Articles
291 Documents
Pengembangan Minat Berwisata melalui Produksi Konten Video Promosi Wisata Berbasis Digital di Desa Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah
I Gede Wyana Lokantara;
Dessy Mayasari
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.676 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v6i2.2827
Desa Kurau termasuk dalam wilayah Bangka Tengah, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, dengan memiliki berbagai potensi wisata dan potensi alam seperti wisata mangrove, wisata pantai, dan pengelolaan potensi perikanan. Namun saat ini kondisi usaha pariwisata dan UMKM di Desa Kurau mengalami kendala terutamanya minimnya kunjungan wisatawan. Permasalahan yang dihadapi adalah minimnya kegiatan promosi wisata yang dilakukan. Lemahnya kemampuan membuat konten video promosi wisata dan potensi lokal menyebabkan belum optimalnya kegiatan promosi yang dilakukan. Melalui pelatihan pembuatan konten video promosi wisata ini dapat mengajak kelompok sadar wisata dan pelaku UMKM Desa Kurau Barat untuk mempromosikan destinasi wisata sehingga menarik minat wisatawan berkunjung ke Desa Kurau Barat. Melalui upaya pelatihan yang telah dilakukan saat ini diperoleh kemampuan memilih tema konten telah cukup baik yaitu dengan skor 78, namun kemampuan untuk mengembangkan kreavitas pembuatan konten cukup rendah dengan skor 44.
STUDI KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN BATA MERAH BERBAHAN BAKU SEDIMEN BENDUNGAN SENGGURUH
Widowati Widowati;
Aldon Sinaga
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.475 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v1i1.458
Pembuatan Bata Merah berbahan baku Sedimen Sengguruh memiliki karakteristik yang unik. Memanfaatkan masalah bendungan sengguruh atas sedimentasi yang terjadi, pengrajin bata merah sengguruh memperoleh peluang ekonomi. Hal ini yang mendorong tim IBM memilih kelompok ini sebagai mitra. Permasalahan utama dalam keberlanjutan usaha ini adalah kelayakan usaha ini secara ekonomi. Dari 5 skenario yang dirancang, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : (1) Keuntungan, tertinggi ditunjukkan oleh kenario E dengan nilai keuntungan Rp. 121.253.422,-., (2) Efisiensi ekonomi yang dinyatakan dengan RCR, menunjukkan skenario E merupakan skenario paling ekonomis dengan nilai RCR 1,28, (3) Waktu pencapaian titik impas terbaik ditunjukan oleh skenario B, D dan E yang terjadi dalam waktu 2 tahun, (4). BEP Harga terbaik diperoleh skenario D dengan harga pokok produksi sebesar Rp. 324,- per batang, (5) Tingkat BCR terbaik diperoleh skenario E dengan nilai BCR 2,17
Pelatihan TOEP Bagi Mahasiswa
Rizky Lutviana;
Siti Mafulah
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (658.058 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v3i1.845
Kemampuan berbahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat keahliah berbahasa Inggris seperti TOEP merupakan salah satu pesyaratan yang umum digunakan dalam rangka melamar pekerjaan ataupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu diberikan bekal kemampuan berbahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra program pengabdian masyarkat ini adalah (1) Kurang tersedianya materi ajar yang up to date and lengkap, (2) materi kurang terkoordinir dengan baik, (3) tersedianya waktu yang singkat untuk pelatihan, dan (4) nilai rata-rata yang rendah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah memberikan pelatihan TOEP secara rutin selama 2 minggu, 4 pertemuan setiap kelas yang berisikan (1) pemberian materi mengenai pentingya kemampuan bahasa Inggris dalam era saat ini, (2) pelatihan TOEP dengan menggunakan metode pengajaran note taking untuk Listening Section (3) pelatihan TOEP dengan menggunakan metode error analysis untuk Structure and Written Expression Section, dan (3) pelatihan TOEP dengan menggunakan metode metacognitive strategy untuk Reading Section
PKM Kopi Rakyat Kelompok Wanita Tani (KWT) “Ngudi Rahayu“ Desa Kebobang Wonosari Kabupaten Malang
Irany Windhyastiti;
Syarif Hidayatullah Hidayatullah;
Irany Windhyastiti Windhyastiti;
Eko Aristanto Aristanto;
Umu Khouroh Khouroh;
Ike Kusdyah Rachmawati
