cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 255 Documents
Pengaruh Literasi Digital terhadap Kesiapan Kerja di SMK Sandikta Bekasi Sari, Ratna Puspita; Putri, Eka; Widyastuti , Arie
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1725

Abstract

Kesiapan Kerja di SMK Sandikta Bekasi, untuk memperoleh data di pergunakan Instrumen Literasi Digital dan Kesiapan Kerja dalam bentuk Kuesioner (Angket). Metode yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik yang digunakan yaitu sampling jenuh dengan total sampling sebanyak 36 siswa. Adapun teknik analisis yang digunakan yaitu regresi linier sederhana yang diolah menggunakan SPSS (Stastitical Product and Service Sulution) Versi 27 for Windows.Berdasarkan analisis data pada model persamaan regresi yang diperoleh pada tabel Model Summary,didapatkan nilai R squere (Koefisien Determinasi) sebesar o,683, hal ini menunjukkan bahwa literasi digital memberikan pengaruh sebesar 68,3% terhadap kesiapan kerja, sedangkan 31,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan demikian, literasi digital terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa, sehingga sekolah perlu memperkuat program pembelajaran berbasis digital untuk mendukung lulusan yang kompetitif.
Penerapan Nilai Karakter pada Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia di Sekolah Dasar Jafarudin
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1735

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran saat ini, di mana para siswa dituntuk untuk mengetahui aspek kognitif saja. Padahal aspek ini hanya salah satu dari aspek pengetahuan, masih ada aspek lain yang tidak kalah penting, yakni karakter. Tujuan dari penelitian yaitu mendeskripsikan beberapa hal: berbagai nilai karakter yang diterapkan pada pelajaran bahasa Indonesia dan pelaksanaan pelajaran bahasa Indonesia berbasis nilai karakter. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2024/2025 genap di SD Negeri 11 Barangka, yang beralamat di Desa Bungkolo, Kec. Barangka, Kab. Muna Barat. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru dan siswa di SD Negeri 11 Barangka. Data akan dikumpulkan melalui observasi dan teknik wawancara. Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan langkah-langkah teknik interaktif dari Miles dan Humberman: analisis data penelitian, reduksi data yang sudah dianalisis, penyajian hasil analisis atau displai data, dan berakhir dengan penarikan simpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia dapat diterapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pelaksanaan nilai karakter ini terintegrasi dalam perangkat dan setiap materi pembelajaran. Alat evaluasi juga disusun untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang muncul. Alat evaluasi karakter dibuat terpisah dari evaluasi aspek kognitif.
Implementasi Creative Dance pada Pembelajaran Tari di Smp Se- Kota Bandar Lampung Adzan, Nabilla Kurnia; Setiawan, Afrizal Yudha; Lestari, Goesthy Ayu Mariana Devi; Caroline, Secilia
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan implementasi creative dance dalam pembelajaran tari di SMP se-Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan kepada guru seni budaya Tingkat SMP se Kota Bandar Lampung melalui MGMP dengan penyebaran kuesioner kepada 100% guru seni budaya yang memiliki latar belakang pendidikan seni (92.3% di antaranya berlatar belakang tari). Data dari kuesioner menunjukkan bahwa meskipun mayoritas guru (70.6%) pernah mendengar istilah creative dance, pemahaman mereka cenderung menekankan aspek kebebasan berekspresi tanpa terikat aturan, namun belum sepenuhnya mencakup struktur sistematis dari tokoh creative dance seperti Laban dan Gilbert. Selanjutnya dilakukan observasi implementasi creative dance di SMP Pelita Bangsa menggunakan materi tari Bedana melalui tahapan warming up, exploring the concept, developing skills, creating dan cooling down (Gilbert, 1992). Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi hubungan erat antara creative dance dan HOTS. Proses pembelajaran mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah pada tahap eksplorasi, serta menciptakan dan menganalisis karya pada tahap konstruksi. Pembelajaran tari di sini tidak hanya melatih kemampuan motorik, tetapi juga kemampuan analisis, evaluatif, dan sintesis, menjadikan seni tari sebagai media efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, creative dance tidak hanya berfungsi sebagai metode pembelajaran tari, tetapi juga sebagai alat evaluasi holistik dan media untuk melatih kompetensi kognitif yang lebih kompleks.
Metode Mind Mapping Pada Pembelajaran Improvisasi Blues Guitar Tejapermana, Prisma; Pamungkas, Bian
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1739

