cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285263531621
Journal Mail Official
lattice.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Bukittinggi Data Center building, 2rd floor at Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam - West Sumatera - Indonesia Telp. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied
ISSN : 27986470     EISSN : 27984621     DOI : https://www.doi.org/10.30983/lattice
Core Subject : Education,
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied (e-ISSN : 2798-4621 | p-ISSN : 2798-6470) is a journal which is published by Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, West Sumatera Indonesia. The journal is published twice a year in June and December. Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied focused is to publish original research (qualitative research, classroom action research, development/design research are top priorities) and/or library analysis on how students learn mathematics and how mathematics is taught in primary, secondary or undergraduate level. The journal also welcomes articles that address common issues in mathematics.
Articles 111 Documents
Analisis Keterampilan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Pada Calon Guru Matematika Sumatera Barat Iltavia; Diana, Siti Noor
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v4i2.8980

Abstract

The background to this research is the emergence of the Independent Curriculum which requires teachers to be able to implement TPACK in the learning process. Based on classroom experience, education students as prospective teachers are able to use technology, but are not yet accustomed to implementing TPACK in learning. The aim of this research is to analyze the level of TPACK ability in prospective mathematics teachers in West Sumatra. The research method used in this research is descriptive quantitative with a correlational approach. The research location for this activity is the mathematics education study program in the West Sumatra area. The population in this study were all students of the Mathematics Education Study Program spread across the West Sumatra campus. The data collection tool used in this research was a student questionnaire to observe TPACK abilities. The research results in the form of Technological Pedagogical Knowledge, Technological Content Knowledge, and Technological Pedagogical Content Knowledge have lower values, with the highest value being Technological Pedagogical Knowledge ( 81.38) and lowest on Technological Pedagogical Content Knowledge (74.31). This shows that the integration of these three domains (technology, pedagogy, and content) requires more attention to improve understanding and skills. The conclusion of this research is that the average percentage of qualitative criteria for TPACK skills = 81.38 with very good criteria.   Latar belakang penelitian ini adalah munculnya Kurikulum Merdeka yang menuntut guru untuk mampu mengimplementasikan TPACK dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pengalaman di kelas, mahasiswa Pendidikan sebagai calon guru mampu untuk menggunakan teknologi, tapi belum terbiasa mengimplemensikan TPACK dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemampuan TPACK pada calon guru matematika di Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Tempat penelitian dalam kegiatan ini adalah program studi pendidikan matematika yang ada di daerah Sumatera Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang tersebar di kampus Sumatera Barat. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket mahasiswa untuk mengamati kemampuan TPACK. Hasil penelitian berupa Pengetahuan Teknologi-Pedagogi (Technological Pedagogical Knowledge), Pengetahuan Teknologi-Konten (Technological Content Knowledge), dan Pengetahuan Teknologi-Pedagogi-Konten (Technological Pedagogical Content Knowledge) memiliki nilai yang lebih rendah, dengan nilai tertinggi pada Technological Pedagogical Knowledge (81.38) dan terendah pada Technological Pedagogical Content Knowledge (74.31). Hal ini menunjukkan bahwa integrasi ketiga domain tersebut (teknologi, pedagogi, dan konten) memerlukan perhatian lebih untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Rata-rata persentase kriteria kualitatif kemampuan TPACK = 81,38 dengan kriteria sangat baik
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Falak untuk Mahasiswa di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Cholis, Nur; Sholihah, Farid Imroatus; Krisno Wicaksono, Yudi
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v4i2.9067