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.227 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v4i2.1583
Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rahayu Dusun Lopawon Desa Kebobang Kabupaten Malang diprakarsai oleh Ibu Partini berdiri sejak tahun 2016. Awal pendiriannya KWT Ngudi Rahayu ini masih beranggota 12, namun seiring dengan perkembangan dan kegiatan usaha yang ada saat ini KWT Ngudi Rahayu sudah memiliki 27 orang. Desa Kebobang merupakan salah satu desa di Kabupaten Malang yang memiliki perkebunan kopi yang cukup luas namun, pengolahan proses produksi kopi yang ada masih belum dikelola dengan maksimal seperti masih dilakukan secara individu dan penggunaan teknologi tepat guna yang masih sederhana. Kelompok Wanita Tani ini awalnya dibentuk untuk pengolahan kopi yang tidak bisa dilakukan secara individu bisa dilakukan secara berkelompok. Namun Masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh KWT Ngudi Rahayu, yaitu Peralatan yang digunakan masih secara tradisional/manual sehingga jumlah produksi yang dihasilkan masih relatif terbatas selain itu masih belum meratanya semangat dan motivasi dalam peningkatan usaha kelompok kerja, Lamanya waktu proses produksi, kualitas hasil, belum ada kemasan serta kualitas produk menjadi permasalahan yang butuh sentuhan bantuan pada mitra. Beberapa hal ini yang menjadi keterbatasan KWT Ngudi Rahayu, untuk itu hal ini sangat membutuhkan tambahan ketrampilan dan motivasi guna menumbuhkan minat aktifitas usaha/bisnis .Melihat dari kondisi yang ada pada mitra pengabdi merasa penting untuk membantu dan mencari solusi serta penentuan prioritas program dari beberapa permasalahan yang dialami mitra. Pelaksanaan kegiatan pada Mitra KWT Ngudi Rahayu adalah Peningkatan kapasitas proses produksi dengan pengadaan alat bantu mesin semi otomatis., Perluasan pangsa pasar dengan mengadakan pembuatan Web Blog promosi serta Peningkatan minat dan motivasi berwirausaha dengan pelatihan manajemen bisnis usaha. Melalui program PKM yang sedang berjalan ini. Sesuai dengan jadwal yang disepakati dengan Mitra KWT Ngudi Rahayu , pelatihan akan dilaksanakan pada Bulan Juli dan Agustus. Kegiatan yang saat ini sedang dilakukan adalah: persiapan dalam pengadaan mesin penggoreng kopi semi otomatis, Pelatihan yang sudah selesai dilakukan adalah pelatihan pembuatan label produk , meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi, pendampingan dan implementasinya, serta penetapan Standard operating procedure dan pengenalan promosi produk lewat media online. Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat sampai disusunya laporan kemajuan ini adalah berupa: (1) Bantuan peralatan mesin penggoreng kopi semi otomatis; (2) Pembuatan media pemasaran online dengan blog (3) publikasi media massa (4) Publikasi Ilmiah
Pelatihan Dokter Cilik “Sadar PHBS” di SDN Ellak Laok IV, Kabupaten Sumenep
Nelyta Oktavianisya;
Sugesti Aliftitah
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2071.741 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v6i1.2314
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit yang bisa diterapkan di sekolah, sehingga dapat memberikan motivasi kepada siswa dalam menjaga dan meningkatkan kesehtan, mencegah penyakit, dan meminimalisisr perilaku berisiko. Permasalahan yang ada di SDN Ellak Laok IV adalah siswa tidak tahu cara mencuci tangan dengan benar, masih banyak siswa yang jajan sembarangan, tidak aktifnya Unit Kesehatan Siswa (UKS). Solusi dari maslah tersebut adalah diadakannya pelatihan dokter cilik “sadar PHBS” di SDN Ellak Laok IV. Metode PKM ini adalah sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang PHBS, kemudian dilakukan pelatihan siswa dengan membentuk tim sadar PHBS yang dijuluki dokter cilik dengan dibekali buku pintar PHBS. Buku pintar tersebut berisi penerapan PHBS di sekolah dalam bentuk gambar, sehingga bisa dipahami oleh semua siswa. Kegiatan PKM dilaksanakan di SDN Ellak Laok IV Kecamatan Lenteng pada bulan Juli 2019-Januari 2020. Hasil kegiatan pelatihan dokter cilik “sadar PHBS” ini berdampak baik yaitu hampir seluruhnya siswa pemahamananya meningkat dan penerapan PHBS masuk kategori baik.
