cover
Contact Name
Masduki Asbari
Contact Email
agozpor@gmail.com
Phone
+628111700111
Journal Mail Official
agozpor@gmail.com
Editorial Address
JUPETRA (Jurnal Pendidikan Transformatif) e-ISSN:2963-3176 Jl. Masjid Al Barokah, Ciapus Panongan, Kec. Panongan, Kab. Tangerang 15710 YAYASAN AYA SOPHIA INDONESIA SK Kemenkumham AHU-0002715.AH.01.04 Tahun 2019 Akta Pendirian No. 05 Tgl. 20 Februari 2019 Notaris EVA KURNIASIH, SH., M.Kn Tangerang - Indonesia Phone : +628111700111, +628119741010, +6289523381039
Location
Kab. tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Transformatif
ISSN : -     EISSN : 29633176     DOI : https://doi.org/10.9000/jupetra
Jupetra- Jurnal Pendidikan Transformatif (e-ISSN:2963-3176) adalah Jurnal jurnal peer-review yang diterbitkan oleh YAYASAN AYA SOPHIA INDONESIA pada tahun 2022. Kami menerbitkan makalah penelitian asli, artikel review dan studi kasus berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan kemanusiaan, tidak terbatas pada pembelajaran, pengajaran, dan pengembangan kurikulum. Jupetra akan diterbitkan dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Para editor menyambut baik kiriman makalah yang menjelaskan penelitian teoretis dan eksperimental terbaru terkait dengan: (1) Artikel teoretis; (2) Studi empiris; (3) Studi kasus; (4) Tinjauan Pustaka. Bidang /Topik: Semua topik harus relevan dengan isu-isu yang dihadapi oleh industri pendidikan, pemerintah, dan masyarakat di dunia. Topik berbasis luas dapat dicakup oleh bidang pengetahuan berikut: • Bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran • Pembelajaran dan pengajaran • Pengembangan kurikulum • Lingkungan belajar • Pendidikan guru • Teknologi pendidikan • Pengembangan pendidikan • Kemanusiaan.
Articles 405 Documents
Telaah Singkat Fenomena Tentang Bystander Effect Erik Kurniawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.217

Abstract

ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari tentang Bystander Effect: dari channel youtube “1 Hari Sukses” yang berjudul Bystander Efect: Seberapa Besar Rasa Empatimu?. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu metode yang dilakukan dengan Teknik simak dan catat karena sumber informasi yang diambil dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang sebuah fenomena dalam psikologi sosial ketika seseorang membutuhkan pertolongan tetapi orang di sekitarnya tidak ada yang membantu. Bystander effect menunjukkan bahwa kehadiran orang lain dapat menghambat seseorang untuk membantu sesamanya yang sedang berada dalam kesulitan.
Konsep Pendidikan: Kajian singkat menurut perspektif Anies Rasyid Baswedan Gultom, Adelia Angelia; Halimah, Nur; Rantina, Meilanta; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.219

Abstract

The goal of this research is to find out the thoughts and perspectives of Anies Rasyid Baswedan from the SDIT AL MU'MIN TV YouTube channel entitled "The Concept of Education". In this study, the writer used a qualitative descriptive method that observed and recorded because the source of the data was obtained by listening to oral narratives. The results of this study explain that education is a process of habituation. This learning also states that education does not form but grows, which directly encourages changes in a person's abilities, both changes in the quality of cognitive, affective and psychomotor abilities. his life as a person, a professional worker, a citizen and a citizen and a creature of God. Learning begins with the event of organizing accessions in conveying the concept of education. Education is about the future in preparing and growing a new generation. This means that education is an effort to realize teaching and learning activities and the learning process actively to develop their potential.
Unity in Salinity: Bagaimana Hidup Tanpa Garam? Manurung, Irna Marcelin; Asbari, Masduki; Putra, Alfaroz Rizki; Santoso, Gunawan; Rantina, Meilanta
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.235

