cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Haluoleo, Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : -     EISSN : 29638933     DOI : 10.57250
Core Subject : Education, Social,
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, pendidikan secara umum. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 255 Documents
Pengaruh Beban Kerja dan Jarak Kekuasaan terhadap Organizational Citizenship Behaviour (OCB) pada Karyawan Generasi Z Aviva Damhuri, Tifal; Chrisnatalia, Maria
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2325

Abstract

Stereotipe Gen Z sebagai karyawan yang melekat berkaitan dengan cara komunikasi, nilai-nilai, dan preferensi dalam hal teknologis serta bagaimana cara mereka mengatasi permasalahan. Sifat-sifat Gen Z yang cenderung individualis dan kurang berperan dalam kelompok merupakan hal yang sangat bertolak belakang dari OCB (Organizational Citizenship Behaviour). Karyawan gen z yang memiliki OCB dapat meningkatkan kinerja karyawan, memperbaiki interaksi sosial pekerja, mengurangi konflik dan meningkatkan efisiensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiric pengaruh beban kerja dan jarak kekuasaan terhadap OCB pada karyawan generasi Z. Respnden penelitian ini berjumlah 199 karyawan generasi Z yang memiliki atasan. Teknik pengumpulan daya menggunakan kuesioner online melalui google forms. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini adalah uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai F sebesar 375,269 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,005) dan nilai R Square sebesar 0,794 artinya 79,4% mempengaruhi dan 20,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari beban kerja dan jarak kekuasaan terhadap Organizational Citizenship Behaviour (OCB) pada karyawan generasi Z.
Fragile Confidence: Neuroticism as A Predictor of Impostor Syndrome in College Students Hafizah, Nasywa; Nasution, Itto Nesyia; Aiyuda, Nurul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2332

Abstract

Mahasiswa kerap kali dihadapkan oleh tuntutan akademik, persaingan, dan ekspektasi sosial yang tinggi dengan prestasi, sehingga rentan mengalami tekanan psikologis. Dalam situasi tersebut, sebagian mahasiswa merasa bahwa pencapaian yang diraihnya bukan berasal dari kemampuan pribadi, melainkan semata-mata karena keberuntungan atau bantuan orang lain. Mereka takut dianggap tidak kompeten dan merasa tidak pantas akan kesuksesan yang dimiliki. Kondisi ini dikenal sebagai impostor syndrome. Salah satu aspek kepribadian yang diduga berperan dalam kecenderungan tersebut adalah neuroticism, yakni karakteristik individu yang mudah mengalami emosi negatif seperti cemas, ragu, dan tidak percaya diri. Individu dengan tingkat neuroticism yang tinggi diyakini lebih rentan mengalami impostor syndrome. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa di Indonesia dengan rentang usia 19-25 tahun, dengan jumlah subjek 179 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik cluster sampling dengan menggunakan metode one stage cluster sampling. Hasil pada penelitian ini terdapat hubungan positif yang signifikan antara neuroticism dengan impostor syndrome. Hasil uji hipotesis diperoleh koefisien korelasi r = 0,738 dengan signifikan p = 0,000 (p<0.005). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi neuroticism maka akan semakin tinggi impostor syndrome pada mahasiswa.
Behind the Mask of Achievement: How Perfectionism Fuels Impostor Syndrome in Collage Student Purnama, Wita Indah; Syarif, Khairunnisa'; Aiyuda, Nurul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2333

Abstract

Mayoritas mahasiswa mendambakan lingkungan akademik yang positif dan kompetitif. Namun, banyak mahasiswa menghadapi tekanan besar untuk mencapai standar tinggi dalam studi mereka. Sebagian individu merasa pencapaian prestasinya merupakan hasil keberuntungan daripada keterampilan yang dimiliki, fenomena ini dikenal sebagai impostor syndrome. Salah satu faktor yang mempengaruhi impostor syndrome adalah perfeksionisme, dimana individu memiliki kecenderungan untuk menetapkan standar yang tinggi dan berusaha untuk mencapainya disertai dengan ketidakpuasan terhadap hasil yang dicapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menguji hubungan impostor syndrome dengan perfeksionisme khususnya pada kalangan mahasiswa. Metode pengambilan data diambil menggunakan teknik probability sampling dengan metode cluster sampling dan subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa di Indonesia dengan rentang usia 18-25 tahun. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dengan impostor syndrome dengan p>0,05 dan r=0,698. Semakin tinggi perfeksionisme, maka semakin tinggi tingkat impostor syndrome. sebaliknya, semakin rendah perfeksionisme, maka semakin rendah pula impostor syndrome pada mahasiswa. Adapun instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala impostor syndrome dan perfeksionisme. Validitas instrumen dipastikan melalui professional judgement, Content Validity Index (CVI), Aiken's V, dan analisis korelasi item total. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami hubungan perfeksionisme dengan Impostor Syndrome dalam diri mereka, sehingga mahasiswa dapat mengelola tekanan akademik, mengurangi keraguan diri, dan membangun kepercayaan diri yang lebih sehat.
Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Self-Esteem Peserta Didik di SMP Islam Terpadu Hidayatul Qur’an Boarding School Banjarbaru: Kajian Empiris tentang Peran Lingkungan Sosial dalam Pembentukan Self-Esteem Peserta Didik Aulia, Helyatul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2344