Abstract

Pembelajaran merupakan sebuah proses sistematis untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan/wawasan, sikap individu yang diperoleh melalui interaksi dalam kegiatan belajar dan keterampilan yang diperoleh dari latihan maupun pengalaman. Bentuk pembelajaran dapat dilakukan melalui pendekatan teoritis maupun praktik, bergantung pada tujuan dan konteks pembelajarannya, serta keduanya tentu akan melengkapi proses pembelajaran yang efektif. Pembelajaran gitar elektrik merupakan sebuah pembelajaran instrumen musik berbasis praktik, meskipun diperlukan juga landasan teoritis untuk menunjang kemampuan praktikal tersebut. Pada proses pembelajaran gitar elektrik ini menggunakan metode mind mapping yang merupakan metode ajar dengan pendekatan kreatif dan visual untuk membantu mahasiswa mengingat, menghubungkan atau mengorganisasikan konsep-konsep musik dengan lebih efektif. Dengan pendekatan Teori dual codding yang menyatakan bahwa manusia memproses informasi melaui dua sistem representasi kognitif, meliputi sistem verbal (suara, ucapan, teks), maupun sistem non verbal (visual/imagistik). Metode penelitian kualitatif digunakan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan setiap gejala dan peristiwa dalam proses pembelajaran gitar di PSPM Universitas Lampung. Penelitian ini merancang kemampuan improvisasi gitar blues yang optimal, serta mengetahui sejauh mana perubahan yang timbul sesudah menggunakan metode mind mapping. Dari proses pembelajaran dengan metode mind mapping ini terlihat perkembangan yang pesat, dari yang semula mahasiswa merasa bingung untuk menghubungkan scale dalam aktivitas improvisasi dan kemudian berkembang pada kemampuan dalam mengintegrasikan konsep (scale, chord, dan teknik permainan) yang lebih terarah. Metode mind mapping digunakan dalam mengembangkan strategi improvisasi secara sistematis dan memvisualisasikan struktur musik secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa teori dual codding menunjang pembelajaran sebagai alat bantu untuk mengoptimalkan proses belajar.
Analisis Kesalahan Morfologi Surat Menyurat di Kantor Kelurahan Kolese, Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau Alim, Juflyn; Suruambo, Juharmin
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis kesalahan morfologi yang ditemukan dalam surat menyurat di Kantor Kelurahan Kolese , Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau . Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi terhadap sejumlah surat keluar dan masuk dari Kantor Kelurahan Kolese . Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk kesalahan morfologi, mengelompokkannya berdasarkan jenis, dan menginterpretasi penyebab kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kategori utama kesalahan morfologi, yaitu: (1) kesalahan dalam menentukan bentuk asal, seperti penggunaan himbau sebagai ganti imbau dan rubah sebagai ganti ubah ; (2) kesalahan dalam penulisan morfem, seperti dijalan sebagai ganti di jalan dan non Islam sebagai ganti non-Islam; (3) kesalahan pada kata majemuk, seperti suka cita dari pada senang dan terima (terima kasih) dari pada terima kasih ; dan (4) kesalahan reduplikasi, seperti lauk-lauk alih-alih lauk-pauk . Hasil penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kompetensi kebahasaan pejabat pemerintah, khususnya dalam penggunaan bentuk morfologi baku, agar surat menyurat resmi mencerminkan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis melalui Pembelajaran Geografi Berbasis Masalah Machmud, Dewi Sartika; Lukum, Astin
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui pembelajaran geografi berbasis masalah ,  melalui penerapan model Problem-Based Learning dalam pembelajaran geografi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Melalui tahapan Problem-Based Learning mulai dari identifikasi masalah, eksplorasi informasi, diskusi kelompok, hingga perumusan solusi peserta didik terlatih untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mengambil keputusan secara logis. Selain itu, pembelajaran berbasis masalah juga mendorong kemandirian belajar, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab dalam proses pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukan   Problem-Based Learning merupakan pendekatan inovatif yang efektif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran geografi pada abad ke-21.
Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Pengembangan Akhlak melalui Pendidikan Karakter Mahasiswa Universitas Lampung Rusdiani, Atik; Efendi, Ujang; Nirmala; Berliana
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1749

