan 60,41%; seluruhnya berada pada kategori sedang. Indikator tertinggi ialah motivasi 64,49%, kelelahan 59,59%, dan target kerja 65,71%. Temuan harus ditafsirkan sebagai deskripsi item, bukan bukti pengaruh atau ukuran konstruk yang telah reliabel. Perusahaan dapat menggunakan hasil ini sebagai pemetaan awal, sedangkan penelitian lanjutan perlu memperbaiki redaksi item, melengkapi data yang hilang, menguji ulang instrumen, dan melakukan pengumpulan data kembali sebelum analisis inferensial.
Analisis Efisiensi Biaya Bahan Baku Semen OPC Menggunakan Metode Material Requirement Planning Lot for Lot (MRP-LFL) dan Just in Time (JIT) pada PT ABC Thomas Wu; Bayu Adzikri Ramadhan
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1713

Abstract

  Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi biaya pengadaan bahan baku semen OPC (Ordinary Portland Cement) pada PT ABC, perusahaan manufaktur beton pracetak di Karawang. Penelitian membandingkan sistem pengadaan eksisting dengan Material Requirement Planning berteknik Lot for Lot (MRP-LFL) dan Just in Time (JIT). Data sekunder dari Departemen Perencanaan dan Evaluasi Produksi selama April 2025 meliputi kebutuhan harian, volume pemesanan, tanggal kedatangan, lead time, dan sisa stok. Hasil analisis menunjukkan bahwa MRP-LFL mampu menekan sisa stok akhir dari 30.025 kg menjadi 0 kg. Simulasi JIT menurunkan biaya penyimpanan dari Rp2.400.000 menjadi Rp300.000 per bulan, sehingga menghasilkan penghematan Rp2.100.000 atau 87,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa MRP-LFL efektif untuk menyelaraskan kuantitas pemesanan dengan kebutuhan aktual, sedangkan JIT memperkuat efisiensi biaya melalui pengadaan tepat waktu. Integrasi keduanya direkomendasikan dengan dukungan keandalan pemasok, pengendalian lead time, dan sistem informasi persediaan yang terintegrasi.
Analisis Sentimen Komentar Youtube terhadap Kasus Dugaan Korupsi Migas Menggunakan Algoritma Support Vector Machine (SVM) Dion Bona Torang Sinaga; Agus Sulistyanto; Hidayatul Ichwan
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1802

Abstract

Perkembangan media sosial telah menjadikan platform YouTube sebagai salah satu sarana utama masyarakat dalam menyampaikan opini terhadap berbagai isu publik, termasuk kasus dugaan korupsi di sektor minyak dan gas (migas). Komentar yang dihasilkan pengguna YouTube mengandung informasi mengenai persepsi dan sentimen masyarakat, namun jumlahnya yang besar serta sifatnya yang tidak terstruktur menyebabkan analisis secara manual menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan metode analisis sentimen yang mampu mengolah dan mengklasifikasikan opini masyarakat secara otomatis dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen komentar YouTube terhadap kasus dugaan korupsi migas menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tahapan pengumpulan data komentar YouTube, preprocessing data yang meliputi cleaning, case folding, tokenizing, stopword removal, dan stemming, kemudian ekstraksi fitur menggunakan Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF). Selanjutnya, proses klasifikasi dilakukan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dengan empat jenis kernel, yaitu linear, sigmoid, Radial Basis Function (RBF), dan polynomial. Evaluasi model dilakukan menggunakan confusion matrix dengan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma SVM mampu mengklasifikasikan sentimen komentar YouTube ke dalam kategori positif, negatif, dan netral dengan baik. Berdasarkan hasil pengujian, kernel linear menghasilkan performa terbaik dengan nilai akurasi sebesar 74,95% dan weighted F1-score sebesar 0,75. Sementara itu, kernel sigmoid memperoleh akurasi sebesar 72,40%, kernel RBF sebesar 71,23%, dan kernel polynomial sebesar 56,45%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa karakteristik data sentimen komentar YouTube pada kasus dugaan korupsi migas cenderung dapat dipisahkan secara linear sehingga kernel linear menjadi pilihan yang paling optimal. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi TF-IDF dan SVM dapat digunakan secara efektif untuk menganalisis opini masyarakat terhadap isu publik yang berkembang di media sosial.
Pembelajaran Berbasis Kasus untuk Pendidikan Keamanan Siber: Tinjauan Literatur Sistematis dan Agenda Penelitian Vokasi Bella Adinda Putri; Ratih Ratih; Krisna Nuresa Qodri; Satriawan Desmana; Abdul Rohman Supriyono
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1833