Abstract

Mathematics learning in higher education, especially in the Mathematics Education Study Program of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, has not fully accommodated the religious context, especially in astronomy. This causes students to feel difficult and less motivated to study astronomy. This study focuses on the integration of mathematics and astronomy in teaching materials. The integration effort then resulted in the research objective, namely to develop teaching materials that integrate mathematical concepts with astronomy, so that it can improve students' understanding and motivation in learning. The type of research used is development (R&D) with the ADDIE model which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of the study show that the development of teaching materials that integrate mathematics and astronomy is categorized as effective in improving students' understanding and interest. The resulting textbooks not only contain theory, but also practical applications and Islamic values. The integration of mathematics and astronomy in teaching materials has proven to be effective in improving the quality of learning. The development of this textbook is expected to be a reference for teachers and help students understand complex concepts, as well as instill religious values ​​in the learning process.   Pembelajaran matematika di perguruan tinggi, khususnya di Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung belum sepenuhnya mengakomodasi konteks keagamaan, terutama dalam ilmu falak. Hal ini mengakibatkan mahasiswa merasa kesulitan dan kurang termotivasi untuk mempelajari falak. Penelitian ini berfokus pada integrasi antara matematika dan ilmu falak dalam bahan ajar. Usaha integrasi tersebut kemudian menghasilkan tujuan penelitian yaitu untuk mengembangkan bahan ajar yang mengintegrasikan konsep-konsep matematika dengan ilmu falak, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi mahasiswa dalam belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar yang mengintegrasikan matematika dan ilmu falak masuk kategori efektif dalam meningkatkan pemahaman dan minat mahasiswa. Buku ajar yang dihasilkan tidak hanya berisi teori, tetapi juga aplikasi praktis dan nilai-nilai Islam. Integrasi antara matematika dan ilmu falak dalam bahan ajar terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengembangan buku ajar ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengajar dan membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep yang kompleks, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam proses belajar.
Hubungan Sebab-Akibat Kecerdasan Interpersonal Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik: SEM-PLS Pitri, Rizka; Irawan, Miranda Dimas; Rassiyanti, Linda
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v4i2.9069

Abstract

Interpersonal intelligence is a person's ability to work together and understand between individuals with others. The utilization of interpersonal intelligence in mathematics learning will have an impact on improving the quality of learning outcomes. However, currently the social interaction that occurs in educational units is still low. Thus, resulting in low quality of learning outcomes. Based on this, an analysis is needed to measure the causal relationship between interpersonal intelligence and learning outcomes using Structural Equation Modeling (SEM)-PLS. This study used 75 samples of grade X students at SMAN Martapura. The purpose of this research is to see the cause-and-effect relationship between interpersonal intelligence and learning outcomes. The method used was SEM-PLS method. The instruments used in the study consisted of essay questions and interpersonal intelligence questionnaire. This study shows that there is a significant causal relationship between interpersonal intelligence and students' learning outcomes in mathematics.   Kecerdasan interpersonal merupakan suatu kemampuan seseorang dalam bekerja sama dan memahami antar individual dengan yang lainnya. Pemanfaatan kecerdasan interpersonal dalam pembelajaran matematika akan berdampak pada peningkatan kualitas hasil belajar. Namun, saat ini interaksi sosial yang terjadi di satuan pendidikan masih rendah. Sehingga, mengakibatkan rendahnya kualitas hasil belajar. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu analisis untuk mengukur hubungan sebab-akibat antara kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)-PLS. Penelitian ini menggunakan 75 sampel siswa kelas X di SMAN Martapura. Tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan sebab-akibat antara kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode SEM-PLS. Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari soal essay dan angket kecerdasan interpersonal. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan sebab-akibat yang signifikan antara kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar peserta didik di bidang matematika.
Pengembangan Multimedia Interaktif Canva Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMPN 1 Pariangan Safitri, Jihan; Yenti, Isra Nurmai; Herlina, Elda; Nari, Nola
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i1.9238