Teh Daun Kelor Sebagai Inovasi Dan Peningkatan Nutrisi Pangan Khas Indonesia
Deden Mulyana;
Elis Listiana;
Deasy Lestary;
Vivi Indah Bintari
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.109 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v7i1.2987
Pandemi Covid-19 memiliki dampak pada semua sektor, sehingga dirasakan pula oleh warga kampung Anaka, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Pada tahun 2020, para pemuda sekitar melihat potensi alam yang indah, sehingga berinisiatif untuk menyulap sebuah bukit menjadi lokasi wisata alam baru bernama Bukit Nangela dengan pemandangan Kawasan hutan milik perhutani. Dengan rencana jangka panjang untuk menjadi Kampung Wisata Anaka. Namun, perlu adanya ciri khas kuliner tertentu yang akan menaikan trend positif berkunjung masyarakat. Mata pencaharian utama di Kelurahan Urug adalah sebagai buruh tani. Terdapat hasil pertanian yang masih belum terolah oleh masyarakat untuk dijadikan produk unggulan yaitu daun kelor. Masyarakat belum mengetahui bagaimana cara pengolahan daun kelor agar dapat dikonsumsi dengan bantuan teknologi secara sederhana. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, maka kegiatan pengabdian masyarakat dengan Skema Ketahanan Pangan (PbM-KP) telah dirancang solusinya yaitu 1) Pendampingan dan pemberian biaya untuk sarana produksi pengolahan teh daun kelor, 2) Pelatihan pengolahan daun kelor menjadi teh daun kelor siap jual, dan 3) Pemasaran produk pertanian dengan membuatkan kemitraan dengan pedagang kuliner disekitar bukit nangela sehingga menjadi produk unggulan desa wisata dan melakukan pemasaran secara online. Tujuan dari kegiatan ini adalah produksi olahan daun kelor yaitu teh daun kelor siap dipasarkan, sehingga menjadi produk olahan unggulan di Kampung Anaka Keluarahan Urug. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan bahwa masyarakat antusias dan memanfaatkan teh daun kelor menjadi minuman olahan.
