cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 255 Documents
Partisipasi Orang Muda Katolik Terhadap Katekese Digital Berbasis Instagram @Instakatolik Di Yogyakarta Dhone, Maria Theodora; Mulyatno , Carolus Borromeus
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2213

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, terutama di kalangan generasi muda. Dalam konteks kehidupan beriman, media sosial seperti Instagram menjadi sarana potensial untuk pewartaan iman dan pembinaan rohani melalui katekese digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami partisipasi orang muda Katolik terhadap katekese digital di Instagram, serta menelaah faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keterlibatan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga orang muda Katolik berusia 17–30 tahun yang aktif menggunakan Instagram dan mengenal akun-akun katekese Katolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap katekese digital pada umumnya positif karena konten dinilai relevan, menarik, dan mudah dipahami. Namun demikian, tingkat partisipasi masih cenderung pasif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram memiliki potensi besar sebagai media pewartaan iman yang efektif, apabila didukung oleh kualitas konten yang baik, pendampingan pastoral yang memadai, serta keterlibatan aktif dari kaum muda. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pelayan pastoral dalam mengembangkan bentuk katekese digital yang lebih kreatif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda masa kini.
Self Asessment: Servant Leadership pada Pengurus Organisasi Mahasiswa Laili, Januariya
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2214

Abstract

Perubahan karakteristik kepemimpinan pada Generasi Z menuntut pendekatan kepemimpinan yang lebih relasional, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan, khususnya dalam konteks organisasi mahasiswa. Salah satu model kepemimpinan yang relevan dengan karakteristik tersebut adalah servant leadership. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil servant leadership pada pengurus organisasi mahasiswa Generasi Z melalui pendekatan self-assessment. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik sampel jenuh, melibatkan 44 pengurus aktif organisasi mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner servant leadership yang mencakup delapan indikator, yaitu altruisme, emotional healing, kebijaksanaan (wisdom), persuasive mapping, pengelolaan organisasi, kerendahan hati (humility), visi, dan orientasi pelayanan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase dan pemaknaan kategoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat servant leadership pengurus organisasi mahasiswa berada pada kategori relatif tinggi. Indikator yang bersifat relasional dan emosional, khususnya emotional healing dan altruisme, memperoleh skor tertinggi. Sebaliknya, indikator yang bersifat strategis dan berorientasi masa depan, seperti visi dan persuasive mapping, menunjukkan skor yang relatif lebih rendah.Temuan ini mengindikasikan bahwa pengurus organisasi mahasiswa Generasi Z telah menginternalisasi nilai-nilai pelayanan, empati, dan kepedulian interpersonal, namun masih memerlukan penguatan pada aspek kepemimpinan strategis dan visioner. Penelitian ini menegaskan relevansi teori servant leadership Greenleaf dalam konteks organisasi mahasiswa serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan program kepemimpinan di perguruan tinggi yang menyeimbangkan nilai-nilai pelayanan dengan kompetensi strategis.
Analisis Biomekanika Gerakan Passing Bawah pada Atlet Bola Voli Avbc Samarinda Muhammad Aldi; Julianur
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2217

Abstract

Passing bawah merupakan teknik dasar yang berperan penting dalam permainan bola voli karena menjadi dasar penguasaan bola dan awal penyusunan serangan. Kualitas passing bawah dipengaruhi oleh ketepatan sudut gerak, kestabilan postur tubuh, serta kontrol gerakan lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomekanika gerakan passing bawah pada atlet bola voli AVBC Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis biomekanika. Subjek penelitian terdiri dari dua atlet yang dianalisis menggunakan rekaman video dan perangkat lunak Kinovea. Parameter yang dianalisis meliputi sudut tumpuan, sudut ayunan lengan, sudut lutut pasca perkenaan, sudut lengan pasca perkenaan, serta fase lanjutan (follow-through). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sampel 1 memiliki sudut tumpuan 98° dan sudut ayunan lengan 168°, dengan sudut lutut pasca perkenaan 118,7° dan sudut lengan 94,7°, yang menunjukkan fleksibilitas gerak lebih besar namun kontrol lanjutan terbatas. Sampel 2 menunjukkan sudut tumpuan 132° dan sudut ayunan lengan 174°, dengan sudut lutut pasca perkenaan 135,2° dan sudut lengan 107,1°, serta follow-through yang lebih stabil. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kestabilan tumpuan, ekstensi lengan, dan kualitas follow-through berpengaruh terhadap efektivitas passing bawah.
Analisis Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran PJOK di Sekolah Dasar Negeri 012 Tenggarong Rangga Mauladani, Vio; Julianur
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2221