Abstract

Self-esteem peserta didik merupakan aspek penting adalah perkembangan psikologis yang mempengaruhi motivasi belajar, kemampuan beradaptasi dan kualitas interaksi sosial di sekolah. Pada lingkungan boarding school, peserta didik hidup dalam interaksi intensif selama 24 jam, sehingga lingkungan sosial menjadi faktor yang sangat menentukan dalam pembentukan self-esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap self-esteem peserta didik di SMP Islam Terpadu Hidayatul Qur’an Boarding School Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner online menggunakan Google Form kepada 73 peserta didik yang dipilih menggunakan Teknik proportional random sampling dari total populasi 126 siswa. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan IBM SPSS versi 25 untuk menguji pengaruh variabel lingkungan sosial terhadap self-esteem. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan sosial peserta didik berada pada taraf yang kurang optimal. Uji regresi menunjukan bahwa lingkungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-esteem, dengan nilai thitung>ttabel dan Sig. <0,05. Koefisien determinasi sebesar 0,326 menunjukan bahwa lingkungan sosial menjelaskan 32,6% variansi self-esteem peserta didik. Dengan demikian, lingkungan sosial yang positif, suportif dan harmonis terbukti mampu meningatkan self-esteem peserta didik secara signifikan dalam konteks sekolah berasrama.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlak Mulia pada Siswa Mis Muhammadiyah Pulau Tello Melayu, Syahzirwan; Taufiq Fauzan Ginanjar
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai akhlak mulia pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Pulau Tello, strategi dan metode yang digunakan, serta kendala yang dihadapi beserta upaya pemecahannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala madrasah, dan beberapa siswa, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai teladan, fasilitator pengalaman moral, mediator sosial, dan penghubung antara sekolah dan orang tua, sementara strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi pembiasaan nilai, teladan, diskusi, role play, integrasi nilai akhlak ke mata pelajaran, serta kegiatan sosial-keagamaan. Kendala yang ditemui meliputi perbedaan latar belakang keluarga, pengaruh teman sebaya, motivasi siswa yang bervariasi, keterbatasan sarana, serta jumlah siswa yang banyak, namun upaya adaptif dan inovatif guru mampu mengatasi sebagian besar tantangan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa penanaman akhlak mulia membutuhkan pendekatan holistik, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga siswa dapat menginternalisasi nilai moral secara efektif dan konsisten.
The Contribution of Psychological Assessment to the Investigation of Perpetrators' Motives in the Indonesian Criminal Justice System Shalatan, Rhesas; Syakira, Tengku Niesrina; Gayatri, Sekar Arum; Zulfandari, Herninda Qoyyumi; Agustin, Angeli Dwi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2347

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis kontribusi asesmen psikologis terhadap penelusuran motif pelaku kejahatan dalam peradilan pidana Indonesia. Artikel ini menerapkan metode studi kepustakaan dengan menghimpun dan mengkaji sumber bahan dari buku, artikel jurnal, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan kontribusi asesmen psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen psikologis melalui instrumen seperti Thematic Apperception Test (TAT), Rorschach Comprehensive System (RCS), Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2), Wechsler Adult Intelligence Scale-IV (WAIS-IV), Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS), serta alat ukur risiko seperti Historical Clinical Risk Management-20 Version 3 (HCR-20 V3) dan Sexual Violence Risk-20 (SVR-20) mampu mengindetifikasi motif laten, menilai kondisi kognitif, memetakan kecenderungan kepribadian, dan menentukan kapasitas pertanggungjawaban pelaku. Asesmen ini memberikan kontribusi yang krusial dalam memperjelas unsur mens rea, menilai imputabilitas, dan memprediksi potensi residivisme. Dengan demikian, integrasi asesmen psikologis dalam proses peradilan pidana dapat memperkuat akurasi pembuktian, menghadirkan pemahaman lebih dalam mengenai perilaku kejahatan, dan mendukung putusan yang lebih proporsional serta berbasis bukti ilmiah.
Hubungan Harga Diri dan Kesejahteraan Psikologis pada Dewasa Awal yang Menganggur Larasati, Nadila; Puspitawati, Ira; Tesniwati, Rini
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2348