Abstract

Abstrak - Rasa hal yang sering kali kita agung-agungkan atau kita sepelekan, tergantung bagaimana kita mengecap rasa itu. Sebagaimana kita ketahui, sebagai manusia kita mengenal 5 rasa dalam kehidupan yaitu pahit, asam, gurih, manis,dan asin. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan mengenairasa asin yang terdapat pada garam, dan menyampaikan sebuah penelitian yang dapat menginformasikan jenis dan fungsi garam seperti yang dijelaskan oleh Lisa Virgiano dalam channel Youtube TEDx Jakarta yang berjudul “Unity In Salinity”. Pada peneletian ini peneliti memakai metode kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara simak catat karena sumber yang didapatkan dengan mendengarkan dan menyimak pada narasi lisan. Hasil peneltian ini menyampaikan fakta tentang bahwa terdapat garam yang ada didalam tubuh kita. Penelitian ini juga menyebutkan mengenai garam yang sudah ada dari 6000 tahun sebelum masehi dan menjadi salah satu bumbu dapur yang penting digunakan untuk memberikan cita rasa. Penelitian ini dilakukan berasal banyaknya jenis dan kegunaan garam sebagai pemberi rasa dalam kehidupan. Kata kunci: Bumbu dapur, Cita rasa, Garam. Abstract - Feelings are things that we often exalt or underestimate, depending on how we perceive that feeling. As we know, as humans we know 5 tastes in life, namely bitter, sour, savory, sweet and salty. This study aims to present salt in Indonesia, and provide research that can inform the types and functions of salt as explained by Lisa Virgiano on the TEDxJakarta Youtube channel entitled "Unity in Salinity". In this research, the researcher used a descriptive qualitative method which was carried out by listening to notes because the sources were obtained by listening and listening to oral narratives. The results of this study convey the fact that there is salt in our bodies. This study also mentions about salt that already exists from 6000 years BC and became one of the important kitchen spices used to give flavor. This research was conducted based on the many types and uses of salt as a flavor enhancer in life. Keywords: Salt, Seasoning, Taste.
Sisi Lemah Spesialis: Haruskah Menjadi Generalis? Hajar Hamidah; Masduki Asbari; Raihan Qodri
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v1i1.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mana yang lebih unggul diantara seorang spesialis atau seorang generalis. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode simak catat yang didukung dengan metode kualitatif. Metode simak catat adalah metode menyimak video yang telah direkomendasikan oleh Dosen matakuliah terkait, lalu hasil simak tersebut ditransformasikan ke dalam sebuah narasi tertulis. Metode kualitatif atau studi pustaka (library research) adalah pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Hasil analisis singkat dari penelitian ini adalah passion dapat ditemukan ketika seseorang telah mempelajari banyak hal tentang apa yang dia sukai. Setelah menemukan suatu bidang yang disukai, kebanyakan orang cenderung fokus pada satu bidang, ini disebut spesialis. Namun, untuk menyelesaikan masalah yang kompleks, solusi hadir dari orang yang memiliki kapasitas dalam banyak bidang, karena dia mampu untuk melihat sisi yang tidak terlihat oleh seorang spesialis. Maka generalis lebih unggul daripada spesialis.
Melampaui Batas-batas Tradisional: Pemaknaan Santri terhadap Ngaji Filsafat di Masjid Jenderal Sudirman AGUSTINA
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemaknaan santri terhadap ngaji filsafat di Masjid Jenderal Sudirman yang melampaui batas-batas tradisional. Dalam konteks pesantren tradisional, ngaji umumnya terfokus pada pemahaman teks-teks agama dan pengulangan hafalan tanpa melibatkan filsafat agama secara eksplisit. Namun, penelitian ini menggali pengalaman santri yang mengalami ngaji filsafat di masjid sebagai peluang untuk mengintegrasikan filsafat dengan pemahaman eksistensialis keagamaan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain fenomenologi bertujuan untuk memahami filosofis unsur secara mendalam, dengan alat pengumpul data observasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menjelaskan pemaknaan santri ngaji filsafat dari pemikiran historis tradisional melampaui metode berpikir secara hakiki dan menghasilkan corak baru dalam berpikir. Pemaknaan santri terhadap ngaji filsafat di Masjid Jenderal Sudirman dapat bervariasi tergantung pada latar belakang pendidikan, pemahaman agama, dan minat intelektual masing-masing individu.
Kewarganegaraan Digital di Era Industri 4.0: Tantangan dan Peluang Membangun Masyarakat Global yang Inklusif Santoso, Gunawan; Supiati, Aan; Komalasari, Lisa; kami, Nurhayati; Subandi, Egypt Toton; Hafidah , Imroatul
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.284

