cover
Contact Name
Ilfa Khairina
Contact Email
japi@unitri.ac.id
Phone
+6281333369595
Journal Mail Official
japi@unitri.ac..id
Editorial Address
Unitri Press Jln. Telaga Warna Tlogomas Malang Jawa Timur Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25483463     DOI : (DOI) 10.33366.
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) mrupakan jurnal pengabdian masyarakat berkala 6 bulanan yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil pengabdian masyarakat Scope jurnal terdiri dari berbagai hasil penelitian yang sudah diterapkan pada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 291 Documents
Pencatatan Laporan Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri Nurwijayanti Nurwijayanti; Sofyan Wahyu Sofyan Wahyu Kumara; Putri Retno Wijaya; Agung Sudibdyo; Poppy Hidayat; Armando Hadyono JS; Adetya Wahyu Dwi Jaya; Gretta Hapsari Amalya
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.126 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i2.3193

Abstract

Sistem pelaporan hasil penimbangan balita yang masih manual membuat waktu pelaporan lebih lama. Dukungan teknologi dan kemampuan kader dimungkinkan mampu mempercepat sistem pelaporan kepada ahli gizi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini implementasi aplikasi sederhana dalam Pencatatan Laporan Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah uji coba link untuk mencatat laporan hasil timbang balita secara online. Tim membuat link yang dibagikan kepada kader untuk melaporkan hasil timbang balita secara online. Tim membuat link evaluasi kegiatan pelaporan online. Hasil pengabdian masyarakat ini menghasilkan respon positif dari seluruh kader. Adapun kendala yang dihadapi adalah gangguan jaringan dan pemahaman terhadap teknologi antar kader yang berbeda.
PKM Pertanian Organik di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.274 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i2.1066

Abstract

Upaya mewujudkan Tawangargo sebagai kawasan organik perlu didukung oleh segenap masyarakat termasuk seluruh kelompok tani dengan memberdayakan seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki. Program kemitraan masyarakat (PKM) dilaksanakan untuk mendukung segera terwujudnya target tersebut. Kelompok tani (Poktan) Tani Mulya dan Rukun Damai Desa Tawangargo memiliki potensi besar yang bisa dioptimalkan dan ditingkatkan produktivitasnya, namun masih mempunyai beberapa kendala yang perlu diberikan solusi oleh tim PKM. Secara keseluruhan, masyarakat petani telah mengenal sistem pertanian organik namun belum semua melaksanakannya. Fasilitas yang telah tersedia masih perlu ditingkatkan pemanfaatannya. Untuk meningkatkan kontinyuitas produksi pupuk organik, mitra perlu dukungan berupa sarana naungan. Untuk memenuhi kebutuhan bibit yang berkualitas, perlu fasilitas, keterampilan dan kemampuan untuk menyemaikan benih dengan benar. Tim PKM memberikan bantuan berupa mendirikan bangunan naungan sehingga proses pembuatan pupuk organik tidak lagi terkendala musim hujan. Pelatihan dan pendampingan juga dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra baik dalam pembuatan pupuk organik ataupun persemaian benih tanaman sayuran. Melalui pendampingan dari tim PKM, maka kegiatan usaha produksi pupuk organik plus semakin berkembang, dan ketersediaan pupuk untuk pertanian organik dapat berkelanjutan. Di samping mampu memenuhi sebagian kebutuhan bibit dari internal kelompok, kemampuan menyemaikan benih yang dimilliki kelompok memberikan peluang usaha pembibitan tanaman sayuran secara organik.
Pemberdayaan Kelompok Tani Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Sayuran sebagai Bahan Baku Pakan Ayam Eka Fitasari; Wahyu Mushollaeni; Atina Rahmawati
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.685 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i2.1887

