cover
Contact Name
Netti Ermawati
Contact Email
netty@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
gamajop.psikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55781
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
ISSN : -     EISSN : 24077798     DOI : -
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) ISSN 2407-7798 is an open-access journal disseminating empirical research on current topics in the broad area of psychology (clinical, social, developmental, educational or Industrial and Organizational) with a behavioral, cognitive, positive psychology and/or neuropsychological perspectives Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) accepts articles using quantitative and or qualitative research methodology that meets the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology
Articles 173 Documents
Aktivitas Belajar dan Perilaku Kerja Inovatif pada Masa Pandemi Dimediasi oleh Efikasi-Diri Inovasi Dhea Rizky Ardini; Arum Etikariena
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.386 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.67988

Abstract

Perilaku kerja inovatif telah diteliti sebagai salah satu hal yang berguna bagi keberlangsungan perusahaan di masa pandemi Covid-19. Namun, perubahan pada berbagai aspek dalam lingkungan kerja akibat penyebaran Covid-19 menimbulkan tantangan bagi karyawan untuk menampilkan perilaku inovatif. Diduga bahwa keyakinan individu untuk berinovasi dapat membantu karyawan untuk dapat konsisten memberikan performa terbaiknya dengan menampilkan perilaku inovatif di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran efikasi-diri inovasi sebagai variabel mediator dalam hubungan antara aktivitas belajar formal maupun informal terhadap perilaku kerja inovatif karyawan. Responden penelitian ini merupakan karyawan dengan rentang usia 24-44 tahun yang bekerja di area Jabodetabek dengan masa kerja minimal 1 tahun dan pendidikan terakhir minimal S-1. Skala yang digunakan adalah Skala Aktivitas Belajar Formal, Skala Aktivitas Belajar Informal, Skala Efikasi-Diri Inovasi, dan Skala Perilaku Kerja Inovatif. Studi kuantitatif dilakukan terhadap 165 responden menggunakan metode accidental sampling. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner daring. Untuk pengolahan data menggunakan analisis regresi mediasi dengan aplikasi statistik SPSS 25 PROCESS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa efikasi diri inovasi memediasi sebagian hubungan antara aktivitas belajar formal dan informal dengan perilaku kerja inovatif. Hasil penelitian ini memberikan implikasi positif kepada karyawan, penyelia, maupun perusahaan.
Gangguan Psikologis pada Mahasiswa Jenjang Sarjana: Faktor-Faktor Risiko dan Protektif Clement Eko Prasetio; Airin Triwahyuni
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.036 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.68205

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan psikologis. Maka dari itu, diperlukan informasi mengenai faktor-faktor yang membuat mahasiswa lebih rentan mengalami gangguan, serta juga faktor yang dapat melindungi mahasiswa dari gangguan psikologis. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling dengan populasi adalah mahasiswa sarjana angkatan 2017-2019 di Universitas X. Total partisipan adalah 674 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur SRQ-20 dari WHO untuk mengukur gangguan psikologis. Kemudian, faktor-faktor yang ditanyakan adalah jenis kelamin, angkatan, aktivitas olahraga, aktivitas hobi, jenis hobi, merokok, riwayat keluarga mengalami gangguan psikologis, riwayat menggunakan layanan psikologis, riwayat diagnosis depresi dan kecemasan dari psikolog/psikiater, dan pengalaman trauma masa kecil dan remaja. Setiap faktor ditanyakan menggunakan satu pertanyaan saja dengan pilihan jawaban, ya, tidak, atau tidak berkenan menjawab. Analisis yang digunakan adalah t-test dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya faktor angkatan, aktivitas merokok, riwayat keluarga mengalami gangguan psikologis, dan jenis hobi yang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada rata-rata gangguan psikologis (p > 0,05). Alasan dan implikasi dari hasil penelitian ini juga dibahas secara detail.
Kesejahteraan Psikologis pada Ibu yang Berperan Ganda Ditinjau dari Dukungan Suami dan Tekanan Psikologis Tan Laurencia Yosita; Yohannes Bagus Wismanto; Erna Agustina Yudiati
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.709 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.68548