Abstract

Penelitian ini dilasanakan untuk menganalisis dan mengetahui Peningkatan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Akhlak melalui Pendidikan Karakter Mahasiswa Universitas Lampung. penelitian ini dilasanaan pda tanggal 23 juni samapai 27 Oktober 2025, subjek penelitian inn adalah mahasiswa pendiidkan ekonomi dan PGSD FKIP Universitas Lampung. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pengamatan atau observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan, sehingga hasil Pengembangan SDM dalam Meningkatkan Akhlak melalui Pendidikan Karakter Mahasiswa Universitas Lampung, sejalan dengan prinsip-prinsip akhlak mahmudah yang mencakup sifat-sifat seperti Al-Amanah (kejujuran) merupakan sifat dasar yang mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, dan kepercayaan mahasiswa yang amanah selalu menjaga integritas akademik dan moral dalam setiap aktivitas,menjaga rahasia, menepati janji, dan tidak menyalahgunakan kepercayaan. Lalu Al-Wafa merupakan profesionalisme, integritas, dan disiplin moral mahasiswa yang memegang teguh janjinya dan menghormati komitmen yang telah dibuat.selanjutnya Al-Sobru merupakan keteguhan hati dalam menghadapi kesulitan, cobaan, dan proses panjang menuju keberhasilan dalam menghadapi tekanan akademik, sosial, dan emosional sehingga mahasiswa tetap fokus, tidak mudah menyerah, dan bijak dalam menyikapi kegagalan atau perbedaan pendapat.selanjutnya Al-Rahmah (kasih sayang) merupakan rasa empati, kepedulian, dan keinginan untuk menebar kebaikan kepada sesama sehingga menciptakan atmosfer yang harmonis dan saling mendukung, memperkuat solidaritas dan kepekaan sosial mahasiswa. Terahir Al-Ikha (persaudaraan).merupaan hubungan persaudaraan yang tulus di antara sesama mahasiswa tanpa memandang latar belakang, suku, agama, atau status sosial. Sifat ini menumbuhkan rasa persatuan dan kebersamaan, serta mendorong terciptanya lingkungan kampus yang inklusif dan kolaboratif. Terimakasih kepada semua piha yang telah mendukung terselenggaranya penelitian ini yaitu kepada Universitas lampung melaalui LPPM dan mahasiswa Universitas Lampung dan SDN Bumi waras Bandar Lampung.
Kepemimpinan Abu Bakar Ash Shiddiq dalam Masa Transisi Pasca Wafatnya Nabi Muhammad Abdilah, Aida; Sujana, Achmad Maftuh; Muflihah, Elya; Putri, Eka Dalilah; Suhanda, Iyu Ibda Amaria; Ramadhan, Fairuz Kenzy
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1752