Abstract

Harga diri merupakan bentuk pemahaman seseorang mengenai diri sendiri dan lingkungan hidupnya, sehingga individu mampu beradaptasi terhadap lingkungan sosial serta mampu membawa diri dalam berbagai situasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris mengenai hubungan anatara harga diri dan kesejahteraan psikologis pada dewasa awal yang menganggur. Pada penelitian ini menggunakan skala harga diri yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek harga diri dari Hatherton dan Polivy (1991) dan skala kesejahteraan psikologis berdasarkan dimensi-dimensi menurut Ryff (1989). Penelitian ini menggunakan 100 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson product moment, apabila telah memenuhi uji asumsi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan antara harga diri dan kesejahteraan psikologis pada dewasa awal yang menganggur dengan nilai oefisien korelasi sebesar 0,851 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01) dengan taraf keeratan sangat erat.
Dukungan Sosial pada Perempuan Penyintas Kanker yang tidak Menikah : Sebuah Studi Kasus Liem, Silva; Sherly; Meriana, Tju
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2350

Abstract

Dalam perspektif psikologi kesehatan dan konseling, penelitian ini mengkaji dukungan sosial pada perempuan penyintas kanker payudara yang tidak menikah sebagai faktor psikososial penting dalam proses adaptasi terhadap penyakit. Tujuan penelitian adalah memahami secara mendalam peran keluarga dan komunitas dalam mendukung resiliensi, kesejahteraan spiritual, dan religiusitas penyintas dengan prognosis buruk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap satu partisipan perempuan penyintas kanker payudara yang tidak menikah, dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari komunitas, khususnya teman dan lingkungan religius, memiliki peran yang lebih signifikan dibandingkan dukungan keluarga dalam menjaga daya juang, harapan, dan kestabilan emosional partisipan. Penelitian ini berkontribusi memperkaya literatur psikologi kesehatan dengan menyoroti pengalaman kelompok yang kurang tereksplorasi dalam konteks budaya Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial berbasis komunitas bagi penyintas kanker dengan keterbatasan dukungan keluarga.
Innovation in Career Guidance Services For High School Students Through the Discovery Learning Model Hadi, Abdul; Purwanta, Edi; Astuti, Budi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2354

Abstract

Career guidance is closely related to the career development of high school students in the educational environment. Career guidance services have obstacles, one of which is that the service approach has not been running optimally so that one approach model is needed, one of which is discovery learning. The purpose of this study is to examine insights into analyzing career guidance services for high school students through the Discovery Learning approach. The research method used in this study is a descriptive qualitative approach. This approach was chosen because it is to explore and analyze career guidance services for high school students through the Discovery Learning approach. Data sources used include accredited scientific journals and relevant research reports, especially those published in the last 5 years, to ensure the collected data is up-to-date and contextual. The analysis procedure was carried out by identifying the main themes that emerged in the literature related to career guidance services for high school students through the Discovery Learning approach. The results of the study show that the discovery learning approach in career guidance services can be developed through several steps or stages of service, which adapt the principles of discovery learning . The stages that are often used include: 1) Stimulus: 2) Problem identification, 3) Data / information collection 4) Processing and verification of information, 5) Generalization / reflection. In addition, the Discovery Learning approach increases students' active involvement in the career guidance service process, because students play an active role in finding information and constructing meaning for their own career understanding.
Implikasi Proses Pembelajaran secara Luring dan Daring terhadap IPK Mahasiswa FMIPA Universitas Tanjungpura Minsas, Sukal; P.W., Elvi Rusmiyanto; Sari, Reny Puspita; Sayekti, Endah; Hasanuddin; Muhardi; Imroah, Nurfitri; Yudhi; Ardiningsih, Puji; Nirmala, Irma
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2355

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak proses pembelajaran daring dan luring terhadap kepuasan mahasiswa dan korelasinya dengan peningkatan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura. Metode survei diterapkan dengan menggunakan pengambilan sampel acak bert stratified, melibatkan 437 responden dari berbagai program studi. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, menghasilkan nilai alpha Cronbach sebesar 0,917, menunjukkan reliabilitas yang tinggi. Data dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur kepuasan mahasiswa di berbagai aspek pelayanan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan akademik termasuk dalam kategori baik–sangat baik, dengan skor interval rata-rata berkisar antara 3,01 hingga 3,43. Analisis IPK menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pembelajaran daring (3,12–3,48) dan hibrida (3,37–3,42) dibandingkan dengan pembelajaran luring (3,09–3,18). Hasil ini menegaskan bahwa variasi metode pembelajaran memengaruhi prestasi akademik mahasiswa, sementara survei kepuasan memberikan dasar empiris untuk pembuatan kebijakan guna meningkatkan kualitas akademik di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura.