cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 255 Documents
Konsep Ilmu dalam Pandangan Ibnu Khaldun: Analisis Epistemologi terhadap Kitab Muqoddimah Sidiq, Apip Ansurullah; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2238

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ilmu dalam pandangan Ibnu Khaldun melalui analisis epistemologis terhadap Kitab Muqaddimah. Ibnu Khaldun merupakan salah satu tokoh Muslim klasik yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami hubungan antara ilmu, realitas sosial, dan peradaban manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ilmu menurut Ibnu Khaldun, sumber-sumber pengetahuan yang diakuinya, serta metode epistemologis yang digunakan dalam membangun ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis filosofis terhadap teks Muqaddimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun memandang ilmu sebagai hasil interaksi antara akal, pengalaman empiris, dan wahyu, yang berkembang seiring dengan dinamika sosial dan peradaban. Ia menekankan pentingnya observasi empiris dan kritik terhadap berita sejarah sebagai dasar validitas ilmu, tanpa mengesampingkan peran wahyu sebagai sumber kebenaran transenden. Pendekatan epistemologis Ibnu Khaldun menunjukkan integrasi antara rasionalitas, empirisme, dan nilai-nilai keislaman, yang relevan sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan dalam konteks keilmuan Islam kontemporer. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian epistemologi Islam serta memperkuat relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam diskursus filsafat ilmu modern.
Epistemologi Ilmu dalam Perspektif Islam dan Barat : Sebuah Telaah Komparatif Fajri, M Nurul; Rohanda, Rohanda; Kodir, Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2239

Abstract

Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas hakikat pengetahuan, sumber-sumbernya, metode perolehannya, serta kriteria kebenaran dan validitasnya. Perbedaan epistemologis antara Islam dan Barat mencerminkan perbedaan paradigma filosofis yang mendasar dalam memandang realitas, manusia, dan tujuan ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif epistemologi Islam dan epistemologi Barat dengan menitikberatkan pada landasan worldview, sumber pengetahuan, metode perolehan dan validasi pengetahuan, konsep kebenaran, serta orientasi nilai dan tujuan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis terhadap berbagai literatur filsafat dan filsafat ilmu dari tradisi pemikiran Islam dan Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam bersifat integratif dan teosentris dengan wahyu sebagai sumber kebenaran tertinggi yang membimbing peran akal dan pengalaman empiris, serta menempatkan ilmu dalam kerangka etika dan tujuan transendental. Sebaliknya, epistemologi Barat cenderung antroposentris, menekankan rasionalitas dan empirisme, serta memisahkan ilmu dari dimensi metafisik dan nilai. Perbedaan paradigma ini berimplikasi signifikan terhadap arah pengembangan ilmu pengetahuan dan perannya dalam kehidupan manusia kontemporer.
Eksistensi Kuliner Khas Jawa di Pekanbaru (Studi Kasus Rumah Makan Gudeg Kendil Jogja di Pekanbaru) Pramodia, Syifa Previa; Asriwandari, Hesti
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2246

Abstract

Fenomena perkembangan dibidang kuliner sudah semakin berkembang di Kota Pekanbaru. Terkhususnya keberadaan atau eksistensi bisnis rumah makan khas atau tradisional sudah semakin banyak dan berkembang. Eksistensi rumah makan khas Jawa di Pekanbaru terus meningkat namun tidak semuanya dapat berkembang dan dapat mempertahankan eksistensinya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pemilihan makanan dan perbedaan selera cita rasa pada makanan. Masyarakat di Pekanbaru didominasi dengan penduduk beretnis minang yang lebih familiar dengan cita rasa makanan yang gurih dan pedas, sedangkan cita rasa makanan khas Jawa cenderung manis yang legit. Fenomena eksistensi rumah makan khas Jawa di Pekanbaru didukung oleh modal sosial yang kuat. Terdapat tiga unsur modal sosial yang mendukung keberlangsungan pada usaha rumah makan, yaitu (1) Nilai dan norma (2) Jaringan atau networks dan (3) Kepercayaan atau trust. Ketiga unsur modal sosial tersebut harus diterapkan baik antara pemilik rumah makan dengan karyawan maupun kepada konsumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan pada salah satu rumah makan khas Jawa yang masih eksis di Pekanbaru, yaitu Gudeg Kendil Jogja. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara bersama beberapa informan yang memenuhi kriteria untuk diwawancara, dan mengumpulkan dokumentasi lainnya sebagai pendukung informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur modal sosial berhasil diterapkan oleh pemilik rumah makan dengan karyawan serta konsumen. Penerapkan modal sosial dan inovasi menjadi faktor utama rumah makan khas Jawa ini dapat mempertahankan eksistensinya di kota Pekanbaru.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Model Kooperatif Tipe Scramble dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning Thahara, Aliva; Mahdalena; Nasution, Laila Maghfiroh; Mayasari , Indah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2247

