cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
inhis@idpublishing.org
Phone
-
Journal Mail Official
inhis@idpublishing.org
Editorial Address
Gg. Broto Manunggal V, Brajan, Tamantirto, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Health Issue
ISSN : -     EISSN : 28282809     DOI : 10.47134/inhis
Core Subject : Health,
Indonesian Health Journal is one of the journals which is concerned with the health field. It was published in 2022 by PublishingId. Indonesian Health Journal adopts a double-blind peer review policy and concerns on various health fields, for instance NURSING, MIDWIFERY, NUTRITION, MEDICAL LAB TECHNOLOGY, PUBLIC HEALTH.
Articles 86 Documents
Determinan Informasi dan Karakteristik Kader Posyandu Pada Asuhan Pasca Keguguran Dalam Upaya Pembinaan Program Kampung KB di Kabupaten Bandung Barat Lina Haryani; Ambar Dani Syuhada
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.246 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i2.26

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia, Angka fertilitas total menurun menjadi sekitar 2,4 anak per wanita Tahun 2017, dari 2,6 anak per wanita tahun 2013, sementara Dinas Pengendalian penduduk, keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (P2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat menyatakan 1,7 juta penduduk dengan angka kelahiran tahun 2020 rata-rata 29% dan tahun 2021 mempunyai target penurunan 2,5%, Indonesia belum menyediakan layanan Asuhan Paska Keguguran sehingga perempuan yang mengalami keguguran hanya mendapatkan layanan medis tanpa konseling psikososial. Peran kader dalam asuhan paska keguguran ini dipengaruhi faktor keterpaparan informasi dan karakteristiknya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis determinan informasi dan karakteristik kader posyandu pada asuhan pasca keguguran dalam upaya pembinaan program kampung KB di Kabupaten Bandung Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan 30 sampel menggunakan total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan pada bulan April-September 2020 menggunakan tiga analisis data yaitu univariat dengan analisis distribusi frekuensi, bivariat dengan uji Chi-square (α: 0,05 dan CI: 95%), serta multivariat dengan pendekatan regresi logistik. Hasil: Kader yang memiliki masa kerja >5 tahun dan pendidikan <SMA memiliki probabilitas terhadap pengetahuan asuhan pasca keguguran sebesar 94.42%. Sedangkan kader yang memiliki masa kerja <5 tahun dan pendidikan <SMA memiliki probabilitas terhadap sikap asuhan pasca keguguran sebesar 50%. Kesimpulan: Pendidikan, masa kerja dan keterpaparan informasi memiliki hubungan dengan sikap dan pengetahuan kader terhadap asuhan paska keguguran. Background: In Indonesia, the total fertility rate decreased to around 2.4 children per woman in 2017, from 2.6 children per woman in 2013, while the Department of Population Control, Family Planning, Women's Empowerment and Child Protection (P2KBP3A) West Bandung Regency stated that 1.7 million people with an average 2020 birth rate of 29% and in 2021 have a 2.5% reduction target, Indonesia has not provided Post Miscarriage Care services so that women who experience miscarriages only get medical services without psychosocial counseling. The role of cadres in post-abortion care is influenced by information exposure factors and their characteristics. Purpose: The purpose of this study was to analyze the determinants of information and characteristics of posyandu cadres in post-miscarriage care in an effort to develop the village family planning program in West Bandung Regency. Methods: This study used a cross-sectional study design with 30 samples using total sampling that met the inclusion and exclusion criteria. The study was conducted in April-September 2020 using three data analyzes, namely univariate with frequency distribution analysis, bivariate with Chi-square test (α: 0.05 and CI: 95%), and multivariate with logistic regression approach. Results: Cadres with >5 years of service and <high ​​school education have a probability of knowledge of post-miscarriage care of 94.42%. Meanwhile, cadres with <5 years of service and <high ​​school education have a 50% probability of post-miscarriage care attitude. Conclusion: Education, length of work and information exposure have a relationship with cadres' attitudes and knowledge of post-abortion care.
Pengaruh Pijat Bayi Diiringi Murrotal Terhadap Berat Badan Bayi Usia 2-4 Bulan di Puskesmas Jatinegara Rizqhita; Boediarsih; Siti Fauziyati
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.926 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i2.27