Abstract

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar memerlukan dukungan alat peraga agar materi gerak dapat disampaikan secara konkret, menarik, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Alat peraga berperan penting dalam meningkatkan keaktifan siswa serta membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Namun, pada kenyataannya pemanfaatan alat peraga di sekolah dasar masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi jumlah maupun kondisi alat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat peraga dalam pembelajaran PJOK di SD Negeri 012 Tenggarong, meliputi ketersediaan, kondisi, dan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PJOK, sedangkan objek penelitian difokuskan pada alat peraga PJOK yang digunakan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki beberapa jenis alat peraga yang sebagian besar masih layak pakai dan dimanfaatkan dalam pembelajaran, terutama cone yang paling sering digunakan. Meskipun demikian, terdapat beberapa alat yang mengalami kerusakan sehingga pemanfaatannya belum optimal. Penggunaan alat peraga terbukti mampu meningkatkan keaktifan dan antusiasme siswa selama pembelajaran PJOK. Disimpulkan bahwa alat peraga memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran PJOK yang aktif, menyenangkan, dan bermakna, meskipun masih diperlukan perbaikan dan pengadaan alat untuk menunjang pembelajaran secara optimal.
Tingkat Kecemasan Pra-Pertandingan Atlet Pencak Silat Iqsa Sport Silat Club Bontang Mawarni, Fitri; Galih Priyambada
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pra-pertandingan atlet pencak silat Iqsa Sport Silat Club Bontang ditinjau dari dimensi kecemasan kompetitif dan kelompok usia atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 36 atlet pencak silat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 11–14 Juni 2025 melalui kuesioner The Revised Competitive State Anxiety Inventory-2 (CSAI-2R) versi Bahasa Indonesia yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, persentase, dan kategori tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada pada kategori kecemasan sedang (80,6%). Ditinjau dari dimensi kecemasan, kecemasan somatik memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan kecemasan kognitif, sedangkan kepercayaan diri menunjukkan nilai rata-rata tertinggi dan relatif stabil. Berdasarkan usia, atlet berusia 19–25 tahun cenderung mengalami tingkat kecemasan kognitif dan somatik yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan pra-pertandingan merupakan kondisi yang umum dialami atlet pencak silat dan masih berada dalam batas wajar, namun diperlukan pengelolaan mental yang tepat untuk mendukung kesiapan dan performa atlet saat bertanding.
Pengaruh Kurangnya Sarana dan Prasarana terhadap Prestasi Ekstrakulikuler Bola Voli : Studi Survei pada Siswa Smpn 8 Longkali Istiqomah, Jovita; Julianur
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2224

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler bola voli memiliki peran strategis dalam pengembangan prestasi dan motivasi siswa di sekolah menengah pertama. Namun, keberhasilan pembinaan olahraga sekolah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sarana dan prasarana serta pengaruhnya terhadap prestasi dan motivasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMPN 8 Longkali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif dan desain non-eksperimental. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert empat pilihan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 80%, sedangkan 20% berada pada kategori sedang. Pada variabel prestasi dan motivasi, seluruh responden (100%) berada pada kategori sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan hubungan searah antara keterbatasan fasilitas dengan rendahnya prestasi dan motivasi siswa. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kurangnya sarana dan prasarana berdampak negatif terhadap efektivitas pembinaan ekstrakurikuler bola voli, sehingga peningkatan dan pengadaan fasilitas olahraga menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengembangan potensi dan prestasi siswa secara berkelanjutan.
Integrasi Islamic Mindfulness (Muraqabah) dalam Intervensi Psikologis untuk Mengatasi Nomophobia pada Gen Z Ubaidillah; Amalina Oktaviani, Nurul; Fithroni, Akhmad; Faradisya, Rachel Warda; Rizky, Muhammad; Filusufi, Sayid Aqil
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2226