Abstract

The problem in this articlel is the low motivation to learn mathematics of SMPN 1 Pariangan students due to the lack of teaching materials and media in the SPLDV material. To overcome this, teaching media are needed that can increase student learning motivation. This study aims to produce valid, practical, and effective Canva-based interactive multimedia. This study uses the Research & Development method with a 4-D development model, but the dissemination stage was not implemented. Data were collected through questionnaires with instruments in the form of validation sheets, teacher response questionnaires, students, and motivation questionnaires. Data analysis used the validation percentage formula and N-Gain. The results showed that Canva-based interactive multimedia had a very valid level of validity (90.24%). The practicality test showed that the teacher response questionnaire (92.58%) and students (90.63%) were in the very practical category. Effectiveness on learning motivation showed an N-Gain score of 0.616 (moderate category) or 61.6% (quite effective).   Permasalahan dalam artikel ini adalah rendahnya motivasi belajar matematika siswa SMPN 1 Pariangan akibat kurangnya bahan dan media ajar pada materi SPLDV. Untuk mengatasinya, dibutuhkan media ajar yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menghasilkan multimedia interaktif berbasis Canva yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development dengan model pengembangan 4-D, namun tahap disseminate tidak dilaksanakan. Data dikumpulkan melalui angket dengan instrumen berupa lembar validasi, angket respon guru, siswa, dan angket motivasi. Analisis data menggunakan rumus persentase validasi dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan multimedia interaktif berbasis Canva memiliki tingkat validitas sangat valid (90,24%). Uji praktikalitas menunjukkan angket respon guru (92,58%) dan siswa (90,63%) dalam kategori sangat praktis. Efektivitas terhadap motivasi belajar menunjukkan skor N-Gain 0,616 (kategori sedang) atau 61,6% (cukup efektif).
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa SMP Dalam Memecahkan Masalah Kontekstual Matematika Putra, Aditya Rizky; Kamid; Gustiningsi, Tria
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i1.9351

Abstract

This study is motivated by the diverse levels of students’ numeracy skills, the underlying factors of which remain unclear based on numeracy indicators. The purpose of this research is to describe junior high school students’ numeracy abilities in solving contextual mathematical problems. A qualitative descriptive method was employed, with the study conducted at SMP Negeri 7 Muaro Jambi. The research subjects were Grade VIII students who participated in the 2024 AKM assessment and had studied the topic of relations and functions, categorized by high, medium, and low mathematics achievement. Data were collected through numeracy tests, interviews, and documentation. The findings reveal that students with high and medium mathematics achievement generally demonstrated high numeracy skills. Meanwhile, those with low academic performance in mathematics exhibited moderate numeracy abilities. However, mathematics achievement did not consistently reflect students’ actual numeracy levels. This was evidenced by cases where a high-achieving student displayed only moderate numeracy, while some medium and low achievers showed high numeracy proficiency.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya kemampuan numerasi siswa yang belum diketahui faktornya berdasarkan indikator kemampuan numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa SMP dalam memecahkan masalah kontekstual matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Tempat penelitian ini adalah SMP Negeri 7 Muaro Jambi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang mengikuti tes AKM tahun 2024 dan telah belajar materi relasi dan fungsi dengan nilai hasil belajar matematika tinggi, sedang dan rendah. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar tes kemampuan numerasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan nilai hasil belajar matematika tinggi dan sedang memiliki tingkat kemampuan numerasi yang tinggi. Siswa dengan nilai hasil belajar matematika rendah memiliki kemampuan numerasi yang sedang. Hasil belajar matematika siswa tidak menunjukkan tingkat kemampuan numerasi siswa, terbukti dari adanya salah satu siswa bernilai tinggi dengan kemampuan numerasi sedang, serta salah satu siswa bernilai sedang dan rendah dengan kemampuan numerasi tinggi
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Kontekstual SPLTV Berdasarkan Teori Newman Lubis, Asri; Yuanita, Putri; Hutapea, Nahor Murani
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i1.9399