Abstract

Latar Belakang: Data wilayah kerja Puskesmas Jatinegara bahwa orangtua bayi usia 2-4 bulan belum ada yang melakukan teknik pemijatan bayi untuk meningkatkan kesehatan dan perawatan suportif bagi bayi. Pijat bayi dengan terapi musik sebagai salah satu upaya nonfarmokologi dalam mengatasi masalah berat badan dan budaya pijat sudah ada di wilayah Puskesmas Jatinegara namun masih dilakukan oleh dukun bayi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat bayi diiringi murottal terhadap berat badan bayi usia 2-4 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jatinegara. Metode: Jenis penelitian Quasi Experiment dengan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel 18 bayi. Analisa data univariat menggunakan uji tendensi sentral, minimum, maksimum, mean, median, dan standar deviasi (sd). Selanjutnya dilakukan uji normalitas data dengan Saphiro Wilk Analisa data menggunakan uji statistik paired t-test. Hasil: Rerata kenaikan berat badan bayi setelah diberikan pijat bayi diiringi murrotal adalah 5900 gram dengan standar deviasi 576.557. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui distribusi normal atau tidak, data yang berdistribusi normal jika nilai p value ≥ 0,05. Kenaikan berat badan bayi paling rendah adalah 4700 gram dan paling tinggi adalah 6700 gram.hasil uji statistik paired test peningkatan berat badan bayi diiringi murrotal didapatkan p=0,000. Karena p=0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan ada pengaruh pijat bayi diiringi murrotal terhadap berat badan bayii. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pijat bayi diiringi murottal terhadap kenaikan berat badan bayi usia 2-4 bulan di Puskesmas Jatinegara.
Faktor Kecelakaan Kerja pada Petugas Pengangkut Sampah di Dinas Kebersihan dan Pemakaman (DKP) Kota Jayapura Wiwiek Mulyani
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.175 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i2.28

Abstract

Latar Belakang : Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diduga dan tidak diharapkan pada saat bekerja dan tanpa ada unsur kesengajaan terlebih lagi secara terencana. Tujuan: Mengetahui karakteristik kecelakaan kerja pada petugas pengangkut sampah di DKP Kota Jayapura tahun 2014. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik. Populasi pada penelitian ini adalah petugas pengangkut sampah yang berjumlah 126 orang kerja dan sampel pada penelitian ini berjumlah 56 orang yang diambil dengan simple random sampling. Analisa data menggunakan chi square. Hasil: faktor yang berhubungan dengan Kecelakaan Kerja adalah umur (p value 0,000), pendidikan (p value 0,007), sikap p value 0,01), tindakan (p value 0,03), lama kerja (p value 0,03), dan masa kerja (p value 0,01). Kesimpulan: faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja adalah umur, pendidikan, sikap, tindakan, lama kerja, dan masa kerja. Saran sebaiknya dilakukan penyuluhan lagi mengenai pencegahan kecelakaan kerja agar kejadian kecelakaan kerja dapat dikurangi.   Background: A work accident is an unexpected and unexpected event at the time of work and without any element of intentionality, especially in a planned manner. Purpose: Knowing the characteristics of work accidents in waste transport officers at the Jayapura City DKP in 2014. Methods: This type of research is descriptive analitic research. The population in this study was 126 waste transporters and the sample in this study was 56 people taken with simple random sampling. Data analysys by chi square. Results: Factors related to work accidents are age (p value 0.000), education (p value 0.007), attitude (p value 0.01), actions (p value 0.03), length of work (p value 0.03), and years of service. work (p value 0.01). Conclusion: factors related to work accidents are age, education, attitudes, actions, length of work, and years of service. Suggestions should be carried out again on the prevention of work accidents so that the incidence of work accidents can be reduced.  
Studi Kasus:Asuhan Kebidanan Neonatus Pada Bayi Ny.N Dengan Kelainan Kongenital Labiopalatoschizis, Polidaktili Disertai Asfiksia Berat Intan Gumilang Pratiwi; Ni Putu Karunia Ekayani; Elis Fitriani
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.338 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i2.29