Abstract

Sayuran sisa hasil panen dan penjualan dianggap sebagai limbah oleh para petani sayur Siswandi di Pujon Malang. Limbah sayuran dibiarkan menumpuk, dipinggirkan ke gudang, atau dibuang, sehingga jika membusuk akan mengakibatkan pencemaran dan bau yang menyengat. Padahal, sayuran sisa tersebut masih mengandung zat gizi makro dan mikro yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam. Pakan pelet sangat dibutuhkan oleh peternak ayam Sumber Rejeki di Singosari Malang. Harga pelet pabrik yang mahal, mengakibatkan ayam diberikan pakan dari makanan sisa untuk menekan biaya produksi. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan sinergitas dari petani sayur dan peternak melalui pelatihan pembuatan pelet yang mudah dibuat dan berdaya simpan lama, dengan memanfaatkan limbah sayur, serta penanganan pasca panen sayur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan kedua kelompok tani dalam membuat pelet pakan ayam, serta peningkatan pendapatan peternak dengan produksi karkas ayam dalam kemasan vakum dan petani sayur dengan produksi sayur dalam kemasan.
Pemanfaatan Tumbuhan Air Purun Tikus (Eleocharis dulcis) Kelompok Usaha Wanita Pengrajin Purun ‘Galoeh Badjar’ Rizmi Yunita; Dini Sofarini
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.362 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i2.2780

Abstract

Kelompok usaha wanita pengrajin purun merupakan salah satu kelompok pengrajin purun di kelurahan Palam yang telah mengembangkan bahan baku menjadi produk kerajinan dengan bahan utama tumbuhan air purun tikus. Kelompok pengrajin purun dalam perkembangannya menghadapi permasalahan dalam keterbatasan pengetahuan tentang pemilihan dan pemanfaatan tumbuhan air purun tikus yang baik, penanganan pewarnaan. Solusi yang ditawarkan adalah pengrajin dapat membedakan purun tikus dengan mutu yang baik digunakan sebagai bahan dasar anyaman, pemilihan bahan dasar, pewarnaan bahan dasar, agar meningkatkan mutu bahan dasar anyaman. Metode kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diterapkan, yaitu: 1) Konsultasi berupa pertemuan, diskusi, dan  penyampaian materi, dan 2) Pelatihan berupa demonstrasi dan redemontrasi dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan PKM memberikan adanya kondisi perubahan dalam menambah wawasan pengetahuan dan mau melaksanakan apa yang sudah diinformasikan kepada kelompok mitra tentang penggunaan bahan dasar yang baik dan pewarnaan bahan dasar agar mampu mengembangkan usaha sebagai suatu bisnis yang mandiri. Pertemuan dengan kelompok mitra berdampak pada penurunan variasi pengetahuan dan kemampuan, dimana anggota kelompok usaha wanita pengrajin purun dalam mempertahankan mutu bahan dasar dan pewarnaan sebagai peningkatan pengetahuan kelompok mitra secara merata. 
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN NGANTANG DALAM PEMBUATAN LESSON PLAN BAGI SEKOLAH DASAR Elita Mega Selvia Wijaya; Hasminar Rachman Fidiastuti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.106 KB) | DOI: 10.33366/japi.v1i1.476

Abstract

Ngantang merupakan salah satu wilayah kabupaten Malang yang memiliki berbagai potensi, diantaranya potensi wisata, potensi budaya, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Potensi wilayah dapat menjadi sumber belajar yang konstruktivistik bagi peserta didik. Konsep pendidikan yang melibatkan kearifan lokal, akan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap kearifan lokal di wilayahnya, agar dalam jangka waktu ke depan, peserta didik dapat memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengelola lingkungannya, meningkatkan soft skill serta succes skill dalam pengelolaan potensi wilayah. Guru sebagai fasilitator bagi peserta didik perlu mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembuatan lesson plan. Berdasarkan wawancara dengan beberapa guru di Kecamatan ngantang, diperoleh bahwa guru masih kesulitan dalam pembuatan lesson plan. Hal ini dibuktikan bahwa guru dengan segala tuntutan yang diberikan kepadanya, kerap kali berbuat praktis dengan mengunduh lesson plan yang “dijual” bebas di internet. Hal ini menyebabkan peserta didik kurang mengoptimalkan   sumber   belajar   yang   ada   di   lingkungannya.   Padahal,   jika   guru mengoptimalkan potensi daerahnya, tentu akan menciptakan atmosfer baru dalam kegiatan pembelajarannya. Peserta didik dapat belajar langsung dari alam dan memiliki pengalaman yang melekat. Dengan demikian, dalam mewujudkan hal tersebut dilakukan kegiatan penunjang berupa pelatihan seminar dan workshop integrasi kearifan lokal kepada guru kelas 5 SD di beberapa sekolah di kecamatan Ngantang.
Peningkatan Produktivitas Biting, Dupa, Dan Sayur Organik Di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Ninik Indawati; Endi Sarwoko; Sri Umi Mintarti W; Nila Restu Wardani
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.273 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i1.714