Abstract

This research investigates student errors in solving contextual problems involving Systems of Linear Equations in Three Variables (SPLTV) using Newman’s Error Analysis framework. The theory categorizes errors into five cognitive stages: reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding. A qualitative descriptive method was applied, involving three 10th-grade vocational school students from different majors in Kampar Regency, selected based on varying ability levels. Data were collected through contextual written tests and interviews. Findings reveal that low-ability students made errors across all stages, medium-ability students primarily struggled with process skills and encoding, while high-ability students demonstrated minimal errors and systematic problem-solving. The highest error rates occurred in the reading and comprehension stages (33% each), followed by transformation, process skills, and encoding (22% each). These results highlight the crucial role of contextual understanding and mathematical modeling in SPLTV. The study recommends differentiated instruction and the integration of contextual problems to reduce errors and enhance students' mathematical thinking.   Penelitian ini mengkaji kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kontekstual Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) dengan menggunakan kerangka Analisis Kesalahan Newman. Teori ini mengelompokkan kesalahan ke dalam lima tahapan kognitif, yaitu membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Metode deskriptif kualitatif diterapkan dengan melibatkan tiga siswa kelas X dari jurusan berbeda di salah satu SMK di Kabupaten Kampar, yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan yang bervariasi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berbentuk soal kontekstual dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan rendah melakukan kesalahan pada seluruh tahapan, siswa berkemampuan sedang terutama mengalami kesalahan pada tahap keterampilan proses dan penulisan jawaban, sedangkan siswa berkemampuan tinggi menunjukkan kesalahan minimal dan mampu menyelesaikan soal secara sistematis. Persentase kesalahan tertinggi terjadi pada tahap membaca dan memahami (masing-masing 33%), diikuti oleh tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban (masing-masing 22%). Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman konteks dan kemampuan pemodelan matematis dalam menyelesaikan SPLTV. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran diferensiatif serta integrasi soal kontekstual untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa
Pemodelan Return Harga Emas Dengan Pendekatan Inferensi Bayesian ARFIMA Acnesya, Vivin; Devianto, Dodi; Maiyastri
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i1.9403

Abstract

Volatility in stock and commodity prices, such as gold, plays a crucial role in investment decisions because high price fluctuations increase risk but also create opportunities for higher returns. The Autoregressive Fractionally Integrated Moving Average (ARFIMA) model, an extension of the ARIMA model, is capable of modeling data with long-term dependencies (long memory). This study applies the Bayesian ARFIMA inference model to address parameter uncertainty by incorporating prior information. The study focuses on modeling monthly gold price returns from January 2014 to December 2024, totaling 132 observations. According to Akaike Information Criterion (AIC) and Bayesian Information Criterion (BIC) values, the Bayesian ARFIMA model achieves slightly better performance with an AIC of -475.2392 and BIC of -469.6136, compared to the ARFIMA model’s AIC of -474.7184 and BIC of -468.968. Gold returns exhibit a long memory characteristic, meaning current price fluctuations can have persistent effects over time. Therefore, investing in gold is highly profitable as it preserves asset value and provides stability against economic volatility.   Volatilitas harga saham dan komoditas, seperti emas merupakan salah satu faktor penting dalam proses pengambilan keputusan investasi, karena fluktuasi harga yang tinggi dapat meningkatkan risiko sekaligus menciptakan peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Dalam analisis deret waktu (time series), model Autoregressive Fractionally Integrated Moving Average (ARFIMA) merupakan pengembangan dari model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) yang mampu memodelkan data dengan ketergantungan jangka panjang (long memory). Penelitian ini menggunakan model inferensi Bayesian ARFIMA untuk mengatasi ketidakpastian pada parameter dengan memanfaatkan informasi prior yang diperoleh. Fokus penelitian adalah pemodelan return harga emas bulanan periode Januari 2014 hingga Desember 2024 dengan total 132 data. Berdasarkan perhitungan Akaike Information Criterion (AIC) dan Bayesian Information Criterion (BIC), model Bayesian ARFIMA memperoleh nilai AIC sebesar -475.2392 dan BIC sebesar -469.6136, sedikit lebih baik dibandingkan model ARFIMA yang memiliki AIC -474.7184 dan BIC -468.968. Harga return emas mengandung sifat long memory yang artinya bahwa fluktuasi harga yang terjadi saat ini dapat memiliki pengaruh yang bertahan dalam jangka panjang, sehingga investasi dalam bentuk emas menjadi sangat menguntungkan karena mampu menjaga nilai aset dari waktu ke waktu dan memberikan stabilitas terhadap gejolak ekonomi.
Analisis Komparasi Model Peramalan Prophet Dan Arima Dalam Memprediksi Harga Saham Penutupan PT ANTM Anwar, Rohimatul; Rassiyanti, Linda
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i1.9478