Abstract

Salah satu peranan penting dalam menunjang kesiapan fisik dan mental siswa dalam mengikuti proses pembelajaran merupakan sarapan pagi. Akan tetapi, kondisi di lapangan menunjukkan hasil yang timpang, banyak siswa yang belum terbiasa sarapan pagi dan ini akan memengaruhi hasil belajar siswa. Adanya penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan antara sarapan pagi dengan kemampuan konsentrasi dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, berupa sampel subjek yang diteliti yaitu 23 siswa, dan menggunakan teknik pengumpulan data  melalui pengisisn instrument mengenai sarapan pagi, konsentrasi, dan motivasi belajar. Pada hasil penelitian menunjukkan angka yang timpang, siswa yang terbiasa sarapan memiliki frekuensi 7 siswa (30,4%), sedangkan siswa yang masih kadang-kadang sarapan memiliki frekuensi 15 siswa (65,2%), dan 1 siswa (4,3%) yang tidak pernah sarapan. Ini menjadi gambaran di situasi nyata yang membuktikan banyak siswa yang belum terbiasa sarapan dan akan memengaruhi ketidakmerataan kesiapan fisik dan mental siswa untuk terjun dalam proses pembelajaran. Karena siswa yang terbiasa sarapan akan memiliki kemampuan konsentrasi dan meningkatnya motivasi untuk belajar yang baik, jika dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki kebiasaan sarapan pagi. Dengan sebab itu, kebiasaan sarapan pagi menjadi peranan penting dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi dan motivasi, dan menunjang kesiapan belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran.
Berbicara (Cadel) pada Anak Usia Dini Upaya Guru dalam Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak pada Gangguan Impeng; Salwiah; Sitti Rahmaniar Abubakar
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2250

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, bagaimana upaya guru dalam stimulasi perkembangan bahasa anak pada gangguan berbicara (Cadel) pada anak usia dini di RA Al-Irsyad Kecamatan Kendari Barat? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana upaya guru dalam stimulasi perkembangan bahasa anak pada gangguan berbicara (Cadel) pada anak usia dini di RA Al-Irsyad. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu tiga orang guru atau pengajar dari RA Al-Irsyad Kecamatan Kendari Barat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut yakni; pengumpulan data, data reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Melalui pendekatan individual, guru secara aktif mengenali potensi dan kelemahan anak. 2) Dalam aspek kegiatan terstruktur, guru mengarahkan anak pada pengalaman belajar yang bermakna dengan menghubungkan materi pada kehidupan nyata serta membiasakan anak mengikuti aturan dan instruksi secara konsisten menggunakan bahasa yang sederhana dan santun. 3) Ada indikator pengembangan sosial, guru menciptakan lingkungan yang inklusif dengan memberikan waktu khusus bagi anak untuk mengekspresikan diri dan bercerita tanpa memotong pembicaraannya, yang terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian anak dalam berkomunikasi. Terakhir, melalui evaluasi dan penyesuaian, guru melakukan penilaian berkelanjutan melalui catatan portofolio dan observasi harian untuk memantau kemajuan perkembangan bahasa anak. Hasil evaluasi ini digunakan sebagai dasar untuk menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam stimulasi perkembangan bahasa pada gangguan berbicara (cadel) anak usia dini dilakukan melalui pendekatan individual, kegiatan terstruktur, penciptaan lingkungan sosial, dan evaluasi yang berkelanjutan menjadi fondasi utama guru dalam stimulasi perkembangan bahasa anak usia dini pada gangguan berbicara cadel secara optimal.
Perkembangan Kognitif, Emosional, Dan Spiritual Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Agama Islam Suryadiputra, Nursyamsi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2261