Abstract

Kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah pertama umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada 11 H (632 M), merupakan periode defenitif yang menguji fondasi negara Islam. Terpilihnya beliau di tengah krisis suksesi kepemimpinan politik di Saqifah Bani Sa’idah segera diikuti oleh tantangan-tantangan eksistensial. Beliau dihadapkan pada gelombang masif kemurtadan (Riddah) di berbagai suku Arab, penolakan sistem pembayaran zakat, dan kemunculan nabi-nabi palsu seperti Musailamah al-Kadzdzab. Menyadari bahwa membiarkan pembangkangan terhadap zakat adalah bentuk penolakan terhadap hukum Islam, Abu Bakar mengambil sikap yang sangat tegas dan tidak kompromi, melancarkan Perang Riddah yang berhasil mengembalikan stabilitas dan keutuhan politik umat. Di bidang militer eksternal, beliau juga  menunjukkan ketegasan strategis dengan melanjutkan amanah Nabi untuk mengirim pasukan Usamah bin Zaid ke wilayah Syam. Selain pemulihan keamanan, kontribusi paling transformatif beliau terletak pada kebijakan keagamaan. Atas usulan para sahabat setelah jatuhnya banyak penghafal dalam Perang Yamamah, Abu Bakar menginisiasi penghimpunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam satu mushaf, sebuah tindakan yang esensial dan strategis untuk menjaga kemurnian dan keaslian sumber utama ajaran Islam. Secara tata kelola, pemerintahan Abu Bakar dibangun di atas nilai-nilai musyawarah (syura), keadilan, dan kesederhanaan, menjadikannya teladan kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian. Meskipun masa jabatannya singkat, kepemimpinan Abu Bakar berhasil mengatasi periode krisis, mengokohkan akidah umat, dan meletakkan pilar-pilar administrasi yang kokoh bagi kekhalifahan  Rasyidin berikutnya. Metode penelitian yang dipakai dalam artikel ini adalah metode kepustakaan (library research). Pendekatan ini dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber tertulis yang relevan, untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai peristiwa dan kebijakan pada awal masa kekhalifahan. Terdiri dari buku ilmiah, jurnal, artikel akademik, dan kajian modern yang membahas aspek sejarah, sosial, politik, dan keagamaan pada masa Khulafaur Rasyidin. dalam artikel ini mendapatkan hasil bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq terpilih sebagai Khalifah pertama (al-Khulafa al-Rasyidin) melalui musyawarah di Saqifah Bani Sa’idah, mengatasi krisis suksesi pasca wafatnya Nabi. Masa kepemimpinannya berlangsung singkat (sekitar 2 tahun 3 bulan). Beliau menetapkan prinsip fundamental bahwa ketaatan rakyat hanya berlaku selama khalifah menaati Allah dan Rasul-Nya, mencerminkan sistem politik musyawarah (syura) dalam kerangka syariat, bukan kekuasaan mutlak. Etika kepemimpinannya menonjolkan kesederhanaan, keadilan, dan amanah, menolak hidup mewah dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika di SDI Otombamba Wali, Marselina; Meo, Maria Ludtinia Bulu
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas I sampai VI di SD Inpres Otombamba. Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar matematika dan kurangnya minat belajar siswa karena dianggap sulit dan membosankan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa dari masing-masing kelas I–VI, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen utama berupa pedoman wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami berbagai kesulitan yang berbeda di setiap jenjang kelas. Di kelas I, kesulitan terletak pada membedakan angka dan simbol matematika dasar. Di kelas II, siswa kesulitan menghafal dan memahami tabel perkalian serta membedakan operasi perkalian dan pembagian. Siswa kelas III mengalami kelemahan dalam berpikir abstrak dan menyelesaikan soal cerita. Di kelas IV, siswa kesulitan menyusun langkah penyelesaian dalam soal cerita yang kompleks. Di kelas V, kesulitan terletak pada hafalan rumus dan pemahaman konsep-konsep seperti KPK, geometri, dan pengukuran. Sementara itu, siswa kelas VI menghadapi tantangan dalam menerjemahkan soal cerita menjadi bentuk operasi matematika dan menyelesaikannya secara sistematis.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar matematika bersifat bertahap dan meningkat sesuai jenjang kelas, mulai dari kesulitan simbolik hingga kesulitan konseptual dan pemecahan masalah kompleks. Oleh karena itu, perlu adanya strategi pembelajaran yang kontekstual, pemanfaatan media konkret, serta peningkatan motivasi belajar siswa melalui pendekatan yang lebih aktif dan menyenangkan.
Tradisi Nanjar sebagai Media Pendidikan Karakter dan Penguatan Identitas Budaya Lampung di Kabupaten Lampung Utara Habsary, Dwiyana; Adzan, Nabilla Kurnia; Setiawan, Afrizal Yudha
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1755

Abstract

Tradisi Nanjar dalam budaya Lampung merupakan bentuk kearifan lokal yang tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan sosial dalam penyajian makanan, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan dan psikologis yang mendalam. Penelitian konseptual ini bertujuan untuk menganalisis Nanjar sebagai sarana pendidikan informal serta sebagai media pembentukan dan penguatan identitas dan kesejahteraan psikologis masyarakat. Kajian dilakukan melalui pendekatan teoritis dengan mengaitkan praktik budaya Nanjar terhadap teori-teori pendidikan dan psikologi, seperti Social Cognitive Theory (Albert Bandura), Sociocultural Theory (Lev Vygotsky), Psychosocial Development (Erik Erikson), Hierarchy of Needs (Abraham Maslow), dan pendidikan karakter (Thomas Lickona). Hasil kajian menunjukkan, bahwa Nanjar berfungsi sebagai media pembelajaran sosial yang menanamkan nilai-nilai gotong royong, rasa hormat, tanggung jawab, dan kebersamaan melalui proses observasi dan interaksi antar generasi. Berdasarkan perspektif psikologis, tradisi ini memperkuat identitas diri, rasa memiliki, dan kesejahteraan emosional individu dalam komunitas. Oleh sebab itu, Nanjar memiliki potensi besar untuk dijadikan model pendidikan karakter berbasis budaya lokal yang mendukung pembentukan kepribadian dan identitas budaya peserta didik.