Abstract

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) is a major mining company in Indonesia whose shares are actively traded on the Indonesia Stock Exchange. Its stock price is influenced by both internal and external factors. Time series forecasting methods, such as ARIMA and Prophet, are used to predict future stock movements. ARIMA is known for its flexibility and high prediction accuracy, while Prophet is capable of handling missing values and shifting trends, making it suitable for complex financial data. This study aims to compare the performance of ARIMA and Prophet models in forecasting ANTM stock prices. The dataset consists of monthly closing stock prices from January 2016 to May 2025. The models are evaluated using Mean Absolute Percentage Error (MAPE), Akaike Information Criterion (AIC), and Bayesian Information Criterion (BIC). The results show that the ARIMA model performs better to predict PT ANTM’s traded than Prophet model, with lower MAPE, AIC, and BIC values of 7.88, 433.24, and 423.63, respectively.   PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) adalah perusahaan pertambangan besar di Indonesia yang sahamnya aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Harga sahamnya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.  Memprediksi pergerakan harga saham di masa depan bagi PT ANTM dapat digunakan metode peramalan deret waktu seperti ARIMA dan Prophet. ARIMA dikenal fleksibel dan mampu memberikan hasil prediksi yang akurat. Sementara itu, Prophet unggul dalam menangani data yang memiliki nilai hilang dan tren yang berubah, menjadikannya cocok untuk data pasar keuangan yang dinamis. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa model ARIMA dan Prophet dalam memprediksi harga saham ANTM. Data yang digunakan adalah harga penutupan saham bulanan selama periode Januari 2016 hingga Mei 2025. Perbandingan dilakukan berdasarkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE), Akaike Information Criterion (AIC), dan Bayesian Information Criterion (BIC). Hasil analisis menunjukkan bahwa model ARIMA memiliki performa lebih baik dengan nilai MAPE 7.88, AIC 433.24, dan BIC 423.63, yang lebih rendah dibandingkan dengan model Prophet.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Statistika Arifin, Annisa; Maimunah; Hutapea, Nahor Murani
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i1.9504