Abstract

Ketergantungan pada ponsel pintar atau Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) telah menjadi tantangan kesehatan mental yang signifikan bagi Generasi Z, termasuk siswa di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas integrasi Islamic Mindfulness (Muraqabah) sebagai intervensi psikologis untuk menurunkan tingkat nomophobia pada siswa SMA Daruttaqwa Gresik. Muraqabah, sebagai bentuk kesadaran akan kehadiran Allah, digunakan untuk melatih regulasi diri dan kontrol impuls terhadap penggunaan gawai. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain quasi-experimental (pre-test dan post-test control group design). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI yang teridentifikasi memiliki tingkat nomophobia tinggi berdasarkan skala Nomophobia Questionnaire (NMP-Q). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor nomophobia yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan intervensi pelatihan Muraqabah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Integrasi ini membuktikan bahwa pendekatan spiritual berbasis kesadaran religius dapat menjadi alternatif terapi kognitif-perilaku yang efektif dalam konteks Psikologi Islam untuk mengatasi kecanduan teknologi di kalangan remaja.
Pengaruh Cyberbullying terhadap Perilaku Agresif Siswa Kelas 12 di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk Deni, Muhamad; Syarifan Nurjan; Rizkiana, Afitria
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2227

Abstract

Cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang dilakukan melalui media digital seperti media sosial, pesan instan, atau platform daring lainnya, yang dapat menimbulkan dampak psikologis negatif bagi korban maupun pelakunya. Salah satu dampak yang mungkin muncul akibat cyberbullying adalah perilaku agresif, baik secara langsung maupun tidak langsung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cyberbullying terhadap perilaku agresif yang dilakukan oleh kalangan remaja yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk. Penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya penggunaan media sosial yang berdampak pada perubahan perilaku remaja, khususnya dalam konteks relasi sosial di lingkungan pendidikan.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 12 SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian berupa angket cyberbullying dan angket perilaku agresif yang telah divalidasi dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana dan uji signifikansi t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara cyberbullying terhadap perilaku agresif siswa, dengan nilai signifikansi (p) < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi perilaku cyberbullying yang dialami atau dilakukan siswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif yang muncul.
Persepsi Guru pada Pendekatan Pembelajaran Deep Learning di TK Negeri 12 Kendari Astari, Novi; Salwiah; D, Damsir
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru pada pendekatan pembelajaran deep learning di TK Negeri 12 Kendari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru TK Negeri 12 Kendari. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap pendekatan pembelajaran deep learning cenderung positif. Pada aspek kognitif, guru memahami konsep, tujuan, dan manfaat deep learning, meskipun tingkat pemahaman masih bervariasi. Pada aspek afektif, guru menunjukkan sikap menerima, antusias, dan meyakini bahwa deep learning mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi anak usia dini. Pada aspek konatif, guru berupaya menerapkan deep learning melalui kegiatan berbasis pengalaman nyata, partisipasi aktif, dan refleksi, walaupun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu dan sarana pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi guru berada pada kategori positif, namun memerlukan dukungan berkelanjutan agar implementasi deep learning dapat berjalan lebih optimal.
Analisis Kecepatan Tendangan Depan pada Anak Usia Dini di Unit Latihan Tapak Suci Tenggarong Apriliana, Devi; Galih Priyambada
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2235

Abstract

Pencak Silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang memiliki struktur teknik yang unik, yaitu sikap pasang, pola langkah, serang-bela, dan kembali ke sikap pasang. Tendangan menjadi teknik dominan dalam pertandingan karena memiliki nilai tinggi dan jangkauan serangan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kecepatan tendangan depan pesilat usia dini di Pusat Latihan Tapak Suci Tenggarong. Metode deskriptif kuantitatif digunakan. kecepatan tendangan selama 15 detik, masing-masing kaki diberi tiga kali percobaan. Data diolah menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dan diklasifikasikan dalam tiga kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Hasil menunjukkan bahwa 33,3% peserta masuk kategori tinggi, 41,7% sedang, dan 25% rendah. Perbedaan kecepatan antara kaki kanan dan kiri juga ditemukan, menunjukkan dominasi tungkai tertentu pada sebagian besar peserta. Penelitian ini menegaskan pentingnya latihan kecepatan dan keseimbangan teknik kedua kaki dalam Pencak Silat dan dapat dijadikan dasar penyusunan program pelatihan yang lebih efektif.