cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 255 Documents
Pengaruh Artificial Intelligence (Chatgpt) terhadap Motivasi Belajar Mata Kuliah Media Pembelajaran Ekonomi Program Studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Panca Sakti Bekasi Alfian, Muhammad Rizki; Amaliyah, Ayu Nurul; Kurniawan, Luluh Abdillah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (ChatGPT) terhadap motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Media Pembelajaran Ekonomi di Universitas Panca Sakti Bekasi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang mulai dimanfaatkan dalam dunia pendidikan sebagai media pendukung pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, melibatkan 42 responden, dengan teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert dan analisis data menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat hubungan linear antara variabel. Analisis regresi sederhana menghasilkan p-value 0,000 < 0,05 dan t hitung 4,605 > t tabel 2,021, sehingga ChatGPT berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 51,533 + 0,434X + e dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,346, yang berarti ChatGPT memberikan kontribusi sebesar 34,6% terhadap motivasi belajar, sementara 65,4% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulannya, pemanfaatan ChatGPT terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, dengan implikasi perlunya integrasi teknologi ini secara bijak bersama strategi pembelajaran lain agar hasilnya lebih optimal.
Pengaruh Pemberian Hadiah terhadap Motivasi Belajar Siswa MTS Miftahul Huda Bekasi Nadini, Nadini; Supriyadi; Dermawan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hadiah terhadap motivasi belajar siswa di MTS Miftahul Huda Bekasi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya motivasi belajar, sebagian siswa yang ditandai dengan kurangnya semangat dalam mengikuti pelajaran, serta rendahnya kedisiplinan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Populasi berjumlah 95 siswa, instrument diuji coba pada 20 siswa dan sampel penelitian sebanyak 77 siswa yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket skala Likert untuk mengukur variabel pemberian hadiah (X) dan motivasi belajar (Y). Penelitian ini menggunakan program SPSS 20, dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket. Analisis data dilakukan menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian hadiah dengan motivasi belajar siswa, dengan persamaan regresi Y = 28,051 + 0,138 X. Artinya jika motivasi belajar naik sebesar 0,138 maka pemberian hadiah juga akan meningkat (naik) sebesar 0,138. Dan hasil Uji t menunjukan bahwa nilai signifikansi variabel pemberian hadiah yaitu sebesar 0,007 yang dimana lebih kecil dari < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa variabel pemberian hadiah (X) memiliki pengaruh terhadap variabel motivasi belajar siswa (Y). namun Koefisiensi determinasi  yang diperboleh sebesar 0,092. Artinya pemberian hadiah hanya berpengaruh sebesar 9,2% terhadap motivasi belajar siswa, sedangkan 90,8% dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Implementasi Pembinaan Kemampuan Keprajuritan Bagi Tahanan Militer Di Lembaga Pemasyarakatan Militer Umbara, Rendi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1687

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam penerapan pelatihan keterampilan militer dan kompensasi militer di Lembaga Pemasyarakatan Militer (Lemasmil) I Medan, meliputi perencanaan, pelaksanaan, hambatan, dan hasil pelatihan. Penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk memastikan bahwa program pelatihan tidak hanya bersifat administratif dan seremonial, tetapi juga mampu memulihkan disiplin, integritas, dan kompetensi militer para pemimpin militer. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi partisipan sebagai metode pengumpulan data, serta kuesioner kepada pegawai militer (aktif dan nonaktif), perwira pelatihan, dan pejabat struktural Lemasmil I Medan. Reduksi data untuk menarik kesimpulan digunakan sebagai analisis data dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan lebih menekankan rutinitas fisik, absen, dan kegiatan seremonial, sementara pelatihan teknis militer dan dukungan rehabilitasi psikologis masih minim. Keterbatasan sarana, prasarana, dan instruktur militer aktif menjadi faktor utama rendahnya efektivitas pelatihan. Hubungan antara perwira dan kontraktor bersifat hierarkis dan minim dialog, sehingga kurang mendorong proses pelatihan transformatif. Tidak ditemukan program reintegrasi yang jelas bagi para pengganti pasca-pembebasan, baik untuk kembali bertugas maupun bertransisi ke kehidupan sipil. Studi ini merekomendasikan reformasi iklim pelatihan militer, penyediaan layanan konseling militer, peningkatan fasilitas dan instruktur, penguatan hubungan dialog antara perwira dan asisten, serta integrasi program pelatihan dengan skema reintegrasi sosial dan profesional pasca-pembebasan.
Pengaruh Problem Based Learning Berbantuan Media Visual terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ipa di Kelas V SD Negeri Purwadadi 2 Vernanda, Silvia Ravena; Fadlianysah, Fauzi; Nurma'ardi , Hilda Dhaniartika
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1688