Abstract

Latar Belakang: Kelainan kongenital dapat didefinisikan sebagai kelainan struktural atau fungsional termasuk gangguan metabolisme yang hadir saat lahir. Kelainan ini dapat disebabkan oleh faktor genetik maupun non-genetik. . Prevalensi kelahiran kelainan bawaan di Inggris adalah 2% dan di Afrika Selatan adalah 1,49%. Di Lebanon tingkat kejadian anomali congenital adalah 2,4%.2 Di Asia Tenggara, jumlah penderita kelainan kongenital cukup tinggi yaitu mencapai 5%. Sedangkan pada kasus Asfiksia di Indonesia tingginya angka kematian bayi sebanyak 27,4%.Tujuan:Menganalisis asuhan yang diberikan pada bayi Ny.N Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan rekam medik. Hasil: Bayi Ny.N mendapat asuhan intensif di Ruang NICU. Kesimpulan: Pemberian penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan prosedur. Background: Congenital abnormalities can be defined as structural or functional abnormalities including metabolic disorders that are present at birth. This disorder can be caused by genetic or non-genetic factors. . The prevalence of birth defects in the UK is 2% and in South Africa it is 1.49%. In Lebanon the incidence rate of congenital anomalies is 2.4%.2 In Southeast Asia, the number of people with congenital abnormalities is quite high, reaching 5%. Meanwhile, in the case of asphyxia in Indonesia, the infant mortality rate is 27.4%. Objective: To observe midwifery care at NICU Room Method: The type of research used in this case study is descriptive research using primary and secondary data from anamnesis, physical examination, laboratory examination, and medical records. Results: Baby Mrs. N received intensive care in the NICU Room. Conclusion: The administration of the treatment was in accordance with the theory and procedure.
Efektivitas Pemberian Minyak Zaitun dan Minyak Kelapa Terhadap Ruam Popok Pada Bayi Lisa Putri Utami Damanik; Leli Marlina; Lusiatun; Magdalena Barus; Sisca Suci Triana Ginting
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.194 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i2.30

Abstract

Latar Belakang: Ruam popok pada bayi merupakan iritasi yang disebabkan oleh popok yang telah kotor dan penggunaan yang terlalu lama, serta gesekan popok dengan kulit bayi. Oleh karena itu, sangat diperlukan perawatan yang tepat dalam mencegah kejadian tersebut sehingga tidak terjadi infeksi. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian minyak zaitun dan minyak kelapa terhadap ruam popok pada bayi. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan case control study. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang yang terdiri dari 15 sampel dengan minyak kelapa sedangkan 15 sampel dengan minyak zaitun. Penelitian ini dilakukan di Klinik Patumbak Kecamatan Patumbak tahun 2021. Analisis data menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Hasil: Hasil uji analisis bivariate dengan Mann-Whitney didapatkan hasil nilai rata-rata dengan olesan minyak kelapa yaki sebanyak (11,50) dari 15 sampel dan dengan olesan minyak zaitun yakni sebanyak (19,50) dengan sum of ranks pada olesan minyak kelapa yakni sebanyak (172,50) dan olesan minyak zaitun yakni sebanyak (292,50). Berdasarkan hasil dari uji Mann-Whitney didapat p-value 0,004, karena p value < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan minyak kelapa dan minyak zaitun untuk mengatasi ruam popok pada bayi di Klinik Patumbak Kecamatan Patumbak Tahun 2021. Background: Diaper rash in babies occurs as a result of skin being irritated by dirty diapers and used for a long time and friction from the diapers. Proper care can prevent the occurrence of pressure sores, infections and even to sepsis as a result of which is caused by damage to the integrity of the skin or diaper rash. Purpose: To find out the effectiveness of giving olive oil and coconut oil against diaper rash in babies. Method: This study is an experimental study with a case control study. The number of samples in this study was 30 people consisting of 15 samples with coconut oil while 15 samples with olive oil. This research was conducted at the Patumbak Clinic, Patumbak District in 2021. Data analysis using the Mann- Whitney statistical test. Results: The results of the bivariate analysis test with Mann-Whitney obtained the average value results with coconut yaki oil spreads (11.50) from 15 samples and with olive oil spreads, namely (19.50) with the sum of ranks in coconut oil
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dalam Pelayanan Home Care Terhadap Motivasi dan Kepatuhan Ibu Melakukan Senam Hamil Ni Nengah Arini Murni; Intan Gumilang Pratiwi; Wafa Rahmasari
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.938 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i2.31