Abstract

Pendidikan agama Islam berfungsi mengintervensi perkembangan anak usia nol sampai dengan enam tahun atau yang sering disebut Anak Usia Dini (AUD), baik dari segi kognitif, emosional, serta spiritual. Penelitian ini bermaksud menganalisa pengaruh pendidikan Islam kepada pencapaian kognitif, sosial emosional, dan nilai moral anak prasekolah atau Anak Usia Dini. Pendidikan Agama Islam dipandang sebagai  fondasi yang sangat kuat dalam membentuk karakter, kecerdasan berpikir, serta keseimbangan emosi dan spiritual anak sejak usia dini.  Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan pendalaman secara teoritis. Hasilnya menunjukkan kalau pendidikan Islam memiliki fungsi yang vital untuk memaksimalkan perkembangan kognitif anak terutama dalam pengenalan konsep dasar keagamaan melalui pembiasaan dan penteladanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran agama Islam dapat membentuk pemikiran anak yang logis dalam mengambil sebuah keputusan, seperti anak memilih meninggalkan mainannya ketika mendengan suara adzan untuk melaksanakan  beribadah sholat. Dalam aspek emosional, pendidikan agama membantu anak mengendalikan emosi (marah, senang atau sedih), serta menanamkan kesabaran dan rasa syukur. Untuk aspek spiritual, pendidikan agama Islam akan menumbuhkan kesadaran anak terhadap nilai keimanan tentang adanya Tuhan. Studi ini menegaskan kalau pendidikan Islam merupakan faktor fundamental untuk membentuk karakter dan kepribadian anak secara holistik.
Aliran Progresivisme: Tokoh-Tokohnya Tujuan Pendidikan dan Pandangannya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Rahim, Marwan Kurniawan; Musthan, Zulkifli; Hadisi, La
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2267

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern menghadapi tantangan serius berupa kecenderungan pembelajaran yang normatif, dogmatis, dan berorientasi pada hafalan, sehingga kurang mampu menumbuhkan kesadaran kritis, reflektif, dan kontekstual pada peserta didik. Kondisi ini menuntut adanya pembaruan paradigma pendidikan yang tidak hanya setia pada nilai-nilai ajaran Islam, tetapi juga responsif terhadap dinamika sosial, budaya, dan perkembangan zaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aliran progresivisme dalam filsafat pendidikan serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam perspektif pemikiran Prof. Dr. H. Zulkifli Musthan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) terhadap literatur filsafat pendidikan progresivisme dan karya-karya pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa progresivisme, meskipun berasal dari tradisi pemikiran Barat, memiliki sejumlah prinsip pedagogis yang dapat disinergikan dengan nilai-nilai dasar pendidikan Islam, seperti pembelajaran berpusat pada peserta didik, belajar melalui pengalaman, kebebasan berpikir yang bertanggung jawab, serta orientasi sosial pendidikan. Dalam perspektif Zulkifli Musthan, progresivisme bukan dipahami sebagai ideologi sekuler, melainkan sebagai pendekatan metodologis yang dapat merevitalisasi pembelajaran PAI agar lebih humanis, dialogis, dan transformatif. Integrasi progresivisme dalam PAI berpotensi membentuk peserta didik yang tidak hanya saleh secara individual, tetapi juga memiliki kesadaran kritis spiritual dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa progresivisme merupakan peluang strategis bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam yang relevan dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan prinsip tauhid dan akhlak sebagai fondasi utama.
Filsafat Pendidikan Islam Kegunaan Hikmah dan Hakikat Serta Hubungannya dengan Filsafat Ilmu Puteri, Sri Marlia; Musthan, Zulkifli; Hadisi, La
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2273