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya capaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada peserta didik kelas V di SD Negeri Purwadadi 2. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran tradisional yang masih dominan, sehingga kurang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media visual terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest one group. Subjek penelitian melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model PBL berbantuan media visual dan kelas kontrol yang tetap menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan serangkaian uji prasyarat, meliputi uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Nilai rata-rata posttest siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, yang menandakan bahwa integrasi PBL dengan media visual efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPA. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media visual memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri Purwadadi 2.
Peningkatan Konsentrasi Belajar Anak melalui Kegiatan Bermain Bowling Mini pada Kelompok Tk A Di Tk Islam Annida Cikarang Selatan Sifaturrohman, Siti; Yuntina, Lily; Suhardjo, Sudi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini melalui kegiatan bermain Bowling Mini pada kelompok TK A di TK Islam Annida Cikarang Selatan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahap: perencanaan, tindakan observasi, dan refleksi. Sujek penelitian berjumlah 15 anak. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan rata-rata pencapaian konsentrasi dari pra-siklus sebesar 55,6% menjadi 71% pada siklus I, dan 89,6% pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa permainan Bowling Mini efektif sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini secara signifikan.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri dengan Model Atik di Sekolah Tk Pangudi Luhur Bernardus Kota Deltamas Kristiarsih, Lusia Aveni; Watini, Sri; Widiyastuti, Arie
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1690

Abstract

Lusia Aveni Kristiarsih (1862150236) Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Dengan Model ATIK di Sekolah TK Pangudi Luhur Bernardus Kota Deltamas. Skripsi. Bekasi. Uneversitas Panca Sakti Bekasi 2025Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengenalan bentuk geometri pada anak usia 3-4 tahun dengan menggunakan Model ATIK di TK Pangudi Luhur Bernardus Kota Deltamas, serta untuk mengetahui efektivitas Model ATIK dalam meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksankan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 10 peserta didi Kelompok Bermain, yang terdiri dari 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Indicator keberhasilan ditetapkan apabila kemampuan mengenal bentuk geometri mencapai kategoti Berkembang sangatBaik (BSB) dengan prosentase minimal 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bentuk geometri peserta didik pada Pra Siklus mencapai 38,75%, meningkat menjadi 62,5% pada Siklus I, dan mencapai 97,5% pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan Model ATIK terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan anak usia dini dalam mengenal bentuk geometri. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan Model ATIK mampu menciptakan proses belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Abjad dengan Kegiatan Meronce pada Anak Usia Dini 4-5 Tahun di Tkit Al-Azhari Kecamatan Tambun Selatan Jannah, Auliya; Mulyanti, Fitrah; Hatiningsih, Nuligar
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1691

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak usia dini dari 4 hingga 5 tahun di TKIT Al-Azhari untuk mengenal huruf abjad. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak adalah dengan mempelajari huruf. Oleh karena itu, sangat penting bagi anak untuk memulai aktivitas yang membantu mereka mempelajari huruf abjad sejak dini. Kegiatan meronce huruf adalah cara untuk membantu anak mengenal huruf abjad. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan subjek penelitian adalah 16 anak di TKIT Al-Azhari dalam kelompok usia 4-5 tahun. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu siklus I dan siklus II dengan melalui 4 empat tahapan dalam setiap siklusnya. Empat tahapan tersebut yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, tes tanya jawab, dan dokumentasi. Kegiatan meronce dapat membantu anak-anak belajar huruf abjad. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian dengan perbandingan sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Hasil observasi sebelum tindakan mengenai kemampuan mengenal huruf abjad yaitu 6,25%. Setelah melakukan tindakan mendapatkan hasil 40,62% disiklus I dan meningkat secara signifikan di siklus II dengan hasil 81,25%. Karena anak-anak berkembang dengan sangat baik, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil.
Peran Kebijakan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa di MTs Al Ihsan Pondok Gede Susilawati, Widya; Aryani, Rita; Putri, Eka
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1692

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan bagaimana kebijakan yang diterapkan oleh kepala sekolah berkontribusi dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di MTs Al Ihsan Pondok Gede, serta memberikan gambaran mengenai tingkat kedisiplinan belajar siswa di sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa di MTs Al Ihsan Pondok Gede.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran strategis dalam menyusun dan menerapkan kebijakan kedisiplinan yang meliputi penegakan aturan dan tata tertib secara konsisten, penerapan sistem penghargaan dan sanksi yang seimbang serta mendidik, pengawasan dan pemantauan yang berkelanjutan, serta membangun kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara guru, siswa, dan orang tua. Kebijakan tersebut berhasil membentuk budaya kedisiplinan yang menciptakan lingkungan belajar yang teratur, nyaman, dan kondusif. Kedisiplinan belajar siswa tercermin melalui ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, sikap positif dalam belajar, serta kedisiplinan dalam beribadah. Kondisi kedisiplinan ini memberikan dampak positif terhadap prestasi akademik dan pembentukan karakter siswa yang bertanggung jawab, jujur, dan berakhlak mulia, dengan pembinaan sikap dan spiritual yang terintegrasi dalam berbagai kegiatan sekolah. Apabila terjadi pelanggaran aturan, guru memberikan teguran dengan pendekatan yang mendidik, sehingga secara keseluruhan lingkungan kelas menjadi kondusif dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal.
The Correlation Of Mastering The Simple Past Tense And Students’ Ability Writing Recount Text By 10th Grade High School Of Sma Pgri 1 Bekasi Arasy, Aida Silmi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1703

Abstract

This study aims to examine and describe the ability of tenth-grade students at SMA PGRI 1 Bekasi to write recount texts in a structured and accurate manner using the simple past tense. The research focuses on the students’ mastery of the simple past tense and its relationship to their writing skills, specifically among students of classes X-6 and X-7, totaling 73 participants. The method employed is Classroom Action Research, conducted in collaboration with the English teacher. The research applies a quantitative approach with a correlational design. Data were collected through multiple-choice tests and written assessments to measure both the mastery of the simple past tense and the students’ ability to write recount texts. The test results showed that the average score for simple past tense mastery was 12.25, with a median of 13.00, a mode of 14, and a standard deviation of 2.866. Referring to the t-distribution table for a sample size of n = 73 and a significance level of α = 5%, the critical t-value was approximately 0.232. Although Pearson’s correlation test generally relies directly on the r value and its significance, this comparison was used analogically to support the explanation. Since rₓᵧ = 0.870 > t-table, it can be concluded that the null hypothesis (H₀) is rejected, and the alternative hypothesis (H₁) is accepted. Therefore, there is a positive and significant relationship between students’ mastery of the simple past tense and their ability to write recount texts effectively.
Improving English Speaking Skill Through Flashcards In The Second Grade of SD Islam Al Huda Irianto, Siti Nur Aliza
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1704

Abstract

This research aims to improve the English speaking skills of the second-grade students at SD Islam Al-Huda by using flashcards as a learning media. The study employed a classroom action research design conducted in one cycle. The instruments used in collecting data were observation checklists, teacher’s logs, field notes, interviews, and speaking assessment rubrics. The findings show that the use of flashcards significantly improved students’ fluency, pronunciation, vocabulary mastery, grammatical accuracy, and confidence in speaking English. The consistent implementation of flashcards not only enhanced students’ vocabulary acquisition but also increased their willingness to communicate actively. Therefore, flashcards are proven to be an effective learning media to support the development of English speaking skills at the elementary school level.