Abstract

Latar Belakang: Upaya pengurangan dan penurunan angka kematian dan kesakitan ibu di Indonesia dapat dilakukan dengan meningkatkan kesehatan ibu selama hamil yaitu salah satunya melalui program senam hamil. Gerakkan dalam latihan senam, yang dilakukan secara rutin dan teratur terbukti dapat menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan serta mendukung kelancaran proses persalinan dan kelahiran bayi. Home care merupakan salah satu model pemberian pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau dalam konteks asuhan kebidanan. Tujuan Penelitian: Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dalam pelayanan home care terhadap motivasi dan kepatuhan ibu hamil tentang senam hamil. Metode Penelitian: Penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai Juni 2021. Sampel ibu hamil trimester II dan III di wilayah kerja Puskesmas Ubung sejumlah 30 ibu hamil. Pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, selanjutnya data motivasi dan kepatuhan dianalisa dengan menggunakan uji wilxocon test dan Mann-Whitney Test Hasil Penelitian: Terdapat peningkatan skor motivasi dan kepatuhan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pada kedua kelompok. Rerata selisih skor motivasi pada kelompok intervensi 12,26 (SD± 7,22) sementara pada kelompok kontrol 6,40 (SD± 3,13) dengan nilai p value 0,019 dan untuk skor kepatuhan rerata selisih pada kelompok intervensi 5,26 (SD±1,62) pada kelompok kontrol 3,33 (SD±2,02), dengan nilai p value 0,003, artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui pelayanan Home Care terhadap motivasi dan kepatuhan ibu melakukan senam hamil. Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan tentang senam hamil dapat diberikan saat pelayanan homecare atau saat kunjungan rumah Background: One of the health care interventions carried out to reduce or reduce morbidity and mortality of pregnant women in Indonesia is physical exercise such as pregnancy exercise. Pregnancy exercise at this time is one of the self-help solutions that support the process of pregnancy, and birth, and is a way that supports ease of delivery because pregnancy exercise that is carried out regularly and intensively can maintain optimal health of the body and fetus. Research Objectives: To determine the effect of health education in home care services on the motivation and compliance of pregnant women about pregnancy exercise. Research Methods: Quasi-experimental research with Nonequivalent Control Group Design. The study was conducted from May to June 2021. The sample of pregnant women in the second and third trimesters who were in the working area of ​​the UPTD Puskesmas Ubung was 30 pregnant women. Measurements used pre-test and post-test questionnaires, then motivation and compliance data were analyzed using the Wilxocon test and Mann-Whitney Test. Results: There was an increase in motivation and compliance scores before and after being given health education in both groups. The mean difference in motivation scores in the intervention group was 12.26 (SD ± 7.22) while in the control group 6.40 (SD ± 3.13) with a p value of 0.019 and for the mean adherence score the difference in the intervention group was 5.26 (SD ±1.62) in the control group 3.33 (SD±2.02), with a p value of 0.003, meaning that there is an effect of health education through Home Care services on the motivation and compliance of mothers doing pregnancy exercise. Conclusion: The provision of health education about pregnancy exercise can be given during home care services or during home visits
Faktor Yang Berkorelasi Dengan Kejadian Drop Out Pada Pengobatan Tuberculosis Paru Sukatemin
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.47 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i2.32

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang berhasil berobat dalam pengobatan tuberculosis di Papua hanya 60%, selebihnya dinyatakan gagal dalam pengobatan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berkorelasi dengan kejadian drop out tuberkulosis paru antara lain dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, kesulitan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan dan faktor obat anti tuberkulosis (OAT). Metode penelitian: menggunakan studi cross sectional dengan pendekatan studi kasus kontrol, dimana sampel terdiri dari kasus yaitu pasien yang dinyatakan gagal mengikuti pengobatan, sedangkan kontrol adalah pasien yang sudah sembuh dari pengobatan. Jumlah masing-masing sampel adalah 41 orang sehingga n = 82 orang. Untuk mengetahui faktor penyebab putus pengobatan dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji spearman, mengingat data yang disajikan tidak berdistribusi normal setelah melalui uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov smirnov. Hasil : Berdasarkan uji statistik didapatkan hasil dukungan keluarga sebesar 0,000, dukungan tenaga kesehatan sebesar 0,003, kesulitan berobat ke fasilitas kesehatan sebesar 0,002 dan faktor obat sebesar 0,06, dimana P = < 0,05. Kesimpulan: Faktor yang berkolerasi dengan kejadian drop out pengobatan tuberkulosis di kabupaten Nabire adalah dukungan keluarga, sulitnya mengakses fasilitas kesehatan sedangkan faktor obat bukan penyebab putus pengobatan, karena tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor obat dan kejadian putus pengobatan tuberkulosis Background: Only 60% of patients who are successful in the treatment of tuberculosis in Papua, the rest are declared to have failed in treatment Purposes: This study aims to determine the factors associated with the incidence of drop out of pulmonary tuberculosis treatment, including family support, support from health workers, difficulty in accessing health care facilities and factors of anti-tuberculosis drugs (OAT).Methods: using a cross-sectional study with a case-control study approach, where the sample consisted of cases, namely patients who were declared to have failed to follow treatment, while controls were patients who had recovered from treatment. The number of each sample is 41 people so that n = 82 people. To find out the factors that cause drop out of treatment, statistical tests were carried out using the spearman's test, considering that the data presented were not normally distributed after going through the One-Sample-Kolmogorov-Smirnov-Test test.Result: based on the statistical test, the results of family support were 0.000, the support of health workers was 0.003, the difficulty of going to health facilities was 0.002 and the drug factor was 0.06, where P = <0.05.Conclusion: the Factors related to the incidence of tuberculosis treatment drop out in Nabire district are family support, difficulty in accessing health facilities while the drug factor is not the cause of the drop out of treatment, because there is no significant relationship between the drug factor and the incidence of drop out of tuberculosis treatment
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Kehamilan Pada Ny.A Dengan Mola Hidatidosa Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Fitra Arsy Nur Cory'ah; Intan Gumilang Pratiwi; S. Nidaa’an Khafiya LM
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.34

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi, sekitar 295.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Menurut kemenkes RI Tahun 2020, jumlah kematian ibu pada tahun 2020 menunjukan 4.627 kematian di Indonesia. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh pendarahan (termasuk mola hidatidosa). Prevalensi mola hidatidosa di Asia menunjukan 1:120 kehamilan. Di Inonesia sendiri didapatkan kejadian mola hidatidosa pada 1:85 kehamilan. Berdasarkan laporan tahunan RSUD PATUT PATUH PATJU Gerung tahun 2020 ditemukan kasus Mola Hidatidosa sebanyak 12 kasus. Pada tahun 2021 bulan Januari sampai dengan September tercatat sebanyak 7 kasus.Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Mola Hidatidosa, menggunakan pendekatan manajemen kebidanan secara komprehensip. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan rekam medik. Hasil: Pengeluaran jaringan Mola Hidatidosa dilakukan dengan Aspirasi Vaccum Manual. Kesimpulan: Pemberian penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan prosedur   Background: The maternal mortality rate (MMR) is still very high, around 295,000 women die during and after pregnancy and childbirth. According to the Indonesian Ministry of Health in 2020, the number of maternal deaths in 2020 showed 4,627 deaths in Indonesia. Based on causes, the majority of maternal deaths in 2020 were caused by bleeding (including hydatidiform mole). The prevalence of hydatidiform mole in Asia is 1:120 pregnancies. In Indonesia, the incidence of hydatidiform mole is 1:85 pregnancy. Based on the annual report of the PATUT PATUH PATJU Gerung Hospital in 2020, 12 cases of Mola Hidatidosa were found. In 2021 from January to September there were 7 cases. Objective: Applying midwifery care to pregnant women with Mola Hidatidosa, using a comprehensive midwifery management approach. Method: The type of research used in this case study is descriptive research using primary and secondary data from anamnesi s, physical examination, laboratory examination, and medical records. Results: Hydatidiform mole tissue was removed by manual vacuum aspiration. Conclusion: Provision of management is in accordance with theory and procedures.
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Pada Ny “H” Dengan Hiperplasia Endometrium Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Fitra Arsy Nur Cory'ah; Ati Sulianty; Royani Agustina
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.35