PEMANFAATAN AMPAS TAHU UNTUK OLAHAN PANGAN DARI LIMBAH PENGOLAHAN INDUSTRI TAHU DI KELURAHAN TUNGGULWULUNG KOTA MALANG
Wirawan Wirawan;
Gatut Suliana;
Taufik Iskandar
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.686 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v2i1.605
UKM Pengolahan Bapak Agus bertempat tinggal di Desa Tunggulwulung Kecamatan Lowokwaru Kota Malang merupakan UKM yang sudah berproduksi dalam pengolahan tahu lebih dari 20 tahun. Selama ini hanya menghasilkan tahu putih dan tahu gembos. Sedangkan UKM tricah telah memproduksi olahan pangan dari bahan baku kedelai seperti susu kedelai, lumpiah tahu dan kue kering. Keuntungan yang tidak terlalu besar menyebabkan UKM ini tidak berkembang sejak pertama kali berdiri. Pemasaran tahu hanya berkisar di pasar sekitar seperti pasar Merjosari dan sekarang meluas ke daerah karangploso Kabupaten Malang. Industri Tahu yang dijalankan di area perkotaan yang padat penduduk. Industri tahu menghasilkan limbah cair dan padat, seringkali menimbulkan bau yang tidak sedap terutama limbah padat dan seringkali mendapatkan keluhan dari warga. Limbah padat yang dihasilkan dijual dengan harga yang relatif rendah yaitu Rp. 20.000 / karung atau kapasitas 40 Kg. Selama ini pemanfaatan ampas tahu hanya di gunakan untuk campuran pakan maupun tempe bongkrek. Solusi yang ditawarkan atas semua permasalah yang dihadapi oleh kedua Mitra/UKM akan disesuaikan dengan tujuan yaitu : adanya keberpihakan yang ditujukan langsung kepada masyarakat melalui fasilitasi peralatan proses produksi untuk olahan pangan dan tepung serta memberikan ketrampilan kepada UKM dan kelompok warga dalam mengolah limbah / hasil samping dari ampas tahu menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi yang lebih besar. Bentuk Kegiatan yang akan dikerjakan adalah 1) Fasilitasi alat penggiling pengolahan ampas tahu menjadi tepung, 2) Fasilitasi alat pengolahan dari tepung ampas tahu menjadi produk olahan pangan seperti nungget ampas, lumpia dan kerupuk, 3) Pelatihan dan pendampingan kepada UKM tentang proses produksi roti dan kerupuk, 4) Pelatihan manajemen usaha, pemasaran dan kemasan.
Pembinaan Sapta Usaha Peternakan Kambing Jawarandu Desa Pambon, Brondong, Kabupaten Lamongan
Usman Ali;
Rois Arifin
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.254 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v4i1.1227
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak kambing dalam berbagai aspek produksi dan manajemen peternakan sistem intensif mengacu pada sapta usaha peternakan. Target khusus program PKM adalah peternak kambing dapat memanfaatkan limbah agroindustri lokal (ampas tahu, kulit daging kelapa, tongkol jagung ampas kecap dan bekatul) yang difermentasi untuk meningkatkan kualitas pakan sebagai pakan konsentrat serta melakukan reboisasi untuk menjaga lingkungan yang asri dengan penanaman sistem tiga strata (STS) pada lahan pertanian dan menggunakan pupuk organik dari kotoran kambing. Untuk pencapaian tujuan dan target PKM, maka tim pengabdi menggunakan berbagai metode yaitu penyuluhan, pelatihan dan demo pembuatan fermentasi dan formulasi limbah agroindustri sebagai pakan konsentrat dan model penanaman STS, pembinaan dan pendampingan usaha. Program PKM ini direspon peternak kambing yang proaktif dalam semua kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pelatihan fermentasi pakan dan pendampingan usaha. Sebelumnya peternak kambing memberikan pakan hijauan digantung, maka dengan dibuatkan palungan dan bantuan mesin copper, maka pemberian hijauan dicacah dahulu dan dimasukkan dalam palungan sehingga pakan tidak tercecer dan lebih efisien. Selain itu dibantu kambing pejantan unggul dari luar mengurangi inbreeding. Selanjutnya peternak mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan memperbaiki manajemen produksi peternakan kambing sistem intensif yang menggunakan bahan pakan lokal dari limbah agroindustri yang difermentasi dahulu agar lebih berkualitas, bergizi dan palatabel yang dapat meningkatkan produktifitas ternak kambing sehingga pendapatan dan keuntungan peternak bertambah. Luaran program PKM ini adalah metode fermentasi pakan, formulasi pakan konsentrat dari limbah agroindustri lokal, model penanaman sumber hijauan dalam STS dan artikel jurnal pengabdian masyarakat ISSN. Kesimpulan program PKM ini yaitu peternakan kambing menuju intensif dan mengacu pada sapta usaha peternakan.
