cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 459 Documents
Evaluasi Penerapan Kurikulum Merdeka di TK Adhyaksa XII Kendari Wahyu Nur Sheila; Muhamad Safiuddin Saranani; Damsir D
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil evaluasi penerapan Kurikulum Merdeka di TK Adhyaksa XII Kendari serta menganalisis dampak dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk melihat sejauh mana keberhasilan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran berbasis kurikulum tersebut.  Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema kultural. Subjek penelitian melibatkan Kepala Sekolah serta guru-guru di TK Adhyaksa XII Kendari.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada aspek Konteks, visi, misi, dan tujuan sekolah telah selaras dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka untuk mewujudkan peserta didik yang cerdas, kreatif, dan berkarakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. (2) Pada aspek Input, kualitas tenaga pendidik telah memenuhi kualifikasi akademik PAUD dan didukung oleh sarana prasarana yang sesuai dengan standar nasional. (3) Pada aspek Proses, guru telah menyusun perangkat ajar secara lengkap (modul ajar dan modul proyek) serta menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi, meskipun masih terdapat kendala dalam penguasaan teknologi digital oleh sebagian guru. (4) Pada aspek Product, penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap capaian perkembangan anak, khususnya dalam kreativitas dan kemandirian melalui kegiatan berbasis proyek. Secara keseluruhan, TK Adhyaksa XII Kendari telah mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara progresif sesuai dengan regulasi pemerintah.
Pengaruh Job Insecurity dan Beban Kerja pada Kepuasan Kerja Guru Honorer Sekolah Dasar Negeri Rianda Novalina Seniadini
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh job insecurity dan beban kerja terhadap kepuasan kerja pada guru honorer Sekolah Dasar Negeri (SDN). Guru honorer menghadapi ketidakpastian status kepegawaian dan beban kerja yang tinggi, yang berpotensi menurunkan kepuasan kerja dan berdampak pada kualitas pembelajaran. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi berganda. Populasi penelitian adalah guru honorer SDN di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dengan jumlah sampel 93 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala kepuasan kerja yang diadaptasi dari Job Satisfaction Survey (JSS) Spector (2000), skala job insecurity berdasarkan dimensi Liebert dan Morris (1967), serta skala beban kerja berdasarkan dimensi Hart dan Staveland (1988). Analisis data menggunakan regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, job insecurity dan beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (F = 2,499; p = 0,088 > 0,05) dengan kontribusi sebesar 5,3%. Secara parsial, job insecurity berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (β = -0,218; p = 0,037 < 0,05), sedangkan beban kerja tidak berpengaruh signifikan (β = -0,081; p = 0,432 > 0,05). Tingkat kepuasan kerja, job insecurity, dan beban kerja seluruhnya berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa job insecurity merupakan faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi kepuasan kerja dibandingkan beban kerja. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan Psikologi Industri dan Organisasi, khususnya dalam konteks tenaga pendidik non-PNS, serta implikasi praktis bagi pemangku kebijakan untuk menciptakan kepastian status kerja dan dukungan organisasi bagi guru honorer.
Metode Guru dalam Mengembangkan Kedisiplinan pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Sangia Jampaka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah Riska; Muamal Gadafi; Damsir D
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang dilakukan guru untuk mengembangkan kedisiplinan pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Sangia Jampaka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Subjek penelitian ini adalah 2 orang guru dan Kepala Sekolah TK Negeri Sangia Jampaka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah.Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode guru dalam mengembangkan kedisiplinan pada anak usia 5-6 tahun dilakukan melalui beberapa metode yang disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan anak. Metode yang diterapkan lebih menekankan pada: 1) metode cerita, dengan menceritakan kisah-kisah yang menarik yang mengandung pesan moral dan nilai-nilai disiplin sehingga anak lebih memahami perilaku apa saja yang dapat ditiru dalam cerita tersebut. 2) Metode keteladanan/contoh, guru memberikan contoh secara langsung perilaku disiplin kepada anak. 3) Metode pembiasaan, guru membiasakan anak melakukan kegiatan secara teratur dan konsisten setiap hari. 4) Metode apresiasi, digunakan sebagai bentuk penguatan positif yang diberikan ketika anak menunjukkan perilaku disiplin. 5) Pemberian konsekuensi, digunakan untuk menyadarkan anak bahwa perbuatan yang dilakukan itu salah. 6) Kerjasama antara guru dan orang tua, dengan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua, sehingga akan menjadikan keberhasilan pengembangan kedisiplinan pada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode yang diterapkan sudah berjalan dengan baik. Guru telah menggunkan berbagai metode yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Eksploitasi Seksual Menurut UU Perlindungan Anak Nur Wahid Musaddiq
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2409