Abstract

Desa Dalisodo dan Pandanrejo berada di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang sangat potensial dalam mengembangkan usaha biting dan dupa, yang mayoritas masih diproduksi secara manual. Permintaan terhadap produk biting dan dupa dari Pulau Bali dan Lombok sangat tinggi. Metode pelaksanaan melalui tahapan identifikasi dan pengelompokan jenis usaha di desa Dalisodo dan desa Pandanrejo, manajemen usaha, pengemasan, pemasaran, administrasi keuangan, dan perpajakan, sosialisasi kebersihan lingkungan, serta pelatihan pertanian organik bagi masyarakat petani, praktik menanam tanaman sayur organik sampai pada panennya, serta monitoring dan pendampingan yang dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan. Hasil disampaikan bahwa produktivitas biting sebagai bahan pembuatan dupa meningkat setelah menggunakan mesin gesek yaitu 140 %, sebelum menggunakan mesin gesek hanya 5 kg/hari dan setelah menggunakan mesin gesek meningkat menjadi 12 kg/hari. Produktivitas dupa secara manual hanya 7 kg/hari dan setelah menggunakan mesin mixer meningkat menjadi 20 kg/hari. Sayur organik yang dikembangkan yaitu bayam merah, bayam hijau, selat, kecai, cabai, tomat, terong, sawi. Tim pengabdi telah berkoordinasi dengan perangkat desa, kantor dinas koperasi, usaha mikro kabupaten Malang, sasaran program tim pengabdi tercapai, pendapatan masyarakat mengalami peningkatan kuantitas dan kualitas produk untuk dipasarkan serta tanaman organik menjadi salah satu budidaya masyarakat untuk dikonsumsi sebagai makanan sehat dalam keluarga, dan nantinya menjadi desa wisata.
Pelatihan Pembuatan Hantaran Pengantin dari Bahan yang Sederhana bagi Para Ibu PKK RW 8 Kelurahan Gadang Irene Trisisca Rusdiyanti; Maria G Sri Ningsih
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.422 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i1.1568

Abstract

Pengabdian ini berangkat dari permasalahan ibu-ibu yang kurang mempunyai ketrampilan dan pendidikan yang memadai untuk bekerja di kantor. Maka untuk memberi solusi tersebut diadakan PKM yang bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan ibu-ibu PKK di lingkungan RT 1 sampai RT 4, RW 8 Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun dengan membuat sesuatu yang bermakna yakni pelatihan pembuatan hantaran pengantin dari bahan yang sederhana. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan adalah pemberian materi dan praktek. Pada akhir dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini peserta sudah dapat menunjukkan hasil nyata dari pelatihan berupa hantaran pengantin yaitu handuk dan mukenah yang dibentuk serupa hewan dan kemudian dikemas sehingga siap menjadi hantaran pengantin. Tim mempunyai pendapat bahwa hasil kreasi dari ibu-ibu peserta pelatihan cukup bagus dan kreatif dengan rincian 60% memiliki nilai tinggi dan 40% memiliki nilai sedang.
Peran PGPR sebagai Bahan Ramah Lingkungan dalam kegiatan Pemberdayaan Kelompok Tani di Desa Pujon Kidul Agus Suryanto; Sudiarso Sudiarso; Paramyta Nila Permanasari; Santi Kusuma Fajarwati; Dewi Ratih Rizki Damaiyanti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.355 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i1.2399