Abstract

Kewarganegaraan digital adalah konsep yang semakin penting dalam era industri 4.0. Hal ini memungkinkan terciptanya masyarakat global yang inklusif melalui konektivitas digital yang semakin tinggi. Namun, kewarganegaraan digital juga menimbulkan tantangan, seperti keamanan dan privasi data pribadi. Di SDN 1 Jakarta Selatan, siswa memiliki peluang untuk memanfaatkan teknologi digital untuk terhubung dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia dan belajar tentang budaya dan perspektif yang berbeda. Metode penelitinnya yaitu menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur, bahan bacaan dengan dianalisi secara komprehensif. Hasil penelitinnya yaitu penting untuk memperhatikan etika digital dan praktik yang aman dalam menggunakan teknologi ini. Melalui kesadaran akan tantangan dan peluang kewarganegaraan digital, siswa dapat membangun keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan teknologi digital dan membangun masyarakat global yang lebih inklusif. kewarganegaraan digital dalam era industri 4.0 menawarkan banyak peluang untuk membangun masyarakat global yang inklusif melalui teknologi digital dan konektivitas global. Namun, ada juga tantangan yang harus diatasi seperti privasi dan keamanan data, termasuk etika digital dan praktik yang aman dalam menggunakan teknologi ini. Oleh karena itu, penting bagi seluruh komunitas, termasuk siswa, untuk terus belajar dan meningkatkan kesadaran akan hal-hal tersebut sehingga kita dapat memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan terhubung.
Harmoni dalam Kehidupan Beragama dengan Pancasila sebagai Pilar Utama Dewi, Dewi Puji Lestari; Kasno; Maisaroh, Siti; toro, Ridwan; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.287

Abstract

Ideologi Pancasila suatu dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Agar warga negara Indonesia kita tidak meragukan kesinambungan ideologi Pancasila dalam kaitannya dengan agama. Tidak perlu mencoba mengganti ideologi pancasila dengan ideologi berbasis agama dengan alasan bahwa ideologi pancasila bukanlah ideologi agama. Ideologi pancasila adalah ideologi agama. Sebagai umat yang beragama kita harus saling membantu. Tidak perlu mentolerir kebencian atau diskriminasi terhadap orang yang berbeda agama, berbeda keyakinan, atau berbeda adat. Pengamalan butir-butir Pancasila, khususnya sila ke-1 semakin berkembang. Salah satunya adalah sikap saling menghormati umat beragama, yang menjadikan negara ini negara Pancasila yang nyaman bagi rakyat. Apalagi ketika jaminan keamanan dan kesejahteraan setiap masyarakat meningkat. Terutama jaminan keamanan untuk layanan keagamaan.
Kebermaknaan Profil Pelajar Pancasila Melalui Dimensi Kebhinekaan Global Di Kelas I SDN Jati Pulo 05 Pagi Santoso, Gunawan; Kharunissa, Siti Nur; Munawar; Sutini
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.289