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan suami dan tekanan psikologis pada ibu yang berperan ganda. Kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu usia, pendapatan, etnis, dukungan sosial, tekanan psikologis, status keuangan, status pernikahan, kehadiran anak, stabilitas pekerjaan, status sosial dan ekonomi, budaya, dan evaluasi terhadap beberapa area kehidupan. Partisipan dalam penelitian ini adalah 120 orang ibu yang memiliki peran ganda, berusia 23 sampai 28 tahun, memiliki pasangan dan anak. Penelitian ini menggunakan skala kesejahteraan psikologis (Psychological Well Being Scale yang disusun oleh Ryff), skala dukungan suami yang diadaptasi dari Support in Intimare Relationship Rating Scale, dan skala tekanan psikologis (Kessler Psychological Distress Scale K-10). Hasil dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara dukungan suami dan tekanan psikologis terhadap kesejahteraan psikologis (Ryx1x2 = 0,379; p < 0,01). Selain itu, terdapat hubungan positif antara dukungan suami dan kesejahteraan psikologis (rx1y = 0,298; p < 0,05). Hasil selanjutnya juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tekanan psikologis dengan kesejahteraan psikologis (rx2y = -0,322; p < 0,05). Hal ini berarti ketika ibu yang berperan ganda memiliki dukungan suami yang tinggi dan tekanan psikologis yang rendah, maka kesejahteraan psikologis akan tinggi, begitu pula sebaliknya. Sumbangan yang efektif dari kedua variabel tersebut terhadap kesejahteraan psikologis adalah 12,9%.
The Effect of Academic Resilience and Social Support towards Student Involvement in Online Lecture Rabiatul Adhawiyah; Diah Rahayu; Aulia Suhesty
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.117 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.68594

Abstract

The Covid-19 pandemic has made conventional lectures turn to online learning. The lecture system that is carried out by students is expected not to reduce student engagement in every lecture. Student involvement is due to the social support and academic resilience of students. This study aimed to determine the effect of academic resilience and social support on student engagement in online lectures. This study used a quantitative approach. The subjects of this study were 100 students of the Faculty of Social and Political Sciences, Mulawarman University who were selected using a simple random sampling technique. The data collection method used the scales of student engagement, academic resilience, and social support. The results showed that: (1) there is a significant effect of academic resilience and social support on student involvement in online lectures (p < 0.05) and had an influence contribution (R2) of 52%; (2) there is a significant positive effect of academic resilience on student involvement in online lectures (p < 0.05); (3) there is a significant positive effect of social support on student involvement in online lectures (p < 0.05).
Memotret Peran Keberfungsian Keluarga Terhadap Regulasi Emosi Remaja yang Diasuh Oleh Ibu Tunggal Wanda Erza Widyaswara; Latipun Latipun; Nandy Agustin Syakarofath
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.915 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.68791

Abstract

Memasuki usia remaja, kemampuan regulasi emosi sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai stresor yang muncul. Kemampuan meregulasi emosi tersebut menurut berbagai studi sangat bergantung kepada kondisi keluarga dimana remaja tersebut tumbuh dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan keberfungsian keluarga dalam memprediksi regulasi emosi remaja yang dibesarkan oleh ibu tunggal. Terdapat 116 responden (49 laki-laki dan 67 perempuan) yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala The McMaster Family Assessment Device (FAD) untuk mengukur keberfungsian keluarga dan skala Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi remaja. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diperoleh hasil bahwa aspek keberfungsian keluarga secara signifikan berperan terhadap regulasi emosi pada remaja yang dibesarkan oleh ibu tunggal (p < 0,05 dan R² = 0.12). Berdasarkan analisis regresi linear berganda pada masing-masing aspek FAD, roles (p = 0,04) dan behavior control (p = 0,02) merupakan aspek yang paling signifikan dibandingkan dengan aspek lainnya pada regulasi remaja yang diasuh oleh ibu tunggal. Artinya adanya peran dan kontrol perilaku dari ibu dapat membantu remaja untuk belajar mengelola emosi mereka dengan lebih baik.
Peran Kualitas Persahabatan terhadap Tingkat Stres dengan Mediator Kesepian Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie; Idei Khurnia Swasti
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.089 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.69047

Abstract

Hubungan persahabatan merupakan salah satu aspek penting di kehidupan mahasiswa. Kualitas dalam hubungan tersebut dapat berdampak pada kondisi Kesehatan mental mereka. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji secara empiris peran kualitas persahabatan terhadap tingkat stres melalui kesepian sebagai mediator pada mahasiswa sekolah kedinasan yang berusia 18-21 tahun. Partisipan penelitian adalah 216 mahasiswa (95 laki-laki dan 121 perempuan). Tingkat stres diukur dengan Perceived Stress Scale – 10, kesepian diukur dengan UCLA Loneliness Scale Version 3, dan kualitas persahabatan diukur dengan Friendship Quality Questionnaire (FQQ). Semua skala yang digunakan telah diadaptasi ke bahasa Indonesia Analisis mediasi sederhana digunakan untuk menentukan peran kualitas persahabatan pada tingkat stres dengan kesepian sebagai mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas persahabatan berperan negatif secara signifikan terhadap tingkat stres dengan kesepian sebagai mediator (β = -0,1114; p < 0,001). Dengan demikian, individu dengan kualitas persahabatan yang tinggi dengan sahabat mereka cenderung memiliki tingkat stres yang rendah dengan kesepian sebagai mediator keduanya.
Regulasi Emosi dan Penyesuaian Mahasiswa Baru Saat Pandemi: Pentingkah Dukungan Emosional Orang Tua? Yunissa Meganingtyas; Dian Mufitasari
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.851 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.70630