Kegiatan Corporate Social Responsibility Melalui Pemberian Alat Pelindung Diri (APD) dalam Upaya Pencegahan Corona di Tegalsari Sidoarjo
Yustia Wulandari Mirzayanti;
Erlinda Ningsih Ningsih;
Agus Budianto Budianto;
Mohammad Wafi Wafi;
Aista Pudji Witari;
Nashih Zuhair Dwi Santoso
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.325 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v6i1.2393
Di Indonesia, virus corona menyebar dari Timur ke Barat. Keterlambatan penanganan pencegahan, sosialisasi, dan ketersediaan alat pelindung diri kepada masyarakat menjadi salah satu penyebab percepatan penyebaran virus corona. Distribusi terbanyak di kotabesar dengan tingkat mobilitas tinggi dan wilayah padat penduduk, seperti Surabaya. Salah satu langkah awal pencegahan adalah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker atau pelindung wajah. Dusun Tegalsari merupakan dusun pinggiran Kabupaten Sidoarjo yang termasuk sulit dijangkau. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona kepada warga di Tegalsari. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap yaitu survei, pengadaan alat pelindung diri secara langsung, dan penyuluhan kesehatan. Survei dilakukan berdasarkan koordinasi dengan kepala dusun. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan memberi edukasi kesehatan kepada masyarakat setempat. Selanjutnya, pembagian alat pelindung diri secara langsung diberikan kepada ketua rukun tetangga secara kolektif untuk masyarakat desa tegalsari. APD berupa masker diberikan kepada 145 kepala keluarga di Desa Tegalsari. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa edukasi kesehatan masyarakat sekitar dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat, salah satunya adalah langkah-langkah mencuci tangan yang benar dan pentingnya menggunakan APD minimal masker ketika beraktifitas di luar rumah. Selain itu, menempelkan stiker pencegahan corona dan pengadaan tempat cuci tangan yang diletakkan di tempat-tempat strategis.
Sosialisasi Mengenai Eco-enzyme Dan Pembuatan Kerajinan Tangan Dari Botol Plastik Bekas
Alifiah Hamidah Hakim;
Ida Ayu Putri Triadnyani;
Fajar Nugroho;
I Made Bayu Aditya Putra;
Ni Putu Bayu Widhi Antari
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.562 KB)
|
DOI: 10.33366/japi.v7i1.3203
Sampah telah menjadi isu yang serius bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sampah itu sendiri merupakan materi sisa yang sudah tidak diinginkan yang berasal dari suatu kegiatan atau aktivitas yang telah selesai dilakukan. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat sudah mulai memunculkan ide-ide yang variatif dalam rangka mengelola sampah agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan. Salah satunya adalah penemuan Eco-enzyme. Eco-enzyme adalah hasil olahan fermentasi kulit buah-buahan maupun sayuran yang dicampur dengan gula merah dan air sesuai dengan takarannya. Sementara itu, pengelolaan sampah plastik memiliki sistem yang berbeda, karena sifat dari plastik itu sendiri tidak dapat terurai dengan tanah. Meminimalisir penghasilan sampah plastik dapat diawali dengan mengolah kembali botol plastik bekas menjadi barang yang berguna seperti vas bunga, tempat pensil, mainan, bahkan tirai dekorasi. Tujuan pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu sosialisasi mengenai Eco-enzyme di SD Negeri 1, Desa Geluntung adalah untuk meningkatkan wawasan sekaligus pemahaman, mengenai pengolahan sampah organik dan non organik menjadi barang olahan yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu edukasi. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat menunjukan pemahaman yang lebih jauh terkait cara pengelolaan sampah organik dan non organik dengan metode Eco-enzyme. Selain itu para siswa mampu menuangkan kreatifitas mengubah sampah menjadi produk bernilai dan bermanfaat.