Abstract

Eksploitasi seksual terhadap anak merupakan salah satu bentuk kejahatan serius yang mengancam hak asasi dan masa depan anak. Fenomena ini menunjukkan bahwa anak sebagai kelompok rentan sering kali menjadi objek pemanfaatan untuk kepentingan ekonomi maupun kepentingan pribadi pihak tertentu. Oleh karena itu, negara melalui peraturan perundang-undangan berupaya memberikan perlindungan hukum yang tegas terhadap anak dari berbagai bentuk eksploitasi, termasuk eksploitasi seksual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap anak korban eksploitasi seksual berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), yaitu dengan menelaah ketentuan hukum yang mengatur perlindungan anak dalam sistem hukum nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa eksploitasi seksual anak menurut UU Perlindungan Anak merupakan tindakan memperalat, memanfaatkan, atau memeras anak di bawah umur untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok, termasuk dengan mempekerjakan anak sebagai pekerja seksual. Undang-undang tersebut menetapkan sanksi pidana berupa hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda antara Rp60.000.000 hingga Rp300.000.000. Ketentuan ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak korban eksploitasi seksual merupakan tanggung jawab bersama negara, pemerintah daerah, masyarakat, keluarga, dan orang tua atau wali.
- Pengaruh Penggunaan Aplikasi English For Kids terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris (Speaking) Anak Usia Dini Inayatul Nisa; Salwiah; Afifah Nur Hidayah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2410

Abstract

Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global, namun data proficiency index menunjukkan kemampuan bahasa inggris anak-anak Indonesia yang masih rendah pada tahun 2020-2024, sehingga perlu diatasi sejak Pendidikan usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan aplikasi English for Kids terhadap keterampilan berbicara Bahasa inggris (Speaking) anak di kelompok B TK Tunas Bakti Kecamatan Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan desain One Group Pre-Test Post-Test, dengan sampel penelitian berjumlah 20 Anak. Data dikumpulkan melalui Test, Observasi, dan Studi Dokumen. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test anak sebesar 25,10 (kategori BB) meningkat menjadi 58,55 (Kategori BSH) pada post-test, dengan thitung = -56,982 lebih besar (>) dari nilai tkritis = 1,7291 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Probabilitas < taraf signifikan (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya perlakuan atau intervensi yang diberikan dengan menggunakan Aplikasi English for Kids terbukti adanya pengaruh terhadap keterampilan berbicara Bahasa inggris (Speaking) anak di Kelompok B TK Tunas Bakti, Kecamatan kendari.
Strategi Guru dalam Pengembangan Regulasi Emosi pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Kuncup Pertiwi Kota Kendari Vini Yulia Arianto; Afifah Nur Hidayah; Nurhayati
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan regulasi emosi pada anak usia 5–6 tahun di TK Kuncup Pertiwi Kota Kendari. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari dua guru kelas B, dengan objek penelitian berupa strategi pengembangan regulasi emosi anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model spradley yang terdiri dari empat tahap utama, yaitu: analisi domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dilakukan melalui (a) pemodelan ekspresi emosi positif, guru secara konsisten menunjukkan sikap tenang, sabar, menggunakan suara lembut, serta menampilkan ekspresi wajah yang ramah ketika menghadapi anak yang sedang mengalami emosi. Selain itu, guru juga memanfaatkan humor. (b) penguatan positif, Penguatan ini diberikan dalam berbagai bentuk, seperti penghargaan (bintang), pujian, tepuk tangan, serta sentuhan fisik positif seperti tos dan pelukan. (c) keterlibatan aktif anak, Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan perasaan, mengelola emosi, seperti menarik napas dalam, menghembuskan perlahan, dan memejamkan mata. serta (d) kolaborasi dengan orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak selain itu, guru secara rutin menyampaikan informasi mengenai perkembangan anak kepada orang tua. Strategi yang diterapkan secara konsisten membantu anak mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara positif. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran aktif guru dalam pengembangan regulasi emosi anak usia dini.
Hubungan Mindfulness dan Konsentrasi terhadap Performa Akademik Mahasiswa Muhammad Daffa Alghifari; Purnamawati Tjhin
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2297

Abstract

Prestasi akademik merupakan indikator penting keberhasilan mahasiswa dalam pendidikan tinggi dan umumnya diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Berbagai faktor psikologis internal diyakini berkontribusi terhadap pencapaian akademik, termasuk mindfulness dan konsentrasi. Mindfulness merujuk pada kemampuan individu untuk menyadari pengalaman saat ini secara sadar tanpa penilaian, sedangkan konsentrasi berkaitan dengan kemampuan mempertahankan perhatian pada tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mindfulness dan konsentrasi dengan performa akademik mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian terdiri atas 76 mahasiswa aktif Program Studi Teknik Sipil di Jakarta yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Mindfulness diukur menggunakan Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ), konsentrasi diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indonesia (SLCQ-I), dan performa akademik dinilai berdasarkan IPK kumulatif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat mindfulness tinggi, tingkat konsentrasi sedang, dan performa akademik dengan kategori IPK tinggi (≥2,75). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara mindfulness dan performa akademik mahasiswa (p = 0,783), maupun antara konsentrasi dan performa akademik (p = 0,119). Temuan ini mengindikasikan bahwa mindfulness dan konsentrasi tidak berasosiasi secara langsung dengan capaian akademik kumulatif mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa performa akademik mahasiswa dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang lebih kompleks, sehingga mindfulness dan konsentrasi kemungkinan berperan sebagai faktor pendukung proses belajar, bukan sebagai prediktor langsung IPK. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal atau pendekatan intervensi disarankan untuk mengeksplorasi peran faktor psikologis lain yang dapat memediasi hubungan tersebut.
Pengaruh Media Pembelajaran Inovatif Jam Genius Terhadap Kemampuan Sintaksis Anak Kelompok A Di TK Wulele Sanggula II Kota Kendari Jefitma; Muh. Safiuddin Saranani; Afifah Nur Hidayah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2518