Abstract

The Covid-19 pandemic has made new students of the class of 2020 experience three transitions at once in their lives. It takes a good ability to regulate emotions so that new students are able to pass the transition period successfully. This study aims to examine the role of emotion regulation on the ability to adjust to college during a pandemic through the emotional support of parents as moderators for new students. A total of 247 new students from the 2020 batch of Gadjah Mada University participated voluntarily in filling out the online questionnaire. There are three measuring tools used, namely the Emotion Regulation Scale, Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ), and the Parental Emotional Support Scale. Moderation Regression Analysis was used to test the hypothesis and the results showed that parental emotional support was not proven to moderate the relationship between emotional regulation and college adjustment. However, emotion regulation was shown to have a direct positive effect on academic and social adjustment (p < 0.05).
Identifikasi Kompetensi Psikolog dalam Telekonseling: Metode Delphi Imannatul Istiqomah; Edilburga Wulan Saptandari
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.832 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.71141

Abstract

Telekonseling telah digunakan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir dan semakin memuncak saat pandemi terjadi, tetapi belum terdapat panduan spesifik mengenai kompetensi apa saja yang perlu dimiliki psikolog dalam memberikan layanan telekonseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi dasar apa saja yang perlu dimiliki psikolog dalam melakukan telekonseling. Identifikasi kompetensi psikolog dilakukan dengan menggunakan metode Delphi, aitem kompetensi awal disusun melalui literature review yang selanjutnya dikirimkan kepada panel ahli untuk diberikan penilaian, komentar dan masukan terkait kompetensi yang ada. Konsensus dilakukan melalui dua kali putaran. Dari 51 orang panel ahli yang diundang sebanyak 31 panel ahli berpartisipasi dalam penelitian dengan latar belakang dosen pengampu Mata Kuliah Konseling, psikolog dan tim penyusun panduan telepsikologi HIMPSI dan AP2TPI. Berdasarkan kesepakatan panel ahli, diperoleh 93 kompetensi yang perlu dimiliki psikolog dalam melakukan telekonseling yang terbagi ke dalam empat kategori yakni pengembangan hubungan interpersonal, pelaksanaan asesmen dan evaluasi, pelaksanaan intervensi dan konsultasi, serta penguasaan kode etik dan standar layanan. Dari hasil penelitian ini diperoleh sejumlah rekomendasi terkait kebijakan dan penelitian selanjutnya.
Difficulties in Emotion Regulation and Optimistic Bias in Young Drivers’ Risky Driving Behaviors Nesya Adira; Machmuroch Machmuroch; Pratista Arya Satwika
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.72 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.72115

Abstract

Risky driving behavior is the most dominant human error among young novice drivers. This research's objective was to find the correlation between difficulties in emotion regulation and optimistic bias towards risky driving behavior of teenagers. Sample was Senior High School students from grade 10 to 11 S who drove private vehicles on a daily basis (N=160). Instruments used were modified Behavior of Young Novice Drivers' Scale (BYNDS), modified Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) and optimistic bias scale. Hypotheses were tested using multiple regression analysis. Results showed that there was a positive and significant correlation between difficulties in emotion regulation and optimistic bias towards risky driving behavior (F (2, 157) = 47.846; p < .01). Bigger contribution was found on difficulties in emotion regulation, indicating that teenagers while driving, relied more on their emotion regulation abilities than their awareness of driving risks.
Peran Persepsi Dukungan Sosial dan Efikasi Diri terhadap Konflik Sekolah-Keluarga pada Mahasiswa Strata Tiga (S-3) Nia Anggri Noveni; Endang Ekowarni
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.894 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.72618

Abstract

Keputusan individu pada masa dewasa tengah yang sudah menikah dengan melanjutkan pendidikan dapat menambah tanggung jawab akademik sebagai mahasiswa S-3, selain tanggung jawab pada keluarga. Ketidakseimbangan tanggung jawab dalam melaksanakan peran sebagai anggota keluarga dan peran di sekolah sebagai mahasiswa S-3 dapat memicu terjadinya konflik sekolah-keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran persepsi dukungan sosial dan efikasi diri terhadap konflik sekolah-keluarga. Hipotesis dalam penelitian ini adalah peran persepsi dukungan sosial dan efikasi diri secara bersama-sama dapat memprediksi konflik sekolah, keluarga. Subjek penelitian ini sebanyak 41 mahasiswa S-3 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gajah Mada (UGM) yang berusia dalam rentang umur 34-60 tahun, sudah menikah dan telah menempuh pendidikan S-3 selama satu tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu: skala konflik sekolah, keluarga, skala persepsi dukungan sosial, dan skala efikasi diri. Analisis data menggunakan metode analisis regresi ganda dengan bantuan SPSS 22. Hasil analisis data diperoleh nilai F=7,487 dengan p=0,002 artinya terdapat hubungan antara persepsi dukungan sosial dan efikasi diri secara bersama-sama terhadap konflik sekolah-keluarga dengan sumbangan efektif sebesar 28,3%.