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Dinas Kesehatan Provinsi NTB tahun 2018 ditemukan 897 jiwa menderita penyakit Reproduksi. kasus Hiperplasia Endometrium di NTB sebanyak 24%. Menurut hasil penelitian di RSUD Sumbawa menunjukkan jumlah wanita yang mengalami gangguan kesehatan Reproduksi pada tahun 2020 yaitu sebanyak 190 kasus dari jumlah tersebut ditemukan kasus hiperplasia endometrium sebanyak 21 kasus. pada tahun 2021 sebanyak 192 kasus gangguan kesehatan kespro dari jumlah tersebut ditemukan kasus hiperplasia endometrium sebanyak 24 kasus. oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengambil studi kasus tentang “Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Ny. H dengan Hiperplasia Endometrium di RSUD Sumbawa ” Tujuan Studi kasus : Untuk mengetahui Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Ny. H dengan Hiperplasia Endometrium di RSUD Sumbawa secara komprehensif tahun 2021 Metode penelitian : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan data primer dan data sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan laboratorium, hasil pemeriksaan USG, buku register dan rekam medik. Subyek dalam studi kasus ini adalah Ny.H dengan hiperplasia endometrium di RSUD Sumbawa. Hasil : pada awal kunjungan keluar darah banyak dari jalan lahir. kemudian dilakukan tindakan kuretase. Gejala hiperplasia endometrium yaitu : siklus menstruasi tak teratur, tidak haid dalam jangka waktu lama (amenore) ataupun menstruasi terus-menerus dan banyak. evaluasi post kuret yaitu keadaan pasien membaik serta berkurangnya perdarahan pervaginam. asuhan kebidanan ibu post kuret yaitu observasi perdarahan serta menjaga personal hygine mencukupi kebutuhan nutrisi dan istirahat. Kesimpulan : berkurangnya Perdarahan pasca kuretase Kata Kunci : Hiperplasia Endometrium, Kesehatan Reproduksi.
Gambaran Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 Retno Wahyuningsih; Nisa Ardianti; Ni Ketut Sri Sulendri; Joyeti Darni
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.36

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan penderita Diabetes Mellitus (DM) terbanyak ke 6 di dunia dimana jumlah penderita DM mencapai 10,3 juta jiwa. Penatalaksanaan DM meliputi edukasi, farmakologi, terapi gizi medis (TGM). Penerapan TGM dilakukan melalui langkah-langkah terstandar yaitu Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Tujuan : untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan proses asuhan gizi terstandar pada pasien DM tipe 2. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan observasional deskriptif dengan desain case study yang menggambarkan pelaksanaan proses asuhan gizi terstandar oleh rumah sakit terhadap pasien DM tipe 2. Hasil Penelitian: Dilihat dari proses pengkajian gizi, diperoleh hasil bahwa pasien sering mengkomsumsi kopi dengan tambahan gula yaitu sebanyak 2 kali dalam sehari, ditunjang dengan hasil laboratorium menunjukkan kadar gula darah puasa dan glukosa sewaktu tinggi, berdasarkan fisik/klinis menunjukkan tekanan darah dan suhu pasien tinggi. Hasil diagnosis gizi menunjukkan asupan oral tidak adekuat dan terdapat perubahan hasil nilai laboratorium terkait nilai gizi berkaitan dengan penyakit hiperglikemia DM tipe 2. Intervensi yang diberikan yaitu pemberian Diet DM dengan prinsip 3 J (tepat jadual, jenis dan jumlah), serta pemberian konseling gizi. Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama 3 hari menunjukkan asupan meningkat dan hasil pengukuran tekanan darah dan suhu normal. Kesimpulan: Pasien DM Tipe 2 telah dilakukan proses asuhan gizi terstandar sesuai dengan empat langkah yakni pengkajian, diagnosis gizi, intervensi dan monitoring evaluasi gizi.