Abstract

Media Jam Genius dirancang sebagai alat bantu belajar interaktif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini, khususnya dalam aspek kemampuan sintaksis anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan Desain penelitian yang digunakan adalah pre-Eksperimen Design dengan bentuk desain one group pre test-posttest design yaitu terdapat suatu kelompok yang diberikan pre-test sebelum perlakuan kemudian diberikan perlakuan dan diberi post-test setelah perlakuan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran inovatif Jam Genius terhadap kemampuan sintaksis anak kelompok A di TK Wulele Sanggula II  Kota Kendari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran inovatif jam genius terhadap kemampuan sintaksis anak kelompok A di TK Wulele Sanggula II Kota Kendari. Adapun pengambilan sampel yang dipakai adalah teknik sampling jenuh, dengan jumlah sampel 25 anak yang terdiri dari 14 anak perempuan dan 11 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan uji Paired Sample T-test menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari pretes (23,36) menjadi posstes (40,92) dengan signifikansi 0,000(<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media Pembelajaran Inovatif Jam genius Terhadap Kemampuan Sintaksis Anak Berpengaruh signifikan terhadap kemampuan sintaksis anak usia 4-5 tahun di TK Wulele Sanggula II.
Doomscrolling dan Information Overload pada Generasi Z: Studi Pustaka Tentang Dampaknya terhadap Kesehatan Mental Jeni Oktaviani; Miftahuddin; M. Fahli Zatrahadi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena doomscrolling dan information overload beserta implikasinya terhadap kesehatan mental Generasi Z melalui pendekatan studi literatur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh eskalasi intensitas penggunaan media sosial yang memunculkan paparan informasi negatif secara repetitif. Pendekatan metodologis yang diterapkan merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis literatur terhadap beragam artikel ilmiah relevan pada periode 2022–2026. Temuan penelitian mengindikasikan adanya keterkaitan mutual antara doomscrolling dan information overload dalam memengaruhi kondisi psikologis individu, termasuk kecemasan, stres, serta kelelahan emosional. Lebih lanjut, kelebihan informasi turut menimbulkan degradasi fungsi kognitif, seperti konsentrasi dan pengambilan keputusan. Penelitian ini juga mengungkap bahwa regulasi diri serta strategi coping berfungsi sebagai faktor protektif dalam memitigasi dampak negatif dari penggunaan media sosial. Dengan demikian, diperlukan penguatan literasi digital dan pengelolaan penggunaan media secara prudent guna mempertahankan kesehatan mental Generasi Z.
Gambaran Career Calling pada Mahasiswa Kedokteran Universitas X Bellen; Evans Garey
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2572

Abstract

Career calling merupakan aspek penting dalam kesiapan karir mahasiswa kedokteran karena berkaitan dengan makna pribadi, orientasi sosial, dan komitmen terhadap profesi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat career calling pada mahasiswa kedokteran serta melihat kecenderungannya berdasarkan angkatan, jenis kelamin, dan minat melanjutkan profesi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 176 mahasiswa berpartisipasi dengan mengisi kuesioner Career Calling Scale for Emerging Adults (CCSEA) secara online. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan kategorisasi hipotetik untuk melihat distribusi tingkat career calling serta ketiga dimensi utamanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat career calling yang tinggi. Dimensi personal meaning dan other-oriented meaning memperoleh proporsi kategori tinggi terbesar, menggambarkan bahwa mahasiswa memandang profesi kedokteran sebagai hal yang bermakna secara pribadi dan berdampak positif bagi masyarakat. Sementara itu, dimensi active engagement menunjukkan skor yang lebih rendah dibandingkan dua dimensi lainnya, yang mengindikasikan bahwa tidak semua mahasiswa telah secara konsisten terlibat dalam tindakan nyata untuk mewujudkan panggilan kariernya. Selain itu, kecenderungan career calling tinggi tampak konsisten pada berbagai angkatan, jenis kelamin, dan kelompok yang berminat melanjutkan profesi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai kondisi career calling mahasiswa kedokteran serta menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan karier, konseling, dan penguatan identitas profesional di institusi pendidikan kedokteran.