Abstract

Desa Pujon Kidul merupakan desa pertanian yang memiliki luas lahan pertanian sayur mencapai 2.513 hektar dan 0.3 hektar digunakan budidaya tanaman padi dengan ketinggian wilayah 1200 m. Penggunaan PGPR dan pupuk organik yang merupakan bahan ramah lingkungan oleh petani Desa Pujon Kidul masih sangat terbatas sehingga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh KJF Sumber Daya Lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kelompok tani terhadap aplikasi PGPR dalam kegiatan budidaya tanaman pangan. Metode yang digunakan yaitu dengan penyuluhan aplikasi PGPR kepada masyarakat Desa Pujon Kidul khususnya kelompok Tani Sari Agung dan pembuatan demplot. Luaran yang diharapkan yaitu 1) Pemahaman kelompok tani Sari Agung terhadap aplikasi PGPR tanaman cabai, dan 2) Pemahaman tentang teknologi budidaya tanaman cabai yang sehat. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu penyuluhan dan praktek penggunaan PGPR pada budidaya tanaman cabai membuka wawasan petani di Desa Pujon Kidul untuk menggunakan bahan ramah lingkungan, hal ini diperoleh dari kegiatan FGD (Forum group Discussion) dan data diperoleh melalui kuesioner. Rencana pengabdian kepada masyarakat selanjutnya dengan memberikan pendampingan pembuatan kebun bibit melalui metode pengomposan dan PGPR di Desa Pujon Kidul. Saran pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu perlu integrasi pengendalian hama pathogen terpadu pada budidaya tanaman cabai.
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa Tentang Pengelolaan Keuangan Desa (PKD) Dekki Umamur Ra’is; Abd Rohman Rohman; Yeni Tata Rini
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.273 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i2.3586

Abstract

Terbitnya UU Nomor 6 Tahun 2014 membawa implikasi bagi Pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa. Pemerintah desa merencanakan, melaksanakan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan sendiri pengelola  keuangan desanya. Dampaknya, banyak masalah dan tantangan yang dihadapi desa, pemerintah harus memiliki kesiapan untuk melakukannya, salah satunya adalah kapasitas sumber daya manusia. Ruang besar yang diberikan oleh undang-undang tersebut bukan tanpa konsekuensi, ada potensi konflik, baik itu vertikal dan horizontal. Upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pemerintah desa. Tujuan dari kegiatan ini mendedahkan pengetahuan dasar dan pemahaman yang bersifat teknis tentang cara mengelola keuangan desa. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukan peningkatan pemahaman dan kemampuan teknis perangkat desa.
PERSONAL HYGIENE PADA ANAK SD NEGERI MERJOSARI 3 Verarica Silalahi; Ronasari Mahaji Putri
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.7 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i2.821

Abstract

Personal hygiene adalah kebersihan dan kesehatan perorangan yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri dan orang lain, baik secara fisik maupun psikologis. Faktor yang memengaruhi personal hygiene adalah kebudayaan, agama, lingkungan, tingakatan perkembangan sesuai usia, kesehatan dan energi, serta preferensi pribadi. Mitra adalah SD Negeri Merjosari 3. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan mitra mengenai konsep personal hygiene yang baik dan benar. Selain itu, tidak adanya program UKS mengenai personal hygiene menambah kurangnya penyebarluasan informasi mengenai personal hygiene yang baik dan benar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang disertai dengan demonstrasi konsep personal hygiene. Dari hasil pemeriksaan personal hygiene, didapatkan bahwa permasalahan mitra paling banyak adalah masalah gigi berlubang (63%) dan masalah kuku panjang dan/atau kotor (62%). Kegiatan selanjutnya adalah memberikan penyuluhan mengenai konsep personal hygiene yang baik dan benar. Keikutsertaan siswa terlihat dari antusias mereka ketika diberikan penyuluhan dan demonstrasi cara mencuci tangan. Kehadiran siswa dalam mengikuti penyuluhan adalah 99,49%.