Abstract

Mathematical communication skills are essential in mathematics learning, reflecting how well students can understand, process, and convey mathematical ideas logically and coherently. This study aims to analyze the mathematical communication skills of eighth-grade students in the topic of statistics based on three core indicators: (1) connecting real objects, graphs, and tables to mathematical ideas; (2) explaining mathematical ideas and relationships through visual representations; and (3) expressing ideas using mathematical language or symbols. This research used a qualitative approach with a descriptive method involving three students of varying ability levels (high, moderate, low) from SMP Negeri 1 Bathin Solapan. The instruments included open-ended questions, interview guidelines, and a communication rubric. The results showed that the first indicator had the highest percentage at 75%, followed by the second at 67%, and the third at 58%. High-ability students were able to answer all questions clearly and accurately, while low-ability students had difficulty explaining ideas both verbally and symbolically. These findings highlight the importance of implementing instructional strategies that encourage students to actively communicate their mathematical understanding in both written and visual forms.   Kemampuan komunikasi matematis merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika karena menunjukkan sejauhmana siswa mampu memahami, mengolah, dan menyampaikan ide-ide matematis secara runtut dan logis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII pada materi statistika berdasarkan tiga indikator utama: (1) menghubungkan benda nyata, grafik, dan Tabel ke dalam ide matematika; (2) menjelaskan ide dan hubungan matematis melalui representasi visual; dan (3) menyatakan ide matematika menggunakan bahasa atau simbol matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan tiga siswa dengan tingkat kemampuan berbeda (tinggi, sedang, rendah) di SMP Negeri 1 Bathin Solapan. Instrumen yang digunakan meliputi soal uraian, pedoman wawancara, dan rubrik analisis komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pertama memperoleh persentase tertinggi sebesar 75%, indikator kedua sebesar 67%, dan indikator ketiga sebesar 58%. Siswa dengan kemampuan tinggi mampu menjawab semua soal dengan tepat dan jelas, sementara siswa berkemampuan rendah mengalami kesulitan dalam menjelaskan ide secara verbal maupun simbolik. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif mengomunikasikan pemahaman matematis mereka secara tertulis dan visual.
Pemodelan dan Peramalan Volatilitas Memori Panjang pada Return Saham ANTM Studi Komparatif Model GARCH dan FIGARCH Rafulta, Elfa; Yanuar, Ferra; Devianto, Dodi; Maiyastri
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i1.9525

Abstract

This study aims to model and forecast the volatility of ANTM stock returns using FIGARCH and GARCH models to capture both short- and long-memory dynamics. Daily return data spanning from January 1, 2014, to December 31, 2024, were analyzed after stationarity confirmation via ADF test. A mean model was estimated using MA (4), followed by conditional variance modeling with GARCH (1,1) and FIGARCH (1, d,1). Diagnostic tests confirmed the presence of heteroskedasticity and long memory, justifying FIGARCH usage. The FIGARCH (1, d,1) model indicated significant long-memory effects (d = 0.461007), while GARCH (1,1) effectively captured short-term volatility clustering. Forecast performance comparison showed that although both models yielded equal RMSE (0.029000), GARCH (1,1) performed better in terms of MAE (0.019531 vs. 0.019529) and MAPE (192.0809 vs. 192.3617). However, FIGARCH demonstrated superior ability in modeling persistent volatility patterns with smoother conditional variance distribution and better long-term uncertainty estimation. These findings suggest that while GARCH is preferable for short-term predictive accuracy, FIGARCH offers more robust insights into long-term volatility persistence, making it suitable for strategic financial risk management.   Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan meramalkan volatilitas return saham ANTM menggunakan model GARCH dan FIGARCH guna menangkap dinamika volatilitas jangka pendek dan panjang. Data return harian dari 1 Januari 2014 hingga 31 Desember 2024 dianalisis setelah melalui uji stasioneritas ADF. Model rata-rata ditentukan menggunakan MA (4), dilanjutkan dengan pemodelan varian bersyarat menggunakan GARCH (1,1) dan FIGARCH (1, d,1). Uji diagnostik menunjukkan adanya heteroskedastisitas dan efek memori panjang, mendukung penggunaan model FIGARCH. Hasil estimasi menunjukkan bahwa model FIGARCH (1, d,1) memiliki nilai d = 0,461007, mengindikasikan adanya efek long memory yang signifikan, sedangkan GARCH (1,1) efektif dalam menangkap klaster volatilitas jangka pendek. Evaluasi kinerja peramalan menunjukkan kedua model memiliki nilai RMSE yang sama (0,029000), namun GARCH (1,1) lebih unggul dalam MAE (0,019531 vs. 0,019529) dan MAPE (192,0809 vs. 192,3617). Meskipun demikian, FIGARCH menunjukkan keunggulan dalam menangkap pola volatilitas jangka panjang yang stabil. Dengan demikian, GARCH cocok untuk akurasi prediksi jangka pendek, sementara FIGARCH lebih direkomendasikan untuk estimasi risiko jangka panjang dalam pengelolaan keuangan strategis.

Page 11 of 12 | Total Record : 111