Abstract

Pendidikan Indonesia sebagai pewujudan cita-cita penerus bangsa menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila akan haus bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bergotong–royong, dan berkebhinekaan global. Di dunia yang saling terhubung secara global dan digital, semua guru, peserta didik, bahkan orang tua memerlukan keterampilan–pengetahuan baru agar berhasil dalam menjalani kehidupannya. Sampel penelitian meliputi: Kepala sekolah/ atau Wakil (Komite Sekolah), Guru wali kelas I, dan 5 Peserta didik Kelas I. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Kualitatif bersifat Teks Deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Kebermaknaan (P5) proyek penguatan profil pelajar Pancasila melalui dimensi Kebhinekaan Global di sekolah tersebut sudah menerapkan dan dilaksanakan dengan adanya pembiasaan yang dibuat pihak sekolah. Dari pemahaman tersebut agar dapat mampu mewujudkan peserta didik dalam memahami Kebermaknaan (P5) sesuai pada dimensi Kebhinekaan Global yang terdapat disalah satu proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
Persfektif; Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pembelajaran Abad 21 di Sekolah Menengah Pertama Annisa Tsamratul Fuadah; Nova Aulia Choerunnisa; Siti Tasniah Herniati; Ikhsan Muhamad Mudjenan; Muhammad Lutfi Hasan; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mendeskripsikan kendala atau keterbatasan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran abad 21 di sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) atau (literature review). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Validitas data yang digunakan ditentukan oleh observasi dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran abad 21 di sekolah menengah pertama adalah (1) Teknologi informasi dan komunikasi digunakan untuk membuat rancangan pembelajaran melalui eksplorasi model, metode, dan strategi pembelajaran; (2) Guru menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber informasi tambahan; (3) Siswa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar; (4) Guru memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memvisualisasikan konten yang abstrak; (5) Guru memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan pembelajaran dalam jaringan; (6) Guru menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Namun di sisi lain, kendala pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran abad 21 di sekolah menengah pertama antara lain (1) Kompetensi guru untuk menggunakan teknologi ke dalam pembelajaran belum memenuhi; (2) Kurangnya sumber daya IT; (3) Perangkat multimedia dengan spesifikasi yang mencukupi belum tersedia. Kata kunci: Pemanfaatan TIK, Pengajaran, Pembelajaran Abad 21, Teknologi Pendidikan.
Menghargai Perbedaan: Membangun Masyarakat Multikultural Acep, Vera Dwi Apriliani; Acep; Etik Murtini; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.295

Abstract

Pentingnya nilai multikulturalisme dalam membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan harmonis. Abstrak ini menyoroti perlunya menghargai dan memahami perbedaan budaya, serta upaya untuk mempromosikan hubungan yang saling menghormati antara kelompok budaya yang berbeda. Metode yang dapat digunakan kualitatif meliputi dialog antar kelompok, pertukaran budaya, pendidikan multikultural, dan promosi nilai-nilai multikultural dalam media dan ruang publik  Dalam konteks ini, abstrak ini mengeksplorasi faktor pendukung, metode, dan implementasi yang dapat digunakan dalam membangun masyarakat multikultural. Hasil penelitiannya yaitu Faktor-faktor pendukung meliputi kepemimpinan yang mendorong inklusivitas, pendidikan yang mempromosikan multikulturalisme, komunikasi antar kelompok yang terbuka, kebijakan publik yang inklusif, partisipasi masyarakat, dan kesadaran individu akan nilai multikultural. Implementasi dari judul ini membutuhkan kolaborasi dan kerjasama dari berbagai pemangku kepentingan dalam masyarakat. Dampak positif dari upaya ini mencakup penghormatan terhadap hak asasi manusia, peningkatan toleransi dan pemahaman antarbudaya, kekayaan budaya yang bertambah, pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, kerjasama global yang lebih baik, dan pembentukan identitas nasional yang lebih kuat. Melalui refleksi yang jujur dan kritis terhadap judul ini, individu dan masyarakat dapat memperkuat komitmen mereka dalam menghargai perbedaan budaya, mempromosikan inklusivitas, dan membangun masyarakat multikultural yang inklusif dan harmonis.

Page 8 of 41 | Total Record : 405