Abstract

Filsafat pendidikan Islam merupakan cabang ilmu yang berupaya mengkaji secara mendalam hakikat, tujuan, dan nilai nilai utama yang menjadi dasar proses pendidikan dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara filsafat pendidikan Islam dan filsafat ilmu sebagai dua bidang pemikiran yang memiliki kesamaan visi, yakni menuntun manusia pada kebenaran dan kebijaksanaan (hikmah). Fokus utama kajian ini meliputi identifikasi hakikat, fungsi, dan nilai nilai hikmah dalam filsafat pendidikan Islam, serta bagaimana konsep tersebut relevan terhadap pengembangan filsafat ilmu di era modern. Melalui metode studi literatur, penelitian ini menelusuri berbagai pemikiran dari para ahli filsafat Islam dan ilmu pengetahuan di Indonesia dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Pendekatan studi literatur dipilih karena mampu mengintegrasikan temuan konseptual yang telah teruji dari berbagai karya ilmiah sebelumnya, sekaligus merumuskan sintesis pemikiran yang kontekstual dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki kontribusi signifikan dalam membangun paradigma keilmuan yang selaras antara rasionalitas dan spiritualitas. Nilai hikmah di dalamnya menekankan pentingnya ilmu yang bermanfaat, tindakan yang arif, serta orientasi pengetahuan menuju kemaslahatan umat. Hubungan filsafat pendidikan Islam dan filsafat ilmu terletak pada kesamaan dasar epistemologis dan aksiologis, yaitu pencarian kebenaran yang menyeluruh dan berkeadilan. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya integrasi nilai nilai Islam dan filsafat ilmu untuk mewujudkan sistem pendidikan yang ilmiah, berkarakter, dan berlandaskan kemanusiaan.
Konsepsi Islam Dalam Filsafat Pendidikan Agama Islam Sudarmin, Sudarmin; Musthan, Zulkifli; Hadis, La
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2276

Abstract

Filsafat pendidikan Agama Islam secara umum membahas berbagai isu yang muncul di bidang pendidikan. Seperti masalah-masalah yang menyangkut rancangan kurikulum pendidikan, sasaran pendidikan, strategi pengajaran, penilaian pendidikan, hakikat pengajar, hakikat pelajar, serta hal-hal yang lain. Oleh karena itu, penting untuk dipahami pokok-pokok bahasan yang tercakup dalam filsafat pendidikan Islam. Dalam pelaksanaannya, pendidikan Islam memerlukan beragam konsep yang sesuai untuk mengarahkan kegiatan pendidikan menuju tujuan yang diharapkan. Sebaik dan sempurna apa pun suatu konsep dalam pendidikan, konsep tersebut tidak akan bermakna jika tidak didukung oleh konsep-konsep lainnya. Dengan kata lain, konsep-konsep tersebut harus saling terhubung dan berkesinambungan. Apabila implementasi suatu konsep tidak sesuai dalam praktiknya, hal itu akan mengganggu proses pembelajaran. Oleh karena itu, seluruh konsep dalam filsafat pendidikan Islam adalah persyaratan mutlak untuk melaksanakan kegiatan pendidikan Islam secara efektif.
Etika Dagang Islam pada Pengelolaan Warung Kelontong Madura menurut Gagasan Muhammad Yunus Merdi N, Laurentius Dwi Agus
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2280

Abstract

Perdagangan merupakan suatu kegiatan penting dalam kehidupan duniawi dan menjadi ungkapan kebudayaan seorang manusia. Dalam proses dagang itu, dipergunakan pula etika, yang bukan hanya berisi ihwal hukum dan tata cara pada hidup manusia, tetapi juga praktek  untuk mewujud-nyatakan penghayatan iman dalam keseharian. Etika menjadi pondasi yang harus dimiliki oleh para pelaku dagang. Ketaatan kepada etika ini menjadi landasan krusial bagi kesuksesan usaha dagang yang dijalankan, apalagi usaha kecil dan menengah. Dasar- dasar etika telah dipraktekkan oleh usaha kecil berupa warung kelontong Madura 24 jam. Warga menilai bahwa eksistensi warung kelontong Madura bisa memberi manfaat kepada siapa saja yang membutuhkan kebutuhan sehari- hari. Kemajuan dan perkembangan pengelolaan warung kelontong Madura yang mewujudkan praktek etika dagang Islam sebagai akibatnya semakin populer dan menjamur di mana- mana. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan etika dagang Islam terhadap eksistensi warung kelontong Madura yang semakin mengembangkan ekonomi kerakyatan. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kerakyatan yang notabene menjadi bentuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) ditinjau menurut gagasan Muhammad Yunus.