Abstract

Pembelajaran Berbasis Kasus (Case-Based Learning/CBL) telah terbukti efektif dalam pendidikan profesi seperti kedokteran, hukum, dan bisnis. Namun, penerapan dan kajian sistematisnya dalam bidang keamanan siber khususnya di pendidikan tinggi vokasi di negara berkembang masih sangat terbatas. Belum ada sintesis komprehensif yang memetakan pendekatan CBL, luaran kompetensi, instrumen pengukuran, maupun tantangan implementasi yang spesifik pada bidang ini. Tinjauan Literatur Sistematis (TLS) ini bertujuan memetakan pendekatan CBL dalam pendidikan keamanan siber (2014–2025), mengidentifikasi kompetensi yang dikembangkan, mensintesis instrumen pengukuran efektivitas, mengarakterisasi tantangan implementasi, dan menyusun agenda penelitian untuk pendidikan tinggi vokasi di negara berkembang dengan rujukan konteks Indonesia. Mengikuti panduan PRISMA 2020, pencarian sistematis dilakukan pada enam basis data elektronik (Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, ACM Digital Library, ERIC, dan Google Scholar). Kriteria inklusi mengikuti kerangka PICOS. Dua peninjau independen melakukan penyaringan; penilaian kualitas menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) yang diadaptasi. Sintesis menggunakan pendekatan naratif, tematik, dan pemetaan frekuensi. Terdapat sekitar 40–70 studi primer yang akan diinklusikan. Temuan yang diantisipasi mencakup dominasi kasus diskusi dan laboratorium; luaran kompetensi yang terkonsentrasi pada domain Serangan & Pertahanan serta Keamanan Sistem dari CyBOK; dan konteks vokasi negara berkembang yang sangat kurang terwakili. TLS ini menghasilkan peta komprehensif CBL dalam pendidikan keamanan siber, agenda penelitian berbasis bukti untuk institusi vokasi, dan rekomendasi desain modul CBL yang relevan untuk Prodi Rekayasa Keamanan Siber Politeknik Negeri Cilacap.
Analisis Komparatif Pengaruh Kedalaman Arsitektur Convolutional Neural Network untuk Deteksi Anomali Jaringan Krisna Nuresa Qodri; Satriawan Desmana; Bella Adinda Putri; Ratih Ratih; Muhammad Abdul Mu'in
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1841

Abstract

Tingkat kecanggihan serangan siber yang terus meningkat menjadi tantangan serius bagi sistem keamanan jaringan konvensional. Penelitian ini mengkaji efektivitas Convolutional Neural Network (CNN) dalam mendeteksi anomali jaringan menggunakan dataset UNSW-NB15. Dua arsitektur CNN dengan tingkat kompleksitas berbeda dibandingkan, yaitu CNN dasar dengan satu blok konvolusi dan CNN menengah dengan tiga blok konvolusi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa arsitektur CNN menengah memberikan kinerja yang lebih unggul dengan akurasi 97,91%, presisi 98,89%, dan nilai ROC-AUC 0,9979, jauh melampaui model dasar yang hanya mencapai akurasi 94,36%. Tingkat false positive yang rendah, yaitu 1,93%, serta tingkat false negative sebesar 2,18%, mengindikasikan kelayakan praktis yang kuat untuk diterapkan pada lingkungan operasional nyata. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa rekayasa kedalaman arsitektur yang moderat disertai regularisasi kuat memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas konvergensi dan mengeliminasi risiko overfitting ekstrem pada sistem deteksi intrusi jaringan.